e-ISSN: 2657-1064 Nadi Pariksha: Deteksi Penyakit Dalam Ilmu Kedokteran Timur Ni Made Sinarsari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar sinarsari73@gmail. ABSTRAK Nadi pariksha merupakan salah satu seni mendeteksi penyakit melalui nadi dalam budaya pengobatan tradisional yaitu ilmu kedokteran timur yang diterapkan sejak zaman klasik Kaisar Kuning. Deteksi adalah suatu proses untuk memeriksa atau melakukan pemeriksaan terhadap sesuatu dengan menggunakan cara dan teknik tertentu. Deteksi dapat digunakan untuk berbagai masalah. Nadi pada manusia dapat menunjukkan letak dan sifat suatu penyakit. Nadi pariksha dalam ilmu kedokteran timur adalah metode untuk mendiagnosis penyakit dan pola penyakit dengan palpasi atau perabaan di atas pergelangan tangan bagian ventral yang didasarkan pada prinsip bagian luar tubuh mencerminkan organ tubuh bagian dalam klien. Review dilakukan secara deskriptif dari kajian berbagai buku ilmiah yang berkaitan dengan nadi pariksha. Teknik mendiagnosa penyakit melalui perabaan nadi memainkan peran penting dalam mendiagnosis dan kelanjutan penanganan penyakit. Kata Kunci: Ilmu Kedokteran Timur. Nadi. Seni Mendeteksi Penyakit ABSTRACT Nadi pariksha is one of the arts of detecting disease through the veins in traditional medicine culture, namely eastern medicine which has been applied since the classical era of the Yellow Emperor. Detection is a process to examine or examine something using certain methods and techniques. Detection can be used for various problems the human pulse can indicate the location and nature of a Nadi pariksha in eastern medicine is a method for diagnosing disease and disease patterns by palpation or palpation over the ventral wrist which is based on the principle that the outside of the body reflects the client's internal organs. The technique of diagnosing disease through palpation of the pulse plays an important role in the diagnosis and continuation of disease management. Keywords: Art of Detecting Disease. Eastern Medicine. Pulse. E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 Pendahuluan Nadi Pariksha melalui palpasi nadi sudah digunakan sejak zaman dahulu. Pada mulanya lokasi yang digunakan untuk palpasi lebih dari satu, antara lain nadi di leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan lain Ae Palpasi disederhanakan menjadi hanya palpasi nadi pada pergelangan tangan yaitu lokasi yang disebut cunkuo. Terdapat 28 macam bentuk nadi pada cunkuo. Panjang nadi cunkuo dibagi menjadi tiga bagian, masing Ae masing bagian berkaitan dengan salah satu organ dalam zang. Tiap organ zang mempunyai hubungan biaoli dengan organ fu. Karena itu secara tidak langsung nadi cunkuo juga mempunyai kaitan dengan fu. Hal ini paling penting dalam melakukan palpasi nadi ialah adanya sensibilitas jari dan ketelitian serta konsentrasi dari pemeriksa. Memahami ilmu ini tidak hanya memahami teori yang lebih penting ialah Tanpa praktik yang cukup serta perhatian yang terkonsentrasi, palpasi nadi tak mungkin dipelajari dengan baik atau tidak akan berhasil sama sekali. Pentingnya memadukan teori dan praktik (Sim Kie Jie,1997,. Timbulnya nadi berkaitan dengan jantung mendorong darah beredar di dalam nadi, sehingga nadi berhubungan dengan Organ dalam berperan juga dalam mendorong darah yang perlu diperhatikan adanya hubungan darah dengan organ paru paru, limpa, lambung, hati, ginjal. Denyutan nadi juga juga berhubungan dengan organ Paru turut serta dalam mendorong peredaran darah melalui penguasaannya terhadap qi. Limpa ikut serta dalam pengendalian darah, sehingga darah tidak keluar dari pembuluh darah. Hati turut serta Ginjal menguasai jing, jing bisa berubah menjadi Jing juga menjadi sumber dari semua Yang qi di dalam tubuh, merupakan kekuatan yang mendorong darah di samping berfungsi untuk memanaskan tubuh. Sehingga dengan palpasi nadi tidak hanya mengetahui keadaan jantung tapi dapat juga mengetahui semua organ dalam tubuh serta keadaan darah, jing, jiwa (Sim Kie Jie,1997,303 Ae . Nadi selain berkaitan dengan semua organ dalam juga berhubungan erat dengan darah, jing, qi, jiwa, maka apabila terdapat perubahan dalam organ dalam, darah, jin, qi, jiwa, nadi akan berubah juga sesuai dengan itu. Demikian juga sebaliknya dari perubahan nadi dapat diketahui perubahan pada semua organ dalam, darah, qi, jing, jiwa. Perubahan nadi juga dapat diketahui perkembangan penyakit. Melalui nadi dapat dideteksi lokasi dan sifat penyakit, perbandingan kekuatan tubuh dengan patogen. Lokasi penyakit dapat di permukaan maupun di dalam. Palpasi nadi mempunyai signifikansi dalam memantau perkembangan penyakit dan memperkirakan prognosa penyakit. Keterkaitan nadi dengan penyakit sangat rumit. Dalam keadaan normal, perubahan nadi umumnya sesuai dengan gejala dan tanda lainnya. Tetapi kadang kala terdapat ketidaksesuaian antara nadi dengan gejala Sehingga mendapatkan diagnosis yang tepat yang paling penting ialah melakukan empat macam cara pemeriksaan, kemudian mempertimbangkan data-data yang didapatkan secara menyeluruh. (Sim Kie Jie,1997,. Ilmu Kedokteran barat memandang bahwa denyut nadi merupakan sebuah gelombang yang dapat diraba pada arteri bila darah dipompa keluar dari jantung. Denyut ini mudah diraba di suatu tempat dimana ada arteri melintas (Sandi, 2. Darah yang didorong ke arah aorta sistol tidak hanya bergerak maju dalam pembuluh darah, tapi juga menimbulkan gelombang bertekanan yang berjalan sepanjang arteri Denyut nadi yang dapat diraba tersebut merupakan gelombang bertekanan yang meregang di dinding arteri sepanjang perjalanannya (Kasenda dkk, 2. II. Metode Artikel ini merupakan review secara deskriptif yang ditulis berdasarkan kajian dari berbagai literatur ilmiah terkait nadi pariksha. Artikel ilmiah diperoleh dengan menggunakan kata kunci nadi pariksha. Artikel ilmiah yang digunakan dalam kajian ini mulai tahun 19982019. Data yang dianalisis merupakan data dari literatur yang berkaitan dengan teknik nadi pariksha yang dipergunakan dalam pendekatan terhadap penegakan diagnosis dalam pelayanan kesehatan tradisional. Hasil Penelitian Denyut E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 gelombang yang dapat diraba pada arteri bila darah dipompa keluar dari jantung. Denyut ini mudah diraba di suatu tempat dimana ada arteri melintas (Sandi, 2. Darah yang didorong ke arah aorta sistol tidak hanya bergerak maju dalam pembuluh darah, tapi juga menimbulkan gelombang bertekanan yang berjalan sepanjang arteri (Kasenda dkk, 2. Denyut nadi yang dapat diraba tersebut merupakan gelombang bertekanan yang meregang di dinding arteri sepanjang perjalanannya. Pengertian deteksi adalah suatu proses untuk memeriksa atau melakukan pemeriksaan terhadap sesuatu dengan menggunakan cara dan teknik tertentu. Deteksi dapat digunakan untuk berbagai masalah, misalnya dalam sistem pendeteksi suatu penyakit, dimana sistem masalah-masalah berhubungan dengan penyakit yang biasa disebut gejala. Tujuan dari deteksi adalah memecahkan suatu masalah dengan berbagai cara tergantung metode yang diterapkan sehingga menghasilkan sebuah solusi. Nadi pada manusia dapat menunjukkan letak dan sifat suatu penyakit. Tempat untuk meraba nadi ini adalah pada nadi adalah arteri radialis yaitu di atas pergelangan kedua tangan bagian ventral yang dibagi menjadi tiga regio yaitu Cun. Guan, dan Chi. Dimana regio Guan ini berada pada processus styloideus . onjolan tulang yang berada pada area radial sisi luar sebelum pergelangan tanga. Cun terletak pada distal . agian ata. dari Guan, dan Chi terletak pada proksimal . agian bawa. dari Guan. Secara Ilmu Kedokteran Timur Cun. Guan, dan Chi pada tangan kiri menggambarkan secara berturut-turut keadaan organ jantung, hati, dan ginjal. Sedangkan Cun. Guan, dan Chi pada tangan kanan Gambar 2. Posisi Denyut Nadi Tabel 1 : Posisi Denyut Nadi Posisi Denyut Nadi Cun Guan Chi Tangan Kiri Jantung Hati/Kandung Empedu Ginjal/Kandung Kemih Tangan Kanan Paru Limpa/lambung Ginjal/Usus Besar dan Usus Halus Nadi secara ilmu kedokteran timur . engambang atau tenggela. , bentuknya . ebal atau tipis seperti benang, lembut atau kera. , letaknya . uperficial atau dala. , kecepatannya . epat atau lamba. , kekuatannya . uat atau lema. , dan iramanya . epat atau Denyut nadi yang normal adalah halus, rata, dan kuat dengan frekuensi tiga sampai lima kali denyutan setiap pernafasan. Kecepatan denyut nadi dapat bervariasi menurut umur, jenis kelamin, keadaan kejiwaan, kondisi tubuh, keadaan emosi, serta perubahan iklim. Nadi secara ilmu kedokteran timur dapat dikatakan abnormal atau tidak normal apabila: Nadi Superficial . menggambarkan organ paru, limpa, dan ginjal. Gambar 1. Lokasi Nadi Mudah di palpasi dengan sentuhan ringan saja. Menunjukkan sindrom luar, terdapat pada stadium awal suatu penyakit dan berasal dari patogen eksogen . Tipe nadi mengambang ini dapat juga terdapat pada penyakit endogen yang lama, tetapi pada keadaan ini di samping nadinya superficial juga terdapat nadi yang besar dan lemah. Hal ini E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 menunjukkan keluarnya Yang Qi dan merupakan tanda penyakit yang sudah kronis . iidap sudah lam. Nadi Tenggelam . Tekanan harus cukup kuat untuk merasakan jenis nadi ini. nadi ini terdapat pada sindrom interior . Bila tenggelam tetapi kuat menunjukkan tipe ekses . Apabila tenggelam dan lemah menunjukkan tipe defisiensi . Nadi Pelan . Apabila nadi kurang dar empat kali ketukan setiap tarikan nafas atau kurang dari 60 ketukan per menit, menunjukkan sindrom Jika nadi pelan tetapi kuat menunjukkan sindrom interior tipe ekses. Hal ini disebabkan karena retensi Yin Qi di dalam Jika nadi pelan dan lemah menunjukkan sindrom interior tipe defisien yang disebabkan karena timbulnya defisiensi Yang Qi. Nadi Cepat . Apabila lebih dari lima kali ketukan tiap tarikan nafas atau lebih dari 90 ketukan per menit disebut dengan nadi cepat. Hal ini terjadi pada sindrom panas. Pada sindrom panas tipe ekses nadi cepat dan kuat. Nadi yang cepat dengan kombinasi nadi lemah terdapat pada defisiensi Yin pada kasus penyakit yang sudah Nadi yang cepat, besar, lemah, dan kosong didapati pada menyemburnya Yang Terjadi pada keadaan stress dan tekanan yang berlebihan, atau pada keadaan defisiensi Qi dan Xue. Sering terjadi pada penyakit yang lama yang merupakan manifestasi defisiensi Yin dan Nadi Rolling Nadi ini bersifat halus seperti bergulirnya permata di atas cawan. Menunjukkan retensi cairan dan dahak, retensi makanan dan kelebihan panas. Tipe nadi ini juga terdapat pada wanita hamil, tetapi apabila terjadi pada wanita hamil justru menandakan cukup dan harmonisnya Qi dan Xue. Nadi Hesitant Nadi ini bersifat kasar dan tidak rata. Merupakan tanda dari stagnasi Qi, stagnasi xue, gangguan Yin ginjal dan defisiensi darah. Timbulnya hambatan tersebut menghasilkan nadi histant dan kuat. Nadi Senar Biola . tring-tau. Nadi ini terasa ketat, tagang, dan panjang, memberikan sensasi senar biola. Menunjukkan gangguan dari hati dan kandung empedu yang mengganggu kelancaran Qi hati. Bisa juga terdapat pada sindrom nyeri serta retensi cairan dan dahak. Nadi Tense Terasa ketat dan kuat seperti halnya ikatan sebuah tali. Menunjukkan dingin, nyeri, dan retensi makanan. Nadi Tipe Defisien Nadi Lembut . Adalah melemahnya nadi di ketiga region pada tiga tingkatan derajat tekanan. Hal ini terjadi pada kondisi defisiensi Qi . dan Xue . Disebut demikian apabila dirasakan mengambang dan tipis seprti benang. Tekanan terhadap jari tidak begitu kuat. Hal ini menunjukkan adanya lembab di dalam tubuh. Nadi Tipe Ekses Nadi Lemah . Dikatakan demikian apabila pada tiga region kuat dan juga pada tiga tingkatan derajat Hal ini didapati pada kondisi sindrom ekses. Terdapat nadi yang tenggelam dan tipis juga tidak kuat mengetuk jari terdapat pada defisiensi Qi dan Xue. Nadi Surging Pada perabaan dirasakan pelan dan ketukan yang tidak teratur dan kadang-kadang Terdapat pada Yin yang ekses, penumpukan Qi, retensi lembab dingin dan stagnasi Xue. Nadi ini bersifat melebar, besar, kuat seperti gelombang yang datang dengan kekuatan penuh dan kemudian meninggalkan Menandai suatu panas yang berlebihan pada bagian dalam tubuh. Nadi Tready Nadi ini seperti benang yang jelas teraba. Nadi Knotted Nadi Teratur yang Intermittent Nadi ini pelan dan lemah dengan ketukan yang hilang pada interval yang teratur. Hal ini E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 dikaitkan dengan penurunan Qi dari organ zang . yaitu organ hati, jantung, limpa, paru, dan ginjal. Keadaan ini terdapat pada sindrom angin, nyeri, gangguan emosi takut dan khawatir, trauma dan terkilir. Nadi Simpul Nadi ini terasa lambat dengan kehilangan detak teratur. Nadi simpul menunjukkan sindrom kelemahan Qi, stagnasi Qi, dan Xue. Nadi Hampa Nadi ini terasa mengambang, besar, dan kosong seperti menekan daun bawang. Nadi hampa menunjukkan kehilangan darah yang Nadi Menerpa Nadi ini terasa lebar, besar, dan kuat dengan detak yang cepat. Menyerupai menunjukkan sindrom panas yang hebat. Nadi Licin Nadi ini terasa halus dan mengalir lancar bagaikan mutiara yang bergulir di atas piring, nadi licin menunjukkan keseimbangan Qi dan Xue yang serasi. Nadi ini sering dijumpai pada masa kehamilan. Tabel 2 : Nama Dan Sifat Nadi NAMA NADI Fu Mai Hong Mai Ge Mai Kou Mai Ru Mai San Mai Xu Mai Chen Mai Fu Mai Lao Mai Ruo Mai Chi Mai Huan Mai Se Mai Jie Mai Shi Mai Hua Mai SIFAT NADI Nadi Nadi gelombang, banjir Nadi kasar, menyesakkan, timpani, keras Nadi berongga atau tangkai daun bawang Nadi lunak atau lembek nadi berserakan Nadi tanpa tenaga, kosong. Nadi dalam Nadi tersembunyi Nadi kuat, terbatas Nadi lemah Nadi lambat Nadi melambat, sedang atau santai Nadi berombak, bimbang Nadi kusut, terikat Nadi penuh, kuat, ekses Nadi licin, tergelincir IV. Jin Mai Chang Mai Xuan Mai Wei Mai Xi Mai Duan Mai Dai Mai Shuo Mai Ji Mai Cu Mai Dong Mai Da Mai Nadi ketat, tegang Nadi panjang Nadi liat, kencang Nadi kecil sekali, samar. Tidak jelas Nadi tipis, seperti benang Nadi pendek Nadi terputus-putus teratur Nadi cepat Nadi ngebut, terburu-buru, sangat cepat Nadi cepat tidak beraturan Nadi bergerak, berdebar. Nadi besar Pembahasan Pemeriksaan nadi dilakukan pada posisi pasien dalam keadaan tidur ataupun duduk. Letak tangan harus setinggi jantung, di mana bagian ventral menghadap ke atas. Posisi ini merupakan sarana dari aliran darah dan Qi yang Terapis di samping pasien, pertama kali Guan dengan jari tengah, lalu Cun dan Chi dengan jari telunjuk dan jari manis. Jari bagian palmar yang merasakan denyutan. Jarak antara jari tergantung tinggi pasien. Pada anak-anak dilakukan palpasi nadi dengan satu jari. Palpasi tersebut dilakukan dengan tiga tingkatan . ecara ringan, agak berat, dan paling bera. Secara umum dilakukan pemeriksaan menekan tiga jari bersama-sama pada satu waktu yang sama, baru kemudian dilakukan pemeriksaan (Dharmojono, tt, 417-. Sebelum dilakukan palpasi nadi,klien dahulu,supaya aliran qi, dan jantung menjadi Tangan penderita secara horizontal diletakkan setinggi jantung dengan telapak tangan mengarah keatas. Palpasi tangan kanan penderita dilakukan dengan tangan kiri dan sebaliknya palpasi tangan kiri penderita dilakukan dengan tangan kanan. Pastikan dahulu lokasi guan dengan jari tengah pemeriksa,kemudian untuk cuen digunakan telunjuk sedangkan chi digunakan jari manis. Yang menyentuh nadi adalah ujung jari. ketiga jari perlu disesuaikan dengan panjangnya nadi cunkuo klien. Klien yang berbadan tinggi yang mempunyai tangan yang panjang diatur agak jauh,sebaliknya untuk palasi tangan yang pendek ketiga jari harus lebih rapat. Khusus untuk anak anak dan bayi maka tidak diadakan pembagian cun,guan,chi. Sebagian ahli hanya menggunakan satu E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Oktober Tahun 2022 e-ISSN: 2657-1064 (Sim Kie Jie,1997,. Setelah tiga jari masing Ae masing diletakkan pada posisi yang tepat, gunakan tiga macam kekuatan tekanan, masing Ae masing fu,mengambang tekanan sedang pengambilan Zhong, tengah dan tekanan kuat pengambilan secara chen, tenggelam. Selama proses perabaan nadi, nafas pemeriksa harus teratur,emosi dalam keadaan tenang,sikapnya baik,dan berkonsentrasi penuh. Kecepatan nadi normal umumnya antara 60 Ae 80 kali per menit,sama dengan empat kali per sekali respirasi. atu kali menarik nafas dan satu kali fu,mengambang atau tidak terlalu tenggelam chen, berdenyut dengan tenang, bertenaga dan teratur (Sim Kie Jie,1997,. KESIMPULAN Nadi Pariksha melalui palpasi nadi sudah digunakan sejak zaman dahulu. Nadi pariksha merupakan salah satu seni mendeteksi penyakit melalui nadi dalam budaya pengobatan tradisional yaitu ilmu kedokteran timur yang diterapkan sejak zaman klasik Kaisar Kuning. Timbulnya nadi berkaitan dengan jantung mendorong darah beredar di dalam nadi,sehingga nadi berhubungan dengan jantung. Organ dalam berperan juga dalam mendorong darah . DAFTAR PUSTAKA Alexano. Poppy. Warisan Kuno Pengobatan Tiongkok. Jakarta:Dunia Sehat Balint. Enid. Norell. Six Minutes for the Patient. USA:Tavistock Publications Limited Dharmojono,DVM,tt,menghayati Teori dan Praktek Akupuntur Dan Moksibasi Jilid Harlan. Akupunktur Kebidanan. Jakarta: Penerbit Gunadharma. Handoko. Pudjo. Pengobatan Alternatif. Jakarta:PT Elex Media Komputindo Hardjodisastro. Menuju Seni Ilmu Kedokteran. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama