Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur Anna Rulia. Riza Setiabudi Kurniawan Program Studi Arsitektur. Jurusan Desain Politeknik Negeri Samarinda Jalan Ciptomangkusumo Kampus Gunung Lipan Samarinda Tlp. E-mail: annarulia@polnes. ABSTRACT Batik is Indonesia well known heritage . In accordance to Indonesian Ministry of Trade data, batik has significant market share approximately USD 533 in 2021. Batik industry is important employment sector and therefore can be used to enhance the local economy. Although this sector is not popular as coal mining and oil industry, it is growing in the good direction. Batik Kalimantan Timur (Kalti. has unique style that makes it different in comparison with with others. Kaltim has enormous resources that can be used as inspiration for batik design. One of them that rarely taken into consideration is vernacular architecture. Therefore, this research aimed to design batik with Kaltim vernacular architecture theme. The research methods comprised preparation, exploration, design and evaluation. Design process addressed important batik design components such as main component, supporting component and filler component. Design elements and design principles also important aspects that taken into consideration. The result gained from this research is the vernacular architectural theme that can be used as the motif for Batik Kaltim. Keywords: batik. Kaltim, vernacular, architecure ABSTRAK Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang diakui dunia secara resmi oleh dunia yang ditandai dengan diakuinya batik oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan Untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi pada 2 Oktober 2009. Tanggal 2 Oktober selanjutnya diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Dengan potensi pasar yang sangat besar maka batik menjadi pilihan yang sangat penting untuk pemberdayaan ekonomi lokal. Saat ini batik memang belum jadi primadona dalam pemberdayaan lokal di Kalimantan Timur (Kalti. Namun demikian, usaha batik berkembang cukup baik. Batik Kaltim memiliki ciri khas yang berbeda dengan batik-batik lainnya yang ada di Indonesia. Kaltim sangat kaya dengan tematema yang dapat diangkat sebagai motif batik, salah satunya adalah arsitektur . Bentukan arsitektur yang khas antara lain adalah rumah Lamin dan rumah Kutai. Untuk itulah penelitian ini bertujuan membuat perancangan batik Kaltim dengan tema arsitektur. Lokasi penelitian di Samarinda dan Balikpapan sebagai dua kota utama. Metode yang digunakan meliputi persiapan . bservasi terkait arsitektur vernakular dan ragam hias batik Kalti. , eksplorasi . lemen dan prinsip desai. , perancangan ragam hias batik bertema arsitektur vernakular Kaltim, serta evaluasi sebagai bahan masukan untuk langkah selanjutnya. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam perancangan meliputi produk akhir yang dihasilkan adalah motif Batik Kaltim dengan arsitektur vernakular Kaltim. Kata kunci: batik. Kaltim, arsitektur, vernakular Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Anna Rulia. Riza Setiabudi Kurniawan PENDAHULUAN tersebut seolah menjadi blueprint batik Kaltim. Batik merupakan salah satu kekayaan Hal dilihat dari desain-desain batik yang ada budaya Indonesia yang diakui dunia secara di pasaran. Hal tersebut dapat dimaklumi resmi oleh dunia. Pada tanggal 2 Oktober 2009 karena motif ini memiliki estetika yang UNESCO bahkan menetapkan batik Indonesia berbeda jika dibandingkan dengan motif- sebagai salah satu warisan budaya tak benda motif yang banyak dipakai dalam batik Jawa. (The Representative list of Intangible Cultural Padahal di sisi lain. Kaltim sangat kaya dengan Heritage of Humanit. Tanggal 2 Oktober pun tema-tema lain yang dapat diangkat sebagai selanjutnya diperingati sebagai Hari Batik inspirasi dalam desain batik. Salah satu tema Nasional. Pengakuan ini tak dapat dipungkiri yang perlu dan belum pernah diangkat adalah membuat industri batik di tanah air menjadi arsitektur vernakular. Pengembangan motif semakin bersemangat. Batik juga merupakan batik di seluruh Indonesia membuat tiap produk ekspor dengan negara tujuan utama daerah memunculkan ciri khas daerahnya meliputi Jepang. Amerika Serikat, dan pasar untuk dijadikan motif batik. Eropa. Ada beberapa daerah di Indonesia yang Penelitian ini diusulkan sebagai inovasi masih menggali potensi motif batik daerahnya pengembangan motif Batik Kaltim dengan (Marzuqi, 2. termasuk Kalimantan Timur. tema arsitektur vernacular. Langkah ini Saat ini batik memang belum jadi primadona amat penting bukan hanya dalam rangka Kaltim. Namun demikian usaha batik berkembang perajin batik namun juga merupakan upaya cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari mulai pengembangan potensi seni budaya daerah. tumbuhnya industri-industri rumahan yang Selain itu penelitian ini juga merupakan upaya memproduksi batik Kaltim seperti Alaydrus di pelestarian kekayaan budaya serta promosi Samarinda dan Batik Ampiek di Balikpapan. tentang arsitektur khas Kaltim apalagi setelah Dalam ditetapkannya provinsi sebagai Ibu Kota keterampilan berbasis kearifan lokal, batik Negara pada tahun 2019 lalu. telah memberikan dampak positif pada Sebagai sebuah kain bergambar, batik peningkatan kualitas ekonomi masyarakat memiliki beberapa komponen di dalamnya. (Sofyan dkk. , 2. Menurut Kusrianto . motif batik disusun Batik Kaltim memiliki ciri khas yang berbeda dengan batik-batik lainnya yang berdasarkan tiga komponen meliputi: Komponen utama berupa ornamen- ada di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan motif lokal berupa ragam hias merupakan unsur pokok. Ornamen ini Dayak. Penggunaan ragam hias ini biasanya sering kali dijadikan nama motif batik dikombinasikan dengan motif-motif flora baik berupa bunga-bunga, daun maupun sulur Komponen Seiring waktu, penggunaan motif Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 gambar-gambar yang dibuat untuk Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur berkelok-kelok. Raut . dapat berbentuk geometris. Raut geometris merupakan bentukanbentukan seperti lingkaran, segitiga dan persegi. Contohnya motif batik Kawung. Raut ini juga terdapat pada kain tenun. Raut organis terinspirasi dari mahluk hidup Gambar 1. Contoh komponen batik (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2. contohnya manusia, hewan maupun flora Selanjutnya raut tidak beraturan mendukung bidang di antara motif atau abstrak juga mulai berkembang dan Bentuknya lebih kecil dan tidak memberi kesan ekspresif yang penuh turut memberi jiwa atau arti dari pola Contohnya batik Paradise di batik itu. Motif ini juga disebut sebagai Yogyakarta. ornamen selingan. Warna merupakan unsur desain yang Komponen isian (Isen-ise. , gunanya terlihat paling awal serta memberi untuk memperindah pola batik secara pengaruh kuat bagi pengamat. Bahkan. Komponen diletakkan baik pada komponen utama dorongan yang kuat bagi pengamat maupun komponen pengisi serta untuk untuk membeli/memiliki sebuah karya menghiasi bidang kosong di antara Dalam desain warna terbagi atas motif-motif besar. Bentuknya dapat warna primer, sekunder, tersier, dan berupa titik, garis, lingkaran, dan lain- Masing-masing contoh komponen dapat dilihat pada Gambar 1. Komponen utama Gelap-terang, berkaitan dengan gradasi warna mulai dari yang paling terang sampai yang paling gelap. pada batik tersebut adalah rangkaian bunga Ruang, dalam karya dua dimensi, ruang dan komponen pendukung adalah rama-rama bersifat maya. Kedalaman ruang . atau kupu-kupu. Selanjutnya, gambar sulur- dapat dibuat melalui ilustrasi, misalnya sulur tanaman yang saling menjalin adalah dengan komposisi yang tumpang tindih isen-isen atau komponen pengisi. Unsur-unsur desain batik mengacu pada unsur-unsur seni rupa (Soenaryo, 2. Garis (Lin. merupakan kumpulan titiktitik yang rapat memanjang dapat dalam atau bertumpuk. Berbeda dengan karya tiga dimensi yang ruangnya bersifat nyata . Selanjutnya (Soenaryo, 2. terdiri dari: arah yang lurus maupun lengkung atau Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Anna Rulia. Riza Setiabudi Kurniawan Irama bangsa yang tersebar mulai dari Sabang Merupakan sampai Merauke. Masing-masing daerah unsur rupa sehingga bentuk yang tercipta memiliki kesatuan arah dan tersebut juga terpancar pada motif batiknya. Sebagai contoh, batik-batik pesisir seperti keterpaduan bagian-bagiannya. Irama Cirebon. Pekalongan, dan Lasem umumnya dapat diperoleh melalui beberapa cara menggunakan kombinasi warna yang cerah pengulangan/repetisi, gradasi, radiasi, sementara batik-batik Solo dan Yogyakarta oposisi, dan transisi. menggunakan variasi warna yang lebih alami Dominasi Karakter seperti coklat, krem, dan kuning. Dari sini Dominasi merupakan penonjolan dapat dilihat berbagai variasi dalam batik satu bagian di atas bagian lainnya. merupakan suatu proses yang amat wajar Dominasi yang memperkaya khasanah batik itu sendiri. Dominasi dapat diperoleh Istilah inovasi merujuk pada penciptaan sesuatu yang baru atau renovasi terhadap bentukan dan warna objek yang berbeda dengan latar belakangnya. Inovasi merupakan proses menerapkan. Keseimbangan Keseimbangan solusi yang ada (Guntur, 2. formal/simetris baru yang lebih baik. Oleh karena itu, tidak formal/asimetris. Simetri diatur kepentingan komersial. Dalam hal ini inovasi pengembangan motif batik sangat diperlukan sementara asimetris merupakan prinsip agar tercipta motif-motif yang baru yang keseimbangan yang lebih acak namun sangat mendukung perkembangan industri tetap estetis. batik di tanah air. Pusat perhatian Motif batik merupakan karya seni Pengaturan dominasi yang sangat sehingga pengembangannya harus mengacu kuat akan menghasilkan pusat perhatian pada prinsip-prinsip desain (Syamwil dkk. dalam perancangan. Pusat perhatian Motif dapat terinspirasi dari banyak biasanya menjadi komponen utama hal karena hakikatnya batik amat mudah dalam rancangan batik. menyerap kekayaan lingkungan dalam wujud Kesatuan gambar pada kain. Kesatuan merupakan hasil akhir Penelitian prinsip-prinsip motif batik sudah lazim dilakukan untuk mendapatkan motif baru. Pada batik Makassar sebuah keharmonisan. pengembangan motif dilakukan dengan tema Indonesia amat kaya dengan suku Kapal Pinisi. Dalam desain tersebut Kapal Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur Pinisi ditransformasikan sebagai komponen berbeda antara satu tempat dengan tempat- utama, sedangkan air laut dan aksara lontar tempat lainnya. Makassar hadir sebagai komponen pendukung (Utami dkk. , 2. Selanjutnya Hananto dkk. melakukan penelitian pengembangan gaya arsitektur modern dan kecenderungan motif batik Semarang dengan tipografi/ aksara sebagai gagasan visual. Aksara suatu secara modern telah membuat arsitektur daerah dipercaya dapat meningkatkan kesan vernakular sedikit demi sedikit menghilang tradisional dari desain yang dihasilkan. menuju kepunahan. Hal ini juga diperparah Selanjutnya rekayasa pengembangan motif dengan kurangnya pemahaman terhadap Melayu juga dilakukan oleh Murwati dan arsitektur vernakular baik oleh masyarakat Masiswo awam maupun arsitek. Hal tersebut akan . Tidak dapat dipungkiri. Gempuran pertimbangan meliputi selera konsumen, persepsi konsumen tentang budaya etnis Melayu pada umumnya, karakter naturalis desain tidak berfungsi sesuai yang diharapkan yang kuat serta kandungan filosofi yang (Mentayani, 2. kesalahan-kesalahan Selanjutnya pada penelitian yang Salah satu karya arsitektur vernakular dilakukan oleh Salma dkk. didapatkan Kalimantan Timur yang terkenal adalah fakta bahwa industri batik berkembang pesat di Bali namun motif-motifnya kurang berciri ini meliputi berbagai fungsi mulai dari khas budaya atau alam daerah Bali sehingga rumah tinggal, rumah panjang atau Lamin, tujuan produk souvenir sebagai kenangan lumbung padi, dan lain-lain. Material utama orang pernah berwisata ke sana tidak tampak. yang digunakan adalah kayu Ulin yang Arsitektur vernakular menjadi popular merupakan kayu khas Kalimantan. Bangunan setelah diusung oleh Rudofsky pada tahun dibuat berpanggung sesuai dengan karakter 1964 sebagai architecture without architecs. Kalimantan yang berawa. Atap berbentuk atap Istilah ini dari Bahasa Latin verna yang berarti pelana dengan hiasan pada pucuk-pucuknya. domestik, indigenous, setempat atau lokal. Pembeda utama arsitektur ini dengan daerah- Arsitektur vernakular lebih berbicara tentang daerah lainnya adalah karakter ragam hias arsitektur masyarakat kebanyakan. Bentukan Dayak yang dengan indahnya jalin menjalin ini sangat mudah terlihat pada rumah-rumah penduduk setempat. Rumah-rumah yang dalam pembangunannya tidak melibatkan diangkat sebagai tema batik dalam penelitian arsitek secara professional namun tetap dapat bagian-bagian Dayak. Arsitektur Model hadir secara utuh baik secara fungsi maupun Kelokalannya membuat karakter arsitektur vernakular menjadi khas karena Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Anna Rulia. Riza Setiabudi Kurniawan METODE Penelitian ini merupakan penelitian Dalam merupakan instrumen utama. Pendekatan kualitatif yang bersifat eksploratif cocok digunakan dalam pengembangan perancangan Tahapan Gambar 2. Lamin Pampang (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2. Tahap menetapkan batasan persoalan serta target HASIL DAN PEMBAHASAN Komponen Batik Pada tahap ekplorasi dilakukan Merupakan bagian utama dari tulisan. pengumpulan data primer dan sekunder. Argumen-argumen ilmiah harus dikemukakan Eksplorasi primer dilakukan untuk melihat secara ringkas, padat, dan jelas. Dalam motif-motif batik khas Kaltim. Pada tahap pembahasan hendaknya memenuhi tujuan ini juga dilakukan observasi pada sentra- Hubungkan hasil temuan dengan sentra penjualan kerajinan khas Kaltim seperti pengamatan atau hasil penelitian sebelumnya Citra Niaga dan East Kalimantan Center. dengan jalan menunjukkan persamaan dan Eksplorasi juga dilakukan untuk mencari membahas perbedaannya. literatur tidak hanya terkait motif-motif batik Sebagai sebuah kain bergambar, batik namun juga pendekatan-pendekatan dalam memiliki beberapa komponen di dalamnya. perancangan batik serta khazanah arsitektur Dari kolaborasi ketiganya dapat dihasilkan Kaltim rancangan batik yang indah dan khas. Adapun selanjutnya yakni eksplorasi desain atau komponen-komponen yang digunakan dalam Perancangan dilakukan dengan perancangan pada penelitian ini adalah memperhatikan komponen-komponen dalam meliputi komponen utama, pendukung, dan batik baik komponen utama, pendukung maupun pengisi. Selanjutnya juga akan Komponen utama sesuai tema penelitian diidentifikasi unsur-unsur perancangan serta prinsip-prinsip desain yang akan digunakan. Kalimantan Timur khususnya rumah Dayak. Dari sini diharapkan didapatkan inovasi Pengembangan motif batik ke arah arsitektur dalam pembuatan motif batik Kaltim. merupakan hal yang penting dilakukan mengingat arsitektur juga merupakan salah satu perwujudan budaya secara fisik. Rumah Dayak merupakan model rumah tropis dengan atap pelana. Model atap seperti ini sangat cocok dengan iklim dengan curah Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur Gambar 4. Tanaman Ulap Doyo (Sumber: Dokumentasi Fadikurahman, 2. Gambar 3. Rumah Suku Dayak di TMII (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2. Dayak yang tinggal dalam rumah panjang ini. Dengan ukuran panjang bisa mencapai lebih dari 80 meter, rumah Lamin bisa menampung hujan tinggi. Material penutup atap terbuat dari sirap yakni kayu Ulin yang diiris tipis. beberapa keluarga sekaligus. Seiring Pada bagian ujung-ujung atap biasanya diberi kebutuhan ruang serta privasi, selain rumah ragam hias . Lamin berkembang pula model rumah tinggal Dengan konsep berpanggung/kolong, yang berdiri sendiri . Rumah-rumah rumah Dayak memiliki adaptasi arsitektural ini berdiri dan tersebar di area pemukiman yang baik terhadap kondisi lingkungan dan perkebunan masyarakat Dayak. Rumah yang berawan dan banyak binatang buas. Lamin saat ini juga banyak yang beralih fungsi Besaran dan jumlah kolom tergantung ukuran bukan lagi sebagai tempat tinggal tapi sebagai Ada yang terbuat dari balok Lamin kayu ada pula yang terbuat dari kayu bulat/ kegiatan-kegiatan adat yang dilakukan di Ketinggian kolom di masa lalu Lamin tersebut. jauh lebih besar daripada yang digunakan Adat. Dengan Setelah komponen utama yang perlu saat ini. Hal tersebut bisa terjadi karena ketersediaan kayu dengan ukuran-ukuran Banyak inspirasi yang dapat digunakan besar dan panjang. Selain itu di masa lalu masih sering terjadi pertempuran sehingga rancangan batik Kaltim. Materi pendukung model rumah panggung ini juga menambah bisa berupa tanaman, hewan, barang-barang keamanan dan sebagai strategi pertahanan keperluan sehari-hari. bagi penghuninya. Motif Rumah Dayak yang dikenal secara umum tanaman-tanaman yang banyak terdapat di dalam arsitektur khususnya di Indonesia hutan-hutan Kalimantan Timur seperti pakis- adalah rumah panjang atau rumah Lamin/Lou. pakisan, tanaman Ulap Doyo serta pohon ulin. Pada masa lalu memang banyak masyarakat Pakis-pakisan banyak digunakan sebagai Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Anna Rulia. Riza Setiabudi Kurniawan Gambar 6. Ragam hias pada Lamin (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2. Selain sebagai bahan bangunan, kayu ulin Gambar 5. Pohon Ulin (Sumber: Dokumentasi Agustina, 2. digunakan pula sebagai material untuk ragam motif dalam ragam hias Dayak. Tanaman yang hias yang dihasilkan memiliki karakter khas. tumbuh liar ini digunakan sebagai bahan Selanjutnya komponen pengisi dalam Bentuknya yang berulir dan jalin- penelitian ini mengacu pada berbagai ragam menjalin banyak digunakan untuk menambah hias yang sering digunakan oleh masyarakat keindahan suatu bidang bangunan. Dayak. Ragam hias memiliki fungsi yang Teksturnya yang keras membuat ragam Kalimantan Timur termasuk daerah khusus bagi masyarakat Dayak baik secara penghasil kayu-kayu terbaik dan dan salah estetika, simbolis, maupun konstruksi. Secara satu yang terkenal adalah kayu Ulin atau estetika berarti ragam hias hadir sebagai sering juga disebut kayu besi. Kayu ini keindahan semata. Hal ini dapat dilihat merupakan kayu yang sangat kuat dan seperti contoh pada Gambar 6 di mana ragam Pokok pohonnya lurus dan tinggi. hias mempercantik dinding Lamin. Percabangan terdapat pada bagian-bagian Daunnya rimbun dengan bentuk Unsur-unsur dan Prinsip Desain yang menyirip. Berbeda dengan kayu lainnya. Inovasi perancangan motif batik Kaltim kayu Ulin semakin terkena air akan semakin ini menggunakan garis lurus yang berpotongan bidang-bidang. Bidang- konstruksi perumahan di daerah rawa seperti bidang tersebut yang akhirnya membentuk Kalimantan Timur (Rulia dan Esfianto, 2. gambar rumah. Dalam konteks gambar Tak heran sampai saat ini pun di mana teknik, sebuah bidang dapat diproyeksikan kayu mulai langka dan mahal, kayu Ulin masih dalam berbagai tampak. Demikian pula banyak digunakan sebagai bahan bangunan pada perancangan batik ini, bidang-bidang baik sebagai tiang, pondasi, dinding serta penutup atap. pada tampak depan dan samping. Selain itu Dalam wujudnya yang utuh kayu untuk memberikan kesan timbul tiga dimensi, ini juga sering digunakan sebagai tangga. dapat pula dibuat gambar objek yang menuju Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur dua titik hilang. Dengan demikian akan Warna Cokelat diambil dari warna kayu yang terlihat perspektif bangunan yang dirancang. digunakan sebagai material utama. Warna Raut atau bentuk yang digunakan dalam putih melambangkan kebersihan jiwa, warna perancangan ini menggunakan raut geometris ini merupakan warna yang paling banyak di maupun organis. pakai pada ornamen Dayak Kenyah mulai Raut geometris mengacu pada arsitektur dari interior sampai eksterior bangunan. vernakular sebagai tema perancangan. Raut Warna putih juga memberikan kesan terang yang digunakan berbentuk rumah tinggal dan luas. Warna ini sangat berguna untuk yang berdiri sendiri bukan dalam bentuk yang memberi keseimbangan dari kesan berat yang berdempet maupun yang berderet . umah ditimbulkan oleh material bangunan. Warna Lami. Hal ini dilakukan mengingat media hitam melambangkan sejarah kehidupan suku kain yang akan digunakan. Umumnya kain Dayak pada masa peperangan. Hitam dapat batik panjangnya 200-250 cm dengan lebar juga berarti kuat dan melambangkan dunia 100-110 cm. Jika menggunakan model rumah yang berdempet atau rumah Lamin maka Warna akan sulit penggambarannya. Jika dikecilkan pengamat memperhatikan sebuah rancangan. gambarnya maka detailnya akan sulit terlihat. Karenanya dalam perancangan batik Kaltim Selanjutnya untuk raut organis dapat ini komposisi warna diatur agar meningkatkan diambil dari bentukan tanaman-tanaman estetika dan membuat karya yang dihasilkan tropis sebagaimana tampak pada gambar menarik perhatian. 4 dan 5. Raut organis juga didapatkan dari Penggunaan warna disesuaikan dengan berbagai bentukan ragam hias baik yang konteks kegunaan batik sebagai sebuah kain ditempatkan pada bangunan maupun pada baik terutama sebagai bahan pakaian. Yang bagian luarnya. termasuk warna primer adalah kuning, biru, dan merah. Sifat warna primer adalah kuat dan masyarakat Dayak umumnya mengacu pada Karenanya ketiganya tidak dapat warna-warna yang terdapat di alam. Dari hadir bersamaan dalam bidang yang sama hasil wawancara terhadap didapatkan hasil Oleh karena itu, akan diambil salah bahwa masing-masing warna memiliki makna satu saja dari ketiga warna primer tersebut Warna kuning melambangkan sebagai warna yang dominan pada rancangan. kewibawaan seorang pemimpin. Warna ini Warna primer lainnya tetap dipakai namun banyak digunakan di bagian interior dan dalam porsi yang lebih kecil. Warna-warna bagian depan bangunan sebagai pendukung Selanjutnya untuk putih dan hitam warna putih. Warna biru melambangkan hadir sebagai penyeimbang dalam rancangan. Warna ini biasa digunakan pada Meskipun keduanya sering muncul dalam bagian interior Lamin dan ukiran atap. arsitektur vernakular Dayak namun tidak Warna merah melambangkan keberanian. efektif jika diaplikasikan secara dominan Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Anna Rulia. Riza Setiabudi Kurniawan pada batik. Hal ini terkait terutama pada di sisi lain proses pembatikan itu sendiri perawatan kain itu sendiri. Penggunaan sudah memakan waktu. Karena itu pada warna putih yang banyak akan menyulitkan perancangan batik Kaltim ini tidak digunakan karena seiring waktu pemakaian warna akan permainan bayangan. menjadi kusam. Demikian pula dengan hitam Batik merupakan karya dua dimensi lama kelamaan akan menjadi pudar. Warna sehingga ruang yang diciptakannya bersifat cokelat dapat digunakan sebagai warna Kedalaman ruang . dapat dibuat rumah yang menjadi komponen utama dalam melalui ilustrasi, contohnya dalam hal ini Warna coklat juga digunakan dengan komposisi yang tumpeng tindih atau sebagai warna batang pohon yang digunakan bertumpuk pada dedaunan sebagai bagian sebagai komponen pendukung. Kehadirannya memberi kesan alami pada desain. Sebagai Minimnya kedalaman ruang yang tercipta bahan yang dapat digunakan sebagai bahan memang dibuat agar memudahkan pada saat pakaian dan dekorasi, tentu warna-warna batik akan dibuat pola. Meski pun demikian yang telah dibahas tadi tetap perlu warna lain sebagai pendukungnya. Daun sebagai bagian membuat desain batik menjadi lengkap. dari komponen pendukung menggunakan Ruang-ruang kosong antar komponen utama warna hijau. Warna hijau juga merupakan dan pendukung dipenuhi oleh komponen warna komplementer dari merah. Selanjutnya Proporsi bagian yang kosong dan untuk warna komponen pengisi dapat diambil terisi tergantung pada kompoisi yang akan dari warna-warna komplementer lainnya diaplikasikan pada kain. yakni jingga. Variasi warna ini membuat desain batik semakin semarak. Permainan masing-masing Irama dalam perancangan batik Kaltim ini diperoleh melalui beberapa cara. Cara pertama adalah repetisi yakni pengulangan. perancangan batik Kaltim ini diatur melalui pengulangan dapat dilakukan pada raut pengaturan warna mulai dari yang paling baik pada komponen utama, komponen terang sampai yang paling gelap. Yang paling terang dari skema warna yang digunakan Bentuk rumah sebagai komponen utama adalah warna kuning. Warna ini dapat dapat diulang dengan jumlah yang lebih digunakan untuk mendominasi latar batik sedikit daripada komponen lainnya. Hal sehingga warna-warna lain lebih mudah ini bertujuan agar posisinya sebagai pusat ditempatkan di atasnya. Permainan gelap Demikian pula dengan detailnya pun akan penambahan bayangan pada obyek. Namun tetap terlihat dengan baik. Cara yang kedua demikian hal ini jarang digunakan pada batik melalui dapat dilakukan melalui gradasi yang lebih lama untuk detailnya. Padahal Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 masing-masing komponen desain. Bentuk rumah sebagai Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur gambaran arsitektur vernakular dibuat paling beberapa buah pusat perhatian yang sama besar untuk menegaskan fungsinya sebagai dan berulang. komponen utama. Selanjutnya diikuti oleh Meskipun terdiri dari tiga komponen bentuk pohon yang merupakan komponen dengan bentuk dan ukuran yang berbeda- beda namun kesatuan dalam desain harus bentuk rumah. Komponen pengisi . sen-ise. Hal dibuat lebih kecil daripada bentuk pohon. Irama juga dapat diperoleh melalui oposisi dibahas yakni irama, dominasi, keseimbangan atau pertentangan. Dalam hal ini oposisi hadir serta pusat perhatian agar harmonis. prinsip-prinsip melalui bentuk arsitektural yang geometris komponen-komponen Desain Alternatif pendukung yang berbentuk organis. Desain alternatif dibuat berdasarkan Dominasi dalam perancangan ragam hias batik komponen utama sebagai patokan sesuai Kaltim ini didapatkan dengan tema penelitian. Dari gambar-gambar tersebut penonjolan baik dari sisi bentuk maupun dibuat beberapa alternatif bentuk arsitektur ukuran motif rumah Dayak di atas bagian vernakular yang akan digunakan. Dalam Sebagai tekanan dalam pola rancangan pembuatan motif batik dengan tema bangunan warna komponen utama juga dibuat berbeda dengan warna latarnya. yang diambil harus disederhanakan. Hal ini bentuk-bentuk Dalam perancangan ragam hias batik bertujuan agar mudah pengerjaannya nanti Kaltim ini digunakan keseimbangan baik baik jika dilakukan secara tulis maupun cap. formal/simetris maupun dan tidak formal/ Alternatif dibuat dari beberapa sudut pandang Simetri digunakan pada bentuk dihasilkan bentuk seperti gambar 7. rumah sehingga sisi kiri merupakan cerminan Pada gambar alternatif 1 mengambil sisi kanannya. Pada bentuk pohon dan tampak depan dengan bidang segitiga . komponen-komponen pengisi menggunakan terlihat dengan jelas. Pada model ini bagian model asimetri sehingga nampak lebih luwes. atap terlihat bentuk segitiganya, namun Pusat demikian detail material tidak terlihat. Model rumah simetri dengan pintu dan tangga Komponen yang dominan dalam hal ini sebagai sumbunya. Kesan panggung terlihat adalah komponen utama yakni rumah Dayak. pada penggunaan kolom. Pada bagian segitiga Bentukan rumah hadir sebagai pusat perhatian atap dapat ditutup dinding vertikal dapat pula di tempatkan angin-angin. Model rumah Meskipun berfungsi sebagai pusat perhatian, seperti ini digunakan pada rumah individu desain yang digunakan disesuaikan dengan bukan pada rumah Lamin. penempatannya pada kain. Dengan demikian Pada alternatif 2 mengambil tampak bisa saja dalam selembar kain akan terdapat depan dengan bagian atap yang terlihat Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Anna Rulia. Riza Setiabudi Kurniawan Gambar 9. Desain alternatif 3 (Sumber: Anna Rulia, 2. Gambar 7. Desain alternatif 1 (Sumber: Anna Rulia, 2. secara jelas dapat terlihat. Namun demikian tentu pengerjaan bentuk seperti ini untuk kain batik jauh lebih rumit daripada dua alternatif Dari alternatif 1, 2 dan 3 masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendirisendiri. Alternatif 1 dan 2 merupakan model yang diambil dari tampak bangunan. Dengan Gambar 8. Desain alternatif 2 (Sumber: Anna Rulia, 2. unsur dwimatra yang dimilikinya memang Hal ini terjadi karena berbeda Namun demikian dari sisi pengerjaan pada dengan tampak alternatif 1, pada gambar ini kain akan lebih mudah karena motif cenderung bagian miring atap terlihat dari depan. Model Pada alternatif 3 dapat dilihat seperti ini biasanya digunakan pada rumah volume dari bangunan sehingga nampak Lamin. Sisi panjang dibuat dengan orientasi lebih realistis. Konsekuensinya, pengerjaan ke arah sungai. Memang pada alternatif ini secara detail akan lebih sulit dan lebih detail. bentuk segitiga yang mencirikan atap tropis Oleh karena itu, untuk desain final tidak terlihat. Namun demikian, material dipilih dari alternatif 1 dan 2. Dari kedua penutup atap dapat dibuat lebih rinci. alternatif ini, yang paling mewakili karakter dari arsitektur vernakular Kalimantan Timur bukan dari tampak namun dari perspektif khususnya Dayak adalah alternatif kedua. Hal ini memberi sudut pandang Hal ini dapat dilihat dari model rumah yang berbeda dalam rancangan karena kesan berpanggung dan atap tropis. Dengan model yang ditimbulkan bersifat tiga dimensi. Bukan atap dengan bagian panjang menghadap ke hanya material namun bentuk bangunan depan, detail pada atap dapat jelas terlihat. Pada Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur Gambar 10. Desain final komponen utama (Sumber: Anna Rulia, 2. Gambar 11. Motif Pohon Ulin (Sumber: Anna Rulia, 2. Pada gambar 8 model masih dibuat sederhana, maka pada desain final bentukan sebagaimana dibahas sebelumnya mengambil arsitektur vernakular bisa dibuat dengan motif dari pohon Ulin sebagai kayu khas lebih rinci. Hal ini dilakukan dengan memberi Kalimantan Timur. Dari model yang terlihat detail pada bagian-bagian bangunan. Pada pada gambar 5 dibuat motif pohon Ulin dinding diberi detail garis-garis vertikal sebagaimana terlihat pada gambar 11. Pohon yang menggambarkan papan kayu yang ini dibuat lebih sederhana namun tetap digunakan sebagai penutup. Selanjutnya pada memperlihatkan karakternya sebagai sebuah atap diberi detail garis-garis bergerigi yang pohon yang kokoh. Hal ini dapat dilihat dari menyimbolkan atap sirap yang digunakan oleh bentukan batangnya yang besar. Model daun masyarakat di Kalimantan Timur. Selanjutnya sesuai dengan tipe aslinya yakni memiliki pada bagian atap juga dipercantik dengan tulang menyirip. Daun dibuat lebih besar meletakkan ragam hias baik pada bagian agar detail dapat terlihat. Tumpukan daun tengah maupun ujung-ujungnya. Ragam hias pada batang dan cabang-cabangnya membuat dibuat lebih sederhana daripada aslinya untuk desain vegetasi ini terlihat rimbun. memudahkan pengerjaan pada batik. Untuk Selanjutnya memberi kesan dekat dengan alam maka pengisi . sen-ise. dengan ragam hias sebagai diberikan elemen vegetasi pada kolom-kolom Adapun model yang dijadikan Elemen vegetasi terinspirasi dari acuan adalah bentukan sulur-sulur pakis tanaman Ulap Doyo yang ada pada gambar 4. yang ada pada dinding Lamin. Pada kondisi Hasil penambahan detail pada elemen-elemen aslinya sulur-sulur ini sambung menyambung tersebut dapat dilihat pada gambar 10. dengan sangat rumit sekaligus indah. Hal Setelah pemberian detail pada komponen ini amat wajar sesuai dengan kondisi alam Kalimantan Timur yang kaya akan hutan hujan dilanjutkan pada komponen pendukung dan Namun demikian untuk memudahkan komponen pengisi. Komponen pendukung pengerjaan pada batik maka motif sulur Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Anna Rulia. Riza Setiabudi Kurniawan Gambar 12. Motif sulur sebagai komponen pengisi (Sumber: Anna Rulia, 2. ini dibuat dengan lebih sederhana. Untuk Gambar 13. Motif yang diwarnai (Sumber: Anna Rulia, 2. pengisi maka jumlahnya perlu diperbanyak sehingga dapat mengisi ruang-ruang kosong antar komponen. Gambar 14. Motif batik Kaltim dengan repetisi keseluruhan komponen (Sumber: Anna Rulia, 2. Dari ketiga komponen tersebut disusun pengembangan motif batik Kaltim dengan tema arsitektur vernakular dengan tampilan sebagaimana terlihat pada gambar 13. Susunan utama dalam hal ini bangunan sebagai titik Selanjutnya pada sisi kiri dan kanan ditempatkan komponen pendukung yakni pohon Ulin. Adapun ragam hias sebagai komponen pengisi ditempatkan pada ruangruang kosong di antara komponen utama dan pendukung. Susunan ini dapat dijadikan patokan dan diulang-ulang motifnya pada Selanjutnya format berwarna. Pemberian warna dilakukan untuk yang menghasilkan efek cerah pada Beberapa alternatif penggunaan warna dapat dilihat pada gambar 13 dan Pada gambar 13 warna kuning digunakan sebagai latar belakang sementara untuk motif rumah menggunakan warna coklat muda pada dinding dan coklat tua pada atap. Warna coklat juga digunakan Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Gambar 15. Motif batik Kaltim dengan repetisi komponen utama (Sumber: Anna Rulia, 2. pada watna tanaman sebagai komponen Komponen pengisi dalam hal ini ragam hias diberi warna hitam. Warna-warna lainnya ditempatkan pada ragam hias yang terletak di atap rumah. Pengembangan Kaltim dengan tema arsitektur vernakular dengan model repetisi atau pengulangan dapat dilihat pada gambar 14 dan gambar 15. Pada gambar 14 pengulangan dilakukan terhadap semua komponen baik utama, pendukung dan Motif seperti ini biasanya dikerjakan dengan teknik tulis maupun cap. Pada Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur gambar 15 komponen yang diulang hanya komponen utama saja sehingga tidak nampak lagi ada dominasi maupun hierarki pada desain tersebut. Hal ini dapat dilakukan jika model dibuat kecil dan teknik pengerjaan cap sehingga lebih cepat selesai. Selanjutnya teknik batik tulis pada kain. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini diaplikasikan pada pakaian, dekorasi rumah . erupa sarung bantal dan taplak mej. serta selendang. Gambar 16. Aplikasi ragam hias pada produk pakaian (Sumber: Anna Rulia, 2. SIMPULAN Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa arsitektur vernakular dapat diolah menjadi tema baru yang sangat menarik dan inovatif dalam pengembangan batik Kaltim. Dari satu tema saja bisa dibuat berbagai variasi aplikasinya pada batik. Pada penelitian Gambar 17. Aplikasi ragam hias pada produk dekorasi (Sumber: Anna Rulia, 2. ini masih banyak detail-detail yang pada bangunan yang belum dapat diperlihatkan karena keterbatasan media perancangan. Hal ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut. Tema ini juga memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut karena kekayaan asritektur vernakular Kaltim sangat beragam bukan hanya rumah Dayak. Hasil penelitian diharapkan mampu memperkaya khasanah desain dan memberi angin segar pada industri batik Kaltim UCAPAN TERIMA KASIH