137 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 DAMPAK KEBERADAAN HOMESTAY TERHADAP PENDAPATAN PENGELOLA HOMESTAY DI DESA WISATA SURANADI KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT 1Juliyan Youri Hady Putra, 2I Wayan Nuada, & 3Ander Sriwi 1,2,3,Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1youri39putra@gmail. com, 2iwyannuada@gmail. 3andersamilariti@gmail. Article History: Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Received: 14-12-2024 Keberadaan Homestay Terhadap Pendapatan Pengelola Revised: 16-12-2024 Homestay. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Accepted: 17-12-2024 dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian yang dipilih oleh peneliti dalam sampel penelitian yakni Pengelola homestay dan Kepala Desa dan Masyarakat yang memenuhi kriteriaKeywords: kritria dalam penelitian sehingga pneliti dapat mnggali Dampak Keberadaan, informasi dari pengelola, kepala desa dan masyrakat sekitar Desa. Homestay, yang berkenan dengan obyek kajian yang di teliti. Teknik Suranadi. pengumpulan data yang digunakan terbagi menjadi tiga: observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam peneliian ini menggunakan teknk Triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa,. Meningkatnya pendapatan, pendapatan yang di peroleh pelaku usaha setelah adanya homestay perbulan adalah dapat di lihat dari banyaknya pengunjung yang menginap di homestay ini. Tercatat rata-rata pendapatan pemilik homestay hanya sebesar 000/bulan. Belum optimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Pajak Homestay. ISU STRATEGIS Sektor pariwisata sempat terpuruk karena pandemi Covid-19. Mengurangi Jumlah Pengangguran. Adanya Homestay membawa dampak postif terhadap masyarakat desa Suranadi, seperti mengurangi jumlah pengangguran, dimana banyak masyarakat baik peremuan maupun laki-laki membuka usaha masing-masing dan menajdi karyawan di bebrapa homestay yang ada di desa Wisata Suranadi. Selain itu dengan adanya homestay interaksi sosial yang di tunjukan antara masyarakat dan pengunjung yang menginap di homestay terjalin baik dimana pemilik homestay selalu bersikap ramah dan terbuka serta sudah menerapkan sapta wisata dengan memberikan sikap yang baik kepada pengunjung . PENDAHULUAN Homestay sebagai salah satu usaha akomodasi dibidang pariwisata umumnya dibangun di pedesaan di harapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Pembangunan homestay di desa wisata merupakan salah satu program pemerintah dalam membangun sektor pariwisata dengan mengedepankan kemandirian masyarakat lokal yang dikenal dengan konsep a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Community Based Tourism (CBT) (Satrio & Sabana, 2. Wedatama dan Mardiansjah . menjelaskan bahwa sebagai salah satu program prioritas, homestay pada desa wisata menjadi jawaban atas usaha pemerintah terkait pemenuhan kebutuhan amenitas dalam bentuk akomodasi/penginapan untuk wisatawan. Selain itu. Supit dkk. menambahkan bahwa keberadaan homestay sekaligus diharapkan menjadi pemicu peningkatan ekonomi pemilik homestay secara khusus dan masyarakat di sekitaran homestay secara umum. Ada 12 desa yang ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Lombok Barat yang menjadi sentra pembangunan homestay adalah Desa Wisata Suranadi, dimana di desa ini terdiri 8 homestay yang dapat dijadikan sebagai akomodasi bagi wisatawan. Dengan berdirinya akomodasi ini, maka diharapkan dapat terlihat dampak ekonomi positif, antara lain perubahan pada struktur tenaga kerja yang ada di desa ini. Homestay yang ada di desa wisata Suranadi sudah diakui oleh pemerintah desa setempat, ada beberapa homestay yang akan penulis lakukan penelitian yaitu homestay Suranadi. Sayu Homestay dan Sadira Homestay. Pemerintah desa wisata suranadi menerangkan bahwa AuTidak semua homestay yang di Suranadi itu memiliki izin dan itu sudah disampaikan saat pertemuan di Kantor Desa,Ay kata Kadis DPMPTSP Lobar. Ahmad Subandi saat dikonfirmasi. Selasa . /01/2. Adanya homestay akan membawa dampak yaitu naiknya pendapatan. Pendapata menurut Sumardi & Evers . mengungkapkan pendapatan berupa uang yaitu segala penghasilan sifatnya regular dan yang di terima biasanya sebagi balas jasa. Homestay juga dapat menigkatkan pendapatan bagi masyarakat terutama yang menyewakan homestay. Tahun 2017 wisatawan yang berkunjung Ke Desa wisata Surandi sudah mulai memilih homestay warga sebagai tempat Banyaknya wisatawan yang memilih homestay sebagai tempat menginap merupakan hal positif bagi warga masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Dampak selanjutnya yaitu dengan adanya Homestay dapat menciptakan lapangan pekerjaan, seperti guide dan event organizer dengan mempersiapkan acara di Suranadi dan pemandu outbond. Pengertian pekerjaan menurut Barthos . 1: . mengungkapkan pekerjaan berupa: pekerjaan utama, jika seseorang hanya mempunyai satu pekerjaan maka pekerjaan tersebut digolongkan sebagai pekerjaan utama. Pekerjaan sambilan, yakni pekerjaan lain disamping pekerjaan utama. Bedasarkan uraian diatas terlihat bahwa sisi lain adanya Homestay memunculkan masalah yaitu adanya peralihan pekerjaan yaitu dari bertani beralih kesektor usaha homestay. Masyarakat tidak dapat bergantung pada sektor usaha homestay saja, karena objek wisata Suranadi tidak selalu ramai dengan wisatawan hal tersebut dapat menyebabkan masyarakat menjadi pengangguran sehingga masyarakat Dusun Ngaran II seharusnya tidak hanya bergantung dengan usaha homestay. Selain itu, permasalahan yang terjadi ialah tingginya permintaan wisatawan menginap di homestay yang akan mengakibatkan naiknya harga tanah, dengan naiknya harga tanah akan memicu kedatangan para pendatang untuk berinvestasi di homestay. Jika masyarakat mampu bertahan dengan kedatangan para investor, maka masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya sebaik mungkin dengan usahanya. Jika masyarakat tidak mampu bertahan dan bersaing maka usaha homestay yang dimiliki tidak dapat berkembang dan mengalami kerugian. Permasalahan yang lain yang timbul adalah persaingan antara homestay Suranadi dengan hotel-hotel disekitar kawasan Desa Wisata Suranadi sehingga masyarakat harus memiliki daya tarik agar wisatawan tertarik untuk menginap di homestay serta harus dapat meningkatkan sarana prasarana homestay dan membuat standar penginapan sesuai dengan ketentuan. Abdulsyani . mengungkapkan faktor yang menentukan status sosial ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi, pendapatan, a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 tingkat pendidikan, tipe rumah tinggal, jenis kegiatan dalam organisasi. Berdasarkan pemaparan diatas keberadaan Homestay memberi dampak terhadap Desa Wisata Suranadi. Dampak tersebut memunculkan permasalahan bagi masyarakat. Berangkat dari kondisi tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam dengan fokus pada AuDampak Keberadaan Homestay Terhadap Pendapatan Pengelola Homestay Di Desa Wisata Suranadi Lombok BaratAy. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif Kualitatif merupakan suatu metode yg memusatkan perhatian kepada masalah masalah yg aktual dengan cara mengumpulkn data dan informasi yg lengkap, kemudian di analisis dapat di kemukakan pemecahan, maka penelitian ini kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena dan memaparkan gambaran bagaimana Dampak Keberadaan Homestay terhadap Pendapatan Pengelola Homestay di Desa Wisata Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Analisa dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena permasalahan yang akan dibahas tidak berkenaan dengan angka-angka tetapi mendeskripsikan secara jelas dan terperinci serta memperoleh data yang mendalam dari fokus Penelitian kualitatif selalu berusaha mengungkap suatu masalah, keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya. Hasil penelitian diarahkan dan ditekapkan pada upaya memberi gambaran secara obyektif dan sedetail mungkin tentang keadaan yang sebenarnya dari obyek studi. Penelitian kualitatif biasanya didesain secara longgar, tidak ketat, sehingga dalam pelaksanaan penelitian berpeluang mengalami perubahan dari apa yang telah direncanakan. Hal itu dapat terjadi bila perencanaan ternyata tidak sesuai dengan apa yang dijumpai di lapangan. Meski demikian, kerja penelitian mestilah merancang langkah-langkah kegiatan penelitian. Sumber data adalah subjek darimana data dapat diperoleh. Data merupakan hasil pencatatan baik yang berupa fakta yang disajikan bahan untuk menyusun informasi. Data adalah segala informasi yang diolah untuk kegiatan penelitian sehingga dapat disajikan sebagai dasar pengambilan keputusan. Sumber data yang digunakan yaitu: 1. Sumber Data Primer Sumber data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari sumber utamanya atau aslinya. Data tersebut diperoleh atau bersumber dari keterangan orang-orang yang berhubungan dengan penelitian, seperti hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber data kedua sesudah sumber data primer. Sumber data sekunder sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkannya, data sekunder dapat diperoleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia. Sumber data sekunder biasanya telah tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen, hasil penelitian yang berwujud laporan, makalah, artikel dari internet, dan lain-lain. Pengumpulan data adalah langkah penting dalam penelitian, karena itu seorang peneliti harus terampil dalam mengumpulkan data agar mendapatkan data yang valid. Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Dalam hal ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 HASIL PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai dampak kebradaan homestay terhadap pendapatan pengelola homestay di Desa Wisata Suranadi Kabupaten Lombok Barat dapat di tarik kesimpulan, sesuai dengan yang ditemukan dilokasi penelitian keberadaan homestay ini sangat berdampak bagi pendapatan masyarakat. Dengan keberadaan homestay disekitar desa wisata Suranadi adanya perubahan pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat setempat. Ada dua dampak dari adanya homestay yaitu : 1. Meningkatkan pendapatan masyarakat Seperti yang telah di jelaskan pada pembahasan di atas bahwa dampak dari adanya homestay yakni meingkatkan pendapatan masyarakat, sebelum adanya homestay pendapatan masyarakat pemilik homestay sekita 100200/hari, setelah adanya homestay pendapatan meilik homestay mengalami peningkatan yang sangat sigfikan yakni 1. 000/hari. Mengurangi Tingkat Pengangguran Dampak dari adanya Homestay juga dapat mengurangi tingkat pengangguran bagi masyarakat setempat. Dengan adanya homestay dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat yang membutukan pekerjaan. KESIMPULAN Bagi pemerintah khususnya Kepala Desa dan Pokdarwis selaku pengelola Desa Wisata Suranadi agar bisa memberikan arahan kepada masyrakat untuk dapat memanfaatkan peluang usaha yang ada sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Kepada Pemilik Homestay agar lebih menjaga kebersihan homestay dan melakukan promosi melalui media sosial yang dapat membantu dalam meningkatkan jumlah pengunjung sehingga pendapatan semakin Bagi masyrakat Desa Wisata Suranadi agar dapat membuka usaha yang dapat membantu perekonomian sehari-hari dengan adanya usaha yang di kembangkan dapat membantu peningkatan pendapatan. DAFTAR PUSTAKA