Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 Asesmen Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Chandra Sagul Haratua. Anggraini Dewi Dessuko. Asria Mawarda. Dhika Damayanthi. Hana Suryaningtyas. Wulan Tisahyuning Tyas Pendidikan MIPA. Fakultas Pascasarjana. Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta Correspondence author: Dhika Damayanthi, dhikadamay74@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Salah satu pendekatan yang cukup berperan dalam dunia pendidikan belakangan ini adalah diterapkannya Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia, dimana kurikulum ini berfokus pada pemberdayaan siswa untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan proses pembelajaran yang Tujuan pada penelitian ini menitik beratkan pada eksplorasi praktek penilaian sesuai dengan konteks Kurikulum Merdeka Belajar pada sebuah sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam mengumpulkan data melalui wawancara beberapa guru, kepala sekolah dan praktisi pendidikan lainnya serta studi literasi untuk memperkuat hasil pada penelitian ini. Dari Penelitian ini kita menemukan bahwa perlunya pendampingan yang lebih baik untuk para guru untuk dapat mengembangkan keterampilan dan pemahaman dalam melaksanakan asesmen pada kurikulum ini agar dapat dilaksanakan dengan baik. Semoga dengan adanya penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai asesmen pada Kurikulum Merdeka Belajar secara khusus, dan pendidikan Indonesia pada umumnya. Kata Kunci: Kurikulum. Kurikulum Merdeka Belajar. Asesmen Abstract Kurikulum Merdeka Belajar has become a significant approach in the development of education in Indonesia, emphasizing the empowerment of students to take an active role in their learning The aim of this research focuses on exploring assessment practices in accordance with the context of the Kurikulum Merdeka Belajar in an elementary school. This research uses qualitative methods in collecting data through interviews with several teachers, school principals and other educational practitioners as well as literacy studies to strengthen the results of this research. From this research we found that there is a need for better assistance for teachers to be able to develop skills and understanding in carrying out assessments based on this curriculum so that they can be implemented well. Hopefully this research will provide a deeper understanding of assessment in Kurikulum Merdeka Belajar in particular, and Indonesian education in general. Keywords: Curriculum,Kurikulum Merdeka Belajar. Assessment. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 PENDAHULUAN Kurikulum merupakan salah satu elemen kunci dalam sistem pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk kualitas pendidikan di suatu negara. Kurikulum, dalam konteks ini, merujuk pada rencana pembelajaran yang mencakup materi pelajaran, metode pengajaran, dan penilaian hasil belajar. Di Indonesia, fenomena perubahan kurikulum pembelajaran telah menjadi hal yang sering terjadi dan menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar. Fenomena berubahnya kurikulum pembelajaran di Indonesia terjadi sebagai respons terhadap berbagai perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan dunia pendidikan. Perubahanperubahan ini mencakup perkembangan teknologi, tuntutan global, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Alasan utama di balik perubahan kurikulum adalah untuk menjawab tantangan zaman dan memastikan pendidikan yang relevan, inklusif, serta responsif terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan teknologi yang cepat. Salah satu konsep yang muncul sebagai tanggapan terhadap perubahan ini adalah "Kurikulum Merdeka Belajar". Perubahan menuju Kurikulum Merdeka Belajar dilakukan dengan alasan perlunya pendekatan yang lebih fleksibel, inklusif, dan relevan dalam menghadapi perubahan global yang cepat. Konsep "Kurikulum Merdeka Belajar" telah menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar di Indonesia. Konsep ini mencerminkan semangat kemerdekaan dalam pendidikan, dengan memberikan keleluasaan yang lebih besar kepada guru dan siswa untuk merancang pengalaman belajar mereka sendiri. Kurikulum Merdeka Belajar mengakui bahwa setiap siswa memiliki potensi unik, dan pendidikan harus berusaha untuk menggali serta mengembangkan potensi tersebut. Oleh karena itu, kurikulum ini menitikberatkan pada pengembangan keterampilan hidup, pemahaman mendalam, dan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam konteks Kurikulum Merdeka Belajar, asesmen memiliki peran penting yang tidak dapat diabaikan. Asesmen bukan hanya alat untuk mengukur kemajuan siswa, tetapi juga sebagai sarana yang mendukung tujuan-tujuan kurikulum ini. Asesmen adalah instrumen kunci untuk mengukur efektivitas dan kesesuaian kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa Namun, tantangan muncul dalam hal asesmen dalam konteks Kurikulum Merdeka Belajar. Bagaimana mengukur pencapaian siswa secara akurat dan relevan dalam kurikulum yang Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 beragam? Untuk menjawab pertanyaan ini, penelitian ini berfokus pada praktik asesmen di sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian mengidentifikasi kendala yang dihadapi, mengevaluasi dampak asesmen terhadap pencapaian siswa serta menganalisis kelebihan-kelebihannya. Dengan menganalisis kelebihan-kelebihan ini, kita dapat lebih memahami bagaimana asesmen dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka Belajar, sehingga pendidikan di tingkat dasar dapat menjadi landasan yang kuat bagi perkembangan anak-anak di Indonesia. Jurnal ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga kepada para pendidik, peneliti, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya tentang peran asesmen dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitiaan kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, menganalisis, dan memahami secara mendalam kelebihan asesmen dalam konteks Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah Metode kualitatif deskriptif cocok digunakan untuk menggali pemahaman mendalam mengenai fenomena yang kompleks dan berfokus pada pengumpulan data kualitatif yang Penelitian ini melakukan pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara. Wawancara dilakukan secara langsung dengan guru, wakil kepala sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya di sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, yaitu SD Pahoa. Gading Serpong Tangerang. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada asesmen kurikulum merdeka di Sekolah Dasar Pahoa. Gading Serpong melalui proses wawancara dengan narasumber terdiri dari Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah dan lima orang guru. Penelitian ini berfokus pada asesmen yang dilakukan pada kurikulum merdeka dan kurikulum 2013, perbedaan dan kelebihan serta kekurangan kurikulum merdeka. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SD Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 Pahoa Gading Serpong, menyatakan AuTujuan asesmen pada pembelajaran adalah untuk menilai pemahaman dan pencapaian siswa terhadapa materi atau kompetensi yang diajarkan, memberikan umpan balik kepada siswa tentang keberhasilan mereka dalam mencapai tujuan pembelajaran, sebagai sarana evaluasi program pendidikan, mengidentifikasi area kelemahan siswa yang memerlukan perhatian tambahan, serta menilai efektivitas pembelajaran dan metode pengajaran yang digunakan. Ay Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh guru yang menjadi ketua rumpun mata pelajaran PKN SD Pahoa. AuTujuan asesmen pada pembelajaran adalah mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dan kemampuan siswa dalam menguasa suatu materi Ay Hasil wawancara menunjukan bahwa assesmen pada kurikulum 2013 yang digunakan di SD Pahoa Gading Serpong sama seperti asemen yang digunakan oleh sekolah lain. Asesmen yang digunakan berupa asesmen formatif, asesmen sumatif dan asesmen kognitif. Asesmen formatif selama pembelajaran bertujuan untuk merefleksikan strategi pembelajaran yang telah digunakan, serta untuk dapat meningkatkan efektivitas dalam merancang dan melaksanakan Instrumen asesmen formatif yang digunakan bervariatif, seperti observasi, projek dan lain-lain. Sedangkan asesmen sumatif yang digunakan berupa tes tertulis. Pada kurikulum merdeka yang telah diimplementasikan oleh SD Pahoa Gading Serpong, memiliki asesmen pembelajaran yang tidak jauh berbeda dengan asesmen pada kurikulum 2013. Hanya saja pada kurikulum merdeka ini, penilaian lebih berfokus pada proses pembelajaran dibandingkan dengan hasi belajar akhir siswa. Menurut para guru dan Kepala Sekolah, asesmen pada kurikulum merdeka memiliki beberapa kelebihan, yaitu: Kurikulum merdeka lebih dapat mengukur secara kemampuan, minat dan bakat siswa . Lebih menekankan pada nilai proses sehingga siswa tidak tertekan . Pendidik bebas memilih metode, sesuai kebutuhan Sedangkan kelemahan kurikulum merdeka menurut para guru, diantaranya: siswa bisa jadi belum siap untuk menghubungkan antara satu materi ke materi lain . Standar materi ada yang harus dihapus, missal materi A tidak perlu diajarkan dan kurang dapat mengukur kemampuan siswa dalam satu tujuan pembelajaran . kurang dapat mengukur kemampuan siswa dalam satu tujuan pembelajaran Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 Kesimpulan dari beberapa wawancara dengan para guru terkait perbedaan antara asesmen pada kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka yaitu kurikulum 2013 terdapat berfokus pada hasil belajar siswa secara akademik, sedangkan pada kurikulum merdeka berfokus pada pengembangan karakter dan moral siswa. Para guru menyarankan untuk mengatasi kelemahan pada kurikulum merdeka yaitu dengan memiliki manajemen waktu yang lebih baik, supaya dapat memikirkan dan membuat pembelajaran yang inovatif sesuai perkembangan zaman, salah satunya dengan mengurangi administrasi guru dan guru perlu lebih banyak pengayaan-pengayaan agar lebih meningkatkan profesionalismenya sebagai guru. PEMBAHASAN Definisi Asesmen Asesmen merupakan serangkaian proses untuk mengumpulkan informasi tentang siswa dengan tujuan mengambil keputusan intruksional (Richard I Arends, 2. Asesmen dapat diartikan juga sebagai suatu proses ataupun aktivitas terstruktur dan berkesinambungan untuk mengumupulkan informasi terkait proses dan hasil belajar siswa yang bertujuan untuk mengambil ketetapan atas dasar kualifikasi dan pertimbangan tertentu (Febriana,2. Ditinjau pada kondisi yang lebih luas, ketetapan ini didasari pada beberapa hal yaitu, ketetapan terkait siswa . ontohnya ketetapan terkait nilai yang akan diperole. , ketetapan terkait kurikulum dan program pembelajaran, serta ketetapan terkait kebijakan pendidikan. Assesmen secara global dapat diartikan sebagai suatu langkah yang dilalui agar memperoleh informasi yang dimanfaatkan untuk membuat kebijakan-kebijakan terkait para siswa, kurikulum, programprogram pembelajaran, dan kebijakan pendidikan (Prasasti& Dewi, 2. Penilaian merupakan sebuah rangkaian cara untuk memilih, mengumpulkan, dan menerjemahkan informasi yang dapat digunakan untuk menentukan keputusaan atau menilai kelemahan dari program pembelajaran, atau seberapa besar keberhasilan rancangan yang dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah dalam rangka menyempurnakan tujuan dari pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa assessmen adalah suatu proses penggunaan atau penerapan berbagai macam cara dan alat, yang bertujuan memperoleh sekumpulan informasi terkait hasil dari proses pembelajaran serta ketercapaian dalam tujuan pembelajaran. Tujuan asesmen Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 Asesmen memiliki tujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahuii kondisi awals siswa sebelum pembelajaran dilaksanakan. Assesmen terbagi menjadi dua yaitu asesmen diagnostik kognitif dan asesmen diagnosis non-kognitif (Komalawati, 2. Berikut tujuan dari asesmen diagnostik : Asesment non-kognitif, tujuannya diantara lain: Memahami keadaan sosial-emosi dan psikologis siswav. Memahami kegiatan siswa saat belajaridi rumah. Memahami kondisi keluargaasiswa. Memahamiikondisi pergaulan siswa di lingkungan. Mengetahuiikarakter, minat dan gaya belajar siswa. Asesment kognitif, tujuannya diantara lain : Mengenali capaiannkompetensi siswa. Proses kegiatan belajar dan mengajar di kelas didasari oleh kompetensi rerata siswa. Menyampaikan pelajaran tambahan ataupun pengayaan kepada siswa yang dapat lebih dahulu menguasai materi, dan remedial untuk siswa yang masih dibawah rerata Berdasarkan penjelasan tersebut disimpulkan bahwa tujuan penerapan assesmen pembelajaran adalah agar guru dapat memantau perkembangan proses pembelajaran siswa, serta dapat mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen pada kurikulum 2013 Pada permendikbud No. 81 A tahun 2013 dijelaskan bahwa penilaian merupakan suatu proses pengumpulan informasi ataupun bukti melalui pengukuran,penafsiran,mmendeskripsikan, dan menginterpretasiibukti-bukti hasil pengukuran. Penilaian pada Kurikulum 2013, terbagi menjadi kompetensi inti (KI) yang terbagi menjadi: KI-1 yaitu kompetensi inti sikap spirituall . KI-2 yaitu kompetensi inti sikap sosiall . KI-3 yaitu kompetensi inti pengetahuann . KI-4 yaitu kompetensi inti keterampilann Menurut BASKAP Kemendikbud pada buku panduan pembelajaran dan assesmen kurikulum 2013 dijelaskan bentuk asesmen yang dilakukan oleh guru, pada kurikulum 2013 . Asesmen Formatiff Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 Asesmen formatif bertujuan untuk mengobservasi dan memperbaikiiproses pembelajaran, serta mengevaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini diterapkan untuk mengidentifikasi kebutuhannbelajar siswa, hambatan, ataupun kesulitan yang dihadapi siswa, sertat untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan siswa. Informasi tersebut merupakannumpan balik bagii siswa dan juga guru. Asesmen Formatif dilaksanakan pada awal pembelajaran ataupun di dalam proses pembelajaran. Asesmen formatif yang dilaksankan pada awal pembelajaran memiliki tujuan memberikan informasi kepada guruutentang kesiapan belajarr siswa. Pada asesmen ini, guru perlu memodifikasi ataupun menyesuaikan rencanaapelaksanaan pembelajarannya dan membuat diferensiasiipembelajaran agar sesuai dengan kebutuhann siswa. Sedangkan. Asesmen formatif dilakukan bersamaan dengan proses kegiatan belajar mengajar yang sedangbberlangsung, pada proses ini asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatuukesatuan. Asesmen Sumatif Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilaksanakan untuk mengukur capaian keseluruhan tujuannpembelajaran. Asesmen ini dilaksanakan pada akhir pembelajaran untuk satu tujuan pembelajaran atau lebih, disesuaikan dengan pertimbangan guru serta kebijakan sekolah. Asesmen sumatif menjadiibagian daripperhitungan penilaian akhir semester (PAS). Penilaian akhir tahun (PAT) ,atau penilaian kelulusan. Adapun asesmen sumatif memiliki fungsi Untuk mengukur ketercapaian hasil belajar siswa pada satu atau lebih tujuannpembelajaran pada periode tertentu. Memperoleh nilai dari capaian hasil belajar siswa agar dapat dibandingkan dengan kriteria ketercapaian yang telah ditentukan. Menentukan kelanjutanpproses belajar siswa di kelas ataupun pada jenjanggberikutnya. Pengertian Kurikulum Merdeka Kurikulum merdeka adalah sebuah trobosan kebijakan baru pada Kementerian Pendidikan dan KebudayaannRepublik Indonesia yang dipelopori oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI KabinetIIndonesia Maju. Kuriukulum tersebut disusun untuk mengatasi kendala pembelajaran dimassa pandemi Covid-19. Struktur pada kurikulum merdeka terbagi menjadi kegiatan menjadiipembelajaraniintrakulikuler dan kokulikuler (Nahdiyah et al. , 2. Pembelajaran intrakulikuler yang di terapkan dalam kurikulum ini memiliki memiliki variasi Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 yang beragam dimana materi akan lebih maksimal tersampaikan, karena siswa mempunyai waktu yang cukup dalam menguasai materi dan menguatkan kompetensi. Selain itu pada kurikulum merdeka guru memiliki kebebasan untuk dapat menyusun perangkat ajar, metode, serta capaian pembelajaran sehingga dapat dicocokan sesuai kebutuhan belajar dan minat siswa. Selain itu, pada kurikulum merdeka juga menerapkan pembelajaran kokurikuler yang berbasis projek, dimana pelaksanaannya bertujuan memantapkan pencapaian profil pelajar Pancasila yang disusun berlandaskan pada tema tertentu yang telah ditetapkan olehhpemerintah. Projek pada kokulikuler tersebut tidak terikat pada materi mata pelajaran, jadi tidak dimaksudkan untuk mencapai target dari capaian pembelajaran tertentu (Kemendikbud RI , 2. Pengembangan profil pancasila dalam pembelajaran pada kurikulum merdeka bertujuan untuk melatih siswa memiliki jiwa dan nilai yang sesuai dengan kandungan lima sila Pancasila dan dapat menjadi dasar atauubekal dalam kehidupannya (Safitri et al. , 2. Profil Pelajar Pancasila (P. ini memiliki 5 dimensi antara lain yaitu bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, beriman,mmandiri,bberkebinekaan global,bbergotong-royong, kreatif, danbbernalar kritis(Lestariningrum, 2. Asesmen pada kurikulum merdeka Secara konsep asesmen memiliki arti sebuah aktifitas atau proses yang berurutan dan berkelanjutanuuntuk menghimpun informasi tentang proses danhhasil belajar dari siswa untuk mengambil keputusannberdasarkan ketentuan dan pertimbanganntertentu (Matondang et al. Hasil dari asesmen memiliki fungsi untuk mengetahui hal-hal yang dibutuhkan oleh siswa pada pembelajaran untuk memcapai hasil belajar yang telah ditetapkan. Sekolah penggerak dalam menerapkan penilaian belajar siswa mengikuti pedomanppenilaian yang digunakan dalam kurikulum merdeka. Asesmen ParadigmaaBaru Perancangan pembelajaran tersebut berdasarkan atas dua hal yaitu: . Perubahan zaman dari waktu ke waktu bersifat dinamis, sehingga diperlukan rancangan pembelajaran, model/metode pembelajaran yang fleksibel untuk menyesuaikan dengan era zaman saat ini. adanya keragaman konteks di Indonesia yang menjadi tantangan serta peluang bagiddunia Oleh karena itu, asesmen pada sekolah penggerak dengan penerapannkurikulum merdeka lazimmdisebut sebagai asesmen paradigma baru. Pada asesmen paradigmabbaru ini Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 merupakan kegiatan untukmmengumpulkan dan mengolah informasiddalam rangka mengetahui kebutuhanpperkembangan belajar dannpencapaian hasil belajar siswa. Paradigmasesmen Paradigma Asesmen dalam kurikulum merdeka didasari oleh 8 . paradigma asesmen, diantaranya: Penerapanppola pikir bertumbuh . rowth mindse. Terpadu. Keluasan waktu dalamenentukan asesmen. Keluasan dalammenentukan jenisaasesmen. Keluasan dalam menggunakantteknik dan instrumen asesmen. Keluasanndalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Keleluasaanddalam mengolah hasilaasesmen. Keleluasaanndalam menetapkan kriteria kenaikan kelas. Jenis. Karakteristik dan Fungsi Asesmen Asesmen dalam paradigma baru, pendidikan dapatmmemfokuskan padappelaksanaan asesmenfformatif dibandingkanddengan asesmen sumatif. Hasil asesmenfformatif dapat digunakan sebagaiddasar dalam melaksanakanpperbaikan pada pembelajaran berikutnya (Kurka. Dalam dariiasesmen sumatif dan formatif. Berikut gambaran karakteristik kedua asesmen tersebut: Tabel 1. Karakteristik asesmen formatif dan sumatif Asesmen Formatif Dilaksanakna pada awal ataupun selama proses pembelajaran berlangsung siswa dilibatkan dalam pelaksanaannya seperti dalam penilaian diri, penilaian antar teman dan sebagainya Memperhatikannkemajuannpenguasaan Asesmen Sumatif Dilakukan semester, akhir tahun ataupun akhir Dilaksanakan dalam berbagai ranah meliputi sikap, perancangan, serta instrumen yang pengetahuan, dan keterampilan, motivasi belajar, dan lain-lain. kompetensi yang diharapkan. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 Bentuk tanggung jawab sekolah kepentingan . Digunakan sebagai bahan evaluasi efektivitas program pembelajaran. Asesmen Diagnostik Asesmen diagnostik memiliki arti penilaian yang dilakukan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan dankkelemahan siswa, sehinggappembelajaranddapatddirancang sesuai dengan kompetensi dankkondisi siswa (Dasar, 2. Hasil dari asesmenddiagnostik dapat digunakan oleh guru sebagai dasar . ntry poin. ddalam merancang pembelajaran sesuai dengan karakteristikddan kebutuhan pembelajaran siswa. Pelaporan hasil penilaian atau asesmen dituangkan dalam bentuk laporan kemajuanbbelajar berupa laporanhhasil belajar yang disusun berdasarkanppengolahan hasil Penilaian. Laporan hasil belajar memberikan informasi terkait pencapaianhhasil belajar siswa. Sekolah perlu melaporkan hasil belajar siswa dalambbentuk rapor. Laporan hasil belajar dalam bentuk rapor hendaknya bersifatssederhana dan informatif, sehingga memberikan informasi terkait siswa dan kompetensi yang telah dicapai, serta strategi tindak lanjut bagi guru, sekolah dan orang tua untuk mendukung ketercapaian pembelajaran. Kelebihan dan kekurangan Asesmen Kurikulum Merdeka Kelebihan asesmen pada kurikulum merdeka adalah: Melihat kompetensi dan memonitor perkembangan belajar siswa dari aspek kognitif maupun non kognitif Pemetaan kebutuhan belajar sehingga guru dapat menerapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran yang sesuai kondisi siswav. siswa yang memperoleh hasil belajar paling tertinggal berdasarkan hasil asesmen diagnosis, diberikan pendampingannbelajar secara afirmatif Dapat mengambilttindakan dan memastikannbahwa setiap siswa mencapai penguasaanyyang Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 Dapat mengukur ketercapaian hasil belajar siswa, mengukur konsep dannpemahaman siswa, serta mendorongguntuk melakukan aksiddalam mencapai kompetensi yangddituju. Kekurangan asesmen pada kurikulum merdeka Antara lain: Kurang matangnya persiapan yang dilakukan guru Sistem pembelajaran yang belum terencana dan terinci Memerlukan peran aktif siswa dan guru dalam pembelajaran SIMPULAN Asesmen merupakan proses atau prosedur yang sistematis dan terus menerus untuk mengumpulkan informasi terkait proses dan hasil belajar siswa yang bertujuan untuk mengambil keputusan berdasarkan pada pertimbangan maupun kriteria tertentu. Asesmen yang digunakan berbentuk asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen formatif digunakan di awal ataupun selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan asesmen sumatif dilaksanakan pada akhir kegiatan pembelajaran. Asesmen formatif yang digunakan sebelum pembelajaran disebut juga dengan asesmen diagnostik yang memiliki tujuan untuk mendiagnosakkemampuan dasar siswa dan mengetahuikkondisi siswa di awal. Penilaian diagnostik dibagi menjadi penilaian diagnostik non-kognitif dan penilaian diagnostik kognitif. Kurikulum Merdeka ingin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Penerapan asesmen dalam pembelajaran pada kurikulum merdeka dapat menggunakan asesmen diawal pembelajaran sehingga guru mendapatkan gambaran tentang siswa yang akan diajar, serta dapat merencanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa. Asesmen selanjutnya dapat digunakan penilaian di akhir pembelajaran yaitu asesmen sumatif yang bertujuan untuk menentukan pencapaian hasil belajar siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 145-157 REFERENSI