Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Rang Teknik Journal Penentuan Prioritas Pemeliharaan Jalan Studi Kasus Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Ilham Hidayat1. Benny Hidayat2. Taufika Ophiyandri3 Fakultas Teknik. Universitas Andalas1,2,3 email: ilhamhidayato@gmail. com1, bennyhidayat@eng. ophiyandri@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas. Rencana pemeliharaan jalan yang baik merupakan unsur penting dalam pengelolaan jalan. Salah satu aspek terpenting dalam menjaga kondisi jalan adalah rencana prioritas pemeliharaan jalan. Penentuan prioritas pemeliharaan jalan sering tidak mempunyai standar yang dapat dipertanggung jawabkan dan masih didominasi oleh kebijakan pengambil keputusan serta mengesampingkan kriteria teknis, manfaat dan biaya. Berdasarkan opini-opini dan permasalahan mengenai ketidakjelasan dasar prioritas pemeliharaan jalan dan penanganan pemeliharaan jalan yang efektif, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian terhadap cara penentuan prioritas pemeliharaan jalan. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan judul AuPenentuan Prioritas Pemeliharaan Jalan - Studi Kasus Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera BaratAy. Penelitian ini dicapai dengan melakukan survey kuisioner kepada 15 responden yang terdiri dari pengelola kegiatan pemeliharaan jalan dan konsultan perencana bidang jalan. Hasil yang diperoleh diolah menggunakan metoda Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk menilai perbandingan kriteria & Analisa Statistika Deskriptif untuk penilaian terhadap sub-kriteria. Dari hasil analisis jawaban responden menunjukkan bahwa urutan penentuan prioritas pemeliharaan jalan didasarkan kepada 1. Kriteria Kondisi Jalan . Kriteria Volume Lalu Lintas . Kriteria Ekonomi . Kriteria Kebijakan . Kriteria Aksesibilitas, sedangkan jenis pemeliharaan berdasarkan Buku pedoman No. 018/T/BNKT/1990 Dirjen Pembinaan Jalan Kota Kementerian PUPR AuTata Cara Penyusunan Pemeliharaan Jalan KotaAy meliputi penilaian dalam angka terhadap LHR. Kondisi Jalan dengan jenis penanganan : Peningkatan Jalan . Pemeliharaan Berkala : Pemeliharaan Rutin. Keywords: infrastruktur , prioritas , pemeliharaan , jalan . AHP . tercapainya umur rencana jalan yang telah PENDAHULUAN Jalan adalah prasarana transportasi darat Prioritas pemeliharaan ruas jalan yang meliputi segala bagian jalan, termasuk pada suatu daerah sering tidak memiliki bangunan pelengkap dan perlengkapannya ukuran atau standar yang tetap, sehingga yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang prioritas pemeliharaan jalan didominasi atas berada pada permukaan tanah, di atas dasar kepentingan pihak tertentu. Pada permukaan tanah, di bawah permukaan tanah penelitian yang telah dilakukan oleh Suyasa. , dan/atau air, serta di atas permukaan air beliau menetapkan 5 faktor kriteria dalam kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan menentukan prioritas pemeliharaan jalan yaitu kabel. Ukuran penilaian terhadap kondisi kondisi jalan, mobilisasi, volume lalu lintas, jalan di suatu daerah diatur dalam Surat tingkat aksesibilitas dan pengembangan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor Pada penelitian ini penulis bertujuan 77. , dimana kondisi jalan dikelompokkan untuk mendapatkan informasi bagi stake kepada 2 kondisi utama yaitu: kondisi jalan holder di kota Payakumbuh tentang metoda mantap dan kondisi jalan tidak mantap. penentuan prioritas pemeliharaan jalan yang Kegiatan pemeliharaan jalan dapat diartikan efektif dan efisien. sebagai upaya atau tidakan yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi jalan mantap METODE PENELITIAN agar sesuai dengan tingkat pelayanan dan Adapun metodologi yang penulis gunakan kemampuannya seperti pada saat jalan tersebut dalam penelitian ini adalah melaksanakan dibangun dan dioperasionalkan sampai dengan survey terhadap 15 orang responden yang Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL terdiri dari pengelola kegiatan jalan dan konsultan perencana jalan untuk kemudian diolah menggunakan metoda Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk menilai perbandingan kriteria & Analisa Statistika Deskriptif untuk penilaian terhadap subkriteria. Desain Penelitian Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk menggunakan metode penelitian korelasional dimana penelitian melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini akan mencoba mengkorelasikan hubungan kriteria-kriteria dalam rencana prioritas pemeliharaan jalan guna mencapai jalan kondisi mantap di Kota Payakumbuh. Sementara untuk analisis data yang dikumpulkan, akan menggunakan analisis data statistik deskriptif dan AHP. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data didapatkan dari database jalan kota Payakumbuh dan survey kuesioner terhadap responden. Database jalan yang dimaksud berupa data kondisi jalan Kota Payakumbuh yakni DD-1 Jalan Kota Payakumbuh tahun 2013, 2014, 2015, 2016 Data yang digunakan dari DD-1 tersebut berupa data perubahan kondisi jalan mantap . alam persentas. setiap tahunnya setelah dilakukan pemeliharaan. Data ini nantinya digunakan untuk membuat suatu permodelan atau rancangan perencanaan pemeliharaan jalan yang sesuai dengan data kondisi lapangan dan dikombinasikan dengan urutan prioritas pemeliharaan menurut Sementara kuesioner ditujukan untuk mengetahui metoda penentuan urutan prioritas pemeliharaan jalan di kota Payakumbuh pemeliharaan jalan. Adapun responden yang dipilih dalam pengumpulan data tesis ini adalah instansi pemerintah yang terlibat pada kegiatan pemeliharaan jalan di Kota Payakumbuh (Dinas PUPR dan Bapped. serta konsultan perencana dalam hal penentuan prioritas penanganan jalan, hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang aktual sesuai dengan yang dipahami oleh responden berdasarkan berbagai sudut pandang. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Rang Teknik Journal Penyebaran kuesioner dilakukan beberapa hari dan kuesioner disebarkan tatap muka sekaligus melakukan wawancana kepada responden guna mendapatkan tambahan informasi yang tidak tercantum pada lembaran Adapun tahapan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah sebagai berikut : Pengumpulan data dasar jalan melalui dat DD-01 Kota Payakumbuh tahun 2014 sampai dengan 2017 . Penyebaran kuesioner kepada pejabat berwenang dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Payakumbuh. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Payakumbuh serta konsultan perencana yang biasa melaksanakan perencanaan jalan di Kota Rekapitulasi kuesioner rekapitulasi profil responden, rekapitulasi penilaian responden, serta rekapitulasi perbandingan bersanding prioritas kriteria penentuan prioritas pemeliharaan jalan . Pemodelan sistem pemeliharaan jalan yang merupakan tujuan dari hasil penelitian ini pemeliharaan jalan yang dapat diaplikasikan nantinya di Kota Payakumbuh. Pertanyaan Kuesioner Jenis pertanyaan pada penelitian ini adalah pertanyaan semi terbuka, yaitu jawaban sudah penambahan jawaban. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini didasarkan pada kriteria penilaian prioritas pemeliharaan jalan yang telah dilakukan pada penelitianpenelitian terdahulu sebelumnya dengan menyesuaikan terhadap kondisi kebijakan dan pelaksanaan di Kota Payakumbuh. Adapun faktor penilaian yang penulis ambil untuk penelitian ini merupakan hasil diskusi bersama dengan para stake holder di Kota Payakumbuh. Adapun faktor Ae faktor yang penulis kemukakan dalam penelitian ini adalah faktor kondisi jalan, volume lalu lintas, biaya . , aksesibilitas dan faktor kebijakan. Skala Penilaian Kuisioner Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini dikelompokkan kepada 2 cara penilaian, yaitu dengan menggunakan skala linkert untuk penilaian kriteria dan metoda skala intensitas kepentingan oleh Fakultas Teknik UMSB Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Thomas L. Saaty untuk membandingkan satu kriteria dengan setiap kriteria lainnya. Skala linkert yang digunakan adalah skala ordinal yang menunjukan perbedaan tingkat secara kuantitatif. Adapun penilaian ini dipakai untuk menilai sub-kriteria dari kondisi jalan, volume lalu lintas, ekonomi, kebijakan, tataguna lahan dan kerusakan samping, seperti pada (Tabel . Skala linkert dapat digunakan untuk menilai tingkat prioritas kepentingan satu kriteria terhadap kriteria lainnya, dengan menyatakan perbandingan seberapa penting satu kriteria penilaian terhadap kriteria lainnya dalam bentuk bobot angka. Hasil pembonotan tersebut nantinya menjadi dasar dalam proses perhitungan dengan metode AHP. Tabel 1. Penilaian Skala Linkert. Skala Nilai Keterangan Penilaian Sangat Rendah Tidak berdampak pada perencanaan prioritas, diberi Jarang 1 berdampak pada perencanaan prioritas, diberi Rendah 2 berdampak pada Sedang Rata-rata perencanaan prioritas , diberi Rata-rata berdampak pada perencanaan prioritas , diberi Tinggi Sangat tinggi Sangat diperhitungkan untuk menjadi prioritas penaganan, diberi kepentingan Skala intensitas dalam penilaian persandingan kriteria untuk menentukan prioritas antara satu faktor dengan masing-masing perbandingan Aukondisi jalan vs volume lalu lintasAy dan seterusnya. Adapun penilaian untuk persandingan kriteria yang digunakan dapat dilihat seperti pada (Tabel . Tabel 2. Penilaian Skala Intensitas Skala Nilai Keterangan Penilaian Nilai 1 jika Kedua elemen sama pentingnya Nilai 3 jika Elemen A sedikit lebih esensial dari elemen B Elemen A lebih esensial dari Elemen A jelas lebih esensial dari elemen B Elemen A mutlak lebih esensial dari elemen B Nilai 5 jika Nilai 7 jika Nilai 9 jika Rang Teknik Journal Nilai 2,4,6,8 Nilai antara di antara dua perimbangan terdekat Metode Penilaian Kondisi Jalan Ada beberapa metoda dalam menentukan kondisi sebuah ruas jalan. Metode-metode t yang dapat digunakan dalam menilai kondisi suatu jalan antara lain metode PCI . avement condition inde. , metode SDI . urface destress inde. , metode RCI . oad condition inde. dan metode bina marga lainnya. Pada penelitian kali ini, penulis menggunakan metode RCI sebagai cara dalam menentukan nilai kondisi suatu ruas jalan. Metoda ini penulis pilih karena metoda RCI dapat dilaksanakan secara visual, sederhana dan tidak membutuhkan peralatan khusus dalam melaksanakan survey kondisi jalan. Metoda secara visual secara RCI ini dapat dilihat pada Permen PUPR Nomor 03/PRT/M/2015. , dimana tata cara penilaian untuk mendapatkan angka IRI diperoleh seperti pada . Tabel 3. Penentuan Nilai RCI Secara Visual Jenis Permukaan Kondisi Secara Nilai Nilai Visual RCI IRI Jalan tanah Tidak nisa 0-2 24dengan drainase yang jelek, dan semua tipe permukaan yang Semua Rusak berat, 2-3 17tidaktipe yang sekali lubang dan seluruh dae-rah Pen. 3-4 12-9 sejakMac. lamaLama . Rusak,bergelom Latasbum atau lebi. bang,banyak meng-alami lama,Tanah/Batu krikil gravel Pen. Macbaik Agak rusak, 4-5 9-7 Kondisi kadang kadang tahun. Latasbum ada lubang. Pen. Mac. Cukup, 5-6 7-5 lama Baru. Latasbum baru, tidak rata Lasbutag setelah atau sedikit Lapis tipis lama Baik 6-7 5-3 dari Hotmix. Latasbum baru, tidak 7-8 3-2 Hot-mixsetelah Sangat Lasbutag baru 2 tahun. Hot-mix umum-nya rata tipis diatas Pen. Hot-mix Sangat rata dan 8-9 2-0 Macbaru (Lataston. Lasto. Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Sementara itu cara untuk mendapatkan kondisi ruas jalan dari nilai IRI menjadi nilai kondisi jalan dapat dilihat sesuai dengan . Gambar 1. Penentuan kondisi jalan dari nilai IRI Maka nilai kondisi jalan dapat dihasilkan mendapatkan nilai IRI dan kemudian dikonversikan menjadi nilai kondisi jalan sesuai dengan tabel pada gambar 1. Skema Tipe Pemeliharaan Jalan Skema pemeliharaan jalan dapat merujuk pada buku berjudul AuTata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan KotaAy yang dikeluarkan oleh kementerian PUPR pada Adapun rumusan utama untuk menentukan prioritas jenis pemeliharaan adalah seperti persamaan. P=17-(Kls LHR NKJ) . dengan P adalah prioritas jenis penanganan dan NKJ adalah Nilai Kondissi Jalan yang didapat dari tabel 4. Tabel 4. Nilai Kondisi Angka Nilai 26 Ae 29 22 Ae 25 19 Ae 21 16 Ae 18 13 Ae 15 10 Ae 12 7Ae9 4Ae6 Angka pada tabel 4 diperoleh1dari akumulasi nilai pada rincian tabel 5: Tabel 5. Rincian Nilai Kondisi Penilaian Angka ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Rang Teknik Journal Retak-retak Buaya Acak Melintang Memanjang Tidak Ada Jumlah A> 30% Kerusakan 10 Ae 30% < 10% Alur A> 20 mm 11 Ae 20 mm 6 Ae 10 mm 0 Ae 5 mm Tidak Ada Tambalan A> 30% dan Lubang 20 Ae 30% 10 Ae 20% < 10% Kekasaran Desintegration Permukaan Pelepasan Butiran Rough (Hungr. Faulty Close Texture Amblas A> 5/100 m 2 Ae 5/100 m 0 Ae 2/100 m Tidak Ada Nilai untuk kelas LHR dapat dilihat seperti pada tabel 6 berikut. Tabel 6. Nilai Kelas LHR Kelas LHR Lalu Lintas < 20 > 50. Berdasarkan dikeluarkan oleh kementerian PUPR tahun 1990 tentang Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota , prioritas jenis pemeliharaan terhadap jalan dikelompokan menjadi 3 kelompok utama. Adapun prioritas pemeliharaan tersebut antara lain: A Urutan prioritas 0 Ae 3: Dimasukkan ke dalam program peningkatan (Biasanya berada pada jalan kondisi rusak bera. Fakultas Teknik UMSB Nilai Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL A Urutan prioritas 4 Ae 6 :Dimasukkan ke dalam program pemeliharaan Berkala (Biasanya berada pada jalan kondisi rusak A Urutan prioritas 7 :Dimasukkan ke dalam program pemeliharaan rutin (Biasanya berada pada jalan kondisi mantap atau baik Ae sedan. Sementara untuk jenis pemeliharaan diperoleh dari nilai yang dihasilkan melalui persamaan 1 dan penentuan jenis pemeliharaan jalan yang paling efisien efektif berpedoman pada tabel 7 berikut : Tabel 7. Jenis Pemeliharaan Jalan Sesuai Existing Jalan Tanah/ Penetrasi Aspal Kerikil Macadam Jenis Pemeliharaan Untuk Nilai 0 - 3 Kerikil 15 LHR 200 Ae 500 LHR 200 Ae Lapen. Burtu. Burda atau Burtu. Burda Lataston Lataston LHR 500 Ae LHR 500 Ae Burda atau Lataston Jenis Pemeliharaan Untuk Nilai 4 -atau Burda LHR > 3000 Lataston Lapis LHR Ae 500 LHR 200 Ae Burda Penetrasi 5 Lataston d 7 cm Lapis Penetrasi LHR > 3000 5 cm Lapis Burda atau3 Penetrasi LHR 500 Ae Lataston LHR 500 Ae Lataston 3cm Laston atas 4cm Laston atas Lataston Jenis Pemeliharaan Untuk Nilai3cm 7 1- dst Laston atas Kerikil 10 Penambalan Penambalan dengan cold Laston LHRmix > 3000 mix Aeatas Penentuan Urutan Lataston 4cmPrioritas LHR > 3000 Laston atas 6cm Untuk Laston atas dalam Lataston perbandingan kriteria, 4cm yang ini menggunakanperata metoda AHP Laston dikembangkan oleh Thomas L. Saaty . AHP dapat diandalkan, karena dalam AHP Laston atas suatu prioritas disusun dari berbagai yang dapat berupa kriteria yang sebelumnya Rang Teknik Journal telah didekomposisi . terlebih dahulu, sehingga penetapan prioritas didasarkan pada suatu proses yang terstruktur . dan masuk akal. Tahapan pemecahan masalah menggunakan AHP yaitu Decompositiot. Comparative Judgement. Logical Concistency. Penilaian / pembobotan untuk membandingkan elemen-elemen perbandingan dapat dilihat pada tabel 8 berikut. Tabel 8. Penilaian Intensitas Kepentingan (Thomas L. Saaty, 1. Intensitas Pentingnya Definisi Kedua elemen/alternatif sama pentingnya . Elemen A sedikit lebih esensial dari elemen B . Elemen A lebih esensial dari elemen B . Elemen A helas lebih esensial dari elemen B . ery 2, 4, 6,model Elemen A mutlak Dalam AHP, berpasangan dapatesensial niaiB . ery konsistensi (CR)=0,1. Nilai CR diperoleh dari Nilai-nilai antara di antara dua perimbangan yang berdekatan . dimana CI adalah Indek Konsistensi dan RI adalah Random Indek. Nilai CI didapat dari persamaan 3 berikut: dimana max adalah nilai eigen value maksimum dan n adalah ukuran matriks. Nilai RI sesuai dengan tabel 9. Matriks perbandingan dapat dikatakan konsisten dan bisa dipakai bila nilai CI < 0,1. Selanjutnya didapatkan hipotesa untuk penentuan prioritas dan pengambilan keputusan. Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 9. Nilai Random Indek (RI) (Thomas L. Saaty, 1. Ukuran Indek Ukuran Indek Matrik Random Matriks Random 0,00 1,45 0,58 1,49 0,90 1,51 1,12 1,48 1,24 1,56 1,32 1,57 1,41 1,59 Langkah pertama dalam proses penentuan AHP menentukan sub-kriteria dari masing-masing kriteria penilaian. Dalam penelitian ini terdiri dari 5 kriteria ( kondisi jalan, volume Contoh sub kriteria dari kondisi jalan adalah jalan berlubang, jalan retak, jalan amblas, dan faktor bahu jalan. Nilai tingkat kepentingan diperoleh dari hasil survey 15 orang responden dengan bobot nilai sesuai skala linkert. Sebagai contoh dalam membuat persamaan untuk satu kriteria sebagai berikut : dari 15 responden diperoleh rata-rata nilai untuk jalan berlubang adalah 4,60 . jalan retak 3,87 . jalan amblas 4,80 dan faktor bahu jalan 2,87. Total penilaian untuk kriteria kondisi jalan adalah 16,13. Selanjutnya didapat persentase masing-masing sub-kriteria untuk jalan berlubang 4,60/16,13 x 100% = 28,51%, jalan retak 23,97%, jalan amblas 29,75% dan faktor bahu jalan 17,77%. Kemudian hasil bobot nilai kondisi jalan disusun dalam bentuk rumasan matematis pada persamaan . Rang Teknik Journal K o-V K o-E K o-K e K o-A V -E V -K e V -A E-K e E-A K e-A 4,00 3,00 0,25 3,00 4,00 0,14 3,00 0,33 4,00 4,00 4,00 3,00 0,33 3,00 0,33 0,33 2,00 4,00 3,00 3,00 0,50 3,00 0,33 3,00 4,00 0,50 3,00 0,50 3,00 3,00 4,00 4,00 5,00 3,00 0,50 0,50 0,50 3,00 2,00 0,33 4,00 4,00 3,00 3,00 0,20 5,00 2,00 5,00 0,50 0,33 3,00 2,00 0,17 0,33 0,20 0,14 1,00 0,17 4,00 0,25 3,00 2,00 5,00 3,00 5,00 5,00 3,00 1,00 3,00 3,00 0,25 0,20 0,25 0,20 0,20 0,33 0,25 4,00 0,33 4,00 1,00 4,00 5,00 2,00 5,00 5,00 2,00 5,00 2,00 3,00 R10 0,25 0,25 0,25 0,25 0,14 0,14 0,25 0,20 0,50 4,00 R11 3,00 3,00 3,00 0,33 0,20 0,20 1,00 5,00 3,00 3,00 R12 3,00 3,00 3,00 3,00 2,00 0,25 0,33 3,00 2,00 3,00 R13 1,00 1,00 1,00 0,50 2,00 0,25 0,25 0,33 0,50 0,50 R14 3,00 2,00 2,00 2,00 0,20 0,20 4,00 0,50 0,50 0,50 R15 3,00 0,33 3,00 3,00 0,20 0,33 2,00 4,00 2,00 2,00 37,000 34,783 31,583 29,617 24,176 18,329 24,583 36,033 30,333 33,917 R/15 2,467 2,319 2,106 1,974 1,612 1,222 1,639 2,402 2,022 2,261 Gambar 2. Matriks Skala Perbandingan Penilaian Maka nilai matriks perbandingan kriteria dapat disusun seperti gambar 3 berikut Kondisi Volume Ekonomi Kebijakan Aksesibilitas Kondisi 1,000 2,467 2,319 2,106 1,974 Volume 0,405 1,000 1,612 1,222 1,639 Ekonomi 0,431 0,620 1,000 2,402 2,022 Kebijakan 0,475 0,818 0,416 1,000 2,261 Aksesibilitas 0,506 0,610 0,495 0,442 1,000 Gambar 3. Matriks Perbandingan Kriteria Setelah penghitungan bobot kriteria meliputi nilai Eigen Vektor . dan nilai eigen . dimana c11 adalah nilai pada matriks kondisi jalan vs kondisi jalan dan c1n adalah nilai pada matriks kondisi jalan vs aksesibilitas. Sebagai contoh pada kriteria kondisi jalan sebagai . Cara yang sama dilakukan untuk kriteria volume lalu lintas, ekonomi, kebijakan dan Menyusun Matriks Perbandingan Kriteria Matriks perbandingan didapatkan dari hasil olah kuesioner. Nilai yang disusun menjadi matriks perbandingan adalah nilai R/15 dimana nilai R/15 didapatkan dari R / jumlah responden, dan R adalah total penilaian responden terhadap satu perbandingan kriteria. Hasil matrik skala perbandingan dapat dilihat pada gambar 2. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 = 1,885 = 1,885 / 5,395 = 0,349 Maka nilai Eigen . adalah = 1,885 ( xi1 y xi2y xi3 y xi4y xi5 ) = 1,885 Nilai kepentingan sementara untuk kriteria kondisi jalan adalah 0,349. Langkah kriteria kondisi jalan dikerjakan kepada empat kriteria lainnya dan didapatkan nilai max. Selanjutnya konsistensi menggunakan persamaan . Fakultas Teknik UMSB Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan perhitungan sesuai langkah-langkah pada metoda penelitian diatas terhadap semua kriteria, didapatkan nilai masing-masing skala prioritas jalan sesuai hasil kuesioner. Hasil perhitungan dan pengolahan data kuesioner secara lengkap dapat dilihat pada gambar 4. Sub Kriteria Penilaian Sub Kriteria Penilaian Sub Kriteria Indeks Sub Kriteria Indeks 1 Jalan Rambutan Berlubang a 0,285 1 Jalan Rambutan Retak Berlubang 0,285 0,239 Retak 0,239 Amblas 0,297 Amblas 0,297 Bahu 0,177 Bahu Kendaraan Lewat 0,177 Jenis 0,528 Jenis Kendaraan Lewat 0,528 Volume Kendaraan 0,472 Volume Kendaraan 0,472 Dampak Manfaat 0,492 Dampak Manfaat 0,492 Estimasi Biaya 0,508 EstimasiMusrenbang Biaya 0,508 Usulan 0,372 Usulan Musrenbang 0,372 Pengembangan Wilayah 0,308 Pengembangan 0,308 Kebijakan Lain Wilayah 0,320 Kebijakan Lain 0,320 Aksesibilitas 1,000 Aksesibilitas 1,000 2 Jalan Kecubung Berlubang 0,285 2 Jalan Kecubung Retak Berlubang 0,285 0,239 Retak 0,239 Amblas 0,297 Amblas 0,297 Bahu 0,177 Bahu Kendaraan Lewat 0,177 Jenis 0,528 Jenis Kendaraan Lewat 0,528 Volume Kendaraan 0,472 Volume Kendaraan 0,472 Dampak Manfaat 0,492 Dampak Manfaat 0,492 Estimasi Biaya 0,508 EstimasiMusrenbang Biaya 0,508 Usulan 0,372 Usulan Musrenbang 0,372 Pengembangan Wilayah 0,308 Pengembangan 0,308 Kebijakan Lain Wilayah 0,320 Kebijakan Lain 0,320 Aksesibilitas 1,000 Aksesibilitas 1,000 No. Nama Ruas Jalan No. Nama Ruas Jalan 3 Jalan Jalan Padang Padang Durian Durian Gambar 4. Rekapitulasi hasil AHP Nilai CI yang didapatkan dari matriks tersembut < 0,1, maka hal ini menunjukkan bahwa matriks perbandingan kriteria yang disajikan memenuhi syarat rasio konsistensi. Maka prioritas penilaian sesuai dengan kuesioner adalah Kondisi Jalan. Volume Lalu Lintas. Ekonomi. Kebijakan. Aksesibilitas. Dengan nilai masing masing sub kriteria terlampir pada tesis lengkap penelitian ini. Adapun hasil rumusan matematis untuk menghitung prioritas pemeliharaan jalan dapat dilihat pada persamaan berikut : Nilai bobot adalah nilai kepentingan kondisi adalah volume lalu lintas, adalah kebijakan dan Adapun padda penelitian ini meliputi 6 ruas jalan yang tersebar di kota payakumbuh antara lain Jalan Rambutan. Jalan Kecubung. Jalan Padang Durian. Jalan Soetan Usman. Jalan Tengku Lareh dan Jalan Sutami. Rang Teknik Journal 4 Jalan Jalan Soetan Soetan Usman Usman 5 Jalan Jalan Tengku Tengku Lareh Lareh 6 Jalan Sutami Nilai Nilai Berlubang Berlubang Retak Retak Amblas Amblas Bahu Bahu Jenis Jenis Kendaraan Kendaraan Lewat Lewat Volume Volume Kendaraan Kendaraan Dampak Dampak Manfaat Manfaat Estimasi Estimasi Biaya Biaya Usulan Usulan Musrenbang Musrenbang Pengembangan Pengembangan Wilayah Wilayah Kebijakan Kebijakan Lain Lain 0,285 0,285 0,239 0,239 0,297 0,297 0,177 0,177 0,528 0,528 0,472 0,472 0,492 0,492 0,508 0,508 0,372 0,372 0,308 0,308 0,320 0,320 Aksesibilitas Aksesibilitas 1,000 1,000 Berlubang Berlubang Retak Retak Amblas Amblas Bahu Bahu Jenis Jenis Kendaraan Kendaraan Lewat Lewat Volume Volume Kendaraan Kendaraan Dampak Dampak Manfaat Manfaat Estimasi Estimasi Biaya Biaya Usulan Usulan Musrenbang Musrenbang Pengembangan Pengembangan Wilayah Wilayah Kebijakan Kebijakan Lain Lain 0,285 0,285 0,239 0,239 0,297 0,297 0,177 0,177 0,528 0,528 0,472 0,472 0,492 0,492 0,508 0,508 0,372 0,372 0,308 0,308 0,320 0,320 Aksesibilitas Aksesibilitas 1,000 1,000 Berlubang Berlubang Retak Retak Amblas Amblas Bahu Bahu Jenis Jenis Kendaraan Kendaraan Lewat Lewat Volume Kendaraan Dampak Manfaat Estimasi Biaya Usulan Musrenbang Pengembangan Wilayah Kebijakan Lain 0,285 0,285 0,239 0,239 0,297 0,297 0,177 0,177 0,528 0,528 0,472 0,492 0,508 0,372 0,308 0,320 Aksesibilitas 1,000 Berlubang Retak Amblas Bahu Jenis Kendaraan Lewat Volume Kendaraan Dampak Manfaat Estimasi Biaya Usulan Musrenbang Pengembangan Wilayah Kebijakan Lain 0,285 0,239 0,297 0,177 0,528 0,472 0,492 0,508 0,372 0,308 0,320 Aksesibilitas 1,000 Kriteria Kriteria Kondisi Kondisi Jalan Jalan Volume Volume Lalu Lintas Lalu Lintas Ekonomi Ekonomi Kriteria Penilaian Kriteria Penilaian Indeks Nilai Nilai Indeks Nilai f = Eu. x e g=Nilai f = Eu. x e g= e x f 0,349 0,349 0,416 0,416 0,145 0,145 0,196 0,196 0,236 0,236 0,046 0,046 0,195 0,195 0,508 0,508 0,099 0,099 Kebijakan Kebijakan 0,152 0,152 0,692 0,692 0,105 0,105 Aksesibilita Aksesibilita 0,108 0,108 1,000 1,000 0,108 0,108 Kondisi Kondisi Jalan Jalan 0,349 0,349 0,239 0,239 0,083 0,083 0,196 0,196 0,236 0,236 0,046 0,046 0,195 0,195 0,508 0,508 0,099 0,099 Kebijakan Kebijakan 0,152 0,152 0,692 0,692 0,105 0,105 Aksesibilita Aksesibilita 0,108 0,108 1,000 1,000 0,108 0,108 Kondisi Kondisi Jalan Jalan 0,349 0,349 0,701 0,701 0,245 0,245 Volume Volume Lalu Lalu Lintas Lintas 0,196 0,196 0,236 0,236 0,046 0,046 Ekonomi Ekonomi 0,195 0,195 0,492 0,492 0,096 0,096 Volume Volume Lalu Lintas Lalu Lintas Ekonomi Ekonomi Kebijakan Kebijakan 0,152 0,152 1,000 1,000 0,152 0,152 Aksesibilita Aksesibilita 0,108 0,108 0,000 0,000 0,000 0,000 Kondisi Kondisi Jalan Jalan 0,349 0,349 0,239 0,239 0,083 0,083 Volume Volume Lalu Lalu Lintas Lintas 0,196 0,196 0,764 0,764 0,150 0,150 Ekonomi Ekonomi 0,195 0,195 1,000 1,000 0,195 0,195 Kebijakan Kebijakan 0,152 0,152 0,692 0,692 0,105 0,105 Aksesibilita Aksesibilita 0,108 0,108 1,000 1,000 0,108 0,108 Kondisi Kondisi Jalan Jalan 0,349 0,349 0,416 0,416 0,145 0,145 Volume Volume Lalu Lintas 0,196 0,528 0,103 Ekonomi 0,195 0,492 0,096 Kebijakan 0,152 0,692 0,105 Aksesibilita 0,108 0,000 0,000 Kondisi Jalan 0,349 0,416 0,145 Volume Lalu Lintas 0,196 0,764 0,150 Ekonomi 0,195 0,492 0,096 Kebijakan 0,152 0,692 0,105 Aksesibilita 0,108 1,000 0,108 Total Total Bobot fBobot = Eu. f = Eu. Urutan Urutan Prioritas Prioritas 0,504 0,504 0,442 0,442 0,539 0,539 i i 0,641 0,641 0,450 0,604 Gambar 5. Hasil penilaian terhadap 6 ruas Dari hasil penilaian didapatkan hasil urutan prioritas pemeliharaan secara berurutan yaitu jalan Soetan Usman, jalan Sutami, jalan Padang Durian, jalan Rambutan, jalan Tengku Lareh dan terakhir jalan Kecubung. Hasil prioritas urutan pemeliharaan ini telah berdasarkan kepada rumusan matematis yang dihasilkan dari pendapat dari 15 orang Dengan menerapkan penilaian terhadap responden yang mana semestinya harus masing-masing ruas dikalikan pada rumusan Apabila kita melihat kondisi matematis yang telah kami dapatkan eksisting di lapangan dimana kondisi jalan sebelumnya, maka didapatkan hasil penilaian terhadap masing-masing ruas jalan seperti Soetan Usman adalah aspal sementara jalan Padang Durian adalah sirtu, maka secara pada gambar 5. pendapat awam seharusnya yang dikerjakan terlebih dahulu adalah jalan Padang Durian. Akan tetapi dari hasil rumusan kami, jalan Soetan Usman lebih prioritas dari pada jalan Padang Durian. Hal ini dapat terjadi karena Fakultas Teknik UMSB ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Vol. 3 No. 2 Juni 2020 http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL faktor volume lalu lintas di jalan Sutan usman lebih tinggi, dampak ekonomi jalan Soetan Usman lebih besar dan aksesibilitas jalan Soetan Usman lebih besar dari pada jalan Tengku Lareh. Oleh karena itu, persamaan matematis yang mempertimbangkan 5 aspek kriteria pemeliharaan yang telah ditetapkan, hasilnya sangatlah sesuai dengan konsep pemeliharaan jalan yang efektif, efisien serta berdampak secara langsung bagi Kota Payakumbuh. Adapun jenis pemeliharaan yang dapat dilakukan kita rujuk pada buku AuTata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan KotaAy yang dikeluarkan oleh kementerian PUPR pada tahun 1990. Dimana sebagai contoh untuk jalan Soetan Usman seperti tabel 10 berikut: Tabel 10. Jenis Pemeliharaan Jl. St. Usman Aspek Penilaian Berdasarkan Penilaian Kondisi Kondisi Jalan Tanah dengan perkerasan sirtu/keriki. Kelas LHR 134 smp/hari , nilai 4 Penilaian Kondisi Rang Teknik Journal pemeliharaan dan jenis pemeliharaan yang baik akan menghasilkan pekerjaan yang efektif Apabila pemeliharaan jalan tidak mempertimbangkan urutan prioritas yang seharusnya dilakukan, maka akan diperoleh hasil pekerjaan yang tidak efektif. Berdasarkan penilaian dan analisis terhadap jawaban responden pada kriteria prioritas pemeliharaan jalan di Kota Payakumbuh, maka ada beberapa hal yang dapat penulis sarankan yaitu agar dalam menetapkan prioritas pemeliharaan jalan di Kota Payakumbuh untuk selanjutnya dapat penilaian prioritas seperti kondisi jalan, volume lalu lintas, ekonomi, kebijakan dan Hal pemeliharaan yang akan dilaksanakan efektif dan efisien. Saran selanjutnya untuk penelitian selanjutnya agar menambah kuesioner terhadap pengguna jalan, karena dalam penelitian ini hanya melibatkan stakeholder yang mengurus tentang jalan. Sesuai tabel 7, maka jenis pemeliharaan yang paling efektif adalah pemeliharaan rutin jalan dan penambalan dengan cold mix. UCAPAN TERIMAKASIH