JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1810 - 1819 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Peran Guru. Kegiatan Literasi dan Meningkatkan Keterampilan Siswa Heni Andriani1A. Haifaturrahman2. Syafruddin Muhdar3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram1,2,3 E-mail: heni65913@gmail. com1, haifaturrah@yahoo. com2, rudybastrindo@gmail. Abstrak Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR) untuk mengeksplorasi peran guru dalam melaksanakan aktivitas literasi dan efeknya terhadap peningkatan kemampuan siswa di tingkat dasar. Sumber literatur diambil dari basis data Google Scholar. Scopus. ERIC, dan DOAJ dengan periode publikasi antara tahun 2014 hingga 2024. Proses seleksi dilakukan secara sistematis menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, serta mengikuti tahapan PRISMA Flow Diagram untuk memastikan penelitian terlaksana dengan teratur. Temuan kajuan ini menyoroti empath hal penting . Peran Guru. Strategi Kegiatan Literasi. Bentuk Implementasi Literasi dsekolah. Peningkatan keterampilan Siswa. Data yang dianalisis mencakup identitas penelitian, tujuan penelitian, metode yang digunakan, konteks pendidikan, jenis kegiatan literasi, peran guru, dan hasil-hasil penelitian yang ditemukan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru memiliki peran vital sebagai fasilitator, motivator, dan contoh teladan dalam membangun budaya literasi melalui berbagai metode, seperti membaca bersama, menulis jurnal, dan diskusi Aktivitas literasi terbukti dapat meningkatkan keterampilan membaca, menulis, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, literasi menjadi landasan penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar. Kata Kunci: Peran Guru. Kegiatan Literasi. Keterampilan Siswa. Sekolah Dasar Abstract This study applied a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR) to explore the role of teachersin implementing literacy activities and their effect on improving students' abilities at the elementary Literature sources were taken from the Google Scholar. Scopus. ERIC, and DOAJ databases with a publication period between 2014 and 2024. The selection process was carried out systematically using The selection process was carried out systematically usingin clusion and exclusion criteria, as well as following the PRISMA Flow Diagram stages to ensure that the research was conducted in an orderly manner. The findings of this study highlight four important points: . The Role of Teachers, . Literacy Activity Strategies, . Forms of Literacy Implementation in Schools, and . Improvement of Student Skills. The data analyzed included research identity, research objectives, methods used, educational context, types of literacy activities, the role of teachers, and research findings. The results showed that teachers play a vital role as facilitators, motivators, and role models in building a culture of literacy through various methods, such as reading together, journal writing, and group discussions. Literacy activities have been proven to improve students' reading, writing, critical thinking, communication, and collaboration skills, as well as shape their character. Therefore, literacy is an important foundation in strengthening the quality of learning and developing 21stcentury competencies in elementary schools. Keywords:Teacher's Role. Literacy Activities. Student Skills. Elementary School Copyright . 2025 Heni Andriani. Haifaturrahman. Syafruddin Muhdar ACorresponding author : Email : heni65913@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peran Guru. Kegiatan Literasi dan Meningkatkan Keterampilan Siswa Ae Heni Andriani. Haifaturrahman. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam era global, siswa harus memiliki kemampuan yang relevan dengan abad ke-21, seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama, dan komunikasi Bustanul Arifin & Abdul MuAoid, . Keterampilan ini sangat diperlukan tidak hanya untuk mencapai kesuksesan dalam belajar, tetapi juga untuk berinteraksi dalam Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang mampu beradaptasi dan bersaing Nurhayati et al. , . Oleh karena itu, pendidikan dasar memegang peranan penting pada tahap awal ini. sinilah dasar literasi dan keterampilan terkini dikembangkan. Pendidikan dasar berpengaruh besar terhadap perkembangan masa depan generasi bangsa Lestari et al. , . Sekolah dasar memainkan peranan yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan yang diperlukan di abad ke-21. Pada fase ini, anak sedang berada dalam periode perkembangan yang sangat krusial Hafiz et al. , . Oleh karena itu, proses pembelajaran harus fokus pada pengenalan literasi dan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini. Sekolah dasar bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk mentransfer ilmu, tetapi juga sebagai pusat pengembangan karakter Rahim, . Anak yang terbiasa mengembangkan kemampuan berpikir kritis akan lebih siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan. Di samping itu, kemampuan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi juga harus dilatih. Dengan begitu, sekolah dasar memberikan fondasi yang penting bagi masa depan para siswa Moh Pudali Arodani et al. Guru memiliki posisi yang penting dalam keberhasilan pendidikan. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penggerak, pembimbing, motivator, dan panutan. Hubungan yang positif antara guru dan siswa dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan Rahmiati & Azis, . Lingkungan ini mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan percaya diri. Guru yang mampu memicu motivasi siswa akan berdampak pada kualitas proses belajar Wahyuningsih Wahyuningsih et al. , . Dengan demikian, peran guru menjadi kunci dalam menumbuhkan semangat belajar. Kehadiran seorang guru sangat berpengaruh pada terbentuknya pembelajaran yang bermakna Collins et al. , . Literasi saat ini tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga meliputi kemampuan digital, numerik, informasi, dan Herawan, . Literasi memungkinkan siswa untuk memahami, menganalisis, serta mengevaluasi informasi dengan cara yang kritis. Dengan keterampilan literasi yang baik, siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Literasi yang solid juga mendorong siswa untuk menjadi lebih inovatif dan reflektif I Wayan Gunartha, . Karena itu, literasi menjadi fokus utama dalam pendidikan dasar. Literasi berfungsi sebagai pondasi bagi keterampilan di abad Tanpa adanya literasi, pengembangan keterampilan lainnya menjadi sulit Riyanto, . Budaya membaca dan menulis dapat dikembangkan lewat kegiatan di sekolah. Misalnya, siswa dapat meluangkan waktu membaca selama 15 menit, mengunjungi pojok baca, atau menuliskan refleksi setiap hari. Kegiatan seperti ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan akademik dan juga non-akademik siswa Rahim, . Namun, keberhasilan dalam literasi sangat dipengaruhi oleh partisipasi guru. Guru yang memiliki minat tinggi dalam membaca dan berpikir kritis akan menjadi contoh yang baik. Siswa lebih cenderung mengikuti kebiasaan literasi yang ditunjukkan oleh guru mereka Karmilah & Yuniarti, . Oleh karena itu, guru memainkan peran krusial dalam keberhasilan program literasi. Tanpa kehadiran guru, perkembangan budaya literasi akan sulit terjadi dengan berkelanjutan Azka et al. , . Sebagian besar studi hanya fokus pada kegiatan siswa atau program membaca. Peran guru sebagai panutan masih jarang diteliti dengan mendalam Nurfaizah et al. , . Namun, guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan yang diperlukan di abad ke-21. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga menunjukkan sikap yang kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif Astutik & Hariyati, . Keteladanan dari guru dapat memperkuat budaya membaca di sekolah dasar. Ini menunjukkan adanya Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peran Guru. Kegiatan Literasi dan Meningkatkan Keterampilan Siswa Ae Heni Andriani. Haifaturrahman. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. kekurangan dalam penelitian yang perlu diatasi. Dengan mempelajari peran guru, kontribusi literasi terhadap kemampuan siswa dapat dipahami dengan lebih menyeluruh Salama, . Berdasarkan penjelasan di atas, studi mengenai peranan guru dalam budaya membaca sangatlah. Penekanan penelitian tidak hanya pada inisiatif literasi, tetapi juga bagaimana guru berfungsi sebagai contoh bagi para siswa. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi sejak usia muda. Kemampuan-kemampuan ini sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan di tingkat global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pendidikan dasar. Selain itu, temuan dari penelitian ini dapat memperkuat strategi literasi yang Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menghasilkan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing. METODE Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR). Tujuan dari studi ini adalah untuk secara sistematis menilai literatur yang mengulas peran pendidik dalam pelaksanaan aktivitas literasi dan dampaknya terhadap peningkatan kemampuan siswa. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang strategi serta praktik yang diterapkan oleh guru dalam menciptakan budaya literasi, sekaligus mengungkapkan dampaknya terhadap keterampilan akademik dan non akademik siswa di tingkat sekolah dasar. Proses pengumpulan literatur dilakukan dengan menggunakan beberapa basis data digital, termasuk Google Scholar. Scopus. ERIC, dan DOAJ. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai, diterapkan sejumlah kata kunci seperti Aukontribusi guru dalam literasiAy. Auaktivitas literasi pada sekolah dasarAy. Auketerampilan membaca dan menulisAy. Auliterasi serta kemampuan siswaAy, dan Autinjauan literatur sistematis tentang pendidikanAy. Batasan waktu publikasi literatur ditentukan antara tahun 2014 sampai 2024, dengan alasan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh relevan dengan kemajuan dan praktik pendidikan saat ini. Dalam studi ini ditentukan kriteria untuk memasukkan dan mengecualikan literatur. Kriteria untuk dimasukkan terdiri dari artikel ilmiah yang membahas kontribusi guru, kegiatan membaca, dan pengembangan keterampilan siswa di tingkat sekolah dasar. artikel harus tersedia dalam format teks lengkap. dipublikasikan dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Sementara itu, kriteria untuk dikecualikan meliputi artikel yang berupa opini atau laporan yang tidak bersifat ilmiah, penelitian yang berfokus pada tingkat menengah atau perguruan tinggi, serta artikel yang hanya membahas literasi digital tanpa mengaitkannya dengan peranan guru. Seleksi literatur dilakukan dalam beberapa langkah. Pertama, peneliti melakukan pemeriksaan awal terhadap judul dan ringkasan untuk menentukan keterkaitan dengan tema penelitian. Kedua, artikel yang telah melewati tahap awal dibaca secara menyeluruh untuk memastikan kesesuaiannya dengan kriteria yang Ketiga, dilakukan proses penyaringan akhir untuk mencegah pengulangan dan memastikan bahwa hanya artikel yang berkualitas dan relevan yang dipertimbangkan dalam kajian ini. Proses seleksi literatur mengikuti prinsip dari PRISMA Flow Diagram agar alur penelitian dapat lebih jelas dan terorganisir. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peran Guru. Kegiatan Literasi dan Meningkatkan Keterampilan Siswa Ae Heni Andriani. Haifaturrahman. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Identifikasi Records identified through database searching . Screening Records screened . Kelayakan Full-text articies assessed for eligibility . Termasuk Studies included in qualitative synthesis . Gambar 1. Diagram Alur Penelitian Pada gambar 1. Diagram ini disajikan untuk memperjelas dan mengorganisasikan alur penelitian secara sistematis, sehingga tahapan pelaksanaan studi dapat dipahami dengan lebih komprehensif. Tahap terakhir dari metode penelitian ini adalah pengambilan data. Data yang diperoleh dari artikel yang dipilih mencakup identitas penelitian . ama penulis, tahun terbit, dan judu. , tujuan dari studi, metode yang diterapkan, konteks pendidikan, jenis aktivitas literasi yang didiskusikan, analisis peran guru, serta hasil utama yang berhubungan dengan peningkatan keterampilan siswa. Setelah proses penelusuran dan pemilihan literatur, ditemukan sebanyak 15 artikel ilmiah dan jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 hingga SINTA 5. Scopus. ERIC, dan DOAJ. Kemudian diorganisasi dalam bentuk tabel ringkasan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan analisis tematik secara kualitatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan studi literatur yang dilakukan dengan pendekatan Systematic Literature Review, ditemukan beberapa hasil penting yang menunjukkan hasil hubungan peran guru kegiatan literasi di sekolah dasar adalah salah satu pendekatan yang sangat penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta kemampuan siswa. Peran guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan literasi, . Bentuk-bentuk kegiatan literasi yang dikembangkan guru, . Peningkatan keterampilan siswa melalui literasi. Tabel. Fokus Peran Guru dalam Kegiatan Literasi dan Peningkatan Keterampilan Siswa N Bidang/Fokus NamaInsight/Variabel Riset nama Penulis Peran Guru dalam Sofyan & Guru sebagai fasilitator, motivator, dan teladan Mengembangkan Kejadian Nurbaiti . memiliki pengaruh signifikan terhadap pembiasaan literasi siswa Bentuk-bentuk Kegiatan Rahmawati & Kegiatan membaca bersama, menulis jurnal, dan Literasi yang dikembangkan Sari . diskusi kelompok meningkatkan minat baca dan Guru kemampuan menulis siswa Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peran Guru. Kegiatan Literasi dan Meningkatkan Keterampilan Siswa Ae Heni Andriani. Haifaturrahman. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Peningkatan Keterampilan Siswa melalui Literasi Hiyadat & Literasi . Literasi berkontribusi pada keterampilan akademik . embaca-menuli. , sosial . , serta berpikir kritis dan kreatif Berdasarkan tabel yang ada, dapat disimpulkan bahwa peran guru, jenis aktivitas literasi, dan peningkatan keterampilan siswa saling terkait secara mendalam dalam proses pembelajaran di tingkat sekolah Guru berfungsi sebagai pengarah, pemberi semangat, serta contoh yang dapat menumbuhkan kebiasaan literasi dalam kegiatan belajar sehari-hari siswa. Melalui berbagai jenis aktivitas literasi, seperti membaca secara bersama, menulis di jurnal, dan berdiskusi dalam kelompok, siswa didorong untuk meningkatkan minat baca dan keterampilan menulis dengan lebih baik. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa literasi tidak hanya berpengaruh pada peningkatan kemampuan akademis yang mencakup keterampilan baca dan tulis, tetapi juga memberikan dampak positif pada keterampilan sosial, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan berpikir kritis serta kreatif. Penelitian ini menekankan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang dapat mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Oleh karena itu, literasi terbukti efektif sebagai alat strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang diperlukan di abad ke-21. Peran Guru dalam Merancang dan Melaksanakan Kegiatan Literasi Guru memainkan peran yang sangat penting dalam merencanakan aktivitas literasi di tingkat sekolah Tugas ini terlihat dalam kemampuannya untuk memilih materi ajar yang sesuai dengan perkembangan siswa, menyusun metode pembelajaran yang fokus pada kemampuan membaca dan menulis, serta menggabungkan literasi dalam semua disiplin ilmu Syajida et al. , . Dengan perencanaan yang baik, kegiatan literasi bisa menjadi alat untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh, baik dalam hal pengetahuan, sikap, maupun keterampilan Budiharto et al. , . Oleh karena itu, pengaturan kegiatan literasi bukan hanya tentang membuat jadwal atau kegiatan biasa, tetapi merupakan langkah strategis yang dapat memengaruhi mutu pembelajaran Wandasari, . Dalam pelaksanaannya, pengajar tidak hanya berperan sebagai instruktur, tetapi juga sebagai pendukung yang mendorong keterlibatan aktif siswa Lailatul Inayah et al. , . Pengajar dapat menciptakan berbagai kegiatan seperti membaca secara bersama-sama, diskusi dalam kelompok kecil, penulisan jurnal harian, hingga proyek menulis yang kreatif. Keberadaan guru sebagai panutan dalam aktivitas literasi juga memiliki peranan penting dalam membangun motivasi belajar siswa Oviana, . Sikap guru yang menunjukkan kecintaan terhadap membaca dan konsistensi dalam mengintegrasikan literasi ke dalam pembelajaran sehari-hari memberikan dampak positif terhadap sikap dan minat siswa terhadap literasi Fitriani, . Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, bisa disimpulkan bahwa partisipasi guru dalam merancang dan melaksanakan program literasi memberikan dampak besar pada pengembangan keterampilan siswa. Guru yang mampu mengelola aktivitas literasi dengan efektif terbukti dapat menciptakan budaya membaca, memperkaya kemampuan berbahasa, dan merangsang pemikiran kritis siswa. Namun, penelitian juga mengungkapkan bahwa keberhasilan program literasi sangat dipengaruhi oleh dukungan dari lingkungan belajar, ketersediaan materi bacaan, serta kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua. Oleh karena itu, dapat ditekankan bahwa peran guru adalah elemen krusial dalam aktivitas literasi, namun efektivitasnya memerlukan kolaborasi dengan berbagai faktor pendukung. Bentuk-Bentuk Kegiatan Literasi yang Dikembangkan Guru Bentuk kegiatan literasi yang dijalankan oleh guru sebenarnya sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa serta kondisi di sekolah. Salah satu aktivitas yang sering dilakukan adalah program membaca, yang mencakup membaca bersama, membaca nyaring, atau membaca secara mandiri Ilma & Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peran Guru. Kegiatan Literasi dan Meningkatkan Keterampilan Siswa Ae Heni Andriani. Haifaturrahman. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Ibrohim, . Di samping itu, guru juga merancang aktivitas menulis sederhana seperti membuat jurnal harian, menulis puisi, atau merangkum bacaan Hayati & Amilia, . Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan membaca dan menulis, serta membiasakan siswa berpikir secara teratur, kritis, dan kreatif dalam mengolah informasi Susani, . Selain aktivitas membaca dan menulis, para pengajar juga menciptakan kegiatan literasi yang bersifat kerja sama, seperti diskusi dalam kelompok, presentasi, serta proyek yang berorientasi pada literasi Kristiyani, . Contohnya, siswa diajak untuk merancang majalah dinding di kelas, menyusun cerita bergambar, atau menampilkan drama sederhana yang diambil dari teks yang dibaca Marwati & Waskitaningtyas, . Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya meningkatkan keterampilan literasi, tetapi juga membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan keberanian untuk menyampaikan ide-ide mereka. Dengan demikian, literasi dianggap bukan sekadar kegiatan pribadi, melainkan bagian integral dari proses pembelajaran yang bersifat interaktif dan memiliki makna Maruti et al. , . Berdasarkan ulasan literatur, jenis kegiatan literasi yang diimplementasikan oleh guru terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan siswa, baik dalam aspek bahasa maupun non-bahasa. Aktivitas membaca dapat meningkatkan pemahaman dan memperluas pengetahuan, sedangkan kegiatan menulis mendorong siswa untuk mengekspresikan gagasan secara terstruktur. Selain itu, aktivitas kolaboratif menawarkan pengalaman sosial yang membantu membentuk karakter siswa agar lebih percaya diri, komunikatif, dan berpikir kritis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa berbagai jenis kegiatan literas i yang diterapkan oleh guru tidak hanya berfokus pada keterampilan dasar, tetapi juga mendukung terwujudnya budaya belajar yang menyeluruh dan berkelanjutan. Peningkatan keterampilan siswa melalui literasi. Literasi memiliki fungsi penting dalam pengembangan kemampuan siswa, terutama dalam hal membaca, menulis, dan berpikir kritis. Melalui aktivitas literasi, siswa diajarkan tidak hanya untuk memahami isi teks, tetapi juga untuk mengaitkan informasi yang didapat dengan pengalaman sehari-hari mereka Putri et , . Proses ini mendorong siswa untuk menjadi lebih reflektif dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir mereka Hartanti et al. , . Dengan demikian, literasi berperan sebagai landasan yang kokoh dalam membentuk kemampuan akademik siswa di berbagai disiplin ilmu Tauhid, . Selain bidang akademis, kemampuan literasi juga memainkan peran dalam pengembangan keterampilan sosial dan emosional peserta didik Nurhaliza, . Aktivitas seperti perbincangan kelompok, penyampaian hasil bacaan, atau proyek literasi yang bersifat kolaboratif memberikan kesempatan bagi siswa untuk saling berinteraksi, berdebat, dan bekerja sama dengan teman sekelas mereka Kristiyani, . Interaksi ini membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, sikap toleransi, dan saling menghargai. Dengan demikian, literasi tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menguasai bahasa, tetapi juga berperan sebagai sarana pembentukan karakter dan keterampilan kehidupan di era abad ke-21 Nawir et al. , . Berdasarkan tinjauan pustaka, peningkatan kemampuan siswa melalui kegiatan literasi terbukti mencakup berbagai dimensi, termasuk aspek kognitif, sosial, dan emosional. Penelitian mengindikasikan bahwa siswa yang aktif berpartisipasi dalam program literasi memiliki kemampuan pemahaman bacaan yang lebih baik, dapat mengungkapkan ide secara tulisan, serta menunjukkan tingkat berpikir kritis yang lebih Selain itu, mereka lebih cenderung merasa percaya diri saat berkomunikasi dan dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Oleh karena itu, literasi dianggap sebagai pendekatan pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademis, tetapi juga mendukung pengembangan keterampilan menyeluruh Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peran Guru. Kegiatan Literasi dan Meningkatkan Keterampilan Siswa Ae Heni Andriani. Haifaturrahman. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Gambar 1. Menampilkan Variable-Variabel Penelitian yang Ada dalam Studi-Studi Ini Gambar 1. Memberikan variable-variabel yang focus penelitian ini. Dalam gambar ini merumuskan variabel penelitian memeberikan deskripsi singkat tentang variable-variabel yang menjadi focus dalam suatu Bagan di atas menunjukkan bahwa posisi guru merupakan dasar utama dalam aktivitas literasi, yang kemudian dijelaskan melalui taktik pengelolaan dan diterapkan secara langsung di sekolah. Proses ini memberi pengaruh baik terhadap peningkatan kemampuan siswa secara keseluruhan, baik dari segi kognitif, sosial, afektif, maupun kreativitas. Oleh karena itu, literasi dipahami sebagai suatu ekosistem pembelajaran yang terorganisir, di mana guru, taktik, penerapan, dan hasil belajar saling terhubung dalam mendukung perkembangan kualitas siswa. KESIMPULAN Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode Systematic Literature Review menunjukkan bahwa peran pendidik dalam merancang dan melaksanakan aktivitas literasi memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan siswa di tingkat sekolah dasar. Para guru berperan sebagai fasilitator, penggerak semangat, dan panutan saat mengintegrasikan literasi ke dalam proses belajar mengajar melalui berbagai metode seperti kegiatan membaca bersama, penulisan jurnal, dan diskusi kelompok. Aktivitas literasi terbukti tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta membentuk karakter siswa, menjadikan literasi sebagai landasan utama untuk kualitas pembelajaran dan kompetensi di abad ke-21. UCAPAN TERIMA KASIH Kami ucapkan terima kasih banyak atas tersusunnya artikel ini hingga selesai, sehingga tulisan yang kami buat dapat diterima dan menjadi referensi bagi para pembaca. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Peran Guru. Kegiatan Literasi dan Meningkatkan Keterampilan Siswa Ae Heni Andriani. Haifaturrahman. Syafruddin Muhdar DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. DAFTAR PUSTAKA