K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 ISSN 2808-4667 PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG. LIKUIDITAS. DAN PROFITABILITAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DENGAN FIRM LIFE CYCLE SEBAGAI VARIABEL MODERASI Bertha Ernestina Fakultas Bisnis dan Akuntansi Universitas Katolik Musi Charitas e-mail: berthaernestina@gmail. ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen dengan firm life cycle sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 20132015. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling yang menghasilkan 355 data observasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dan analisis sub kelompok untuk pengujian moderasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan hutang berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen, sedangkan likuditas dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Adapun. Firm life cycle dapat memoderasi pengaruh kebijakan hutang dan likuiditas terhadap kebijakan Kata Kunci: Kebijakan Dividen. Kebijakan Hutang. Likuiditas. Profitabilitas. Firm Life Cycle ABSTRACT This research aims to determine the influence of debt policy, liquidity, and profitability toward dividend policy with firm life cycle as moderating variable on manufacturing company listed in Indonesian Stock Exchange. The population of this research is the companies listed in Indonesian Stock Exchange in 2013-2015. Samples for this research are 355 observation data taken with purposive sampling The hypothesis analytical method used is multiple linear regression and sub group analysis for moderation testing. Results of the analysis shows that debt policy has negative significant influence towards dividend policy, whereas liquidity and profitability have no influence towards dividend policy. As for, firm life cycle can moderate the influence of debt policy and liquidity towards dividend policy. Key words: dividend policy, debt policy, liquidity, profitability, firm life cycle UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 PENDAHULUAN Dalam dunia bisnis para investor menginginkan pengembalian berupa keuntungan dari investasi yang dilakukannya. Salah satu bentuk investasi yang dapat dilakukan adalah berinvestasi saham. Menurut Darmadji . 1: . keuntungan yang dapat diperoleh dari berinvestasi saham adalah berupa dividen, yang merupakan pembagian laba bersih yang dihasilkan perusahaan kepada pemegang saham. Keputusan perusahaan untuk membagikan laba bersih sebagai dividen dilakukan atas persetujuan dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). ISSN 2808-4667 Penentuan besar kecilnya dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan tergantung pada kebijakan dividen masing-masing perusahaan. Horne . 3: . menyatakan kebijakan dividen meliputi seberapa besar proporsi laba bersih yang akan dialokasikan perusahaan sebagai dividen. Perusahaan dapat membagikan dividen atau tidak membagikan dividen sama sekali. Kebijakan dividen perusahaan dapat terlihat dari rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR). Rasio tersebut menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham secara tunai. Tabel 1 Rata-Rata DPR Per Sektor Industri di BEI dari Periode 2013-2015 Sektor Rata-Rata Utama Manufaktur 16. Jasa Sumber : Ringkasan Keuangan Perusahaan Tercatat, w. Perusahaan-perusahaan terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan dalam beberapa Berdasarkan com, klasifikasi sektor perusahaan pada BEI dibagi menjadi tiga sektor, yaitu sektor utama, manufaktur, dan jasa. Penentuan besaran dividen yang akan dibayarkan berbeda antara satu sektor dengan sektor lainya, bahkan antar perusa246 haanperusahaan yang ada dalam satu sektor tersebut. Tabel 1 menyajikan data mengenai rata-rata DPR yang dibagikan oleh perusahaan disetiap sektor setiap tahunnya. Terlihat ratarata rasio pembayaran dividen perusahaan sektor manufaktur memiliki ratarata pembayaran dividen yang lebih tinggi dari sektor lainnya. Penentuan besarnya dividen yang akan dibagikan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 oleh perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. PERMASALAHAN Tingkat penggunaan hutang dalam struktur modal perusahaan, dapat mempengaruhi besarnya pembayaran dividen perusahaan kepada investor. Menurut Manurung . 2: . kebijakan pendanaan perusahaan dalam menggunakan hutang ini terkait dengan hubungan antara pihak pengelola perusahaan dan pemegang obligasi . ihak pemberi pinjama. yang dijelaskan dalam teori agensi. Dalam hubungan antara pemegang obligasi dan pengelola manajemen dapat menimbulkan adanya konflik diantara keduanya. Permasalahan yang timbul adalah kekhawatiran adanya transfer kemakmuran dari pemegang obligasi kepada pemegang saham serta dana yang diberikan tidak akan kembali. Pemegang obligasi . emberi pinjama. menuntut agar perusahaan terlebih dahulu melunasi hutangnya dibandingkan membayarkan dividen kepada pemegang Hal ini dapat mengurangi jumlah dividen yang akan dibagikan perusahaan kepada pemegang saham. Tingkat penggunaan hutang dalam struktur modal dapat terlihat dari rasio debt to equity ratio (DER) perusahaan, pada rasio ini membandingkan total hutang perusahaan dengan ekuitas atau modal sendiri yang dimiliki oleh perusahaan (Hery, 2015: . ISSN 2808-4667 Faktor lain yang dapat mempengaruhi kebijakan dividen adalah likuiditas perusahaan. Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial yang segera harus terpenuhi (Riyanto, 2008: . Pembayaran dividen kas merupakan bagian dari pengeluaran yang harus dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan akan mempertimbangkan ketersediaan kas untuk membayar dividen kas pada pemegang saham. Ketersediaan jumlah kas yang ada di perusahaan akan mempengaruhi jumlah dividen kas yang akan dibagikan. Perusahaan yang memiliki ketersediaan kas yang besar memiliki kemampuan untuk membayar dividen kas yang besar. Likuiditas perusahaan dapat terlihat dari rasio kas. Rasio ini membandingkan jumlah kas perusahaan dengan kewajiban jangka pendek perusahaan (Brealey, 2007: . Selain kebijakan hutang dan likuiditas, laba perusahaan berhubungan dengan dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Dividen dibayarkan berdasarkan proporsi laba bersih yang dapat dihasilkan oleh Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dapat mempengaruhi besarnya dividen yang akan Perusahaan yang dapat menghasilkan laba yang tinggi, dapat membagikan dividen dalam jumlah yang tinggi pada pemegang saham. Adapun, kemampuan perusahaan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 dalam menghasilkan laba dapat dilihat melalui rasio profitabilitas. Profitabilitas perusahaan dapat terlihat dari rasio Return on Asset (ROA), yang membandingkan laba bersih perusahaan dengan total aset yang dimiliki Namun, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan selain kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kebijakan pembagian dividen adalah firm life cycle. Hasil penelitian yang dilakukan oleh DeAngelo et al. menyatakan firm life cycle yang diukur dengan retained earnings to total equity (RE/TE) memiliki pengaruh terhadap keputusan pembagian dividen pada pemegang saham. Perusahaan yang memiliki RE/TE yang tinggi berada pada fase dewasa . , lebih dapat membayarkan dividen dibandingkan perusahaan pada fase pertumbuhan . yang memiliki RE/TE yang rendah. Firm life cycle diduga dapat memoderasi pengaruh kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen sehingga hubungan tersebut dapat diperkuat atau diperlemah oleh faktor LANDASAN TEORI Teori Agensi Manurung . 2: . menyatakan teori agensi menjelaskan ISSN 2808-4667 mengenai hubungan antara dua pihak, yaitu agen dan prinsipal. Agen merupakan pihak yang mengelola keberlangsungan perusahaan sedangkan, prinsipal merupakan pemilik perusahaan atau pihak yang memberikan dana pada perusahaan. Agen harus menjalankan keinginan dari prinsipal agar mendapatkan pengembalian atas sejumlah dana yang diinvestasi ke perusahaan. Hubungan diantara agen dan prinsipal dapat terjadi permasalahan yang menimbulkan konflik antara kedua Menurut Harjito . konflik antara agen dan prinsipal dapat muncul dikarenakan adanya perbedaan keinginan atau tujuan antara agen dan prinsipal. Konfik juga dapat terjadi dikarenakan adanya prinsipal tidak dapat mengamati atau mengawasi secara langsung tindakan yang dilakukan oleh agen. Selain itu, konflik dapat muncul karena adanya perbedaan informasi yang dimiliki antara agen dan prinsipal, di mana pihak agen memiliki lebih banyak informasi dibandingkan pihak prinsipal. Menurut Manurung . ada dua permasalahan yang dapat terjadi antara agen dan prinsipal, yaitu masalah antara agen dengan pemberi pinjaman dan agen dengan pemegang saham. Permasalahan yang terjadi antara agen dan pemberi pinjaman adalah kekhawa- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 tiran adanya transfer kemakmuran dari pemberi pinjaman kepada pemegang saham, yaitu pemberi pinjaman merasa bahwa perusahaan membagikan dividen kepada pemegang saham menggunakan dana yang dipinjamkan. Pemberi pinjaman juga merasa khawatir dana yang dipinjamkan kepada perusahaan tidak akan Dilain pihak, permasalahan antara agen dan pemilik saham muncul dikarenakan agen tidak bekerja sesuai dengan keinginan dari pemilik saham, seperti agen melakukan sebuah tindakan yang dapat memperbesar biaya perusahaan yang bukan untuk kepentingan perusahaan. Kebijakan Dividen Darmadji . 1: 127Ai. menyatakan dividen merupakan pembagian sisa laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada pemegang saham atas persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saha. Perusahaan akan dihadapkan dengan berbagai pertimbangan ketika perusahaan memperoleh keuntungan atau laba bersih. Menururt Helfert . 6: . laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan dapat digunakan untuk membayarkan bunga kepada pihak pemberi pinjaman, ditahan sebagai laba ditahan untuk melakukan reinvetasi, dan dibagikan kepada pemegang saham berupa ISSN 2808-4667 Ada Faktor-faktor yang dapat mempengaruji kebijakan dividen. Horne . 3: 213-. menyatakan mempengaruhi kebijakan dividen. Kebutuhan pendanaan perusahaan Kebutuhan pendanaan perusahaan harus dipertimbangkan terlebih dahulu saat menentukan kebijakan dividen. Perusahaan harus menganalisis kemungkinan arus kas dimasa depan dan juga saldo kas tahun berjalan Likuiditas Semakin besar posisi kas dan keseluruhan likuiditas perusahaan maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk dapat membayar dividen. Kemampuan untuk meminjam Kebijakan dividen yang akan dilakukan oleh perusahaan dapat dipengaruhi dari fleksibelitas Perusahaan yang fleksibel secara keuangan berarti memiliki kemampuan untuk meminjam dalam jangka waktu yang singkat. Batasan-batasan dalam kontrak Batasan-batasan dalam kontrak hutang antara pemberi pinjaman dan pihak manajemen dapat mempengaruhi kebijakan divi- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 den yang akan dilakukan. Semakin banyak batasan yang ditetapkan oleh pemberi pinjaman maka semakin kecil kemungkinan perusahaan untuk membagikan dividen (Subramanyam, 2010: . Pengendalian Saat perusahaan membagikan dividen dalam jumlah besar demi kepentingan pemegang saham, dimasa datang perusahaan memerlukan tambahan dana melalui penerbitan saham tambahan, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya kendali perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham bila pemegang saham tersebut tidak dapat membeli kembali saham tambahan Ada beberapa teori yang berkaitan dengan kebijakan dividen, yaitu: Teori Irrelevant Dividend Brigham . 1: . menyatakan teori ini membahas bahwa kebijakan dividen tidak mempengaruhi harga saham ataupun biaya modal perusahaan, sehingga kebijakan dividen merupakan sesuatu yang irrelevant. Teori Bird-In-the-Hand Manurung . 2: . menyatakan teori ini membahas mengenai investor yang lebih menyukai dividen dibandingkan capital gain. Para investor memiliki ISSN 2808-4667 pandangan bahwa dividen lebih tidak beresiko dan lebih pasti akan didapatkan dibandingkan, capital gain yang belum tentu akan ada di masa yang akan Teori Pengaruh Pajak Brigham . 1: . menyatakan dividen yang didapatkan investor dikenakan pajak lebih tinggi dibandingkan dengan capital gain. Investor lebih memilih perusahaan untuk menahan dan menanamkan kembali laba yang didapat. Pertumbuhan laba dianggap dapat menaikkan harga saham, sehingga capital gain yang memiliki pajak rendah dapat menggantikan dividen yang memiliki pajak yang tinggi. Investor juga lebih menyukai capital gain karena investor dapat menunda pembayaran Teori Agency Cost and Free Cash Flow Manurung . 2: . menyatakan konflik sering terjadi antara pihak pengelola perusahaan dan pemegang saham karena pengelola perusahaan tidak bekerja sesuai dengan keinginan pemegang saham, sehingga pemegang saham menunjuk pihak lain untuk memonitor pengelola perusahaan yang dikenal sebagai biaya agensi. Pemegang sa- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 ham menginginkan dividen yang dibagikan cukup besar. Perusahaan yang memiliki Arus kas . ree cash flo. yang besar harus bertindak fleksibel agar terjadi keuntungan bersama. Kebijakan Hutang Menurut Munawir . 4: 1. hutang merupakan semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, di mana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Menurut Hery . manajer keuangan perlu memutuskan dan mengambil kebijakan untuk menyeimbangkan sumber pembiayaan yang ada, yaitu antara pembiayaan melalui hutang atau dengan pembiayaan modal sendiri. Kebijakan hutang dapat diukur dengan menggunakan rasio solvabilitas, yaitu rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Rati. Rasio ini dihitung dengan membandingkan total hutang yang dimilik oleh perusahaan dengan total modal yang dimiliki oleh perusahaan. Likuiditas Riyanto . 8: . menyatakan likuiditas berhubungan dengan masalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial yang segera harus terpenuhi. Menurut Ross . 9: . likuiditas juga ISSN 2808-4667 dapat melihat sumber daya jangka pendek yang tersedia di perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka Rasio kas . ash rati. merupakan rasio yang mengukur seberapa besar jumlah kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban jangka pendek perusahaan. Profitabilitas Menurut Brigham . 1: . profitabilitas merupakan hasil akhir yang didapat dari beberapa kebijakan dan juga keputusan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Hery . 5: 189Ai. menyatakan profitabilitas dapat mengukur tingkat efektifitas perusahaan dalam menjalankan operasionalnya yang terlihat dalam keberhasilan manajemen menghasilkan laba yang maksimal bagi Salah satu rasio profitabilitas adalah Return on Asset (ROA) yang menunjukkan seberapa besar kontribusi asset dalam menciptakan laba bersih. ROA dapat diukur dengan membandingkan laba bersih yang dihasilkan dengan total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Firm Life Cycle Firm Life Cycle atau siklus hidup perusahaan merupakan dikembangkan dari konsep pemasaran yaitu siklus hidup produk (Paramita. Baker . 9: 203Ai. menyatakan siklus hidup perusahaan dapat digambarkan pada kurva per- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 tumbuhan berbentuk S. Siklus ini dimulai dari periode pertumbuhan yang lambat yaitu pada fase pendirian berlanjut pada periode partumbuhan yang cepat lalu pada akhirnya ke fase dewasa dan pertumbuhan mulai melambat. Pada fase awal, perusahaan akan berinvestasi sebanyak mungkin untuk dapat meningkatkan laba perusahaan. Pada fase ini, perusahaan belum dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dengan pendanaan internal. Selanjutnya, perusahaan akan terus berkembang dan pada akhirnya mencapai pada fase Pada fase dewasa, perusahaan sudah tidak memiliki banyak kesempatan investasi lagi, sehingga perusahaan akan memilih untuk membagikan keuntungan yang didapatkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kausalitas. Sugiono . menyatakan kausalitas merupakan penelitian yang meneliti mengenai hubungan sebab akibat antara satu variabel dengan variabel lain. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini yaitu perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian diam252 ISSN 2808-4667 bil dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana sampel yang dipilih dengan menggunakan beberapa kriteria. Sampel perusahaan yang dipilih harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar pada BEI selama Perusahaan yang memiliki data laporan keuangan yang lengkap selama periode 2013-2015. Perusahaan tidak memilki total ekuitas yang negatif selama Teknik Pengumpulan Data Jenis data pada penelitian ini adalah data sekunder baik variabel dependen yaitu kebijakan dividen, variabel independen yaitu kebijakan hutang, likuiditas dan profitabilitas, maupun variabel moderasi yaitu firm life cycle yang berbentuk data dokumentasi tertulis. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik dokumentasi. Data dikumpulkan dari w. id yang memuat data-data laporan keuangan perusahaan dan data Ringkasan Keuangan Perusahaan Tercatat. Variabel Penelitian dan Pengukurannya Variabel dependen ue Kebijakan Dividen UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 ISSN 2808-4667 Kebijakan dividen merupakan hasil persentase dari dividen kas per lembar saham yang dibagi dengan laba bersih per lembar Dividend Payout Ratio Firm Life Cycle merupakan rasio perbandingan antara laba ditahan dengan total ekuitas Variabel independen ue Kebijakan Hutang Kebijakan hutang merupakan rasio perbandingan antara total hutang yang dimiliki perusahaan. Debt to Equity Ratio Teknik Analisis Data Pada penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas serta pengujian hipotesis yang menggunakan uji t, uji F, uji koefisien determinasi (RA), dan uji moderasi yang menggunakan analisis sub kelompok. ue Likuiditas Likuiditas merupakan rasio yang membandingkan jumlah kas dengan hutang jangka pendek Cash Ratio ue Profitabilitas Profitabilitas merupakan rasio membandingkan antara bersih dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Return On Asset ue Variabel Moderasi Firm Life Cycle Firm Life Cycle PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI sebagai populasi penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang menggunakan kriteria-kriteria sehingga, jumlah observasi pada penelitian ini sebanyak 355 data. Selanjutnya, dilakukan pengujian asumsi untuk melihat apakah data layak digunaka atau tidak. Pada tahap uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Pada pengujian normalitas yang menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov setelah nilai residual UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 yang sebelumnya dinyatakan tidak normal karena nilai Asympt. Sig. sebesar 0,00 yang lebih kecil dari 0,05, kemudian dilakukan transformasi data kebentuk logaritma natural dan didapatkan hasil nilai Monte Carlo Sig. -taile. sebesar 0,07 yang lebih besar dari 0,05 sehingga nilai residual dinyatakan terdistrubusi normal. Pada pengujian multikolinieritas semua variabel independen tidak terjadi multikolinieritas yang terkihat dari nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF yang kurang dari Selanjutnya, pada pengujian autokorelasi didapatkan hasil bahwa tidak terjadi autokorelasi karena hasil pengujian DurbinWatson nilai du < dw < 4-du. Pada pengujian yang terakhir yaitu uji heterokedasitas, didapatkan nilai signifikansi untuk ketiga variabel independen lebih besar dari 0,05, sehingga tidak terjadi heterokedasitas. Pada tahap selanjutnya yaitu pengujian hipotesis uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan analisis regresi linier berganda didapatkan hasil sebagai berikut: Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikan sebesar 0,037 yang lebih kecil dari 0,05 dengan koefisien regresi yang bernilai negatif, yang menunjukkan bahwa H1 diterima, yaitu kebijakan hutang berpengaruh negatif terhadap kebijakan ISSN 2808-4667 Hal ini menunjukkan perusahaan yang memiliki tingkat penggunaan hutang yang tinggi maka dividen yang akan dibagikan semakin rendah. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Arilaha . dan Sumiadji . yang menyatakan bahwa kebijakan hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan Akan tetapi, penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi . dan Kardianah . yang menyatakan bahwa kebijakan hutang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan Pengaruh Likuiditas Terhadap Kebijakan Dividen Hasil uji t memberikan hasil nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,355 yang lebih besar dari 0. sehingga H2 yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen ditolak. Alasan tidak berpengaruhnya variabel likuiditas terhadap variabel kebijakan dividen karena korelasi antara likuiditas dengan kebijakan dividen menunjukkan angka 0,098 yang berarti korelasi antara kedua variabel ini lemah dan hubungan keduanya acak . idak linie. Perusahaan yang memilki likuiditas yang tinggi seharusnya memilki rasio pembagian dividen yang tinggi, na- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 mun ada beberapa perusahaan yang memilki likuiditas yang tinggi memiliki rasio pembayaran dividen yang rendah. Hasil dari penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Arilaha . dan Kardianah . yang menyatakan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian dari Mahaputra . dan Sumiadji . yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan dividen. Penelitian yang dilakukan oleh Sumiadji . menggunakan variabel cash ratio sebagai variabel likuiditas sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Mahaputra . menggunakan perusahaan perbankan sebagai sampel penelitiannya. Perbedaan pengukuran variabel likuiditas yang digunakan dan kriteria sampel dapat menyebabkan perbedaan hasil. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen Hasil nilai signifikan dari variabel profitabilitas sebesar 0,330 yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa H3 ditolak yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan Alasan tidak berpengaruhnya profitabilitas terhadap kebijakan dividen karena korelasi antara pro- ISSN 2808-4667 fitabilitas dengan kebijakan dividen menunjukkan angka 0,177 yang berarti korelasi antara kedua variabel ini lemah dan hubungan keduanya acak . idak linie. Perusahaan yang memilki profitabilitas yang tinggi seharusnya memiliki rasio pembagian dividen yang tinggi, namun pada penelitian ini terdapat beberapa perusahaan yang memilki profitabilitas yang tinggi memiliki rasio pembayaran dividen yang rendah. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi . dan Pasaribu . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Akan tetapi hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumiadji . dan Sari . yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi . menggunakan seluruh sektor sebagai sampel dan penelitian yang dilakuakan oleh Pasaribu . yang menggunakan indeks LQ 45 sebagai sampel. Adanya perbedaan kriteria sampel yang digunakan dapat menyebabkan perbedaan hasil penelitian. Selanjutnya, pada uji F menunjukkan bahwa variabel independen yaitu kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas berpengaruh secara bersama-sama terhadap kebijakan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 dividen yang terlihat dari hasil signifikansi sebesar 0,03 yang lebih kecil dari 0,05. Sedangkan pada uji koefisien determinasi didaptkan hasil adjusted R2 sebesar 4,2% yang menunjukkan variabel kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas memiliki kemampuan untuk menjelaskan variabel kebijakan dividen sedangkan sisanya sebesar 95,8% dijelaskan oleh faktor lain diluar penelitian ini. Pada tahap ini adalah pengujian hipotesis untuk regresi moderasi dengan analisis sub kelompok didapatkan hasil sebagai berikut: Firm Life Cycle dalam memoderasi pengaruh kebijakan hutang terhadap kebijakan Hasil dari pengujian data yang telah dilakukan dengan analisis sub kelompok menggunakan uji Chow didapatkan hasil F hitung sebesar 3,130 yang lebih besar dibandingkan dengan F tabel sebesar 2,99. Hal ini, menunjukkan bahwa persamaan regresi antara sub kelompok . ase pertumbuhan dan fase dewas. memiliki perbedaan signifikan, yang berarti firm life cycle dapat memoderasi hubungan antara kebijakan hutang dengan kebijakan dividen. Fase pertumbuhan memperkuat pengaruh kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen yang terlihat dari nilai R Square fase pertumbuhan ISSN 2808-4667 yang lebih besar dibandingkan dengan fase dewasa. H4 yang menyatakan firm life cycle memoderasi pengaruh kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen diterima. Firm Life Cycle dalam memoderasi pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen. Hasil dari pengujian data yang telah dilakukan dengan analisis sub kelompok menggunakan uji Chow didapatkan hasil F hitung sebesar 9,890 yang lebih besar dibandingkan dengan F tabel sebesar 2,99. Hal ini menunjukkan persamaan regresi antara sub kelompok . ase partumbuhan dan fase dewas. memiliki perbedaan yang signifikan, yang berarti firm life cycle dapat memoderasi hubungan antara likuiditas dengan kebijakan dividen. Fase partumbuhan memperkuat pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen terlihat dari nilai R Square fase pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan fase dewasa. Berdasarkan hal ini. H5 yang menyatakan firm life cycle memoderasi pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen Firm Life Cycle dalam memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Berdasarkan hasil pengujian data yang dilakukan dengan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 analisis sub kelompok menggunakan uji Chow, didapatkan F hitung sebesar 1,489 yang lebih kecil dari F tabel sebesar 2,99 yang menunjukkan bahwa persamaan regresi antara sub kelompok . ase pertumbuhan dan fase dewas. tidak berbeda secara signifykan. Hasil ini menunjukkan bahwa firm life cycle tidak dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen, yang berarti H6 ditolak. Hal ini kemungkinan dikarenakan penggunaan pengukuran variabel profitabilitas yang menggunakan Return on Asset sebagai ukuran untuk mengukur profitabilitas PENUTUP Simpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan hutang berpengaruh signifikan negatif terhadap kebijakan, sedangkan likuiditas dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Serta firm life cycle dapat dapat memoderasi pengaruh kebijakan hutang dan likuiditas terhadap kebijakan dividen, dan Firm life cycle tidak dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen. ISSN 2808-4667 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki keterbatasan dari hal variabel, periode, dan indikator penentu variabel moderator. Pada penelitian ini hanya menggunakan kebijakan hutang, likuiditas, dan profitabilitas sebagai variabel independen yang hanya memberikan nilai adjusted R square sebesar 4,2%. Sehingga masih terdapat 95,8% variabel lain yang dapat mempengaruhi kebijakan dividen. Serta, penelitian ini hanya menggunakan periode penelitian selama 3 tahun yaitu tahun 2013-2015 sehingga penelitian ini tidak bisa digeneralisasikan dalam jangka waktu yang panjang. Penelitian ini hanya menggunakan retained earning/total equity (RE/TE) sebagai indikator penentu variabel Firm Life Cycle. Saran Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat menambah variabel lain yang mempengaruhi kebijakan dividen dimana pada penelitian ini hanya menggunakan 3 variabel independen dengan adjusted R square sebesar 4,2%. Sehingga sebesar 95,8% masih ada penelitian lain yang dapat mempengaruhi. Adapun variabel lain yang merujuk pada penelitian sebelumnya yaitu manajerial (Dewi . ), kesempatan investasi (Marpaung . ), atau kepemilikan institusional (Dewi UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. OKTOBER 2022 Penelitian selanjutnya dapat memperpanjang periode penelitian agar generalisasi yang dilakukan lebih panjang. dapat menggunakan observasi yang lebih besar sehingga hasilnya dapat menjadi perbandingan bagi penelitian ini. Serta, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan indikator lain dalam menentukan variabel firm life cycle, seperti penelitian yang dilakukan oleh Koh et al. yang menggunakan umur perusahaan, pendapatan, pertumbuhan penjualan, dan nilai perusahaan sebagai indikator penentu firm life cycle. Darmadji. Tjiptono dan Hendy M. Fakhruddin. Pasar Modal di Indonesia. Salemba Empat. Jakarta. DeAngelo Harry. Linda DeAngelo, dan Rene M. Stulz. Dividend Policy and The Earned/ Contributed Capital Mix: A Test of The Life Cycle Theory. Journal of Financial Economics. Vol. November 2017. Dewi. DAFTAR PUSTAKA