Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Wombo Kalonggo Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Rensia Putri TaAodung*. Aziz Budianta Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Program Studi Perencanaan Wilayah Kota Fakultas Teknik Universitas Tadulako Palu *email: rensiaputri4@gmail. ABSTRACT The purpose of this research is to identify the social conditions of the community and identify the economic conditions of the people in the Village Wombo Kalonggo. District Tanantovea. Kabupaten Donggala. This research applies descriptive method with survey techniques. Samples in data collection, sampling in this study was random or random sampling (Probability Samplin. The data collection technique is done by using the method of interview, observation and documentation methods. The results of this study show that the social aspects show that the social conditions of the people in the Village Wombo Kalonggo relatively homogeneous with the type of industrial society and included in the category of village communities with the level of education is still low as many as 37% of the graduates of the elementary school. While the economic conditions of the people of the Village Wombo Kalonggo included in the category of village communities with low income levels as much as 53% of people who have no income, either main income or a side. Keywords: Condition, social, economic, stub tourist village Pendahuluan Pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian dunia dalam beberapa dekade terakhir. Di Indonesia, pembangunan sektor pariwisata terus dilakukan dengan mendayagunakan sumber daya Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X pariwisatayang ada untuk dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi yang dapat diandalkan (Hermawan, 2. dalam Astrid Damarin Nur Aliah . Peranan sektor pariwisata ini penting dikembangkan dalam upaya pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat secara nasional, pembangunan sektor pariwisata ini perlu kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, stakeholders, dan masyarakat secara luas, dalam menjaga kualitas jasa yang ditawarkan. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan pasal 4 menyatakan kepariwisataan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumberdaya, memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa dan mempererat persahabatan antar bangsa. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis dalam menggerakkan perekonomian Indonesia dan menjadi bagian dari perekonomian global. Berlangsungnya revolusi 3T, transport, telecommunication, tourism, menunjukkan bahwa kegiatan pariwisata telah menjadi salah satu kekuatan yang mampu mempercepat penyatuan dunia dalam integrasi ekonomi dan pergerakan manusia lintas daerah dan bahkan lintas Negara (Rusman, 2. dalam Soedarso, dkk . Desa wisata adalah suatu wilayah pedesaan yang menawarkan keaslian baik dari segi sosial budaya, adat-istiadat, keseharian, arsitektur tradisional, struktur tata ruang desa yang disajikan dalam suatu bentuk integrasi komponen pariwisata antara lain seperti atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung (Faris Zakaria dan Rima Dewi Suprihardjo, 2. Menurut Pariwisata Inti Rakyat (PIR) dalam Ani Wijayanti . , yang dimaksud dengan desa wisata adalah suatu kawasan perdesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian perdesaan baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkannya berbagai komponen kepariwisataan, misalnya: atraksi, akomodasi, makanan-minuman, dan kebutuhan wisata lainnya. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Menurut Hadiwijoyo, 2012 dalam Abdul Chair . penetapan suatu desa dijadikan sebagai desa wisata harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu aksesibilitasnya baik, memiliki objek-objek menarik berupa alam, seni budaya, dan sebagainya untuk dikembangkan sebagai desa wisata, masyarakat dan aparat desanya menerima dan memberikan dukungan yang tinggi terhadap desa wisata serta wisatawan yang datang ke desanya, beriklim sejuk atau dingin, berhubungan dengan objek wisata yang lain yang sudah dikenal oleh masyarakat. Kabupaten Donggala merupakan merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah yang menawarkan beragam tujuan/destinasi Destinasi itu antara lain wisata pantai, air terjun, danau, waduk, dan masih banyak lagi yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata. Kabupaten Donggala memiliki motto AuDonggala Kota WisataAy yang dicanagkan pada tahun 2017. Wisatawan yang berkunjung tercatat selama tahun 2015 sejumlah 72. 232 wisatawan, sementara tahun 2016 sejumlah 97. Data tersebut memperlihatkan adanya keinaikan jumlah wisatawan sebesar 26,22% antara tahun 2015-2016. Namun demikian, pada tahun 2017 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Donggala menurun sebanyak 111,68%, yang belum diketahui secara pasti alas an penurunan jumlah wisatawan tersebut (BPS-Kabupateen Donggala dalam Angka Tahun 2. Desa Wombo Kalonggo yang berada di Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu desa yang masuk dalam rancangan pembangunan Bendungan Nasional sehingga peneliti melakukan observasi dan menemukan beberapa potensi pariwisata diantaranya air terjun, air panas, hutan masyrakat, hutan pendidikan dengan keadaan topografi yang dikelilingi gunung yang dialiri oleh sungai, serta sebagai desa penghasil bawang goreng. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut, maka maka judul penelitian tersebut adalah: Kondisi Sosial dan Ekonomi Masyarakat Desa Kalonggo. Kecamatan Tanantovea. Kabupaten Donggala. Tujuan dari penelitian ini adalah: . Mengidentifikasi kondisi sosial masyarakat di Desa Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Wombo Kalonggo sebelum menjadi desa wisata. Mengidentifikasi kondisi ekonomi masyarakat di Desa Wombo Kalonggo sebelum menjadi desa wisata. II. Metode Penelitian Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei sampel. Menurut (Arikunto, 2. dalam Aan Prabowo dan Heriyanto . penenlitian deskriptif yaitu mengumpulkan data berdasarkan factorfaktor yang menjadi pendukung terhadap objek penelitian, kemudian menganalisa faktor-faktor tersebut untuk dicari peranannya. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat kepercayaan orang yang akan diteliti dan semuanya tidak dapat diukur dengan angka. Metode pendekatan deskriptif kualitatif adalah metode pengolahan data dengan cara menganalisa faktor-faktor yang berkaitan dengan objek penelitian dengan penyajian data secara lebih mendalam terhadap objek penelitian. Penelitian ini berlokasi di Desa Wombo Kalonggo. Kecamatan Tanantovea. Kabupaten Donggala yang dilaksanakan sejak bulan Agustus 2019 hingga bulan September 2020. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara melalui kuesioner, observasi dan metode documenter/dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer adalah data yang diambil dari sumber pertama . esponden melalui instrument penenlitian, instrument Instrument penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh penelitian dalam kegiatan mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya (Suharsimi Arikunto, 2000:. , sedangkan data sekunder yaitu data hasil penelitian yang bersumber dari dokumen administrasi serta dokumen interen lainnya yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti seperti jumlah penduduk. Sumber data dalam penelitian ini adalah penduduk sebagai responden dan kantor Desa Wombo Kalonggo. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Wombo Kalonggo yang berjumlah 868 jiwa atau 228 KK, dimana jumlah lakilaki sebanyak 452 jiwa dan perempuan sebanyak 416 jiwa. Besar sampel yang diambil sehingga memenuhi persyaratan dan dapat dipertanggung-jawabkan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X secara ilmiah tergantung pada homogenitas atau tidaknya populasi yang akan Apabila populasi tidak homogenitas secara sempurna, maka makin besar sampel yang diambil akan semakin tinggi tinggi taraf representatif Jika populasinya homogenitas secara sempurna, besar sampel tidak mempengaruhi taraf representatif sampelnya. Untuk populasi yang demikian itu sampel cukup kecil saja (Mantra. Ida Bagus, 1. dalam Aziz Budianta, 2. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dengan menggunakan teknik sampling random . robability samplin. atau secara acak sehingga responden yang diwawancarai berjumlah 70 responden yang tersebar di tiga dusun, yaitu dusun mekar jaya, dusun kramat jaya dan dusun kembang jaya. Teknik dan tahapan analisis data yang dilakukan adalah sebagai berikut: . Pengeditan (Editin. , adalah pekerjaan pengecekan/pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran pengisian jawaban responden dalam kuesioner penelitian oleh interview untuk diolah lebih lanjut. Pemberian Kode (Codin. , adalah pemberian simbol angka pada jawaban yang diberikan responden berkaitan dengan pertanyaan dalam . Pembuatan table (Tabulatin. , adalah pemindahan data dan informasi dari koesioner satu lembar kode ke dalam table-tabel tematik. Penganalisaan (Analizin. , adalah proses penyederhanaan data terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui peristiwa sebenarnya. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian ini Desa Wombo Kalonggo merupakan Desa yang sangat strategis, lebih kurang 6 km berbatasan dengan batas wilayah kota palu dan jalan raya Provinsi (Jalan Poros Trans Sulawes. serta lebih kurang 8 km berbatasan dengan Ibu Kota Kecamatan Tanantovea. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo. Kecamatan Tanantovea. Kabupaten Donggala tentang kondisi sosial dan ekonomi masyarakat desa wombo kalonggo dengan jumlah responden sebanyak 70 orang yang merupakan kepala keluarga di Desa Wombo Kalonggo, maka diperoleh hasil sebagai berikut. Karakteristik Sosial Responden Status Pernikahan Responden Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Berdasrkan penelitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo dengan jumlah responden 70 yang tersebar di 3 dusun, maka status pernikahan responden yang paling mendominasi adalah responden yang menyandang status berkeluarga/menikah yang berada pada presentase 86%, kemudian responden yang menyandang status janda/duda berada pada presentase 14% dan responden yang menyandang status bujangan/belum menikah berada pada presentase 0% sehingga dari besarnya presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa status pernikahan responden yang paling mendominasi adalah status pernikahan berkeluarga/menikah. Jenjang Pendidikan Terakhir Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo, maka dapat diketahui jenjang pendidikan terakhir responden yang tersebar di 3 dusun dengan jumlah 70 orang menunjukkan bahwa jenjang pendidikan terakhir responden pada tingkat SD berada pada presentase 37%, tingkat SLTP berada pada presentase 29%, tingkat SLTA berada pada presentase 27%, tingkat S1 berada pada presentase 6%, sedangkan responden yang tidak tamat SD berada pada presentase 1% sehingga dari besarnya jumlah presentase dapat disimpulkan bahwa jenjang pendidikan terakhir responden yang paling mendominasi adalah pada tingkat SD. Tabel 1. Jenjang Pendidikan Terakhir Responden Jenjang Pendidikan Terakhir Frekuensi Presentase SLTP SLTA Tidak Tamat SD Total Sumber: Data Hasil Pengelolan Kuesioner Penelitian 2020 Status Kepependudukan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo kepada 70 orang yang tersebar di 3 dusun, maka dapat diketahui status kependudukan responden yang menyandang status sebagai penduduk asli berada pada presentase 84%, sedangkan yang menyandang status sebagai Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X pendatang berada pada presentase 16% sehingga dari presentase tersebut menunjukkan bahwa status kependudukan responden yang paling mendominasi adalah responden yang menyandang status sebagai penduduk asli yang merupakan penduduk yang lahir di desa tersebut. Daerah Asal Responden Berdasarkan hasil penenlitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo, maka dapat dilihat daerah asal dari masing-masing responden yang berasal dari Wombo Kalonggo itu sendiri berada pada presentase 81%, yang berasal dari Kota Palu/Kelurahan Lain di Kota Palu berada pada presentase 9%, dan yang berasal dari Luar Kota Palu berada pada presentase 10% sehingga dari besarnya jumlah presentase dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk Desa Wombo Kalonggo merupakan penduduk dari desa itu Agama Responden Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Wombo Kalonggo kepada 70 orang yang tersebar di 3 dusun, maka responden yang beragama islam berada pada presentase 100% sedangkan responden yang beragama Kristen/hindu/Buddha/konghucu berada pada presentase 0%, sehingga dari hasil presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa penduduk di desa tersebut hanya memiliki satu agama yakni agama islam. Karakteristik Ekonomi Responden Pekerjaan Utama Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo, maka dapat dilihat bahwa responden yang Tidak Bekerja/Usia Lanjut dan Sopir berada pada presentase 6%, pekerjaan utama responden sebagai PNS/TNI/POLRI dan Honorer berada pada presentase 4%, sebagai Wiraswasta/Karyawan Swasta/Wirausaha berada pada presentase 14%, sebagai Buruh/Serabutan 10%, sebagai Petani 53%, dan sebagai Industri Rumah Tangga 3%. Pendapatan Utama Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Wombo Kalonggo kepada 70 orang yang tersebar di 3 dusun, maka dapat dilihat responden yang tidak memiliki pendapatan berada pada presentase 44%, yang memiliki Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X pendapatan sebesar >1jt-2jt berada pada presentase 42%, dan yang memiliki pendapatan sebesar 2,5jt-<3jt berada pada presentase 14% sehingga dari besarnya presentase yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sebagian masyarakat di Desa Wombo Kalonggo yang paling mendominasi adalah responden yang bekerja sebagai petani namun tidak memiliki pendapatan. Hal ini dikarenakan sebagian responden yang memiliki pekerjaan sebagai petani merupakan petani sawah sehingga hasilnya tidak dijual tetapi untuk dimakan sehari-hari. Tabel 2. Jenis Pekerjaan dan Pendapatan Utama Responden Pendapatan Utama Presen Tidak Pekerjaan Utama Frekuensi 1>jt2,5 jttase 2 jt 31-2jt berada pada presentase 26%, dan responden yang memiliki pendapatan sebesar 2,5<3jt berada pada presentase 4% sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian masyarakat di Desa Wombo Kalonggo yang dijadikan sampel penelitian tidak memiliki pekerjaan sampingan sehingga tidak memiliki pendapatan sampingan pula. Tabel 3. Jenis Pekerjaan dan Pendapatan Sampingan Responden Pendapatan Sampingan Pekerjaan Presen Tidak 1>jt2,5 jt- Frekuensi tase Sampingan 32Ha berada pada presentase 6% sehingga dari presentase tersebut dapat dijelaskan bahwa karakteristik lahan pertanian responden yang paling mendominasi adalah adalah responden yang memiliki lahan pribadi dengan luas seluas 1Ha. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat Desa Wombo Kalonggo bergelut pada bidang pertanian dan hal ini juga berbanding lurus dengan jenis pekerjaan responden yang dapat dilihat pada tabel 4. yang sudah diuraikan sebelumnya. Tabel 4. Kepemilikan dan Penguasaan Lahan Luas Lahan Kepemilikan Presen Frekuensi 1Ha Lahan Tidak memiliki Lahan Memiliki Lahan Total Sumber: Data Hasil Pengelolaan Kuesioner Penelitian 2020 Berkaitan dengan karakteristik lahan pertanian tersebut dapat dijelaskan dari 70 responden yang menjadi sampel penelitian yang tersebar di 3 dusun sebagian menyatakan bahwa lahan pertanian yang mereka miliki digarap sendiri dan hasilnya dikelola sendiri, namun ada beberapa responden juga yang menyatakan bahwa lahan pertanian yang mereka miliki digarap oleh Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X saudara maksudnya adalah lahan pertanian tersebut dikelola secara bergantian dengan syarat bagi hasil hal demikian terjadi karena lahan yang digarap oleh responden adalah lahan yang masih milik orang tua dan belum menjadi warisan. Adapun hasil dari lahan pertanian tersebut yang merupakan jawaban dari ke-70 responden berupa padi, cingkeh, kemiri, kelapa, jagung, bawang goreng, dan cabe. Karakteristik Ternak Responden Kepemilikan Ternak Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo terhadap 70 responden di 3 dusun, maka dapat dilihat bahwa responden yang tidak memiliki hewan ternak berada pada presentase 56% sedangkan responden yang memiliki ternak berada pada presentase 44% sehingga dari presentase tersebut kepemilikan ternak responden yang paling mendominasi adalah responden yang tidak memiliki ternak. Adapun jenis ternak di Desa Wombo Kalonggo cukup beragam mulai dari kambing, sapi, ayam dan bebek. Tabel 5. Kepemilikan Ternak Responden Kepemilikan Ternak Frekuensi Presentase Tidak memiliki ternak Memiliki Ternak Total Sumber: Data Hasil Pengelolaan Kuesioner Penelitian 2020 . Karakteristik Tingkat Kekayaan Responden Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo kepada 70 responden yang tersebar di 3 dusun, maka diperoleh hasil tingkat kekayaan responden dengan jumlah 1jt berada pada presentase 90% sehingga dari hasil tabulasi bahwa kondisi ekonomi di Desa Wombo Kalonggo dapat dikatakan sejahtera jika ditinajau dari jumlah kekayaan masyarakatanya. Tabel 6. Tingkat Kekayaan Responden Jumlah Kekayaan Keluarga Frekuensi Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Presentase% Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X 1<-1. 000-2> jt Total Sumber: Data Hasil Pengelolaan Kuesioner Penelitian 2020 . Kondisi Sosial-Kemasyarakatan Mengenai Fenomena Sosial Tanggapan Responden Terhadap Tata Nilai Masyarakat Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Desa Wombo Kalonggo kepada 70 responden yang tersebar di 3 dusun, maka diperoleh jawaban responden terhadap fenomena sosial melalui peribadatan rutin keagamaan yang menyatakan sangat tinggi sebanyak 73%, tinggi sebanyak 26%, sedang sebanyak 1%, rendah dan sangat rendah/tidak ada sebanyak 0% dengan total Kemudian, jawaban responden terhadap fenomena sosial melalui kegiatan keagamaan lainnya yang menyatakan sangat tinggi sebanyak 43%, tinggi sebanyak 53%, sedang sebanyak 3%, rendah sebanyak 1% dan sangat rendah sebanyak 0% dengan total nilai 306. Selanjutnya, jawaban responden terhadap fenomena sosial melalui kenakalan remaja yang menyatakan sangat tinggi dan tinggi sebanyak 0%, sedang sebanyak 53%, rendah sebanyak 46%, dan sangat rendah/tidak ada sebanyak 1% dengan total nilai 176. Selanjutnya, jawaban responden terhadap fenomena sosial melalui penyalahgunaan obat terlarang dan narkotika yang menyatakan sangat tinggi dan tinggi sebanyak 0%, sedang sebanyak 4%, rendah sebanyak 70%, dan sangat rendah/tidak ada sebanyak 26% dengan total nilai 116. Selanjutnya, jawaban responden terhadap fenomena sosial melalui perjudian . lektrik dan non elektri. yang menyatakan sangat tinggi dan tinggi sebanyak 0%, sedang sebanyak 3%, rendah sebanyak 77%, dan sangat rendah/tidak ada sebanyak 20% dengan total nilai 128. Selanjutnya, jawaban responden terhadap fenomena sosial melalui minuman keras . yang menyatakan sangat tinggi, tinggi dan sedang sebanyak 0%, rendah sebanyak 66%, dan sangat rendah/tidak ada sebanyak 34% dengan total nilai 116. Selanjutnya, jawaban responden terhadap fenomena sosial melalui wanita dan pria tuna susila (PTS/WTS) yang Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X menyatakan sangat tinggi, tinggi, dan sedang sebanyak 0%, rendah sebanyak 40%, dan sangat rendah/tidak ada sebanyak 60% dengan total nilai 98. Tabel 7. Tanggapan Responden Terhadap Tata Nilai Masyarakat Kriteria Kriteria Frekue Persentase Fenomena Nilai Jawaban Sosial Peribadatan Rutin Sangat tinggi Keagamaan Tinggi Kegiatan Keagamaan Lainnya Kenakalan Remaja Sedang Rendah Sangat rendah/tidak Ada Total Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah/tidak Total Sangat tinggi Tinggi Sedang Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Penyalahgunaa n Obat Terlarang dan Narkotika Perjudian (Elektrik dan Non Elektri. Minuman Keras (Mira. ISSN: 1693-220X Rendah Sangat rendah/tidak Total Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah/tidak Total Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah/Tidak Ada Total Sangat tinggi Tinggi Sedang Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Rendah ISSN: 1693-220X Sangat rendah/tidak Pria dan Wanita Total Tuna Susila Sangat tinggi (PTS/WTS) Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah/tidak Total IV. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Desa Wombo Kalonggo maka dapat disimpulkan bahwa: Kondisi sosial masyarakat Desa Wombo Kalonggo memiliki tingkat solidaritas yang tinggi, seperti adat yang masih cukup kental dan kegotongroyongan tiap warganya yang memiliki sikap saling membantu antar warga, juga dengan merujuk kepada fenomena sosial yang terjadi melalui tata nilai masyarakat kejahatan antar warga hampir tidak Kondisi ekonomi masyarakatDesa Wombo Kalonggo termasuk ke dalam kategori pra sejahtera, hal ini dibuktikan dari pendapatan tiap keluarga yang dihasilkan melalui pendapatan utama maupun pendapatan sampingan juga usaha seperti industri bawang goreng. Sebagai rintisan desa wisata. Desa Wombo Kalonggo memiliki banyak destinasi wisata yang unik-unik yang dapat dijadikan sebagai modal untuk menjadikan dan membawa penduduk desa menuju kepada keadaan yang lebih baik dan sejahtera, sehingga lembaga masyarakat dapat mewadahi kegiatan-kegiatan yang dapat mensejahterakan masyarakat. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X DAFTAR PUSTAKA