Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Manajemen Pemeliharaan dan Pakan Usaha Peternakan Kerbau di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar (Rearing and feeding Management of Buffalo Farming in Tinambung District. Polewali Mandar Regenc. Ruth Dameria Haloho*. Marsudi. Aswin Program Studi Peternakan. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Sulawesi Barat *Corresponding author: ruthdameria. haloho@unsulbar. ABSTRACT The aim of this study is to evaluate the rearing and feeding management of buffalo farming. The research was conducted in Tinambung Village. Tinambung District. The method used in this study was a survey method, involving 30 buffalo farmers as respondents. Data were analyzed descriptively. The results indicate that buffalo farming practices among the farmers are still very traditional and extensive, where the animals are mainly grazed. Buffaloes are only confined in pens during the calving period. The feeding management applied by the farmers is inadequate to meet the nutritional needs of the buffalo. Grazing alone does not fulfill the feed requirements, as the animals are not provided with supplementary feed such as concentrates. Furthermore, the frequency and method of feeding are still inappropriate. It could be concluded that buffalo farmers have not yet implemented proper maintenance management and feeding practices for their livestock. Keywords: Buffalo. Feeding. Management. Rearing ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi manajemen pemeliharaan dan pakan yang diberikan kepada ternak kerbau. Lokasi Penelitian berada di Desa Tinambung Kecamatan Tinambung. Metode penelitian yang digunakan metode survei. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 30 peternak kerbau. Analisis data secara dilakukan secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan ternak kerbau yang dilakukan peternak masih sangat tradisional yang dilakukan secara ekstensif dimana ternak kerbau diperlihara dengan cara digembalakan. Ternak kerbau dikandangkan hanya pada saat melahirkan Manajemen pemberian pakan yang diterapkan peternak masih belum tepat untuk memenuhi kebutuhan Jumlah pakan belum memenuhi kebutuhan oleh karena kerbau hanya digembalakan. Ternak tidak diberi pakan berupa konsentrat, serta frekuensi dan cara pemberian pakan yang belum tepat. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat peternak kerbau belum menerapkan manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan yang baik terhadap ternak kerbau. Kata Kunci: Kerbau. Manajemen. Pakan. Pemeliharaan AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Haloho et al. | Seminar Nasional PKP I . : 97 Ae 101 Pendahuluan sebagai metode utama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak mereka. Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas sistem pemeliharaan dan pakan yang diterapkan dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan ternak kerbau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pemeliharaan dan pemberian pakan ternak kerbau yang dilakukan oleh peternak di Desa Tinambung. Indonesia dengan jumlah penduduk melebihi 278,69 juta . sangat memerlukan adanya ketahanan pangan dari aspek hewani yaitu ternak. Pangan yang menjadi hal yang diperlukana dalah protein hewani . Kerbau merupakan salah satu ternak yang dapat mendukung kecukupan daging nasional. Kerbau memeiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat dikenal dengan Bubalus bubalis Linn. merupakan ternak yang memiliki fungsi sangat strategis di Negara Asia. Eropa, dan Amerika . Kerbau merupakan ternak ruminansia yang mempunyai kemampuan khusus dalam mencerna pakan yang berkualitas rendah untuk mempertahankan hidup dan kerbau mampu hidup dideaerah yang sulit. Kerbau juga digunakan dalam acara sosial maupun budaya di beberapa daerah yang ada di Indonesia (Jumlah populasi ternak kerbau di Kabupaten Polewali Mandar sebesar 12 ekor pada Tahun 2019 . Kecamatan Tinambung kecamatan yang memiliki kerbau. Ternak kerbau masih menjadi salah satu sumber pendapatan bagi peternak. Namun, manajemen pemeliharaan ternak kerbau sering kali masih Sistem pemeliharaan yang dilakukan secara ekstensif, di mana ternak kerbau dibiarkan merumput di padang rumput, sering kali menyebabkan rendahnya produktivitas ternak karena keterbatasan asupan pakan yang diberikan. Pakan adalah salah satu faktor penting dalam pemeliharaan ternak karena berperan langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan produksi ternak. Ketidaktepatan dalam pemberian pakan, baik dari segi jumlah maupun jenis pakan, dapat mempengaruhi tingkat produktivitas dan kesejahteraan ternak kerbau . , . Pada pemeliharaan secara ekstensif, ternak kerbau hanya mengandalkan rumput lapangan yang mungkin tidak mencukupi kebutuhan nutrisi mereka, terutama pada masa-masa kritis seperti saat bunting atau menyusui . Kecamatan Tinambung merupakan salah satu desa di mana sistem pemeliharaan ternak kerbau secara tradisional masih banyak Peternak di daerah ini sebagian besar mengandalkan praktik penggembalaan Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian usaha ternak kerbau dilakukan di Desa Tinambung Polewali Mandar yang dilaksanakan Bulan Juni-Juli 2024 Responden Responden yang digunakan adalah peternak kerbau yang ada di Desa Tinambung Kecamatan Tinambung. Prosedur Penelitian Prosedur pengumpulan data dengan metode survey, menggunakan bantuan kuisioner sebagai instrumen penelitian, dalam instrumen tersebut dibuat daftar pertanyaan/pernyataan secara terstruktur Tahapan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara . , dan Jumlah responden yang diambil sebanyak 30 peternak kerbau rakyat. Variabel yang Diamati Variabel yang diamati adalah manajemen pemeliharaan dan pakan. Analisis Data Data yang diperoleh akan dianalisis membandingkan dengan hasil penelitian yang Hasil dan Pembahasan Pengembalaan Kerbau Berdasarkan hasil penelitian Tabel 1, sistem pemeliharaan kerbau di Kecamatan Polewali Mandar masih sangat tradisional. Haloho et al. | Seminar Nasional PKP I . : 97 Ae 101 Pemeliharaan ternak masih bersifat ekstensif. Ternak dilepaskan dari pagi hingga sore hari. Manajemen pemeliharaan dalam upaya tradisional karena belum ada sentuhan teknologi terpadu baik untuk peningkatan populasi ternak. diterapkan di Kecamatan Tinambung disajikan pada Gambar 1, 2, dan . Cara mengembalakan kerbau Pada saat menggembalakan kerbaunya, pengembala tidak menggunakan kendaraan bermotor tetapi berjalan kaki. Bentuk kearifan lokal ini merupakan cerminan pemikiran-pemikiran menggunakan kendaraan bermotor dalam aktivitas mengembala kerbaunya. Konsep ini meminimalkan penggunaan sumberdaya alam, mengurangi pencemaran lingkungan dan konsep hemat energi. Setiap pagi, peternak atau pemilik kandang membuka kandang dan melepaskan kerbaunya di padang pengembalaan sementara yang ada di sekitar areal pekandangan. Kemudian pengembala yang mendapatkan jadwal mengembala pada tersebut, datang untuk selanjutnya mengembalakan kerbaukerbau yang berada di areal pekandangan tersebut ke padang pengembalaan yang jaraknya 2 Ae 3 km dari areal pekandangan. Hal ini sesuai dengan pendapat Asriany . yang menyatakan bahwa pengembalaan ternak kerbau dilakukan dengan cara berjalan kaki dan pengembalaan dimulai pada pagi hari. Tabel 1. Sistem perkandangan dan pakan usaha peternakan kerbau di Sulawesi Barat Keterangan Pemeliharaan Pemeliharaan ternak dari pagi hari jam 06. Kerbau ditambat pada pukul Pemberian pakan rumput segar, rumput lapang, dan jerami padi Jumlah Sumber: Data primer yang telah diolah . Sistem Pemeliharaan Kecamatan Polewali Mandar masih sangat Pemeliharaan ternak masih bersifat Ternak dilepaskan dari pagi hingga sore hari. Manajemen pemeliharaan dalam upaya pengembangan kerbau masih sangat tradisional karena belum ada sentuhan teknologi terpadu baik untuk peningkatan populasi ternak. Manajemen pemeliharaan ternak dimulai pada pukul 06. 00 pagi kerbau mulai dilepas dan digembalakan, kerbau tersebut dilepaskan dan memakan rumput atau dikenal dengan istilah merumput. Setelah itu pada sore pukul 16:00 Ae 17:00 ternak kerbau akan dibawa kembali untuk diikat, sebelum malam datang. Ternak yang diikat meliputi ternak dewasa baik indukan mapun pejantan. Agar ternak lainya yaitu gudel yang merupakan anak kerbau tidak pergi jauh dari area tersebut manajemen perkandangan dilakukan dengan mengikat induknya. Model kandang kerbau yang digunakan oleh petani/peternak kerbau menggunakan dua metode perkandangan yaitu sistem ekstensif dan intensif. Sistem perkandangan ekstensif digunakan untuk kerbau berumur 2 Ae 3 tahun, sedangkan kandang intensif digunakan untuk kerbau yang butuh perhatian khusus, seperti kerbau yang bunting dan melahirkan (Gambar Gambar sistem pemeliharaan kerbau yang Gambar 1. Kandang yang digunakan kerbau yamg bunting tua Gambar 2. Pemeliharaan Kerbau Haloho et al. | Seminar Nasional PKP I . : 97 Ae 101 kebutuhan gizi pada ternak. Dengan kata lain bahwa dalam sistem pemeliharaan ternak kerbau belang di Kecamatan Mamasa, peternak belum memperhatikan faktor pakan. Pemeliharaan ternak yang baik jika ternak diperlihara secara Hal ini sesuai dengan pendapat Sandi et al. bahwa cara pemberian pakan di Desa Sejaro Sakti dengan kombinasi yaitu penggembalaan dan kereman merupakan cara pemberian pakan yang terbaik. Tujuan dari metode ini adalah agar ternak memperoleh berat badan yang tinggi karena tidak melakukan exercise seperti di padang Peternak didaerah ini menerapkan dengan cara kombinasi tetapi mengalami kelemahan karna pakan yang diberikan hanya sesuai ketersediaan. Gambar 3. Kandang kerbau Manajemen pemeliharaan ternak kerbau umumnya dilepas pada padang pengembalaan dan jarang dimasukkan di dalam kandang. Hal ini sesuai dengan pendapat Halolo et al. yang melaporkan bahwa di luar pulau Jawa ternak kerbau dipelihara dalam jumlah besar dengan sistem ektensif atau dipelihara di pangonan umum . avanna, stepa, atau tundr. yang didominasi oleh rerumputan alam yang praktis belum ada campur tangan manusia. Manajemen perkandangan ternak yang baik dan berkualitas akan memberikan keuntungan yang baik dan besar bagi peternak sehingga memudahkan dalam pengawasan, pemberian pakan, pencegahan dan pengobatan penyakit, serta ternak terhindar dari terik matahari dan Kesimpulan Hasil penelitian bahwa pemeliharaan ternak kerbau masih sangat tradisional yaitu secara ekstensif dan peternak belum menerapkan manajemen pemberian pakan yang baik terhadap ternak kerbau. Pemberian Pakan Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset, dan Teknologi di Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Teknologi. Republik Indonesia atas dukungan pendanaan yang diberikan dalam rangka kegiatan Penelitian Kerjasama Dalam Negri sebagaimana tercantum dalam surat keputusan nomor 192/UN55. C/PG/2024. Pakan yang diberikan kepada kerbau di Kecamata Tinambung sebagian besar terdiri dari pakan alami, yang meliputi: Hijauan segar, rumput lapang, dan jerami padi (Tabel Jerami padi diberikan saat musim panen. Pada musim panen, peternak sering menggunakan jerami padi sebagai pakan untuk Frekuensi pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore (Tabel . Pada pagi hari, kerbau diberi rumput segar. Peternak hanya memberikan rumput kepada ternak kerbau tanpa memberikan pakan Kurangnya sumber pakan bagi ternak kerbau didesa Tinambung. Pemberian Desa Tinambung memperhatikan kecukupan pakan ternak untuk ternak tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Rompis et al. peternak di Kecamatan Mamasa belum memperhatikan jumlah dan kebutuhan zat-zat gizi dalam pakannya Mereka hanya memberikan jenis rumput gajah yang dicampur air garam dan kurang memberikan makanan tambahan yang dapat Daftar Pustaka