JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Pemahaman. Kesiapan dan Potensi Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Pelayanan Kesehatan di Klinik Pratama Nurhasmadiar Nandini1*. Rani Tiyas Budiyanti1. Sutopo Patria Jati1 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro. Semarang *email : nurhasmadiar@lecturer. Keywords: ABSTRACT Artificial Intelligence, primary clinic. Understanding. Readiness. Potential The use of Artificial Intelligence (AI) in healthcare facilities has begun to be implemented at both the hospital and primary healthcare facilities levels, although it is still limited and simple. This study aims to analyze the understanding of staff, the readiness of staff and organizations, and the potential use of AI to support healthcare services in primary clinics. This is a qualitative study conducted from March to October 2025 at two primary clinics in Semarang City. Informants in this study were clinic managers, doctors, and clinic Data collection was conducted through in-depth interviews with Data analysis used content analysis techniques. The results show that the basic understanding of staff at the clinics is quite good, but detailed technical instructions and training are still needed. The clinics are quite ready in terms of infrastructure to support the use of AI. The potential for AI utilization is still vast, for example, for early detection, patient education, and other health and support services, if detailed guidelines and limitations are in place to ensure quality and safe healthcare. Staff at primary clinics have begun to utilize AI in several aspects, but still need expansion and more in-depth training to optimize the use of AI to provide effective, efficient, and safe healthcare. Kata Kunci ABSTRAK Artificial Intelligence (AI). Klinik Pratama. Pemahaman. Kesiapan. Potensi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di fasilitas pelayanan kesehatan sudah mulai diimplementasikan baik di tingkat rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama walaupun masih terbatas dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman petugas, kesiapan petugas dan organisasi, serta potensi pemanfaatan AI untuk mendukung pelayanan kesehatan di klinik Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Maret - Oktober 2025 di 2 klinik pratama di Kota Semarang. Informan pada penelitian ini adalah penanggung jawab klinik, dokter, dan administrator klinik. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada para Analisis data menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dasar petugas di klinik sudah cukup baik, namun masih diperlukan petunjuk teknis yang detail dan pelatihan. Klinik sudah cukup siap dari segi sarana prasarana untuk mendukung pemanfaatan AI. Potensi 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ pemanfaatan AI masih sangat luas dan bervariasi misalnya untuk deteksi dini, edukasi kepada pasien dan pelayanan kesehatan maupun pendukung lainnya, jika sudah terdapat pedoman detail serta batasan untuk menjamin pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman. Petugas di klinik pratama sudah mulai memanfaatkan AI dalam beberapa aspek namun masih perlu perluasan dan pelatihan lebih mendalam dalam mengoptimalkan pemanfaatan AI untuk memberikan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan aman. Korespondensi Penulis: Nurhasmadiar Nandini Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro. Semarang Email : nurhasmadiar@lecturer. Submitted : 15-04-2026. Accepted : 29-04-2026. Published : 01-06-2026 Copyright . 2024 The Author . This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA PENDAHULUAN Transformasi digital dalam sektor kesehatan terus berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi, salah satunya adalah dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pemanfaatan AI dalam pelayanan kesehatan berpotensi meningkatkan layanan kesehatan dengan meningkatkan efisiensi, akurasi dan efektivitas (Sanhaji and Hizbullah, 2023. Abdelmohsen and AlAajabri. Pemanfaatan AI di fasilitas pelayanan kesehatan sudah mulai diimplementasikan baik di tingkat rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun pemanfaatan AI di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) masih berada pada tahap awal dan belum merata. Pemanfaatan AI masih cenderung terbatas dan sederhana misalnya pada pengembangan chatbot, mendukung pengambilan Keputusan, efisiensi administrasi, dan lainnya (Rahmadani. Rahmadila and Oktaviano, 2. Hal ini menunjukkan masih adanya potensi untuk memperluas pemanfaatan AI di pelayanan kesehatan namun tetap dengan mempertimbangkan etika dan batasan sesuai kebijakan yang berlaku (Budiyanti. Nandini and Jati, 2. Keberhasilan implementasi AI dalam layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pemahaman tenaga kesehatan, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur dan organisasi. Kurangnya literasi digital dan pemahaman terhadap AI dapat menjadi hambatan dalam pemanfaatan teknologi ini secara optimal. Di sisi lain, kekhawatiran terkait akurasi, keamanan data, serta potensi berkurangnya peran manusia dalam pengambilan keputusan klinis juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan. Klinik pratama sebagai garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan memberikan pelayanan kesehatan yang cukup kompleks. Karena itu, penting untuk mengeksplorasi lebih jauh mengenai bagaimana pemahaman, kesiapan dan potensi pemanfaatan AI di pelayanan kesehatan khususnya di tingkat pelayanan primer. Penelitian lain mengenai pemanfaatan AI utamanya mengenai pemanfaatan yang telah dilakukan, atau hambatan dalam pemanfaatan AI atau terkait pengambilan Keputusan menggunakan AI atau isu terkait etik pada pemanfaatan AI di institusi pelayanan kesehatan (Gomez-Cabello et al. , 2024. Sablone et al. , 2. Sedangkan pada penelitian ini fokus pada pemahaman, kesiapan serta potensi pada Klinik 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Pratama, yang selama ini belum banyak menjadi lokus penelitian. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan gambaran kebutuhan pengembangan AI di pelayanan kesehatan tingkat pertama khususnya klinik pratama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman petugas, kesiapan petugas dan organisasi, serta potensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pelayanan kesehatan di klinik pratama. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Oktober 2025. Pengambilan data dilakukan di 2 fasilitas kesehatan Tingkat pertama (FKTP) Klinik X dan Klinik Y di Kota Semarang. Informan dipilih dengan metode purposive dengan kriteria inklusi yaitu bekerja di klinik pratama selama minimal 1 tahun, dan terlibat pada proses pelayanan dan penggunaan sistem informasi di klinik. Informan pada penelitian ini adalah penanggung jawab klinik, dokter, dan administrator klinik. Pengambilan data dilakukan dnegan wawancara mendalam kepada para informan. Analisis data menggunakan Teknik content analysis. Variabel yang dianalisis pada penelitian ini adalah pemahaman petugas, kesiapan dan potensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di klinik pratama. Penelitian ini telah lolos kaji etik dengan nomor sertifikat 144/EA/KEPK-FKM/2025 yang diterbitkan oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. HASIL DAN PEMBAHASAN Klinik X dan Klinik Y merupakan FKTP di Kota Semarang yang menyediakan pelayanan praktek dokter umum, dokter gigi, dan vaksinasi. Kedua klinik tersebut juga melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Wawancara mendalam dilakukan kepada 6 orang informan dengan rincian 3 orang dari Klinik X dan 3 orang informan dari klinik Y. Seluruh informan telah bekerja di klinik X maupun Y selama lebih dari 5 tahun. Tabel 1. Ringkasan Hasil Aspek Hasil Pemahaman Informan sudah memahami dasar pemanfaatan AI, namun hanya sebatas untuk pencarian informasi atau referensi tambahan. Kesiapan Informan menyatakan bahwa infrastruktur sudah dinilai siap karena sudah menggunakan rekam medis berbasis elektronik dan pelayanan lainnya juga sudah berbasis elektronik. Namun untuk SDM, masih dibutuhkan pelatihan lebih mendalam mengenai pemanfaatan AI untuk pelayanan kesehatan, khususnya terkait aspek etika, dan batasanbatasan pemanfaatan AI dalam pelayanan kesehatan Potensi Potensi pemanfaatan AI untuk mendukung pelayanan masih sangat luas, misalnya untuk edukasi kepada pasien, layanan chatbot, atau layanan lainnya yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan kesehatan di klinik pratama. Pemahaman Petugas terhadap Aritificial Intelligence (AI) dalam Pelayanan Kesehatan Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa seluruh informan telah memiliki pemahaman dasar mengenai AI. Informan menyatakan bahwa AI bermanfaat dalam layanan kesehatan untuk membantu memberikan informasi terkait kesehatan maupun mendukung dalam proses pengambilan keputusan. Berbagai penelitian menyatakan bahwa AI telah menjadi suatu instrumen yang sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam membantu meningkatkan keakuratan diagnosis, memberikan referensi terkait rekomendasi terapi atau pengobatan, 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ memperkirakan kemungkinan komplikasi, dan optimalisasi sistem kerja di pelayanan kesehatan (Petitgand Cycile et al. , 2020. Yeo et al. , 2021. Gomez-Cabello et al. , 2024. Alsudairy et al. , 2. Dalam proses pengambilan Keputusan. AI bukanlah sebagai decision maker, namun sebagai second opinion atau membantu menyusun bahan diskusi. Hal ini karena informan merasa ragu terhadap akurasi penggunaan AI dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada diagnosis dan penentuan terapi. Informan juga menekankan bahwa penggunaan AI bukan untuk menggantikan tenaga kesehatan, namun untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. AuSaya tidak berani menggunakan AI untuk decision making, digunakan hanya sebagai ide dan input data yang menunjang decision makingAy (I. AuSebagai seorang dokter, decision making masih dari dokter. AI hanya sebagai bahan pelengkap dari sekian banyak yang bisa dokter lakukan, jadi tidak sepenuhnya langsung percaya pada AI. (I. Pemahaman petugas mengenai pemanfaatan AI masih pada tahap dasar, sehingga pemanfaatan AI untuk menunjang pelayanan kesehatan di klinik pratama juga masih sederhana. Sehingga masih dibutuhkan upaya edukasi berupa pelatihan yang didukung adanya pedoman yang lebih detail untuk menjamin pemanfaatan AI di pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Walaupun pemanfaatan AI dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan, namun petugas atau pengguna tetap harus melakukan pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa penggunaan AI aman dan efektif bagi pasien (Liyanage et al. , 2. Pengetahuan yang dibutuhkan juga mengenai regulasi dan etika dalam menggunakan teknologi AI. Karena pada sektor kesehatan, penggunaan AI dalam kesehatan membutuhkan regulasi yang komprehensif dan akurat (Asadi, 2. Pengetahuan dan pedoman mengenai regulasi ini akan membantu tenaga kesehatan untuk memahami sejauh mana AI dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan. Kesiapan Petugas dan Organisasi dalam Pemanfaatan Aritificial Intelligence (AI) Dari aspek kesiapan, klinik pratama pada umumnya telah memiliki infrastruktur digital yang memadai, seperti rekam medis elektronik dan sistem yang terintegrasi dengan layanan nasional. Ketersediaan perangkat teknologi dan jaringan internet relatif mendukung implementasi AI. Klinik Pratama X dan Y sudah memiliki infrastruktur seperti komputer, internet, dan lainnya. Klinik Pratama X dan Y telah menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan sistem SATU SEHAT dan BPJS Kesehatan. Namun, masih terdapat kendala pada penggunaan RME, misalnya error pada saat penggunaan, dan ketergantungan pada vendor pengembang RME ketika ada masalah tertentu. Selain itu sistem ini sangat bergantung pada koneksi internet. Kedua klinik sudah memiliki koneksi internet yang cukup baik, namun tidak menutup kemungkinan adanya masalah koneksi misalnya saat ada masalah pada Listrik atau cuaca yang menghambat koneksi internet. Meskipun demikian, kesiapan sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama, ditandai dengan belum meratanya literasi AI, belum adanya pelatihan khusus yang terstruktur, serta variasi kemampuan antar tenaga kesehatan dalam memanfaatkan teknologi tersebut. SDM di Klinik X dan Y mayoritas sudah familiar dengan sistem digital (RME, ds. dan cukup adaptif terhadap pengembangan teknologi dasar. Namun, belum ada pelatihan khusus yang terstruktur terkait pemanfaatan AI dalam pelayanan kesehatan, sehingga SDM belum memahami cara penggunaannya agar lebih optimal. 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Pemanfaatan AI masih bersifat sporadis dan individual sehingga masih dibutuhkan pelatihan atau pedoman teknis yang dapat digunakan sebagai acuan pada SDM di Klinik dalam memanfaatkan AI. Pemanfaatan AI di klinik pratama dapat berjalan optimal dan dapat dipastikan keamanannya jika sudah tersedia pedoman teknis yang jelas dan pelatihan yang adekuat bagi seluruh tenaga kesehatan (Jenko et , 2. Secara umum, institusi pelayanan kesehatan terbuka terhadap inovasi teknologi, khususnya AI. Dibuktikan dengan adanya langkah awal implementasi pemanfaatan AI, seperti penggunaan chatbot untuk menjawab pertanyaan umum dari pasien, digitalisasi layanan, dan lain sebagainya. Namun, untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan secara menyeluruh, dibutuhkan strategi khusus pemanfaatan AI serta roadmap pengembangan AI di klinik pratama. Penelitian lain juga menyatakan, untuk mendukung pemanfaatan AI di pelayanan kesehatan, dibutuhkan framework yang dapat memfasilitasi digital health designers, pengembang sistem informasi, pembuat kebijakan, dan stakeholder lain untuk menyusun, mengembangkan, mengimplementasikan, dan memonitoring seluruh proses secara terus menerus untuk menjamin pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas (Adnan et al. , 2. Potensi Pemanfaatan Aritificial Intelligence (AI) di Klinik Pratama Berdasarkan pemahaman dan kesiapan dari klinik pratama terkait pemanfaatan AI dalam pelayanan kesehatan, dapat dinyatakan bahwa AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan kepuasan pasien, misalnya pada area administrasi dan manajemen untuk pendaftaran pasien, penjadwalan, pada proses analisis data tren penyakit, pencatatan pelaporan kasus, dan lain sebagainya. Hasil penelitian juga menyatakan bahwa pemanfaatan AI juga menunjukkan potensi untuk meningkatkan kepuasan pasien misalnya dengan mengembangkan chatbot untuk menjawab pertanyaan pasien, edukasi kesehatan, merespon pertanyaan di Whatsapp atau media sosial lainnya, rekomendasi terapi simptomatik awal . engan pengawasan dan persetujuan dokte. , dan pelayanan kesehatan lainnya. Walaupun pemanfaatan AI masih terbatas, beberapa penelitian menyatakan bahwa sudah mulai terlihat potensi manfaatnya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi di pelayanan kesehatan misalnya dalam mengoptimalkan proses diagnosis, pengelolaan sistem informasi kesehatan, mendeteksi penyakit kronis lebih awal, mengurangi beban tenaga kerja medis, membantu perhitungan perkiraan biaya pelayanan kesehatan, dan lainnya (Avianta et al. , 2025. Rahmadani. Rahmadila and Oktaviano, 2. Diharapkan AI juga dapat membantu sebagai virtual assistant untuk pasien misalnya untuk pengingat minum obat, memberikan edukasi kesehatan yang bersifat personal, dan lainnya. Hasil penelitian juga menyebutkan bahwa diharapkan AI dapat diintegrasikan dengan wearable devices untuk membantu monitoring status kesehatan pasien dan memberikan notifikasi ketika dibutuhkan suatu tindakan khusus. AuAI sangat membantu untuk mengedukasi pasien. Jadi sebenarnya kita bikin konten-konten edukasi atau selebaran flyer pada kasus-kasus tertentu untuk pasien itu biasanya tanya ke AI supaya memudahkan kita untuk menjelaskan kepada pasien. Kadang juga kita udah bikin konten sendiri kemudian untuk memastikan apakah sudah cukup informatif atau belum untuk disampaikan kepada khalayak ramai, biasanya kita menggunakan AI. Ay (I. Penggunaan AI dalam menyusun materi edukasi kepada pasien dirasa sangat mempermudah pekerjaan tenaga kesehatan. Penelitian lain menyatakan bahwa penggunaan AI dan machine learning 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ memiliki peranan penting dalam menyusun materi edukasi kepada pasien. Selain materi secara umum, penggunaan AI juga membantu dalam menyusun materi edukasi yang lebih personal, sesuai dengan diagnose dan kebutuhan setiap individu pasien. Sehingga materi edukasi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran, reliabel dan memberikan dampak yang lebih besar bagi pasien (Rego Rodryguez. Germyn Flores and Vityn-Castillo, 2. SIMPULAN Secara umum, tenaga kesehatan telah memiliki pemahaman dasar yang cukup baik mengenai AI, terutama sebagai teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi kerja. Namun demikian. AI belum dipandang sebagai pengambil keputusan klinis, dan tetap menempatkan tenaga kesehatan sebagai penentu utama dalam pengambilan keputusan medis. Dari aspek kesiapan, klinik pratama pada umumnya telah memiliki infrastruktur digital yang memadai, seperti rekam medis elektronik dan sistem yang terintegrasi dengan layanan nasional. Secara keseluruhan. AI memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan di klinik pratama, namun implementasinya perlu dilakukan secara bertahap, terarah, dan tetap mengedepankan peran manusia sebagai pusat dalam pelayanan kesehatan . umancentered car. Diharapkan terdapat kebijakan yang lebih teknis khususnya terkait etika dan aturan dalam pemanfaatan AI di pelayanan kesehatan primer khususnya klinik pratama. Selain itu perlu dilakukan pelatihan terstruktur untuk mengoptimalkan pemanfaatan AI di pelayanan kesehatan misalnya untuk pembuatan chatbot, otomatisasi pendaftaran, deteksi dini penyakit, penyusunan media edukasi, dan lain UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro atas pendanaan untuk penelitian ini. Terima kasih juga kepada Klinik Pratama X dan Y serta seluruh informan yang terlibat, yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA