Vol. 11 No. : 84-118 DOI: https://doi. org/10. 47454/itqan. ISSN: 2442-255X, e-ISSN: 2579-6275 ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN BANGKALAN ABAD KE-19: Studi Komparatif antara Rasm UthmAni dan ImlAAoi PHILOLOGICAL ANALYSIS OF THE 19TH CENTURY BANGKALAN QURAN MANUSCRIPT: A Comparative Study between UthmAni and ImlAAoi Script A A:AEOE AEOEOO IEO ECI EEOI OA IEEI OA CI E A AICI IO EI EIOI OuEIEA Vika Madinatul Ilmi Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia madinatulvika@gmail. Siti Fahimah Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia sitifahimah@iai-tabah. Abstrak Studi ini melihat bagaimana rasm Al-Qur'an ditulis dalam manuskrip mushaf Bangkalan abad ke-19 dibandingkan dengan Mushaf Standar Indonesia (MSI). Studi ini penting karena tradisi penyalinan mushaf di Nusantara menunjukkan variasi lokal yang merefleksikan dinamika budaya, filologi, dan sejarah Islam di Indonesia. Ini tidak sepenuhnya mengikuti kaidah Rasm Uthmani sebagaimana diusulkan oleh Abu'Amr adDAn. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jenis perbedaan penulisan, menilai apakah kaidah rasm diterapkan secara konsisten dalam mushaf Bangkalan, dan memasukkan temuan ini ke dalam konteks perkembangan tradisi penyalinan Al-Qur'an di Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filologi, terutama analisis teks Al-Qur'an dari surah al-Baqarah yang digunakan sebagai sampel Data dikumpulkan dengan MSI melalui penelusuran manuskrip, dokumentasi, dan ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. verifikasi komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan, terutama dalam hal penerapan kaidah uadef yang berbeda- beda, penggunaan huruf alif pada beberapa lafaz, dan cara menulis kata-kata yang tidak sepenuhnya sesuai dengan rasm Uthmani. Sebagaimana ditunjukkan oleh pola ini, mushaf Bangkalan bukan hanya replikasi teks wahyu. itu adalah produk budaya yang mengandung identitas lokal dan hubungan antara tradisi keilmuan Islam dan konteks sosial masyarakat Madura. Penemuan penelitian ini menguatkan temuan penelitian sebelumnya Hakim . tentang kekayaan mushaf kuno Bangkalan, dan memberikan kontribusi baru dengan melakukan analisis perbandingan langsung antara manuskrip lokal dan MSI. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penelitian manuskrip mushaf Nusantara sangat penting untuk filologi dan untuk pelestarian warisan intelektual Islam, karena memperkaya pemahaman kita tentang keragaman jenis manuskrip yang ditemukan di Indonesia. Kata Kunci: Manuskrip Mushaf Bangkalan. Mushaf Standar Indonesia. Rasm Usmani Abstract This study investigates the differences in QurAoanic orthography . between a nineteenth-century manuscript from Bangkalan and the Indonesian Standard Mushaf (MSI). The significance of this research lies in the fact that QurAoanic manuscript traditions in the MalayAeIndonesian world did not fully adhere to the rules of rasm AoUthmAn as codified by Ab AoAmr al-DAn, but instead display local variations that reflect distinctive cultural, philological, and historical dynamics. The primary objectives are to identify the orthographic divergences, evaluate the consistency of their application within the Bangkalan manuscript, and contextualize these findings within the broader development of QurAoanic transmission in the archipelago. Employing a qualitative method with a philological approach, this study applies a descriptiveAecomparative analysis to selected passages from Srat al-Baqarah. Data were collected through direct examination of the manuscript, documentation, and comparative verification with MSI. The findings reveal significant variations, especially in the insertion of alif in specific words, the irregular application of uadef, and orthographic patterns that do not fully correspond to the standardized rasm AoUthmAn. Such features demonstrate that the Bangkalan manuscript represents not merely a reproduction of the sacred text, but also a cultural artifact that embodies local identity and the interaction between Islamic scholarly traditions and the social context of Madurese society. These results extend previous studies, including Hakim . , which highlighted the QurAoanic manuscript heritage of Bangkalan, by providing a direct comparison between local manuscripts and MSI. Thus, this research underscores the importance of studying Nusantara QurAoanic manuscripts both for philological purposes and for preserving Islamic intellectual heritage, thereby enriching our understanding of the diversity of QurAoanic writing traditions beyond the standardized canon. al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoanAA AAVol. 11 No. : 84-118AA AADoi: https://doi. org/10. 47454/itqan. AA86AA AAKeywords. Bangkalan Mushaf Manuscript. Indonesian Standard Mushaf. RasmAA AAUthmaniAA AIEAA AIOE NN E EOAO E I ECI EEOI OA IO Ia AUA AIEEI OA ECI E ICI I IEAA ECOO uEIOIOOA A(A . ) MSIA NN E INI EI CEO I IEAA OA EOE ONA AEIO IEOE EO OE EOIIOEO ECAO OEAOEOEOO OEOO EuEEIA AOA uIOIOOA . AN EIO E O EEIE CO EI EIOI EI CN OA AIO EOIA . ANA NN E uOE EA IO EEA OA EEA UAOCOOIA AI u EI CO EI C C EE IC OA IAA IEEA UAOI NNA AIE OA O C O CEO I ECI OA EOEA . AI NN EA AUA AIEIN IEOO I EC EAOEOEOOA UAOA EOE IA ECI EEOI II OA AEC EO I ON EOI OOA . AI I EOI II EE IEa AECOO uEIOIOO E OA IEO OEOOC OECC IECIA . ANA AI E I NIE EA IEOA UAA OA OC C EAA AIEEAA UAOI A EEA OA EEAA UAOOC E eI EO EA AIO UA AII I EI EIOIA . AEI N NN EII I IAA IEEA AEO I I IAO EEOOu E NO II COA o OE NOO IEO OEC IOA AECEO EEOI uEEOI OEOC EIO EEII IEOOA . AI I NNA AE I OAE uOEN E EOI (A )2015AOE OI IEAA ECOI OAA AUA AUA AO II EE u EOE ICI I IOA AuNIA AIEEA UAOCIA AIEO IEEO OIEAA ECOO uEIOIOOA . AOEOEA UAE NN EA ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. AOE NIO IO IEAA OA EOE EEAOEOEOO OEEA OEA A EIN ANII EEIO IEOO OA IO IEO EOAUAE EAEO uEEOIA AO OA uIOIOOA UA IEAA ECOO uEIOIOOAUA IO IAA IEEIA:AeI IEAOA AEI EIOIA Pendahuluan Diskursus rasm Al-QurAoan tidak hanya terfokus pada kajian mushaf Al-QurAoan modern, namun juga meluas pada manuskrip Al-QurAoan abad 19 Masehi. Perbedaan rasm menjadi salah satu problem transendental dalam perbandingan mushaf. 1 Sistem rasm pada setiap Al-QurAoan di dunia memiliki ciri khas yang berbeda dan signifikan. Perbedaan tersebut dapat dilihat melalui penulisan rasm dalam Mushaf Al-QurAoan Madinah (MAM) dan Mushaf Standar Indonesia (MSI). Penulisan rasm yang merujuk kepada dua ulama rasm, yakni Abu Amr ad- Dani dan Abu Dawud bin Sulaiman, namun pada realitanya tidak diterapkan dalam manuskrip mushaf AlQurAoan. Hal ini terjadi pada manuskrip mushaf Al-QurAoan dari Kabupaten Bangkalan. Dalam lafaz mAliki, manuskrip Bangkalan menggunakan kaidah itsbatul alif, sedangkan dalam kaidah rasm Usmaniy. Ad-Dani menggunakan kaidah uadzful alif. Hal ini membuktikan bahwa penuli san rasm Al-QurAoan di Nusantara memiliki ciri khas masing- masing. Perbedaan rasm mushaf Bangkalan dan MSI ditengarai beberapa faktor, salah satunya faktor rujukan riwayat. Seperti lafaz al-AoAlamin pada QurAoan MSI rasmnya tidak memakai alif sedangkan pada manuskrip Mushaf bangkalan memakai 1 Asep Saefullah. AuAspek Rasm. Tanda Baca, dan Kaligrafi pada Mushaf-mushaf Kuno Koleksi Bayt Al-QurAoan & Museum Istiqlal. Jakarta,Ay Suhuf 1, no. : 87Ae110, https://doi. org/10. 22548/shf. Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. e a a ca Alif. Lafaz A( O aOO ANOIAQS. Al-Baqarah Ayat . pada manuskrip huruf yaAo pertama menggunakan alif sedangkan pada MSI tidak menggunakan alif. Lafaz A OOIApada manuskrip menggunakan alif tetapi pada MSI tidak menggunakan alif. Kajian terhadap rasm Al-QurAoan, baik dari mushaf modern maupun manuskrip mushaf nusantara telah dikaji oleh sarjana Al-QurAoan. Beberapa penelitian memiliki kecenderungan yang berbeda, yakni kajian tentang kodikologi, rasm Al-QurAoan, dhabt Al-QurAoan, filologi, dan Sejarah Kajian tentang kodikologi ditulis oleh Jonni Syatri2. Ali Akbar3. Raden Angga4. Islah Gusmain5. Jajang A Rohman6. Tati Rahmayani7 dan Nor Lutfi Fais. 8 Kajian tentang Rasm Al-QurAoan ditulis oleh Nurul Istiqomah9. Fathul Amin10. Umi Almas. Tri Ulva Candra, dan Wandi Abdul 2 Jonni Syatri. AuMushaf Al-QurAoan Kuno di Museum Institut PTIQ Jakarta,Ay Suhuf 7, no. : 221Ae47, https://doi. org/10. 22548/shf. 3 Alii Akbar. AuManuskrip Al-QurAoan dari Sulawesi Barat Kajian Beberapa Aspek Kodikologi,Ay Suhuf 7, no. : 101Ae23, https://doi. org/10. 22548/shf. 4 Raden Angga Permana. AuKarakteristik Manuskrip Mushaf QurAoan Koto Padang Koleksi Museum Siginjai Jambi (Kajian Filolog. Ay (Thesis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 5 Islah Gusmian. AuManuskrip Keagamaan di Masjid Popongan: Kajian Kodikologi dan Pemetaan Isi,Ay DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies 4, no. : 249Ae74, https://doi. org/10. 22515/dinika. 6 Jajang A Rohmana. AuEmpat Manuskrip Alquran di Subang Jawa Barat (Studi Kodikologi Manuskrip Alqura. ,Ay Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya 3, no. : 1Ae 16, https://doi. org/10. 15575/jw. 7 Tati Rahmayani. AuKarakteristik Manuskrip Mushaf H. Abdul Ghaffar Di Madura,Ay Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara 3, no. : 59Ae80, https://doi. org/10. 32495/nun. 8 Nor Lutfi Fais dkk. AuMushaf Blawong Gogodalem: Interpretasi Sejarah Melalui Pendekatan Kodikologi,Ay SUHUF . 123Ae45, https://doi. org/10. 22548/shf. 9 Nurul Istiqomah. AuKarakteristik rasm dan sumber penafsiran Al-QurAoan (Fre. ,Ay QOF: Jurnal Studi Al-QurAoan Tafsir . 49Ae66, https://doi. org/10. 30762/qof. 10 Fathul Amin. AuKaidah Rasm Utsmani Dalam Mushaf Al-QurAoan Indonesia Sebagai Sumber Belajar Baca Tulis Al-QurAoan,Ay Tadris: Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan Islam 14, no. : 72Ae91, https://doi. org/10. 51675/jt. ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Rojak11. Edi Prayitno12. Aufal Minan13. Zaenal Arifin Madzkur14. Andrika Fithrotul Aini dkk15. RifAoatul Khanin dkk16. Bukhori dkk17 dan Luluk Asfiyatur Rohmah. 18 Kajian tentang Filologi ditulis oleh M Yahya dan Andrika Fithrotul Aini19. Elsa Mulazimah20. Tati Rahmayani21 dan Tri Febriyandi Amrullah. 22 Kajian QiraAoat ditulis oleh Hayati. Abdul Rahim. Ummy Almas dkk. AuPerbedaan Penulisan Rasm: Telaah IAojaz Rasm Al-QurAoan Perspektif M. Syamlul,Ay At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir 4, no. : 130Ae 45, https://doi. org/10. 53649/at-tahfidz. 12 Edi Prayitno. AuInkonsistensi Rasm dalam Manuskrip Mushaf Pleret Bantul di Yogyakarta (Kajian Filolgi dan Rasm Musha. Ay (Thesis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2. , https://digilib. uin-suka. id/id/eprint/29209/. 13 Aufal Minan. AuManuskrip Mushaf Al-QurAoan Koleksi Museum Sunan Drajat (Kajian Kodikologi. Rasm Dan QirAAoa. Ay (Skripsi. STAI Al-Anwar Sarang, 2. , https://repo. id/257/. 14 Zaenal Arifin Madzkur. AuDiskursus Ulumul-QurAoan tentang Ilmu dabth dan rasm Usmani. Kritik Atas Artikel Karakteristik Diakritik Mushaf Magribi. Arab Saudi dan Indonesia,Ay SUHUF 8, no. : 261Ae82, https://doi. org/10. 22548/shf. 15 Mohamad Yahya dan Adrika Fithrotul Aini. AuKarakteristik Dan Fragmen Sejarah Manuskrip Mushaf Alquran Dolah Bakri Bantul,Ay Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith . 235Ae62, https://doi. org/10. 15642/mutawatir. 16 Adrika Fithrotul Aini dkk. AuKarakteristik Rasm Dalam Manuskrip Mushhaf Al-QurAoan KH. Abdul Hamid Chasbullah,Ay Studia Quranika 8, no. : 183Ae213, https://doi. org/10. 21111/studiquran. 17 Buhori Buhori dkk. AuTelaah Rasm Pada Manuskrip Mushaf Al-QurAn Kuno Di Kalimantan Barat: Perbandingan Pada Manuskrip Mushaf Al-Quran Sanggau. Mushaf Ismahayana Landak Dan Mushaf Standar Indonesia,Ay Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-QurAoan dan Hadist 7, no. : 01Ae32, https://doi. org/10. 35132/albayan. 18 Luluk Asfiatur Rohmah. AuKajian Terhadap Rasm Dalam Naskah Mushaf Al-QurAoan Madura,Ay AL ITQAN: Jurnal Studi Al-QurAoan 4, no. : 27Ae54, https://doi. org/10. 47454/itqan. 19 Yahya dan Aini. AuKarakteristik Dan Fragmen Sejarah Manuskrip Mushaf Alquran Dolah Bakri Bantul. Ay 20 Elsa Mulazimah. AuTelaah Rasm Utsmani Dalam Manuskrip Mushaf Al-QurAoan Koleksi Jamal NasuhiAy (Tesis. UIN Sunan Ampel Surabaya, http://digilib. id/42000/. 21 Rahmayani. AuKarakteristik Manuskrip Mushaf H. Abdul Ghaffar Di Madura. Ay 22 Tri Febriandi Amrulloh dan Muhammad Naufal Hakim. AuKarakteristik Mushaf Kuno Ibrahim Ghozali Ponorogo,Ay Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara 7, no. : 209Ae42, https://doi. org/10. 32495/nun. Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Zainora dan Muhammad Lukman. 23 Kajian Sejarah ditulis oleh Hikmatul Jazilah. 24Kajian tentang dhabt ditulis oleh Muhammad Fitriadi 25. Isyroqotun Nashoiha dan Romlah Widayati. 26 Dari beberapa peneliti yang sudah disebutkan maka ditemukan gap penelitian yakni, beberapa peneliti tersebut tidak ada yang mengkaji manuskrip Bangkalan dari segi apapun. Jadi, penulis memilih untuk memgkaji manuskrip mushaf bangkalan dari segi rasm karena terdapat problem pada penulisan rasm manuskrip Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi dan mengembangkan penelitian yang sudah dikaji oleh sarjana Al-QurAoan. Fokus penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam karakteristik rasm yang terdapat pada manuskrip Al-QurAoan Bangkalan. Pemilihan kajian terhadap manuskrip mushaf Bangkalan dikarenakan tidak adanya identifikasi terhadap penulisan rasm pada kolofonnya. Hal tersebut menjadikan penulis tertarik untuk mengkaji rasm yang digunakan dalam penulisan manuskrip mushaf Bangkalan. Perbedaan rasm dan inkonsistensi penerapan kaidah rasm akan menjadi fokus penulis dalam menganalisis manuskrip mushaf Bangkalan. Melalui tujuan tersebut, terdapat dua rumusan masalah yang dimunculkan, . Bagaimana perbedaan penulisan rasm manuskrip Al-QurAoan Bangkalan dan Mushaf Standar Indonesia?. Bagaimana konsistensi penulisan rasm dalam Mushaf Bangkalan? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penulis menggunakan metode 23 Hayati binti Hussin dkk. AuJustifikasi Qiraat Di Dalam Manuskrip Ta Aomim Al-Manafi AoBi Qiraat Al-Imam Nafi AoKarangan Al-Tarmasi,Ay Jurnal al-Turath. Vol 1, no. : 52Ae 24 Hikmatul Jazila Daroini. AuSejarah Mushaf Al-QurAoan WonosoboAy (Thesis. Fakultas Ushuluddin Dakwah. Surakarta, //perpus. id/index. php?p=show_detail&id=11438&keywords=Sejarah Mushaf Al-Qur'an Wonosobo. 25 M Fitriadi. AuKarakteristik Dhabt Mushaf Nusantara (Perbandingan MSI dan Naskah Mushaf Ace. Ay (Thesis. Universitas PTIQ Jakarta, https://repository. id/id/eprint/383/. 26 Isyroqotun Nashoiha dan Romlah Widayati. AuForm. Consistency and Relevance of Dhabt in QurAoan Manuscript at Museum of Sunan Drajat Lamongan East Java,Ay Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-QurAoan dan Hadis 23, no. : 285Ae310, https://doi. org/10. 14421/qh. ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. kualitatif dengan pendekatan library research. Penelitian ini hanya akan membatasi QS. Al-Baqarah sebagai sampling data, di mana surah tersebut menjadi representasi surah terpanjang dalam Al-QurAoan. Sistem penulisan rasm Al-QurAoan memiliki ciri khas tersendiri di setiap masa. Karakteristik tersebut dipengaruhi beberapa faktor yang mengitari penulisan mushaf tersebut. Faktor pengetahuan, sejarah, dan tokoh menjadi salah satu penyebab perbedaan rasm Al- QurAoan di setiap Penulis berasumsi bahwa terdapat perbedaan penulisan rasm Al-QurAoan dalam setiap manuskrip dan mushaf, utamanya manuskrip AlQurAoan Bangkalan dan mushaf lainnya. Selain itu, penulisan rasm AlQurAoan di setiap masa juga terdapat faktor yang mempengaruhinya sehingga memunculkan asumsi bahwa setiap masa memiliki karakteristik rasm manuskrip yang berbeda juga. Penelitian ini akan membuktikan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan penulisan rasm tersebut. menghasilkan pembahasan yang sinkron dan akurat maka penulis memilih dan menganalisis rasm pada Surat Al-Baqarah kemudian dipetakan sesuai dengan kaidah Rasm Uthmani dan ditentukan kalimat mana yang masuk kategori Rasm Uthmani dan yang tidak sesuai dengan rasm uthmani. Metode Penelitian Objek utamanya adalah Sebuah manuskrip mushaf Al-Qur'an dari Bangkalan, yang diperkirakan berasal dari abad ke-19, saat ini disimpan di Museum Daerah Bangkalan. Madura. Manuskrip ini menjadi subjek penelitian karena kondisinya relatif masih utuh dan menampilkan corak penyalinan khas Nusantara, yang tidak sepenuhnya mengikuti kaidah rasm UtsmAn. Secara kodikologis, mushaf ini ditulis di atas kertas Eropa dengan tanda baca dan penanda surah menggunakan tinta merah. teks utama ditulis dengan tinta hitam. Terdiri dari lebih dari 500 halaman dalam format naskhi sederhana, ukurannya sekitar 32 x 20 cm. Halaman awal dan sampulnya dihiasi dengan ornamen geometris sederhana, dan tepi teks dibiarkan tanpa tampilan yang terlalu terang. Manuskrip masih cukup terawat secara fisik, meskipun beberapa lembar telah aus. Mempelajari Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. mushaf ini sangat penting karena mereka tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan teks agama, tetapi juga sebagai artefak budaya yang menunjukkan perubahan sosial, intelektual, dan keagamaan masyarakat Madura pada masa itu. Dengan menggunakan teks Surah al-Baqarah sebagai sampel, analisis berkonsentrasi pada perbandingan sistem penulisan mushaf Bangkalan dengan Mushaf Standar Indonesia (MSI). Penelitian filologi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif. Penelitian filologi dipilih karena subjek penelitian adalah manuskrip, yang memungkinkan penyelidikan tekstual yang menyeluruh terhadap sistem penulisan rasm. heuristik mengumpulkan data primer dari mushaf Bangkalan dan MSI serta literatur sekunder deskripsi kodikologis mengidentifikasi fitur fisik manuskrip, seperti ukuran, jumlah halaman, bahan kertas, jenis aksara, dan warna tinta. analisis teks membandingkan sistem penulisan rasm pada mushaf Bangkalan dengan standar MSI, terutama terkait penggunaan huruf alif, p, dan q. Sumber data penelitian ini diklasifikasikan menjadi primer dan Bahan pembanding adalah manuskrip mushaf Bangkalan dari abad ke-19 yang ditemukan di Museum Daerah Bangkalan dan Mushaf Standar Indonesia (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2. Sumber sekunder mencakup literatur modern mengenai mushaf Nusantara, seperti penelitian Hakim . tentang khazanah mushaf Bangkalan, dan karya klasik, seperti al-MuqniAo f MaAorifati MasAhif Ahl al-AmAr dan Mukhtaar alTabyn li-HijAAo al-Tanzl karya Ab DAwud bin SulaimAn. Setelah itu, data diolah secara kualitatif, dianalisis secara deskriptif, dan diinterpretasikan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menunjukkan tempat mushaf Bangkalan dalam khazanah penyalinan Al-Qur'an di Indonesia. Diskusi: Kajian Aspek Rasm Rasm memiliki peranan yang tidak terpisahkan dari penulisan mushaf Al-QurAoan. Istilah rasm berasal dari kata al-atsar, yang berarti bekas atau peninggalan, serta kata-kata lain seperti al-khat, al-kitabah, az-zabir, dan ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. as-satr27. Menurut Zainal Arifin Madzkur, secara etimologi, rasm memiliki arti yang sama dengan kata al-atsar, yang juga bermakna bekas atau 28 Sebagai contoh, lafaz A OEAAdalam Al-QurAoan, yang dinamakan rasm hanya tulisan hurufnya tanpa harakat. Hal ini membuktikan bahwa pemahaman tentang rasm sangat penting dalam konteks penulisan dan pembacaan Al-QurAoan. Diskursus sejarah rasm Al-QurAoan dimulai dari zaman Nabi, sahabat, sampai tabiin dengan berbentuk tradisi menghafal dan menulis. Tradisi menghafal muncul disebabkan bangsa Arab pada masa itu telah terbiasa menghafal syair panjang dan memiliki daya ingat yang kuat. Budaya tulis bangsa Arab semakin menampakkan kemajuannya seiring dengan kedatangan Islam. Rekaman sejarah mencatat nama Ibnu Qutaibah al-Dinawari . -276 H) yang berpendapat bahwa budaya tulis di kalangan Arab sebelum Islam datang sangatlah minim. Namun hal tersebut bertolak belakang dengan pendapat yang dikemukakan oleh Abu Muhammad Abd al-Malik ibnu Hisyam . 218 atau 213 H) dan Muhammad ibnu Jarir al- Thobari . -310 H), bahwa budaya tulis bangsa Arab telah lama berkembang jauh sebelum kedatangan Islam. 31 Beberapa bukti inskripsi penting dari beberapa generasi telah berhasil diungkap dan semakin memperjelas eksistensi peradaban menulis bangsa Arab. Pelestarian Al-QurAoan, baik melalui hafalan maupun penulisan, merupakan warisan penting dalam sejarah Islam yang dijaga hingga kini. Menurut karakteristiknya, penulisan kalimat Arab dibagi menjadi tiga kategori yakni: 27 Ibn Manzr. LisAn al-AoArab (DAr Adir, 1. , 17:1119. 28 Madzkur. AuDiskursus Ulumul-QurAoan tentang Ilmu dabth dan rasm Usmani. Kritik Atas Artikel Karakteristik Diakritik Mushaf Magribi. Arab Saudi dan Indonesia. Ay 29 Amirullah Amirullah. AuSejarah penulisan Alquran dalam kitab Shahih Bukhari: Studi Historiografi Islam,Ay Islamic Literature: Journal of Islamic Civilisations 1, no. : 73Ae83. 30 Pakhrujain Pakhrujain dan Habibah Habibah. AuJejak Sejarah Penulisan Al-QurAoan,Ay Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis 2, no. : 224Ae31. 31 Zainal Arifin Madzkur. Memotret Sejarah Ketauqifian RasmAoUtsmani (CV. Haura Utama, 32 Madzkur. AuDiskursus Ulumul-QurAoan tentang Ilmu dabth dan rasm Usmani. Kritik Atas Artikel Karakteristik Diakritik Mushaf Magribi. Arab Saudi dan Indonesia. Ay Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Rasm Qiyasi Rasm Qiyasi atau Rasm ImlaAoi merupakan tata cara kepenulisannya sesuai dengan cara pelafalannya atau pengucapannya. Ada beberapa ulama yang membenarkan rasm ini, karena rasm ini diperlukan untuk menghindari umat pada konteks atau kaitan-kaitan kekeliruan dalam membaca dan menelaah kitab suci Al-QurAoan serta memudahkan untuk umat muslim. Contoh dari Rasm Qiyasi terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 2-3 seperti. A EEAdan A CINIAyang mana keduanya sama-sam ditulis menggunakan Alif sesudah TaAo serta sesudah Nun. Rasm Arudi Rasm Arudi merupakan metode kepenulisan susunan Arab serta disesuaikan atau dipadankan wazan atau syaAoir-syaAoir Arab. Lalu, perihal tersebut bertujuan supaya dapat menelaah dan mencerna berbagai macam syaAoir Arab. Contoh dari rasm arudi sebagai berikut: AOOEE EIO E O OEA potongan-potongan syaAoir ImriAoil Qais di atas, jika dicatat akan memiliki pola sebagai berikut: AOOEEI EIO E OONEOA Hal itu sesuai dengan pola A AOEI IAOEI AOEI IAOEIAyang merujuk pada pola bahar awil. Rasm Uthmani Rasm Uthmani merupakan metode kepenulisan masa Khalifah Uthman serta disepakati oleh beliau menjadi salah satu dari sekian banyak Mushaf kitab suci al-QurAoan. Rasm Uthmani memiliki tujuan supaya tidak terjadi perbedaan yang menuju ke arah kesalahan atau kesesatan karena 33 Umar Al Faruq dkk. AuUrgensi Mempelajari Rasm Al-QurAoan Di Era Modern,Ay Jurnal Kajian Islam Dan Sosial Keagamaan 1, no. : 211Ae15. 34 Ibid. ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. maraknya pembuat mushaf kitab suci Al-QurAoan di masa itu, serta bertujuan mengetahui perbedaan sistematika di antara Rasm Uthmani dengan Rasm Istilahi di mana keduanya melihat dari perspektif atau sudut pandang kebenaran di antara kepenulisan dan pelafalannya. Berikut beberapa contohnya : Lafaz A EAEAdicatat dengan menggunakan AEAEOA. Salah satu tokoh yang menjadi kiblat dalam penulisan dan pengkajian rasm Al-QurAoan yakni Abu Amr ad-Dani. Nama lengkapnya adalah Uthman SaAoid bin AoUthman bin SaAoid bin Umar al Imam al-Hafiz AbuAoAmr. 36 Ad-Dani adalah cendekiwaan muslim Andalusia yang lahir pada tahun 404 H dan meninggal pada tahun 444 H. Ia mulai menjalani rihlah ilmiahnya pada usia 15 Tahun di Cordoba. Pada tahun 397 H ia melanjutkan studi ke Timur . l-Mashri. Ia memiliki sebuah masterpiece dalam bidang ilmu rasm Al-QurAoan yang Bernama al-MuqniAo fi MaAorifati Masahif ahl al-Amsar. Karya tersebut muncul ketika Ad-Dani merasa kecewa setelah membaca kitab al-MuqnaAo karya Syekh Hassan Sirri. menemukan bahwa Syekh Hassan Sirri mengandalkan edisi Orientalis, menjadikan Orisinal dan tidak melihat satu pun manuskrip. Ad-Dani menawarkan beberapa kaidah penting dalam ilmu rasm Al-QurAoan, di antaranya al-Hadhf37. Ithbatul Alif38. Al-Hamz. Al-Badal, al-Wasl wa al-Fasl, penulisan alif Maqsurah, penulisan kata dengan hamzah di akhir, aturan pada kata-kata berulang, dan kaidah penulisan tanda baca serta tanda khusus. Kajian rasm Al-QurAoan telah menjadi ilmu yang diperbincangkan oleh beberapa ulama pada abad ke-5. Rasm Uthmani memiliki peran penting dalam standar penulisan AlQurAoan yang digunakan hingga saat ini. Kajian rasm Al-QurAoan ini juga diriwayatkan oleh perawi yang masyhur yakni Abu Dawud Sulaiman bin Najjah. Ayahnya merupakan mantan budak Khalifah al-Muayyad billah Ibn al-Mustansir al-Andalusi. Tidak banyak riwayat yang melaporkan tentang 35 Ibid. 36 Madzkur. Memotret Sejarah Ketauqifian RasmAoUtsmani. 37 Abu Amr Al-Dani, al-MuqniAofi MaAorifati Marsum Masahif ahl al-Amsar (Darul Basyairil Islamiyah, 2. , 125. 38 Ibid. , 129. Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. biografi Abu Dawud. Ia Menyusun kaidah-kaidah penulisan untuk keseragaman dalam ejaan Al-QurAoan pada kitab masterpiece dalam bidang ilmu rasm Al-QurAoan yang bernama Mukhtasar al-Tabyin li HijaAo al-Tanzil. terdapat kaidah-kaidah antara lain: . Kaidah al-Hadhf. Kaidah Ishbatul Alif. Kaidah al-Ibdal. Kaidah al-Wasl dan al-Fasl. Kaidah menulis berdasarkan dua qiraAoat yang berbeda. Menurut Handawi Abu Dawud satu pendapat dengan gurunya yakni al-Dani kemudian dikenal sebagai dua guru paling berpengaruh dalam Rasm Uthmani. Sumber yang dipakai Abu Dawud dalam Menyusun karyanya adalah mushaf-mushaf lama . , berdasarkan riwayat yang dilaporkan oleh AoAbd al-Rahman bin Hurmuz alAAoraj. NafiAo bin Abi NuAoman. Khalid bin Iyas dan lain-lain, yang ketiga berdasarkan karya-karya dibidang perbedaan mushaf. 39 Diskursus rasm AlQurAoan tidak terlepas dari sebuah transmisi sanad, riwayat, dan ijtihad Memahami kaidah Rasm Uthmani secara menyeluruh membutuhkan lebih dari satu perawi, karena masing-masing perawi memiliki variasi dalam aturannya. Setiap perbedaan ini muncul karena kaidah-kaidah Rasm Uthmani bervariasi berdasarkan riwayat perawi tertentu, seperti Abu Amr Ad-Dani yang mencatat beberapa kaidah penting, di antaranya al-Hadhf40. Ithbatul Alif41. Al-Hamz. Al-Badal, al-Wasl wa al-Fasl, penulisan alif Maqsurah, penulisan kata dengan hamzah di akhir, aturan pada kata-kata berulang, dan kaidah penulisan tanda baca serta tanda khusus. Misalnya, kaidah al-Hadhf dalam riwayat Abu Amr Ad-Dani menghilangkan huruf tertentu yang tidak diucapkan meski muncul dalam Dengan mendalami kaidah-kaidah ini dari berbagai perawi, seseorang dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam dan mampu membedakan perbedaan di antara mereka. Dinamika perkembangan rasm Al-QurAoan setelah ad-Dani dan Abu Dawud menunjukkan variasi dan adaptasi dalam penulisan mushaf. Banyak mushaf yang menunjukkan pengaruh lokal dalam gaya penulisan 39 Madzkur. Memotret Sejarah Ketauqifian RasmAoUtsmani. 40 Al-Dani, al-MuqniAofi MaAorifati Marsum Masahif ahl al-Amsar, 125. 41 Ibid. , 129. ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Penelitian di berbagai naskah kuno di Nusantara menunjukkan bahwa rasm yang digunakan sering kali mencerminkan tradisi lokal, dengan penyesuaian berdasarkan qiraat yang dipakai di daerah tersebut. Misalnya, beberapa mushaf yang ditemukan di daerah seperti di Bonjol dan Payakumbuh mencakup variasi qiraat yang disertakan dalam catatan tepi naskah, yang menunjukkan keinginan untuk menyajikan variasi bacaan yang sahih kepada pembaca. Secara keseluruhan, dinamika perkembangan rasm Al- QurAoan setelah Abu Amr ad-Dani dan Abu Dawud menunjukkan perjalanan yang kompleks. Di mana standar penulisan dipertahankan sekaligus disesuaikan dengan konteks lokal perkembangan zaman. Rasm memiliki keterkaitan yang erat dengan mushaf Nusantara, terutama dalam hal penerapan Rasm Uthmani sebagai standar penulisan AlQurAoan. Mushaf modern di Nusantara umumnya mengikuti kaidah Rasm Uthmani yang dibakukan sejak masa khalifah Utsman bin Affan, mushaf Nusantara dari abad 17 hingga 19 menunjukkan variasi dalam penerapan rasm, yang terkadang dipadukan dengan elemen budaya lokal. Penulis manuskrip mushaf Bangkalan pada umumnya menulis dengan rasm ImlaAoi bukan dengan rasm Uhsmani. Tinjauan Umum Manuskrip Al-QurAoan Bangkalan Mushaf Keraton Bangkalan memiliki fitur kodikologis yang membedakannya dari mushaf lama lainnya. Manuskrip ini berukuran cukup besar 44 x 29 x 7 cm lebih lebar dari mushaf Nusantara biasa. Kertas Eropa yang digunakan memiliki tanda watermark yang menunjukkan hubungan produksi manuskrip ini dengan jaringan perdagangan kertas internasional pada abad ke-19. Ditulis dengan tinta hitam sebagai warna utama, ayat, ruku', dan permulaan surah ditulis dengan tinta merah, yang memberikan kontras visual yang jelas. 43 Isi mushaf ini terdiri dari lima belas 42 Nor Lutfi Fais dkk. AuPembakuan Rasm Riwayat Abu AoAmr Ad-Dani dalam Mushaf Standar Indonesia,Ay SUHUF . 223Ae44, https://doi. org/10. 22548/shf. 43 Abdul Hakim. AuKhazanah Al-QurAoan Kuno Bangkalan Madura,Ay Suhuf 8, no. 23Ae44, https://doi. org/10. 22548/shf. Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. juz dan berakhir pada akhir Surah al-Kahf, menunjukkan bahwa itu mungkin disalin dalam dua jilid untuk mengurangi bobot dan ketebalan. Namun, hanya satu jilid yang ditemukan. Bagian awal, terutama Surah alFAtiuah dan al-Baqarah, dihiasi dengan kotak- kotak berwarna-warni yang berfungsi sebagai bingkai teks. Sesuai dengan tradisi penyalinan mushaf di Nusantara, setiap permulaan surah dilengkapi dengan penjelasan tentang nama surah, jumlah ayat, dan tempat turunnya (Makkiyah atau Madaniya. Fakta bahwa mushaf ini memiliki hubungan langsung dengan kerabat Keraton Bangkalan diperkuat oleh fakta bahwa kolofon manuskrip mengandung nama beberapa anggota keluarga Keraton Bangkalan. 44 Dari segi kodikologi, manuskrip ini memperlihatkan penggunaan garis panduan . berbentuk kotak untuk menjaga kerapian teks, serta hiasan sederhana yang berfungsi lebih sebagai penanda daripada ornamen artistik. Sampul mushaf dihiasi dengan cap simbol cakra segi delapan, yang khas dalam tradisi keraton dan mengandung makna simbolik kekuasaan. Secara keseluruhan, kombinasi ukuran besar, bahan kertas impor, pemakaian tinta berwarna, iluminasi sederhana, serta kolofon yang menyebut keluarga keraton menjadikan mushaf Bangkalan bukan hanya sebagai salinan kitab suci, tetapi juga artefak budaya yang kaya nilai historis, filologis, dan artistik, sekaligus merepresentasikan jejak intelektual Islam di lingkungan Kolofon mushaf Bangkalan terletak di bagian awal dan terdiri dari lima baris teks dalam huruf Pegon yang berbunyi:45 AuSultan ingkang sapisan. Sultan ingkang kafing kalih. Punika QurAoan kagungane kanjeng gusti raja den Ayu Pangeran Atmaja Adiningrat pikantukipun warisan saking Ibuu kanjeng ratu adiningrat pengangus kali duso riyal batu. Ay Terjemah: AuSultan Pertama. Sultan Kedua, ini QurAoan milik Kanjeng Gusti Raja Den Ayu Pangeran Atmaja Adiningrat, diwariskan dari Ibu Kanjeng Ratu Adiningrat, ditebus dengan harga 20 riyal batu. Ay Nama-nama yang disebut dalam kolofon ini adalah: . Sultan Pertama. 44 Ibid. 45 Manuskrip Mushaf Bangkalan ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Sultan Kedua. Kanjeng Gusti Raja Den Ayu Pangeran Atmaja Adiningrat, atau yang lebih dikenal sebagai Raden Ayu Atmojodiningrat. Kanjeng Ratu Adiningrat dan. Riyal Batu. Berdasarkan buku yang diterbitkan oleh keluarga keturunan Pangeran Kadirun, diyakini bahwa Raden Ayu Atmojodiningrat adalah putri sulung dari 46 anak Sultan Kadirun, yang juga dikenal dengan nama Ngaisa. Menurut kolofon, mushaf Al-QurAoan tersebut merupakan warisan dari ibunya. Kanjeng Ratu Adiningrat, istri pertama Sultan Abdul Kadir atau yang lebih dikenal sebagai Sultan Kadirun (Cakra Adiningrat II), yang memerintah dari tahun 1815 hingga 1847. Diduga kuat mushaf ini ditulis pada masa pemerintahan Sultan Kadirun, yaitu pada awal abad ke-19. Riyal Batu, yang disebut dalam kolofon, adalah mata uang yang digunakan di Madura pada saat itu, yang diterbitkan oleh Kerajaan Sumenep. Tebusan sebesar 20 Riyal Batu untuk memperoleh mushaf ini menunjukkan bahwa ada praktik jual beli Al- QurAoan pada waktu itu. Hal ini juga mengindikasikan bahwa tidak semua orang dapat menyalin atau memiliki mushaf Al-QurAoan. Temuan . Analisis Konsistensi Penulisan Rasm Manuskrip Al-QurAoan Bangkalan Mushaf Al-QurAoan Bangkalan memiliki ciri khas dan karakteristik rasm yang berbeda dengan manuskrip lainnya. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi beberapa faktor yang memengaruhi, seperti faktor pengetahuan, sanad keilmuan, dan tradisi kepenulisan Al-QurAoan di Nusantara. Perlunya sebuah analisis untuk memetakan ciri khas rasm dari manuskrip Bangkalan tersebut. Dalam menganalisis perlu sebuah landasan sebagai bahan perbandingan antara manuskrip Bangkalan dengan kaidah Untuk itu, penulis menggunakan kaidah- kaidah yang dirumuskan oleh Abu Amr-Ad-Dani dan Abu Dawud bin Sulaiman. Berikut penulis 46 Hakim. AuKhazanah Al-QurAoan Kuno Bangkalan Madura. Ay 47 Ibid. Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. tampilkan perbandingan tulisan dengan kaidah yang baku: AL-Hadhf Kaidah hadzf alif setelah yaAo nidaAo hadzf alif setelah yaAo nidaAo MSI Ad-Dani Abu Dawud e ea AO a aI I a aN eIA :al-Baqara. e ca a ca a AEO aIA a AOONA l-Baqarah: 104, 153, 172, 178, 183, 208, 154, 264, 267, 278, . AN aE aA Membuang Alif setelah haAo tanbih l-Baqarah: . Membuang Alif setelah Lam AEaE aIEOaE aA Membuang alif pada alif :al-Baqara. Membuang Alif setelah Nama AoAjam Membuang Alif pada Isim JamaAo AacOI a aIA l-Baqarah: . Aae NIA :al-Baqara. AOe aIA a a AEAA l-Baqarah: 177 ,155 ,153, . Membuag Alif pada isim jamaAo Membuang 2 Alif jamaAo salim yang dalam satu a e AOA aE IA . :al-Baqara. a AEA aEA . ,82 ,25 :al-Baqara. Manuskrip Keterangan Penulisan Alif setelah yaAo NidaAo pada manuskrip (ImlaAo. Penulisan Alif setelah yaAo NidaAo pada manuskrip (ImlaAo. Membuang Alif setelah haAo tanbih pada manuskrip (Uthman. Penulisan Alif pada manuskrip ImlaAoi Hazf alif tasniyah pada penulisan Penulisan Alif pada manuskrip (ImlaAo. Penulisan Alif pada manuskrip (ImlaAo. Penulisan Alif pada manuskrip (ImlaAo. Menetapkan 2 alif dalam manuskrip (ImlaAo. ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Membuag Alif pada isim jamaAo Membuang Alif setelah Waw jamaAo Menetapkan salah satu dari 2 Alif yang ada pada kalimat Istifham Membuang Alif nashob Hamzah ada Alif Membuang YaAo yang Membuang salah satu huruf Waw pada lafaz jamaAo. Membuang salah satu huruf lam dan huruf lam yang asli. a AA AE aE IA Penulisan Alif pada manuskrip (ImlaAo. AaOa a eOA Penulisan Alif pada manuskrip (ImlaAo. :al-Baqara. :al-Baqara. a a ea AaI e aN eIA . :al-Baqara. AaI UA Menetapkan kedua Alif pada . mlaAo. Membuang Alif nashob pada . :al-Baqara. e aAO AA a caO aOA A aNa eO aIA Membuang YaAo pada manuskrip. :al-Baqara. AaI eaN a a eOIA ca AOEe aEA Membuang salah satu huruf waw pada manuskrip. :al-Baqara. :al-Baqara. Menetapkan kedua huruf lam pada manuskrip. mlaAo. Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Membuang alif setelah huruf nun dhomir jamaAo a AaOe IA AE eIA . :al-Baqara. Itsbatul Alif pada . mlaAo. Kaidah hadf merupakan huruf-huruf yang dibuang, dalam Rasm Uthmani berkisar pada lima huruf. alif, waw, yaAo, lam, dan nun dengan ketentuannya masing-masing. Misalnya, di antara syarat membuang alif adalah jika alif tersebut berada pada 5 keadaan sebagai berikut. berada pada jamaAo mudzakar salim, muannats salim, alif damir rafaAo, alif tathniyah dan Aoajamiyah. Kaidah hadf tersebut meliputi huruf alif, yaAo, waw, dan lam. antara kaidah-kaidah hadf ialah. Membuang alif . lif terletak setelah yaAo nidaAo dan haAo tanbih, membuang alif setelah huruf lam, membuang alif tathniyah yang rafaAo, membuang alif setelah nun yang menunjukkan dhamir jamaAo mutakallim, membuang alif setelah huruf Aoain, membuang alif setelah huruf baAo, membuang alif setelah huruf yaAo, setelah huruf sin, huruf aAoAo, huruf mim, huruf haAo, huruf ad, huruf taAo, huruf haAo, huruf waw, membuang alif setelah hamzah, membuang alif setelah ism Aoajam, membuang alif setelah jamaAo mudzakkar dan muannath salim, membuang alif yang nasab, membuang alif setelah waw jamaA. , . Membuang yaAo (Membuang salah satu huruf yaAo yang sebelumnya huruf berharakat kasrah, membuang yaAo terakhir pada isim yang jer atau rafaAo dan bertemu dengan tanwi. , . Membuang waw, . Membuang salah satu huruf lam. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 257 kata yang menggunakan rasm imlaAoi dan 5 kata yang mengikuti aturan baku kaidah Rasm Uthmani. Pada tabel diambil 17 lafaz yang dicantumkan sebagai sample. Pada mansukrip bangkalan lafaz A EEIEEAtetap menuliskan alif setelah huruf lam, sedangkan dalam kaidah Rasm Uthmani penulisan lafaz AEEIEEA ditulis tanpa alif. AEEIEEA. Lafaz A NOIAyang juga menetapkan alif pada isim ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Aoajam dan lafaz A OIEIAyang menetapkan alif setelah huruf nun. Akan tetapi, terdapat penulisan rasm yang mengikuti kaidah Rasm Uthmani, yaitu aa pada lafaz ANE aA pada manuskrip mengikuti kaidah Rasm Uthmani sebagaimana aturan baku yang disampaikan oleh Ad-Dani. Pada lafaz A OIIAterjadi perbedaan pendapat antar sahabat dalam penetapan alif Maka penulis manuskrip Bangkalan hanya menggunakan sebagian kaidah hadf. Jika dibandingkan dengan system kaidah Ad-Dani dan Abu Dawud, maka manuskrip Bangkalan tidak memiliki sinkronasi yang dominan, sehingga ciri khas sistem penulisan rasm pada manuskrip cenderung imlaAoi. Ziyadah Kaidah Ziyadah Alif setelan huruf Ziyadah Alif setelah waw MSI Ad-Dani Abu Dawud aa AaIA (Q. S Al-Baqarah: . AEOA (Q. S Al-Baqarah: . Wazan AAEA AEaA (Q. S Al-Baqarah: . Manuskrip AaIA Keterangan Penulisan lafaz AaIA Pada manuskrip Kaidah Rasm Uthmani AEOA AEaA Penulisan lafaz AEOA Pada Manuskrip Kaidah Rasm Uthmani Penulisan lafaz wazan A AEApada Manuskrip Kaidah Rasm Uthmani Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Wazan AAEA Isbatul YaAo Idhafah ca a AEAA (Q. S Al-baqarah: . e a e A a eOA AIA AOA e a e A a eOA AIA AOA e a AOaA e a AOaA (Q. S Al-ba qarah: . Isbatul YaAo Idhafah ca a AEAA (Q. S Al-Baqarah: . Penulisan lafaz berwazan AAEA pada Manuskrip Kiadah Rasm Penulisan Kaidah Ithatul ya Idhafah pada Manuskrip mengikuti kaidah Rasm Uthmani Penulisan Kaidah Ithbatul ya Idhafah pada Manuskrip mengikuti kaidah Rasm Uthmani Kaidah ziyadah merupakan kaidah menambah huruf, tidak jauh berbeda dengan kaidah sebelumnya, huruf-huruf yang menjadi tambahan dalam disiplin ilmu Rasm Uthmani ada tiga yakni. huruf alif, yaAo, dan waw. Sebagaimana kaidah yang lain, penambahan huruf di sini juga harus memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain. ziyadah alif setelah huruf . ziyadah alif setelah huruf waw. ziyadah alif pada kalimat ber-wazan A . ) aAEA. ziyadah alif pada kalimat ber-wazan A . )A cEA. ziyadah yaAo idhafah. Berdasarkan hasil analisis terdapat 21 kata yang mengikuti kaidah ziyadah Rasm uthmani. Pada tabel diambil 6 lafaz yang dicantumkan sebagai sample. Pada manuskrip bangkalan lafaz A IAtetap menuliskan huruf alif setelah huruf mim, penulisan lafaz tersebut sesuai dengan aturan baku pada Rasm Uthmani. Lafaz A EOAyang juga menetapkan alif setelah huruf waw dan lafaz 48 Madzkur. Memotret Sejarah Ketauqifian RasmAoUtsmani. 49 Al-Dani, al-MuqniAofi MaAorifati Marsum Masahif ahl al-Amsar. ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. A OAyang menetapkan yaAo idhafah. Dalam kaidah ziyadah tidak ditemukan lafaz yang menggunakan rasm imlaAoi. Maka penulis manuskrip Bangkalan menggunakan kaidah ziyadah. Jika dibandingkan dengan sistem kaidah AdDani dan Abu Dawud, maka manuskrip Bangakalan dalam penggunan kaidah ziyadah cenderung memiliki sinkronasi yang dominan, sehingga ciri khas sistem penulisan rasm kaidah ziyadah pada manuskrip Bangkalan cenderung Uthmani. Hamzah Kaidah Hamzah setelah huruf Fathah Hamzah setelah huruf Hamzah setelah huruf Hamzah setelah huruf Hamzah Fathah MSI Ad-Dani Abu Dawud aAeEa aA Manuskrip Keterangan aAeEa aA Penulisan hamzah (Q. S Al-Baqarah: . e ea AI a aN eIA e ea AI a aN eIA (Q. S Al-Baqarah: . a eAA a eAA (Q. S Al-Baqarah: . a e e AaOE aI aIIa eOIA a e e AaOE aI aIIa eOIA (Q. S Al-Baqarah: . ea AaEa eIA (Q. S Al-Baqarah: . di atas Alif pada ea AaEa eIA Penulisan hamzah di atas huruf yaAo pada manuskrip. Penulisan hamzah di atas huruf yaAo pada manuskrip. Penulisan hamzah di atas huruf waw pada manuskrip Penulisan Alif pada Hamzah berharakat Fathah Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Hamzah Penulisan ya pada Hamzah (Q. S Al-Baqarah: . berharakat kasrah Hamzah a AI a aA AE eIA Hamzah ditulis harakat Sukun Hamzah AaOaEA Kasrah AaOaEA (Q. S Al-Baqarah: . a A OE I aOA AE eIA a a a a e AO a eaN aA (Q. S Al-Baqarah: . utuh jika berharakat Sukun a A OE I aOA AE eIA a a a Hamzah berharakat kasrah ditulis yaAo (Q. S Al-Baqarah: . Hamzah ditulis yaAo jika a AI a aA AE eIA a e AO a eaN aA Hamzah ditulis yaAo jika huruf berharakat kasrah Kaidah hamzah merupakan penulisan hamzah dalam Rasm Uthmani, dikategorikan dalam beberapa hal, antara lain. hamzah ditulis dengan alif sebelum huruf berharakat fathah,. hamzah ditulis yaAo jika sebelum nya huruf berharakat kasrah, . hamzah ditulis waw jika sebelum nya huruf berharakat dlommah, . Hamzah berharakat fathah ditulis alif, . hamzah berharakat kasrah ditulis yaAo, . hamzah ditulis waw jika berharakat dlommah, . hamzah ditulis yaAo jika huruf sebelumnya berharakat kasrah, . hamzah ditulis waw jika huruf sebelumnya berharakat dlammah. Berdasarkan hasil analisis terdapat 109 kata yang mengikuti aturan baku Rasm Uthmani dan tidak ada kata yang menggunakan rasm imlaAoi. Pada tabel diambil 9 lafaz yang dicantumkan sebagai sample. Pada manuskrip Bangkalan lafaz A EAhuruf hamzah ditulis dengan alif, pada kaidah Rasm Uthmani kaidah hamzah, apabila Hamzah ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. terletak setelah huruf berharakat fathah maka hamzah ditulis di atas alif. Maka dari itu, lafaz A EAsesuai dengan aturan baku Rasm uthmani. Lafaz A Ayang juga menempatkan penulisan hamzah pada yaAo , mengikuti aturan baku Rasm Uthmani karena Hamzah terletak setelah huruf berharakat Penulisan rasm Manuskrip Bangkalan kaidah Hamzah tidak ditemukan menggunakan rasm imlaAoi. maka penulis manuskrip Bangkalan cenderung menggunakan kaidah hamzah. Jika dibandingkan dengan sistem kaidah Ad-Dani dan Abu Dawud, maka manuskrip Bangkalan memiliki sinkronasi yang dominan, sehingga ciri khas system penulisan rasm kaidah hamzah pada mansukrip Bangkalan cenderung Uthmani. Al-Badl No. Kaidah Mengganti dengan huruf Mengganti dengan huruf Mengganti dengan huruf Mengganti dengan huruf Alif diganti dengan huruf yaAo. Alif diganti dengan huruf yaAo. MSI Abu Dawud Manuskrip Keterangan AEAEOA Penggantian dengan huruf waw pada manuskrip. aAEEOA AEEOA Penggantian dengan huruf waw pada manuskrip. aAEa OOA AEOOA Penggantian dengan huruf waw pada manuskrip. AEOA AEOA Penggantian dengan huruf waw pada manuskrip. AE aI eOA AE aI eOA e ca a AEE OOA AOA e ca a AEE OOA AOA Ad-Dani aAEAEOA ca (Al-Baqarah: 3, 43, 45, 83, 110, 153, 177, 238, . l-Baqarah: 43, 83, 110, 177, . l-Baqarah: 85, 86, 204, . l-Baqarah: 275, 276, . l-Baqarah: 73, . l-Baqarah: . Penulisan sesuai Usmani Penulisan sesuai Usmani Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Alif diganti dengan huruf yaAo. Waw diganti dengan huruf AIA AIA a ca AEa a ca AEa . l-Baqarah: 61, . l-Baqarah: . Penulisan sesuai Usmani Penulisan sesuai Usmani Dalam diskursus kaidah al-Badl, ad-Dani menyampaikan terdapat 6 kaidah antara lain. mengganti alif dengan huruf waw. alif yang aslinya huruf yaAo ditulis dengan huruf yaAo. alif diganti dengan huruf yaAo. huruf waw diganti dengan huruf alif. nun taukid khafifah boleh diganti dengan huruf nun atau dengan alif. taAo taAonith diganti dengan huruf ha. Berdasarkan hasil analisis, ada 8 lafaz dari 34 kata yang dianalisis dalam menggunakan kaidah badl. Kaidah badl merupakan kaidah yang diterapkan dalam beberapa manuskrip di dunia. Pada manuskrip bangkalan lafaz A EAEOAmenggunakan huruf waw untuk menggantikan alif. Kaidah badl dalam rasm uthmani juga menggunakan huruf waw untuk menggantikan alif, lafaz A EAEOAdalam penulisan manuskrip Bangkalan mengikuti aturan baku rasm uthmani. Lafaz A EOOAdalam penulisan rasm-nya menggunakan huruf waw untuk menggantikan alif dan lafaz A EOAdalam penulisan rasm juga menggunakan huruf waw untuk menggantikan huruf alif. Penulisan rasm kaidah badl pada manuskrip tidak ditemukan menggunakan rasm imlaAoi. Dalam menganalisis manuskrip dengan menggunakan kaidah badl, peneliti dapat menyimpulkan bahwa penulis manuskrip telah menerapkan kaidah Dan jika dibandingkan dengan sistem kaidah Ad-Dani dan Abu Dawud, maka dalam keseluruhan kaidah badl dalam surah al-Baqarah pada manuskrip mushaf Bangkalan, memiliki sinkronasi yang dominan, sehingga ciri khas sistem penulisan kaidah badl pada manuskrip ialah rasm Ibid. ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Uthmani. Seperti pada lafaz A Ea,A EEOOA,A EAEOAyang dalam penulisan manuskrip mushaf Bangkalan sinkron dengan kaidah baku rasm uthmani yang ditetapkan oleh Ad-Dani dan Abu Dawud. Fal dan Wal Kaidah Fal (A)II IA Fal (A)OA IA Wal (A)OIIA Wal (A)IA MSI Ad-Dani Abu Dawud AaI eI acIA (Al-baqarah: . e a e AOA aI A aE aIA (Q. S Al-BaqarahL: . eaa AAOIa aIA (Q. S Al-Baqarah: . Aa a aIA (Q. S Al-Baqarah: . Manuskrip AaI eI IA e a AAOI A aE aIA eaa AAOIa aIA Aa a aIA Keterangan Penulisan (A )II IAdipisah e a Penulisan huruf AOAA dan A IAdigabung pada manuskrip (ImlaAo. Penulisan lafaz eaa AAOIa aIA Di manuskrip Penulisan lafaz Aa a aIA Pada manuskrip Kaidah fal dan wal merupakan kaidah yang menyambung dan memutus dalam rasm uthmani , pada umumnya menyangkut bentuk-bentuk kalimat kata sambung, antara lain. ,)A )OIIA,)A )OA IA,)A )I IIA,)A )I IIA,)A )I EIA,)A )AuI EIA,)A )OuI IA,)A )I IA,) A ( II IA,(A)I EA A )OEA,)A )OOE IA,)A )I IA,)A )AIEA,)A )OOI NIA,)A) EOE EA,)A )EE IA,)A )IA,)A )I IA,)A)uI IA (AIOA Berdasarkan hasil analisis pada kaidah fal dan wal terdapat 4 kata yang mengikuti aturan baku kaidah fal dan wal rasm uthmani. Tetapi ada 1 kata yang tidak menggunakan kaidah fal dan wal rasm uthmani. Pada tabel analisis, dicantumkan sebanyak 4 lafaz sebagai sampel Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Pada lafaz A II IAdalam manuskrip Bangkalan ditulis dengan huruf A IIAdan A IAsecara terpisah, sesuai dengan aturan baku rasm uthmani. a aeaa Lafaz AAOIIA, penulisan dalam manuskrip Bangkalan ditulis secara gabung eaa sesuai dengan kaidah rams uthmani. Namun pada lafaz A AOI AE aIAlafaz AOAA dan A IAjika mengikuti kaidah rasm uthmani maka dipisah namun rasm penulisannya ditulis tergabung dan cenderung kepada rasm imlaAoi. dibandingkan dengan sistem kaidah Ad-Dani dan Abu Dawud, maka manuskrip bangkalan tidak memiliki sinkronasi. Jika dibandingkan dengan sistem kaidah Ad-Dani dan Abu Dawud, maka manuskrip Bangkalan memiliki sinkronisasi yang dominan. Akan tetapi, terdapat penulisan rasm aea eaa e a AAOI AE aIA yang tidak mengikuti kaidah rasm uthmani. Lafaz A aN acI aIIA a AOAee IAA A acI e a eOAApada manuskrip tidak mengikuti kaidah rasm uthmani, seharusnya lafaz A AOIAdalam kaidah rasm uthmani itu dipisah tetapi faktanya penulisan A AOIApada manuskrip itu disambung. Pada penulisan manuskrip Bangkalan, kaidah fal dan wal dominan mengikuti rasm uthmani kecuali kalimat AAOIA tergolong rasm imlaAoi. Kalimat yang Bacaannya Lebih dari Satu Kaidah MSI Ad-Dani Mushaf uthmani memakai waw a a sebelum ACEOA Manuskrip Keterangan Abu Dawud a a AaOCEOA (Q. S Al-Baqarah:. a a AaOCEOA Penulisan Manuskrip memakai waw sesuai dengan Kaidah rasm ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Penulisan lafaz Penulisan lafaz c A aO aOcAApada rasm uhmani tidak memakai Alif di antara dua waw Kaidah rasm penulisan AA A IAdipisah Kaidah Kaidah Kaidah c AaO aOcAA c AaO aOcAA e aa AE a IA a AOA e aa AE a IA a AOA (Q. S Al-Baqarah: . (Q. S Al-Baqarah: . AEOA (Q. S Al-Baqarah: . aAEEOA ca (Q. S Al-Baqarah: . aAEAEOA ca (Q. S Al-Baqarah: . AE OA a ca AEEOA aAEAEOA ca c A aO aOcAApada manuskrip ditulis tanpa alif di antara dua waw , mengikuti kaidah rasm uthmani Penulisan lafaz e a A aOE a aIApada mansukrip dipisah tulisannya dan mengikuti penulisan zaman Sahabat Penulisan lafaz AEOA pada mansukrip menggunakan waw dan sesuai dengan penulisan zaman Sahabat Penulisan lafaz aAEEOA ca pada menggunakan waw dan sesuai dengan penulisan zaman Sahabat Penulisan lafaz aAEAEOA ca pada mansukrip menggunakan waw dan sesuai dengan penulisan zaman Sahabat Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. Penulisan lafaz Kaidah Kaidah Kaidah a AO a a eOIA AO a a eOIA a aa A aANA AAOA AAOa aANA AaOEa aNA AEa aNA (Q. S Al-Baqarah: . (Q. S Al-Baqarah: . (Q. S Al-Baqarah: . A O a a eOIApada manuskrip masih menggunakan alif dan tidak memakai kaidah rasm uthmani (ImlaAo. Penulisan lafaz AAOa aANA pada manuskrip masih menggunakan alif dan tidak memakai kaidah rasm uthmani (ImlaAo. Penulisan lafaz Pada manuskip AENA sesuai dengan kaidah rasm uthmani dengan tanpa alif. Kaidah ma fihi qiraAoatani wakutiba Aoala ihdahuma merupakan kalimat yang bacaannya lebih dari satu. Dalam kaidah ini, disepakati olah para pakar studi ilmu-ilmu Al-QurAoan, jika terdapat kalimat-kalimat yang memiliki varian qiraAoah berbeda, maka boleh dituliskan dengan salah satunya, selama qiraAoah yang dimaksud bukan qiraAoah shazah. Dalam surah al-Baqarah terdapat 7 kata yang mengikuti kaidah rasm uthmani dan 2 kata yang menggunakan rasm imlaAoi. Hasil penelitian ini dianalisis dalam meggunakan kaidah ma fihi qiraAoatani wakutiba Aoala ihdahuma tersebut meliputi. Penulisan mushaf penduduk Mesir. Ishbat dan hazf mushaf penduduk Mesir. Penulisan mushaf penduduk Irak. Perbedaan penulisan kaidah ziyadah dan nuqsan pada mushaf penduduk Hijaz. Irak dan Syam. Jika kaidah ma fihi qiraAoatani wakutiba Aoala ihdahuma diterapan untuk menganalisis manuskrip, ada beberapa lafaz yang sudah menggunakan kaidah rasm Uthmani, pada lafaz A OCEOAditulis huruf waw sebelum lafaz ACEOA. Lafaz A OOcAApada manuskrip ditulis tanpa alif di antara ANALISIS FILOLOGIS MANUSKRIP AL-QUR'AN . Vika Madinatul Ilmi dan Siti Fahimah Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. dua wawu. Akan tetapi terdapat lafaz tertentu yang tidak mnegikuti aturan rasm uthmani. Jika dibandingkan dengan sistem kaidah Ad-Dani dan Abu Dawud, maka manuskrip Bangkalan tidak memiliki sinkronisasi yang dominan, sehingga ciri khas sistem penulisan rasm cenderung imlaAoi. demikian, terdapat penulisan rasm yang mengikuti kaidah rasm uthmani. Pada lafaz A EAEOApada manuskrip mengikuti kaidah rasm uthmani sebagaimana aturan baku yang disampaikan oleh Ad-Dani. Penulisan dalam manuskrip mushaf Bangkalan belum sepenuhnya mengikuti kaidah baku rasm uthmani. Hal ini terlihat dari analisis yang dilakukan pada Surah al-Baqarah yang menunjukkan ketidaksesuaian dengan kaidah milik Ad-Dani dan Abu Dawud. Misalnya, lafaz AEEIEEA seharusnya ditulis tanpa alif jika mengikuti aturan baku, tetapi dalam manuskrip Bangkalan, ditulis dengan alif yakni AEEIEEA. Demikian juga lafaz AEAEA, dalam manuskrip tersebut ditulis dengan lafaz AEAEA, sedangkan kaidah yang disampaikan Ad-Dani tanpa menggunakan alif. Pada lafaz A EEOEAseharusnya ditulis salah satu huruf lam dan menetapkan huruf lam yang asli, dalam rasm uthmani penulisannya berupa lam tashdid yakni AOEEA. Pada kaidah ziyadah, hamzah, dan badl penulisan pada manuskrip cenderung konsisten dalam menerapkan kaidah rasm uthmani. Seperti lafaz AIA, penulisan rasm-nya mengikuti aturan baku kaidah rasm uthmani, demikian juga dengan lafaz A Ayang menggunakan penulisan rasm Namun pada kaidah fal dan wal ditemukan lafaz yang tidak eaa mengikuti aturan baku rasm uthmani yaitu AAOI AE aIA, jika mengikuti kaidah rasm uthmani maka lafaz A AOIAseharusnya dipisah menjadi AOA IA, namun dalam manuskrip ditulis bersambung dengan model rasm imlaAoi. Hasil Al Itqan : Jurnal Studi Al-QurAoan Vol. 11 No. : 84-118 Doi: https://doi. org/10. 47454/itqan. analisis ini menunjukkan bahwa terdapat inkonsistensi dalam penulisan rasm pada manuskrip al-QurAoan Bangkalan, karena sebagian besar masih menggunakan rasm imlaAoi. Penggunaan rasm imlaAoi yang digunakan dalam manuskrip al-QurAoan Bangkalan dapat dipicu beberapa faktor, yakni faktor guru atau tokoh pengajar penulisan al-QurAoan pada zaman itu. Pedoman penulisan al-QurAoan pada abad 19 juga menjadi faktor pemicu inkonsistensinya penulisan rasm dalam manuskrip al-QurAoan Bangkalan. Faktor-faktor ini dapat diteliti lebih lanjut dengan mengeksplor konteks sejarah penulisan al-QurAoan di Nusantara pada abad 18 dan 19. Simpulan Diskursus kajian manuskrip al-QurAoan di Nusantara, tidak hanya fokus pada aspek tekstologi dan kodikologi saja, namun juga dapat dialihkan dalam kajian penulisan rasm dalam manuskrip tersebut. Dari analisis yang telah dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam penulisan rasm di dalam manuskrip Bangkalan dengan kaidah baku dari Ad-Dani dan Abu Dawud. Perbedaan tersebut juga sekaligus menjawab problem bahwa terdapat inkonsistensi dalam penulisan rasm dalam manuskrip Bangkalan. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan 6 kaidah dari Ad-Dani dan Abu Dawud, di mana setiap kaidah belum sepenuhnya sinkron dengan lafaz-lafaz di dalam manuskrip. Dalam manuskrip al-QurAoan Bangkalan, manuskrip cenderung menggunakan rasm imlaAoi dibandingkan dengan rasm uthmani yang ditawarkan oleh ad-Dani dan Abu Dawud. Penggunaan rasm imlaAoi tersebut ditengarai oleh beberapa faktor, antara lain: faktor geneologi guru, faktor pedoman penulisan, dan faktor pengetahuan penulis tentang kaidah rasm. Faktor-faktor tersebut dapat diteliti lebih lanjut dengan pendekatan historis, melalui pembacaan sejarah penulisan Al-QurAoan pada abad 18 dan 19 M. Daftar Pustaka