Betelgeuse Journal ISSN: 3063-900X (online), 3063-7546 (print) DOI: 10.59447 ANALISIS LATIHAN PRAKTIK PENGENDALIAN KAPAL TENTANG MAN OVER BOARD DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMAMPUAN TARUNA KORPS PELAUT MENJADI PERWIRA DIVISI YANG HANDAL ANALYSIS OF WATER SECURITY IN SULAWESI SEA AGAINST ILLEGAL FISHING TO IMPROVE UTILIZATION OF MARITIME RESOURCE POTENTIAL Bima Wahyu Ramadhan 1*, Hanafi1, Ibrahim1 Akademi Angkatan Laut, Jl. Bumimoro Morokrembangan, Surabaya, Jawa Timur, 60178, Indonesia *Penulis korespondensi, Surel: Bimawahyu69@gmail.com Abstract The Naval Academy has many options in carrying out MOB practical training. The training is carried out in 2 places, namely at Kal Kadet and at the Andromeda Building "Bridge Simulator". However, the Andromeda Building has never been used at all in MOB practical training even though the Andromeda Building has the potential for sailor corps cadets to carry out MOB practical training. The time constraints often clash with regimental activities so that the cadets do not get maximum results. To reduce the collision between practical training and regimental activities that shorten the time during practical training, the researcher analyzed using the SWOT method so that it would produce several alternatives to overcome this situation. The stages that will be carried out to optimize the time given by the Institution are by utilizing the Andromeda Building to carry out MOB practical training. Keywords: Kal Kadet, Andromeda Building, practical training, SWOT Abstrak Akademi Angkatan Laut memiliki banyak opsi dalam melaksanakan latihan prakyik MOB. Latihan tersebut dilaksanakan di 2 tempat yaitu di Kal Kadet dan di Gedung Andromeda “Bridge Simulator”. Tetapi untuk Gedung Andromeda belum pernah sama sekali digunakan dalam latihan praktik MOB padahal Gedung Andromeda memiliki potensi untuk taruna korps pelaut dalam melaksanakan latihan praktik MOB. Adapun kendala waktu yang sering tabrakan dengan kegiatan resimen sehingga para taruna tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk mengurangi adanya tabrakan antara Lathan praktik dan kegiatan resimen yang mempersingkat waktu pada saat latihan praktik maka peneliti menganalisis dengan menggunakan metode SWOT sehingga akan menghasilkan beberapa alternatif untuk mengatasi keadaan tersebut. Tahapan yang akan dilaksanakan untuk mengoptimalkan waktu yang diberikan oleh Lembaga yaitu dengan memanfaatkan Gedung Andromeda untuk melaksanakan latihan praktik MOB. Kata kunci: Kal Kadet, Gedung andromeda, latihan praktik, SWOT 1. Pendahuluan Akademi TNI Angkatan Laut adalah lembaga pendidikan milik TNI Angkatan Laut yang bertugas menyelenggarakan pendidikan pertama perwira TNI Angkatan Laut. Waktu yang Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 ditempuh pendidikan di Akademi TNI Angkatan Laut selama tiga tahun ditambah satu tahun pendidikan integratif di Resimen Chandradimuka, Akademi TNI, Magelang. Setelah dilantik oleh Presiden RI, Para taruna menyandang pangkat Letnan Dua (Letda) dengan gelar Sarjana Terapan Pertahanan (S.Tr.Han). Taruna Akademi Angkatan Laut merupakan sebutan bagi siswa pendidikan militer di Akademi TNI Angkatan Laut yang dibagi menjadi lima Korps, yaitu Korps Pelaut, Korps Teknik, Korps Elektronika, korps Suplai, dan Korps Marinir. Akademi Angkatan Laut (AAL) merupakan salah satu dari empat satuan pelaksana pendidikan di lingkungan TNI AL yang bertugas menyelenggarakan proses pendidikan efektif dan efisien untuk menghasilkan perwira TNI AL yang tanggap, tanggon, trengginas dengan berjiwa juang, profesional, disiplin, kebanggaan, kerja keras dan kerja cerdas serta memiliki kemampuan kesamaptaan yang tinggi melalui upaya penerapan manajemen dan teknologi pendidikan secara tepat. AAL memiliki lima program studi bidang akademi maupun non akademi untuk mengasah kemampuan yang dimiliki oleh para taruna. Salah satu program studi yang dimiliki oleh akademi angkatan laut adalah program studi manajemen pertahanan matra laut. Taruna korps pelaut adalah calon perwira TNI AL yang disiapkan untuk menjadi calon pucuk pimpinan tertinggi TNI Angkatan Laut. Setiap perwira korps pelaut bertugas memimpin anggotanya dalam memenuhi tuntutan tugas. Pengetahuan dasar materi pelaut adalah hal mutlak untuk setiap taruna korps pelaut. Ilmu navigasi, kesenjataan, mantak dan proskomtis merupakan ilmu dasar dengan pemahaman secara bertahap, bertingkat dan berlanjut untuk mencapai tingkat pemahaman seorang perwira korps pelaut. Dalama mendukungketerampilan taruna sebagai perwira jaga laut dan perwira divisi di kedinasan Latihan praktik Olah Gerak Kapal merupakan salah satu sarana belajar bagi taruna Akademi Angkatan Laut korps pelaut dalam mengolah Gerakan kapal Latihan Praktik Olah Gerak Kapal terdapat materi tentang MOB. MOB merupakan keadaan darurat yang sering terjadi di atas kapal, seorang penumpang atau awak kapal jatuh ke laut. Situasi gawat darurat terjadi akibat tabrakan di laut yang mengakibatkan kapal tenggelam atau kelalaian kerja yang membutuhkan peran orang jatuh di 54 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 laut atau disebut juga dengan MOB. Latihan praktik MOB penting bagi taruna korps pelaut sebagai keterampilan berlayar dan menambah wawasan dalam mengatasi MOB. Berdasarkan latar belakang di atas maka di perlukan Latihan praktik MOB, agar taruna korps pelaut dapat memahami metode yang digunakan saat melaksanakan peran MOB 2. Metode Penelitian deskriptif adalah suatu pendekatan penelitian yang berupaya menguraikan dan mengartikan objek sesuai dengan keadaannya (Best, 1982:119). Metode ini sering disebut sebagai non-eksperimental karena tidak melibatkan kontrol dan manipulasi variabel penelitian. Dengan menggunakan metode deskriptif, penelitian memungkinkan adanya keterkaitan antar variabel, uji hipotesis, pengembangan generalisasi, serta pembentukan teori dengan validitas universal (West, 1982). Selain itu, penelitian deskriptif juga merupakan jenis penelitian di mana pengumpulan data dilakukan untuk menguji pertanyaan penelitian atau hipotesis terkait dengan kondisi dan kejadian saat ini. Penelitian kualitatif, di sisi lain, adalah suatu pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran individu maupun kelompok. Beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan memberikan penjelasan yang mengarah pada kesimpulan. Penelitian kualitatif bersifat induktif, dimana peneliti membiarkan masalah-masalah muncul dari data atau dibiarkan terbuka untuk interpretasi. Data dikumpulkan melalui pengamatan yang cermat, mencakup deskripsi yang detail beserta catatan hasil wawancara mendalam. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena sehubungan dengan pengalaman subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan. Penelitian kualitatif memiliki dua tujuan utama, yaitu menggambarkan dan menjelajah (to describe and explore) serta menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Metode penelitian yang kami pilih adalah metode deskriptif kualitatif. 3. Hasil dan Pembahasan 55 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 3.1 Kondisi yang diharapkan Kondisi yang diharapkan dari latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB adalah dengan melaksanakan latihan praktik MOB di Gedung Andromeda yaitu di Bridge Simulator dengan fitur MOB yang sudah ada dan lebih baik guna meningkatkan motivasi belajar taruna dalam melaksanakan latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB. Selain itu, Bridge Simulator dapat dioptimalkan fungsinya untuk menjadi tempat latihan praktik MOB. Dikarenakan nantinya bila sudah menjadi seorang perwira divisi sudah terbiasa apabila melaksanakan peran MOB pada saat kapal berlayar. a. Latihan Praktik Pengendalian Kapal Tentang MOB Tujuan latihan praktik pengendalin kapal tentang MOB yang diinginkan adalah agar para taruna dapat mengerti dan paham tentang bagaimana cara mengatasi dalam menghadapi situasi MOB dengan baik. Oleh karena itu dengan menggunakan metode belajar secara praktik terus menerus akan memudahkan taruna untuk memahami materi yang telah diberikan. Latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB akan lebih maksimal bila pelaksanaannya difokuskan kepada metode – metode apa saja yang digunakan untuk mengatasi MOB pada saat pelaksanaan peran MOB. Proses ini dapat dilaksanakan secara langsung dengan menggunakan fitur MOB yang ada di Bridge Simulator maupun langsung mempraktikkannya di Kal Kadet. b Alat Instuksi Bridge Simulator dan Kal Kadet memiliki sarana latihan yang mewadai seperti fitur MOB dan dapat mempraktikkan secara langsung di Kal Kadet yang secara keseluruhan dapat mendukung proses pembelajaran taruna korps pelaut dalam latihan praktik MOB. Karena dengan memiliki sarana yang mewadai yang memenuhi standar dalam kegiatan pembelajaran dalam melaksanakan latihan praktik MOB akan meningkatkan motivasi taruna korps pelaut dalam mendalami profesi. Hasil Analisis Data dan Pembahasan 56 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 Setelah menentukan matriks SWOT maka telah disimpulkan denga hasil sebagai berikut: a. Strategi SO (Strength-Opportunity) Tabel Strategi Strength and Opportunity Strength (Kekuatan) Opportunity (Peluang) 1. Taruna dapat lebih banyak mendapat 1. Perkembangan teknologi yang materi apabila latihan praktik semakin canggih. dilaksanakan di Gedung Andromeda dan 2. Mencoba untuk melaksanakan latihan Kal Kadet. praktik MOB di Gedung Andromeda. 2. Lokasi Gedung Andromeda yang relative dekat. 3. Hampir semua latihan praktik taruna korps pelaut memerlukan Gedung Andromeda. 4. Terdapat fitur MOB di Gedung Andromeda. Strategi S-O (Streght – Opportunity) 1. Taruna Korps Pelaut melaksanakan latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB di Gedung Andromeda dengan menggunakan teknologi yang modern. 2. Melaksanakan latihan praktik MOB di Gedung Andromeda yang jaraknya relative dekat dapat memperpanjang waktu latihan praktik MOB. 3. Teknologi fitur MOB yang canggih dapat digunakan sewaktu – waktu. Pembahasan : 57 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 1) Taruna Korps Pelaut melaksanakan latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB di Gedung Andromeda dengan menggunakan teknologi modern dengan menggunakan fitur MOB yang ada di Bridge Simulator. Fitur terusebut juga harus memiliki standarisasi selayaknya dikapal dan dapat beroprasi dengan baik. 2) Melaksanakan latihan praktik MOB di Gedung Andromeda yang jaraknya relative dekat dapat memperpanjang waktu latihan praktik MOB. Karena jarak yang dekat dengan resimen apabila sewaktu – waktu ada kegiatan resimen mendadak yang membutuhkan taruna dapat segera Kembali ke resimen dan apabila sudah selesai dapat langsung Kembali ke Gedung Andromeda sehingga tidak memotong banyak waktu latihan praktik MOB. 3) Teknologi fitur MOB yang canggih dapat digunakan sewaktu – waktu, dalam hal ini taruna dapat menggunakan fitu MOB di Bridge simulator tidak hanya pada saat latihan praktik MOB, apabila ada Pelajaran tentang MOB dapat menggunakan fitur MOB yang ada di Bridge Simulator secara langsung. b. Strategi WO (Weakness – Opportunity) Tabel Strategi Weakness and Opportunity Weakness (Kelemahan) Opportunity (Peluang) 1. Terbatasnya tambahan jam Pelajaran 1. Perkembangan teknologi yang untuk latihan praktik di Gedung semakin canggih. Andromeda, Terutama Latihan Praktik 2. Mencoba untuk melaksanakan latihan Pengendalian Kapal Tentang MOB. praktik MOB di Gedung Andromeda. 2. Fitur MOB di Gedung Andromeda belum pernah digunakan sama sekali 58 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 yang mengakibatkan taruna korps pelaut hanya dapat melaksanakan latihan praktik di Kal Kadet. Strategi WO (Weakness – Opporunity) 1. Lebih banyak menggunakan waktu latihan praktik MOB di Gedung Andromeda terutama di Bridge Simulator daripada Kal Kadet untuk menambah jam Pelajaran. 2. Mencoba melaksanakan latihan praktik MOB di Bridge Simulator. Pembahasan: 1) Lebih banyak menggunakan waktu latihan praktik MOB di Gedung Andromeda terutama Bridge Simulator daripada Kal Kadet untuk menambah jam Pelajaran. Menambah jam latihan praktik di Bridge simulator akan menambah waktu jam latihan praktik MOB dan mengurangi waktu latihan praktik di Kal Kadet yang dapat memotong waktu latihan praktik tersebut. 2) Mencoba melaksanakan latihan praktik MOB di Bridge Simulator, selama ini latihan praktik MOB belum pernah dilaksanakan di Bridge Simulator, maka dari itu dengan fitur MOB yang sudah ada latihan praktek MOB seharusnya lebih difokuskan ke Bridge Simulator agar waktu belajar yang di dapatkan lebih maksimal. c. Strategi ST (Strength-Threats) Tabel Strategi Strength - Threats Strength (Kekuatan) Threats (Ancaman) 59 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 1. Taruna dapat lebih banyak mendapat 1. Anggaran yang diberikan dan masalah materi apabila latihan praktik prioritas tentang pelaksanaan waktu dilaksanakan di Gedung Andromeda dan latihan praktik. Kal Kadet. 2. Waktu pelaksanaan latihan praktik 2. Lokasi Gedung Andromeda yang yang sudah sesuai dengan kalender relative dekat. akademi atau sesai dengan program 3. Hampir semua latihan praktik taruna pelaksanaan Pengajaran sering korps pelaut memerlukan Gedung bertabrakan dengan kegiatan resimen Andromeda. sehingga memotong waktu latihan 4. Terdapat fitur MOB di Gedung praktik. Andromeda. Strategi ST (Strength –Threats) 1. Harus lebih sering melaksanakan latihan praktik MOB di Gedung Andromeda agar anggaran yang deberikan Lembaga cukup 2. Jarak Gedung Andromeda yang dekat dapat menyesuaikan waktu dengan kegiatan yang ada diresimen 3. Latihan praktik MOB di Gedung Andromeda dapat memperpanjang latihan praktik tersebut. Pembahasan : 1) Harus lebih sering melaksanakan latihan praktik MOB di Gedung Andromeda agar anggaran yang diberikan Lembaga cukup. Dengan melaksanakan latihan praktik MOB di Bridge Simulator dapat menghemat 60 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 anggaran yang diberikan oleh Lembaga sehingga dapat memperpanjang waktu latihan praktik MOB. 2) Jarak Gedung Andromeda yang dekat dapat menyesuaikan waktu dengan kegiatan yang ada diresimen. Jarak yang relative dekat dengan resimen AAL dapat menghemat waktu perjalanan latihan praktik MOB dari resimen menuju Gedung Andromeda. 3) Latihan praktik MOB di Gedung Andromeda dapat memperpanjang latihan praktik tersebut. Dikarenakan jarak Gedung Andromeda dan resimen relative lebih dekat daripada jarak resimen ke Kal Kadet yang berada di Koarmada II. d. Strategi WT (Weakness – Threats) Tabel Strategi Weakness - Threats Weakness (Kelemahan) Threats (Ancaman) 1. Terbatasnya tambahan jam Pelajaran 1. Anggaran yang diberikan dan masalah untuk latihan praktik di Gedung prioritas tentang pelaksanaan waktu Andromeda, Terutama Latihan Praktik latihan praktik. Pengendalian Kapal Tentang MOB. 2. Waktu pelaksanaan latihan praktik 2. Fitur MOB di Gedung Andromeda yang sudah sesuai dengan kalender belum pernah digunakan sama sekali akademi atau sesai dengan program yang mengakibatkan taruna korps pelaksanaan Pengajaran sering pelaut hanya dapat melaksanakan bertabrakan dengan kegiatan resimen latihan praktik di Kal Kadet. sehingga memotong waktu latihan praktik. 61 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 Strategi WT (Weakness –Threats) 1. Menambahkan jam Pelajaran MOB dalam masalah anggaran dan prioritas pelaksanaan waktu latihan praktik MOB. 2. Menggunakan fitur MOB yang ada di Gedung Andromeda dan dapat memperhatikan waktu latihan praktik MOB apabila sewaktu – waktu bertabrakan dengan kegiatan resimen. Pembahasan : 1) Menambahkan jam Pelajaran MOB dalam masalah anggaran dan prioritas pelaksanaan waktu latihan praktik MOB. Untuk menghemat anggaran dan menghemat waktu yang diberikan oleh Lembaga sebaiknya latihan praktik MOB lebih sering dilaksanakan di Gedung Andromeda agar taruna korps pelaut mendapatkan materi yang maksimal. 2) Menggunakan fitur MOB yang ada di Gedung Andromeda dan dapat memperhatikan waktu latihan praktik MOB apabila sewaktu – waktu bertabrakan dengan kegiatan resimen. Apabila melaksanakan latihan praktik MOB di Gedung Andromeda apabila sewaktu – waktu diminta resimen untuk mengikuti kegiatan resimen maka taruna dapat Kembali ke resimen dengan cepat dan Kembali ke Gedung Andromeda apabila sudah selesai dikarenakan jarak yang relative dekat. 3.2 Pemecahan Masalah Berdasarkan hasil analisis data dari pemecahan masalah yang disesuaikan degan kondisi yang diharapkan, maka pemecahan masalah terletak pada strategi SO (StrengthOpportunity). Strategi ini menguntungkan analisis latihan praktik pengendalian kapal tentang 62 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 MOB dengan mengoptimalisasi Gedung Andromeda yaitu Bridge Simulator. Alternatif dari strategi sebagai berikut: a. Menggunakan perkembangan teknologi modern yaitu menggunakan fitur MOB yang telah disediakan di Bridge Simulator, Meskipun belum digunakan sama sekali, seharusnya dapat dicoba untuk digunakan latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB dan dapat meningkatkan semangat serta motivasi belajar taruna korps pelaut. b. Melaksanakan latihan praktik di Gedung Andromeda yang memiliki jarak relative dekat dengan resimen yang dapat memperpanjang waktu latihan praktik MOB. Sehingga dapat menghemat anggaran yang telah diberikan oleh Lembaga dan menambah waktu belajar dalam memahami materi tentang MOB. 4. Simpulan Berdasarkan penelitian skripsi yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a. Beberapa faktor yang dapat diidentifikasi dalam analisis SWOT adalah: 1) Faktor Kekuatan (Strenght) yaitu lokasi Gedung Andromeda yang relative dekat dan hampir seluruh latihan praktik taruna korps pelaut memerlukan Gedung Andromeda guna mendukung sarana belajar mengajar taruna korps pelaut. 2) Faktor Kelemahan (Weakness) yakni terbatasnya waktu tambahan pelajaran di Bridge Simulator dan fitur MOB yang ada di Bridge Simulator belum pernah digunakan sama sekali. 3) Faktor Peluang (Opportunity) antara lain perkembangan teknologi yang semakin canggih dengan adanya fitur MOB di Bridge Simulator wajib untuk dicoba pada pelaksanaan latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB. 4) Faktor Ancaman (Threats) antara lain terbatasnya anggaran yang diberikan oleh lembaga dan waktu yang diberikan untuk melaksanakan latihan praktik yang sudah sesuai dengan kalender akademi tetapi masih sering bertabrakan dengan kegiatan resimen. 63 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 b. Ada pula keuntungan setelah menganlisis latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB dapat mengoptimalkan sarana Bridge Simulator dan Kal Kadet. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilaksanakan dengan analisis SWOT maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Bridge Simulator memiliki jarak yang dekat dengan resimen dan sudah memiliki fitur MOB yang bisa digunakan untuk melaksanakan latihan praktik pengendalian kapal tentang MOB. 2) Kal Kadet dapat digunakan untuk melaksanakn latihan MOB dan juga mendapatkan suasana pada saat terjadi peran MOB pada umumnya pada saat kapal sedang berlayar. 3) Meningkatkan motivasi taruna untuk belajar dan berlatih dengan menggunakan fitur MOB yang ada di Bridge Simulator dan Kal Kadet. 4) Taruna korps pelaut dapat secara langsung mengetahui metodemetode yang digunakan pada saat terjadi peran MOB. 5) Dapat memperpanjang waktu belajar taruna korps pelaut apabila sering menggunakan sarana dan prasarana yang ada di Bridge Simulator. Daftar Rujukan Ardana. (2012). Manajemen Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu Asri, P., & Handoko, L. (2018). Penyelamatan Individu Salah Satu Upaya Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Kapal. Jurnal 7 Samudra, 3(2), 60-70. Baldauf, M. et al. (2011) ‘e-Navigation and situation-dependent manoeuvring assistance to enhance maritime emergency response’, WMU Journal of Maritime Affairs, 10(2), pp. 209– 226. Bilung, S. (2016). Analisis SWOT dalam menentukan strategi pemasaran sepeda motor honda pada CV Semoga Jaya di Area Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur. Ejurnal Administrasi Bisnis, 116-127. 64 Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Volume 2 N0 1, Juni 2025 Formela, K., Gil, M. and Ś, H. (2015) ‘Comparison of the Efficiency of Williamson and Anderson Turn Manoeuvre’, 9(4), pp. 565–569. GRACE, P. N. (2023). Upaya Peningkatan Pencegahan Terjadinya Man Overboard Guna Keselamatan Penumpang di KM Dorolonda (Doctoral dissertation, POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG). I.M.O, 2010 ( International Maritime Organisation) (2014) ‘Officer in Charge of a Navigational Watch’, 44(0), p. 68. Jacobsen, D. A., Eggen, P., & Kauchak, D. (2009). Methods for teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kunieda, Y. et al. (2019) ‘Study on effective maritime training through the anchoring training’, TransNav, 13(2), pp. 381–386. Kusumartono, P. T., Santoso, H. B., & Noviarianto, N. (2020). Studi On Person Over Board dalam Pendidikan dan Pelatihan Maritim di Polimarin Semarang. Jurnal Maritim Polimarin, 6(2), 32-41. Marine Accident Investigation Branch. Southampton, U. K. (2014) ‘Marine Accident Investigation Branch (MAIB). 2011. Annual Report 2010.’ Robbins. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat Subandrijo, D. (2011). Olah Gerak Dan Pengendalian Kapal. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro 65