Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 DOI: https://doi. org/10. 70285/w8r5ge97 Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera di Jakarta Selatan Ariyanto Tri Prasetyo1. Nopi Oktavianti2 Program Studi Manajemen. Universitas Pamulang1,2 ariyantotrip14@gmail. com1, dosen02481@unpam. Received 10 Maret 2025 | Revised 20 April 2025 | Accepted 10 Juni 2025 *Korespondensi Penulis Abstrak The purpose of this research is to find out whether there is an influence of work discipline on the performance of employees of PT Prima Karya Sarana Sejahtera South Jakarta, to find out whether there is an influence of work discipline on the performance of employees of PT Prima Karya Sarana Sejahtera South Jakarta, to find out whether there is an influence of motivation and work discipline on simultaneous performance of employees of PT Prima Karya Sarana Sejahtera. South Jakarta. This research method uses a quantitative description method, data collection techniques using The population is 100 employees, sampling can use saturated sampling, so the sample is all 100 employees. Data analysis uses validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple regression analysis, multiple correlation coefficient analysis, coefficient of determination analysis and hypothesis testing, t-test calculation results for the motivation variable (X. with a tcount 845 and a significance of 0. Because tcount is greater than ttable . 845 > 1. and significance it can be stated that Motivation (X. has a significant effect on Employee Performance (Y). Based on the results of the t test calculation for the Discipline variable (X. with a t count of 7. 570 and a significance of 0. Because tcount is greater than ttable . 570 > 1. and significance it can be stated that Discipline (X. has a significant effect on Employee Performance (Y). Based on the results above, namely the ANOVA test, the Fcount value was 81. 374, while the Ftable . for n = 97 was So Fcount > from Ftable . or 81,374>2. 70, with a significant level of 0. 000 < 0. 05, then it can be said that Motivation (X. Discipline (X. and together have an influence on Employee Performance (Y). Keywords: Motivation . Discipline . Employee Performance Abstrak Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Jakarta Selatan. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Jakarta Selatan. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh motivasi dan disiplin kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Jakarta Selatan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskripsi kuantitatif, teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Populasinya adalah 100 karyawan, pengambilan sampel dapat menggunakan sampling jenuh, maka sampel adalah seluruh karyawan yang berjumlah 100 karyawan. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, analisis koefisien korelasi ganda, analisis Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Februari-Mei . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 koefisien determinasi dan uji hipotesis, hasil perhitungan uji t variabel motivasi (X. dengan thitung sebesar 4,845 dan signifikansi sebesar 0. Karena thitung lebih besar ttabel . ,845 > 1. dan signifikansi dapat dinyatakan bahwa Motivasi (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdarsarkan hasil perhitungan uji t variabel Disiplin (X. dengan thitung sebesar 7,570 dan signifikansi sebesar 0. Karena thitung lebih besar ttabel . ,570 > 1. dan signifikansi dapat dinyatakan bahwa Disiplin (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan hasil di atas yakni uji ANOVA diperoleh nilai Fhitung sebesar 81. 374 sedangkan Ftabel . untuk n = 97 sebesar 2. Jadi Fhitung > dari Ftabel . 374 > 2. 70, dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 karena 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa Motivasi (X. Disiplin (X. dan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Kata Kunci: Motivasi. Disiplin. Kinerja Karyawan PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam suatu organisasi atau perusahaan. Agar aktivitas manajemen berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketrampilan tinggi serta usaha untuk mengelola perusahaan seoptimal mungkin sehingga kinerja karyawan meningkat. Pada era globalisasi saat ini beberapa perusahaan berada dalam situasi dan kondisi yang tidak menentu, banyak perubahan lingkungan bisnis, baik teknologi, politik, ekonomi sangat berpengaruh pada perusahaan-perusahaan besar khususnya dalam menghadapi persaingan. Setiap organisasi senantiasa berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawannya, dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan akan tercapai. Sumber daya terpenting bagi suatu perusahaan atau organisasi adalah sumber daya manusia yaitu orang yang telah memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka pada Apakah terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan? Apakah terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan? Apakah terdapat pengaruh motivasi dan disiplin kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan. Ilmu pengetahuan manajemen dapat diterapkan dalam semua organisasi, perusahaan, pemerintah. Pendidikan, sosial, keagamaan dan lain-lainnya. Pengertian Manajemen menurut Rivai . berpendapat Aumanajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pendayagunaan sumber daya lainnya secara efisien, efektif, dan produktif untuk mencapai suatu tujuanAy. Pengertian manajemen Menurut Firmansyah . manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian Manajemen menurut G. Terry . yang dialih bahasakan oleh R. Supomo dan Eti Nurhayati adalah Aumanajemen adalah suatu proses yang khas yang teridiri atas Tindakan- Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Februari-Mei . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui permanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnyaAy. Hipotesis menurut Sugiyono . Auhipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah karena sifatnya sementara, maka perlu di buktikan kebenaranya melalui data empirik yang terkumpulAy. Hipotesis dalam penelitian ini adalah harapan yang dinyatakan oleh peneliti mengenai hubungan antara variabel Ae variabel di dalam masalah penelitian. Berdasarkan judul penelitian tersebut, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H01 : Diduga Tidak dapat pengaruh antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan secara parsial. Ha1 : Diduga Terdapat pengaruh antara motivasi terhadap kinerja karyawan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan secara parsial. H02 : Diduga Tidak terdapat pengaruh antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan secara parsial. Ha2 : Diduga Terdapat pengaruh antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan secara parsial. H03 : Diduga Tidak terdapat pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan secara simultan. Ha3 : Diduga Terdapat pengaruh antara motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, karena data yang menjadi objek dalam penelitian ini merupakan data-data kuantitatif yang berupa angka-angka yang dihasilkan dari skala likert Sugiyono . Lebih lanjut Sugiyono . menyatakan bahwa metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan dengan metode Asosiatif. Menurut Sugiyono . metode asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara dua variabel lebih. Populasi Menurut Sugiyono . berpendapat Aupopulasi adalah jumlah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Dalam penelitian populasi adalah karywan PT Prima Karya Sarana Sejahtera Di Jakarta Selatan yang berjumlah 100 orang. Sampel Menurut Sugiyono . berpendapat Ausampel adalah jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasiAy. Menurut Arikunto . Ausampel adalah sebagai atau wakil populasi yang ditelitiAy. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Dalam hal ini maka peneliti menggunakan sampel jenuh. Menurut Sugiyono . Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Februari-Mei . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Ausampel jenuh adalah Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampelAy. Uji Asumsi Klasik. Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui ketepatan sebuah data. Menurut Singgih Santoso . berpendapat Ausebuah model regresi akan digunakan untuk melakukan peramalan senuah model yang baik adalah model dengan kesalahan peramalan yang seminimal mungkin. Karena itu, sebuah model sebelum digunakan seharusnya memenuhi beberapa asumsi, yang biasa disebut asumsi klasikAy. Dalam penelitian ini uji asumsi klasik yang digunakan adalah meliputi: Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Autokorelasi, dan Uji Heterokedastisitas. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variable dependen, variable independent, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Menurut Ghozali . berpendapat AuModel regresi yang baik adalah berdistribusi normal atau mendekati normalAy. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing- masing variable tetapi pada nilai residulnya. Dengan demikian uji ini untuk memeriksa apakah data yang berasal dari populasi terdistribusi normal atau tidak. Dalam penguji ini, digunakan software SPSS versi 24. Lebih lanjut Ghozali . menjelaskan bahwa uji normalitas dapat berpedoman pada uji Kolmogorov Smirnov dengan ketentuan: Jika nilai signifikansi < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka data berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Uji Multikolinieritas ini bertujuan menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable independen. Menurut Ghozali . , berpendapat bahwa AuUji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas . Ay. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variable independen. Jika variable independen saling berkolerasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal. Varibael orthogonal adalah varibael independen yang nilai korelasi antar sesame variable independen sama dengan nol. Uji Autokorelasi Menurut Ghozali . Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t1 . Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu . ime serie. , karena sampel atau observasi tertentu cenderung dipengaruhi oleh observasi sebelumnya. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dengan cara melakukan uji Durbin Ae Watson (DW tes. Mendeteksi autokorelasi dengan menggunakan nilai Durbin Watson. Kriteria dalam pengujian Durbin Watson yaitu (Sujarweni, 2016: . Jika 0 < d < dL, berarti ada autokorelasi positif Jika 4 Ae dL < d < 4, berarti ada autokorelasi negative Jika 2 < d < 4 Ae dU atau dU < d < 2, berarti tidak ada autokorelasi positif atau negatif Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk menentukan apakah suatu hipotesis sebaiknya diterima atau Menurut Sugiyono . AuHipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Februari-Mei . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaanAy. Dengan demikian hipotesis penelitian dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul dan harus diuji secara empiris. Maka pengujian hipotesis dilakukan melalui: Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji . Menurut Sugiyono . korelasi parsial dalam hal ini pengaruh signifikansi digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen, dimana salah satu variabel independennya dibuat tetap atau dikendalikan. Uji t atau uji parsial dimaksudkan untuk menguji bagaimana pengaruh masing Ae masing variabel bebasnya secara sendiri Ae sendiri terhadap variabel Dalam penelitian ini rumusan hipotesis yang dibuat adalah sebagai berikut: Variabel Motivasi (X. H0 : A2 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan secara parsial pada PT Prima Karya Sarana Sejahtera Jakarta Selatan Ha : A2 A 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap kinerja karyawan secara parsial pada PT Prima Karya Sarana Sejahtera Jakarta Selatan probability signifikansi < 0,05. Uji Hipotesis Secara Simulatan (Uji F) Menurut Sugiyono . bahwa Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh secara bersamasama variabel independent terhadap variabel dependen Uji F atau simultan dimaksudkan untuk menguji pengaruh semua variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini rumusan hipotesis yang dibuat sebagai berikut: H0 : A3 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi (X. dan disiplin kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) secara simultan pada PT. PT Prima Karya Sarana Sejahtera Jakarta Selatan Ha : A3 A 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi (X. dan disiplin kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) secara simultan pada PT. PT Prima Karya Sarana Sejahtera Jakarta Selatan HASIL dan PEMBAHASAN HASIL Uji Validitas . Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi (X. Guna mengetahui hasil analisis uji validitas dari variabel Motivasi (X. menggunakan komputer program SPSS Versi 24 for Windows input data variabel Motivasi yang merupakan data ordinal dari sampel berjumlah 100 dengan jumlah soal sebanyak 12 pernyataan sebagai berikut: Dengan rumusan Df = (N-. Df = . = 98. Hasil Uji Autokolerasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. Disiplin Kerja (X. Motivasi (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Februari-Mei . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Uji F (Simulta. Model Sum of Squares Tabel 4. ANOVAa df Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Predictors: (Constan. Disiplin Kerja (X. Motivasi (X. Sumber: Hasil Olahan Data (SPSS . , 2023 F Sig. PEMBAHASAN Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Dari tabel di atas diperoleh hasil perhitungan nilai uji t variabel Motivasi (X. dengan thitung sebesar 4,845 dan signifikansi sebesar 0. Karena thitung lebih besar ttabel . ,845 > 1. dan signifikansi lebih kecil dari 5% maka Ha diterima dan H0 ditolak, dapat dinyatakan bahwa Motivasi (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Dalam penelitian ini Motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, penelitian ini sesuai dengan peneliti terdahulu Muhammad NafiAo Atqiya . AuPengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Variabel Kepuasan Kerja Pada PT. Pindad MalangAy Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Motivasi secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja. Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Dari tabel di atas diperoleh hasil perhitungan nilai uji t variabel Disiplin Kerja (X. dengan thitung sebesar 7,570 dan signifikansi sebesar Karena thitung lebih besar ttabel . ,570 > 1. dan signifikansi lebih kecil dari 5% . maka Ha diterima dan H0 ditolak, dapat dinyatakan bahwa Disiplin Kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Dalam penelitian ini Disiplin Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, penelitian ini sesuai dengan peneliti terdahulu Kania Teja Utari. Rasto . AuPengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawanAy Hasil penelitian menunjukkan disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Oleh sebab itu, kinerja karyawan dapat ditingkatkan melalui peningkatan disiplin kerja. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil analisis pada tabel di atas yakni uji ANOVA diperoleh nilai Fhitung sebesar 81. sedangkan Ftabel . untuk n = 97 sebesar 2. Jadi Fhitung > dari Ftabel . 70, dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 karena 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa Motivasi (X. Disiplin Kerja (X. dan secara bersama- sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Februari-Mei . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Berdasarkan tabel Model Summary yang menghasilkan nilai R Square sebesar 0. 627, hal ini menunjukan bahwa sebesar 62. 7% variabel Motivasi (X. , variabel Disiplin Kerja (X. dan variabel memiliki pengaruh secara simultan . ersama-sam. terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) dan sisanya sebesar 37. 3% berpengaruh dengan faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini Motivasi dan Disiplin Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, penelitian ini sesuai dengan peneliti terdahulu Muhamad Ekhsan . AuPengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Syncrum Logistics. Ay Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan variabel motivasi dan kedisiplinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Syncrum Logistics. Hal ini dibuktikan dari hasil uji simultan (Uji F) dan hasil Uji Parsial (Uji . juga menunjukkan nilai signifikansi kedua variabel independen yang mendukung Oleh karena itu hasil pengujian dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT SyncrumLogistics SIMPULAN Berdasarkan pada bab hasil analisa dan pembahasan, penulis akan menarik kesimpulan dari hasil penelitian atau penulisan Skiripsi ini. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagai berikut: Terdapat pengaruh Motivasi (X. dengan thitung sebesar 4,845 dan signifikansi sebesar 0. Karena thitung lebih besar ttabel . ,845 > 1. dan signifikansi lebih kecil dari 5% maka Ha diterima dan H0 ditolak, dapat dinyatakan bahwa Motivasi (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai korelasi variabel Motivasi (X. sebesar 0,637, masuk pada interval 0,500 - 0,750 artinya bahwa tingkat hubungan antara variabel Motivasi (X. secara simultan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) memiliki tingkat hubungan yang Berdasarkan tabel Model Summary yang menghasilkan nilai R Square sebesar 0. 406, hal ini menunjukan bahwa sebesar 40. 6% variabel Motivasi (X. memiliki pengaruh terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) dan sisanya sebesar 59. 4% berpengaruh dengan faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Terdapat pengaruh Disiplin (X. dengan thitung sebesar 7,570 dan signifikansi sebesar 0. Karena thitung lebih besar ttabel . ,570 > 1. dan signifikansi lebih kecil dari 5% . maka Ha diterima dan H0 ditolak, dapat dinyatakan bahwa Disiplin (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai korelasi variabel Disiplin Kerja (X. sebesar 0,732, masuk pada interval 0,500 - 0,750 artinya bahwa tingkat hubungan antara variabel Disiplin Kerja (X. secara simultan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) memiliki tingkat hubungan yang kuat. Berdasarkan tabel Model Summary yang menghasilkan nilai R Square sebesar 0. 536, hal ini menunjukan bahwa sebesar 53. 6% variabel Disiplin Kerja (X. dan variabel memiliki pengaruh secara simultan . ersama-sam. terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) dan sisanya sebesar 46. berpengaruh dengan faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Karyawan. Berdasarkan hasil analisis pada tabel di atas yakni uji ANOVA diperoleh nilai Fhitung sebesar 81. sedangkan Ftabel . untuk n = 97 sebesar 2. Jadi Fhitung > dari Ftabel . 31, dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 karena 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa Motivasi (X. Disiplin (X. dan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Berdasarkan tabel Model Summary yang menghasilkan nilai R Square sebesar 0. 627, hal ini Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Februari-Mei . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 menunjukan bahwa sebesar 62. 7% variabel Motivasi (X. , variabel Disiplin Kerja (X. dan variabel memiliki pengaruh secara simultan . ersama-sam. terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) dan sisanya sebesar 37. 3% berpengaruh dengan faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai korelasi variabel Motivasi (X. dan Disiplin Kerja (X. sebesar 0,792, masuk pada interval 0,750 - 0,990 artinya bahwa tingkat hubungan antara variabel Motivasi (X. dan Disiplin Kerja (X. secara simultan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. DAFTAR PUSTAKA