P a g e | 10 Jurnal Kesehatan Primer Vol. No. May, pp. P-ISSN 2549-4880. E-ISSN 2614-1310 Journal DOI: https://doi. org/10. 31965/jkp Website: http://jurnal. id/index. php/jkp Students' Knowledge of Applied Anesthesiology Nursing level 3 ITEKES Bali on ECG Interpretation I Nyoman Tripayana1. Emanuel Ileatan Lewar2. Yustina Ni Putu Yusniawati3. I Gde Agus Shuarsedana Putra4 1,2,4 Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Indonesia Program Studi Profesi Ners. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Indonesia Email: tripayana. itekes@gmail. ARTICLE INFO Artikel Histori: Received date: February/06/2025 Revised date: April/08/2025 Accepted date: May/30/2025 Keywords: Interpretation of ECG. Knowledge. Students ABSTRACT/ABSTRAK Background: Electrocardiography (ECG) records the electrical activity of the atria and ventricles and forms characteristic ECG It is essential for diagnosing cardiovascular diseases. Bali Province has a high prevalence of cardiovascular diseases . or approximately 16,481 peopl. , which requires all health workers, especially anesthetists, to not only perform ECG installation but also interpret the results accurately. This study aimed to determine the knowledge of level 3 Anesthesiology Nursing students at ITEKES Bali regarding ECG interpretation. Methods: This research uses quantitative research with this was a descriptive quantitative study with a cross-sectional The output of this research can be used as a source of information or evaluation material for teachers and students regarding the importance of interpreting ECGs. Results: The results of this study show that most students . 0%) had good knowledge of ECG interpretation, while 10. 0% had sufficient Conclusion: The knowledge possessed by ITEKES Bali level 3 Anesthesiology Nursing students regarding ECG interpretation was good and sufficient. Kata Kunci: Interpretasi Mahasiswa. Pengetahuan EKG. P a g e | 11 Latar Belakang: Elektrokardiogram (EKG) merupakan alat untuk merekam aktivitas listrik sel di atrium dan ventrikel dan membentuk gelombang EKG, alat ini digunakan untuk memeriksa pasien pasien dengan riwayat penyakit Provinsi Bali memiliki angka kejadian penyakit kardiovaskular cukup tinggi dengan prevalensi 1,3% atau 481 jiwa. Hal ini menuntut seluruh tenaga kesehatan terutama penata anestesi tidak hanya mampu dalam melakukan pemasangan EKG tetapi juga mampu dalam menginterpretasikan EKG. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa keperawatan anestesi tingkat tiga ITEKES Bali tentang interpretasi EKG. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Adapun luaran penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi atau bahan evaluasi untuk pengajar maupun mahasiwa tentang pentingnya menginterpretasikan EKG. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan mahasiswa Keperawatan Anestesiologi tingkat tiga ITEKES Bali tentang interpretasi EKG dengan kategori baik sebanyak . 0%) dan pengetahuan dengan kategori cukup sebanyak . 0%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa keperawatan anestesiologi tingkat tiga ITEKES Bali tentang interpretasi EKG adalah baik dan cukup. CopyrightA Year Jurnal Kesehatan Primer All rights reserved Corresponding Author: I Nyoman Tripayana Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Indonesia Email: tripayana. itekes@gmail. P a g e | 12 INTRODUCTION EKG merupakan alat untuk merekam aktivitas listrik sel di atrium dan ventrikel dan membentuk gelombang EKG. Alat ini digunakan untuk memeriksa pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular (Kemenkes RI 2014. Moore et al. OAoDonnell et al. Berdasarkan RISKESDAS tahun 2018, kejadian penyakit kardiovaskular di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun, terdapat 4,2 juta penduduk Indonesia mengalami penyakit kardiovaskular dengan angka kejadian tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dengan prevalensi 1,6%, dan di Provinsi Bali angka kejadian penyakit kardiovaskular cukup tinggi dengan prevalensi 1,3% atau sekitar 16. jiwa(RISKESDAS 2. Saat ini, angka kejadian penyakit kardiovaskular semakin meningkat. Nusdin & Awaluddin, 2. Kondisi ini menuntut tenaga kesehatan, khususnya penata anestesi, tidak hanya mahir dalam pemasangan EKG, tetapi juga Kompetensi EKG menjadi syarat penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa keperawatan anestesi sesuai KKNI Level 6 (Mayasari et al. , 2024. Prabowo et al. , 2022. Rifai & Sulistyowati, 2017. Zulmedia, 2. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan anestesi diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai untuk melakukan perekaman dan interpretasi EKG (Yusniawati Selain keperawatan anestesi berperan penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam melakukan interpretasi EKG (Mayasari et al. Nusdin & Awaluddin, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Rifai & Sulistyowati . pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) semester tujuh terhadap gambaran Left Ventricular Hypertrophy (LVH) pada EKG menunjukkan bahwa dari 72 mahasiswa yang diteliti, 13 orang . ,1%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 17 orang . ,6%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 42 orang . ,3%) memiliki tingkat pengetahuan Selain itu, berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan pada tanggal 10 November 2022 terhadap 10 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi ITEKES Bali tingkat tiga yang telah mempelajari interpretasi EKG, enam mahasiswa menyatakan menginterpretasikan EKG. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian tentang gambaran pengetahuan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi tingkat tiga ITEKES Bali terhadap interpretasi EKG. RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Menurut Nursalam . , cross-sectional pengukuran atau observasi pada satu titik waktu sehingga diperoleh gambaran efek atau fenomena yang dihubungkan dengan penyebabnya. Sampel penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat i Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi ITEKES Bali yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan total 100 mahasiswa. Kriteria inklusi adalah mahasiswa aktif tingkat i Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi ITEKES Bali yang telah menerima materi EKG serta bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi meliputi mahasiswa tingkat I. II, dan IV. mahasiswa yang P a g e | 13 tidak bersedia menjadi responden. yang tidak mengirimkan feedback setelah link mengundurkan diri di tengah penelitian. mahasiswa yang sedang cuti. Penelitian ini dilaksanakan secara luring di Kampus II ITEKES Bali pada bulan FebruariAeMaret 2023. Instrumen penelitian berupa kuesioner berisi 21 pertanyaan tentang pengetahuan interpretasi EKG bagi mahasiswa tingkat i. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden seperti umur, jenis kelamin, pengalaman belajar EKG dasar dan lanjut, serta tingkat pengetahuan interpretasi EKG dasar dan lanjutan . Penelitian ini telah mendapatkan laik etik dari komisi etik ITEKES Bali dengan nomer etik: 0146/KEPITEKES-BALI/i/2023. RESULTS AND DISCUSSION RESULTS Tabel 1. Karakteristik responden berdasarkan mendapatkan materi EKG Karakteristik Frekuensi . Persentase (%) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Kelas Responden Kelas A Kelas B Pernah Mendapatkan Materi EKG Pernah Tabel di atas menunjukkan responden berjenis kelamin laki-laki 36 orang . 0%) dan perempuan 64 orang . 0%), responden yang berasal dari kelas A berjumlah 51 orang . dan kelas B adalah sebanyak 49 orang . 0%). Semua responden pernah mendapatkan materi EKG. Tabel 2. Frekuensi gambaran pengetahuan mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Tingkat 3 ITEKES Bali tentang Interpretasi EKG Kategori Frekuensi . Persentase (%) Baik Cukup Total Tabel di atas menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi tingkat 3 ITEKES Bali terkait interpretasi EKG masih dalam kategori baik dengan persentase . 0%) dan juga terdapat pengetahuan dengan kategori cukup dengan jumlah persentase . 0%). Tabel 3. Sebaran pertanyaan terkait gambaran pengetahuan mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesioogi tingkat 3 ITEKES Bali tentang interpretasi EKG . Gambaran Hasil Pengetahuan Benar Salah Mahasiswa (%) (%) Keperawatan Anestesiologi Tingkat 3 ITEKES Bali tentang Interpretasi EKG Pertanyaan (Tah. Suatu positif yang muncul rekaman EKG yang berasal dari SA node adalah gelombang P dimana Gelombang P menggambarkan depolarisasi atrium. Interval P-R di hitung dari awal gelombang P a g e | 14 kompleks QRS. Nilai normal dari interval P-R adalah 0,12 Ae 0,20 detik atau 3 kotak kecil Ae 5 kotak menunjukan adanya OMI pada miokard Kompleks QRS adalah 96. listrik/depolarisasi pada kedua ventrikel, normal komplek QRS lebarnya tidak melebihi 3 kotak kecil atau 0. 12 detik. Aksis jantung normal berada pada sudut 0o sampai 60o. Gelombang merupakan hasil dari repolarisasi di kedua ventrikel, normalnya positif, dan terbalik pada lead Avr Gelombang P mitral gelombang P > 0,12 detik atau 3 kotak atrium kiri Gelombang tinggi gelombang P > 0,3 mv atau 3 kotak atrium kanan Q patologis lebar > 0,04 detik dan dalam > 1/3 gelombang R Segmen normalnya sejajar garis isoelektrik Pertanyaan (Memaham. Irama jantung yang sumber dari SA node Adanya gelombang P yang di ikut oleh QRS positif pada lead II dan negative di avr EKG menunjukan sumber listrik berasal dari SA Segmen S-T Jika titik Segmen Elevasi (STE) dan jika titik ini Segmen Depresi Jika gelombang P atau ada gelombang P QRS, maka sumber P a g e | 15 listrik berasal dari AV Node. Jadi Namanya Junctional Ekstra Sistole. Heart rate pada gamabar EKG 50x/menit Gelombang T 92. repolarisasi otot kedua Normal tinggi gelombang T di lead melebihi >5 mm dan di prekordial tidak melebihi >10 mm VES (Ventrikel Ekstra Sisto. terjadi karena prematur dari sel dengan keterlibatan satunya disebabkan Irama Supraventrikuler Takikardi frekuensi jantungnya 150x/menit Suatu gambar EKG adanya gelombang P dan di ikuti kompleks QRS. Jarak antara RR tidak beraturan dan terdapat 12 QRS waktu 6 detik. Heart rate pada gamabar EKG tersebut adalah 120x/menit Suatu gambar EKG adanya gelombang P dan di ikuti kompleks QRS. Jarak antara RR sama yaitu 6 kotak besar. Heart rate pada gamabar EKG 80x/menit. Gambaran EKG irama sinus rhythm Gambaran EKG menunjukan adanya interval > 0,20 detik dan semua beat ventrikel merupakan gambaran AV block Irama 250x/menit. Pertanyaan (Analisi. Suatu gambar EKG adanya gelombang P dan di ikuti kompleks QRS. Jarak antara R-R sama yaitu 6 kotak P a g e | 16 gelombang P tidak ada. Interval P-R tidak dapat dinilai, kompleks QRS lebar sama merupakan ciri Ventrikel Fibrilasi. Tabel di atas menggambarkan sebaran jawaban tingkat pengetahuan mahasiswa anestesi tingkat 3 Keperawatan Anestesiologi tentang interpretasi EKG, yang mana dari 100 responden pertanyaan paling banyak dijawab benar . sesuai dengan kunci jawaban adalah pertanyaan nomor 1, 2, dan 9. Pembahasan Berdasarkan karakteristik responden pada hasil penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 68 orang . %). Menurut (Barnas & Ridwan, 2. mahasiswa perempuan lebih baik dalam hal pengetahuan dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki, hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata yang diperoleh tingkat pengetahuan mahasiswa laki-laki yaitu 19,11 dan mahasiswa perempuan sebesar 20,30. Pada penelitian ini jumlah responden terbanyak berasal dari kelas A sebanyak . %) dan dari kelas B sebanyak . %). Secara keseluruhan terdapat 100 responden . %) yang telah mendapatkan materi terkait EKG. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada mahasiswa Sarjana Terapan keperawatan anestesiologi tingkat 3 ITEKES Bali tentang interpretasi EKG didapatkan hasil dari 100 responden memiliki pengetahuan baik dengan eksploirasi yaitu . %). Hal ini menujukkan bahwa mengidentifikasikan kelainan umum pada pemeriksaan EKG. Penelitian ini sejalan dengan Nusdin & Awaluddin . dimana hasil penelitiannya mengatakan bahwa mahasiswa kedokteran di polandia memiliki tingkat pengetahuan yang baik dalam melakukan interpretasi EKG. Namun Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Wardani . yang keperawatan dalam menginterpretasikan EKG melalui pembelajaran daring selama masa COVID19 sebagian besar dengan katagori cukup dengan jumlah 71 responden . ,7%). Adapun pengetahuan dalam interpretasi EKG ini yaitu mahasiswa tahu dan memahami konsep EKG yang sudah pernah dipelajari sebelumnya, dimulai dari penempatan elektroda hingga pembacaan hasil rekaman EKG. Salah satu faktor yang mempengaruhi keterampilan dalam melakukan intrepetasi EKG yaitu pengalaman. Pada saat COVID-19 kegiatan dalam belajar mengajar sebagaian besar menggunakan metode daring yang berdampak pada kurang fokus mahasiswa saat mengikuti pembelajaran EKG(Fauziyah et al. Nusdin & Awaluddin, 2023. Wardani et al. Adapun berbagai bentuk kendala dalam kuliah daring yaitu terkait sinyal koneksi yang kurang baik selama proses pembelajaran, mahasiswa yang masih belum fokus karena tidak melihat secara visual pembelajaran EKG(Mayasari et al. , 2024. Nusdin & Awaluddin, 2023. Prabowo et al. , 2022. Rifai & Sulistyowati, 2017. Trisna Sumadewi et al. , 2024. Wardani et al. , 2022. Zulmedia, 2. (Nusdin & Awaluddin, 2023. Yusniawati, 2. Berbeda dengan perkuliahan secara luring dimana secara langsung mahasiswa dan tim pengajar bertatapan secara langsung dan memudahkan secara visual proses pembelajaran sehingga mahasiswa bisa lebih fokus, bisa P a g e | 17 langsung bertanya bila ada hal yang kurang Pada penelitian ini terdapat sebanyak 10 mahasiswa . %) dengan katagori cukup. Penelitian ini sejalan dengan (Mayasari et al. Rifai & Sulistyowati, 2017. Rosmalinda et al. yang menyatakan tingkat pengetahuan perawat dalam menginterpretasikan EKG dalam katagori cukup sebanyak 20 . %). Katagori cukup pada penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti waktu pembelajaran EKG yang singkat dan dipelajari secara bersamaan dengan materi lainnya membuat mahasiswa kesulitan dalam menguasai materi EKG yang kompleks. Pembelajaran yang lebih mendalam tentang EKG kompetensi mahasiswa (Abdu et al. , 2022. Asri et , 2024. Cheng et al. , 2025. Safitri et al. , 2. Hal ini dapat dicapai dengan mendapatkan pembelajaran lanjutan terkait EKG melalui program kursus atau belajar mandiri tentang Elektrokardiogram. Kurikulum program studi sarjana terapan keperawatan anestesiologi merupakan memuat capaian pembelajaran tentang pemahaman EKG dalam mata kuliah keperawatan gawat darurat. Dimana EKG ini merupakan materi yang sangat penting dalam proses pembelajaran karena kejadian perubahan hemodinamik termasuk kelainan kelistrikan jantung menjadi kejadian yang sering ditemui saat melakukan operasi. Teknik dari pembelajaran ini menggunakan berbagai metode yaitu menggunakan metode ceramah selama pembelajaran di kelas, kemudian dilakukan demostrasi langsung kepada mahasiswa di kelas(Mayasari et al. , 2024. Mechanics, 2007. Nusdin & Awaluddin, 2023. Rifai & Sulistyowati. Kegiatan pembelajaran ini kemudian berlanjut pada pembelajaran laboratorium dan mengharuskan mahasiswa mencoba secara mandiri dan dapat menginterpretasikan hasil yang telah diperoleh. Kegiatan proses belajar mengajar ini berdampak pada hasil pengetahuan mahasiswa sebanyak 90 . %) memiliki pengetahuan yang baik saat dilakukan proses evaluasi dalam pembelajaran EKG. CONCLUSION Pengetahuan mahasiswa Sarjana Terapan keperawatan anestesiologi tingkat tiga ITEKES Bali baik tentang interpretasi EKG adalah baik dan Penelitian ini merupakan penelitian dasar yang melihat Gambaran pemahaman mahasiswa tentang interpretasi EKG, tim peneliti menyarankan untuk dapat melakukan penelitian selanjutnya berupa studi eksperimental tentang bagaimana retensi pemahaman mahasiswa terhadap interpretasi EKG dengan berbagai media pembelajaran yang menarik. REFERENCES