Jurnal Semnasdik Vol. No. Desember 2024, hlm. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMPTK HANGGARORU Lidia Lemba Halawulang1 Yuliana Tamu Ina Nuhamara2 Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba Email: lidialembahalawulang@gmail. com1, yulinuhamara@unkriswina. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap motivasi belajar matematika siswa SMPTK Hanggaroru. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksprimen one group pretest-posttest design dengan jenis penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan adalah uji deskriptif, uji normalitas dan uji hipotesis. Teknik pengumpulan data menggunakan soal pretest-posttest pada materi aljabar dan observasi dengan subjek penelitian adalah kelas VII yang berjumlah 27 orang. Hasil pengolahan data motivasi belajar siswa diperoleh dari nilai rata-rata soal pretest 59 dan nilai rata-rata soal posttest 79. 63, dimana rata-rata posttest lebih besar dari rata-rata pretest artinya terbukti bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar siswa berdasarkan nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil hipotesis dengan uji-t diperoleh nilai Signifikan . -taile. 0,000 artinya nilai tersebut kurang dari 0,05 (< 0,. , maka ya1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division terhadap motivasi belajar matematika siswa SMPTK Hanggaroru. Kata kunci: Student Teams Achievement Division. Motivasi Belajar. Siswa ABSTRACT This research aims to determine the effect of the Student Teams Achievement Division (STAD) type cooperative learning model on the mathematics learning motivation of students at SMPTK Hanggaroru. This research is a pre-experimental one group pretest-posttest design research with quantitative research type, the data analysis techniques used are descriptive tests, normality tests and hypothesis tests. The data collection technique used pretest-posttest questions on algebra material and observation with the research subjects being class VII, totaling 27 people. The results of data processing on student learning motivation were obtained from the average value of the pretest questions of 46. 59 and the average value of the posttest questions of 79. 63, where the average -The posttest average is greater than the pretest average, meaning it is proven that there is an influence on student learning motivation based on the pretest and posttest scores. Based on the results of the hypothesis using the t-test, a significant . -taile. value of 0. 000 is obtained, meaning the value is less than 0. (<0. , then H_1 is accepted, which means there is an influence in the application of the Student Teams Achievement Division cooperative learning model on motivation learning mathematics for Hanggaroru Middle School students. Keywords: Student Teams Achievement Division. Learning Motivation. Students PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara berdasarkan Undang-Undang Nomor Tahun 2003. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan merupakan usaha untuk mengubah pemikiran masyarakat menjadi lebih baik (Manullang, 2. Dalam sistem pendidikan di Indonesia, terdapat jenjang pendidikan yang terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Dalam jenjang pendidikan tentunya terdapat pembelajaran salah satunya pelajaran matematika. Matematika merupakan salah satu pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam pendidikan, karena matematika merupakan ilmu dasar dari berbagai macam disiplin ilmu. Matematika diajarkan untuk melatih pola pikir siswa agar dapat memecahkan masalah dengan kritis dan logis dan bukan hanya mengetahui dan memahami yang terkandung dalam matematika itu sendiri. Dalam belajar matematika dibutuhkan motivasi yang tinggi dalam membantu keberhasilan proses belajar mengajar (Kosasih, 2010:. Pembelajaran matematika disekolah memiliki tujuan agar siswa mampu: . memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau alogritma secara efisien dan tepat dalam pemecahan masalah. menggunakan Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Lidia Lemba Halawulang, dkk. Pengaruh STAD terhadap Motivasi Belajar Siswa penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. pemecahan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. mengkomunikasikan gagasan dan symbol, tabel, media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. memiliki sifat menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tau, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika dan percaya diri dalam pemecahan masalah (Wardhani, 2. Pembelajaran juga harus dapat menumbuhkan motivasi belajar dan sikap siswa terhadap matematika. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru tentunya akan berhasil jika didukung oleh siswa yang memiliki sifat positif dan motivasi untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi cukup kuat untuk terlibat dalam pembelajaran akan memilih tugas sesuai dengan kemampuannya, dan segera memulai kegiatan ketika diberi kesempatan, serta menggerakan usaha intensif dan konsentrasi dalam pelaksanaan tugas-tugas belajar. Sebaliknya, apabila motivasinya tidak cukup kuat maka ia akan memutuskan untuk tidak melakukan kegiatan belajar (Mudjiman. Berdasarkan hal tersebut, siswa harus memiliki motivasi dalam melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar merupakan sesuatu keadaan yang terdapat pada diri seseorang individu dimana ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan pembelajaran. Motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif . dengan reaksi untuk mencapai Dengan demikian munculnya motivasi ditandai dengan adanya perubahan energi dalam diri seseorang yang dapat di sadari atau tidak (Mc Donald, 2. Motivasi belajar dibagi menjadi dua yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Adapun indikator motivasi belajar dari motivasi instrinsik. adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil, . adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, . adanya harapan dan cita-cita masa depan. Sedangkan indikator motivasi belajar dari motivasi ekstrinsik . adanya penghargaan dalam belajar, . adanya kegiatan yang menarik dalam belajar . adanya lingkungan belajar yang kondusif, (Hamzah B. Uno, 2. Motivasi belajar siswa pada pembelajaran berbeda antara siswa yang satu dengan lainnya, terdapat siswa yang memiliki motivasi rendah, ada pula siswa yang memiliki motivasi tinggi. Rendahnya motivasi siswa karena terdapat penyebab yang memengaruhi. Penyebab rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan oleh faktor keluarga, lingkungan, dan guru (Alfiah. Isitiyati, & Mulyono, 2. Kegiatan pembelajaran yang motivasi siswa rendah yaitu kegiatan pembelajaran matematika. Oleh karena itu, dari masalah-masalah yang timbul akan mengakibatkan motivasi belajar siswa tersebut rendah. Jika hal ini dibiarkan, maka akan mengakibatkan proses pembelajaran tidak tercapai secara optimal. Berdasarkan hal tersebut, dapat dirumuskan bahwa tercapai suatu pembelajaran agar optimal dibutuhkan model pembelajaran yang memotivasi siswa. Salah satu model pembelajaran yang memotivasi siswa yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, yang dikembangkan oleh Robert Slavin di Universitas John Hopkin, dan merupakan sebuah pendekatan yang baik untuk guru yang baru menerapkan model pembelajaran kooperatif kelas. Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dibagi menjadi lima komponen utama yaitu: prsentasi kelas . lass presentation. , belajar kelompok . , kuis . , peningkatan skor individu . ndividual improvement score. , dan penghargaan kelompok . eam recognition (Slavin, 2. Oleh karena itu, dapat dirumuskan bahwa Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu jenis kooperatif yang menekankan adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa yang saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Student Teams Achievement Division (STAD) berarti mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu dengan yang lain sebagai satu tim (Wulandari, 2. Berdasarkan, model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran matematika yaitu materi aljabar cocok diterapkan pada model STAD karena materi aljabar membutuhkan penguasaan konsep yang dimana siswa harus bekerja kelompok dan saling memotivasi. Materi aljabar adalah salah satu mata pelajaran matematika yang siswa masih rendah karena masih banyak kesalahan siswa dalam menyelesaikannya seperti penguasaan konsep, dan prinsip, siswa harus mengingat dan memahami definisi koefisien, variabel, dan konstanta dalam bentuk aljabar dan bisa membedakan suku sejenis dan tidak sejenis. Serta prinsip penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar dengan penyebut berbeda, melakukan perkalian dan pembagian pecahan aljabar serta memfaktorkan bentuk selisih dua kuadrat sedangkan siswa belum mampu menguasainnya (Nurwani, 2. Bentuk aljabar dapat di manfaatkan untuk meyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Hala . yaitu tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas Vi, dalam penelitiannya dapat disimpukan bahwa adanya pengaruh dan signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika. Hasil Penelitiannya menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang sama antara model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini sesuai dengan asumsi cara yang paling umum dalam melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Lidia Lemba Halawulang, dkk. Pengaruh STAD terhadap Motivasi Belajar Siswa (STAD) dimana siswa tidak hanya mendengarkan, mencatat dan kemudian menyimpan materi yang diberikan guru, namun dengan pelaksanaan model kooperatif tipe STAD siswa lebih dinamis dalam sistem pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru (MDB) mata pelajaran matematika kelas VII di SMPTK Hanggaroru. Berdasarkan hasil wawancara, peneliti menemukan bahwa motivasi siswa kelas VII dalam proses pembelajaran matematika masih rendah, rendahnya motivasi siswa untuk belajar belum maksimal. Permasalahan ini mengakibatkan hasil prestasi siswa rendah dibuktikan dari hasil ulangan harian tahun ajaran 2024/2025. Siswa yang mengikuti ulangan harian berjumlah 27 siswa, yang dimana terdapat 5 orang siswa yang tuntas ulangan harian, sedangkan 22 orang siswa masih dibawah standar ketuntatasan minimal (KKM) 70. Berdasarkan hal tersebut, untuk melihat nilai ulangan harian siswa dapat disajikan pada tabel dibawah ini Tabel 1. 1 Daftar Nilai Siswa Kode Nilai Kode Nilai Berdasarkan permasalahan tersebut, terdapat solusi atau penyelesaian dalam memperbaiki nilai siswa untuk mencapai KKM. Solusi tersebut ialah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD), dimana Model pembelajaran kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan adanya aktivitas dan interaksi diantara siswa yang saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang Diharapkan penelitian ini akan memberikaan pengaruh motivasi siswa untuk mau belajar. Dari pernyataan di atas pula peneliti mengambil judul yaitu AuPengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Motivasi Belajar Matematika Pada Materi Aljabar Di Kelas VII SMPTK Hanggaroru. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksprimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian eksprimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari sebuah pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dan kondisi yang telah di kendalikan. Pada penelitian ini perlakuan yang diberikan berupa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap motivasi siswa kelas VII SMPTK Hanggaroru. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang data penelitiannya berupa angka-angka, pengumpulan data yang dilakukan menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2018. Hlm. Penelitian ini dilaksanakan di SMPTK Hanggaroru, subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 27 orang. Karena subyek penelitiannya adalah 1 kelas, maka desain penelitian yang sesuai ialah onegroup pretest-posttest. Proses pelaksanaan penelitian diawali dengan pemilihan topik penelitian, setelah itu dilakukan pretest. Pretest dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa pada materi aljabar. Hasil pretest memberikan data perbandingan untuk mengetahui perubahan setelah perlakuan. Selanjunya, peneliti menerapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division kepada subyek penelitian yaitu kelas VII untuk melakukan perlakuan. Setelah diberikan perlakuan, dilakukan posttest . es akhi. untuk mengukur pemahaman siswa pada materi aljabar setelah diberikan perlakuan. Dari hasil posttest dapat disimpulkan perubahan apa saja yang terjadi pada subyek setelah diberikan perlakuan. Peneliti kemudian menganalisis data dengan membandingkan hasil sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Lidia Lemba Halawulang, dkk. Pengaruh STAD terhadap Motivasi Belajar Siswa signifikan antara kondisi awal dan kondisi akhir. Sebelum pengujian hipotesis dilakukan uji deskriptif, uji normalitas dan uji hipotesis untuk membuktikan bahwa data normal. Instrumen yang digunakan adalah bahan pembelajaran (Bahan ajar. RPP. LKS dan Buku tek. lembar tes terdiri dari 5 soal pretest dan posttest, dan lembar observasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji deskriptif, uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan uji-t berpasangan. Analisis data menggunakan persamaan Shapiro-Wilk berbantuan program SPSS Statistics version 24. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 April sampai 26 Oktober 2024 di SMPTK Hanggaroru yang beralamat di Jl. Rende Tamma. Desa Hanggaroru. Kec. Rindi. Kab. Sumba Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 27 siswa kelas VII SMPTK Hanggaroru sebagai subyek penelitian. Dalam penelitian ini untuk mengukur motivasi siswa diambil dengan cara pembagian soal pretest dan posttest, data yang di peroleh berasal dari tes awal sebelum perlakuan . dan tes sesudah perlakuan . Pada pertemuan pertama siswa diberikan soal pretest yang terdiri dari 5 soal uraian yaitu untuk mengukur motivasi siswa pada materi aljabar. Kemudian, siswa tersebut diberikan perlakuan dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi aljabar. Pada pertemuan terakhir siswa diberikan posttest untuk melihat motivasi siswa setelah diberi perlakuan. Adapun presentase rata-rata skor motivasi belajar siswa, untuk mengetahui mengenai motivasi belajar matematika siswa pada masing-masing indikator dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. 2 Skor Indikator Motivasi Belajar Siswa Kode Indikator 3 4 5 3 3 4 3 3 4 3 3 4 Presentase % = Kode Indikator yaycycoycoycaEa ycycnycycyca ycyceycycnycaycy ycycoycuyc ycyyceycycuycoyceEaycaycu y 10 Berdasarkan indikator motivasi belajar siswa di atas skor yang diberikan pada tiap-tiap item. Dalam penelitian ini skor yang diberikan pada masing-masing indikator dengan menggunakan skala likert. Untuk indikator pertama skor =5, indikator kedua skor =5, indikator 3 skor 3, indikator 4 skor =3, indikator 5 skor =4 dan indikator 6 skor=5. Adapun juga presentase indikator motivasi belajar siswa yang disajikan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 1. 3 Presentase Indikator Motivasi Belajar Presentase Kategori Aspek Adanya hasrat dan keinginan berhasil 11,11% Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar 14,8% Adanya harapan dan cita-cita masa depan 14,8% 85,1% Adanya penghargaan dalam belajar 18,5% 81,4% Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar 7,4% 92,5% Adanya lingkungan belajar yang kondusif 88,9% 85,1% Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Lidia Lemba Halawulang, dkk. Pengaruh STAD terhadap Motivasi Belajar Siswa Berdasakarkan hasil indikator motivasi siswa menunjukan bahwa terdapat presentase dari 6 indikator motivasi belajar siswa yaitu: 1. Adanya hasrat dan keinginan berhasil, 3 siswa masuk dalam kategori sangat rendah . % - 36 %) dengan presentase 11,11% sedangkan 24 siswa masuk dalam kategori sangat tinggi . % 100%) dengan persentase 88,9%, 2. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, 4 siswa masuk dalam kategori sangat rendah . % - 36%) dengan presentase 14,8%, sedangkan 23 siswa masuk dalam kategori sangat tinggi . % - 100%) dengan persentase 85,1%, 3. Adanya harapan dan cita-cita masa depan, 4 siswa masuk dalam kategori sangat rendah . % - 36%) dengan presentase 14,8%, sedangkan 23 siswa masuk dalam kategori sangat tinggi . % - 100%) dengan persentase 85,1%, 4. Adanya penghargaan dalam belajar, 5 siswa masuk dalam kategori sangat rendah . % - 36 %) dengan presentase 18,5%, sedangkan 22 siswa masuk dalam kategori tinggi . % - 84 %) dengan presentase 81,4%, 5. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, 2 siswa masuk dalam kategori sangat rendah . % - 36 %) dengan presentase 7,4%, sedangkan 25 siswa masuk dalam kategori sangat tinggi . % - 100%) dengan presentase 92,5%, 6. Adanya lingkungan belajar yang kondusif, 27 siswa masuk dalam kategori sangat tinggi . % - 100%) dengan presentase 100%. Berdasarkan hasil pretest yang telah dikerjakan siswa pada pertemuan pertama, diperoleh bahwa seluruh motivasi siswa terkategori rendah. Tes tersebut dilakukan dalam waktu 80 menit. berikut merupakan hasil pengerjaan pretest yang diwakili 2 siswa berinisial DM dan YA yang memiliki nilai tertinggi dan terendah. Pretest Tabel 1. 4 Analisis Data Nilai Pretest-Posttest Minimum Maksimum Mean Std. Deviation Posttest Valid N . Analisis data pretest juga dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 24. Berdasarkan hasil perhitungan pada data tes awal siswa diperoleh nilai minimum yaitu 26, nilai maksimun yang di capai yaitu 76 dengan mean 59 dan standar deviation yaitu 13. Sedangkan hasil perhitungan pada data hasil tes akhir . siswa diperoleh nilai minimum 53, dan nilai maksimum yaitu sebesar 100 dengan mean 79. 63 dan standar Tabel 1. 5 Hasil Uji Normalitas Pretest-Posttest Shapiro-Wilk Statistic Sig. Pretest Posttest Berdasarkan tabel 1. 5 di atas nilai signifikansi pada Shapiro-Wilk yaitu 0,140. Perhitungan terhadap nilai signifikansi dilakukan menggunakan bantuan SPSS 24. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa nilai signifikansi pada uji normalitas Shapiro-Wilk pada data pretest lebih dari 0. 05 maka, dapat ditarik kesimpulan untuk menolak ya0 dan menerima ya1 yang berarti data pretest berdistribusi normal. Sedangkan nilai signifikansi pada shapiro-wilk 0,517. Perhitungan terhadap nilai signifikansi dilakukan menggunakan bantuan SPSS. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa nilai signifikansi pada uji normalitas shapiro-wilk pada data posttest lebih dari 0,05. Maka, dapat ditarik kesimpulan untuk menolak ya0 dan menerima ya1 yang berarti data posttest berdistribusi normal. Tabel 1. 6 Uji Hipotesis Dengan Menggunakan Uji AeT Uji Sampel Berpasangan Perbedaan Berpasangan Interval kepercayaan 95% dari perbedaan Ratarata Std. Deviasi Std Kesalahan rata-rata Rendah Sig. -taile. Tinggi Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Lidia Lemba Halawulang, dkk. Pengaruh STAD terhadap Motivasi Belajar Siswa Pair PretestPosttest Hasil olahan data tersebut, diperoleh nilai signifikan . -taile. 0,000 artinya nilai tersebut kurang dari 0,05 (< 0,. , maka ya1 diterima ya0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada motivasi belajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran koperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). PEMBAHASAN Berdasakarkan hasil indikator motivasi siswa menunjukan bahwa adanya hubungan terkait hasil pretest dan posttest siswa, yang di mana terdapat presentase dari 6 indikator motivasi belajar siswa yang terdapat pada 2 yaitu 1. Adanya hasrat dan keinginan berhasil, di kategorikan sangat tinggi . % - 100%) dengan persentase 88,9%, 2. Adanya dorongan dan kebutuhan di kategorikan sangat tinggi . % - 100%) dengan persentase 85,1%, 3. Adanya harapan dan cita-cita masa depan, di kategorikan sangat tinggi . % - 100%) dengan persentase 85,1%, 4. Adanya penghargaan dalam belajar di kategorikan tinggi . % - 84 %) dengan presentase 81,4%, 5. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar di kategorikan sangat tinggi . % - 100%) dengan presentase 92,5%, 6. Adanya lingkungan belajar yang kondusif, di kategorikan sangat tinggi . % - 100%) dengan presentase 100%. Berdasarkan 6 indikator tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil indikator motivasi belajar siswa dikategorikan sangat baik. Hal ini jika dihubungkan dengan hasil nilai pretest yaitu 76 dikategorikan tinggi dan nilai postest siswa yaitu 100 di kategorikan sangat tinggi. Sehingga membuktikan bahwa adanya pengaruh motivasi belajar siswa dengan hasil pretest dan posttest siswa yang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) berpengaruh terhadap motivasi belajar matematika siswa pada materi aljabar di kelas VII SMPTK Hanggaroru. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan 2 cara yaitu pretest dan posttest. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) diberikan setelah siswa mengerjakan soal pretest. Penelitian ini untuk mengetahui pemahaman siswa pada materi aljabar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division. Desain yang digunakan adalah desain penelitian one-group pretest-posttest. Berdasarkan hasil analisis pretest dan posttest menunjukan bahwa motivasi siswa menjadi lebih baik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD). Pada saat pembelajaran berlangsung dibandingkan dengan nilai pretest yang tidak disertai dengan pemberian perlakuan, didapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 46. 59 sedangkan nilai pada posttest didapatkan nilai rata rata sebesar 79. Hasil ini menjelaskan bahwa pemahaman siswa pada materi aljabar melalui pemberian soal pretest dan posttest memiliki perbedaan yang signifikan. Terjadinya perbedaan pemahaman siswa tersebut disebabkan karena adanya perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division sesudah diberikan pretest dan posttest. Perbedaan nilai akhir antara pretest dan posttest lebih tinggi pada pelaksanaan posttest dibandingkan dengan nilai pretest. Sehingga ada pengaruh yang positif dari penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap motivasi belajar matematika siswa pada materi aljabar di kelas VII SMPTK Hanggaroru. Uji normalitas data pretest dan posttest dilakukan dengan menggunakan SPSS 24. 0 (Shapiro Wil. dan hasil menunjukan bahwa data berdistribusi normal. Karena berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji hipotesis. Hasil uji hipotesis dengan uji-t berpasangan diperoleh nilai signifikan . -taile. 0,000 artinya nilai tersebut kurang dari 0,05 (< 0,. , maka ya1 diterima ya0 ditolak, yang berarti terdapat pengaruh dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division terhadap motivasi belajar matematika siswa pada materi aljabar di kelas VII SMPTK Hanggaroru. Hasil analisis data disimpulkan bahwa pada indikator siswa terdapat peningkatan yang signifikaan antara pretest dan posttest hal ini dikarenakan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dimana siswa diajak untuk melakukan kegiatan demontrasi, diskusi, dengan rasa bertanggung jawab dan bahkan berinsiatif untuk lebih dahulu mengerjakannya. Selanjutnya pada indikator ini terjadi peningkatan yang disebabkan semangatnya siswa dalam menjawab sejumlah soal dan memberikan alasan yang logis yang merupakan rangkaian dari pemahaman belajar siswa. Sehingga menunjukan peningkatan hasil siswa yang sangat baik dalam menyelesaikan suatu permasalahan serta siswa bisa menyimpulkan jawaban dari soal yang telah diberikan. Hasil penelitian yang dilakukan sejalan dengan penelitian sebelumnya yang berhasil menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division dan berpengaruh terhadap motivasi belajar Yang dilakukan oleh Hala . dalam penelitiannya dapat disimpukan bahwa adanya pengaruh dan signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika. Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Lidia Lemba Halawulang, dkk. Pengaruh STAD terhadap Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan penelitian terdahulu diatas maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran STAD berdampak positif pada tingkat semangat siswa. Lebih spesifiknya terlihat bahwa siswa memiliki motivasi yang lebih tinggi ketika mereka mengalami perlakuan dengan model pembelajaran STAD. Dapat dilihat melalui keterampilan siswa dalam mengungkapkan kembali apa yang telah dipelajari dan motivasi mereka untuk merumuskan materi dengan efektif. Oleh sebab itu, penggunaan model pembelajaran STAD berdampak positif pada peningkatan motivasi belajar siswa dan meraih pespon yang baik bagi siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini memberikan implikasi penting dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih menarik dan berorientasi pada kebutuhan siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta merujuk rumusan masalah yang ada, maka diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berpengaruh terhadap motivasi belajar matematika siswa di SMPTK Hanggaroru. Hasil tersebut terlihat dari nilai rata-rata pretest siswa yaitu 46. 59 dan nilai rata-rata posttest yaitu 79. Dari nilai-nilai tersebut dapat dikatakan bahwa nilai posttest setelah diberikan perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pretest. Berdasarkan uji hipotesis menunjukan nilai sig. -taile. 0,000 < 0,05. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ya0 ditolak dan ya1 diterima yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar matematika siswa pada materi aljabar di kelas VII SMPTK Hanggaroru setelah diterapkan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). UCAPAN TERIMA KASIH Dengan terselesaiannya artikel ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dengan kasih dan penyertaan-Nya, penulis dapat melaksanakan penelitian dan menyelesaiakan artikel, dan almamater tercinta. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, serta siswa SMPTK Hanggaroru yang telah bekerja sama selama penulis melakukan penelitian. DAFTAR PUSTAKA