Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN PERILAKU SEKS BERISIKO PADA REMAJA TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI BATAM TAHUN 2018 Karta Puspita1. Muhammad Badiran2 dan Iman Muhammad 3 Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Masyarakat. Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan Masyarakat kartapuspita89@yahoo. ABSTRAK Kejadian seks berisiko sangat berdampak buruk bagi masa depan remaja tunarungu, khususnya kesehatan reproduksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang memengaruhi kejadian perilaku seks berisiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel diperoleh dengan total sampling yaitu 26 orang. Instrumen lembar kuesioner dengan memberikan 40 pertanyaan. Data dianalisis dengan Chi-Square test dan uji regresi Hasil penelitian menunjukkan hubungan ada pengaruh pengetahuan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu . <0,. Ada pengaruh tindakan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu . <0,. Ada pengaruh paparan media terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu . <0,. Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian perilaku seks berisiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018, yaitu faktor pengetahuan dengan nilai p significancy yaitu 0,002. Kata Kunci: Perilaku. Seksual Berisiko. Tunarungu PENDAHULUAN Salah satu sasaran kesehatan reproduksi adalah remaja terkait dengan masa pubertasnya, dimana pada fase transisi ini merupakan segmen perkembangan individu yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik secara seksual sehingga mampu bereproduksi. Remaja seringkali kekurangan informasi dasar mengenai kesehatan reproduksi, sehingga hal tersebut dikhawatirkan menjadi penyebab terjadinya perilaku seksual berisiko. Perilaku seks berisiko merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi pada remaja. Perilaku seks yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah HIV atau AIDS. Di antara perilaku seks yang tidak bertanggung jawab adalah perilaku seks yang dilakukan remaja diluar ikatan pernikahan yang sah. Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar kota Batam tahun 2018, dilaporkan bahwa dari 494 559 jumlah remaja yang tercatat, sebanyak 1,6% remaja perempuan menikah pertama kali pada umur kurang dari 14 tahun dan 23,9% menikah pada umur 14-18 tahun. Akibatnya angka kehamilan perempuan pada umur kurang dari 14 tahun adalah 2,68% dan 1,97% pada umur 14-19 tahun. Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kejadian seks berisiko tentu saja berdampak buruk bagi masa depan remaja, khususnya kesehatan Organ reproduksi remaja dengan umur kurang dari 20 tahun masih belum siap untuk menerima kehamilan sehingga dapat menimbulkan komplikasi seperti bayi yang dilahirkan mengalami cacat fisik, kelahiran prematur, preeklamsia, eklamsia, perdarahan bahkan kematian pada ibu dan bayi. Kejadian seks berisiko tidak hanya terjadi pada remaja normal namun juga terjadi pada remaja berkebutuhan khusus. Anak atau remaja berkebutuhan khusus ini merupakan anak atau remaja yang mengalami hambatan fisik dan atau mental sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar. Salah satu tipe kebutuhan khusus yang memerlukan perhatian adalah remaja tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam mendengar sehingga ini dapat memengaruhi pengetahuan dan informasi terkait kesehatan reproduksi yang dapat menghindarkan remaja dari masalah kesehatan reproduksi. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam dengan melakukan wawancara terhadap 10 orang siswa tunarungu diketahui bahwa, 6 siswa diantaranya pernah melakukan ciuman pipi, pernah melakukan berciuman bibir, pernah berangkulan atau berpelukan, dan pernah meraba dan diraba oleh pasangannya. Perilaku seks berisiko pada remaja, termasuk pada remaja tunarungu saat ini sudah cukup Ada beberapa faktor yang mendorong remaja tunarungu memiliki perilaku seks Untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam berperilaku seks berisiko, maka peneliti menggunakan teori preceed proceed yang dicetuskan oleh Green. Berdasarkan paparan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian perilaku seks berisiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018. METODE PENELITIAN Jenis penelitian menggunakan desain penelitian cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu pengambilan sampel secara menyeluruh yaitu 26 orang sampel. Metode pengumpulan data dalam penenlitian ini adalah dengan menggunakan tehnik observasi dengan instrumen lembar kuesioner. Pada kuesioner tersebut peneliti memberikan 40 pertanyaan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian perilaku seks berisiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam tahun 2018. Adapun jenis-jenis dalam menganalisis data adalah pada penelitian ini sebagai berikut: Analisis Univariat. Analisis Bivariat dan Analisis Multivariat dengan menggunakan uji regresi logistic berganda. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Univariat Analisis data univariat pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. diketahui bahwa dari 26 responden, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 16 . ,54%) responden. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur. diketahui bahwa dari 26 responden, sebagian besar responden berumur > 17 tahun yaitu sebanyak 16 . ,54%) responden. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Kelas. bahwa dari 26 responden, sebagian besar responden adalah dari kelas XII yaitu sebanyak 13 . ,00%) responden. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan. dari 26 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 21 . ,77%) responden. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Tindakan. 26 responden, sebagian besar responden memiliki tindakan negatif yaitu sebanyak 20 . ,92%) responden. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Paparan Media. diketahui bahwa dari 26 responden, sebagian besar responden sering memperoleh infomasi dari keterpaparan media yaitu sebanyak 23 . , 46 %) responden. Analisis Data Bivariat Pengaruh Pengetahuan Terhadap Kejadian Perilaku Seks Beresiko Pada Remaja Tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018. pengaruh pengetahuan dengan kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu, dengan kategori baik - ya yaitu sebanyak 3 responden . ,54%), dengan kategori baik-tidak yaitu sebanyak 1 responden . ,85%). Adapun pengaruh pengetahuan dengan kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ dengan kategori kurang-ya yaitu sebanyak 20 responden . ,92%), dengan kategori kurangtidak yaitu sebanyak 2 responden . ,69%). Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa hasil uji statistik diperoleh nilai p significancy yaitu 0,002 sehingga p < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun Oleh sebab itu untuk mengatasi permasalahan terkait perilaku seksual berisiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam salah satunya yang perlu diintervensi adalah Para orangtua, guru dan teman sebaya perlu lebih giat lagi menjelaskan tentang bahaya perilaku seksual berisiko. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan teori perilaku Green, yang menyatakan bahwa pengetahuan termasuk faktor yang mempredisposisi perilaku. Jika seseorang memiliki pengetahuan yang cukup baik terkait kesehatan, maka individu atau kelompok tersebut memiliki kecenderungan untuk berperilaku sesuai dengan apa yang telah diketahuinya. Demikian juga halnya pengetahuan remaja tentang bahaya perilaku seksual sangat memengaruhi kejadian seksual pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Pengaruh Tindakan Terhadap Kejadian Perilaku Seks Beresiko Pada Remaja Tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018. pengaruh tindakan dengan kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu, dengan kategori positif - ya yaitu sebanyak 3 responden . ,53%), dengan kategori positif-tidak yaitu sebanyak 3 responden . ,53%). Adapun pengaruh tindakan dengan kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu dengan kategori negatif-ya yaitu sebanyak 19 responden . ,08%), dengan kategori negatif-tidak yaitu sebanyak 1 responden . ,86%). Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama yang baik antara orangtua dan guru dalam menambah pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga diri dari perilaku seksual berisiko. Misalnya dengan cara, mengingatkan anaknya di rumah dan di sekolah. Apa saja yang harus mereka kerjakan selama berada di sekolah. Pengaruh Paparan Media Terhadap Kejadian Perilaku Seks Beresiko Pada Remaja Tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018, pengaruh paparan media dengan kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu, dengan kategori tidak tersedia - ya yaitu sebanyak 1 responden . ,85%), dengan kategori tidak tersedia-tidak yaitu sebanyak 3 responden . ,53%). Adapun pengaruh paparan media dengan kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu dengan kategori tidak tersedia-ya yaitu sebanyak 3 responden . ,53%), dengan kategori tidak tersedia -tidak yaitu sebanyak 19 responden . ,07%). Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa hasil uji statistik diperoleh nilai p significancy yaitu 0,007 sehingga p < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara paparan media terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018. Adapun faktor yang menyebabkan adanya pengaruh paparan media terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam disebabkan tersedianya fasilitas gadget yang diberikan oleh orangtua, sehingga mereka dengan bebas menggunakan fasilitas tersebut untuk melihat hal-hal yang vulgar melalui Remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam biasanya pada jam istrahat ataupun pada proses belajar mengajar siswa mengakses internet bersama teman-temannya di sekolah. Hal ini terbukti dengan laporan dari guru BK yang pernah mendapatkan siwa sedang Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 3 No. 4 Desember 2019 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ menonton video porno dari youtube diinternet melalui handphone yang berhubungan dengan perilaku seksual. Selain itu masih terdapat pula beberapa siswa yang membawa handphone disekolah sehingga siswa dapat dengan mudah mengakses internet. Selain itu, siswa dapat dengan mudah mengakses media informasi di luar rumah tanpa pengawasan dari guru dan orang tua. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018, maka penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil perhitungan data terdapat pengaruh pengetahuan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018. Berdasarkan hasil perhitungan data terdapat pengaruh tindakan terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018. Berdasarkan hasil perhitungan data terdapat pengaruh paparan media terhadap kejadian perilaku seks beresiko pada remaja tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri Batam Tahun 2018. DAFTAR PUSTAKA