Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa di SDIT Attaqwa NF Bekasi Ahmad Fauzi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Kependidikan Tarbiyah. Universitas Pelita Bangsa ahmad_fauzi@pelitabangsa. Submitted: 07-02-2. Reviewed: 09-02-2025 | Accepted: 10-02-2025 ABSTRAK Pendidikan karakter menjadi aspek fundamental dalam membangun generasi yang memiliki nilai moral dan etika yang tinggi. Guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan pendidikan yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) ATTAQWA NF BEKASI. Karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan generasi bangsa yang berkualitas (Lickona, 1. Guru, sebagai figur sentral di sekolah, memiliki peran signifikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa (Megawangi, 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDIT ATTAQWA NF BEKASI berperan aktif dalam membentuk karakter siswa melalui berbagai strategi seperti menjadi teladan, mengintegrasikan nilai karakter dalam pembelajaran, memberikan penguatan positif, menciptakan lingkungan kelas yang kondusif, serta menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat krusial dalam membentuk karakter siswa di SDIT ATTAQWA NF BEKASI dan merekomendasikan perlunya dukungan berkelanjutan bagi guru untuk meningkatkan efektivitas peran mereka dalam pendidikan karakter. Kata Kunci: Keteladanan. Pembentukan Karakter. Pendidikan Karakter. Peran Guru. SDIT Attaqwa NF Bekasi. Siswa SDIT ABSTRACT Character education is a fundamental aspect in building a generation that has high moral and ethical values. Teachers have a strategic role in shaping student character through an integrated educational approach. This research aims to describe the role of teachers in shaping the character of students at the Integrated Islamic Elementary School (SDIT) ATTAQWA NF BEKASI. Character is an important foundation in forming a quality generation of the nation (Lickona, 1. Teachers, as central figures in schools, have a significant role in instilling character values in students (Megawangi, 2. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data was collected through observation, in-depth interviews with teachers and school principals, and The research results show that teachers at SDIT ATTAQWA NF BEKASI play an active role in shaping student character through various strategies such as being role models, integrating character values in learning, providing positive reinforcement, creating a conducive classroom environment, and establishing good communication with parents. This research concludes that the role of teachers is very crucial in shaping student character at SDIT ATTAQWA NF BEKASI and recommends the need for ongoing support for teachers to increase the effectiveness of their role in character education. Keywords: Character Building. Character Education. Examplary,SDIT Attaqwa NF Bekasi. SDIT Students. The Role of Teachers. PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan dalam pembentukan karakter siswa semakin kompleks. Pengaruh negatif dari media sosial, perubahan nilai-nilai sosial, dan kurangnya keteladanan dari lingkungan sekitar menjadi faktor yang menghambat perkembangan karakter siswa. Oleh karena itu, peran guru sebagai pendidik tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter yang holistik. SDIT ATTAQWA NF Bekasi, sebagai salah satu sekolah berbasis Islam terkemuka, memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan karakter positif kepada siswanya. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan untuk mendukung upaya sekolah dalam mengoptimalkan peran guru sebagai agen perubahan dalam pembentukan karakter siswa. Pendidikan karakter menjadi isu sentral dalam dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Karakter yang kuat dianggap sebagai landasan utama bagi kemajuan bangsa dan negara (Samani. , 2. Lebih dari sekadar kemampuan kognitif, karakter yang baik menjadi penentu kualitas sumber daya manusia. Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral, etika, dan sosial yang luhur (Siti Khodijah, 2. Dalam konteks global, penekanan pada pendidikan karakter juga semakin meningkat seiring dengan tantangan kompleks yang dihadapi masyarakat modern (Zubaedi, 2. Teori pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Thomas Lickona menekankan pentingnya tiga komponen utama dalam pembentukan karakter, yaitu moral knowing . engetahuan mora. , moral feeling . erasaan mora. , dan moral action . indakan mora. (Lickona, 1. Guru sebagai pendidik memiliki peran sentral dalam mengintegrasikan ketiga komponen tersebut melalui keteladanan, pembiasaan, dan penciptaan lingkungan yang Selain itu, teori pendidikan Islam juga menegaskan bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendidik dan membimbing siswa untuk menjadi insan kamil . anusia sempurn. yang berakhlak mulia. Integrasi antara teori pendidikan karakter umum dan nilai-nilai Islam menjadi landasan utama dalam kegiatan penelitian ini. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) sebagai pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulumnya, memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter siswa. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi mata pelajaran tersendiri, tetapi juga terintegrasi dalam seluruh aspek pembelajaran dan kegiatan sekolah. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Guru, mengimplementasikan pendidikan karakter di SDIT (Lickona, 1. Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan beberapa guru dan orang tua di SDIT ATTAQWA NF Bekasi, ditemukan bahwa meskipun sekolah telah memiliki program pendidikan karakter yang cukup baik, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Pertama, kurangnya kesadaran sebagian siswa tentang pentingnya nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, keterbatasan waktu dan sumber daya guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter secara optimal ke dalam kurikulum. Ketiga, kurangnya kolaborasi yang intensif antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Situasi ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk memperkuat peran guru dan melibatkan seluruh stakeholder pendidikan dalam proses pembentukan karakter SDIT ATTAQWA NF BEKASI, sebagai salah satu SDIT yang berlokasi di Desa Sukadaya Kec. Sukawangi Kabupaten Bekasi, memiliki visi dan misi untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter Islami. Oleh karena itu, penting untuk memahami secara mendalam bagaimana peran guru di SDIT ATTAQWA NF BEKASI dalam mewujudkan visi tersebut, khususnya dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif peran guru dalam membentuk karakter siswa di SDIT ATTAQWA NF BEKASI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai strategi dan upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas peran guru tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan karakter di SDIT ATTAQWA NF BEKASI dan sekolah-sekolah lain yang memiliki fokus serupa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dan menyeluruh fenomena peran guru dalam membentuk karakter siswa di SDIT ATTAQWA NF BEKASI (John w creswell, 2. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan memaparkan secara sistematis, faktual (Miles. , & Huberman, 2. dan akurat mengenai peran guru tersebut. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Subjek penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah di SDIT ATTAQWA NF BEKASI. Pemilihan subjek ini didasarkan pada pertimbangan bahwa guru merupakan pihak yang secara langsung terlibat dalam proses pendidikan karakter siswa di kelas, sedangkan kepala sekolah memiliki peran dalam kebijakan dan pengawasan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. Lokasi penelitian adalah SDIT ATTAQWA NF BEKASI yang terletak di wilayah Bekasi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa teknik, yaitu: Observasi: Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas, kegiatan pembelajaran, serta kegiatan-kegiatan lain di sekolah yang terkait dengan pendidikan karakter. Observasi ini dilakukan secara partisipatif, di mana peneliti ikut terlibat dalam kegiatan sekolah namun tetap menjaga jarak sebagai Wawancara Mendalam: Wawancara mendalam dilakukan dengan guru kelas dari berbagai tingkatan . elas 1 hingga kelas . dan kepala sekolah. Wawancara bertujuan untuk menggali informasi yang mendalam mengenai persepsi guru tentang pendidikan karakter, strategi yang mereka gunakan dalam membentuk karakter siswa, tantangan yang dihadapi, serta harapan mereka terkait pendidikan karakter di SDIT ATTAQWA NF BEKASI. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan menggunakan panduan wawancara yang telah disiapkan. Dokumentasi: Studi dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang relevan dari dokumen-dokumen sekolah seperti kurikulum, rencana pembelajaran semester (RPS), tata tertib sekolah, program kegiatan sekolah, serta dokumen lain yang berkaitan dengan pendidikan karakter di SDIT ATTAQWA NF BEKASI. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif melalui tahapan-tahapan sebagai Reduksi Data: Data yang terkumpul dari observasi, wawancara, dan dokumentasi direduksi, yaitu dipilih, dipusatkan, dan disederhanakan untuk memfokuskan pada inti permasalahan penelitian . Penyajian Data: Data yang telah direduksi disajikan dalam bentuk naratif deskriptif yang sistematis dan mudah dipahami. Penyajian data ini meliputi deskripsi mengenai peran guru dalam membentuk karakter siswa di SDIT ATTAQWA NF BEKASI. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Penarikan Kesimpulan: Berdasarkan penyajian data, dilakukan penarikan kesimpulan yang merupakan jawaban atas pertanyaan penelitian. Kesimpulan yang ditarik didasarkan pada analisis data dan interpretasi peneliti terhadap temuan penelitian. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber . embandingkan data dari guru dan kepala sekola. , triangulasi metode . embandingkan data dari observasi, wawancara, dan dokumentas. , dan triangulasi waktu . elakukan pengumpulan data dalam periode waktu yang berbed. (Patton, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDIT ATTAQWA NF BEKASI memainkan peran yang sangat signifikan dalam membentuk karakter siswa. Peran-peran tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori utama, yang dirangkum dalam tabel: Tabel 1. Peran guru dalam pembentukan karakter siswa di SDIT ATTAQWA NF Bekasi Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Deskripsi Temuan Utama Guru sebagai Teladan Menampilkan perilaku dan sikap positif yang mencerminkan nilai-nilai karakter. Guru berupaya menjadi contoh dalam berpakaian sopan, berbicara santun, disiplin waktu, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Integrasi Nilai Karakter dalam Mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam setiap Pembelajaran kegiatan pembelajaran. Strategi yang digunakan meliputi menghubungkan materi pelajaran dengan nilai partisipatif yang mendukung pembentukan karakter . iskusi kelompok, proyek, bermain pera. , dan memberikan tugas-tugas yang mengembangkan karakter . aporan kegiatan sosial, presentasi kelompok, proyek penelitian sederhan. Pemberian Penguatan Positif Memberikan penguatan positif secara rutin kepada siswa yang menunjukkan perilaku positif atau prestasi belajar yang baik. Bentuk penguatan positif yang diberikan bervariasi, seperti pujian, penghargaan, tepuk tangan, atau hadiah kecil, dengan tujuan memotivasi siswa untuk mempertahankan dan meningkatkan perilaku positif serta prestasi mereka. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Deskripsi Temuan Utama Menciptakan Lingkungan Kelas Berupaya menciptakan lingkungan kelas yang aman. Kondusif nyaman, dan menyenangkan. Strategi yang dilakukan antara lain menjalin hubungan positif dengan siswa, menerapkan disiplin positif yang menekankan pada pemahaman dan kesadaran . ukan hukuma. , dan menciptakan suasana kelas yang interaktif, partisipatif, serta demokratis agar siswa merasa dihargai dan didengar pendapatnya. Menjalin komunikasi aktif dengan orang tua siswa Komunikasi dengan Orang untuk bertukar informasi mengenai perkembangan Tua karakter siswa di sekolah dan di rumah. Bentuk komunikasi yang digunakan meliputi pertemuan orang tua siswa, buku penghubung, telepon, dan grup komunikasi online, dengan tujuan membangun kerjasama yang sinergis antara sekolah dan rumah dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Tabel 1 menyajikan rangkuman temuan utama penelitian mengenai peran guru dalam membentuk karakter siswa di SDIT ATTAQWA NF BEKASI. Tabel ini mengelompokkan peran guru menjadi lima kategori utama, yang masing-masing dijelaskan secara ringkas berdasarkan hasil analisis data kualitatif. Guru sebagai Teladan : Guru di SDIT ATTAQWA NF BEKASI menyadari bahwa mereka merupakan model bagi siswa dalam hal karakter (Bandura, 1. Oleh karena itu, guru berupaya untuk menampilkan perilaku dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan kepada siswa. Hal ini terlihat dari cara guru berpakaian sopan dan rapi, berbicara dengan santun, disiplin waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama. "Guru itu harus bisa jadi contoh yang baik buat anak-anak. Kalau kita mau anakanak jujur, ya kita harus jujur dulu. Kalau kita mau anak-anak disiplin, kita juga harus disiplin. " (Wawancara dengan Kepala Sekola. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Gambar 1. Guru memberikan bimbingan dan contoh. Integrasi Nilai Karakter dalam Pembelajaran: Guru tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga secara aktif mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran. Integrasi ini dilakukan melalui berbagai cara, seperti: Menghubungkan materi pelajaran dengan nilai karakter: Guru mengaitkan konsepkonsep dalam materi pelajaran dengan nilai-nilai karakter yang relevan. Misalnya, saat mengajarkan tentang gotong royong dalam pelajaran fiqih, guru menekankan pentingnya kerjasama dan saling membantu. Menggunakan metode pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter: Guru menggunakan metode pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi, berkolaborasi, dan bertanggung jawab (Slavin, 2. Contohnya, metode diskusi kelompok, proyek, dan bermain peran. Memberikan tugas-tugas yang mengembangkan karakter: Guru memberikan tugastugas yang tidak hanya menguji pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, tetapi juga melatih nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian. Contohnya, tugas membuat laporan kegiatan sosial, presentasi kelompok, atau hafalan surat pendek. "Setiap mau mulai pelajaran, saya selalu mengingatkan anak-anak tentang nilainilai karakter. Misalnya, hari ini kita mau belajar tentang kebersihan, saya ingatkan lagi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. (Wawancara dengan Wakil Kepala Sekola. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Gambar 2. Guru memberikan bimbingan nilai karakter Pemberian Penguatan Positif : Guru di SDIT ATTAQWA NF BEKASI secara rutin memberikan penguatan positif kepada siswa yang menunjukkan perilaku positif atau prestasi belajar yang baik (Skinner, 1. Penguatan positif ini dapat berupa pujian, penghargaan, tepuk tangan, atau hadiah kecil. Pemberian penguatan positif bertujuan untuk memotivasi siswa agar terus mempertahankan dan meningkatkan perilaku positif serta prestasi mereka. "Kalau ada anak yang berbuat baik, misalnya membantu temannya, saya langsung puji di depan kelas. Biar anak-anak lain juga termotivasi untuk berbuat (Wawancara dengan Guru Kelas . Gambar 3. Guru memberikan pujian didepan kelas JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Menciptakan Lingkungan Kelas yang Kondusif: Guru berupaya menciptakan lingkungan kelas yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa. Lingkungan kelas yang kondusif ini mendukung terciptanya suasana belajar yang efektif dan juga mendukung pembentukan karakter siswa. Upaya menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dilakukan melalui: Menjalin hubungan yang positif dengan siswa: Guru membangun hubungan yang akrab dan hangat dengan siswa, menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada siswa, serta menciptakan suasana kelas yang penuh keakraban dan kekeluargaan. Menerapkan disiplin positif: Guru menerapkan disiplin positif dalam pengelolaan kelas, yaitu disiplin yang didasarkan pada pemahaman dan kesadaran siswa, bukan pada hukuman atau paksaan (Nelsen et al. , 2. Guru memberikan aturan dan konsekuensi yang jelas, namun juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dari kesalahan mereka. Menciptakan suasana kelas yang interaktif dan partisipatif: Guru mendorong siswa untuk aktif bertanya, berpendapat, dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Guru juga menciptakan suasana kelas yang demokratis, di mana siswa merasa dihargai dan didengar pendapatnya. "Saya selalu berusaha untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Saya ajak anak-anak bercanda, bernyanyi, biar mereka tidak tegang dan semangat belajar. " (Wawancara dengan Guru kelas . Gambar 4. Antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Komunikasi dengan Orang Tua: Guru di SDIT ATTAQWA NF BEKASI menyadari pentingnya kerjasama dengan orang tua dalam pendidikan karakter siswa. Guru secara aktif menjalin komunikasi dengan orang tua untuk saling bertukar informasi mengenai perkembangan karakter siswa di sekolah dan di rumah. Komunikasi ini dilakukan melalui berbagai cara, seperti pertemuan orang tua siswa, buku penghubung, telepon, atau grup komunikasi online (Epstein, 2. "Komunikasi dengan orang tua itu penting sekali. Kita harus tahu bagaimana perkembangan karakter anak di rumah, begitu juga orang tua harus tahu perkembangan anak di sekolah. Biar kita bisa sama-sama mendukung pembentukan karakter anak. " (Wawancara dengan guru kelas . Gambar 5. Perhatian peserta didik dalam mengikuti bimbingan karakter Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas peran guru dalam membentuk karakter siswa di SDIT ATTAQWA NF BEKASI. Faktor Pendukung: Dukungan Kepala Sekolah dan Manajemen Sekolah : Kepala sekolah dan manajemen sekolah memberikan dukungan yang kuat terhadap program pendidikan karakter di SDIT ATTAQWA NF BEKASI. Dukungan ini berupa kebijakan sekolah yang mendukung pendidikan karakter, penyediaan fasilitas dan sumber daya yang memadai, serta program pengembangan profesional guru terkait pendidikan karakter. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Semangat dan Komitmen Guru : Guru di SDIT ATTAQWA NF BEKASI memiliki semangat dan komitmen yang tinggi dalam melaksanakan pendidikan karakter. Guru menyadari pentingnya pendidikan karakter bagi masa depan siswa dan bangsa, serta memiliki motivasi yang kuat untuk berperan aktif dalam membentuk karakter siswa. Kurikulum yang Terintegrasi : Kurikulum di SDIT ATTAQWA NF BEKASI telah diintegrasikan dengan nilai-nilai karakter. Integrasi ini memudahkan guru untuk mengimplementasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran sehari-hari. Kerjasama dengan Orang Tua : Kerjasama yang baik antara guru dan orang tua dalam pendidikan karakter siswa menjadi faktor pendukung yang signifikan. Faktor Penghambat: Keterbatasan Waktu: Keterbatasan waktu dalam pembelajaran terkadang menjadi hambatan bagi guru untuk mengintegrasikan pendidikan karakter secara lebih mendalam dan komprehensif. Pengaruh Lingkungan Luar Sekolah: Pengaruh lingkungan luar sekolah yang kurang kondusif, seperti media sosial atau lingkungan pergaulan yang negatif, dapat menjadi tantangan dalam pembentukan karakter siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa guru di SDIT ATTAQWA NF BEKASI memainkan peran yang sangat krusial dalam membentuk karakter Peran guru tersebut meliputi menjadi teladan, mengintegrasikan nilai karakter dalam pembelajaran, memberikan penguatan positif, menciptakan lingkungan kelas yang kondusif, serta menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Efektivitas peran guru dalam membentuk karakter siswa didukung oleh faktor-faktor seperti dukungan kepala sekolah, semangat guru, kurikulum terintegrasi, dan kerjasama dengan orang tua. Namun, terdapat juga faktor penghambat seperti jumlah siswa yang besar, keterbatasan waktu, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Pendidikan karakter yang diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di SDIT ATTAQWA NF BEKASI memiliki potensi dampak jangka panjang yang signifikan bagi Diharapkan bahwa lulusan SDIT ATTAQWA NF BEKASI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, yang akan membawa mereka menjadi individu yang: JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Bertanggung jawab dan Berintegritas: Nilai-nilai tanggung jawab dan integritas yang ditanamkan akan membentuk siswa menjadi individu yang dapat diandalkan, jujur, dan amanah dalam segala aspek kehidupan, baik pribadi, sosial, maupun profesional. Berkontribusi Positif bagi Masyarakat: Karakter yang kuat akan mendorong siswa untuk menjadi warga negara yang aktif dan berkontribusi positif bagi masyarakat, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta mampu berperan dalam memecahkan masalah dan membangun bangsa. Berdaya Saing dan Adaptif: Nilai-nilai kemandirian, kerja keras, dan kemampuan berkolaborasi yang dikembangkan melalui pendidikan karakter akan membekali siswa dengan keterampilan soft skills yang penting untuk menghadapi tantangan dunia global yang kompetitif dan terus berubah. Bahagia dan Bermakna: Pendidikan karakter yang holistik, yang juga menekankan pada nilai-nilai spiritual dan keagamaan, diharapkan dapat membantu siswa menemukan makna hidup, mengembangkan kebahagiaan batin, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Dengan demikian, investasi dalam pendidikan karakter di SDIT ATTAQWA NF BEKASI bukan hanya membentuk siswa menjadi individu yang berakhlak mulia, tetapi juga mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara di masa depan. Berdasarkan kesimpulan penelitian, beberapa saran yang dapat diajukan adalah: Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Pendidikan Karakter: Sekolah perlu secara berkelanjutan meningkatkan profesionalisme guru dalam pendidikan karakter melalui pelatihan, workshop, atau seminar. Program pengembangan profesional ini dapat fokus pada peningkatan pemahaman guru tentang konsep pendidikan karakter, strategi implementasi pendidikan karakter di kelas, serta teknik-teknik komunikasi efektif dengan siswa dan orang tua. Pengembangan Sumber Daya dan Media Pembelajaran: Sekolah perlu mengembangkan sumber daya dan media pembelajaran yang mendukung implementasi pendidikan karakter. Sumber daya ini dapat berupa buku panduan pendidikan karakter, media pembelajaran interaktif berbasis nilai karakter, atau contoh-contoh praktik baik pendidikan karakter. Peningkatan Kerjasama dengan Orang Tua: Sekolah perlu terus meningkatkan kerjasama dengan orang tua dalam pendidikan karakter siswa. Kerjasama ini dapat ditingkatkan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 melalui kegiatan-kegiatan seperti seminar parenting, pertemuan kelompok orang tua, atau program kegiatan bersama antara sekolah dan orang tua. Penelitian Lanjutan: Penelitian lanjutan sangat direkomendasikan untuk memperdalam pemahaman mengenai pendidikan karakter di SDIT ATTAQWA NF BEKASI dan sekolah-sekolah sejenis. Beberapa saran untuk penelitian selanjutnya adalah: Penelitian Longitudinal: Melakukan penelitian longitudinal untuk mengkaji dampak jangka panjang pendidikan karakter yang diterapkan di SDIT ATTAQWA NF BEKASI terhadap perkembangan karakter siswa setelah lulus dari SDIT, misalnya saat mereka berada di jenjang pendidikan menengah atau bahkan di kehidupan dewasa. Penelitian ini dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai efektivitas program pendidikan karakter. Penelitian Kuantitatif: Menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur secara lebih sistematis efektivitas berbagai strategi pendidikan karakter yang diterapkan guru, misalnya melalui instrumen skala karakter atau pengukuran perilaku siswa. Hal ini dapat melengkapi temuan penelitian kualitatif dan memberikan data yang lebih terukur. Studi Komparatif: Melakukan studi komparatif dengan sekolah lain (SDIT atau sekolah dasar umu. untuk membandingkan efektivitas program pendidikan karakter dan mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi atau diadaptasi. Fokus pada Nilai Karakter Spesifik: Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pendalaman implementasi nilai karakter tertentu yang dianggap prioritas di SDIT ATTAQWA NF BEKASI, misalnya nilai religiusitas, kejujuran, atau kepedulian sosial. Peran Faktor Kontekstual: Meneliti lebih lanjut faktor-faktor kontekstual . elain faktor gur. yang turut mempengaruhi keberhasilan pendidikan karakter di SDIT ATTAQWA NF BEKASI, seperti budaya sekolah, dukungan komunitas, atau karakteristik siswa. Dengan melakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan komprehensif, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai pendidikan karakter di SDIT ATTAQWA NF BEKASI dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pengembangan pendidikan karakter di Indonesia secara umum. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada SDIT Attaqwa NF Bekasi yang telah memberikan izin serta mendukung pelaksanaan penelitian ini. Penghargaan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 216-229 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 juga diberikan kepada seluruh guru, siswa, dan orang tua yang bersedia menjadi responden serta memberikan informasi berharga untuk kelancaran penelitian. Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada lembaga Direktorat Penelitian dan Penelitian Universitas Pelita Bangsa yang telah mendanai penelitian ini sehingga dapat terselenggara dengan baik. Dukungan ini sangat berarti dalam penyelesaian penelitian dan penyusunan laporan akademik DAFTAR PUSTAKA