PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Peran Promosi Kesehatan Dalam Pandemi COVID-19 Musa Ghufron Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya/ RS Muhammadiyah Gresik Email : musarsmg@gmail. Abstract : A year after the COVID-19 pandemic entered Indonesia, the growth in the number of cases has still not been handled. The number of cases in Indonesia fluctuates along with the high and low mobility of community activities in Indonesia. Various efforts are needed to increase public knowledge and awareness of the dangers of COVID-19 Keywords : Promotion. Health. Pandemic Abstrak : Setahun setelah pandemi COVID-19 masuk ke Indonesia pertumbuhan jumlah kasus masih belum juga dapat tertangani. Jumlah kasus di Indonesia naik turun seiring dengan tinggi rendahnya mobilitas kegiatan masyarakat di Indonesia. Diperlukan berbagai upaya agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit COVID-19. Kata Kunci : Promosi, kesehatan , pandemi Pendahuluan Setahun setelah COVID-19 masuk ke Indonesia pertumbuhan jumlah kasus masih belum juga dapat tertangani. Jumlah kasus di Indonesia naik turun seiring dengan tinggi rendahnya mobilitas kegiatan masyarakat di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun berbagai unsur di dalam masyaraka sebagai upaya untuk menurunkan angka kejadian infeksi COVID-19. Upaya-upaya tersebut terdiri dari berbagai macam kebijakan mulai dari Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) sampai dengan upaya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tentunya akan selalu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat . Ae. Tidak ketinggalan pula berbagai unsur masyarakat maupun Lembaga kemasyarakatan turut berupaya untuk menurunkan angka kejadian penularan infeksi COVID-19 di Indonesia. Berbagai jenis kegiatan telah diupayakan dan dilaksanakan mulai dari pembentukan berbagai macam jenis relawan COVID-19 dan bantuan kepada masyarakat terdampak. Tidak lupa pula memerikan bantuan kepada para tenaga Kesehatan yang terus berjibaku dalam upaya menangani pasien-pasien yang terinfeksi COVID-19. Dalam setiap pengadaan kegiatan berskala besar maupun pada masa liburan merupakan titik-titik kritis terjadinya penularan COVID-19. Saat setiap liburan Panjang telah sering kali diupayakan oleh pemerintah untuk memberikan pengertian kepada masyarakat maupun penetapan peraturan yang bertujuan membatasi kegiatan maupun mobilitas masyarakat agar tidak terjadi interaksi yang intens sehingga sangat berisiko terjadinya penularan COVID-19. Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah dengan cara mengurangi jumlah hari libur ataupun memisah-misahkankan sekumpulan hari libur agar tidak menjadi PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 liburan Panjang dengan harapan menurunkan minat masyarakat untuk bepergian ke tempat rekreasi untuk berlibur maupun pulang ke kampung halaman. Dengan demikikian akan mengurangi kejadian berkerumunnya masyarakat sehingga resiko penularan COVID-19 harapannya bisa ditekan. Dengan adanya kebijakan itu tentu saja akan menimbulkan berbagai pro dan kontra pula . Namun pada kenyataannya segala upaya tersebut belum dapat memberikan hasil yang maksimal karena terbukti angka kejadian penularan COVID-19 di masyarakat tetaplah tidak kunjung melandai . Kenaikan demi kenaikan angka terkonfirmasi infeksi COVID-19 selalu saja terjadi dalam hitungan minggu pasca liburan. Tentu ada hal yang lain yang melatarbelakangi mengapa angka kejadian infeksi Covid 19 masih saja tinggi di Indonesia. Salah satu kemungkinannya adalah masih rendahnya pengertian masyarakat tentang bahaya penyakit COVID-19 . Dengan demikian tentunya masyarakat akan kurang melakukan upaya-upaya untuk mencegah ternjadinya penularan COVID-19 akibat minimnya pengetahuan tersebut. Kemungkinan yang lain adalah rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia tentang bahaya penularan penyakit COVID-19 ini . Dengan demikian motivasi untuk menjaga diri agar tidak sampai tertular juga akan rendah. Upaya penurunan angka penularan COVID-19 melalui pelaksanaan vaksinasi pun juga kurang mendatangkan tnggapan positif dari masyarakat sehingga berbagai upaya juga harus dilakukan agar masyarakat bersedia dan mau diberikan vaksinasi . Tidak hanya pengertian tetapi juga berbagai upaya yang bersifat relative memaksa agar masyarakat walaupun dengan terpaksa bersedia dan mau untuk diberikan vaksinasi. Walaupun data dari Satgas COVID-19 Indonesia menyatakan bahwa angka kepatuhan pemakaian masker di seluruh wilayah Indonesia telah cukup tinggi . %), namun masih ada beberapa wilayah yang angka kepatuhannya masih rendah . %) . Hal ini menunjukkan bahwa pengertian dan kesadaran masyarakat juga masih rendah. Dengan dengan demikian jelaslah bahwa upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahaya penularan infeksi COVID-19 harus dilakukan sehingga kejadian penularan dapat Isi Diperlukan berbagai upaya agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit COVID-19. Terbukti dalam berbagai penelitian bahwa pengertian masyarakat akan penyakit COVID-19 belumlah maksimal. Masih ada berbagai lapisan masyarakat yang belum mengerti tentang penyakit COVID-19 ini . Tidak hanya di kalangan masyarakat yang berpendidikan rendah atau yang berstatus ekonomi rendah, tetapi di berbagai kalangan masyarakat ekonomi menengah keatas maupun dengan status social yang tinggi pun masih ditemukan beberapa yang tidak terlalu paham tentan penyakit Covid 19 ini . ,8Ae. Tidak jarang berbagai dampak tersebut mengakibatkan konflik pribadi ataupun konflik batin yang dapat mempengaruhi pola fikir yang sehat dari masyarakat . Rasa takut, panik, cemas, dan stress akan tertular penyakit COVID-19 akan mengakibatkan berbagai gejala depresi . Disamping ketakutan akan tertular COVID-19 depresi juga dapat terjadi akibat harus berlama-lama di rumah akibat aturan pemerintah maupun akibat harus menjalani isolasi mandiri . Hal tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata, karena konflik pemikiran yang terlalu lama akan dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap Kesehatan . Ae. Disamping PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 itu tenaga kesehatan sendiri juga tidak terlepas dari berbagai risiko kecemasan akibat banyaknya kasus infeksi COVID-19 baik di tempatnya bekerja maupun di lingkungan sekitarnya . Hal tersebut juga memerlukan penanganan yang serius dengan cara memberikan pengertian kepada mereka tentang penyakit COVID-19 itu sendiri serta bagaimana semestinya dengan mudah penyakit tersebut dapat dicegah . Berbagai upaya untuk memberikan pengertian kepada masyarakat telah dilakukan pemerintah baik melalui satgas COVID-19 maupun berbagai media lainnya . ,18,. Upayaupaya tersebut tampaknya tidaklah sia-sia karena terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan penyakit COVID-19 dan penularannya sehingga upaya tersebut dapat menggerakkan masyarakat untuk turut berupaya mencegah ataupun memutus rantai penularan COVID-19. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah hal mendasar yang harus disampaikan kepada Ini adalah hal fundamental yang harus ditanamkan dalam benak pemikiran masyarakat dalam rangka mencegah penularan penyakit apapun, terutama COVID-19 . Promosi perilaku hiudp bersih dan sehat tidak hanya disampaikan pada kalangan masyarakat dewasa, tetapi sudah semestinya juga diberikan pada usia anak-anak sejak dini. Apalagi pembelajaran secara tatap muka akan kembali diberlakukan sehingga hal ini mestinya sangat menjadi perhatian agar anak-anak kita dan peserta didik dapat dengan disipling menerapkan upaya-upaya pencegahan penularan COVID-19 baik saat di lingkungan rumah apalagi di sekolah . Ae. Perilaku hidup bersih dan sehat sebenarnya telah lama didengungkan dan disampaikan, tetapi justru hal ini menjadi sesuatu yang sudah biasa sehingga sempat terlepas dari perhatian. Salah satu upaya lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan cara melakukan pencegahan primer, yaitu dengan mengajak masyarakat agar dengan pengertiannya dapat menyaring berbagai informasi yang tersebar di media sehingga tidak termakan oleh beritaberita hoax yang provokatif. Upaya pencegahan primer dapat dilakukan juga dengan cara metode batuk yang benar. Untuk itulah kita juga perlu berupaya untuk menyadarkan masyarakat agar tidak sembarangan saat mereka batuk, tetapi dengan cara menerapkan etika batuk yang baik dan benar. Upaya yang lain adalah agar masyarakat dapat memilih makananmakanan yang bergizi dan cukup olahraga sehingga dapat meningkatkan respons imunitas mereka . Sangat perlu memberikan pengertian kepada mereka agar senantiasa menjaga kebersihan tangan mereka melalui cuci tangan dan kapan mereka seharusnya melakukan cuci tangan . ,27,. Hal terpenting lainnya adalah bagaimana mereka dapat berdisiplin menggunakan masker. Tidak hanya sekedar menggunakan masker tetapi kapan mereka harus sisipling menggunakan masker dengan baik dan benar . Disamping itu juga agar mereka tetap bisa menjaga diri dengan tidak terlalu sering berdekatan apalagi kontak dengan orang lain tanpa pelindung. Terkadang masyarakat mengetahui bahwa dengan cuci tangan dapat mencegah terinfeksi dari COVID-19 namun mereka kurang memahami bagaimana sebenarnya cuci tangan yang baik dan benar serta kapan mereka harus melakukan cuci tangan. Upaya proaktif terhadap masyarakat dengan memberikan pengenalan dan pengertian bagaimana melakukan cuci tangan yang baik dan benar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Dengan meningkatnya pengetahuan mereka maka diharapkan dapat dengan sadar atau bahkan memberikan contoh tentang praktek cuci tangan yang baik dan benar serta kapan mereka seharusnya mencuci tangan. PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Pemberian infromasi dan edukasi pada era saat ini tidak harus dengan cara mendatangi Cara-cara ini memerlukan sumber daya yang cukup besar namun target masyarakat yang terpapar masih relative sedikit. Untuk mendapatkan target komunitas yang optimal maka sangat diperlukan banyak sumber daya . Kegiatan edukasi berkelanjutan dapat lebih memberikan efek perubahan perilaku. Penyuluhan dan sosialisasi yang dilanjutkan dengan penyebaran poster dan leaflet, serta pembagian hand sanitizer dan masker akan lebih memberikan dampak terhadap perubahan perilaku masyarakat . Akan lebih dapat memberikan dampak yang lebih besar lagi jika dilakukan bersamaan dengan penegakan disiplin pelaksanaan 4ntibody kesehatan. Keingintahuan dalam mencari berbagai informasi terkait COVID-19 banyak dilakukan masyarakat melalui berbagai platform media sosial . Tidak hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia penggunaan media social telah banyak dipakai. Pendayagunaan media social dapat lebih memberikan pengaruh kepada masyarakat dalam menangkal berbagai isu negative berbagai hal terkait COVID-19 . Pemanfaatan media online sangat kuat menggiring opini masyarakat. Berbagai isu terkait kebijakan pemerintah dapat dipahami dengan benar oleh masyarakat melalui media online . ,31,34,. Penggunaan media sosial akan lebih memberikan pengaruh lebih besar lagi jika disampaikan dengan menyesuaikan kondisi, adat istiadat, dan kebiasaan suatu komunitas atau masyarakat setempat . Dengan menyesuaikan dengan kondisi setempat maka audiens akan merasa mereka lebih menyatu dan merasakan kondisi kebersamaan sehingga lebih mudah memahami dan menarik motivasi mereka untuk dapat mengikuti apa yang disampaikan media tersebut. Berbagai aplikasi media social akan lebih bisa memberikan imbas terhadap perubahan perilaku masyarakat . Konten-konten yang menarik dan sedang trending dapat menjadi pilihan untuk memberikan edukasi promosi kesehatan. Tidak dapat dipungkiri memang peningkatan pengetahuan dan literasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dari berbagai lapisan. Kegiatan-kegiatan diskusi dan tukar pengetahuan melalui media seminar online telah menjadi trend di masa pandemic. Acara yang dikemas secara kreatif akan dapat menarik minat masyarakat untuk menghadiri . Ae. Dampak terhadap peningkatan pengetahuan dari kegiatan tersebut dapat diukur dan dirasakan. Dengan demikian diharapkan dapat merubah persepsi dan menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan penularan. Pemberdayaan public figure dalam kampanye edukasi untuk mengajak masyarakat peduli terhadapat upaya pemutusan rantai penularan COVID-19 juga sangat diperlukan, masyarakat sangat dapat dipengaruhi dan mencontoh apa yang dilakukan atau ajakan dari public figure. Termasuk juga dalam hal ini peran para tokoh masyarakat dan tokoh agama juga sangat diperlukan . Kondisi masyarakat Indonesia yang religious Ajakan diskusi untuk edukasi dan literasi kesehatan kepada tokoh agama sangatlah penting agar mereka dapat membantu membina para jamaah. Diperlukan persuasi dari tokoh yang dapat dipercaya agar para jamaah dapat merubah kebiasaan mereka untuk mencegah penularan COVID-19 di sarana ibadah . Segala upaya dapat dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat terpapar pengetahuan mengenai pencegahan penularan COVID-19. Kegiatan-kegiatan promotif di lingkungan kerja dapat dilakukan melalui kerja sama dengan departemen keselamatan dan kesehatan kerja (K. Tidak hanya di lingkungan Pendidikan dan perkantoran, bahkan di lingkungan khusus pun seperti lembaga pemasyarakatan juga perlu diberikan edukasi agar PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 upaya pemutusan rantai penularan COVID-19 dapat maksimal dan merata di seluruh lapisan masyarakat . Kesimpulan Penanggulangan pandemi COVID-19 tidak dapat terlepas dari upaya promotive dan Penyakit yang diakibatkan oleh virus ini sangat mudah menular dan menyebar ke seluruh dunia seiring dengan pertemuan dan mobilitas umat manusia. Pembasmi yang pasti dari virus ini belum ditemukan sehingga upaya terbaik adalah dengan cara memutus mata rantai penularannya. Upaya promosi kesehatan adalah salah satu pilihan utama dalam memutuskan mata rantai penularan infeksi COVID-19. Bagaimana memahamkan masyarakat agar berupaya serta ikut serta menjaga agar tidak sampai tertular dan saling menulari adalah suatu hal yang sangat fundamental. Sangat penting untuk memahamkan mereka tentang penyakit infeksi COVID-19 ini dan menggugah upaya mereka. Upaya kegiatan promosi kesehatan dapat dirupakan dengan berbagai macam kegiatan dan melalui berbagai media dengan tema-tema konten yang kreatif. Disamping itu upaya kerja nyata berupa pelaksanaan contoh tauladan dari para pejabat publik, tokoh masyarakat, dan para publik figur sangatlah berarti. Tidak dapat dipungkiri juga media massa dan media sosial yang juga harus turut serta memberikan contoh kepada masyarakat. Edukasi promosi kesehatan terkait vaksinasi COVID-19 pun tidak boleh ditnggalkan. Masih banyak masyarakat yang terpengaruh informasi negatif terhadap program vaksinasi yang harus diluruskan . ,45,. Upaya memerangi berita negatif terkait isu vaksinasi menjadi pekerjaan rumah kita bersama di lintas sektor agar masyarakat bisa semakin terdidik dan tidak mudah terprovokasi oleh upaya pembodohan terkait vaksinasi sehingga pandemi COVID-19 bisa dapat segera diakhiri baik di negara kita sendiri maupun di seluruh dunia. Daftar Pustaka