Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI) ISSN: 2746-2579 Vol. No. Maret 2026 Analisis Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi Titi AstutiA*. Siti KomariahA. Kodri kodri3. Al Murhan4 1,2,3,4 Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang E-mail Korespondensi: astutititi7@gmail. Abstract Breast cancer is one type of cancer that has the highest number of cases in Indonesia with 65,858 new cases or 16. 6% of the total 396,914 cancer cases (Globacon, 2. One of the treatments for breast cancer is mastectomy surgery which can have physical and psychological Data in the surgical inpatient room of RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro shows that 70% of post-mastectomy patients experience stress, 30% feel hopeless, and 75% experience decreased self-confidence due to physical changes. This data shows that some patients are able to adapt well through social support and effective coping strategies, while others have difficulty in adjusting which has an impact on the physical and mental well-being of patients. The purpose of the study was to determine the relationship between coping mechanisms and quality of life in post-mastectomy breast cancer patients at General Ahmad Yani Metro Lampung Hospital in 2025. This study used an analytic design with a crosectional approach. The population of this study were postoperative mastectomy patients, the sampling technique used purposive sampling, the number of samples was 45 respondents. Data analysis method by means of univariate and bivariate analysis with chi square test. The results showed that out of 45 respondents who had adaptive coping mechanisms as many as 16 respondents . 6%) and maladaptive coping mechanisms as many as 29 respondents . 4%). While those who had good quality of life were 20 respondents . 4%) and those who had poor quality of life were 25 respondents . 6%). The results of the statistical test showed a significant relationship between coping mechanisms and the quality of life of breast cancer patients after mastectomy at the General Ahmad Yani Metro Lampung Hospital in 2025 with a p-value of 0. 000 (A>0. It is expected that health workers can provide psychological support and education to patients to improve adaptive coping mechanisms so that patients' quality of life can be better. Keywords: Coping mechanism. Quality of Life. Post Mastectomy Operation Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang memiliki jumlah kasus tertinggi di Indonesia dengan jumlah kasus baru yaitu 65. 858 kasus atau 16,6% dari total 396. 914 kasus Salah satu penatalaksanaan kanker payudara adalah mastektomi yang dapat menimbulkan dampak fisik dan psikologis. Data di ruang rawat inap bedah RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menunjukkan bahwa 70% pasien pasca mastektomi mengalami stres, 30% merasa putus asa, dan 75% mengalami penurunan kepercayaan diri akibat perubahan fisik. Data ini menunjukkan beberapa pasien mampu beradaptasi dengan baik melalui dukungan sosial dan strategi koping yang efektif, sementara yang lain mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri yang berdampak pada kesejahteraan fisik dan mental pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara pasca mastektomi. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu pasien post mastektomi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling jumlah sampel 45 responden. Metode analisa data dengan cara analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 45 responden yang memiliki mekanisme koping adaptif sebanyak 16 responden . ,6%) dan mekanisme koping maladaptif sebanyak 29 responden . ,4%). Sedangkan yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 20 responden . ,4%) dan yang memiliki kualitas hidup kurang baik sebanyak 25 responden . ,6%). Hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien kanker payudara pasca mastektomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung tahun 2025 dengan nilai p-value 0,000 (A >0,. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan dukungan psikologis dan edukasi kepada pasien untuk meningkatkan mekanisme koping adaptif sehingga kualitas hidup pasien dapat lebih baik. Kata Kunci: Mekanisme koping. Kualitas hidup. Post Operasi Mastektomi Analisis Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi (Titi Astut. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI) ISSN: 2746-2579 Vol. No. Maret 2026 PENDAHULUAN Kanker payudara secara global menempati urutan pertama kasus baru kanker yaitu 429 kasus . ,7%) dari total 19. 789 kasus baru kanker. Selain itu, kasus kematian yang disebabkan oleh kanker payudara secara global menempati posisi kelima yaitu sebanyak 684. 996 atau . ,9%) dari total kasus yang ada yaitu sebanyak 9. kematian (Globocan, 2. Kanker payudara memiliki jumlah kasus baru tertinggi di Indonesia yaitu 65. 858 kasus atau 16,6% dari total 396. 914 kasus kanker (Globacon, 2. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, mencatat Indonesia menjadi urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke-23 dengan jumlah kasus kanker Kanker payudara menepati urutan pertama jenis kanker dengan jumlah kasus payudara yaitu 2,1 per 100. 000 penduduk dan angka kematian sebesar 17 per 100. Penyakit kanker payudara cukup tinggi juga ditemukan di Provinsi Lampung dimana pada tahun 2020 yaitu sebanyak 300 orang ditemukan dalam stadium lanjut, dan 3 orang diantaranya adalah remaja (Dinkes Provinsi Lampung, 2020 dalam jurnal Sofa et al. , 2. Penderita kanker payudara di Provinsi Lampung, berdasarkan hasil pemeriksaan deteksi dini kanker payudara di Provinsi Lampung, dimana tahun 2023 telah ditemukan 45 curiga kanker serta 70 tumor/benjolan (Kementerian Kesehatan RI, 2. Rumah Sakit RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung merupakan rumah sakit daerah type B yang memiliki fasilitas lengkap dan tenaga medis yang profesional. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu perawat, didapatkan data jumlah operasi kanker payudara dari bulan Desember 2024 sampai Februari 2025 terdapat 51 pasien. Penatalaksanaan kanker payudara memiliki beberapa tahapan untuk menghilangkan kanker, salah satunya dengan mastektomi. Operasi pengangkatan payudara atau mastektomi pasien akan mengeluhkan bekas luka yang sangat menggangu penampilan yang kurang percaya diri sehingga pasien tidak mau menerima dirinya. (Merlin, 2. Seseorang yang mempunyai masalah atau gangguan pada citra tubuhnya, akan menunjukkan perilaku seperti menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang telah berubah, tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi atau akan terjadi, menolak penjelasan perubahan tubuh, preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang dan mengungkapkan keputusasaan dan ketakutan. Mastektomi tidak hanya akan menyebabkan timbulnya dampak secara fisik tetapi juga akan memunculkan dampak psikologis yang akan menyertai pasca melakukan mastektomi seperti depresi, stres, kecemasan, dan masalah-masalah psikologis lainnya (Sari & Syafiq. Berdasarkan hasil penelitian bahwa karakteristik individu juga turut mempengaruhi stress yang dialami oleh pasien kanker payudara antara lain umur, pendidikan, status perkawinan, agama, pekerjaan, stadium kanker. Selain itu, mastektomi dapat mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk aspek fisik, psikologis, dan sosial (Nuha. Natalia, 2. Akibat dari tindakan mastektomi tersebut akan menyebabkan perubahan fisik dan perubahan psikologis yang akan berpengaruh pada mekanisme koping pasien yang menunjukan bagaimana pasien menangani masalah nya yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas hidup nya. Mekanisme koping adalah usaha yang digunakan seseorang untuk mengurangi stressor dari masalah yang dihadapi, usaha ini meliputi usaha pertahanan ego yang digunakan untuk mempertahankan ego dari sumber koping dan berbagai dukungan sangat diperlukan untuk Analisis Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi (Titi Astut. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI) ISSN: 2746-2579 Vol. No. Maret 2026 mengatasi stress pada pasien kanker payudara. Mekanisme koping dibagi menjadi 2 yaitu mekanisme koping adaptif dan mekanisme koping maladaptif. Koping yang adaftif menghasilkan adaptasi yang menetap yang merupakan kebiasaan baru dan perbaikan dari situasi yang lama. Sedangkan koping yang tidak efektif berakhir dengan maladaftif yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan (Tunik et al. , 2. Strategi ini dapat menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik dan menghasilkan tindakan yang positif. Sebaliknya apabila strategi koping yang digunakan tidak sesuai dapat menghasilkan kualitas hidup yang buruk dan individu tersebut dapat mengalami distress emosional yang berat (Nomiko, 2. Kualitas hidup mencakup kesejahteraan psikologis, fisik dan sosial. Aspek-aspek yang mempengaruhi kualitas hidup pada pasien kanker dapat berupa aspek fisik seperti citra tubuh, respon terhadap pengobatan dan perawatan, serta morbiditas. Aspek psikologis dan sosial seperti harga diri, kebahagiaan, hubungan interpersonal, spiritualitas, masalah keuangan, persepsi diri terhadap kualitas hidup, perasaan positif dan kesejahteraan sosial (Setiawan, 2. Penelitian menunjukan bahwa 70,4% dengan kualitas hidup baik dan 29,6 % dengan kualitas buruk pada pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta (Dewi, 2. Ketika seseorang dalam kondisi yang sehat, kualitas hidupnya akan terjaga, namun jika seseorang dalam kondisi sakit, akan terlihat penurunan kualitas hidupnya (Mulia et al. Kualitas hidup memiliki 4 domain yang harus dicermati pasien kanker payudara yaitu kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan hubungan dengan lingkungan (Rokhayati. Kualitas hidup pasien akan dapat meningkat karena efektivitas pengobatan. Ketika pengobatan berhasil, pasien dapat sembuh sepenuhnya, memungkinkannya untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung pada orang lain, serta mandiri secara emosional, sosial, dan fisik, yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kualitas hidup (Saputra et al. , 2. Penelitian menunjukan responden yang memiliki mekanisme koping adaptif dan kualitas hidup baik sebanyak 35 responden . ,3%) sedangkan responden yang memiliki mekanisme koping maladaptif dan kualitas hidup buruk sebanyak 2 responden . ,8%) (Malau, 2. Penelitian lain menyimpulkan bahwa mekanisme koping yang adaptif sangat penting bagi pasien kanker payudara dalam meningkatkan penerimaan diri mereka selama menjalani kemoterapi. Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis untuk memperhatikan aspek psikologis pasien dan memberikan dukungan yang sesuai (Romaningsih et al. , 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu perawat, didapatkan data 7 dari 10 bahwa sebanyak 70% pasien pasca operasi mastektomi mengalami stres. Dari kelompok ini, 30% mengaku merasa putus asa, dan 75% mengalami penurunan kepercayaan diri akibat perubahan fisik, khususnya kehilangan payudara. Sekitar 60% pasien menunjukkan respon emosional yang bervariasi, seperti memilih diam dan menerima kondisi mereka. Data ini menunjukkan beberapa pasien mampu beradaptasi dengan baik melalui dukungan sosial dan strategi koping yang efektif, sementara yang lain mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri yang berdampak pada kesejahteraan fisik dan mental pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara pasca mastektomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu semua pasien post mastektomi dari bulan Desember 2024 sampai Februari 2025 terdapat 51 pasien, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 45 responden. Instrument penelitian menggunakan Lembar kuesioner WHOQOL-BREF dan Lembar kuesioner The Brief COPE. Metode analisa data dengan cara analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Analisis Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi (Titi Astut. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI) ISSN: 2746-2579 Vol. No. Maret 2026 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Berdasarkan data yang diperoleh sebagai hasil penelitian tentang Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2025. Didapatkan gambaran jumlah frekuensi sebagai berikut: Distribusi Frekuensi Kualitas Hidup dan Mekanisme Koping pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi Tabel 1 Distribusi Frekuensi Kualitas Hidup dan Mekanisme Koping pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2025 Variabel Kualitas Hidup Kualitas Hidup Kurang Baik Kualitas Hidup Baik Mekanisme Koping Maladaptif Adaptif Total Frekuensi Presentase % Berdasarkan tabel 1 Hasil penelitian yang dilakukan pada 45 responden menunjukkan bahwa responden memiliki kualitas hidup kurang baik sebanyak 25 . ,6%) responden dan yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 20 . ,4%) Hal ini dapat diartikan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas hidup kurang baik. Berdasarkan teori menurut WHO, 2012 kualitas hidup didefeinisikan sebagai persepsi individu tentang posisinya dalam kehidupan, yang dilihat dalam konteks budaya dan sistem nilai tempat mereka hidup, serta dalam kaitannya dengan tujuan, harapan, standar, dan keprihatinan pribadi. Pasien pasca mastektomi akan mengalami penurunan akibat bentuk tubuh kehilangan organ payudara, nyeri pasca operasi, serta beban emosional yang menyertainya. Teori World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BRIEF) mendukung hal ini dengan yang membagi kualitas hidup menjadi empat domain yaitu kesehatan fisik . nergi, nyeri, tidur, mobilita. , psikologis . itra tubuh, perasaan negatif/positif, harga dir. , hubungan sosial . ukungan sosial, hubungan pribad. , dan lingkungan . eamanan, akses layanan kesehatan, peluang rekreas. Hal ini menunjukkan adanya variasi yang signifikan dalam persepsi dan pengalaman individu terhadap kualitas hidupnya. Menurut teori yang dikemukakan oleh (Hasanah & Hakim, 2. kualitas hidup yang baik mencerminkan kemampuan individu dalam memaksimalkan fungsi fisik, sosial, psikologis, dan lingkungan, serta kemampuan beradaptasi terhadap kondisi yang dihadapi, termasuk penyakit kronis atau stresor lainnya. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Malau, 2. yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara mekanisme koping dan kualitas hidup pasien kanker payudara. Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa pasien yang mampu menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Hasil serupa juga ditemukan oleh Nomiko . , yang menunjukkan bahwa faktor psikososial, termasuk cara pasien dalam merespons stres, memiliki kontribusi besar terhadap kualitas hidup mereka. Analisis Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi (Titi Astut. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI) ISSN: 2746-2579 Vol. No. Maret 2026 Asumsi peneliti didukung oleh fakta bahwa dari sebagian responden yang mengatakan belum menerima penampilan tubuhnya, tidak percaya tentang kondisi nya saat ini, mengkritik dan menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang terjadi. Sebagian pasien masih mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, baik dari aspek fisik seperti rasa nyeri dan kelelahan, maupun dari aspek psikososial seperti kurangnya dukungan sosial dan masalah dengan citra tubuh. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, penting bagi tenaga kesehatan untuk memberikan dukungan tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga psikologis dan Hasil penelitian menunjukkan 29 . ,4%) responden memiliki mekanisme koping maladaptif, dibandingkan dengan responden dengan mekanisme koping Mekanisme koping merupakan cara individu menyelesaikan suatu masalah dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi serta respon terhadap Sebagaimana seseorang yang menjalani operasi mastektomi yang menyebabkan perubahan fisik dan perubahan psikologis yang akan berpengaruh pada mekanisme koping. Hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung, didapatkan bahwa mekanisme koping pada pasien pasca mastektomi mayoritas memiliki mekanisme koping maladaptif. Menurut teori Stuart . , mekanisme koping terbagi menjadi tiga tipe utama yaitu coping berfokus pada masalah . roblem-focuse. , coping berfokus pada emosi . motion-focuse. , dan coping berfokus pada kognitif. Teori ini menegaskan bahwa penggunaan koping adaptif, seperti problem-solving dan seeking support, akan membantu individu mengelola stres secara lebih efektif dan meningkatkan kualitas hidup. Sebaliknya, penggunaan koping maladaptif seperti denial dan avoidance justru dapat memperburuk stres dan menurunkan kualitas hidup. Carver et al . alam Risky, 2. juga membedakan koping menjadi active coping . paya aktif mengatasi stre. , acceptance coping . enerimaan terhadap situas. , emotional focused coping . engelola emos. , dan avoidance coping . enghindari masala. Strategi koping adaptif seperti active coping dan acceptance dianggap lebih efektif dalam jangka panjang. Penggunaan mekanisme koping memiliki dampak signifikan terhadap tingkat stres dan kualitas hidup individu. Individu yang lebih sering menggunakan koping adaptif cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan kualitas hidup yang lebih baik. Sebaliknya, mekanisme koping maladaptif sering kali menyebabkan pasien sulit menerima dirinya sendiri dan karena efek samping penyakit dan pengobatan yang dijalani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan masalah baru bagi pasien. Mekanisme koping maladaptif umumnya berfokus pada emosi, di mana pasien cenderung menghindari masalah, enggan bertanya kepada tenaga kesehatan dan mengelola emosi dengan cara yang kurang sehat, sehingga memperburuk kondisi psikologis mereka. Hal ini sejalan dengan penelitian (Malau, 2. dan (Nomiko, 2. yang mengindikasikan hubungan signifikan antara mekanisme koping dan kualitas hidup, di mana strategi koping yang tidak sesuai dapat menyebabkan distres emosional dan kualitas hidup yang Asumsi peneliti bahwa banyak responden cenderung tidak mampu mengelola stress dengan baik, belum menerima kenyatan bahwa salah satu organ tubuh nya hilang sehingga responden merasa putus asa, kecewa dan tidak percaya Sebaliknya, mekanisme koping yang adaptif dalam penelitian ini ditunjukkan dengan upaya pasien untuk mencoba berbicara dengan orang lain, mencoba mencari informasi yang lebih banyak tentang masalah yang sedang dihadapi. Analisis Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi (Titi Astut. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI) ISSN: 2746-2579 Vol. No. Maret 2026 menghubungkan situasi atau masalah yang sedang dihadapi dengan melakukan kegiatan ibadah dan berdoa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang dapat membantu pasien mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif agar mereka mampu beradaptasi secara positif terhadap perubahan yang terjadi pasca mastektomi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Analisis Bivariat Peneliti menggunakan uji Chi Square dalam analisis bivariat untuk mengetahui adanya hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara pasca mastektomi, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2 Hubungan Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2025 Mekanisme Koping Adaptif Kualitas Hidup Baik Kurang Baik Maladaptif Total p-value 0,000 95% CI 13,619 2,98962,044 Berdasarkan hasil pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 16 responden terdapat 3 responden yang memiliki kualitas hidup kurang baik dan 13 responden yang memiliki kualitas hidup baik. Sedangkan, dari 29 responden dengan mekanisme koping maladaptif terdapat 22 responden yang memiliki kualitas hidup kurang baik dan 7 responden memiliki kualitas hidup baik. Hasil uji statistik diperoleh hasil p-value = 0,000 . <0,. maka dapat disimpulkan adanya hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara pasca Hasil analisis diperoleh OR sebesar 13,619 artinya pasien kanker payudara yang menggunakan mekanisme koping maladaptif memiliki peluang 13,619 kali lebih besar untuk mengalami kualitas hidup kurang baik dibandingkan dengan pasien yang menggunakan mekanisme koping adaptif. Kualitas hidup merupakan penilaian individu mengenai posisinya dalam kehidupan, yang dipengaruhi oleh kemampuan fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan (Hasanah, 2. Pasien kanker payudara yang menjalani mastektomi sering mengalami perubahan fisik, penurunan harga diri, serta gangguan hubungan sosial yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Dalam menghadapi tantangan ini, mekanisme koping menjadi sangat penting. Mekanisme koping adaptif seperti mencari dukungan sosial, menerima kenyataan, dan menyelesaikan masalah, dapat membantu pasien untuk mengurangi stress dan meningkatkan kualitas hidup. Sebaliknya, mekanisme koping maladaptif, seperti menarik diri, tidak menerima kenyataan atau menyalahkan diri sendiri, dapat memperburuk kondisi psikologis dan menurunkan kualitas hidup (Stuart, 2. Hal tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya dengan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,027 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup yang menyatakan bahwa strategi koping yang digunakan secara tepat dapat mengahasilkan kualitas hidup yang lebih baik, sedangkan strategi koping yang tidak sesuai dapat menyebabkan distress emosional dan kualitas hidup yang kurang baik (Nomiko, 2. Penelitian yang dilakukan oleh (Malau, 2. juga menunjukkan bahwa pasien kanker payudara menggunakan koping adaptif cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan koping maladaptif. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme koping adaptif sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup pasien pasca mastektomi. Analisis Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara Pasca Mastektomi (Titi Astut. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI) ISSN: 2746-2579 Vol. No. Maret 2026 Asumsi peneliti pasien yang menjalani mastektomi mengalami perubahan dalam hidupnya seperti perubahan bentuk tubuh. Perubahan tersebut mempengaruhi kondisi psikologis pasien, yang berdampak pada strategi koping yang pasien gunakan dalam menyelesaiakan atau menyesuaikan diri dengan perubahan yang Jika pasien menggunakan strategi koping yang baik, maka mempengaruhi kualitas yang lebih baik, begitupun sebaliknya jika strategi koping kurang tepat maka kualitas hidup kurang baik dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup. Kualitas hidup pasien juga dapat dipengaruhi oleh karakteristik pasien itu sendiri seperti usia, pendidikan dan pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro didapatkan bahwa responden terbanyak ada pada kelompok usia pra lanjut usia yaitu 45-59 tahun sebanyak 36 . ,0%) responden. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi fisik dan psikologis. Penderita kanker payudara pasca mastektomi pada kelompok ini cenderung lebih rentan terhadap keterbatasan fisik, nyeri kronis dan tekanan emosional. Selain itu, responden terbanyak pada penelitian ini memiliki pendidikan dasar sebanyak 26 . ,8%) responden. Meskipun pendidikan bukan faktor utama yang secara langsung mempengaruhi, namun rendahnya tingkat tingkat pendidikan ini mencerminkan rendahnya literasi kesehatan, yang dapat berdampak pada pemahaman pasien terhadap penyakit yang diderita selama proses pengobatannya. Sedangkan responden dengan pekerjaan terbanyak pada penelitian ini yaitu IRT sebanyak 36 . ,0%) responden, yang umumnya tidak memiliki penghasilan tetap dan cenderung bergantung pada orang lain dalam pembiayaan pengobatan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Ketergantungan ekonomi ini berpotensi menimbulkan tekanan emosional serta keterbatasan dan akses terhadap layanan kesehatan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, penting bagi tenaga kesehatan untuk memberikan dukungan tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga psikologis dan sosial, dengan pendekatan holistik yang mendorong penguatan strategi koping adaptif dan peningkatan dukungan lingkungan sekitar pasien. KESIMPULAN Terdapat hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara pasca mastektomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Lampung Tahun 2025, dengan hasil uji diperoleh nilai p-value = 0,000 . < 0,. , dengan nilai OR 13,619 dan confident interal (CI) 95% sebesar 2,989-62,044. Diharapkan hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien, terutama pasien kanker payudara pasca mastektomi dengan lebih memperhatikan mekanisme koping untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DAFTAR PUSTAKA