EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational NILAI-NILAI SPIRITUAL QS. AL-BAQOROH 183-185 DAN PENGALAMAN SPIRITUAL SANTRI Achmat Alvath. Agus Susanti. Baharudin. Umi Hijriyah. Siti Zulaikha Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung e-mail: achmatalvath101103@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai spiritual dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183-185 dan pengalaman spiritual puasa Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Perkembangan teknologi saat ini menjadi tantangan yang dihadapi umat Islam di era modern. Banyak peserta didik saat ini mengalami stres, kebingungan identitas, dan bahkan krisis moral akibat lingkungan yang tidak mendukung nilai-nilai spiritual. yang sering melemahkan semangat beribadah. Al-Qur'an, melalui surat Al-Baqarah, memberikan nilai-nilai spiritual yang relevan, seperti ketakwaan, kesabaran, dan empati, yang dapat menjadi pedoman untuk menghadapi tantangan tersebut. Fokus penelitian ini adalah menganalisa bagaimana pengalaman puasa yang dialami oleh santri di pondok pesantren dapat dijadikan rujukan umum dalam mengimplementasikan nilai-nilai spiritual ini dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenology melalui wawancara mendalam dengan santri dan pengasuh, serta analisis mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dengan menggunakan tafsir Maudhui. Tahapan penting penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis pengalaman spiritual, dan interpretasi nilai-nilai yang dihayati selama bulan Ramadan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam surat Al-Baqarah sangat relevan untuk membantu peserta didik hingga pendidik dalam menghadapi tantangan zaman dan memperkuat karakter mereka. Simpulan utama dari penelitian ini adalah terdapat nilai-nilai spiritual dalam Al-QurAoan surat Al-Baqoroh 183-185 dan ibadah puasa bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan dan menghayati nilai-nilai spiritual. Kata Kunci: Nilai Spiritual. Puasa Ramadhan. Qs. Al-Baqoroh 183-185. Pengalaman Spiritual Santri. Pendidikan Islam ABSTRACT This study aims to examine the spiritual values in the Quran, specifically in Surah Al-Baqarah verses 183-185, and the spiritual experiences of fasting among Santri at Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. The current development of technology poses challenges faced by Muslims in the modern era. Many students today experience stress, identity confusion, and even moral crises due to an environment that does not support spiritual values, which often weakens their enthusiasm for worship. The Quran, through Surah Al-Baqarah, provides relevant spiritual values such as piety, patience, and empathy that can serve as guidelines to face these challenges. The focus of this research is to analyze how the fasting experiences of santri in the pesantren can serve as a general reference in implementing these spiritual values in daily life. The method used is qualitative phenomenology through in-depth interviews with santri and caretakers, as well as an in-depth analysis of the verses of the Quran using Maudhui interpretation. Key stages of this research include data collection, analysis of spiritual experiences, and interpretation of the values embodied during the month of Ramadan. The results indicate that the spiritual values contained in Surah Al-Baqarah are highly relevant in helping both students and educators face the challenges of the times and strengthen their character. The main conclusion of this study is that there are spiritual values in the Quranic Surah Al-Baqarah verses 183-185, and fasting is Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational not merely a ritual but also an opportunity to reflect upon and internalize profound spiritual Keywords: Spiritual Values. Ramadan Fasting. Qs. Al-Baqoroh 183-185. Spiritual Experience of Santri. Islamic Education PENDAHULUAN Perkembangan zaman hingga perubahan teknologi telah memberikan dampak terhadap kehidupan umum khususnya kepada sistem pendidikan dan peserta didik, perkembangan ini juga memberikan dampak postif dan negatif bagi para penggunanya. Sehingga dampak negatif ini menjadi hal penting agar dapat dioptimalkan melalui pemahaman agama islam. Dalam hal ini kesiapan diri menghadapi perkembangan zaman saat ini sangat penting agar dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang diharapkan bisal lebih maksimal sesuai dengan ajaran Al-QurAoan dengan memahami spiritual. Mendalami spiritual saat ini dapat menjadi sebagai salah satu solusi terhadap krisis spiritual yang dihadapi oleh masyarakat modern kini terutama pada peserta didik. Pendalaman spiritual saat ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi krisis spiritual yang melanda masyarakat modern, termasuk peserta didik. Berbagai kasus yang terjadi di lingkungan masyarakat, sekolah, bahkan di pondok pesantren menunjukkan adanya kebutuhan akan pemaknaan hidup yang lebih dalam. Di tengah kesibukan dan tekanan hidup, banyak orang mulai mencari jawaban melalui pendekatan spiritual, menjadikannya semakin relevan dalam kehidupan masa kini. Saat ini kita berada di era tantangan modernisasi dan globalisasi yang sering kali membuat sistem pendidikan hanya berfokus pada pengembangan intelektual semata, sehingga mengabaikan aspek-aspek spiritual serta pengamalanya. Oleh karena itu, konsep pendidikan holistik ini menjadi relevan untuk diangkat kembali dalam konteks pendidikan Islam modern. Dalam pemahaman ini didasari oleh bagaimana kita mempelajari Al-Quran serta memahminya, bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman spiritual dan menghadapi tantangan zaman dengan lebih baik (Mawardi, 2. Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183-185. Allah SWT menegaskan pentingnya puasa sebagai cara untuk mencapai ketakwaan. Hal ini sejalan dengan spiritual. Sebab, dalam pemahaman spiritual merupakan salah satu nilai yang terdapat pada spiritual. Puasa merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam yang memiliki makna mendalam dan spiritual. Dalam AlQur'an surat Al-Baqarah ayat 183-185. Allah SWT menegaskan pentingnya puasa sebagai cara untuk mencapai ketakwaan. Namun di era sekarang, puasa hanya menjadi tradisi yang hanya lewat begitu saja yakni sekedar menahan rasa lapar dan haus saja, menghabiskan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat, bahkan tidak sedikit yang melanggar larangnya dan meninggalkan Hal ini disebabkan lunturnya atau minimnya pemahaman terhadap puasa itu Dalam ayat ini menjelaskan tentang puasa, namun tidak hanya sampai disitu, ayat ini juga terkandung nilai-nilai spiritual yang bermanfaat dan penting bagi peserta didik, pendidik hingga masyarakat. Dengan memahami nilai-nilai spiritual, sekolah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi dapat menghasilkan generasi yang berkarakter kuat, memiliki kualitas moral yang tinggi, serta mampu menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks dengan landasan keimanan yang kokoh. Oleh karena itu pentingnya peserta didik memahami nilai-nilai spiritual, seperti kejujuran, kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sosial, harus ditanamkan dan diintegrasikan dalam semua aspek pendidikan (Murtafiah & Ali, 2. Selain itu, pendidik juga tidak kalah penting harus memiliki etika yang baik, berakhlak agar bisa memberi teladan yang baik kepada peserta didik dan mampu menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas (Maharani et Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational , 2. Menurut Mario Beauregard and Denyse OAoLeary, researchers and authors of The Spiritual Brain berpendapat bahwa Spiritual pengalaman yang berpikir untuk membawa mengalaminya ke dalam kontak dengan Tuhan . engan kata lain, bukan hanya pengalaman yang terasa bermakn. Ruth Beckmann Murray dan Judith Proctor menulis bahwa dimensi spiritual mencoba untuk menjadi selaras dengan alam semesta, dan berusaha untuk jawaban tentang yang tak terbatas, dan datang ke dalam fokus ketika seseorang menghadapi stres emosional, penyakit fisik, atau kematian (Ardian, 2. Selanjutnya Miller menjelaskan bahwa pendidikan spiritual adalah proses yang berfokus pada pengembangan dimensi spiritual individu, yang tidak hanya mencakup aspek moral dan etika, namun juga keterhubungan dengan diri sendiri, orang lain, dan yang Ilahi. Dalam konteks pendidikan, penerapan nilai-nilai spiritual dinilai mampu meningkatkan kesehatan mental dan emosional anak, serta membentuk karakter yang kuat Berdasarkan penjelasan teori dari beberapa ahli tentang spiritual dapat di rumuskan bahwa spiritual merupakan cara berfikir dan bertindak dalam upaya mendekatkan diri kepada sang pencipta, sehingga menjadikan pribadi menjadi lebih terarah dan semangat dalam menghadapi berbagai ujian sebab adanya hubungan dengan sang pencipta. Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh Noer Rahma yang berjudul AuKecerdasan Spiritual Perspektif Al QurAoanAy dalam penelitianya bahwa spiritual dalam Qs. Al-Baqoroh 12-19 spiritual yakni meliputi rasa syukur kepada Allah, karena orang yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu bersyukur terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya, dan mereka mampu hidup dengan Dan spiritual memiliki beberapa aspek yaitu biologis meliputi sholat, karena dengan melakukan sholat maka kita akan melakukan gerakan gerakan yang akan menyinergikan anggota badan kita. Aspek sosial meliputi berbuat baik kepada orang tua karena dengan menaati kedua orang tua maka seseorang akan selalu berbuat baik kepadanya dan orang yang memiliki kecerdasan spiritual akan selalu berbuat baik. sesuai ayat 14 (Rohma, 2. Selanjutanya, artikel yang ditulis oleh Ruslan et al. , . berjudul Pendidikan Spiritualisme dalam Perspektif Al-Quran menyimpulkan pertama, konsep spiritualisme dalam perspektif al-Quran adalah sebuah konsep atau paham yang mengacu pada apa yang terkait dengan dunia ruh, dekat dengan Ilahi, mengandung kebatinan dan interioritas, dan disamakan dengan yang hakiki. sisi lain spiritualisme mengandung pengertian tentang kehadiran berkah atau anugerah yang mengalir ke dalam urat nadi alam raya dan dalam kehidupan manusia bila ia mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Selanjutnya karya Sudi et al. , . yang berjudul Spiritual Di Dalam Al-Quran: Konsep Dan Konstruk dalam penelitiianya ini dia menyimpulkan bahwa Al-Quran merupakan sumber rujukan utama, membahas spiritual sebagai aspek psikologi yang ada. Dalam Islam, spiritual adalah aspek yang sangat penting dari kehidupan seseorang. Iman adalah aspek spiritual paling penting. dan takwa, yang merupakan sumber utama manusia di Bumi. Spiritual juga dihormati dalam Islam karena ia akan dinilai oleh Allah SWT di akhirat. Kedua, penelitian menunjukkan bahwa al-Quran menyebut spiritual secara luas dan menggunakan berbagai kata untuk menjelaskan arti spiritual. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenology guna memahami pengalaman pada individu atau sekelompok orang. Penelitian Fenomenologi adalah suatu penelitian ilmiah yang mengkaji dan menyelidiki suatu peristiwa yang dialami oleh seorang individu, sekelompok individu, atau sekelompok makhluk hidup, atau dapat disebut sebagai pengalaman, pengalaman diartikan sebagai pengalaman yang dialami oleh seseorang, sekelompok orang . oncious experienc. (Nasir et al. , 2. Edgar Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational dan Sedgwick menjelaskan bahwa Fenomenology yakni Upaya dalam mengungkapkan dari makna pengalaman seorang, atau makna yang dialami seseorang. adapun dalam artikel ini peneliti berfokus pada pengalaman spiritual puasa santri. Dalam hal ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman spiritual yang dirasakan oleh santri saat berpuasa di pondok pesantren, baik proses pemahaman atau pengalaman spiritual secara tarbiyah atau secara Dan hubungannya dengan nilai-nilai spiritual yang terdapat dalam al-qurAoan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tekhnik Wawancara dan dokumentasi. Wawancara merupakan hal terpenting dalam fenomenology ini, adapun wawancara yang digunakan yakni semistruktur, dalam hal ini peneliti memilih santri sebagai objek dalam penelitian ini, sebab santri itu sendiri yang menjalani puasa itu sendiri di lingkungan pondok pesantren sehingga dapat memberikan informasi yang diperlukan. Selanjutnya untuk merumuskan nilai-nilai spiritual dalam Al-QurAoan, pada point ini dikaji melalui tafsir, artikel dan penelitian yang relevan. Adapun anylisis ini menggunakan tafsir tematik . metode tafsir maudhui merupakan bagian dari ragam metode penelitian tafsir al-QurAoan yang muncul di masa kontemporer. Tafsir Maudhui menggunakan langkah-langkah yang sistematis dan kaidah-kaidah penafsiran Al-QurAoan. Tafsir maudhui memiliki tiga macam jenis, yaitu. tema kosa kata al-QurAoan, . tema pembahasan dalam al-QurAoan, . tema surat pilihan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis yang kedua yaitu tema pembahasan dalam alqurAoan, diimana peneliti menjadikan nilai-nilai spiritual dalam Qs. Al-Baqoroh 183-185 untuk di teliti. Setiap jenis tema ini memiliki langkah-langkah tersendiri dan umum, sehingga metode ini dapat memberikan hasil dan kesimpulan yang benar sesuai presfektif al-QurAoan dan sebagai tawaran solusi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pada artikel ini Langkah yang digunakan peneliti gunak mengkaji nilai-nilai spiritual sebagai brikut: pertama yaitu penentuan tema, yang kedua memilih ayat yang berkaitan dengan tema, ketiga penyusunan ayat dan sebab diturunkanya ayat tersebut. Yang keempat menghubungkan ayat antar ayat, yang kelima penyusunan kerangka pembahasan, yang keenam yaitu penyempurnaan dengan hadits, ketujuh yakni pemaknaan (Rokim & Triana, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil NILAI-NILAI SPIRITUAL DALAM QS. AL-BAQOROH 183-185 Pengertian Nilai-Nilai Spiritual Nilai merupakan sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sedangkan menurut Zaim El-Mubarok, secara garis besar nilai di bagi dalam dua kelompok. pertama, nilai nurani . alues of bein. yaitu nilai yang ada dalam diri manusia dan kemudian nilai tersebut berkembang menjadi perilaku serta tata cara bagaimana kita memperlakukan orang lain. Menurut Ngalim Purwanto dalam Qiqi Yuliati menyatakan bahwa nilai yang ada pada seseorang dipengaruhi oleh keberadaan adat istiadat, etika, kepercayaan, dan agama yang dianutnya. Dapat disimpulkan bahwa nilai adalah segala bentuk pemikiran atau perbuatan manusia yang tentang sesuatu yang baik dan buruk. Hal ini melalui pendidikan atau pada hasil dari lingkungannya seperti agama dan tradisi. Nilai-nilai Islam harus dapat diinternalisasikan dalam kehidupan masyarakat secara Karena, nilai-nilai agama Islam sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial, bahkan dapat dikatakan tanpa nilai tersebut manusia akan hidup dengan derajat tingkat Untuk menerapkan dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam di atas, perlu usaha melalui pendidikan Agama Islam. Karena pendidikan merupakan suatu media dan Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational aktivitas untuk membangun kesadaran kritis, kedewasaan, dan kemandirian seseorang. Pendidikan Agama Islam yang ditempuh seorang individu tentu saja dipengaruhi oleh faktor kehidupan keluarga dan masyarakat yang ada disekitarnya (Ristianah, 2. Nilai-Nilai Spiritual dalam Qs Al-Baqoroh 183-185 Setelah dilakukan anylisis dari beberapa tafsir klasik dan kontemporer sehingga dapat di spesifikan pada nilai-nilai spiritual dalam ayat tersebut. Nilai-nilai tersebut di antara lainya yaitu: Beriman dan Taat Taat itu sendiri adalah ketundukan hati serta jasmani terhadap hukumhukum syariat dan mengerjakan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Puasa itu sendiri perintah langsung dari Allah, dan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Berlomba-lomba dalam kebaikan dan Memahami hikmah puasa Dalam lingkungan pondok pesantren, diperlukan budaya kompetitif dari setiap masing-masing individu yang berada dalam lingkungan itu, baik pendidik (Nawawi, 2. ikmah menurut Allamah Muhammad Husein TabAabAAoi ada tiga. Pertama, dimensi uikmah sebagai nikmat Allah SWT. Kedua, dimensi uikmah sebagai pemahaman yang mendalam tentang agama. Ketiga, dimensi uikmah sebagai ajaran tentang kebaikan (Nurrohim, 2019:. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus saja. Allah memberikan banyak hikmah puasa diantara lainya dapat memperbaiki kualitas fisis, medis, dan psikologi juga biologis ( shalah ad dunya wa al akhira. (Mufaizin, 2018:. Bertanggung jawab dan Bersedekah kepada orang miskin Allah memerintahkan untuk orang yang berhalangan tidak berpuasa agar menggantinya di hari lain. Sikap tanggung jawab juga diterangkan dalam qs al-isra ayat 36 (Napitupulu, 2. Selanjutnya sedekah ialah suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang Muslim pada orang lain dengan mengharap rida dan pahala semata dari Allah swt (Firdaus, 2. Mentadaburi Al-QurAoan dan memperbanyak dzikir Allah menurunkan Al-Qur'an yakni memiliki tujuan diantaranya adalah AlQur'an membimbing manusia untuk hidup di dunia dan keamanan di akhirat. Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan petunjuk bagi manusia untuk berhasil di dunia dan di akhirat (Septina et al. , 2. Selanjutnya berdzikir adalah salah satu cara yang dianjurkan Allah Subhanahu Wa Tala dalam upaya mendekatkan diri pada-Nya (Latif, 2. Syukur dan Taqwa Menurut Quraish Shihab menjelaskan tentang syukur itu ia menyiratkan makna Ausiapa yang merasa puas dengan yang sedikit, maka ia akan memperoleh banyak, lebat dan suburAy (Firdaus, 2. Selanjutnya dalam Al-Quran, konsep taqwa meliputi kesadaran dan ketaatan kepada Allah, penghindaran dari perbuatan dosa, dan usaha aktif untuk mematuhi perintah-Nya. Taqwa juga berhubungan erat dengan keberhasilan spiritual. Konsep taqwa dalam Al-Quran mencakup aspek hukum perintah dan larangan (Fadillah, 2. Merasa di awasi oleh Allah dan bersungguh-sungguh Konsep Muraqabah merupakan suatu sikap mental yang tinggi, membentuk kesadaran diri selalu berhadapan dengan Allah dan selalu diawasinya (Fauzan et , 2. Tidak boros dan Hidup sederhana Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Sikap boros dijelaskan dalam Alquran dengan dua istilah, yaitu israf dan Islam melarang sikap boros sesuai dengan dalil-dalil yang disebutkan dalam Alquran dan hadis (Ridwan et al. , 2. Al-Quran juga menyatakan bahwa hidup sederhana adalah kunci untuk mencapai keseimbangan, kedamaian batin, dan keberkahan dalam kehidupan (Mauluddin, 2. Memperbanyak ibadah sunnah dan Memikirkan ciptaan Allah Rasulullah SAW menganjurkan agar mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan, akan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau bersabda: AuSiapa yang mengerjakan shalat malam pada bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosanya yang telah laluAy. (Hadis Shahih, riwayat Bukhari: 36 dan Muslim: 1267. teks hadis riwayat al-Bukhar. Selanjutnya berpikir dan merenungkan mengenai makhluk ciptaan Allah akan mengantarkan kita pada keyakinan tentang adanya sang Pencipta dan keesaan-Nya. PENGALAMAN SPIRITUAL PUASA SANTRI Kegiatan di bulan ramadhan Memperbanyak membaca al-qurAoan setiap baAoda shubuh seperti membaca yasin dan setelah ashar membaca al-waqiah. Kajian Tafsir Jalalain. Kultum santri setiap baAoda sholat dzuhur, ashar dan baAoda isya bagi pengurus, setiap petugas membawakan tematema yang berbeda. Halaqoh khataman alqurAoan setiap baAoda taraweh. Event individu bagi santriwan-santriwati yang paling banyak khatam alqurAoan. Ngaji kilatan setiap baAoda taraweh. Sholat witir berjamaah, sholat tahajud berjamaahperingatan nuzulul qurAoan. Peringatan Nuzulul QurAoan. Buka bersama. Takzir. Mengantri makan saat berbuka puasa dan sahur. Pengalaman Spiritual Puasa Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Selama berpuasa, para santri di pondok pesantren melakukan berbagai aktivitas ibadah, seperti shalat Tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan zikrullah, kultum, kajian dan berbagai aktivitas lainya. Dari semua kegiatan tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan lurah pondok yakni guna mendukung nilai-nilai spiritual melalui berbagai kegiatan dan bimbingan Ustdaz dan Ustadzah. Pembahasan AYAT AL-QURAoAN DAN HADITS NILAI-NILAI SPIRITUAL Beriman dan Taat Dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa Allah memerintahkan puasa dengan niat hanya karena Allah Swt. dalam berpuasa terkandung hikmah membersihkan jiwa. Dan puasa merupakan perintah langsung dari Allah, sehingga berpuasa merupakan bentuk beriman kepada Allah. Seperti dalam Qs. Al-Maidah ayat 24. Artinya: AuKami telah menurunkan kitab suci (Al-QurAoa. kepadamu (Nabi Muhamma. kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya . cuan kebenaran Maka, putuskanlah . mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan . kebenaran yang telah datang kepadamu. Berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir dalam tafsirnya ayat mengandung penjelasan bahwa Al-QurAoan yakni membawa kebenaran, tiada keraguan di dalamnya. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational dan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari sisi Allah Swt. Dan menjadi pelengkap atau pembenar kitab-kitab sebelumnya . Berlomba-lomba dalam kebaikan dan Memahami hikmah puasa Dalam Tafsir ibnu katsir dijelaskan Maksud dari umat terdahulu sebagai bentuk semangat dari allah bahwa sudah umat sebelumnya berpuasa sehingga menjadi semangat dalam melakukan kewajiban ini dan sebagai teladan agar lebih sempurna melakukan ibadah puasa. Dalam hal ini juga ditegaskan pada al-qurAoan surat al-baqoroh ayat 148 terkait berlomba-lomba dalam kebaikan. Artinya: AuBagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatuAy Berdasarkan penafsiran Ibnu Katsir dalam tafsirnya tentang peristiwa arah kiblat, dimana setiap orang memiliki keyakinan terhadap kiblatnya. Allah memberikan ujian ini sebagai bentuk perlombaAoan dalam kebaikan, sebab semuanya akan kembali kepada Allah. Selanjutnya dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Puasa mengandung banyak hikmah diantaranya satu tujuan Allah memerintahkan puasa yaitu sebagai penghalang masukanya godaan setan. Dalam hal ini juga di jelaskan pada hadits. Dari Abu Hurairah, ia berkata "Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. " (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. Bertanggung jawab dan Bersedekah kepada orang miskin Dalam Tafsir Ibnu katsir bahwa Allah memerintahkan bagi orang yang tidak berpuasa disebabkan ada hal tertentu maka dia wajib bertanggung jawab memberi makan orang miskin. Sebagaimana juga di jelaskan terkait bertanggung jawab dalam alqurAoan surat al-mudatsir ayat 38 Artinya: AuSetiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukanAy. Dalam Tafsir Ibnu Katsir maksud dari bertanggung jawab yakni bergantung kepada amal perbuatannya sendiri kelak di hari kiamat. Hal ini sejalan dengan bentuk tanggung jawab yang di sampaikanya melalui ayat alqurAoan bagi orang yang meninggalkan puasa atau melanggar laranganya. Selanjutnya dalam tafsir Ibnu Katsir Allah memerintahkan manusia untuk memberi makan kepada orang miskin sebagai tebusan orang yang tidak berpuasa (Fidiya. Dalam hal ini Allah memerintahkan agar kita bersedekah saat bulan ramadhan, hal ini juga di tegaskan dalam alqurAoan surat AlBaqoroh ayat 261. Artinya: AuPerumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti . rang-orang yang menabu. sebutir biji . yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan . bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha MengetahuiAy. Mentadaburi Al-QurAoan dan Memperbanyak dzikir Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan bahwa Al-qurAoan sebagai petunjuk dan pembeda antara hak dan yang bathil. Perintah mendalami alqurAoan juga di tegaskan dalam alqurAoan dalam surat Shad ayat 29. Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Artinya: Au(Al-QurAoan ini adala. kitab yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhamma. yang penuh berkah supaya mereka menghayati ayat-ayatnya dan orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaranAy. Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan bahwa kitab inilah yang akan mengeluarkan manusia daripada gelap-gulita. Selanjutnya dalam Tafsir Al-Azhar dianjurkan untuk mengagungkan allah atas petunjuknya seperti berdzikir termasuk bertakbir saat hari raya juga sebagai rasa syukur, sebab pada perintah berpuasa Allah juga memberikan kemudahan dan petunjuk-petunjuk bagi umatnya. Hal ini juga di tegaskan pada AlQurAoan Surat Ar-RaAod ayat 28. Artinya: Au(Yait. orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteramAy. Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan bahwa ingat kepada Tuhan itu menimbulkan tenteram, dan dengan sendirinya hilanglah segala macam ke gelisahan. Dalam hal ini mengingat Allah pada saat bulan sebab dapat mengatasi segala macam bentuk ujian dan godaan saat berpuasa. Syukur dan Taqwa Dalam Tafsir Al-Azhar bahwa bersyukurlah kepada Tuhan, karena berkat taufiq dan hidayahNya jualah kamu dapat mengendalikan diri dan nafsu, syahwat perut dan syahwat faraj. Dalam hal ini kita di anjurkan bersyukur pada bulan tersebut atas segala nikmat Allah yang telah diberikan, hal ini juga di tegaskan dalam Al-QurAoan surat Ibrahim ayat 7. Artinya : Au(Ingatla. ketika Tuhanmu memaklumkan. AuSesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah . kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari . ikmat-K. , sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras. Ay Dalam Tafsir Al-Azhar di jelaskan Dalam bersyukur hendaklah terus berusaha guna mengatasi kesulitan. Dalam hal ini sejalan dengan bersyukur saat berpuasa, dimana Allah telah memberikan perintah berpuasa, yang dari berpuasa itu mengandung bermacam-macam hikmah baik bagi jasmani dan rohani. Selanjutnya dalam Tafsir AlAzhar di jelaskan bahwa puasa baik untuk menggapai ketakwaan. Dimana dalam hal ini kita dianjurkan untuk bertaqwa, hal ini juga pada Al-QurAoan Al-Maidah ayat 35. Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah . alan untuk mendekatkan dir. kepada-Nya, dan berjihadlah . di jalan-Nya agar kamu beruntungAy. Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan bahwa Taqwa artinya takut dan memelihara. Artinya takut kepada Allah dan memelihara dari segala bentuk laranganya termasuk pada saat berpuasa. Merasa di awasi oleh Allah dan Bersungguh-sungguh Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan dalam menjalankan ibadah puasa hendaklah kita yakin bahwa setiap saat Allah melihat kita dalam segala bentuk pemikiran atau Dalam hal ini juga dijelaskan dalam AlqurAoan surat At-Thur ayat 48. Artinya: AuBersabarlah (Nabi Muhamma. menunggu ketetapan Tuhanmu karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami! Bertasbihlah seraya bertahmid . Tuhanmu ketika engkau bangunAy Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan pun yang akan terjadi atas diri Nabi Muhammad s. tidaklah beliau terlepas dari pandangan Tuhan, dan selalu akan Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational dipelihara Tuhan. Selanjutnya dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan bahwa apabila berpuasa sungguh-sungguh maka menjadi terkesan pada jiwa saat ramadhan telah Bersungguh-sungguh juga di jelaskan dalam surat Al-Ankabut ayat 69 Artinya: AuOrang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk . encari keridaa. Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikanAy. Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan bahwa Allah memberikan jaminan kepada siapa saja yang menempuh jalan Allah dan tidak ragu atas segala ujianya, termasuk pada sat berpuasa. Tidak berlebih-lebihan dan hidup sederhana Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan bahwa adanya orang berpuasa hanya menahan lapar saja dalam sehari sehingga saat berbuka semua makanan di hantamnya sehingga saat tarawih dan tadarus matanya mengantuk. Sebab apabila hal ini menjadi kebiasaan kita saat berpuasa, maka dapat membuat puasa seseorang sia-sia sebab tidak mendapat makna dan tujuan dari puasa itu sendiri. Sifat ini juga di tegaskan dalam AlQurAoan surat Al-Isra ayat 27. Artinya: Au(Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhanny. Dalam Tafsir Al-Azhar dijelaskan bahwa orang pemboros itu adalah temanya setan, sebab jika sudah berkawan dengan setan. Selanjutnya dalam Tafsir Al-Azhar Rasulullah memerintahkan berpuasa dengan minum air dan kurma Sehingga puasa untuk taqwa benar-benar di rasakan. Hal ini sejalan dengan perintah bahwa kita hendaklah bersikap sederhana, dan tidak berlebih-lebihan sebab hal tersebut tidak baik untuk diri kita. Hidup sederhana juga ditegaskan dalam Al-QurAoan surat Al-Furqon ayat 67 Artinya: AuDan, orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak . (Infak merek. adalah pertengahan antara keduanyaAy. Dalam Tafsir Al-Azhar di jelaskan tentang kesederhanaAoan dimana dalam hal bersedekah kita tidak dianjurkan untuk memberikan semuanya sehingga tidak memikirkan kehidupan ke depanya. Namun tidak kikir atau pelit, bersedekah secukupnya agar tidak mubazir, membeli pakaian hari raya tidak berlebihan, memperioritaskan kewajiban berpuasa. Memperbanyak ibadah sunnah dan Memikirkan ciptaan Allah Dalam Tafsir Al-Azhar pada bulan puasa kita di anjurkan untuk memperbanyak ibadah Adapun memperbanyak ibadah sunnah memiliki banyak manfaat sebagaiman di jelaskan dalam sebuah hadits. AuAllah TaAoala berfirman. AuSiapa saja yang memusuhi wali-Ku, maka aku mengumumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dibandingkan amal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal sunnah, sampai Aku mencintainya. Ay (HR. Bukhari no. Selanjutnya dalam Tafsir Al-Azhar bahwa AlqurAoan sebagai wahyu dan petunjuk dalam hal ini dapat kita lihat pada saat penentuan masuknya bulan Ramadhan dengan melihat hilal/bulan sabit. Hal ini juga di tegaskan pada AlqurAoan surat Ali-Imran ayat 191 Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational Artinya: Au. orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi . eraya berkat. AuYa Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab nerakaAy. Dalam Tafsir Al-Azhar di jelaskan bahwa langit adalah yang di atas kita, yang menaungi kita. Entah berapa lapisnya. Tuhanlah yang tahu. Dalam hal ini berhubungan saat kita penentuan awal masuk ramadhan, termasuk fenomena gerhana. PENGALAMAN SPIRITUAL PUASA SANTRI Pengalaman Spiritual Puasa Santri Pengalaman spiritual santri selama puasa mencakup berbagai aspek, yang memengaruhi hubungan mereka dengan Allah, sesama, dan diri mereka sendiri. Pengalaman-pengalaman yang mereka rasakan tidak secara instan hadir langsung pada mereka, namun ada upaya yang dilakukan oleh pondok pesantren agar mereka lebih merasakan makna saat berpuasa. Dari hasil wawancara dengan lurah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin pengalaman-pengalaman tersebut memberikan makna-makna positif kepada santri. Adapun makna tersebut seperti rasa akan meningkatnya tingkat ibadah, seperti meningkatnya disiplin ibadah serta ibadah sunnah seperti sholat qobliah dan baAodiah, sholat dhuha, sholat tahajud, sholat witir. Selanjutnnya kualitas ibadah penghayatan dan mendalami alqurAoan hal ini mereka rasakan pada halaqoh tadarus dan kajian tafsir pada badAoda shubuh. Sehingga santri merasakan kedekatan dengan Allah serta merasa terawasi melalui perantara peraturan pondok serta pengawasan Ustadz dan Ustadzah. Ausaya lebih merasakan arti kesabaran dan ikhlas, di pondok pesantren santri sangat didik untuk bersabar dari berbagai kegiatan yang padat pengalamanpengalaman tersebut hadir dan tertanam dari berbagai kegiatan sehingga mereka harus menahan lapar dan haus di tengah jadwal kegiatan yang padat. Menghadapi berbagai ujian seperti mengantri makan, kantuk saat tadarus atau kultum baAoda isya. Menjalani aturan-aturan pondok yang lebih disiplin selama ramadhan (Mustika,Wawancara. Febuari 2. Selanjutnya ungkap santri putra Aulebih merasakan syukur dan kebersamaan pada ramadhan, santri lebih merasakan kebersamaan pada saat melaksanakan berbagai aktivitas di pondok pesantren, seperti saat berbuka dan sahur bersama, halaqoh, mencatat dan mendengarkan kultum, yang mengajarkan nilai kebersamaan. Selanjutnya makanan sederhana yang sudah tersedia saat berbuka dan sahur membentuk rasa syukur santriAy (Edo Febria,Wawancara,Febuari 2. Selanjutnya pengalaman yang di rasakan yaitu memberikan motivasi untuk meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan. Santri termotivasi untuk terus memperbaiki diri melalu berbagai kegiatan baik melalaui kajian tafsir dan kultum serta peningkatan Kebijakan pondok yang mendukung kegiatan ibadah, seperti penggunaan speaker untuk tadarus malam hari dan shalat tahajud berjamaah. Sanksi bagi santri yang lalai, seperti teguran bagi yang tidak mencatat kultum atau terlambat mengikuti shalat Dari pengalaman ini, mereka belajar untuk lebih sabar dan ikhlas dalam Copyright . 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. Februari 2025 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/educational beribadah, serta semakin memahami makna puasa sebagai bentuk latihan pengendalian KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183-185 meliputi seperti beriman, berlomba dalam kebaikan, memahami hikmah puasa, bertanggung jawab, bersedekah, mentadaburi al-qurAoan, memperbanyak dzikir, bersyukur, taqwa, tidak boros, hidup sederhana, memperbanyak ibadah sunnah, memikirkan ciptaan Allah, memperbanyak membaca Al-qurAoan memiliki relevansi yang tinggi terhadap kehidupan berpuasa santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Ayat-ayat ini menekankan pentingnya puasa sebagai sarana untuk mendalami nilai-nilai spiritual seperti meningkatkan ketakwaan, kesabaran, bersyukur dan empati, yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan modern, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Pengalaman spiritual puasa Santri juga menunjukkan bahwa praktik ibadah tidak sekadar menahan haus dan lapar saja, melainkan merupakan kesempatan untuk merenungkan dan menerapkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Santri melaporkan bahwa puasa memberikan mereka ketenangan, meningkatkan disiplin, dan memperkuat hubungan mereka dengan Allah. Lebih lanjut, pengalaman berpuasa di lingkungan pondok pesantren memberikan dukungan sosial yang kuat, di mana santri saling membantu dan menguatkan dalam menjalani ibadah. Dengan demikian, melalui puasa, santri tidak hanya berlatih menahan lapar dan dahaga, tetapi juga belajar mengendalikan diri dan memperdalam pemahaman spiritual mereka. Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual dari Al-Qur'an dengan pengalaman puasa di pondok pesantren sangat penting dalam membentuk karakter santri dan mempersiapkan mereka untuk berkontribusi positif dalam masyarakat, terutama di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks. DAFTAR PUSTAKA