JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Evaluasi Efektivitas E-Rapor Dengan Pendekatan Model CIPP di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur Melinda Safira Remi Pay1*. Ni Luh Gede Erni Sulindawati2. Basilius Redan Werang3 Program Studi Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Pay. Sulindawati. , & Werang. Evaluasi Efektivitas E-Rapor Dengan Pendekatan Model CIPP di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 83Ae90. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Melinda Safira Remi Pay. Program Studi Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja. Indonesia. safira@student. Abstrak: Menganalisis secara terpisah maupun bersama komponen context, input, process, product dan kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan sistem informasi manajemen e-rapor di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan model CIPP. Populasi yang diteliti berjumlah 110 orang, yang terdiri dari keseluruhan guru di tiga SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur yaitu SMA Negeri Lewa Tidahu. SMA Negeri 1 Nggoa, dan SMA Negeri 1 Lewa. Sampel penelitian terdiri dari 107 guru. Data pada setiap variabel dalam penelitian ini diperoleh melalui kuisioner yang mengacu pada skala likert 1-4. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Efektivitas sistem informasi manajemen e-rapor diukur dengan mengubah skor mentah menjadi Z-skor, kemudian ditransformasikan menjadi T-skor serta diverifikasi ke dalam Kuadran Glickman. Kendala-kendala yang terjadi dalam penerapan sistem informasi manajemen e-rapor telah dicarikan alternatif solusinya, yang mencakup pengelola program yang masih berstatus honorer, struktur organisasi yang perlu diperbaiki, keterbatasan kemapuan pendidik, dana yang masih terbatas, jaringan internet yang kurang memadai, serta kurangnya sosialisasi mengenai pedoman program e-rapor. Kata Kunci: CIPP. Evaluasi Program. Sistem E-Rapor. Pendahuluan Pada saat ini perkembangan sistem dan teknologi informasi berkembang dengan cepat dan memberikan dampak besar pada dunia pendidikan. Salah satu tingkat pendidikan yang menyelenggarakan sistem pendidikan adalah sekolah menengah atas, yang kini diharuskan memiliki sistem informasi dan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Sekolah adalah institusi pendidikan yang bertujuan menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berupaya bersaing di era globalisasi. Dalam mencapai tujuan tersebut, diperlukan berbagai elemen penyelenggaraan yang berkualitas, termasuk peraturan, sumber daya pendidikan dan tenaga pendidik, kurikulum, sarana dan prasarana, serta sistem penilaian yang berkualitas. Hamdani . menyatakan Aupenilaian atau evaluasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai pembelajaran, mencakup hasil belajar, proses belajar, serta individu yang terlibat dalam pembelajaranAy. Menurut Sudjana . , "Penilaian adalah metode untuk memberikan atau menentukan nilai pada suatu objek berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, proses penilaian pendidikan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah mencakup evaluasi hasil belajar oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Tujuan dari evaluasi hasil belajar oleh pendidik adalah untuk memantau perkembangan belajar, kemajuan peserta didik, serta perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. Proses evaluasi dimulai dari perencanaan penilaian, penyusunan instrumen, pelaksanaan evaluasi, pengolahan dan pemanfaatan data hasil belajar, hingga pelaporan. Dalam penerapan Kurikulum 2013, penilaian peserta didik mengalami perubahan dari sistem manual di mana sebelumnya menggunakan kalkulator dan hasilnya dicatat dalam buku laporan peserta didik. Seiring dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, kemudian diciptakan e-rapor yang A 2026 Published by Posgraduate University of Mataram. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan memberikan manfaat kepada guru dalam mengolah nilai akademik dan non-akademik peserta didik. Selain itu, e-rapor juga membantu sekolah dalam menyusun laporan hasil penilaian sesuai dengan pedoman penilaian yang berlaku. Untuk mencapai tujuan pendataan yang komprehensif dan terintegrasi. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah mengembangkan Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodi. berbasis teknologi informasi, yang dikenal dengan nama Dapodik versi 2017. Aplikasi e-rapor untuk SMA juga telah dikembangkan sebagai implementasi yang muncul pada semester pertama tahun ajaran 2016/2017. Dalam konteks penyesuaian struktur database Dapodik versi 2017, nilai peserta didik SMA diintegrasikan ke dalam Dapodik, yang telah dikembangkan oleh direktorat pembinaan SMA sejak tahun 2016. Sejalan dengan kebijakan terkini, aplikasi eRapor versi 2016 telah dikembangkan menjadi e-rapor 2017, dan saat ini versi e-rapor 2017 sedang dikembangkan lebih lanjut menjadi e-rapor 2018, seperti yang dijelaskan oleh R. Wirasasmiata & M. Uska . Akan tetapi, penerapan sistem informasi semacam ini akan memperoleh tanggapan yang beragam dari para guru di setiap sekolah. Ini merupakan langkah baru yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan. Erapor adalah sebuah aplikasi berbasis web yang diharapkan dapat mengubah cara kerja guru dari manual menjadi digital. E-rapor memfasilitasi guru dalam melakukan penilaian terhadap siswa, termasuk pencetakan rapor dan evaluasi hasil belajar siswa (A. Dewi & A. Sabandi, 2. E-rapor adalah sistem aplikasi yang digunakan untuk mengolah nilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dievaluasi oleh pendidik. Sistem ini secara otomatis menghasilkan nilai akhir dan deskripsi berdasarkan pencapaian peserta didik dalam setiap kompetensi pembelajaran yang dinilai. Setelah wali kelas memasukkan nilai ekstrakurikuler, absensi, prestasi, deskripsi sikap, dan catatan khusus, e-rapor akan menyusunnya menjadi laporan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam implementasinya, tidak semua guru atau wali kelas mampu menggunakan aplikasi ini secara Terdapat panduan yang tersedia bagi guru, namun masih terdapat masalah atau kesalahan dalam menginput nilai siswa. Hal ini tercermin dari hasil wawancara dengan beberapa guru di SMA Negeri 1 Lewa. SMA Negeri 1 Letis, dan SMA Negeri 1 Nggoa terkait penggunaan sistem e-rapor. Tidak semua guru dapat menggunakan aplikasi ini dengan baik karena menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan e-rapor. Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 83-90 keterbatasan server saat menggunakan aplikasi e-rapor, keterbatasan akses guru di luar sekolah untuk menggunakan e-rapor, serta kurangnya dukungan yang memadai dalam pelatihan penggunaan e-rapor. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jaffar & Sabandi . menyimpulkan bahwa terdapat sejumlah hambatan yang menghambat efektivitas e-rapor di SMA Negeri 1 Ampek Angkek. Beberapa kendala yang diidentifikasi mencakup kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi e-rapor, keterbatasan kapasitas server di sekolah, perubahan yang sering terjadi pada aplikasi erapor beserta pembaruan yang menyertainya, dan respons yang lambat dari tim e-rapor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap masukan dari Menurut Jannah . , implementasi program erapor di SMA Negeri 3 Sidoarjo sebagai inovasi dukungan dari Direktorat Pembinaan SMA dalam menghadapi kurikulum 2013 (K. menghadapi beberapa tantangan. Masalah yang dihadapi termasuk kurangnya pemahaman beberapa guru tentang teknologi informasi, koneksi server e-rapor yang lambat, dan kurangnya pemahaman dari pihak wali murid terhadap e-rapor. Pelaksanaan kegiatan dalam program e-rapor, terutama dalam penginputan nilai, dilakukan oleh seluruh guru dan tim TIK sebagai administrator erapor saat mengalami kesulitan dalam memasukkan data nilai, sesuai dengan panduan dari Direktorat Pembinaan SMA untuk memastikan akuntabilitas dalam penilaian dan memudahkan tugas guru atau sekolah dalam menyusun Laporan Hasil Belajar. Evaluasi program e-rapor dilakukan oleh Kepala Sekolah dan tim TIK, serta melibatkan wali kelas sebagai penilai nilai yang telah dimasukkan dalam e-rapor. Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Dewi et al. , . terdapat beberapa tantangan dalam penggunaan e-rapor. Pertama, pengguna e-rapor umumnya belum mahir menggunakan aplikasi tersebut karena kurangnya pemahaman teknologi informasi, sehingga diperlukan pembentukan tim ICT untuk menggantikan peran guru dan wali kelas dalam menginput data yang dibutuhkan dalam sistem e-rapor. Kedua, meskipun ada banyak aplikasi untuk menyusun laporan capaian kompetensi, namun aplikasi tersebut tidak dapat disinkronkan dengan Dapodik, sehingga satuan pendidikan harus melakukan penginputan ulang data nilai ke dalam Dapodik. Ketiga, data penilaian yang diminta oleh sistem e-rapor tidak selalu sesuai dengan catatan nilai sebelumnya yang dimiliki oleh guru. Keempat, sering terjadi kesalahan atau error saat proses sinkronisasi data di Dapodik. Kelima, jika terjadi gangguan pada koneksi internet, maka tidak memungkinkan untuk melakukan penginputan data ke Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan dalam sistem e-rapor. Kendala-kendala ini muncul karena sistem penilaian masih belum mencapai tingkat Model CIPP terdiri dari 4 komponen evaluasi sesuai dengan nama model itu sendiri yang merupakan singkatan dari Context. Input. Process. Product (Agung & Koyan, 2. Evaluasi terhadap konteks . ontext evaluatio. merupakan evaluasi yang bertujuan untuk membantu merencanakan keputusan, menentukan kebutuhan yang akan dicapai oleh program dan merumuskan tujuan program. Evaluasi terhadap input . nput evaluatio. merupakan evaluasi yang bertujuan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dalam hal strukturalisasi. Dengan menentapkan sumber daya yang tersedia, strategi alternatif yang dapat diterapkan, dan rencana yang tersedia untuk mencapai tujuan yang dapat membantu rancangan dan prosedur pada sebuah program Evaluasi proses . rocess evaluatio. merupakan evaluasi yang bertujuan untuk melihat apakah pelaksanaan program sudah sesuai dengan strategi yang telah direncanakan. Evaluasi produk . roduct evaluatio. merupakan ketercapaian/keberhasilan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah di tentukan, pada tahap evaluasi produk juga seorang evaluator dapat menentukan atau memberikan rekomendasi kepada pengambilan keputusan apakah suatu program dapat dilanjutkan, dikembangkan/modifikasi, atau Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif implementasi e-rapor dengan pendekatan model CIPP di SMA Negeri di Kabupaten Sumba Timur. Metode evaluasi dalam penelitian ini menggunakan salah satu dari langkah-langkah yang ada dalam model CIPP yaitu context, input, process, dan Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui angket/kuisioner, dan dokumentasi. Data pokok penelitian ini bersifat primer dan sekunder. Pada penelitian ini data primer langsung dari sumbernya berupa variabel context, input, process, dan product melalui kuisioner, sedangkan data sekunder data yang diperoleh dari metode dokumentasi dan wawancara, yakni untuk mengecek keabsahan data yang diperoleh dari kuisioner. Struktur data meliputi data dalam Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 83-90 variabel context, input, process, dan product yang berbentuk angka . Hasil dan Pembahasan Gambaran mengenai karakteristik distribusi skor dari masing-masing variabel, berikut disajikan jumlah, rata-rata, median, modus, standar deviasi, varians, skor maksimum dan skor minimum. Tabel 1. Rangkuman Analisis Data Deskriptif Variabel Jumlah Rata-rata Median Modus Standar Deviasi Varians Skor Maksimum Skor Minimum Context 26,71 2,60 6,81 Input 52,35 3,77 14,23 Process 22,51 1,95 3,81 Product 15,06 1,15 1,34 Data mengenai variabel context yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata 26,71, median 28, modus 28, standar deviasi 2,60, varians 6,81, skor minimum 15, skor maksimum 28. Adapun langkahlangkah untuk membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut: Rentangan = (Skor Tertinggi-Skor Terenda. = . - . = 13 Banyak Kelas = 1 3,3 log n = 1 3,3 log 107 = 7,69 OO 8 Interval = Rentangan : Banyak Kelas = 13 : 8 = 1,62 OO 2 Untuk memudahkan dalam penyajian data sehingga lebih mudah dipahami dan dibaca informasinya, disusun distribusi frekuensi skor variabel Tabel 2. Distribusi Frekuensi Skor Variabel Context No Kelas Interval Nilai Tengah Frekuensi Absolut 14 Ae 15 16 Ae 17 18 Ae 19 20 Ae 21 22 Ae 23 24 Ae 25 26 Ae 27 28 Ae 29 Jumlah Frekuensi Relatif (%) 2,8% 0,9% 6,5% 5,6% 25,2% 58,9% Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 83-90 Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa pola penyebaran data yang paling banyak pada rentang 28 Ae 29 dengan dengan persentase 58,9% dari total responden, dan pola penyebaran data yang paling sedikit terletak pada rentang 16 Ae 17, dan 18 Ae 19 dengan Dalam kecenderungan klasifikasi pada data dan variabel context dengan menghitung mean ideal (M. dan standar deviasi ideal (Sd. di mana Mi = 1AE2 x . kor maksimal ideal skor minimal idea. = 1AE2 x . = 21,5. SDi = 1/6 x . kor maksimal ideal - skor minimal idea. = 1/6 x . - . = 2,1. Rata-rata variabel context adalah 26,71. Berdasarkan tabel kategori maka variabel context berada pada kategori sangat baik, karena berada pada X > 24,65. Data mengenai variabel input yang diperoleh dari hasil pengukuran terhadap responden menunjukkan bahwa nilai rata-rata 52,35, median 55, modus 55, standar deviasi 3,77, varians 14,23, skor minimum 39, skor maksimum 56. Rentangan = (Skor Tertinggi - Skor Terenda. = . - . = 1 Banyak Kelas = 1 3,3 log n = 1 3,3 log 107 = 7,69 OO 8 Interval = Rentangan : Banyak Kelas = 17 : 8 = 2,12 OO 3 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Skor Variabel Input No Kelas Interval 37 Ae 39 40 Ae 42 43 Ae 45 46 Ae 48 49 Ae 51 52 Ae 54 55 Ae 57 58 Ae 60 Jumlah Nilai Tengah Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif (%) 2,8% 6,5% 3,7% 15,0% 36,4% 35,5% Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa pola penyebaran data yang paling banyak pada rentang 52 Ae 54 dengan dengan persentase 36,4% dari total responden, dan pola penyebaran data yang paling sedikit terletak pada rentang 40 Ae 42, dan 58 Ae 60 dengan persentase 0%. Dalam memahami kecenderungan klasifikasi data variabel input dengan menghitung mean ideal (M. dan standar deviasi ideal (Sd. di mana Mi = 1AE2 x . kor maksimal ideal skor minimal idea. = 1AE2 x . = 47,5. SDi = 1/6 x . kor maksimal ideal - skor minimal idea. = 1/6 x . - . = 2,8. Diketahui rata-rata variabel input adalah 52,35, sehingga berdasarkan tabel kategori maka variabel input berada pada kategori sangat baik, karena berada pada X > 51,7. Data mengenai variabel process yang diperoleh menunjukkan skor minimum 39, dan skor maksimum Tabel 4. Distribusi Frekuensi Skor Variabel Process No Nilai Tengah Jumlah Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif (%) 2,8% 1,9% 2,8% 6,5% 0,9% 37,4% 32,7% Dalam penelitian ini penguji analisis deskriptif didapatkan hasil nilai rata-rata 22,51, median 23, modus 23, standar deviasi 1,95, varians 3,81. Kecenderungan klasifikasi data variabel process dapat diketahui dengan menghitung mean ideal (M. dan standar deviasi ideal (Sd. di mana Mi = 1AE2 x . kor maksimal ideal skor minimal idea. = 1AE2 x . = 19,5. SDi = 1/6 x . kor maksimal ideal - skor minimal idea. = 1/6 x . - . = 1,5. Variabel process berada pada kategori sangat baik, karena berada pada X > 21,75. Data mengenai variabel product yang diperoleh menunjukkan skor minimum 11, dan skor maksimum Dalam penelitian ini penguji analisis deskriptif didapatkan hasil nilai rata-rata 15,06, median 16, modus 16, standar deviasi 1,15, varians 1,34. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Skor Variabel Product No Nilai Tengah Frekuensi Absolut Jumlah Frekuensi Relatif (%) Dalam rangka mengidentifikasi kecenderungan klasifikasi data variabel product dengan menghitung mean ideal (M. dan standar deviasi ideal (Sd. di mana Mi = 1AE2 x . kor maksimal ideal skor minimal idea. = 1AE2 x . = 13,5. SDi = 1/6 x . kor maksimal ideal skor minimal idea. = 1/6 x . - . = 0,8. Diketahui ratarata variabel product adalah 15,06. Berdasarkan tabel kategori maka variabel product berada pada kategori sangat baik, karena berada pada X Ou 14,7. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 83-90 Kesimpulan Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan pendekatan CIPP (Context. Input. Process. Produc. dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen e-rapor di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur secara umum berjalan efektif, khusunya pada aspek context, input, dan process. Ketiga aspek tersebut menunjukkan dukungan kegijakan, ketersediaan sumber daya, dan pelaksanaan program yang relatif memadai. Namun demikian, pada aspek product efekktivitas sistem e-rapor masih belum optimal yang tercermin dari capaian hasil program yang belum sepenuhnya memenuhi harapan. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan tingkat efektivitas ( -) yang menandakan bahwa meskipun sistem e-rapor telah diimplementasikan dengan cukup baik, masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diperbaiki. Kendala utama meliputi keterbatasan status kepegawaian pengelola program, rendahnya pemahaman guru akibat kurangnya sosialisasi, struktur organisasi pengelolaan yang belum memadai, keterbatasan kompetensi TIK dan faktor usia guru, minimnya anggaran, dan belum optimalnya penyebaran pedoman penggunaan e-rapor. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dukungan sumber daya manusia, sosialisasi yang berkelanjutan, dan penguatan manajemen program agar hasil sistem e-rapor dapat lebih efektif dan berkelanjutan. Untuk mengukur kategori evaluasi sistem informasi manajemen e-rapor menggunakan Model CIPP di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur, menggunakan analisis T-skor. Analisis deskriptif dilakukan terhadap keempat variabel yaitu variabel context, input, process dan product. Setelah masingmasing dianalisis dengan T- skor, selanjutnya ditentukan arah efektivitasnya. Hasil perhitungan analisis untuk skor variabel context, input, process dan product dengan T-skor. Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Variabel Context. Input. Process, dan Product Secara Bersamaan Variabel Konteks Input Proses Produk Arah Skor -T FHasil Keterangan - Berdasarkan tabel 6 tampak bahwa variabel context Oc ( ) > Oc (-) sehingga menghasilkan . , untuk variabel input Oc ( ) > Oc (-) sehingga menghasilkan . , untuk variabel process Oc ( ) > Oc (-) sehingga menghasilkan -. , dan untuk variabel product Oc (-) > Oc ( ) sehingga menghasilkan - . idak efekti. Jadi secara keseluruhan menghasilkan ( -). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi secara bersama-sama terhadap efektivitas sistem informasi manajemen e-rapor menggunakan model CIPP di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur efektif. Data mengenai variabel context menunjukkan bahwa nilai rata-rata 26,71, median 28, modus 28, standar deviasi 2,60, varians 6,81, skor minimum 15, skor maksimum 28. Berdasarkan analisis menggunakan SPSS . asil analisis lengkap disajikan pada lampira. , rata- rata variabel Context yang melebihi nilai batas X Ou 26,71 menunjukkan kategori sangat baik. Perhitungan mean ideal (M. dan standar deviasi ideal (SD. menggunakan skor minimal dan maksimal ideal menghasilkan Mi = 21,5 dan SDi = 2,1. Klasifikasi data berdasarkan norma relatif skala lima (Tabel 4. menegaskan bahwa evaluasi efektivitas e-rapor di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur berada kategori efektif, dengan jumlah skor positif (Oci ( ) = . lebih besar dari pada skor negatif (Oci (-) = . Efektivitas penggunaan sistem e-rapor pada variabel context dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dari 8 pertanyaan yang disebarkan kepada responden, 4 pernyataan mendapatkan respon positif dan 4 pernyataan lainnya negatif. Jika dilihat dari setiap dimensi, semua dimensi berada dalam kategori efektif. Ini menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap kebijakan pimpinan sudah cukup baik. Visi, misi, dan tujuan dari sistem e-rapor telah dipahami dan diterapkan dengan baik untuk mendukung penilaian yang dilakukan oleh guru terhadap siswa. Selain itu, dari segi kompetensi sumber daya manusia (SDM), kondisi sudah cukup baik, meskipun ada beberapa pengelola program e-rapor yang belum berstatus sebagai guru PNS atau masih dalam kategori honor dan kontrak, sehingga tanggung jawab mereka dalam memberikan pelayanan mungkin belum sepenuhnya Variabel Input dalam penelitian ini efektif dalam mendukung pelaksanaan penggunaan aplikasi e-rapor. Hal ini terlihat dari semua pernyataan input mendapatkan hasil positif ( ), yakni dari 14 pertanyaan yang diberikan kepada responden 8 pernyataan direspon positif dan 6 pernyataan direspon negatif. Indikator evaluasi yang mendapatkan respon positif dari responden adalah struktur organisasi, sosialisasi struktur organisasi, kesiapan kemampuan admin erapor, fasilitas/prasarana, kelengkapan dan pedoman administrasi akademik sudah berjalan dengan cukup Indikator evaluasi perlu mendapatkan perhatian yang mengkhusus dikarenakan mendapat respon negatif adalah pengembangan sistem e-rapor oleh Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan admin e-rapor, dukungan pimpinan terhadap admin erapor, pendanaan, jaringan internet yang belum memadai, data nilai kognitif, psikomotor dan afektif, data prestasi belajar terkait nilai akhlak mulia, nilai sosial, prestasi akademik non-akademik. Hal ini dikarenakan admin e-rapor sering terdapat masalah dalam sinkronisasi data antara e-rapor dan Dapodik, yang mengharuskan satuan pendidikan untuk melakukan input ulang data nilai. Ketidakstabilan internet yang dapat menghambat proses input data ke sistem e-rapor, sehingga menyebabkan gangguan dalam pelaporan nilai, dan format penilaian yang tidak sesuai sehingga sering kali tidak cocok dengan format nilai yang dimiliki oleh guru. Selanjutnya pada indikator dukungan dari pimpinan terhadap admin e-rapor, hal ini pimpinan kurang cukup menyediakan sumber daya yang memadai, baik dalam hal anggaran, perangkat keras, pelatihan dan pengembangan, serta jumlah personal tim admin e-rapor. Selanjutnya, pada indikator pendanaan, masalah terkait dana mungkin dihadapi dalam hampir setiap pengembangan program. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan biaya yang cukup besar untuk setiap pengembangan yang dilakukan. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, dilakukan pengembangan secara bertahap, baik dari segi sistem maupun pendanaan. Indikator selanjutnya jaringan internet, hal ini dikarenakan infrastruktur jaringan yang kurang memadai, kecepatan internet yang rendah sehingga pengunggahan dan pengunduhan data pada sistem erapor. Kemudian indikator ata nilai kognitif, psikomotor dan afektif, data prestasi belajar terkait nilai akhlak mulia, nilai sosial, prestasi akademik non-akademik, ektrakulikuler dan absensi siswa yang diinput pada erapor sudah dipersiapkan dengan baik namun masih saja terjadi kesalahan dimana data yang dikumpulkan belum disesuaikan dengan template yang diminta oleh e-rapor, guru belum memahami atau mengikuti format penilaian yang telah ditetapkan, dan standar penilaian berbeda antar guru atau mata pelajaran. Data mengenai variabel process menunjukkan nilai rata-rata 22,51, median 23, modus 23, standar deviasi 1,95, varians 3,81, skor minimum 15, skor maksimum 24. Berdasarkan analisis menggunakan SPSS . asil analisis lengkap disajikan pada lampira. , rata-rata variabel process yang melebihi nilai batas X Ou 21,75 menunjukkan kategori sangat baik. Klasifikasi data berdasarkan norma relatif skala lima (Tabel 4. menegaskan bahwa evaluasi sistem informasi manajemen e-rapor di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur berada kategori efektif, dengan jumlah skor positif (Oci ( ) = . lebih besar daripada skor negatif (Oci (-) = . Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 83-90 Variabel proses dalam penelitian ini secara umum mendukung efektivitas sistem informasi manajemen erapor pada tiga SMA di Kabupaten Sumba Timur. Hal ini bisa dibuktikan dari 6 pernyataan yang diberikan kepada responden 4 pernyataan positif dan 2 pernyataan negatif. Secara keseluruhan kegiatan proses dari sistem e-rapor sudah berjalan cukup baik. Namun ada beberapa yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan program e-rapor yaitu . sosialisasi yang harus dilakukan terus menerus kepada guru, mengingat masih ada beberapa guru yang belum paham penggunaan sistem e-rapor. pembelajaran penggunaan program kepada guru harus lebih sering dilakukan, mengingat kemapuan antara satu dan guru lain tidak sama. dari waktu yang dibutuhkan dalam penggunaan program, bagi guru yang sudah terbiasa dengan teknologi tentunya hal ini tidak akan menjadi masalah karena pengimputan nilai tidak harus datang ke sekolah namun juga bisa diinput dirumah. Meski demikian ada juga beberapa guru yang kurang memahami teknologi ataupun gagap teknologi tentunya ini menjadi masalah yang cukup serius. Guru yang gagap teknologi biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mempelajari atau menggunakan sebuah sistem. Hal ini juga terjadi pada penggunaan program sistem e-rapor pada tiga sekolah di SMA Negeri di Kabupaten Sumba Timur. Data mengenai variabel product menunjukkan nilai rata-rata 15,06, median 16, modus 16, standar deviasi 1,15, varians 1,34, skor minimum 11, skor Berdasarkan analisis menggunakan SPSS . asil analisis lengkap disajikan pada lampira. , ratarata variabel process yang melebihi nilai batas X Ou 14,7 menunjukkan kategori sangat baik. Grafik histogram distribusi frekuensi variabel process ditampilkan pada Gambar 4. Klasifikasi data berdasarkan norma relatif skala lima (Tabel 4. menegaskan bahwa evaluasi sistem informasi manajemen e-rapor di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur berada kategori tidak efektif, dengan jumlah skor negatif lebih besar (Oci (-) = 60 dari skor positif (Oci ( ) = . Sebaliknya, variabel product dalam penelitian ini tidak efektif hal ini terlihat dari semua pernyataan product mendapatkan hasil negatif (-), yakni dari 4 pertanyaan yang diberikan kepada responden, 3 pernyataan negatif dan 1 pernyataan positif. Meskipun dalam perencanaan dan pelaksanaan cukup baik namun ditemukan beberapa kendala antara lain: . para pengguna belum merasa puas dengan program sistem e-rapor. beberapa guru belum terbantu dengan adanya program sistem e-rapor karena keterbatasan pemaham mengenai teknologi, serta perangkat keras yang membantu melancarkan program e-rapor. Keberlangsungan sistem e- rapor tidak diharapkan oleh Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan beberapa pengguna untuk terus mendukung proses administrasi sekolah. Sehingga ini perlu perhatian lebih pada perencanaan, penyediaan sumber daya yang lebih memadai serta pedoman pelaksanaan program e-rapor. Berdasarkan hasil evaluasi yang ditunjukkan dalam Tabel 4. 18, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen e-rapor di SMA Negeri Kabupaten Sumba Timur. memiliki variasi tingkat efektivitas pada masing-masing variabel context, input, process, dan product. Variabel context, input, dan process menunjukkan hasil yang efektif, sementara variabel product tergolong tidak efektif. Hal ini mencerminkan bahwa meskipun program ini cukup berhasil dalam perencanaan dan kesiapan pelaksanaan progran, terdapat kelemahan pada hasil dan kualitas program e-rapor. Pada variabel context, hasil yang efektif menunjukkan bahwa program sudah sesuai dengan kebijakan pimpinan, visi, misi dan tujuan serta kompetensi SDM yaitu pengelola sistem e-rapor . dmin e-rapo. yang relevan. Pada variabel input, hasil yang efektif menunjukkan bahwa struktur organisasi pengelola e-rapor, sosialisasi struktur organisasi pengelola e-rapor, kesiapan guru, fasilitas utama erapor, serta data nilai yang kognitif, psikomotor, afektif, data prestasi belajar terkait nilai akhlak mulia, nilai sosial prestasi akademik non-akademik, ekstrakulikuler dan absensi siswa sudah relevan. Selanjutnya pada variabel process menunjukkan hasil yang positif, guru belum sepenuhnya memahami cara pemanfaatan sistem e-rapor, sistem e-rapor tidak mudah digunakan sehingga memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kemudahan akses, penggunaan sistem e-rapor mempermudah guru serta langkah-langkah dalam penggunaan sistem e-rapor masih dirasakan sulit untuk dilkaksanakan, sehingga memerlukan panduan yang lebih sederhana dan terstruktur. Sebaliknya variabel product menunjukan hasil negatif, para pengguna belum merasa puas dengan program sistem e-rapor, guru belum terbantu dengan adanya sistem e-rapor serta keberlangsungan sistem erapor belum diharapkan oleh pengguna untuk terus mendukung proses administrasi dan pembelajaran di Secara keseluruhan, meskipun variabel context, input, dan process menunjukkan efektivitas yang baik, variabel product yang tidak efektif menjadi hambatan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas program secara keseluruhan, perlu perhatian lebih terhadap kemampuan guru dalam penggunaan e-rapor, pedoman e-rapor, sosialisasi e-rapor, pendanaan serta fasilitias utama seperti komputer, server dan perangkat Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 83-90 Adapun kendala yang dihadapi dalam penggunaan sistem e-rapor pada SMA Negeri di Kabupaten Sumba Timur, . Variabel Context beberapa pengelola program belum berstatus sebagai guru PNS, melainkan masih tergolong sebagai tenaga honorer atau menjalankan program menjadi kurang memadai, . Variabel Input kendalanya struktur organisasi pengelola sistem e-rapor kurang memadai baik dari segi kuantitas dan jumlah, kurangnya sosialisasi mengenai sistem erapor sehingga beberapa tanggungjawabnya kepada admin e-rapor, keterbatasan kemampuan guru dibidang ITC serta faktor usia, anggaran yang digunakan masih terbatas, . Variabel Process, kendalanya, pedoman penggunaan sistem erapor kurang dijelaskan kepada guru, sehingga masih ada beberapa guru yang tidak sepenuhnya kmemahami langkah-langkah dalam penggunaan sistem e-rapor. Hal ini bisa berdampak pada penialaian yang diberikan kepada siswa. Kendala tersebut dapat diatasi dengan cara melaksanakan beberapa kegiatan sebagai berikut: Melakukan sosialisasi enam bulan sekali terkait pedoman penggunaan sistem e-rapor maupun teknologi yang wajib diikuti oleh seluruh pengguna e-rapor. Direkrut tenaga handal yang memiliki kompetensi dan tanggungjawab yang tinggi terhadap efektifitas program e-rapor. Struktur pengelola e-rapor perlu diketahui oleh semua guru agar dengan mudah menghubungi admin jika menghadapi kendala dalam pengimputan data dan nilai pada sistem. Perlu adanya anggaran rancangan kegiatan dan (RKAS) meminimalisir kekurangan dana Daftar Pustaka