Tahun . Vol. Nomor . Bulan (Novembe. Halaman . https://doi. org/10. 53544/sapa/x. Sharing Kitab Suci: Dasar Pembentukan Sikap Hidup Mahasiswa Program Studi Pelayanan Pastoral Maria Yulianti Goo1* 1Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan IPI. Malang. Indonesia Abstrak Penulis koresponden Nama : Maria Yulianti Goo Surel : yulianti@stp. ManuscriptAos History Submit : Agustus 2021 Revisi : September 2021 Diterima : Oktober 2021 Terbit : November 2021 Kata-kata kunci: Kata kunci 1 Sharing Kitab Suci Kata kunci 2 Sikap Hidup Copyright A 2021 STP- IPI Malang Kitab Suci merupakan dasar dari pembentukan sikap hidup seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sharing Kitab Suci terhadap pembentukkan sikap hidup mahasiswa tingkat II Program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang. Untuk mengetahui pengaruh sharing Kitab Suci, sebagai dasar pembentukkan sikap hidup digunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan membagi responden ke dalam dua kelompok yakni kelompok ekperimen dan kelompok kontrol kemudian tahap pengolahan data menggunakan metode ekperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest untuk kelompok eksperimen dan desain Intact-Group Comparison untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil yang diperoleh menunjukan skor jawaban responden kelompok eksperimen adalah 1263 poin dan skor jawaban responden kelompok kontrol 799 poin. Hasil yang ditemukan sharing Kitab Suci memberikan pengaruh positif terhadap pembetukan sikap hidup mahasiswa tingkat II program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang. Abstract Corresponding Author Name : Maria Yulianti Goo E-mail : yulianti@stp. ManuscriptAos History Submit : August 2021 Revision : September 2021 Accepted : October 2021 Published : November 2021 Keywords: Keyword 1 Attitude of Life Keyword 2 Sharing Scripture Copyright A 2021 STP- IPI Malang Scripture is the basis of the formation of one's life attitude. The purpose of this study is to find out how much influence scripture sharing has on shaping the life attitudes of level II students of the STP-IPI Malang Pastoral Service Study Program. To find out the influence of sharing Scripture, as a basis for forming life attitudes, a quantitative approach is Data collection was carried out by dividing respondents into two groups, namely the experiment group and the control group then the data processing stage using the experiment method with the One-Group Pretest-Posttest design for the experimental group and the Intact-Group Comparison design for the experimental group and the control group. The results obtained showed that the answer score of the experimental group respondents was 1263 points and the answer score of the control group respondents was 799 points. The results found by sharing Scripture have a positive influence on the formation of life attitudes of level II students of the STP-IPI Malang Pastoral Service Study Program. https://doi. org/10. 12568/sapa/x Maria Yulianti goo | Sharing Kitab Suci Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tidak bisa dibendung, bahkan akan terus maju dan bergerak menembus batas kehidupan manusia termasuk kehidupan orang muda. Pengamatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan iman Katolik sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan perkembangan IPTEK dan globalisasi sehingga perlu dipikirkan alternatif baru untuk membantu orang muda katolik (OMK) agar lebih siap Pendidikan bagi OMK sudah ada, namun penghayatan dan pemahamannya belum merata dan menyatu di kalangan orang muda terutama pembentukkan sikap hidup kristiani dalam diri mereka. Sumbangan Gereja Katolik dalam mendidik kaum muda Indonesia melalui sekolah-sekolah Katolik telah diakui oleh berbagai pihak. Programprogram pendampingan kaum muda seperti jumpa mudika. Pekan Mudika. Latihan Kepemimpinan, serta pelatihan keterampilan telah banyak pula dilakukan oleh berbagai keuskupan (KWI, 1996:. Di samping kegiatan-kegiatan terprogram di atas pemimpin gereja juga sangat menekankan pendidikan iman atau katekese iman bagi kaum muda. Sehubungan dengan hal ini katekese kaum muda yang dimaksud adalah komunikasi iman antar kaum muda kristiani mengenai pengalaman hidup mereka yang digali dan diungkapkan maknanya sehingga mereka terbantu untuk menjadi orang kristiani yang utuh . eriman, bermoral, terbuka, serta memiliki harapan dan cint. dan siap menjadi pelaksana Sabda Allah demi terwujudnya Kerajaan Allah . esejahteraan bersama lahir dan batin bagi semua oran. Kitab Suci merupakan sumber iman Kristiani. Dari Kitab Suci yang dibaca dan direnungkan membantu orang beriman kristiani termasuk orang muda Katolik mengetahui ajaran-ajaran Yesus, dari Kitab Suci pula orang dapat menemukan nilai-nilai hidup yang seharusnya dimiliki dan dihidupi juga oleh orang muda. Tantangan juga menjadi masalah zaman ini, membaca, merenungkan dan membagi pesan Kitab Suci yang dikaitkan dengan pengalaman hidup sehari-hari sudah digantikan oleh media sosial. Media sosial menjadi media untuk mencurahkan segala perasaan. Sebagai bagian dari OMK sekaligus calon pekerja pastoral Mahasiswa tingkat II Program Studi Pelayanan Pastoral STP IPI-Malang diharapkan mampu mengembangkan sikap yang baik dan mempertanggungjawabkan iman mereka dalam masyarakat, meskipun secara teoritis mereka sudah dibekali dengan pengetahuan iman melalui mata kuliah yang telah diterima di ruang kuliah namun juga perlu mendalami isi Kitab Suci lebih dalam sebagai dasar hidup sehari-hari terutama dalam bersikap. Hal ini dapat dilakukan melalui sharing Kitab Suci dalam Kegiatan Pendalaman Iman atau membaca Kitab Suci dalam Kelompok. Dengan sharing Kitab Suci dimaksudkan agar pengetahuan iman orang muda semakin diperkaya oleh pengalaman iman dari yang lainnya. Mahasiswa tingkat II Program Studi Pelayanan Pastoral juga merupakan bagian dari orang muda Katolik yang adalah masa depan gereja yang akan dibentuk menjadi katekis atau pekerja pastoral yang akan menjadi pendamping umat, dengan demikian sebagai orang muda https://doi. org/10. 12568/sapa/x Maria Yulianti goo | Sharing Kitab Suci mereka juga perlu dilatih untuk mengembangkan sikap hidupyang baik melalui pendalaman iman, sehingga mampu menerapkan sikap-sikap yang baik dalam keseharian mereka. Mereka harus mampu menjadi teladan yang baik dalam hidup bermasyarakat. Melalui penelitian ini penulis ingin mengetahui apakah dengan sharing Kitab Suci dapat membantu para mahasiswa dalam membentuk sikap hidup kristiani sebagai orang muda dalam hidup sehari-hari baik dikalangan orang muda sendiri, dalam masyarakat maupun sebagai anggota gereja. Dari latar belakang di atas maka masalah yang dibahas dalam penulisan ini adalah bagaimana sharing Kitab Suci sebagai dasar pembentukkan sikap hidup Mahasiswa Program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana Sharing Kitab Suci menjadi dasar pembentukan Sikap Hidup Mahasiswa Tingkat II Program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang. Sharing Kitab Suci Orang-orang muda dipanggil untuk terus membuat pilihan-pilihan yang mengarahkan hidup mereka, mengungkapkan keinginan mereka untuk didengarkan, diakui dan Banyak dari mereka mengalami bagaimana suara mereka tidak dianggap menarik dan bermanfaat di dalam lingkungan sosial maupun gerejawi (KWI, 2018: . Maka dari itu, orang muda Katolik perlu dibina karena mereka mempunyai pengaruh penting dalam gereja sebagai tulang punggung dan masa depan gereja. Dalam keseharian kita, tentu banyak orang yang hanya menyebut gereja itu sebuah gedung tempat dimana kita berkumpul bersama setiap hari minggu untuk mengadakan ibadah tetapi jauh dari pada itu, gereja yang sesungguhnya adalah umat Allah yang berhimpun didalamnya dan tidak terkecuali adalah orang-orang muda katolik. Banyak orang muda yang memiliki bakat untuk mengembangkan diri dalam tugas gereja bahkan terlibat aktif dalam setiap kegiatan-kegiatan rohani tetapi tidak sedikit juga orang muda yang mengabaikan atau sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan gereja karena lebih mengutamakan hobi atau kesenangan pribadinya. Hal ini menjadi perhatian bagi para katekis dan tenaga pastoral bahwa kaum muda dapat mengubah keadaan jika diberi pendampingan iman secara terus menerus melalui sharing Kitab Suci. Sharing kitab Suci berarti membaca dan merenungkan Kitab Suci secara bersama dalam kelompok dalam suasana doa, agar firman Tuhan dapat dimengerti dengan baik, didoakan dengan sungguh-sungguh dan dihayati dalam hidup sehari-hari (Guido Tisera, 2021:. Dalam melaksanakan Sharing Kitab Suci ada dua metode yang dapat dipakai yaitu . Dari Kitab Suci ke kehidupan. Kitab Suci yang telah dibaca dan direnungkan menjadi penerang dalam hidup terutama dalam hidup orang muda. Dengan demikian Firman Tuhan menjadi hidup, berbicara dalam situasi konkret hidup manusia dan meninggalkan pesan moral sebagai dasar pembentukan sikap hidup (Guido, 2002:. Metode pelakasanaan Sharing Kitab Suci yangdigunakan adalahdari Kitab Sucike kehidupan. Dalam pendekatan ini. Kitab Suci atau Firman Tuhan menjadi titik tolak sharing. Dengan demikian Firman Tuhan menjadi hidup, berbicara secara konkret si pembaca dan memberi kepadanya. Teknis pelaksanaan metode ini dalah sebagai berikut: https://doi. org/10. 12568/sapa/x Maria Yulianti goo | Sharing Kitab Suci Metode Teks-Amanat Tanggapan (TAT) Langkah-langkah: . Lagu atau Doa Pembuka Tahap Pertama: Pusat perhatian pada Teks bacaan, hening kemudian sharing. Tahap kedua: Pusat perhatian pada amanat Tuhan: Membaca, hening kemudian sharing. Tahap ketiga: Pusat perhatian pada tanggapan terhadap amanat Tuhan dalam doa. Lagu atau Doa Penutup. Metode Teks Amanat-Tanggapan Plus (TAT Plu. Dalam metode Teks-Amanat-Tanggapan Plus pada dasarnya tidak jauh berbeda dari metode TAT. Tiga tahap masing-masingnya tiga langkah . acaan-hening-sharin. tetap Perbedaannya terletak pada tahap ketiga. Sebagai ganti tanggapan hanya dalam doa, yakni membuat tekad atau niat untuk dilakukan dalam tindakan nyata. Maka masing-masing peserta menentukan satu niat sehubungan dengan kata, kalimat, ayat, yang mengesan tadi memilih salah satu motto supaya mudah diingat. Setelah hening, masing-masing peserta mensharingkan tekad, tindakan, atau mottonya sebagai jawaban atas amanat, warta Tuhan. Sebagai langkah lanjut, para peserta boleh menyepakati satu tindakan bersama dan tindak hanya individual (Guido Tessera, 2002:. Metode Tujuh Langkah Metode tujuh langkah merupakan pengembangan dari metode Lectio Divina. Metode sharing tujuh langkah memiliki beberapa Langkah yang dilakukan untuk memperdalam isi Kitab Suci. Tujuan dari metodetujuh Langkah adalah: . Mengalami kehadiran Tuhan yang bangkit, . Saling membantu antara anggota kelompok agar secara pribadi disentuh oleh sabda, . Memperdalam ikatan pribadi antara anggota kelompok, . Menumbuhkan rasa saling percaya dalam kelompok, . Menciptakan iklim rohani yang memungkinkan para anggota merencanakan aksi bersama komunitas. Adapun langkah-langkah dalam metode tujuh langkah ini adalah: . Undangan. Salah satu anggota dipersilahkan mengundang Yesus dalam doa, . Membaca: Seorang anggota dipersilahkan membaca Kitab Suci, . Memandang dengan kagum: Memilih satu ayat, kalimat, dan membacanya berulang-ulang dan merenungkannya, . Hening: Kita hening beberapa menit untuk mendengarkan Allah dan membiarkan Allah berbicara kepada kita, . Sharing: Kita mensharingkan juga pengalaman rohani, bagaimana kita mengalami Sabda kehidupan itu, . Merencanakan Aksi: Mendiskusikan rencan kegiatan bersama: Tugas baru apa yang harus dibuat? Siapa yang membuat? Apa dan bilamana? . Berdoa: mengakhiri kegiatan dengan doa secara spontan (Guido, 2002:40-. Jawaban Kelompok Tujuan dari jawaban kelompok adalah: . Melihat bahwa situasi dan masalah hidup setiap hari tercermin dalam Kitab Suci, . Menolong kelompok untuk melihat lebih jauh dari sekedar kebutuhan rohani mereka yang langsung, . Menjadikan Injil sebagai ilham, daya dorong untuk mengatasi masalah-masalah hidup mereka. https://doi. org/10. 12568/sapa/x Maria Yulianti goo | Sharing Kitab Suci Langkah-langkah:. Membaca:. Membaca teks . ua kali oleh orang yang berbed. , . Memilih kata atau ungkapan dan membacanya dengan suara lantang tiga kali dengan selang keheningan diantara ulangan itu, . Melihat: . Mendiskusikan pertanyaan berikut: teks ini mengingatkan kita pada masalah hidup mana entah dalam ligkungan, paroki, desa atau masyarakat kita? . Kemudian memilih salah satu masalah untuk didiskusikan lebih lanjut . Apakah ada orang yang tau lebih banyak lagi tentang masalah itu? . Mendengarkan: . Hening sejenak untuk bertanya: Apa yang dikatakan Tuhan tentang masalah kita itu? . Setelah itu, membagikan apa yang dikatakan Tuhan denganmasalah yang dihadapi: . Merencanakan Aksi: Apa yang dikehendaki oleh Tuhan untuk kita lakukan? Apa dan Bagaimana? . Doa: Kegiatan diakhiri dengan doa dan lagu penutup (Guido Tisera,2002: 42-. Metode Penokohan. Adapun langkah-langkah Metode Penokohan: . Pembukaan: Mengundang kehadiran Tuhan ditengah kita dengan doa pembukaan atau lagu, . Membaca Teks: Peserta diminta membaca teks Kitab Suci dengan Yang lain mengikutinya dalam hati atau mendengarkannya dengan perhatian, . Merenungkan Tokoh-Tokoh: pada tahap ini peserta merenungkan bersama bacaan tadi dengan memperhatikan tokoh-tokoh di dalamnya. Dari kata-kata, tindakan dan sikap tokoh dalam cerita, kemudian menemukan entah dia mengesan, berbicara dan menyapa atau tidak. Beberapa contoh pertanyaan penutun saat merenungkan: . Siapa pelaku dalam ceritacerita itu? . Apa yang dibuat oleh pelaku-pelaku itu? Perhatikan tindakan, reaksinya . Apakah yang dikatakan oleh pelaku-pelaku itu? Perhatikan kata-kata, ucapan pelaku, . Apa pesan tokoh-tokoh itu kepada saya? Peserta merenungkan teks tersebut dalam suasana hening untuk beberapa menit. Lalu peserta diajak untuk mensharingkan pesan tokoh yang dipilih. Penutup: Peserta diajak mengucapkan doa spontan. Sebagai doa penutup, dapat mengucapkan Bersama doa Bapa Kami atau menyanyikan sebuah lagu yang diketahui (Guido, 2002:. Dengan sharing Kitab Suci yang dilakukan oleh orang muda dalam hal ini Mahasiswa Prodi Pelayanan Pastoral menjadi media bimbingan tekstual bagi orang muda, sehingga eksistensi orang muda yang tergabung dalam kelompok-kelompok, gerakkan yang beraneka ragam dalam lingkungan yang hangat dan penuh penerimaan serta relasi yang mendalam merupakan ciri dari persekutuan Gereja. Kegiatan seperti ini baik dan penting dalam proses inisiasi Kristiani karena merupakan kesempatan baik dalam proses pendewasaan iman dan panggilan sebagai orang Katolik (Alfonsius Yoga Pratama Antonius Denny Firmanto, 2. Hal ini senada dengan kerinduan Paus Fransiskus agar orang muda dalam kemudaannya yang penuh gejolak agar menemukan apa yang Allah kehendaki bagi orang-orang selama masa muda mereka. Bapa Suci meminta supaya orang muda memohon pencurahan Roh Kudus dan berjalan terang Sabda dengan penih percaya diri menuju tujuan besaryakni kekudusan. Dengan cara seperti ini mereka dapat menjadi diri sendiri seutuhnya (Christus Vivit, 2. Dalam kegiatan sharing Kitab Suci merupakan bagian dari pewartaan karena masingmasing peserta membagikan pengalaman iman dalam terang Sabda sebagai wujud pewartaan pastoral yang menyeluruh, yang utuh dan integral yang mampu menyentuh seluruh ruang https://doi. org/10. 12568/sapa/x Maria Yulianti goo | Sharing Kitab Suci lingkup perasaan manusia setiap hari. Dengan demikian pewartaan yang efektif menuntut kesaksian hidup yang nyata dari pewarta yang terpancar melalui sikap hidup (Prior, 2. Sikap Hidup Pendalaman isi Kitab Suci yang dilakukan melalui Sharing Kitab Suci diharapkan mampu mempengaruhi perkembangan dan penghayatan iman (Clara Intan Sari Putri, n. yang terlihat dalam sikap hidup sesorang sebagai perwujudan iman melalui perbuatan baik secara nyata kepada sesama. Sikap hidup kristiani sebagai buah dari perwujudan iman akan tumbuh dan berkembang menjadi nilai atau keutamaan-keutamaan yang bisa dihidupi setiap Sikap adalah perbuatan berdasarkan pada pendirian, keyakinan (Kemendikbud, 2. Berdasarkan pengertian ini maka sikap adalah perbuatan yang dilakukan berdasarkan Keyakinan akan kebenaaran adanya suatu nilai tertentu dalam Tindakan tersebut. Hidup adalah masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (Kemendikbud. Maka hidup berarti masih ada, bergerak dan bekerja semestinya. Dengan demkian sikap hidup berarti keyakinan akan keberadaan diri seseorang untuk terus bergerak dan bertindak sebagaimana mestinya. Untuk memamahi sikap hidup ini lebih dalam ada tiga komponen yang terbentuk menjadi sebuah sikap hidupyakni komponen kognitif, afektif dan konatif (Azwar, 2. Komponen kognisi berisikan persepsi, kepercayaan dan stereotipe yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu. Kemudian persepsi dan kepercayaan mengenai obyek sikap berwujud pandangan . atau sesuatu yang terpolakan dalam pikirannya (Azwar,2. Komponen Afeksi melibatkan perasaan atau emosi. Reaksi emosional banyak ditentukan oleh kepercayaan terhadap suatu obyek dimana kepercayaan terhadap suatuobyek baik atau tidak baik, bermanfaat atau tidak bermanfaat. Komponen konasi atau kecenderungan untuk bertindak . dalam diri seseorang dalam kaitan dengan sikap hidup. Perilaku seseorang dalam situasi ketika menghadapi stimulus tertentu, banyak ditentukan oleh kepercayaan dan perasaannya terhadap stimulus tersebut. Kecenderungan berperilaku konsisten, selaras dengan kepercayaan sehingga dari perasaan dan kepercayaan ini pula membentuk sikap hidup seseorang. Sikap hidup seseorang bukan sesuatu yang terbentuk sejak lahir, namun terbentuk karena adanya stimulus atau rangsangan yang datang dari luar diri individu. Sikap hidup terbentuk karena adanya kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam diri individu tersebut salah satunya kebutuhan spiritual dimana seseorang berusaha memenuhi kebutuhan spiritual atau rohaninya melalui pembinaan diri secara terus menerus, yakni melalui sharing Kitab Suci. Sikap hidup yang bisa digali dan ditemukan dari sharing Kitab Suci seperti cinta akan kebenaran, suka menolong, rela berkorban, peduli orang lain sebagai buah dari iman. Jenis iman yang dimaksud adalah 'iman afektif' yaitu, iman yang melibatkan 'elemen konatif dan afektif' dan 'iman yang layak dimiliki': 'Identifikasi iman afektif dengan kesetiaan juga sangat cocok untuk dimiliki setiap umat beriman seperti iman yang ditampilkan oleh Abraham dalam meninggalkan Mesopotamia untuk Kanaan (Mckaughan, 2. https://doi. org/10. 12568/sapa/x Maria Yulianti goo | Sharing Kitab Suci Cinta dan kebenaran bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan satu sama lain. Dalam ensiklik Lumen Fidei (Fransiskus, 2. mengingatkan dunia mengenai pentingnya cinta dan kebenaranuntuk membangun persekutuan hidup yang bermakna, akrab, harmonis, penuh persaudaraan dan damai. Cinta selalu memberikan pencerahankarena terikat dengan kebenaranyang obyektif yakni kebenaran yang berasal dari Allah (Ara, n. Dari cinta akan kebenaran karena Allah adalah Cinta dan Kebenaran itu sendiri maka manusia dituntut untuk rela berkorban sebagai bukti dari cinta. Cinta bukan hanya gerakan perasaan yang fana sebab hakekat cinta yang otentik adalah pengalaman akan kebenaran yang terarah pada persatuan dengan yang dicintai melalui saling menolong, peduli dengan orang lain sebagai sesama ciptaan yang telah diciptakan oleh Allah atas dasar cinta. Metode Penelitian Untuk mengetahui pengaruh Sharing Kitab Suci terhadap Sikap hidup Mahasiswa Tingkat II Program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang, dengan menggunakan pendekatan kuantitaf dengan menggunakan desain penelitian eksperimen yakni preeksperimental design . Hasil dan Pembahasan Data kelompok eksperimen yang diberi perlakuan Tabel 1. Hasil Analisa Data Kelompok Eksperimen Dan Kelompok Kontrol Kelompok Kelompok No Item Eksperimen (O. Kontrol (O. Membaca Kitab Suci: A Kitab suci sebagai pembentukan sikap hidup A Kitab Suci sebagai sumber bimbingan Merenungkan Isi Kitab Suci A Merenungkan isi atau pesan Kitab Suci dengan sungguh-sungguh A Memahami pesan yang terdapat dalam teks Kitab Suci Sharing Pengalaman Berdasarkan Kitab Suci A Menceritakan atau membagikan pengalaman iman kepada orang lain berdasarkan isi Kitab Suci A Mengerti makna isi kitab suci kemudian menghubungkan dengan pengalaman hidup Menerapkan Pesan Kitab Suci https://doi. org/10. 12568/sapa/x Maria Yulianti goo | Sharing Kitab Suci No Item A Melihat setiap persolan dalam terang kitab A Bertindak dan berpikir sesuai ajaran kitab Cinta Akan Kebenaran A Mengutamakan kebenaran dalam hidup A Berani mengungkapkan kebenaran tanpa Suka Menolong A Menerapkan sikap saling menolong dalam A Menolong orang lain tanpa pamrih Rela Berkorban A Menerapkan sikap rela berkorban dalam A Rela berkorban tanpa takut A Senang berkorban untuk orang lain tanpa mempertimbangkan untung dan rugi Peduli A Menerapkan sikap peduli ppada sesama dalam hidup A Peduli dengan orang lain tanpa memandang hubungan darah atau keluarga Total Kelompok Eksperimen (O. Kelompok Kontrol (O. Berdasarkan hasil analisis tabel perbandingan data respondenkelompok eksperimen dan kontrol ditemukan bahwa: . analisisdata dengan menggunakan desain One-Group PretestPosttest terhadap kelompok eksperimen, skor yang diperoleh dari responden sebelum diberi perlakuan . sebesar 795 poin dan skor yang diperoleh setelah diberi perlakuan . ost tes. sebesar 1263 poin. Hasil menunjukkan bahwa skor jawaban post test responden lebih besar daripada skor jawaban pre test. Hasil analisa data menggunakan desain Intact-Group Comparison untuk kelompok eksperimen dan kontrol, skor jawaban responden kelompok eksperimen adalah 1263 poin dan skor jawaban responden kelompok kontrol adalah 799 Jadi, dilihat dari perbandingan dua kelompok tersebut skor responden kelompok ekperimen lebih besar daripada skor responden kelompok kontrol. Kesimpulan Dari data di lapangan yang diolah kemudian dilihat dengan cermat dalam table data perbandingan sehingga terbaca, skor jawaban responden kelompok eksperimen adalah 1263 poin dan skor jawaban responden kelompok kontrol adalah 799 poin. Dilihat dari perbandingan dua kelompok tersebut skor responden kelompok ekperimen lebih besar https://doi. org/10. 12568/sapa/x Maria Yulianti goo | Sharing Kitab Suci daripada skor responden kelompok kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa sharing Kitab Suci memberikan pengaruh positif terhadap pembentukkan sikap hidup mahasiswa tingkat II program Studi Pelayanan Pastoral STP-IPI Malang. Ucapan Terima Kasih