Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Pengaruh Motivasi. Kepuasan Kerja. Lingkungan Kerja. Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Asn Sekretariat Daerah Kota Metro Wiewiek Indriania. Pambayun Ayuningtiasb* Dosen Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Universitas Malahayati Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati *Corresponding Author Email : pambayunayu12@gmail. ABSTRACT The purpose of this study was to determine and analyze the effect of motivation, job satisfaction, work environment and leadership style on the performance of ASN Regional Secretariat of Metro City. In this study, the sampling technique used in this study was incidental sampling technique and the data analysis method used was validity test, reliability test, classical assumption test and multiple linear regression analysis. The object of this research is the ASN Regional Secretariat of Metro City with a total of 100 samples. Data collection techniques using questionnaires and interviews. Based on the results of this research analysis, it can be concluded that there is a simultaneous significant effect on ASN performance as indicated by a significance value . 000 <0. Meanwhile, partially the motivation variable has no effect on ASN performance as indicated by a significance value . 334 > 0. The job satisfaction variable partially has a positive and significant effect on ASN performance as indicated by a significance value . 011 <0. The work environment variable partially has a significant effect on ASN performance with a significance value . 000 <0. Meanwhile, the leadership style variable has a positive and significant effect on ASN performance with a significance value . 031 <0. Keywords: Motivation. Job Satisfaction. Work Environment. Leadership Style. Performance. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja dan budaya kerja pada ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode random sampling, dan metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji hipotesis klasik dan analisis regresi linier berganda. Subyek penelitian ini adalah ASN Sekretariat Daerah Kota Metro yang berjumlah 100 orang. Survei dan wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data. Berdasarkan hasil yang dianalisis dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ASN yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi . ,000< 0,. Sementara itu, beberapa variabel pendukung tidak berpengaruh terhadap kinerja ASN yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi . ,334>0,. Kepuasan kerja mempunyai pengaruh positif dan negatif terhadap kinerja ASN yang ditunjukkan dengan nilai signifikan . ,000 < 0,. Variabel lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ASN dengan signifikan nilai . ,000 < 0,. Sedangkan gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja ASN dengan nilai signifikan . ,000 < 0,. Kata Kunci : Motivasi. Kepuasan Kerja. Lingkungan Kerja. Gaya Kepemimpinan. Kinerja. PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya terpenting dan penting bagi setiap Sebab, meskipun terdapat sumber daya alam dan modal yang cukup, namun jika semua itu tidak didukung oleh sumber daya manusia yang baik maka perusahaan tidak akan bisa mencapai Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Agar pegawai perusahaan dapat melaksanakan tugasnya maka kinerja pegawai perlu ASN adalah singkatan dari (Aparatur Sipil Negar. dan merupakan lembaga pemerintah tempat pegawai negeri sipil (PNS) dan pekerja kontrak bekerja di perusahaan. Pegawai ASN adalah pegawai pemerintah dan pekerja kontrak yang ditunjuk oleh Kementerian Keamanan Negara untuk melaksanakan tugas pemerintahan atau pejabat lainnya dan dibayar sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pegawai ASN bekerja di bawah administrasi public, pelayanan public, serta mempersatukan dan mempersatukan negara (Ambiya, 2. Kota Metro merupakan satu-satunya kota/kabupaten di Provinsi Lampung yang mendapat predikat B pada SAKIP dan RB. Hasil survei RB tahun 2021 menunjukkan 31,5% kota / daerah, 32,35% provinsi, dan 2,35% proyek / organisasi mencapai hasil baik B). 34 provinsi di Indonesia, termasuk provinsi Lampung, menerima hadiah virtual (Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro 2. Pada tahun 2022 Kota Metro mendapatkan peringkat terbaik se - Lampung dengan nilai SAKIP B dan nilai RB B. Alhasil. Kota Metro menjadi salah satu satu-satunya daerah / kota yang RB - nya mendapat nilai B dibandingkan daerah lain / kota. Mendapat nilai C atau CC. Keberhasilan Daerah Metropolitan yang mengesankan tersebut tidak terlepas dari peringkat Disdukcapil dan DPMPTSP yang meningkat dari A dibandingkan tahun sebelumnya. Produktivitas merupakan hasil proses kerja yang diselesaikan pegawai dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Produktivitas adalah apa yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi secara sah, jujur, dan adil, sesuai hak dan tanggung jawabnya, tanpa melanggar hukum, untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Hasibuan . , motivasi berasal dari bahasa latin to act, yang berarti mendorong atau memberikan dorongan yang memotivasi seseorang agar mau bekerja memberikan usaha yang Motivasi dalam manajemen hanya ditujukan kepada sumber daya manusia pada umumnya dan pegawai pada khususnya. Arti penting dari motivasi adalah motivasi itulah yang menyebabkan, mengarahkan dan menunjang tingkah laku manusia, menjadikan manusia mau bekerja dan berusaha mencapai hasil yang terbaik. Selain motivasi, kepuasan kerja juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi kinerja. Menurut Kurniawan dan Yani, . Kepuasan kerja adalah perilaku individu dalam segala jenis Kepuasan kerja merupakan gambaran pikiran dan perasaan yang dirasakan seseorang selama bekerja. Jika karyawan merasa puas dengan pekerjaannya, maka mereka akan bebas stres, bahagia sehingga merasa aman dan nyaman untuk terus bekerja di tempat kerja. Faktor lain yang mempengaruhi pekerjaan adalah lingkungan kerja. Menurut Sedarmayati (Ariani. Ratnasari, & Tanjung, 2. Au Lingkungan kerja adalah lingkungan di mana orang mengalami, bertindak, dan mendapatkan kendali saat bekerjaAy Sendirian atau berkelompok. Peneliti lain juga menemukan bahwa menyediakan lingkungan kerja yang baik dan bersahabat dapat memotivasi karyawan untuk produktif (Lestari, 2. Menurut Danim . , kepemimpinan adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasikan dan memberikan bimbingan kepada individu atau kelompok Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 anggota pertemuan tertentu untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan. Menurut Hasibuan . , kepemimpinan adalah kemampuan pemimpin dalam mempengaruhi perilaku para pengikutnya agar mau bekerja sama dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan diatas, maka dirumuskan suatu pertanyaan penelitian sebagai berikut: Apakah Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro? Apakah Kepuasan kerja berpengaruh terhadap Kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro? Apakah Lingkungan kerja berpengaruh terhadap Kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro? Apakah Gaya Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro? Apakah Motivasi. Kepuasan Kerja. Lingkungan Kerja dan Gaya Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro? KAJIAN PUSTAKA Kinerja Menurut Mangkunegara . , kinerja berasal dari kerja atau kerja nyata ini mengacu pada pekerjaan atau pencapaian yang diselesaikan oleh individu. Efektivitas . fektivitas kerj. diartikan sebagai kualitas dan kuantitas hasil kerja yang diperoleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugasnya. Menurut Sedarmayanti . , kinerja adalah hasil kerja pegawai, proses manajemen atau keseluruhan organisasi disini hasil penelitian perlu dibuktikan dan terukur . ibandingkan model Motivasi Menurut Fadillah . , komitmen adalah kesediaan untuk mengerahkan upaya tingkat tinggi untuk mencapai tujuan organisasi, dikoordinasikan dengan kemampuan untuk mencapai upaya sesuai kebutuhan pribadi. Hasibuan . mengemukakan bahwa motivasi adalah tentang bagaimana membangkitkan energi dan bakat karyawan sedemikian rupa sehingga mereka bersedia bekerja sama untuk mencapai kesuksesan dan mencapai rencana merek. Selain itu menurut Mangkunegara . , motivasi adalah penunjang kebutuhan yang harus dipenuhi agar pegawai dapat beradaptasi dengan lingkungan dan mencapai tujuan yang telah Dengan kata lain, motivasi adalah kekuatan yang memotivasi seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Fadillah dkk . , motivasi merupakan kekuatan pendorong seseorang untuk memberikan kontribusi terhadap keberhasilan organisasi dalam mencapai Memahami bahwa mencapai tujuan organisasi juga berarti mencapai tujuan individu organisasi terkait. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Kepuasan Kerja Tsaniya . berpendapat bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosi karyawan, apakah terdapat keselarasan antara gaji perusahaan atau organisasi, karyawan dan gaji yang diinginkan Menurut Tsaniya . Derajat kepuasan kerja adalah hasil positif yang dihasilkan dari evaluasi terhadap pekerjaan atau pekerjaan suatu emosi atau kebahagiaan. Teori Tsaniya . menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah tingkat perasaan positif atau negatif terhadap berbagai aspek pekerjaan dan hubungan dengan karyawan. Lingkungan Kerja Pengertian lingkungan kerja menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah lingkungan hidup adalah lingkaran yang melingkupi atau melingkupi dirinya sendiri. Menurut Tsaniya . ini juga dapat diartikan sebagai distrik atau wilayah. Pekerjaan adalah pekerjaan yang telah selesai atau Berdasarkan pengertian di atas, maka lingkungan kerja dapat diartikan sebagai suatu area atau ruang di mana sesuatu dibuat . alam hal ini produ. Menurut Tsaniya . , tempat kerja mengacu pada segala sesuatu yang ada di sekitar karyawan dan mempengaruhi mereka dalam pekerjaan mereka. Gaya Kepemimpinan Dalam Sehfudin . Regina mengatakan kepemimpinan adalah suatu perilaku dan strategi yang terdiri dari kombinasi pemikiran, keterampilan, sikap dan perilaku yang sering digunakan pemimpin ketika berusaha meningkatkan kinerja pegawai. Menurut Saefullah dan Sule . , kepemimpinan akan ditentukan oleh banyak faktor seperti latar belakang pemimpin, pengetahuan, nilai-nilai dan pengalaman. Menurut Miftah Thoha dalam Dewi . , kepemimpinan adalah perilaku yang digunakan seseorang ketika berusaha mempengaruhi orang lain. Menurut Tjiptono dalam Tampi . , kepemimpinan adalah suatu cara seorang pemimpin berinteraksi dengan para pengikutnya. Sedangkan pandangan lain menyatakan kepemimpinan adalah pola perilaku . erkataan dan tindaka. pemimpin seperti yang dilihat oleh orang lain. Hersey dalam Tampi . Berdasarkan poin-poin di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin mempengaruhi bawahannya, yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku atau tingkah laku. Pemimpin adalah orang yang berencana untuk bekerja dengan anggota melalui suatu metode atau struktur sehingga pemimpin dapat berperan sebagai penggerak kekuatan, pendukung, pendukung dan mitra dalam perusahaan untuk mencapai tujuan masa depan. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja ASN Agus Budi Purwanto. Octavia Wulandari, . Dalam kajian pengaruh motivasi, remunerasi dan lingkungan terhadap kerja karyawan bagian produksi, penelitian ini didasarkan pada hasil penelitian, dukungan yang efektif dan efisien terhadap kerja produktif dan remunerasi Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 yang efektif untuk menghasilkan keuntungan, bekerja. Efektif dan bermanfaat dalam hal efisiensi kerja, motivasi dan keuangan. : Terdapat Pengaruh Motivasi (X. terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja ASN Penelitian Dian Putri Permata Sari dan Liliana, . Pengaruh Lingkungan Kerja. Motivasi Dan Kepuasan Kerja Karyawan Produksi Angkutan Terang Mandiri (ATM) Palembang. Berdasarkan hasil yang dianalisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja dengan signifikansi biaya secara simultan sebesar 0,000 < 0,05. Pada saat yang sama, beberapa perubahan di tempat kerja tidak berdampak pada produktivitas karyawan, seperti yang ditunjukkan oleh signifikansi uji-t . ,542>0,. Variabel-variabel tersebut tidak berpengaruh secara parsial terhadap produktivitas kerja dan nilai uji t signifikan . ,365>0,. Pada saat yang sama waktu, kepuasan kerja juga berhubungan dengan kinerja karyawan dan uji t signifikan . ,000 < 0,. Penelitian yang dilakukan oleh Risky Nur Adha. Nurul Qomariah. Achmad Hasan Hafidzi, . Dampak Terhadap Pekerjaan Anggota Pekerja Sosial Kabupaten Jember. Motivasi Kerja. Lingkungan Kerja. Pengalaman Kerja. Sedangkan insentif kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja : Terdapat Pengaruh Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja ASN Penelitian Soleh Sofyan. Dodi Prasada. Irfan Rizka Akbar, . SMP Muhammadiyah Cabang Sawangan. Pengaruh Motivasi. Lingkungan Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Guru MT. Menurut hasil penelitian analisis parsial. Pengaruh motivasi sebesar 41,9%, pengaruh lingkungan kerja sebesar 31,9%, dan pengaruh kepuasan kerja sebesar 51,5%. Persamaan regresi linier berganda adalah 9,750 0,292X1 0,154X2 0,566X3. Hasil pengujian hipotesis menggunakan SPSS 22. F hitung = 52,703 (F tabe. menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Koefisien determinasi sebesar 0,637. Artinya sebesar 63,7% efektivitas guru SMP/Mts Cabang Sawangan dipengaruhi oleh motivasi, lingkungan kerja dan kenikmatan kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. : Diduga Terdapat Pengaruh Lingkungan Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja ASN Penelitian Rizki Kurniawan, . Menurut temuan penelitian, pengaruh kepemimpinan, motivasi, lingkungan kerja dan budaya kerja mempengaruhi bisnis. Kepemimpinan, motivasi, lingkungan kerja dan budaya organisasi mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap variabel kinerja Dampak. Perubahan kinerja memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 : Diduga Terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X. terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. METODE PENELITIAN Kajian dilakukan di Kantor Sekretaris Daerah Kota Metro Jl. Umum Nasution 03 Kota Metro. Penelitian yang dapat dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Subjek penelitian ini adalah pegawai organisasi publik yang bekerja di kantor sekretariat daerah kota. Oleh karena itu, survei dibagikan kepada karyawan yang bekerja di sana. Sampel penelitian ini terdiri dari 100 Lembaga Sipil Negara Sekretariat Daerah Kota Metro. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling, dimana pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan kebetulan, seperti menggunakan orang yang memenuhi ahli Badan Sipil Negara Sekretariat Daerah Kota Metro sesuai standar. Penelitian ini menggunaakan metode analisis regresi linear berganda. Software IBM SPSS 25,0 digunakan untuk membantu menganalisis hubungan antar variabel. Model Penelitian Gambar 2. Model Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Data Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistik yang menggunakan tabulasi kuesioner. Analisis data dimulai dengan mengolah data dengan menggunakan Microsoft excel, selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan regresi logistik. Pengujian analisis regresi statistik dan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan software program SPSS 25,0. Prosedur dimulai dengan memasukkan variabel-variabel penelitian ke program SPSS tersebut dan menghasilkan output-output sesuai metode analisis yang telah ditentukan. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam menguji validitas dari data yang diperoleh metode yang digunakan adalah dengan membandingkan nilai korelasi atau r hitung dari variabel peneliti dengan r Jika r hitung > r tabel maka dikatakan valid. Dalam penelitian ini, berdasarkan uji validitas yang telah dilakukan menggunakan SPSS 25. 0, diperoleh hasil seperti pada tabel dibawah ini : Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel Indikator r Hitung r Tabel Ket Motivasi X1. 0,899 0,195 Valid (X. X1. 0,867 0,195 Valid X1. 0,829 0,195 Valid X1. 0,713 0,195 Valid X1. 0,757 0,195 Valid X1. 0,195 0,195 Valid Kepuasan Kerja X2. 0,698 0,195 Valid (X. X2. 0,823 0,195 Valid X2. 0,823 0,195 Valid X2. 0,824 0,195 Valid X2. 0,683 0,195 Valid X2. 0,562 0,195 Valid Lingkungan Kerja X3. 0,648 0,195 Valid (X. X3. 0,704 0,195 Valid X3. 0,787 0,195 Valid X3. 0,756 0,195 Valid X3. 0,785 0,195 Valid X3. 0,689 0,195 Valid Gaya X4. 0,652 0,195 Valid Kepemimpinan X4. 0,735 0,195 Valid (X. X4. 0,824 0,195 Valid X4. 0,682 0,195 Valid X4. 0,737 0,195 Valid X4. 0,430 0,195 Valid Kinerja 0,689 0,195 Valid (Y) 0,684 0,195 Valid 0,635 0,195 Valid 0,772 0,195 Valid Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 0,742 0,195 0,760 0,195 Sumber : Data diolah Tahun 2023 Valid Valid Uji Reliabilitas Uji realibilitas digunakan untuk menguji sejauh mana kehandalan suatu alat pengukur untuk dapat digunakan lagi untuk penelitian yang sama. Disini pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Reliabilitas diukur dengan uji statistik Cronbach Alpha . Suatu variabel dapat dikatakan reliable jika nilai Cronbach alpha c>0,70 dan jika nilai Cronbach alpha c<0,70 dikatakan tidak reliable. Dalam penelitian ini hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas VARIABEL Cronbach alpha Keterangan Motivasi (X. 0,813 Reliabel Kepuasan Kerja (X. 0,830 Reliabel Lingkungan Kerja (X. 0,821 Reliabel Gaya Kepemimpinan 0,763 Reliabel (X. Kinerja (Y) 0,793 Reliabel Sumber : Data diolah tahun 2023 Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan menggunakan IBM SPSS 25. 0, diperoleh hasil seperti pada tabel 3 dijelaskan bahwa nilai Cronbach alpha c>0,70 sehingga dapat disimpulkan data yang diperoleh dari kuesioner yang telah disebarkan bersifat reliable dan teruji Uji Normalitas Menurut Ghozali . Uji normalitas bermaksud untuk mengetahui apakah residual model regresi yang diteliti berdistribusian normal atau tidak. Metode untuk menguji normalitas adalah dengan melihat normality probability plot. Apabila distribusi data residual normal, maka titik-titik yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya dan apabila titik-titik yang menggambarkan data tidak mengikuti garis diagonalnya maka data residual tidak berdistribusi Dalam penelitian ini setelah dilakukan uji normalitas dengan melihat nilai normality probability plot menggunakan SPSS 25. 0, maka diperoleh hasil sebagai berikut : Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Gambar 1 Hasil Uji Normality Probality Plot Sumber : Data diolah tahun 2023 Berdasarkan hasil uji normalitas dengan melihat nilai probability plot yang telah dilakukan diperoleh hasil seperti pada gambar 2 dapat dijelaskan bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal menunjukkan pola distribusi normal yang artinya nilai residual berdistribusi normal. Metode selanjutnya yang digunakan untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dimana jika signifikansi >0,05 maka nilai residual berdistribusi normal dan jika signifikansi <0,05 maka residual tidak berdistribusi normal. Dalam penelitian ini setelah dilakukan uji normalitas mengguanakn SPSS 25. 0, maka diperoleh hasil sebagai berikut : Table 3 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandard Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Lilliefors Significance Correction. Sumber : Data diolah tahun 2023 Berdasarkan hasil uji normalitas dengan metode Kolmogorov-Smirnov yang telah dilakukan diperoleh hasil seperti pada tabel 3 dapat dijelaskan bahwa nilai signifikansi 0,200>0,05 yang artinya nilai residual berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Metode selanjutnya yang digunakan untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan hasil scatterplot uji heterokedastisitas. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika pola tetentu, seperti titik-titik . oin-poi. yang ada membentuk suatu pola tetentu yang teratur, maka terjadi Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik . oin-poi. menyebar di bawah 0 pada sumbu Y maka tidak tejadi heteroskedastisitas. Gambar 4. 1 Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Data diolah tahun 2023 Dari gambar 4. 1 diatas, grafik tersebut dapat terlihat titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dipola, angka 0 . pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedasitas. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable independen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF) dan tolerance. Suatu model regresi yang bebas dari multikolinearitas adalah yang mempunyai nilai VIF < 10 dan memiliki nilai tolerance >0,1. Jika nilai VIF > 10 dan nilai tolerance <0,1. maka terjadi multikolinearitas. Dalam penelitian ini setelah dilakukan uji multikolinearitas, diperoleh hasil seperti pada table dibawah ini : Tabel 4 Hasil Uji Multikolinearitas Model Unstandardized Coefficients Coefficientsa Standard Sig. Collinearity Statistics Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 (Constan. Std. Error Coeffici Beta Tolera VIF TOTALX1 TOTALX2 TOTALX3 TOTALX4 Dependent Variable: TOTALLY Sumber : Data diolah tahun 2023 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas yang telah dilakukan menggunakan SPSS 25. 0 seperti pada tabel 4 dapat dijelaskan bahwa nilai signifikansi nilai tolerance terhadap variable motivasi (X . 0,990>0,1 dan nilai VIF 1. 011<10, kepuasan kerja (X. 0,854>0,1 dan nilai VIF 1,170<10 , lingkungan kerja (X. 0,860>0,1 dan nilai VIF 1,163<10 dan gaya kepemimpinan (X. 0,995>0,1 dan nilai VIF 1,005<10 sehingga dapat simpulkan bahwa variable X 1. X2. X3,X4 tidak terjadi Uji Parsial (Uji T) Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan perbandingan dari nilai thitung terhadap nilai ttabel yaitu apabila nilai thitung > ttabel artinya variabel independen berpengaruh signifikan, apabila nilai thitung < ttabel artinya variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Pengambilan keputusan juga dilakukan berdasarkan nilai signifikansi <0,05 maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dan apabila nilai signifikansi >0,05 maka variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini setelah dilakukan uji parsial menggunakan SPSS 25. 0 diperoleh hasil seperti pada tabel dibawah : Tabel 5 Hasil Uji T Model (Constan. TOTALX1 TOTALX2 Coefficientsa Unstandardized Standardize Coefficients Coefficient Std. Error Beta Sig. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 TOTALX3 TOTALX4 Dependent Variable: TOTALLY Sumber : Data diolah tahun 2023 Berdasarkan hasil uji parsial pada tabel 5 dapat dijelaskan bahwa : variabel motivasi (X. memiliki nilai thitung 0,970 < ttabel 1,985 serta nilai signifikansi 0,334 > 0,05, artinya variabel motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja (Y). Sehingga H 1 yang menyatakan diduga Motivasi (X. berpengaruh terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro ditolak. variabel kepuasan kerja (X. memiliki nilai thitung 2,582 > ttabel 1,985 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05, artinya variabel kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y). Sehingga H2 yang menyatakan diduga Kepuasan Kerja (X. berpengaruh terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro diterima. variabel lingkungan kerja (X. memiliki nilai thitung 10,295 > ttabel 1,985 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05, artinya variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y). Sehingga H3 yang menyatakan diduga Lingkungan Kerja (X. berpengaruh terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro diterima. variabel gaya kepemimpinan (X. memiliki nilai thitung 2,191 > ttabel 1,985 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05, artinya variabel gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y). Sehingga H4 yang menyatakan diduga Gaya Kepemimpinan (X. berpengaruh terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro diterima. Uji Simultan (Uji F) Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan perbandingan dari nilai fhitung terhadap nilai ftabel yaitu apabila nilai fhitung > ftabel artinya variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, apabila nilai fhitung < ftabel artinya variabel independen secara bersama sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini setelah dilakukan uji simultan menggunakan SPSS 25. 0, diperoleh hasil seperti pada tabel dibawah : Tabel 6 Hasil Uji Simultan Model ANOVAa Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: TOTALLY Mean Square Sig. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Predictors: (Constan. TOTALX4. TOTALX3. TOTALX1. TOTALX2 Sumber : Data diolah tahun 2023 Berdasarkan hasil uji simultan pada tabel 6 menunjukan nilai fhitung 40,733 > ftabel 2,70 serta nilai signifikansi 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi (X . , kepuasan kerja (X. , lingkungan kerja (X. dan gaya kepemimpinan (X. berpengaruh secara simultan atau secara bersama-sama yang signifikan terhadap variabel kinerja (Y). Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R-Squar. Uji koefisien determinasi (Adjusted R-Squar. dilakukan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi berkisar antara 0 . %) sampai dengan 1 . %). Nilai Adjusted R-Square yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat Dalam penelitian ini setelah dilakukan uji koefisien deteminasi menggunakan SPSS 25. diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate Predictors: (Constan. TOTALX4. TOTALX3. TOTALX1. TOTALX2 Dependent Variable: TOTALLY Sumber : Data diolah tahun 2023 Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (Adjusted R-Squar. pada tabel 7 diperoleh nilai sebesar 0,616 atau 61,6% yang berarti bahwa besarnya pengaruh variabel motivasi (X . , kepuasan kerja (X. , lingkungan kerja (X. dan gaya kepemimpinan (X. secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadap produktivitas kerja sebesar 60,1%. Sedangkan sisanya . %-61,6%=38,4%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan regresi ini atau variabel lain yang tidak diteliti. Uji Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk menguji pengaruh variabel motivasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan sebagai variabel independen terhadap kinerja sebagai variabel dependen. Berikut hasil pengolahan data analisis regresi berganda dalam penelitian ini : Tabel 8 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Model Coefficientsa Unstandardized Standardize Coefficients Coefficient Sig. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Beta Std. Error (Constan. TOTALX1 TOTALX2 TOTALX3 TOTALX4 Dependent Variable: TOTALLY Sumber : Data diolah tahun 2023 Berdasarkan tabel 8 dibuat persamaan analisis regresi linier berganda sebagai berikut: Y= 1X1 2X2 3X3 4X4 A Y= -5,166 0,064X1 0,198X2 0,802X3 0,160X4 Konstanta = -5,166 menunjukkan besarnya pengaruh semua variabel bebas terhadap variabel terikat. Apabila variabel motivasi (X . , kepuasan kerja (X. , lingkungan kerja (X. dan gaya kepemimpinan (X. meningkat 1 satuan, maka nilai variabel kinerja (Y) akan meningkat sebesar -5,166. Nilai Koefisien X1 . 0,064 pada variabel motivasi (X. adalah bernilai positif terhadap kinerja, menunjukkan bahwa apabila variabel motivasi meningkat 1 satuan, maka akan menambah nilai variabel kinerja sebesar 0,064. Nilai koefisien X2 . 0,198 pada variabel kepuasan kerja (X. adalah bernilai positif terhadap kinerja, menunjukkan bahwa apabila variabel kepuasan kerja meningkat 1 satuan, maka akan menambah nilai variabel kinerja sebesar 0,198. Nilai koefisien X3 . 0,802 pada variabel lingkungan kerja (X. adalah bernilai positif terhadap kinerja, menunjukkan bahwa apabila lingkungan kerja meningkat 1 satuan, maka akan menambah nilai variabel kinerja sebesar 0,802. Nilai koefisien X4 . 0,160 pada variabel gaya kepemimpinan (X. adalah bernilai positif terhadap kinerja, menunjukkan bahwa apabila gaya kepemimpinan meningkat 1 satuan, maka akan menambah nilai variabel kinerja sebesar 0,160. Kesimpulan dari model regresi penelitian ini adalah variabel motivasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, dan gaya kepemimpinan berbanding lurus dengan kinerja. Artinya apabila terdapat kenaikan pada variabel bebas dapat mengakibatkan kenaikan pada variabel terikat. Pembahasan Berdasarkan hasil data statistik dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan di atas, maka dapat dijelaskan masing-masing hipotesis sebagai berikut: H1 : Diduga Terdapat Pengaruh Motivasi (X. terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Secara hasil uji parsial . ji T) variabel motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Fernanda and Sagoro, 2. Berdasarkan analisis statistik diperlihatkan bahwa nilai Sig. untuk pengaruh Motivasi terhadap Kinerja adalah sebesar 0,365 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh Motivasi terhadap Kinerja. H2 : Diduga Terdapat Pengaruh Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Berdasarkan dari hasil uji parsial . ji T) variabel kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian terdahulu yang dilakukan (Prastyo. Hasiolan and Warso, 2. pada penelitian ini Hasil pengujian diperoleh nilai t hitung untuk variabel kepuasan 158 dengan nilai signifikansi sebesar 0,036 kurang dari 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa kepuasan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dapat diterima atau terbukti kebenarannya. H3 : Diduga Terdapat Pengaruh Lingkungan Kerja (X. terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Berdasarkan hasil uji parsial . ji T) variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Pengaruh ini menunjukkan bahwa semakin baik persepsi responden mengenai lingkungan kerja yang diperoleh pegawai telah berhasil meningkatkan kinerja ASN. Jadi, jika lingkungan kantor tempat bekerja mendapatkan fasilitas yang lengkap, tidak ada suara bising yang masuk ke ruang kerja . edap suar. , hubungan yang harmonis dan menyenangkan maka akan berdampak pada peningkatan kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian terdahulu yang dilakukan (Prastyo. Hasiolan and Warso, 2. Hasil pengujian diperoleh nilai t hitung untuk variabel lingkungan sebesar 2. dengan nilai signifikansi sebesar 0,045 kurang dari 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan bahwa lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dapat diterima atau terbukti kebenarannya. H4 : Diduga Teradapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X. terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro Berdasarkan dari hasil uji parsial . ji T) variabel gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Pengaruh ini menunjukkan bahwa semakin baik persepsi responden mengenai gaya kepemimpinan yang diperoleh pegawai telah berhasil meningkatkan kinerja ASN. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Fernanda and Sagoro, 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan pada UMKM di desa Wisata Bobung Gunungkidul Yogyakarta. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa hipotesis 4 yaitu AuGaya Kepemimpinan mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada UMKM di desa Wisata Bobung Gunungkidul YogyakartaAy H5 : Diduga Terdapat Pengaruh Motivasi (X. Kepuasan Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. , dan Gaya Kepemimpinan (X. secara simultan terhadap Kinerja (Y) ASN Sekretariat Daerah Kota Metro Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Berdasarkan hasil uji simultan pada tabel 7 menunjukan nilai fhitung 40,733 > ftabel 2,70 serta nilai signifikansi 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi (X . , kepuasan kerja (X. , lingkungan kerja (X. dan gaya kepemimpinan (X. berpengaruh secara simultan atau secara bersama-sama yang signifikan terhadap variabel kinerja (Y). KESIMPULAN Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya mengenai pengaruh motivasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro, dapat disimpulkan beberapa hasil penelitian diantaranya yaitu sebagai berikut: Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro dibuktikan dengan hasil spss nilai t hitung 0,970 < t tabel 1,985 serta nilai signifikansi 0,334 > 0,05. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro dibuktikan dengan hasil spss nilai t hitung 2,582 > t tabel 1,985 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro dibuktikan dengan hasil spss nilai t hitung 10,084 > t tabel 1,985 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro dibuktikan dengan hasil spss nilai t hitung 2,191 > t tabel 1,985 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Motivasi. Kepuasan kerja. Lingkungan kerja dan Gaya kepemimpinan berpengaruh secara simultan atau secara bersama-sama yang signifikan terhadap variabel kinerja dibuktikan dengan hasil spss nilai f hitung 40,733 > f tabel 2,70 serta nilai signifikansi 0,000<0,05. Saran Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan peneliti menyarankan beberapa hal Motivasi. Kepuasan Kerja. Lingkungan Kerja dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja ASN Sekretariat Daerah Kota Metro sudah cukup baik oleh karena itu Pegawai ASN Sekretariat Daerah Kota Metro harus bisa mempertahankannya dan ditingkatkan lagi. Motivasi perlu ditingkatkan dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, memberikan apresiasi berupa reward / hadiah berupa uang dan penghargaan kepada pegawai yang telah bekerja keras, mengadakan outing atau liburan bersama untuk bagian-bagian yang ada, dan memberikan jenjang karier yang jelas untuk pegawai. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 8 Nomor 1, 2024 ISSN : 2614-2147 Kepuasan kerja perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan pemberian TPP (Tambahan Penghasilan Pegawa. agar pegawai semakin semangat bekerja, menerima saran dari pegawai lain jika memang baik, jangan membuat pegawai menjadi segan dalam memberikan pendapat, dan pemimpin bisa menghargai hasil kerja pegawai dibawahnya. Seorang pemimpin memang harus bertindak tegas dalam memimpin karyawannya tetapi bukan berarti tidak mau mendengarkan saran dari bawahannya, jadi disarankan supaya seorang pemimpin supaya lebih memperhatikan dan mendengarkan saran atau pendapat dari bawahannya agar dapat mencapai tujuan instansi secara maksimal. DAFTAR PUSTAKA