Eirene Vol. 10 No. 1, 179-196 (Juni 2. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. UKiP Sorong ISSN 2528-1887 e-ISSN 2540-962X THE INFLUENCE OF MOBILE PHONE TECHNOLOGY USE ON STUDENT LEARNING PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI HANDPHONE PADA PROSES BELAJAR SISWA Yulita Kristina Yable1. Jean Anthoni2. Skivo Reiner Watak3 Fakultas Teologi. Program Studi Pendidikan Agama Kristen Universitas Kristen Papua Sorong Fakultas Teologi. Program Studi Magister Teologi Universitas Kristen Papua Sorong. Fakultas Teologi. Program Studi Magister PAK Universitas Kristen Papua Sorong, *Email: jeananthoni@gmail. Abstract: This final assignment discusses "The Influence of Using Mobile Phone Technology on the Learning Process of Class VII & Vi Students at Kwoor State Middle School. Tambrauw Regency". The negative impact is that students do not appreciate learning and their ability to concentrate is disturbed, and their learning results are poor, while the positive impact is that students will easily access information related to the subject because individual teachers teach that subject, and of course this can improve their achievement at school. In this writing, qualitative methods are used using data collection techniques such as: interviews, observation and documentation studies. In this study, the population was all students at Kwoor State Middle School. Tambrauw Regency, totaling 70 students and 12 teachers and the sample consisted of 15 students and 10 teachers and the school principal. From the research results, the author concludes that the use of cellphone communication tools among students should receive more attention from all parties. Keywords: Influence. Mobile Technology. Student Learning. Abstrak: Penulisan Tugas Akhir ini membahas tentang AuPengaruh Penggunaan Teknologi Handphone Terhadap Proses Belajar Siswa Kelas VII & Vi Di SMP Negeri Kwoor Kabupaten TambrauwAy. Dampak negatifnya adalah siswa tidak menghargai pembelajaran dan kemampuan konsentrasinya terganggu, dan hasil belajarnya buruk, sedangkan dampak positifnya adalah siswa akan mudah mengakses informasi terkait mata pelajaran tersebut karena individu guru mata pelajaran tersebut mengajar, dan tentunya hal ini dapat meningkatkan prestasi mereka di sekolah. Dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti: wawancara, observasional dan penelitian dokumenter. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi ialah seluruh siswa yang ada di SMP Negeri Kwoor Kabupaten Tambrauw yang berjumlah 70 siswa dan 12 guru dan sampel berjumlah 15 siswa dan 10 guru serta kepala sekolah. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan alat komunikasi telepon seluler oleh pelajar perlu mendapat perhatian lebih dari semua pihak. Kata Kunci: Pengaruh. Teknologi Handphone. Belajar Siswa. PENDAHULUAN Pendidikan memiliki signifikansi yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan, akan sangat sulit untuk masyarakat untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Tingkat pendidikan saat ini dalam berdampak pada kemajuan dan perkembangan setiap individu. Kita harus terdidik dan mempunyai tingkat pemahaman Eirene Jurnal Ilmiah Teologi yang tinggi. Setiap orang berhak memperoleh pendidikan sepanjang hidupnya agar tidak mudah tertipu oleh berbagai bentuk gangguan persaingan. Laju perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat. Di era modern ini, teknologi terus berkembang dan menjadikannya bagian penting dalam kehidupan manusia. Pengenalan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk komunikasi. Komunikasi yang sudah lama terkirim, kini semuanya dekat, tak ada lagi jarak, berkat teknologi. Telepon seluler adalah Telepon genggam adalah alat komunikasi elektronik yang praktis dan tidak perlu menggunakan kabel. Saat ini, telepon seluler menjadi alat penting untuk berkomunikasi, mencakup perangkat keras dan perangkat lunak2. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, handphone . kini memiliki berbagai fungsi, tidak hanya untuk menerima panggilan atau SMS. Ponsel dapat digunakan untuk mengambil foto, merekam aktivitas, mengakses informasi, dan berselancar di internet. Sebagai alat komunikasi, ponsel memudahkan komunikasi jarak jauh dan juga menawarkan hiburan, seperti fotografi, rekaman audio, permainan, mendengarkan musik, radio, menonton TV, dan layanan internet3. Namun selain manfaat yang dibawa oleh alat komunikasi seluler. Handphone juga memiliki kerugian bagi kehidupan manusia. Jika dicermati, ponsel tidak lagi hanya sekedar alat komunikasi bagi orang tua dan orang dewasa, namun ponsel kini sudah hadir di berbagai kalangan, khususnya pelajar. Banyak siswa membawa ponsel ke sekolah dan sering menghabiskan waktu berjam-jam mengobrol di ponselnya. Salah satu alasannya adalah operator telepon menawarkan tarif panggilan yang murah, yang dapat mengganggu bisnis mereka4. Dari hasil pengamatan awal selama kurang lebih 1 bulan di SMP Negeri Kwoor. Kabupaten Tambrauw. Penulis mengamatihampir semua siswa telah menggunakan handphone di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. Sering terlihat bahwa beberapa siswa ketika pulang sekolah mereka selalu berkumpul untuk bermain game seperti free fire dan game-game lainnya yang menyengkan. Sama halnya ketika berada di sekolah, saat belajar di kelas terdapat beberapa siswa yang sedang bermain game, chatingan di akun sosial media seperti facebook, instagram dan whatsap. Hal ini menyebabkan siswa tidak mempersiapkan pelajaran dengan baik, atau tidak konsentrasi ketika pembelajaran sedang dilangsungkan. Contohnya pada saat guru sedang menjelaskan dan mengajukan pertanyaan terkait dengan pembelajran, siswa yang menjawab hanyalah siswa yang tidak bermain handphone. Sementara siswa yang sering bermain handphone hanya bisa terdiam dan kebingungan ketika ditanya sama guru. Selain itu ketika guru memberikan soal atau tugas nilai yang diperoleh siswa berbeda-beda. Siswa yang sering bermain handphone di kelas memperoleh nilai yang kurang baik atau tidak mencukupi KKM. Sedangkan siswa yang tidak bermain handphone dalam belajar memperoleh nilai yang baik. Sehingga peneliti berpikir bahwa apakah handphone sangat berpengaruh terhadap cara belajar siswa atau tidak. Septiani. AoPenerapan Model Pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetitio. Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IPS 2 Di SMA Negeri 14 PekanbaruAo, 2018, 10Ae40. Ahmad Fadilah. AoAuPengaruh Penggunaan Alat Komunikasi Handphone (HP) Terhadap Aktivitas Belajar Siswa SMP Negeri 66 Jakarta SelatanAyAo, -, 2011. Priantari Swatika. AoPengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Psikologi AnakAo. Holistika: Jurnal Ilmiah PGSD, 2. , 49Ae54. Phanny Tandy Kakauhe. AoTeknologi Dan Tanggung Jawab Orang KristenAo. Missio Ecclesiae, 2. , 1Ae25 . Yable at. al : Pengaruh Penggunaan . Rumusan masalah adalah bagaimana pemanfaatan telepon seluler dalam kegiatan belajar siswa di Kelas VII dan Vi SMP N Kwoor kabupaten Tambrauw? Apakah pemanfaatan telepon seluler berpengaruh dalam kegiatan belajar siswa Kelas VII dan Vi di SMP Negeri Kwoor kabupaten Tambrauw? Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan telepon seluler dalam kegiatan belajar siswa, untuk mengetahui dampak telepon seluler terhadap aktivitas belajar siswa di sekolah. KAJIAN TEORI Definisi Handphone Handphone merupakan jenis perangkat telekomunikasi elektronik yang dapat digunakan di lokasi mana pun tanpa kabel, tidak memiliki kabel fisik, dan memungkinkan komunikasi dengan banyak orang. Pada tahun 1876. Alexander Graham Bell menciptakan telepon pertama di dunia. Sementara itu. Martin Cooper menemukan telepon genggam, yaitu sebuah alat komunikasi berukuran kecil yang bisa dibawa kemana saja. Karena begitu mudahnya alat komunikasi ini, perkembangan handphone menjadi sangat pesat5. Awalnya istilah yang digunakan untuk telepon adalah suara yang terdengar dari jarak jauh. Ada dua jenis telepon, yaitu telepon biasa dan telepon bergerak. ke dalam kategori telepon bergerak yang disebut handphone karena yang di transmisikan dari pesawat ke base transceiver station (BTC) dan mobile switching center (MSC) yang terletak di sepanjang jalur komunikasi dan kemudian berlanjut ke pesawat yang disebut. Berdasarkan pandangan di atas mengenai pengertian handphone, dapat disimpulkan bahwa handphone adalah sebuah sarana komunikasi, berukuran kompak, mudah dibawa kemana-mana dan nyaman digunakan. Handphone merupakan suatu inovasi akibat evolusi teknologi telepon yang mengalami perkembangan yang sangat pesat dari waktu ke waktu. Penggunaan handphone tidak terbatas pada komunikasi verbal. itu juga dapat ditransmisikan sebagai teks. Dampak Penggunaan Handphone Fungsi utama telepon seluler adalah alat komunikasi, serta meningkatkan pengetahuan teknologi dan memperluas jaringan. Dampak positif telepon genggam bagi pengguna: . Alat komunikasi, . Sumber informasi, . Sarana pembelajaran, . Sebagai sarana hiburan dan dunia kerja. untuk meningkatkan pengetahuan tentang kemajuan teknologi Penggunaan perangkat komunikasi telepon seluler dapat membantu siswa dalam memahami kemajuan teknologi, itulah sebabnya mereka harus fokus pada pembelajaran di era globalisasi saat Kemampuan perangkat seluler masa kini sangat lengkap, termasuk akses internet. Siswa dapat memanfaatkannya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, asalkan mereka menggunakan ponselnya dengan bijak. Selain itu handphone juga mempunyai dampak negatif diantaranya : . menyebabkan Anak-anak menjadi malas ketika belajar. Fokus belajar dan perkembangan anak menjadi terhambat. Sikap, perilaku, dan kesehatan mental anak terpengaruh. Limbah. Dengan memiliki sebuah alat komunikasi telepon genggam maka biaya yang kita keluarkan akan semakin besar, apalagi jika telepon genggam tersebut hanya Nurul Pangesty. Pengaruh Handphone Terhadap Akhlak Siswa Dalam Berperilaku Di SDN 060 Bengkulu Utara. Bengkulu: IAIN BENGKULU, 2019. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna maka hanya akan menjadi mubazir saja. Karena anggaran orang tuanya terbatas, para pelajar memaksa orang tuanya untuk membelikan ponsel. Tidak jarang siswa harus meminta bantuan orang tua untuk membeli pulsa atau paket internet, yang bisa jadi sulit. Pelajar yang tidak mempunyai buku dianggap tidak punya uang, namun dibalik itu, jika membeli pulsa, di paket internet tidak ada tulisan: Autidak punya uangAy. Meskipun ini adalah situasi yang sangat memprihatinkan, ini menjadi semakin sulit untuk dihindari, terutama bagi mereka yang sudah cukup kecanduan untuk menjadikannya wajib. Selain itu handphone juga menimbulkan bahaya bagi kesehatan remaja karena dapat menyebabkan kerusakan pada mata seperti mata kering, miopia atau rabun jauh, kerusakan pada tulang belakang akibat kurang olah raga dan dudhuk terlalu lama, menghambat tumbuh kembang remaja, gangguan pendengaran yang disebabkan oleh headset, dan gangguan tidur karena terlalu banyak menggunakan handphone6. Pengertian Belajar Dalam permasalahan pemahaman pembelajaran ini, para psikolog dan pakar pendidikan yang mempunyai pendapat berbeda-beda tergantung pada bidang keahliannya masing-masing. Tentu saja mereka punya alasan yang bisa dijelaskan secara Belajar adalah hasil dari interaksi antara stimulus dan respon yang mengakibatkan perubahan perilaku yang permanen karena pengalaman atau latihan. Stimulus diberikan guru kepada siswa, sementara umpan balik adalah tanggapan siswa terhadap stimulus tersebut. Keduanya dapat diamati dan diukur. Belajar adalah proses yang melibatkan perubahan kepribadian8. Tingkat akademik seorang individu merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan mereka dalam pembelajaran dalam jangka waktu tertentu di lembaga pendidikan mana pun, dan diukur menggunakan angka atau tanda tertentu. AuBelajar adalah proses belajar dan menguasai pengetahuan, keterampilan dan kebiasaanAy9. Belajar adalah proses, bukan pencapaian atau target. Belajar tidak hanya sebatas menghafal, melainkan juga melibatkan pengalaman hasil belajar bukan sekadar penguasaan hasil latihan melainkan perubahan perilaku10. Begitu pula dengan apa yang dikatakan Sudjana, hasil belajar siswa sungguh transformatif dalam perilaku. Perilaku yang muncul merupakan hasil dari pembelajaran yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain itu, belajar juga merupakan perubahan kepribadian atau kemampuan yang diperoleh seseorang melalui suatu kegiatan. Dari Proses belajar mengajar menghasilkan standar keluaran pengajaran atau tujuan pembelajaran. Belajar dapat dipandang sebagai cara untuk memperoleh pengetahuan, dan juga dapat melibatkan pemindahan informasi dari yang tidak diketahui ke yang tidak dikenal. Erni Nuraliyah and others. AoPenggunaan Handphone Dan Dampaknya Bagi Aktivitas BelajarAo. Ideas: Jurnal Pendidikan. Sosial. Dan Budaya, 8. , 1585. Ahdar Djamaluddin and Wardana. Belajar Dan Pembelajaran. CV Kaaffah Learning Center, 2019. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora and others. AoPediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora Volume 2 Nomor 1 ( 2. 88 PERENCANAAN PENDIDIKANAo, 2. Muh. Sain Hanafy. AoKonsep Belajar Dan PembelajaranAo. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 17. , 66Ae79 . Rifqi Festiawan. AoBelajar Dan Pendekatan PembelajaranAo. Universitas Jenderal Soedirman, 2020, 1Ae Yable at. al : Pengaruh Penggunaan . Pendidikan memegang peranan penting bagi eksistensi manusia. Manusia terlahir sebagai makhluk yang lemah, tidak mampu berbuat apa-apa serta tidak mengetahui apa-apa. tetapi melalui proses belajar dalam fase perkembangannya, manusia bisa menguasai keterampilan dan pengetahuan. Selain itu, pembelajaran juga memegang peranan penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok orang . dalam konteks persaingan yang sangat ketat antar negara lain yang sebelumnya telah berhasil berkat pembelajaran. Oleh karena itu, dari teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses dimana seseorang melakukan pengembangan pribadi. Belajar mengacu pada periode waktu ketika perilaku seseorang dan usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari hal-hal baru mengalami perubahan yang bertahan lama. Motivasi Belajar Siswa Motivasi adalah serangkaian proses yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku yang diarahkan pada tujuan. Luthans menekankan bahwa motivasi dimulai dari kebutuhan fisik atau psikologis yang memicu tujuan, dengan kunci pemahaman terletak pada hubungan antara kebutuhan, motif, dan tujuan. Bolton mengartikan motivasi sebagai elemen-elemen yang mendorong, memelihara, dan mengatur tindakan individu menuju target. Hodgetts dan Kuratko menyatakan bahwa motivasi dipengaruhi oleh kemampuan, usaha, dan keinginan, di mana kompetensi menggambarkan kemampuan seseorang dalam melakukan tugas. Upaya adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan, sementara keinginan adalah hal yang ingin dicapai. Minat belajar adalah dorongan dari dalam diri siswa untuk belajar dan meningkatkan pemahaman. Kemandirian belajar siswa erat kaitannya dengan motivasinya. Motivasi adalah dorongan yang dapat mendorong individu untuk belajar dengan cara mengarahkan dan membentuk sikap serta perilaku. Motivasi mengacu pada keinginan seseorang untuk mencapai suatu tujuan atau melakukan suatu kegiatan, yang dinyatakan dalam bentuk usaha . etekunan dan kekuata. untuk mencapai tujuan dan prestasi akademik11. Oleh karena itu, kita harus mengambil tindakan agar siswa selalu hadir dalam proses Salah satu solusi adalah menciptakan kegiatan pembelajaran menarik yang dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam kelas, yang berasal dari faktor internal seperti keinginan dan harapan. Motivasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh lingkungan dan kegiatan belajar yang menarik. Untuk meningkatkannya, perlu dibuat kegiatan pembelajaran menarik dengan menggunakan media. Menyertakan Media pembelajaran dalam pembelajaran bisa meningkatkan minat siswa dan mendorong semangat belajar mereka12. Motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu demi mencapai tujuan, menurut Sardiman. Sedangkan Menurut Mulyana, motivasi adalah daya penggerak yang mendorong perilaku menuju tujuan tertentu, sehingga siswa yang termotivasi akan lebih Siswa belajar jika ada motivasi. Mispandi Mispandi. Agus Riswanto, and Ilfa Ilfa. AoThe Effect of Online Learning on Student Learning Interest and MotivationAo. Edueksos Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 11. , 543Ae61. Thomson Elias3 Naomi Trogea1. Korneles Viktor Ohoiwutun2*. AoPengaruh Pengunaan Media Pembelajaran Bagi Proses Pendidikan Siswa Smp Negeri 2 Kota SorongAo, 8. , 104Ae23. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Motivasi belajar adalah dorongan peserta didik untuk menjalankan kegiatan belajar dengan tujuan yang jelas. Dalam konteks akademik, motivasi ini adalah kekuatan mental yang mendorong individu untuk mencapai harapan dan tujuan yang diinginkan13. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Menurut Muhibin Syah, pembelajaran dipengaruhi oleh faktor internal . ari dalam peserta didi. dan faktor eksternal . ari luar peserta didi. Factor internal merujuk pada faktor-faktor yang memengaruhi proses belajar dan berasal dari individu yang sedang Faktor internal meliputi aspek fisiologis seperti kondisi fisik dan panca indera, serta aspek psikologis. Kesehatan jasmani mempengaruhi proses belajar seseorang. Seseorang yang sehat dapat memantau pembelajaran dengan baik, dipengaruhi oleh aspek psikologis seperti kecerdasan, bakat, minat, emosi, motivasi, dan kemampuan kognitif 14. Proses dan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor eksternal, yang dapat terwujud di lingkungan sosial maupun nonsosial. Ini berarti bahwa proses belajar siswa dipengaruhi oleh lingkungan sosial, yang dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori tergantung pada lingkungan hidup manusia. Keluarga berperan penting dalam pendidikan anak sebagai pendidik utama. Lingkungan fisik sekolah meliputi rumah tangga, fasilitas, dan perlengkapan sekolah, yang tidak memiliki hubungan sosial15. Sekolah adalah organisasi formal yang mendukung peserta didik belajar sesuai Dalam pembelajaran, terdapat dua faktor penting: faktor internal yang membentuk kemampuan siswa. Faktor internal siswa meliputi kecerdasan, minat, konsentrasi, motivasi belajar, kebugaran jasmani, dan kesehatan. Pengaruh eksternal berasal dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kebiasaan buruk orang tua mempengaruhi prestasi anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran dibagi menjadi komponen internal dan eksternal oleh Munadi dalam Rusman, dengan masing-masing komponen berasal dari Prestasi akademik siswa dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis, yang bersifat internal. Faktor eksternal yang mendukung tujuan belajar membutuhkan penciptaan sistem lingkungan belajar yang mendukung. Pengaruh eksternal seperti alat bantu dan kondisi lingkungan juga penting bagi pembelajaran siswa. Dua faktor ini berpengaruh kuat terhadap pembelajaran. Jika faktor-faktor ini mendukung pembelajaran, hasil belajar akan maksimal. Orang tua harus bisa mendidik anak mereka untuk mengatasi dampak negatif ponsel17. Keluarga perlu membatasi penggunaan ponsel anak di rumah dan memotivasi mereka untuk beraktivitas lain seperti bermain, berolahraga, dan bersosialisasi dengan St. Wardah Hanafie Das. Abdul Halik, and Budiman. AoDampak Penggunaan Handphone Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Di Madrasah Aliyah Negeri 1 ParepareAo. Seminar Nasional Sains. Teknologi. Dan Sosial Humaniora UIT, 2019. D Wahyudin. AoPengertian HandphoneAo. Repository. Unpas. Ac. Id, 2017. Budi Kurniawan. Ono Wiharna, and Tatang Permana. AoStudi Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil BelajarAo. Journal of Mechanical Engineering Education, 4. , 156. Tasya Nabillah and Agung Prasetyo Abadi. AoProsiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika SesiomadikaAo. Journal Homepage:Sesiomadika, 2019, 659. Shella Tasya Hidayatuladkia. Mohammad Kanzunnudin, and Sekar Dwi Ardianti. AoPeran Orang Tua Dalam Mengontrol Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 11 TahunAo. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 5. Yable at. al : Pengaruh Penggunaan . Orang tua memantau penggunaan ponsel anak di SMP/sederajat dengan tepat Siswa SD juga dipantau namun dengan pergerakan bebas18. Menurut Ghufron dan Risnawita, pengendalian diri merupakan keterampilan pribadi yang ada dalam lingkungan sekitar, juga kemampuan mengendalikan dan mengelola faktor-faktor perilaku tergantung pada keadaan dan kondisi ekspresi diri dalam kehidupan untuk mengekspresikan diri di masyarakat. Sedangkan menurut Ariyah dan Farid, pengendalian diri adalah aktivitas pengendalian perilaku 19. Aini dan Mahardayani menegaskan bahwa Tingkat pengendalian diri bervariasi dari orang ke orang. orang memiliki tingkat pengendalian diri yang tinggi, sementara yang lain memiliki tingkat pengendalian diri yang rendah. Orang dengan pengendalian diri tinggi bisa mengubah kejadian dan mengatur perilaku mendasar untuk hasil positif. Pengendalian diri adalah kemampuan mengendalikan dan mengendalikan perilaku pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dapat mengendalikan perilakunya secara Banyak faktor yang membuat pelajar kecanduan ponsel, seperti lupa akan rasa bosan, malas saat belajar, dll. Hal-hal ini bisa menjadi penyebab awal kecanduan ponsel jika tidak diimbangi dengan pengendalian diri. Kajian PAK IPTEK sudah ada sejak zaman Alkitab atau sejak awal sejarah manusia. Dua kekuatan mempengaruhi pemikiran dan gagasan manusia setelah mereka jatuh ke dalam dosa: yang dipulihkan oleh Tuhan dan yang masih tertahan dalam dosa. Pengaruh terutama pada tujuan dan pekerjaan seseorang, seperti penggunaan telepon seluler. Orang bijak mendengarkan, menimba ilmu, serta diberi pertimbangan20. Ay Dalam ayat 1:27-28. Tuhan memberikan manusia tanggung jawab ilahi (Mandat Buday. untuk menguasai seluruh alam semesta. Dalam rangka menguasai alam semesta, manusia perlu memiliki pengetahuan, asal usul, dan tujuan. Allah memerintahkan manusia untuk mengembangkan ilmu dalam dirinya, mencari bahan untuk mengkaji, agar menjadi berakal dan berilmu. Ilmu tersebut harus digunakan untuk mengagungkan Tuhan dan kemaslahatan umat manusia. Rasa syukur atas kepandaian, hikmah, kecerdasan, dan bakat yang diberikan-Nya harus diwujudkan dalam penggunaan ilmu. Allah tidak melarang penggunaan ilmu dan teknologi. melanggar firman Allah. Manusia harus mempelajari alam dan bertindak demi kesejahteraan alam semesta. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri Kwoor Kabupaten Tambrauw dalam jangka waktu 2 bulan. Fisik Studi and others. AoMicrosoft Word - 140. Febi Ulfa Rimayanti 13060464068 - Junaidi BP. DocAo, 05 . , 872Ae76. M Maretha Mudiarni. AoHubungan Antara Kontrol Diri Dan Smartphone Addiction Pada MahasiswaAo. Journal of Chemical Information and Modeling, 53. , 1689Ae99. Citraningsih Basongan. AoPenggunaan Teknologi Menurut Iman Kristen Di Era DigitalAo. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Populasi dan Sampel Penelitian ini melibatkan sekelompok 42 siswa dan 12 guru dari SMP Negeri Kwoor. Kabupaten Tambrauw. Pada penelitian ini, peneliti memilih sampel dengan teknik Simple Random Samplin. Peneliti memilih secara acak 15 siswa dan 10 guru serta beberapa orang tua siswa dan kepala sekolah. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode-metode berikut: Observasi Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pengamatan tanpa struktur. Observasi ini tidak memiliki persiapan sistematis terhadap objek yang diamati. Peneliti melakukan penelitian di SMP Negeri Kwoor Kabupaten Tambrauw pada bulan September 2023 dengan hanya menggunakan panduan penelitian sebagai alat. Peneliti memerhatikan cara siswa belajar dengan handphone di sekolah. Dokumentasi Metode dekomentasi yaitu mengumpulkan data penelitian yang berkaitan dengan masalah dari penelitian tersebut. Wawancara Wawancara adalah Percakapan dilakukan oleh pewawancara dan orang yang Pengembangan Istrumen Instrumen penelitian dibagi menjadi dua kategori, yaitu eksperimental dan noneksperimental. Alat tesnya meliputi tes psikologi dan tes non psikologis, sedangkan alat non tes berupa wawancara, observasi, skala bertingkat, dan dokumen21. Pada penelitian ini peneliti menggunakan instrument non tes. Adapun kisi-kisi sebagai alat penelitian pertanyaan wawancara adalah sebagai Untuk guru Apakah pihak sekolah mengijinkan adanya penggunaan HP di dalam kelas oleh para siswa ? Apakah bapak/ibu pernah melihat siswa menggunakan HP pada saat pembelajaran dimulai ? Apakah tindakan yang dilakukan jika guru menemukan siswa bermain HP saat dalam keadaan belajar ? Seberapa berat sangsi yang diberikan kepada murid jika ketahuan menggunakan HP di dalam kelas ? Apakah ada dampak terhadap pembelajaran dan nilai siswa yang sering menggunakan HP di kelas maupun di luar kelas ? Untuk Murid Apa yang kalian suka dari teknologi HP ini ? Apakah saat menggunakan HP kalian gunakan untuk chatingan atau bermain Apa yang membuat kalian sangat terikat oleh HP sehingga kadang di dalam kelas saat sedang belajar pun HP tetap aktif dan digunakan? Ryzea Siti Qomariyah and others. AoPengembangan Instrumen Tes Dan Non Tes Untuk Mengetahui Hasil Belajar Siswa Di SDN Klenang Lor 1Ao. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi, 1. , 244Ae Yable at. al : Pengaruh Penggunaan . Apakah HP juga membantu pembelajaran kalian ? Apa yang akan dilakukan jika ketahuan guru saat sedang belajar kalian bermain HP ? Analisis Data Analisis data kualitatif dilakukan pada kumpulan kata-kata yang tidak terklasifikasi, yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, ringkasan dokumen, dan rekaman audio sebelum diolah. Analisis kualitatif menggunakan teks besar, bukan perhitungan matematis. Miles dan Huberman menyatakan bahwa analisis dilakukan dalam tiga langkah: menangkap data, menyajikannya kepada peneliti, dan mengembangkan/verifikasi Tahapan ini saling terkait. Proses iteratif dan interaktif yang dikenal sebagai interleaving digunakan untuk menginformasikan analisis, yang terjadi sebelum, selama, dan setelah pengumpulan data paralel. Analisis data dalam penelitian kualitatif melibatkan berbagai teknik, termasuk transkripsi, reduksi, analisis, interpretasi, dan Kesimpulan analisis data adalah: Reduksi Data Proses memilih, menyederhanakan, dan mengubah data mentah dari catatan lapangan dalam analisis dikenal sebagai reduksi data, yang merupakan aktivitas berkelanjutan dalam proyek kualitatif. Langkah-langkah mereduksi data meliputi merangkum, mengkode, mengubah tema, membentuk kelompok, membentuk sektor, dan menulis catatan. Proses ini menyaring, mengklasifikasikan, dan mengatur data untuk menarik kesimpulan dan memverifikasi. Proses ini dilanjutkan setelah penyelidikan lapangan hingga laporan akhir disiapkan. Dalam penelitian kualitatif, bisa disederhanakan dan dimodifikasi melalui seleksi, sintesis, dan pengelompokan koheren. Triangulasi Peneliti menggunakan metode triangulasi untuk memverifikasi keakuratan informasi, tidak hanya dengan membandingkan wawancara, tetapi juga melalui observasi dan dokumentasi. Triangulasi digunakan untuk memverifikasi dan memperkaya keakuratan data. Untuk memvalidasi interpretasi data peneliti. Nasution mengidentifikasi empat jenis yang dapat digunakan untuk memvalidasi triangulasi yaitu : sumber, metode, peneliti, dan teori. Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan teknik untuk mempertimbangkan penggunaan sumber daya. Dengan menggunakan triangulasi sumber, peneliti dapat mengevaluasi keakuratan informasi yang diperoleh dari waktu ke waktu dan dari berbagai alat penelitian kualitatif. Untuk mencapai realibilitas, langkah-langkah tertentu diambil: Membandingkan data observasi dan wawancara. Membandingkan ucapan orang di depan umum dengan ucapan di tempat umum dan Bandingkan pernyataan orang tentang keadaan penelitian dengan ungkapan umum Membandingkan pandangan seseorang dengan pendapat dari berbagai lapisan Bandingkan wawancara dengan dokumen terkait. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Dalam pemahaman triangulasi ,menjelaskan askan dalam penelitian kualitatif, triangulasi adalah proses penting yang menentukan keabsahan informasi yang Teknik triangulasi yang umum digunakan adalah pengujian dengan sumber lain, yang menghilangkan dikotomi antara metode kualitatif dan kuantitatif untuk menemukan teori yang akurat. Murti menyatakan bahwa tujuan triangulasi adalah meningkatkan kekuatan teori, metodologi, dan interpretasi penelitian. Triangulasi penting untuk menghubungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Menurut Yin, pengumpulan data triangulasi meliputi observasi, tanya jawab, dan catatan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data merupakan aktivitas terpenting kedua. Kumpulan data yang terstruktur dimaksudkan untuk disajikan, yang memungkinkan kesimpulan dan tindakan. Penyajian data kualitatif sering mencakup teks naratif yangsangat banyak, sehingga jumlahnya dapat melampaui kemampuan pemrosesan informasi manusia. Manusia sulit memproses informasi besar. mereka cenderung menyederhanakan informasi kompleks menjadi bentuk yang mudah dipahami. Sekarang ada banyak format yang dapat digunakan untuk menyajikan data kualitatif, termasuk diagram, jaringan, matriks, dan semua dikembangkan untuk mengumpulkan informasi dalam format yang jelas dan ringkas, menjadikan penyajian data sebagai aspek penting dari analisis. edu Dibuat untuk menyatukan informasi dalam format yang jelas dan mudah dipahami, yang memungkinkan penyajian data ditekankan. Menarik Kesimpulan Kesimpulan dan verifikasi adalah tahap ketiga analisis. Setelah pengumpulan data, analis kualitatif mencari makna, pola, penjelasan, serta hubungan sebab-akibat. Kesimpulan yang tidak pasti akan lebih terperinci, tergantung pada pengumpulan data, kemampuan peneliti, dan persyaratan sponsor, meskipun sering dipikirkan dari awal. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian Profil Sekolah Nama Sekolah : SMP NEGERI KWOOR NPSN : 69888672 Alamat : JL. KAMPUNG KWOOR Status Sekolah : Negeri Naungan : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. SK Operasional : 420 /016. A/ 2021 SK Pendirian : 421/07/420/2014 Visi dan Misi Visi Unggul dalam iman, beprestasi, terdidik dan berbudaya. Misi . Melaksanakan pengembangan kurikulum dan profesi pendidik di satuan . Melaksanakan pembelajaran dan orientasi secara efisien. Melaksanakan pengembangan ISFAT kreatif, inovatif, sportifitas dan kompetitif peserta didik dalam rangka pembentukan karakter bangsa. Mengelola sekolah dengan partisipatif, transparan, dan akuntabel. Yable at. al : Pengaruh Penggunaan . Melaksanakan pengembangan penilaian pendidikan. Melaksanakan pemeliharaan dan mengusahakan penambahan sarana dan prasarana pendidikan. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan kegiatan kesiswaan / . Memberikan bimbingan dan konseling sesuai kebutuhan siswa. Jumlah Siswa dan Guru Jumlah Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Jumlah Siswa Berdasarkan Usia Usia Total < 6 tahun 6 - 12 tahun 13 - 15 tahun 16 - 20 tahun > 20 tahun Total Jumlah Siswa Berdasarkan Agama Agama Total Islam Kristen Katholik Hindu Budha Konghucu Lainnya Total Eirene Jurnal Ilmiah Teologi Jumlah Siswa Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Total Tingkat 8 Tingkat 7 Total Jumlah Guru Nama Status Kepegawaian Handoko Wahyu Wibowo Hawa Latupono Mery Maria Yesnath PNS Mey Meske Yesnath CPNS Morotina Pilipina Rumarakon Pattricia Christine Warella Samuel Steven Sawery pK Tenaga Honor Sekolah Guru Honor Sekolah Senderina Yekese Seti Payer PNS Suhaini PNS Yafet Yeblo. PNS Yermia Werimon pK Yohana Yeblo pK Yuliana Yembise pK Jenis PTK Guru Mapel Guru Kelas Guru Mapel Guru Mapel Guru Mapel Guru Mapel Guru Kelas Guru Mapel Guru Mapel Guru Mapel Kepala Sekolah Guru Kelas Guru Mapel Guru Mapel Jurusan/Prodi Pendidikan Agama Kristen Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Indonesia Fisika Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Lainnya Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Matematika Bahasa Indonesia Pendidikan Agama Kristen Ilmu Kependidikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Yable at. al : Pengaruh Penggunaan . Hasil Penelitian Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap 25 siswa dan guru dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil wawancara mencakup berbagai pertanyaan untuk guru. Apakah sekolah mengizinkan penggunaan HP di kelas? Pertanyaan ini dijawab oleh P. Handphone adalah alat komunikasi kompleks yang merupakan perkembangan teknologi Alat ini portable dan efisien untuk transmisi informasi. Bagi pelajar, penggunaan teknologi informasi ini dapat membantu memperluas wawasan dan meningkatkan nilai di Di SMP Negeri Kwoor, siswa dilarang membawa HP ke sekolah karena pembelajaran Namun, mereka diperbolehkan membawa HP saat ujian atau ulangan semester berbasis Apakah bapak/Ibu pernah melihat siswa menggunakan HP pada saat pembelajaran dimulai Pertanyaan ini dijawab oleh H. Berdasarkan observasi penulis di Sekolah Menengah Negeri Kwoor Kecamatan Tambrauw, pada saat itu sedang berlangsung proses pembelajaran di kelas VII dan hanya terdapat seorang siswa yang fokus pada Handphonenya, sedangkan seorang siswa lainnya mendengarkan musik menggunakan Kejadian lain menunjukkan wali kelas yang sedang mengadakan ujian, di mana beberapa siswa diam-diam menggunakan ponsel untuk melihat jawaban. Ini mencerminkan penyalahgunaan handphone di kalangan pelajar yang semakin sering terjadi, dan mereka tampaknya tidak takut akan sanksi jika ketahuan melanggar aturan. Jika guru menemukan siswa bermain HP saat belajar, tindakan yang dilakukan perlu dipertimbangkan. Kepala sekolah mengungkapkan bahwa banyak siswa kini kecanduan ponsel, terutama media sosial dan permainan. Di sekolah, guru sering melihat siswa melakukan panggilan rahasia dan bermain ponsel saat istirahat, alih-alih melakukan aktivitas positif seperti ngobrol atau membaca. Siswa yang kedapatan bermain HP di kelas akan ditegur dan HPnya disita hingga pulang sekolah24. Seberapa berat sangsi yang diberikan kepada Murid jika ketahuan menggunakan HP di dalam Kelas. Pertanyaan ini dijawab oleh Y. Siswa mendapat teguran dan peringatan dari guru atau kepala sekolah. Namun jika siswa tersebut masih mengulangi lagi maka HP siswa akan disita dan orang tua akan dipanggil ke Sekolah. Di sisi lain, sekolah memiliki kebijakan yang mengizinkan siswa membawa HP ke lingkungan sekolah, tetapi mereka harus mengumpulkannya di kantor guru sebelum pembelajaran Apakah ada dampak terhadap pembelajaran dan nilai siswa yang sering menggunakan HP di kelas maupun di luar kelas. Menurut Bapak M. Y, bahwa siswa di SMP Negeri Kwoor bebas menggunakan ponsel di sekolah, saat jam istirahat maupun jam kosong, sehingga mengakibatkan para siswa menjadi tidak aktif dalam melakukan kegiatan yang positif26. Penggunaan teknologi yang tidak terkontrol mengancam kualitas pengetahuan dan akan berakibat pada hasil belajar dari siswa tersebut. Oleh sebab itu, sangat penting dalam melakukan intervensi kepada orang tua dan sekolah untuk W. Wawancara Guru 17 Desember 2023. Wawancara Guru 17 Desember. Wawancara 17 Desember. Wawancara Guru. Wawancara Guru. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi mengawasi serta membimbing siswa dalam menggunakan teknologi secara baik, demi menjaga kesehatan mental dan tanggung jawab mereka. Kesadaran akan pentingnya etika, keimanan, dan hati harus dimulai dari rumah dan sekolah untuk melindungi siswa dari arus informasi dan teknologi. Contoh kecilnya adalah sekolah yang menyediakan pelatihan keagamaan dan pengembangan spiritual bagi siswa, menggunakan fasilitas gereja setelah beribadah atau saat waktu luang. Sekolah kadang melakukan penelitian komparasi dengan sekolah lain untuk menilai kemajuan dan prestasi siswa sebagai dasar evaluasi dan perbaikan. Anak yang mematuhi aturan belajar cenderung meraih prestasi, sementara yang menyalahgunakan telepon seluler biasanya memiliki nilai di bawah rata-rata27. Dari wawancara, disimpulkan bahwa penggunaan telepon seluler menghambat aktivitas belajar siswa dan menurunkan prestasi akademik. Meskipun ada yang menggunakannya dengan baik, sebagian besar penggunaannya mengganggu konsentrasi dan keseriusan belajar siswa. Telepon genggam memiliki pengaruh besar karena digunakan tanpa batasan waktu sehingga membuat para siswa lebih cenderung memegang telepon genggam hingga berjam-jam28. Hasil Wawancara Siswa Pada penelitian lapangan, penulis menemukan beberapa hal dari hasil penelitian. Penelitian dilakukan dengan beberapa pertanyaan, tentang alasan anak sekolah ini menyukai HP? Jawaban ini dijawab oleh L. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh, siswa senang menggunakan HP karena bisa mengakses apa saja yang diinginkan selain berkomunikasi, seperti bermain game, chatingan di sosial media mereka masingmasing29. Sedangkan alasan mereka suka akan chatting dengan HP adalah Pertanyaan ini dijawab oleh M. Siswa menggunakan HP selain untuk chatingan di media social seperti FB,WA,IG mereka juga lebih banyak menghabiskan waktu dalam bermain Game Online, karena mereka merasa bahwa bermain game lebih seru dibandingka dengan belajar30. Apa yang membuat kalian sangat terikat oleh HP sehingga kadang di dalam kelas saat sedang belajarpun HP tetap aktif dan digunakan. Pertanyaan ini dijawab oleh S. Siswa mereka merasa jenuh dan penat ketika belajar memakai metode ceramah, terutama dalam pelajaran Matematika dan IPA, sehingga mereka lebih suka bermain HP karena tidak paham penjelasan guru. Beberapa siswa menyatakan mereka tidak belajar karena terlibat dalam turnamen game online31. Apakah HP Juga membantu pembelajaran kalian. Pertanyaan ini dijawab oleh Y. Siswa merasa terbantu karena apabila guru memberikan soal yang mereka anggap sulit maka mereka bisa mencontek dengan mencari jawaban di google, untuk mempermudahkan mereka menemukan jawabannya32. Apa yang akan dilakukan jika ketahuan guru saat sedang belajar kalian main HP . Pertanyaan ini dijawab oleh Y. Jika ketahuan maka HP siswa akan disita oleh guru P. Wawancara Guru 14 January. Penulis. Y 10 januari 2024. Wawancara Siswa. R 10 januari 2024. Wawancara Siswa. Y 12 januari 2024. Wawancara Siswa. Wawancara Siswa. Yable at. al : Pengaruh Penggunaan . tersebut dan siswa akan diberikan peringatan apabila mengulangi hal yang sama maka guru akan memberikan surat panggilan kepada orang tua siswa tersebut33. Hasil wawancara menunjukkan bahwa penyalahgunaan telepon seluler mengganggu aktivitas pembelajaran dan menurunkan hasil akademik, meskipun beberapa siswa masih menggunakannya dengan baik, yang tetap mempengaruhi konsentrasi dan keseriusan belajar mereka di sekolah karena dengan handphone sangatlah mengganggu34. Untuk mencegah penyalahgunaan handphone di sekolah. Guru harus menjalankan aturan dan memberi hukuman yang tegas kepada siswa yang melanggar peraturan di Disamping itu, agar orang tua dapat lebih memantau secara efektif penggunaan handphone anak, guru sebaiknya mengadakan pertemuan khusus dengan mereka untuk membahas dampak negatif dari penyalahgunaan handphone. Dengan cara ini, guru dan orang tua dapat membentuk lingkungan belajar yang nyaman dan aman, serta mendukung siswa untuk mencapai hasil akhir yang unggul. Sehingga apa yang orang tua bahkan guru di sekolah harapkan kepada siswa mereka dapat berhasil dengan baik. Dari hasil penelitian dan juga wawancara kepada para guru dan juga siswa-siswi, penulis menemukan bahwa yang terjadi pada siswa-siswi di SMP Negeri kwoor kabupaten Tambrauw, dalam hal penggunaan handphone sangatlah mengganggu aktifitas belajar siswa serta dapat memberikan dampak negative dan positif, menurunkan prestasi siswa, yang mengakibatkan menurunnya nilai dari peserta didik tersebut. Seperti yang diketahui bahwa untuk mencapai hasil yang lebih baik harus bersungguh-sungguh dalam belajar. Walaupun sebagian kecil dari mereka bisa memakainya dengan tepat dan benar, tetapi kebanyakan penggunaan handphone bisa mengganggu fokus dan ketekunan belajar para siswa. handphone memang sangat menarik perhatian siswa untuk menggunakanya tetapi dalam penggunaan handphone tersebut harus ada kesadaran dalam diri siswa tersebut untuk dapat membatasi diri untuk tidak menggunakan handphone dengan terus menerus agar ada waktu untuk belajar. Begitu pun dengan para guru disekolah harus tegas dalam mengambil keputusan dan tindakan yang tegas kepada siswa yang melanggar peraturan disekolah dalam menggunakan handphone agar mereka dapat mengatur waktu belajar dengan sebaik mungkin, sehingga prestasi yang mereka dapatkan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Sekilas peneliti juga bertanya kepada beberapa orangtua yang tidak mau namanya disebutkan, mereka mengatakan bahwa anak-anak kami. Seringkali mereka asyik bermain handphone di tepi pantai sehingga melupakan waktu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah. Mereka seperti terhipnotis dengan penyajian handphone ini dengan banyaknya aplikasi yang mereka miliki pada handpone mereka masing-masing. Hal ini membuat banyak orang tua menjadi cemas dan kuatir akan prestasi mereka di sekolah. Dan ada juga para orang tua murid yang mengatakan bahwa anak-anak mereka dengan sering memegang handphone, menjadi malas untuk kerjakan pekerjaan rumah yang seharusnya menjadi kewajiban seorang anak untuk patuh terhadap perintah orang tua tersebut. Di karenakan keseringan pegang handphone yang membuat anak tersebut menjadi malas untuk bekerja. Mereka mengatakan bahwa setiap anak mereka pulang dari sekolah kadang mereka tidak sampe di rumah pada saat jam pulang sekolah, anak-anak mereka biasanya langsung M. Wawancara Siswa 8 JANUARY. Penulis. Eirene Jurnal Ilmiah Teologi dengan teman-teman mereka menuju ke pantai atau di kali untuk menghabiskan waktu mereka dengan bermain handphone. Hasil yang peneliti dapatkan dari orangtua murid sendiri juga sangat disayangkan sekali karena anak-anak mereka sangat lebih cenderung menggunakan handphone dibandingkan membantu orang tua mereka di rumah untuk mengerjakan pekerjaan rumah ataupun, tugas dari para guru di sekolah untuk mereka kerjakan. Dan juga yang peneliti sendiri temui dari kasus penggunaan handphone tersebut ialah, hampir sering setiap di malam hari anak-anak murid ini mereka selalu berkumpul di tempat yang sudah mereka tentukan untuk mereka pergi menuju ke pantai untuk mereka nongkrong hingga larut malam terkadang sampai pagi baru pulang ke rumah. Akibatnya membuat anak-anak tersebut menjadi malas pergi ke sekolah dikarenakan mengantuk. Sangat disayangkan sekali karena orang tua mereka juga tidak memperhatikan waktu jam tidur anak-anak mereka, yang membuat akhirnya berdampak terhadap prestasi belajar anak-anak mereka di sekolah. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penggunaan ponsel oleh siswa di SMP Negeri Kwoor Kabupaten Tambrauw tergolong positif dibandingkan sekolah lainnya. Memang sulit menerapkan peraturan tersebut pada kondisi sekolah yang terletak pada pingiran papua. Dampak Penggunaan ponsel di sekolah memberikan dampak positif dan negatif Dampak negatif . Siswa kurang fokus belajar karena sering menggunakan HP, sehingga tidak ada waktu untuk memegang buku dan belajar. Konsentrasi terganggu karena sering menggunakan HP saat belajar, sehingga pikiran tidak fokus pada materi dari guru. Prestasinya buruk. Dengan sering memegang HP dan lupa belajar kemudian pada saat guru menjelaskan materi didepan kelas tetapi konsentrasi hanya kepada HP akibatnya prestasi yang didapatnya menjadi Dampak positif Siswa yang tidak menyalahgunakan HP dapat dengan mudah mengakses informasi tentang mata pelajaran, yang dapat meningkatkan keberhasilan akademik mereka. Beberapa hal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa adalah lingkungan, hubungan, dukungan orang tua, dan keadaan keluarga. Faktor sosial, seperti penggunaan handphone yang berlebihan, membuat siswa acuh terhadap tanggung jawabnya di sekolah. Dari hasil penelitian penulis temukan beberapa hal yang cukup mempengaruhi atau berdampak bagi penggunaan handphone terhadap waktu belajar siswa yaitu lingkungan tempat tinggal, pergaulan antar teman, individu atau kebiasaan yang sering ia lakukan dan juga zaman yang semakin luar biasa seperti yang kita lihat saat ini sehingga membuat siswa menggunakan handphone dengan maksud agar tidak ketinggalan zaman. Yable at. al : Pengaruh Penggunaan . DAFTAR PUSTAKA