Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) Pada Proses Pembekuan Ikan di Persero Doa Sibuah Hati Application of Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) Fish Freezing Process Fish at Persero Doa Sibuah Hati Elvina Suriyani1. Nabila Ukhty1* 1 Program Studi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar. Meulaboh *Korespondensi: nabilaukhty@utu. Riwayat artikel Diterima: November 2021 Dipublikasi: Juni 2023 Keywords: Penerapan SSOP Pembekuan ikan ABF Kualitas Abstrak Hasil laut merupakan salah satu produk yang mudah mengalami penurunan mutu maka perlu penanganan dan pengolahan yang baik dan sesuai persyaratan SSOP untuk memperlambat aktivitas enzim dan bakteri pathogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan SSOP di PT. Persero Doa Sibuah Hati Gampong Lampulo Kec. Kuta Alam. Penelitian ini terdiri dua tahapan yaitu survey lokasih dan pengambilan data. Data yang dikumpulkan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, partisipasi aktif, dokumentasi dan observasi. Data Primer terdiri dari proses penanganan ikan dimulai dari Penyortiran. Penimbangan. Penyusunan dalam PAN. Pencucian. ABF (Air Blast Freezin. Packing dan Cold storage, pengamatan langsung tempat pengolahan yang mengacu pada delapan kunci persyaratan sanitasi. Beberapa persyaratan SSOP pada proses pembekuan ikan di PT. Persero Doa Sibuah Hati telah terpenuhi namun masih terdapat beberapa kendala dalam penerapan personal higienis dan sanitasi ruang pengolahan. Sehingga dapat menyebabkan kontaminasi pada produk. Abstract Marine products are one of the products that easily experience quality degradation, so they need good handling and processing according to SSOP requirremenst to slow down the activity of enzymes and pathogenic bacteria. The purpose of this study was to evaluate the application of SSOP in PT. Persero Sibuah Hati Prayers Gampong Lampulo Kec. Kuta Alam. The research stages include the fish handing process starting from sorting, weighing, arrangement, in PAN, washin. ABF (Air Blast Freezin. , packing and cold storage, direct observation of the processing site which refers to eigh key sanitation requirements. Some of the SSOP requirements on the fish freezing process at PT. Persero Sibuah Hati prayer has been fulfilled but the are still some obstacles in the application of personal hygiene and sanitation in the processing room. This can cause contamination of the produk Cara sitasi : Suriyani. , & Ukhty. Penerapan sanitation standard operating procedures (SSOP) pada proses pembekuan ikan di Persero Doa Sibuah Hati. Jurnal Perikanan Terpadu, 4. , 20-27. PENDAHULUAN Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan. Menurut Saragih . Menyatakan bahwa hasil perikanan bersifat . erishable foo. yang disebabkan oleh mikroorganisme pembusuk dan enzim. Cara mempertahankan mutu hasil perikanan agar tetap baik perlu dilakukan penanganan yang tepat. Kondisi inilah yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan hasil Metode penanganan dapat dilakukan melalui proses pembekuan. Menurut Tatontos et al . Menyatakan bahwa penerapan rantai dingin merupakan cara yang efektif untuk menekan laju mutu pada ikan, penanganan dilakukan agar tidak mengalami kemunduran mutu melalui teknik pendinginan dan Pembekuan ikan adalah menyiapkan ikan untuk disimpan didalam suhu rendah . old storag. untuk mengawetkan sifat-sifat alami ikan. Menurut Mursyid . Pembekuan menggunakan suhu yang rendah, jauh dibawah titik beku ikan dan mengubah hampir seluruh kandungan air pada ikan menjadi es, tetapi disaat ikan beku dilelehkan kembali untuk digunakan, keadaan ikan akan kembali seperti sebelum dibekukan. Metode ini diterapkan pada unit pengolahan pangan untuk menghasilkan produk berkualitas. PT. Persero Doa Sibuah Hati merupakan salah satu unit pengolahan ikan di Gampong Lampulo Kota Banda Aceh dengan produk utamanya adalah ikan beku. Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Perusahaan ini sudah mendapatkan sertifikat kelayakan pengolahan sebagai bukti sudah menerapkan jaminan keamanan pangan. Adanya SKP tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan sudah menerapkan sistem jaminan mutu diantaranya cara berproduksi pangan yang baik dan menggunakan sistem sanitasi dan higienis. Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP) merupakan prosedur-prosedur standar penerapan prinsip pengelolaan lingkungan yang dilakukan melalui kegiatan Sanitasi dan Higiene. Menurut Winarno . Menyatakan bahwa SSOP terdiri dari delapan kunci persyaratan Sanitasi, yaitu keamanan air, kondisi dan kebersihan permukaan yang kontak dengan bahan pangan, pencegahan kontaminasi silang, menjaga fasilitas pencuci tangan, sanitasi dan toilet, proteksi dari bahan-bahan kontaminan, pelabelan, penyimpanan, dan penggunaan bahan toksin yang benar, pengawasan kondisi kesehatan personil yang dapat mengakibatkan kontaminasi, menghilangkan hama pengganggu dari unit pengolahan. Sanitasi dapat didefinisikan sebagai usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan halhal yang berkaitan dan berpotensi mengontaminasi SSOP (Standard Sanitation Operating Procedur. merupakan prosedur standar penerapan prinsip pengelolaan yang dilakukan melalui sanitasi dan SSOP menjadi program sanitasi wajib suatu industri untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dan menjamin sistem keamanan produk pangan Triharjono et al. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan SSOP di PT. Persero Doa Sibuah Hati Gampong Lampulo Kec. Kuta Alam. kontaminasi silang, tempat cuci tangan, proteksi bahan kontaminasi kimia, pelabelan, penyimpanan, dan kesehatan pegawai. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Gambar 1. Peta Lokasi PT. Persero Doa Sibuah Hati Gampong Lampulo Kota Banda Aceh. HASIL DAN PEMBAHASAN PT. Persero Doa Sibuah Hati Gampong Lampulo Kota Banda Aceh. Bergerak dibidang pembekuan ikan tahapan pembekuan ikan dimulai dari penerimaan bahan baku. Penyortiran. Penimbangan. Penyusunan dalam PAN. Pencucian. ABF (Air Blast Freezin. Packing dan Cold storage. Tahapan pembekuan ikan di perusahaan ini dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Proses Penanganan Ikan No Tahapan Prosedur 1 Penerimaan (Receivin. Bahan baku diperoleh dari nelayan, kemudian dilakukan pengukuran Suhu maksimal bahan baku yang diterima adalah 40C. 2 Sortasi (Sizin. Ikan dipisahkan berdasarkan mutu dan ukuran. 3 Penimbangan (Weightin. Setelah disortasi Ikan ditimbang menggunakan timbangan digital. METODOLOGI Penelitian dilaksanakan di PT. Persero Doa Sibuah Hati Gampong Lampulo Kota Banda Aceh. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2021. Bahan dan alat yang digunakan adalah alat tulis dan lembar pencatatan. Lokasih penelitian dapat dilihat pada Gambar 1. Tahapan penelitian terdiri dari dua tahapan, yaitu tahapan pertama survey lokasi penelitian, dan tahapan kedua yaitu pengambilan data dilapangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer, data Primer terdiri dari proses produksi dan penerapan SSOP. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, partisipasi aktif, dokumentasi dan Data yang diambil berupa data SSOP yang terdiri dari 8 aspek kunci SSOP yaitu keamanan air, pembekuan kontak bahan pangan, pencegahan 4 Penyusunan dalamIkan disusun sesuai jenis dan berat. PAN (Layerin. setiap PAN berisi 9 s/d 11 ekor 5 Pencucian (Washin. Ikan dicuci dengan air mengalir bersuhu 50C. 6 Pembekuan (Freezin. Alat pembekuannya menggunakan abf Titik suhu -40EE selama 24 jam Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X No Tahapan Prosedur 7 Pengemasan (Packin. Ikan dikemas menggunakan plastik polyethylene (PE). 8 Penyimpanan (Cold storag. BekuIkan yang sudah dikemas kemudian disimpan di dalam Cold storage bersuhu -25 EE. Penerapan Sanitation Standart Operating Procedure (SSOP) Sanitation Standart Operating procedure (SSOP) merupakan prosedur standar penerapan prinsip pengelolaan yang dilakukan melalui sanitasi dan Aspek yang dinilai adalah 8 kunci SSOP berdasarkan peraturan Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan Nomor 24/PERDJPDSPKP/2017 yaitu, keamanan air, pembekuan kontak bahan pangan, pencegahan kontaminasi silang, tempat cuci tangan, proteksi bahan penyimpanan, dan kesehatan pegawai. Keamanan air Dalam industri, air yang digunakan dalam berbagai keperluan operasi seperti pencucian, umpan boiler, indirect cooling dan air yang langsung dicampurkan kedalam bahan- bahan pangan. Kondisi air dapat di PT. Persero Doa Sibuah Hati dilihat pada Tabel 1 Tabel 1. Evaluasi Penerapan SSOP Klausul Keamanan Air SSOP Kondisi Lapangan Keamanan Air yang berasal dari PDAM dan tanpa proses Kondisi Seharusnya Keterangan Air yang kontak Sudah sesuai dengan bahan baku atau peralatan dan proses produksi harus aman dan bersumber air bersih atau air yang mengalami proses perlakuan Sehingga standar mutu. PT. Persero Doa Sibuah Hati menggunakan sumber air dari PDAM yang dinyatakan aman untuk digunakan. Air PDAM digunakan untuk pencucian peralatan, pencucian bahan baku, pembersihan ruang produksi, dan lainnya. Menurut Yunita dan Dwipanti . penggunaan air yang keruh dan tidak adanya pemeriksaan air secara berkala dapat mengakibatkan kontaminasi silang pada produk. Kriteria air yang digunakan di PT. Persero Doa Sibuah Hati telah memenuhi syarat kesehatan yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan cemaran yang tidak melebihi ambang batas yang telah ditentukan. Menurut Novianti et al. air yang diperuntukkan selama proses pengolahan harus memenuhi persyaratan sanitasi higenie yakni tidak berbau,tidak berwarna, tidak mengandung bahan kimia apapun dan dapat diterima secara bakteriologi sehingga tidak menyebabkan kebusukan produk dan menyebabkan penyakit pada konsumen. Kondisi alat Peralatan yang kontak langsung dengan produk seperti meja, keranjang, pan, timbangan dan fiber diberikan perlakuan sanitasi. Sanitasi peralatan dilakukan setiap sebelum dan sesudah proses. Kondisi alat dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Evaluasi Penerapan SSOP Klausul Kondisi Alat SSOP Kondisi Lapangan Kondisi Seharusnya Keterangan Kondisi Peralatan yang Penggunaan alat Sudah yang kontak terbuat dari Baja langsung dengan (Stainlees Stee. produk berbahan kondisi seperti . eja dasar yang produksi dan dianjurkan dan tidak kontaminasi, dan peralatan yang kontak dengan produk harus berbahan dasar yang mudah dibersihkan Air ini Pasokan air cukup untuk untuk pencucian kegiatan alat dan pencucian alat pencucian ikan. dan pencucian bahan baku. Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X SSOP Kondisi Lapangan Kondisi Seharusnya Keterangan SSOP Semua Peralatan Peralatan dan yang akan perlengkapan harus digunakan selalu dibersihkan sebelum dan sesudah proses terlebih dahulu produksi. baik sebelum dan sesusah proses produksi Kondisi Lapangan Kondisi Seharusnya Keterangan Setiap karyawan Karyawan harus prosedur untuk setiap tahapan meminimalisir kontaminasi dari produk dan menjaga kualitas Peralatan produksi yang digunakan di PT. Persero Doa Sibuah Hati menggunakan alat yang terbuat dari baja (Stainlees Stee. seperti meja produksi dan pan. Menurut Samsuar et all. menyatakan bahwa Permukaan peralatan yang kontak langsung dengan produk terbuat dari bahan yang tidak mudah berkarat dan tidak bereaksi dengan produk sehingga tidak mengakibatkan kontaminasi. Setiap alat yang berbahan dasar kayu tidak mudah dibersihkan maka mikroba dapat tumbuh dan juga dapat menjadi sumber kontaminasi pada produk. Menurut Yulianto dan Nurcholis . menyatakan bahwa alat yang bersifat kayu mudah lapuk, sehingga menyebabkan cairan mudah terpenetrasi kedalamannya. Komponen yang belum diterapkan yaitu Tidak tersedia petunjuk untuk setiap alur proses. Menurut Yunita dan Dwipayanti . menyatakan bahwa ketidaksesuain SSOP pada setiap UPI meliputi kurang menjaga kebersihan personal, tidak tersedia petunjuk disetiap tahapan alur proses produksi, tidak memperhatikan prosedur sehingga dapat terjadi kontaminasi silang pada suatu produk. Karyawan yang bekerja diwajibkan memakai pakaian kerja seperti masker, sarung tangan, sepatu boot dan apron selama didalam ruang proses. Pada ruang produksi tersedia lampu penutup. Menurut Sipahutar et al. pencegahan perpindahan bakteri pathogen dari satu objek ke objek yang lain dapat diminalisir. Pencegahan kontaminasi silang Menjaga fasilitas pencuci tangan Kontaminasi silang berasal dari karyawan yang Karyawan yang akan masuk kedalam ruang proses produksi harus memperhatikan sanitasi. Pencegahan kontaminasi silang dapat dilihat pada Tabel Fasilitas sanitasi terdiri dari sarana penyediaan air, sarana pembuangan air dan limbah, sarana pembersihan atau pencucian, sarana toilet, bak penampung limbah dan sarana higienis karywan. Menjaga fasilitas pencucian tangan dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 3. Evaluasi Penerapan SSOP Klausul Pencegahan Kontaminasi Silang Tabel 4. Evaluasi Penerapan SSOP Klausul Menjaga Fasilitas Pencuci Tangan SSOP Kondisi Lapangan Pencegahan Para pekerja masker, sarung tangan, sepatu boot dan apron selama didalam ruang proses. Kondisi Seharusnya Keterangan Pekerja wajib Sudah meng- gunakan sesuai masker, sarung dengan tangan, sepatu boot kondisi dan apron. Karyawan yang Pekerja harus bekerja mencuci mencuci tangan tangan sebelum sebelum dan dan sesudah sesudah produksi proses produksi SSOP Kondisi Lapangan Menjaga Fasilitas sanitasi Fasilitas sanitasi Sudah sesuai dan pencucian dan cuci tangan tangan terdapat harus mudah diluar ruang dijangkau pekerja. produksi dan didalam ruang produksi yang mudah dijangkau oleh karyawan. Tidak tersedia alat pengering tangan baik itu Kondisi Seharusnya Keterangan Penyediaan alat pengering tangan. Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X SSOP Kondisi Lapangan Kondisi Seharusnya Keterangan mesin ataupun Fasilitas wastafel Penyediaan berjumlah 3 unit. wastafel harus cukup untuk pekerja minimal 3 wastafel dan harus PT. Persero Doa Sibuah Hati belum tersedia sarana pengering tangan baik itu mesin, kain, maupun tisu. Menurut PERMENPERIN Tahun 2010 menyatakan bahwa sarana pencucian harus dilengkapi dengan alat pengering tangan, tersedia dalam jumlah yang cukup, serta dilengkapi dengan air mengalir dan sabun. PT. Persero Doa Sibuah Hati tersedia 2 fasilitas toilet yang terletak diluar ruang produksi, dan tersedia 3 unit wastafel yang dipergunakan untuk 12 orang pekerja, dan sudah mencukupi sesuai kebutuhan karywan. Menurut Wani et al. menyatakan bahwa 1 toilet pada UPI digunakan untuk sanitasi pekerja dan fasilitas wastafel berjumlah 3 unit untuk 15 pekerja. Proteksi dan bahan-bahan kontaminan Produk, bahan pengemas, dan peralatan yang kontak langsung dengan produk harus benar-benar terlindungi dari cemaran mikrobiologi, kimia, dan fisik. Kegiatan proteksi dari bahan-bahan kontaminan dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Evaluasi Penerapan SSOP Klausul Proteksi Dari Bahan Kontaminan SSOP Kondisi Lapangan Kondisi Seharusnya Keterangan Proteksi Peletakan bahan Peletakan bahan Sudah dari bahan- kimia dalam kimia harus dalam sesuai keadaan terkunci dengan kontaminan terkunci/loker dan jauh dari dan jauh dari ruang proses. ruang proses SSOP Kondisi Lapangan Kondisi Seharusnya Penggunaan bahan kimia seperti Minatrit dengan air Penggunaan bahan kimia harus mengikuti aturan Keterangan Penurunan mutu ikan sangat di pengaruhi oleh teknik dan sarana penanganan ikan. Salah satu sarana yang berpengaruh adalah penggunaan air dan es. Minatrit adalah bahan diseinfektan yang berfungsi untuk membunuh bakteri-bakteri pembusuk dan potogen yang dapat menurunkan mutu ikan hasil Dosis Minatrit yang diberikan sebesar 10 ppm . ml Minatrit dalam 10 liter ai. Menurut Haderiah et all 2016 menyatakan bahwa penggunaan klorin dengan konsentrasi 200 ppm atau kurang tidak perlu dilakukan pembilasan. Bahan kimia diletakkan di ruang khusus dan dalam keadaan terkunci untuk menghindari kontaminasi dan penyalahgunaan bahan kimia ke produk. Pelabelan/kemasan, penggunaan bahan kimia Menurut Sofiati et al . menyatakan bahwa pengemasan dilakukan dengan tujuan agar produk terhindar dari bakteri yang akan menyebabkan kemunduran mutu pada Kegiatan pelabelan/kemasan, penyimpanan dan penggunaan bahan kima dapat dilihat pada Tabel 6. Kemasan suatu produk makanan dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan melindungi bahan yang ada didalamnya dari pencemaran serta gangguan fisik seperti benturan. Menurut Muftreni . kemasan adalah salah satu kunci dalam menjaga kualitas produk, yang berarti kemasan melibatkan kegiatan mendesain dan memproduksi untuk melindungi produk. Kemasan yang digunakan PT. Persero Doa Sibuah Hati menggunakan plastik polyethylene (PE). Plasti polyethylene (PE) merupakan jenis plastik yang biasa digunakan untuk packing ikan Untuk bahan kimia yang bersifat toksin disimpan diruangan yang terpisah untuk mencegah kontaminasi pada produk. Ruang penyimpanan bahan kimia tidak boleh berhubungan langsung dengan ruang proses untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi Syakbania dan Wahyuningsih . Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Tabel 6. Evaluasi Penerapan SSOP Klausul Pelabelan/Kemasan. Penyimpanan dan Penggunaan Bahan Kimia SSOP Kondisi Lapangan Kondisi Keterangan Seharusnya Pelabelan/kemasa Penyimpanan Produk,baha Sudah sesuai peralatan yang n pengemas. Dengan penyimpanan dan kontak langsung dan dengan produk peralatan seharusnya bahan kimia diletakkan di yang kontak ruang yang berbeda dan jauh dari cemaran dan harus benarpenyimpananya benar dengan lantai, cemaran peralatan yang mikrobiolog i, kimia, disusun rapi setelah selesai cairan dan lantai. Penyimpanan Bahan kimia bahan kimia diletakan diletakkan di diruang kering dan khusus/loker terpisah dari Pengawasan kesehatan Kesehatan karyawan sangat diperhatikan agar tidak menjadi sumber kontaminasi pada produk. Kegiatan pengawasan kesehatan dapat di lihat pada tabel 7. Pekerja yang sakit atau cedera akan diperiksa ke poli Karyawan dapat bekerja secara produktif dan memenuhi target, setiap karyawan yang sedang sakit atau cedera maka karyawan dapat diliburkan untuk tidak bekerja selama proses produksi hingga kondisi Menurut Prianto . pekerja yang berhubungan langsung dengan makanan harus dipantau dan terhindar dari luka, penyakit kulit . udis, kurap, gatal, dan koren. , sakit perut, muntah, sakit kuning dan keluarnya cairan dari hidung, telinga, dan mata agar tidak mengontaminasi produk. Tabel 7. Evaluasi Penerapan Pengawasan Kesehatan SSOP Kondisi Lapangan PengawasanPengecekan kesehatan kesehatan pekerja di PT. Persero Doa Sibuah Hati bulan sekali SSOP Klausul Kondisi Seharusnya Keterangan Pengawasan dan karyawan harus dilakukan secra Sudah sesuai Pekerja yang Pekerja yang sakit atau cidera dalam kondisi akan dibawa sakit, luka, dapat kepoli kesehatan menjadi sumber dan akan kontaminan pada diberikan izin proses penanganan, tidak boleh masuk kedalam ruang proses samapi Menghilangkan pest dari unit pengolahan Hama dalam industri pangan seperti serangga dan tikus merupakan bahaya serius bagi industri pangan. Hama dapat mengkotaminasi persediaan bahan pangan dan merusak fasilitas. Kegiatan menghilangkan pest dari unit pengolahan dapat dilihat pada Tabel 8. Pengendalian hama telah dilakukan di PT. Persero Doa Sibuah Hati untuk mencegah invasi hama dan serangga keruangan produksi dan mencegah terjadinya kontaminasi silang dari hama selama proses produksi berlangsung dengan pemasangan . irai plastik berwarna benin. pada pintu masuk ruang packing dan proses di PT. Persero Doa Sibuah Hati. Menurut Sandra dan Juhairiyah . menyatakan bahwa sistem pengendalian hama dilakukan untuk menjamin bahwa tidak ada hama pada ruang pengolahan pangan dan mengurangi populasi hama dilingkungan pengolahan sehingga tidak menyebabkan kontaminasi pada produk. Menurut Indrastuti et all . area pengolahan harus dilengkapi dengan pintu guna memimalisir kontaminasi yang terbawa angin, debu dan mencegah serangga, tikus dan kecoa masuk. Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4 No 1 Jurnal Perikanan Terpadu ISSN 2599-154X Tabel 8. Evaluasi Penerapan SSOP Menghilangkan Pest Dari Unit Pengolahan SSOP Kondisi Lapangan Kondisi Seharusnya Klausul Keterangan MenghilangkanSetiap selesai Tempat Sudah pest dari unit produksi ruang produksi harus sesuai bersih, tidak boleh ada sisa- kondisi agar tidak ada sisa bahan yang seharusnya bahan yang Setiap ruang Ruang produksi, gudang dan menggunakan ruang lain harus tirai plastik bebas dari hama pabrik seperti pembatas setiap tikus dan pintu keluar ruang produksi. Fasilitas toilet terletak diluar ruang produksi itu adalah bagian dari KESIMPULAN PT. Persero Doa Sibuah Hati merupakan industri pembekuan ikan yang terdapat di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP) di PT. Persero Doa Sibuah Hatisu sudah diterapkan dengan sempurna hanya beberapa komponen yang belum diterapkan yaitu tidak tersedia alat pengering tangan seperti tisu dan kain. Tidak tersedia petunjuk untuk setiap alur proses. DAFTAR PUSTAKA