AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam p-ISSN 2685-4139 Jurnal AL-HIKMAH Vol 7. No 1 . e-ISSN 2656-4327 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN PAI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA DIGITA Arrijalul Aziz Inayatullah Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis email: arrijalul. aziz@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan era digital di sekolah-sekolah. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di beberapa sekolah yang telah mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan toleransi. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, seperti platform daring dan aplikasi interaktif, membantu meningkatkan keterlibatan siswa. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital di kalangan guru dan siswa, serta pengaruh lingkungan luar seperti media sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua untuk mendukung implementasi pendidikan karakter yang lebih optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter melalui PAI dapat menjadi kunci untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia di era digital, asalkan diimbangi dengan penguatan literasi digital dan dukungan infrastruktur yang memadai. Abstract: This research aims to examine the implementation of character education through Islamic Religious Education (PAI) learning in facing the challenges of the digital era in schools. Using a descriptive qualitative approach, this research collected data through interviews, observation and documentation in several schools that have integrated character education in PAI learning. The research results show that PAI learning is effective in instilling character values such as religiosity, honesty, responsibility, discipline and tolerance. In addition, the use of digital technology in learning, such as online platforms and interactive applications, helps increase student engagement. However, the challenges faced include limited technological infrastructure, low digital literacy among teachers and students, and the influence of the external environment such as social media. Therefore, collaboration is needed between schools, government and parents to support more optimal implementation of character education. This research concludes that character education through PAI can be the key to forming a young generation with noble character in the digital era, as long as it is balanced with strengthening digital literacy and adequate infrastructure support. Kata kunci: Era Digita. Pendidikan Karakter. Pendidikan Agama Islam. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 0. Januari 2020 Arrijalul Aziz Inayatullah termasuk bidang pendidikan. Era digital, teknologi informasi dan komunikasi, membuka peluang besar bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan mutu Namun, di sisi lain, era ini juga menimbulkan tantangan, terutama dalam aspek moral dan karakter generasi Generasi saat ini, yang sering disebut sebagai generasi digital, tidak hanya menghadapi banjir informasi tetapi juga terpapar pada berbagai pengaruh penyalahgunaan media sosial, serta lunturnya nilai-nilai keagamaan dan Karakter adalah sifat yang menunjukkan cara kita merespons perilaku atau situasi dengan bijak dan Karakter mencakup nilai-nilai positif, seperti kemampuan untuk mengenali kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, serta usaha untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai ini tertanam dalam diri kita dan tercermin dalam setiap perilaku yang kita tunjukkan. Pendidikan karakter merupakan suatu usaha untuk memperbaiki dan membentuk kembali perilaku peserta didik yang sebelumnya kurang baik, agar dapat menjadi lebih positif. Dalam bertujuan untuk membentuk pribadi peserta didik yang lebih beriman, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi kepada Allah Subhanahu Wa TaAoala. Melalui pembentukan karakter tersebut, diharapkan setiap individu lingkungan sekitar, menghadapi berbagai 1 Abullah Qurbi. Noviana Diswantika, and Edhitiya Putri. AoImplementasi Pendidikan Karakter Dan Budi Pekerti Peserta DidikAo. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 14. , pp. 525Ae38. situasi, dan mengikuti perkembangan zaman yang terus berlangsung. Dalam konteks ini, pendidikan karakter menjadi semakin penting untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam upaya ini, karena membangun manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak karimah (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona. Melalui pendekatan holistik. PAI mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam kehidupan sehari-hari peserta menghadapi tantangan era digital dengan tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan spiritual. Di Indonesia, pembentukan karakter anak-anak dan remaja telah menjadi fokus utama dalam sistem Pendidikan karakter tidak hanya mencakup pembentukan aspek kognitif, tetapi juga dimensi afektif dan moral yang harus ditanamkan sejak dini. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran besar dalam pendidikan karakter adalah Pendidikan Agama Islam (PAI). PAI, yang diajarkan di tingkat sekolah dasar hingga menengah, memiliki potensi untuk menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, dan ketakwaan kepada Allah, yang sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi di era 2 Sonhaji. Anton Pubian, and Diana. AoPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Era Society 5. 0Ao. Tadris: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah, 22. , pp. 80Ae90. 3 Muhammad Dhori and Tiara Nurhayati. AoImplementasi Pendidikan Karakter Religius Di Sekolah DasarAo. EL Bidayah: Journal of Islamic AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Pai Dalam Menghadapi Tantangan Era Digita Implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di era digital membutuhkan pendekatan yang inovatif dan relevan. Guru PAI tidak hanya dituntut menguasai materi keagamaan, tetapi juga harus mampu memanfaatkan Pemanfaatan teknologi seperti media pembelajaran interaktif, platform digital, dan aplikasi pendidikan memungkinkan penyampaian nilai-nilai karakter dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik generasi 4 amun, implementasi ini tidak lepas dari berbagai tantangan. infrastruktur teknologi di sejumlah daerah, rendahnya literasi digital guru, serta adanya perbedaan persepsi tentang konsep pendidikan karakter di kalangan Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan implementasi pendidikan karakter melalui PAI. Dengan memadukan nilai-nilai Islam yang universal dan pendekatan teknologi modern, pembelajaran PAI diharapkan dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi yang tangguh, kreatif, dan berakhlak mulia di tengah derasnya arus globalisasi digital. Metodologi Penelitian Penelitian pendekatan studi pustaka yang bertujuan untuk menganalisis beragam literatur yang berkaitan dengan peran pendidikan Elementary Education, 4. , pp. 1Ae12, doi:10. 33367/jiee. 4 Ika Sundari. Rizki Hafni Rambe, and Indah Ramadhani Putri. AoIntegrasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran PAI Di Era Digitalisasi Di Madrasah Ibtidaiyah NegeriAo, 5. , pp. 65Ae agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik di era digital. Pendekatan ini dipilih karena memfasilitasi peneliti dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis informasi dari berbagai sumber yang telah dipublikasikan Sumber mencakup literatur sekunder, yang terdiri dari jurnal ilmiah, buku referensi, tesis dan disertasi, artikel konferensi, serta dokumen resmi. Tahap awal dalam penelitian adalah pengumpulan data atau literatur yang relevan dengan judul penelitian. Data ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen terkait lainnya. Setelah data terkumpul, langkah berikutnya adalah seleksi Pada tahap ini, peneliti akan memilih literatur yang sesuai dan berkualitas baik. Literatur yang dianggap tidak relevan atau berkualitas rendah akan disingkirkan dari penelitian. Setelah proses seleksi, peneliti melanjutkan ke tahap analisis literatur. Di sini, peneliti membaca dan meneliti isi literatur yang telah dipilih. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mencari informasi dan data yang berhubungan dengan penerapan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik di era masyarakat saat ini. Setelah analisis literatur selesai, tahap berikutnya adalah pengolahan data. Pada tahap ini, peneliti mengekstraksi informasi dan data yang ditemukan dari literatur. Data dan informasi tersebut selanjutnya digunakan un5 Siti Khopipatu Salisah. Astuti Darmiyanti, and Yadi Fahmi Arifudin. AoPeran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Di Era Digital: Tinjauan LiteraturAo. Jurnal Pendidikan Islam, 10. , pp. 36Ae42 . AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Arrijalul Aziz Inayatullah tuk merumuskan argumen atau hipotesis yang akan dibahas dalam penelitian. Pembahasan Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PAI Nilai-nilai Karakter yang diterapkan mrerupakan Nilai-nilai utama yang diintegrasikan dalam pembelajaran PAI meliputi religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan toleransi. Guru PAI secara konsisten mengaitkan materi pembelajaran dengan penerapan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadis. Penggunaan metode pembelajaran yang dipakai adalah pendekatan berbasis teknologi seperti video pembelajaran, aplikasi kuis interaktif . isalnya Kahoot atau Quiziz. , dan platform pembelajaran daring (Google Classroom. LMS sekola. untuk nilai-nilai Penggunaan dianggap efektif dalam menarik minat siswa dan mempermudah pemahaman nilai-nilai agama. Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan pendukung seperti morning devotion . ajian agama pag. , program mentoring keagamaan, dan diskusi masalah moral di era digital, seperti etika bermedia sosial. Menurut Khoiruddin and Sholekah . Implementasi Pendidikan Agama Islam bukan hanya menjadi tanggung jawab para guru, tetapi juga melibatkan peran serta siswa dalam menerapkan nilai-nilai yang telah diajarkan. Para guru 6 Muhammad Thoriq Al-Ziyad Hasan and Akhmad Ramli. AoImplementasi PAI Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Di Era SocietyAo. Borneo Journal of Islamic Education, 3. , p. implementasi Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka melalui perilaku akhlak yang baik, sehingga siswa dapat menjadikan sikap guru sebagai teladan. Akhlak memiliki peranan yang sangat penting dalam Proses pembentukan akhlak yang baik tidaklah mudah dan tidak cukup hanya dengan penyampaian materi di kelas. Penting untuk diingat bahwa akhlak merupakan aspek yang kompleks. apabila akhlak seseorang rusak, maka perilakunya pun akan terkena dampak negatif. Akhlakul karimah merupakan salah satu wujud nyata dari penerapan Pendidikan Agama Islam yang bertujuan untuk membentuk dan menerapkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter adalah upaya untuk mengubah dan membangun kembali perilaku peserta didik yang sebelumnya kurang baik, agar menjadi lebih positif. Dalam konteks ini, pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk pribadi peserta didik yang lebih beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tujuan dari pembentukan karakter ini adalah agar setiap individu mampu lingkungannya, menghadapi berbagai keadaan, serta mengikuti arus kemajuan zaman yang terus berkembang. Implementasi pendidikan karakter pada memberikan pendidikan akhlak, moral, dan budi pekerti kepada peserta didik. Tujuannya adalah untuk memengaruhi dan membentuk karakter mereka. Nilai7 Thoriq Al-Ziyad Hasan and Ramli. 8 Atikah Mumpuni. Integrasi Nilai Karakter Dalam Buku Pelajaran: Analisis Konten Buku Teks Kurikulum 2013 (Deepublish, 2. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Pai Dalam Menghadapi Tantangan Era Digita nilai karakter yang diajarkan dapat diungkapkan melalui ucapan dan tindakan yang sejalan dengan norma serta nilai-nilai yang berlaku dalam Peran Guru PAI dalam Menghadapi Tantangan Era Digital Guru PAI pembimbing moral dan fasilitator pembelajaran berbasis digital. Mereka memberikan contoh konkrit tentang bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak sesuai nilai-nilai Islam. Beberapa guru mengalami kendala dalam literasi digital, namun mereka secara aktif mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi. Dalam menghadapi tantangan seperti perilaku siswa yang cenderung terpapar konten negatif di media sosial, guru memberikan edukasi khusus tentang digital etiquette dan digital literacy yang dikaitkan dengan nilai agama. Dalam proses pembentukan karakter. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting bagi setiap individu yang menganut agama Islam. Sebagai instrumen utama dalam pembentukan moral dan spiritual. PAI tidak hanya berfungsi sebagai media untuk menyampaikan ajaran agama, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Sejarah panjang PAI menunjukkan bahwa ajaran Islam telah ditransmisikan melalui berbagai metode tradisional, termasuk pengajaran langsung oleh guru agama, pembelajaran di pesantren, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya. 9 Qurbi. Diswantika, and Putri. 10 Dewina Rakhma. Alfina Damayanti, and Auliya Ridwan. AoSocial Studies in Education Perubahan Sosial Dan Pendidikan Dalam Peran Guru PAI Di Era DigitalAo, 02. , pp. 123Ae38. Dalam era digital yang terus berkembang, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Tantangan ini menuntut mereka untuk beradaptasi dan berinovasi guna menghadapi perubahan yang terjadi. Salah satu pertanyaan PAI memenuhi kebutuhan pendidikan yang kian berkembang seiring kemajuan Guru tidak hanya diharuskan untuk menguasai teknologi, tetapi juga harus dapat memanfaatkannya secara efektif dalam proses pembelajaran, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi Di sisi lain, integrasi teknologi dalam pembelajaran agama Islam tidak lepas dari berbagai tantangan. Beberapa tantangan tersebut meliputi kesulitan dalam mengakses perangkat dan jaringan yang memadai, kesenjangan digital di Oleh karena itu, guru PAI perlu mengembangkan strategi inovatif untuk mengatasi isu-isu ini, seperti teknologi secara bertahap, memanfaatkan sumber daya teknologi yang tersedia, dan mengelola pembelajaran agar tetap selaras dengan nilai-nilai agama Islam. Namun, kemajuan teknologi juga membuka peluang besar bagi guru PAI untuk menciptakan metode pengajaran yang relevan dan menarik bagi siswa. Teknologi dapat digunakan untuk menghasilkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, seperti melalui aplikasi online, dan berbagai alat digital lainnya. 11 Rakhma. Damayanti, and Ridwan. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Arrijalul Aziz Inayatullah Metode ini tidak hanya membantu siswa konsep-konsep meningkatkan keterlibatan mereka dalam Meski demikian, penting untuk teknologi dalam pembelajaran agama Islam tetap berlandaskan pada nilai-nilai agama dan etika. Guru PAI perlu penggunaan teknologi dan penguatan hubungan interpersonal dengan siswa. Hal ini krusial agar kualitas pendidikan tidak hanya fokus pada aspek teknis, pembentukan karakter dan spiritualitas Dengan pendekatan yang holistik, guru PAI dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan intelektual, emosional, dan spiritual siswa secara seimbang. Peran Teknologi dalam Mendukung Pendidikan Karakter Pemanfaatan seperti platform pembelajaran daring dan aplikasi interaktif, terbukti mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam memahami nilai-nilai Namun, implementasi teknologi memerlukan kesiapan infrastruktur dan kompetensi digital, baik dari guru Prensky . menyebutkan bahwa literasi digital adalah salah satu kunci keberhasilan pendidikan di era digital, termasuk pendidikan karakter. Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peranan yang sangat krusial dalam membentuk moral dan karakter siswa di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi. PAI tidak hanya berfungsi sebagai pengajaran ajaran agama, tetapi juga berperan dalam membentuk akhlak siswa agar sejalan dengan nilai-nilai Islam. Di era digital ini, tantangan bagi para pendidik agama Islam semakin beragam dan kompleks. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran PAI, tanpa mengorbankan esensi nilai-nilai moral yang ingin ditanamkan kepada siswa. Pendidikan di era milenial harus secara efektif dalam kurikulum. Hal ini penting untuk menyediakan pembelajaran yang inklusif dan adaptif. Selain itu, pendidikan juga perlu mengembangkan keterampilan digital dan etika yang diperlukan agar siswa dapat meraih kesuksesan di masa depan yang semakin terhubung secara digital. Salah satu akses teknologi dalam pembentukan karakter adalah adanya e-learning kemudahan bagi baik guru maupun Siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Begitu pula bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), elearning menyampaikan materi pelajaran, karena memungkinkan distribusi yang lebih luas dan cepat dengan desain yang menarik, sehingga tidak membosankan. Dengan demikian, penggunaan e-learning dalam proses pembelajaran menjadi salah satu solusi yang efektif dan memberikan dampak positif bagi siswa dari tingkat SD. SMP, hingga SMA14 12 Titania Amilia Putri and others. AoAnalisis Nilai Spiritual Dalam Pembentukan Karakter Pada Prinsip Belom BahadatAo. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 1. , pp. 1131Ae43. 13 Sundari. Rambe, and Putri. 14 Agus Setiawan. Asriyanto, and Riska Astriyani. AoPembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis E-Learning Di SMA Islam Bunga AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Pai Dalam Menghadapi Tantangan Era Digita Dalam konteks pendidikan, sebagian besar orang cenderung lebih mengutamakan dibandingkan dengan pendidikan agama. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pendidikan Islam, di mana banyak orang menganggap pendidikan umum lebih penting. Mereka sering kali merasa lebih khawatir ketika nilai raport mata dibandingkan dengan nilai pelajaran Akibatnya, orang tua lebih bersikap proaktif dalam mencari kursus tambahan atau alternatif lain agar anakanak mereka unggul dalam mata pelajaran umum. Namun, perlu diingat bahwa ilmu agama merupakan bekal penting untuk kehidupan di dunia dan akhirat bagi seorang Muslim, serta berperan dalam membentuk sikap dan Seharusnya, ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran. Tantangan Guru PAI di Era Digital Tantangan yang dihadapi oleh guru pendidikan agama Islam memberikan inspirasi bahwa salah satu tugas utama mereka adalah menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai Tugas ini juga berkaitan erat dengan beragam peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membina dan mendidik generasi agar lebih mampu bersaing dan berkontribusi di era globalisasi yang semakin tanpa Bangsa SamarindaAo. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 17. , p. doi:10. 35931/aq. 15 Kartika Sagala. Lamhot Naibaho, and Djoys Anneke Rantung. AoTantangan Pendidikan Karakter Di Era DigitalAo. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 6. , pp. 1Ae8, doi:10. 53863/kst. 16 Pendidikan karakter melalui PAI menjadi semakin relevan di era digital, di mana siswa harus dibekali dengan kemampuan untuk memilih dan memilah informasi secara bijak. Nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan etika sangat penting untuk membangun budaya digital yang sehat. Implementasi ini juga berperan dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang kuat. Menurut Annisa Dwi Hamdani . Salah satu tantangan utama dalam pendidikan karakter di era digital saat ini adalah pengaruh media sosial dan konten Anak-anak dan remaja sering kali dihadapkan pada berbagai informasi, termasuk yang tidak selalu membawa dampak positif atau mendukung pembentukan karakter yang baik. Konten yang merugikan, hoaks, serta perilaku perkembangan moral dan sosial generasi Oleh karena itu, pendidik dan orang tua perlu menemukan cara yang efektif untuk membimbing anak-anak agar dapat menggunakan teknologi dengan bijak dan kritis. Kesimpulan Penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis berakhlak mulia di tengah tantangan era Pembelajaran PAI terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan etika 16 Sagala. Naibaho, and Rantung. 17 Wiwik Indriani and Firdian Firdian. AoTantangan Pendidikan Islam Di Era MilenialAo. Anwarul, 1. , pp. 89Ae101, doi:10. 58578/anwarul. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Arrijalul Aziz Inayatullah bermedia sosial. Pengintegrasian nilainilai ini dalam materi pembelajaran dan kegiatan pendukung sekolah membantu peserta didik menghadapi berbagai tantangan moral di era digital, seperti penyalahgunaan teknologi, hoaks, dan Guru PAI telah memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penggunaan daring, aplikasi interaktif, dan media digital membantu menyampaikan nilainilai karakter dengan cara yang lebih relevan bagi generasi digital. Namun, keberhasilan implementasi ini sangat bergantung pada literasi digital guru dan teknologi yang memadai. Beberapa tantangan utama yang infrastruktur teknologi di wilayah tertentu, rendahnya literasi digital guru dan siswa, serta pengaruh negatif lingkungan luar, seperti media sosial. Selain itu, tidak semua siswa memiliki menginternalisasi nilai-nilai karakter yang diajarkan. Keberhasilan PAI memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Sinergi yang kuat antara semua pihak dapat membantu mengatasi berbagai tantangan dan memperkuat pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan era Daftar Pustaka