Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 Perencanaan Komunikasi Pemasaran Melalui Endorsement Influencer dalam Meningkatkan Brand Awareness S-Grow Azri Nur Aisyah. Davis Roganda Parlindungan*. Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Kalbis Jalan Pulomas Selatan Kav. Jakarta 13210 . Email: azriaisyah1@gmail. Email: davis@kalbis. Abstract: Successful implementation of marketing communication strategies can increase the company's brand awareness. S-Grow gained a large audience reach on social media after conducting marketing communications through influencer endorsements. The purpose of this study is to find out the marketing communication strategy through influencer endorsements to increase S-Grow's brand awareness. The post-positivistic paradigm with a qualitative approach and case study method was used in this research. Data collection was done by observation, interview, and documentation, then the data was analysed using the interactive model of Miles. Huberman, and Saldana. The results showed that influencer endorsements must match the target market profile, influencer selection based on previous performance and content relevance to the product. S-Grow also ensures the consistency of marketing communication messages delivered through clear guidelines. In Situation Analysis. S-Grow uses SWOT analysis, 5S Tools to set Objectives. Geographic. Demographic, and Psychographic segmentation become the foundation of Strategy. Tactics, and Action with PR and publicity, personal selling, and sales promotion, and all these activities are monitored, controlled, and evaluated regularly. Keywords: brand awareness, influencer, marketing communication, social media. SOSTAC model Abstrak: Keberhasilan implementasi strategi komunikasi pemasaran dapat meningkatkan brand awareness perusahaan. S-Grow memperoleh jangkauan audiens yang banyak di media sosial setelah melakukan komunikasi pemasaran melalui endorsement influencer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran melalui endorsement influencer untuk meningkatkan brand awareness S-Grow. Paradigma post-positivistik dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data di analisis menggunakan model interaktif Miles. Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan endorsement influencer harus sesuai dengan profil target pasar, pemilihan influencer berdasarkan kinerja sebelumnya dan relevansi konten dengan produk. SGrow juga memastikan konsistensi pesan komunikasi pemasaran yang disampaikan melalui guideline yang jelas. Dalam Situation Analysis. S-Grow menggunakan analisis SWOT. Tools 5s untuk menetapkan Objectives. Segmentasi geografis, demografis, dan psikografis menjadi landasan Strategy. Taktik dan Action dengan PR dan publicity, personal selling, dan sales promotion, serta semua aktivitas tersebut dipantau, dikontrol, dan dievaluasi secara berkala. Kata Kunci: brand awareness, influencer, komunikasi pemasaran, media sosial, model SOSTAC gulung tikar karena tidak dapat beradaptasi dan tidak dapat meningkatkan brand awareness pada konsumennya. Padahal, brand ini mulai berdiri 1949. Namun, ketika Tupperware menerapkan strategi brand awareness dengan re-branding yang tidak tepat, perusahaan ini akhirnya Diketahui. Tupperware telah gagal melakukan re-branding karena beberapa hal, diantaranya: tidak konsisten dengan merek AuTupperwareAy yang selama ini dibangun, tidak menerapkan strategi PENDAHULUAN Keberhasilan implementasi strategi Kegagalan pelaku bisnis dalam pemasaran untuk menguatkan brand awareness kerap kali terjadi, sehingga membuat perusahaan berujung collapse atau bangkrut. Hal tersebut dapat kita lihat pada kasus yang menimpa brand Tupperware dan Motorola. Tupperware Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 Grow terbukti berhasil memperoleh jangkauan audiens yang banyak ketika berkolaborasi influencer sejak tahun 2021, diantaranya Aurel Hermansyah. Atta Halilintar. Fujianti Utami. Verrel Bramasta. Giselle, dan Inara. Namun ketika tidak melakukan kolaborasi, konten rutin yang diunggah hanya mencapai 30-50 like, dan 5-10 komentar sesuai pada gambar 1. komunikasi pemasaran yang tepat pada mementingkan citra brand dibanding dengan kualitas pada setiap kampanyenya. Sementara akibatnya koneksi brand dan konsumen tidak terjalin dengan baik (Samosir, 2. Lain halnya dengan Tupperware. Motorola dinilai telah gagal menumbuhkan brand awareness karena ia menerapkan single brand dengan nama merek Motorola. Sementara di masa ini, pasar konsumen yang dipenuhi generasi milenial ke bawah merasa Motorola telah kuno dan jadul sehingga tidak lagi relevan dengan mereka. Jika saja Lenovo Group yang mengakuisisi Motorola menerapkan strategi dual brand, strategi itu dinilai dapat lebih efektif untuk meningkatkan brand awareness dan memperbesar volume penjualan seperti dikutip dalam (Anestia, 2. Gambar 1. Postingan dan Jangkauan Rendah Sumber: @sgrowofficial . Perusahaan riset pasar Cube Asia dan penyedia teknologi untuk kinerja kemitraan . merilis laporan yang berjudul 'The Power of Influence Ae E-commerce Influencer Marketing in Southeast Asia'. Riset ini memberikan wawasan mendalam mengenai dinamika yang berkembang di antara konsumen, merek, influencer, dan tren di ranah digital Asia Tenggara. Dalam survei ini melibatkan 2. 300 warganet secara daring di enam negara ASEAN, salah satunya dari Indonesia. Ditemukan sebanyak 87% konsumen Indonesia masih berdasarkan rekomendasi yang berasal dari influencer atau pemengaruh dan selebritas terkemuka (Mediana, 2. Simon Torring selaku Co-founder Cube Asia menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia masih melihat influencer sebagai sosok yang dapat Seperti dengan rekomendasi pembelian dari selebritas terkenal dan influencer mega, atau mereka yang memiliki jumlah pengikut di media sosial melebihi 1 juta, sangat memiliki pengaruh yang kuat dan sangat signifikan dalam pengambilan keputusan konsumen. Saat ini pada setiap kategori barang dan jasa target audiens dan dapat mempengaruhi persepsi Sehubung dengan ketidaktepatan implementasi strategi komunikasi pemasaran, perusahaan perlu memilih strategi yang tepat dan relevan untuk meningkatkan brand awareness apalagi di era digital saat ini. Setiap perusahaan harus membuat strategi promosi yang langsungnya sehingga konsumen dapat menerima strategi yang digunakan dengan baik (Fitri & Delliana, 2. Seperti strategi komunikasi pemasaran melalui endosement influencer yang telah dilakukan oleh S-Grow, brand yang sudah 3 tahun berjalan tetapi masih berdiri dan masih aktif melakukan komunikasi pemasaran di media sosial. Walaupun sampai sekarang nama S-Grow belum sebesar seperti pesaing-pesaingnya, tetapi SGrow tidak pernah menyerah dengan terus melakukan promosi di media sosial dengan hashtag yang konsisten #letSGROWtogether dan tetap berdiri di banyaknya pesaing-pesaing lainnya. Beberapa postingan pada laman S143 Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 serta preferensi masyarakat pada umumnya terhadap suatu brand. Penulis pendekatan model SOSTAC dengan 6 tahapan (Situation Analysis. Objective. Strategy. Tactics. Action, dan Control. karena pemilihan subjek, objek, dan tujuan penelitian yang berbeda dari penelitian Selain itu, dengan pendekatan model SOSTAC dapat membantu peneliti komunikasi pemasaran secara lebih terperinci dan detail dengan model ini. Tujuan penelitian ini terfokus pada rangkaian kegiatan komunikasi pemasaran melalui endorsement influencer untuk pemasaran yang dilakukan S-Grow dalam upaya meningkatkan brand awareness di media sosial. Model SOSTAC mengikuti proses perancangan dan implementasi rencana pemasaran, memanfaatkan data dari tahap pengendalian rencana pemasaran sebelumnya untuk dianalisis kembali dalam konteks situasi yang akan datang (Simon. Berdasarkan mengingat peran strategi komunikasi meningkatkan brand awareness, peneliti mendalam tentang strategi komunikasi pemasaran produk S-Grow melalui meningkatkan brand awareness di media Dengan demikian, peneliti bisa mengetahui strategi komunikasi pemasaran melalui endorsement influencer influenecer yang dilakukan oleh S-GROW dalam upaya meningkatkan brand awareness. Berdasarkan latar masalah di atas, peneliti berfokus pada AuBagaimana pemasaran melalui endorsement influencer untuk meningkatkan brand awareness SGrow di media sosial dengan pendekatan model SOSTAC?Ay Tujuan Penelitian mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan melalui endorsement influencer dalam upaya meningkatkan brand awareness S-Grow di media sosial dengan pendekatan model SOSTAC. II. METODE PENELITIAN Paradigma Penelitian Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada paradigma post-positivistik. Penelitian ini bersifat realitas yang nyata, dimana penelitian ini meneliti sebuah kegiatan yang saling mempengaruhi antar individu dan kelompok manusia. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini merupakan sebuah kebergantungan dari influencer yang pengikutnya dalam meningkatkan brand Post-positivik memandang bahwa tidak ada satu-satunya realitas yang benar-benar objektif karena masih terdapat saling ketergantungan atau pengaruh antara individu dan objek yang dikaji (Kriyanto. Pendekatan Penelitian Penelitian pemasaran melalui endorsement influencer ini menggunakan pendekatan kualitatif, menjelaskan secara mendalam dan detail tentang praktek yang terjadi di dalam tim Public Relation S-Grow. Pendekatan ini membantu peneliti dalam memperoleh kedalaman data yang terjadi di lapangan, meningkatkan brand awareness. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan studi kasus, yaitu pendekatan yang berfokus pada penelitian rinci dan mendalam terhadap satu kasus atau beberapa kasus Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 dari influencer atau pemengaruh dan selebritas terkemuka (Mediana, 2. (Werdiningsih, 2. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, karena dapat memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap konteks spesifik dari strategi komunikasi pemasaran yang di lakukan S-Grow. Studi kasus menurut Kriyanto . merupakan metode riset yang menggunakan berbagai sumber data yang bisa digunakan untuk meriset, menguraikan, komprehensif berbagai aspek individu, kelompok, suatu program, organisasi atau peristiwa secara sistematis. Penelitian ini embedded, peneliti ingin memahami bagaimana beberapa kasus yang terkait satu sama lain berfungsi dan bagaimana kasuskasus tersebut dapat dijadikan penjelasan untuk fenomena yang lebih luas. Kasus yang terkait peneliti fokuskan yaitu, strategi komunikasi pemasaran melalui endorsement influencer pada S-Grow, dan bagaimana strategi tersebut berfungsi dalam meningkatkan brand awareness SGrow. Teknik Pemilihan Informan Teknik Analisis Data Penelitian ini melakukan pengolahan data dengan menerapkan teknik analisis data Miles. Huberman, dan Saldana. Proses analisis data ini bersifat interaktif, terjadi pengumpulan data dan kegiatan kondensasi data juga dilakukan secara bersamaan (Kriyanto, 2. Analisis ini merupakan tahapan menganalisis data dimulai dari memasukkannya ke dalam alat analisis, hingga tahap menginterpretasinya. Tahapan analisis data menurut Miles. Huberman, dan Saldana . , dilakukan melalui empat alur kegiatan . Pengumpulan data, kondensasi data, simpulan/verifikasi (Kriyanto, 2. HASIL PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan purposive sampling dalam teknik pemilihan informan. Karena, purposive pengambilan sampel data yang didasarkan pada pertimbangan khusus. Pertimbangan ini termasuk pemilihan individu yang dianggap memiliki pengetahuan yang paling relevan terkait dengan tujuan penelitian, atau mungkin individu tersebut memiliki posisi otoritas yang dapat mempermudah peneliti untuk mengeksplorasi objek atau situasi sosial yang sedang diteliti (Sugiyono, 2. Bagan 1. Pembahasan Penelitian Sumber: Olahan Peneliti . Dalam penelitian ini, model SOSTAC dipilih sebagai alat analisis yang digunakan untuk memahami bagaimana strategi endorsement influencer yang diterapkan oleh S-Grow melalui platform media sosial. Berdasarkan dari hasil temuan kegiatan komunikasi pemasaran melalui endorsement influencer yang dilakukan oleh S-Grow adalah pertama tahap perencanaan dengan melakukan situasi analisis yang sesuai dengan tahapan analisis SWOT . trengths, weekness, opportunities, treat. Kekuatan utama Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini memanfaatkan dua jenis sumber data. Pertama data primer, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Yang kedua, data sekunder dari data survei konsumen Indonesia yang masih memutuskan melakukan pembelian berdasarkan rekomendasi yang berasal Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 yang dimiliki S-Grow terletak pada layanan yang diberikan kepada pelanggan, yaitu SGrow menawarkan jaminan dan konsultasi gratis mulai dari sebelum pembelian hingga hasil yang diharapkan, serta menyediakan program bimbingan gratis dan interaktif yang menggali kebutuhan masyarakat melalui interaksi dengan pengikut di media Hal ini terjadi karena S-Grow memiliki komitmen, dalam memberikan nilai tambah kepada pelanggan, tidak hanya melalui produk tetapi juga melalui layanan pendukung yang komprehensif (Cangara. Kelemahan yang dimiliki S-Grow terletak dalam penyampaian komunikasi pesan yang detail pada kerjasama ahli Analisis peluang. S-Grow memiliki menjadi lebih efisien dalam komunikasi pemasarannya karena dilakukan secara online, sehingga mampu mencakup target pasar yang lebih luas bahkan di luar target pasar yang telah ditetapkan. Selanjutnya. SGrow merasa terancaman dari banyak buzzer pesaing lain dan pesaing yang sudah memiliki offline store yang lebih mengenal pelanggannya secara langsung. Analisis SWOT yang terstruktur sangat penting, bahwa instrumen ini cukup ampuh dalam melakukan analisis strategi, sehingga dapat menemukan langkah yang tepat dan terbaik sesuai dengan situasi pada saat itu (Fatimah, 2. Pada tahap perencanaan S-Grow melakukan analisis SWOT, sama hal nya dengan pendekatan model SOSTAC yang pada tahap awalnya melakukan analisis SWOT. Analisis SWOT pada model SOSTAC terletak pada tahap situasi analisis dan meninjau berbagai aspek yaitu analisis pesaing, analisis pelanggan, analisis perantara yang membentuk pasar online (Chaffey & Bosomworth, 2. Sedangkan S-Grow hanya melakukan analisis SWOT yang sudah termasuk analisis internal dan Pada tahap Objective S-Grow menggunakan Tools 5s seperti yang dianjurkan pada pendekatan model SOSTAC. Yang pertama sell. S-Grow memiliki tujuan untuk berinteraksi, dan mengomunikasikan produknya. Hal ini sesuai studi dari Maulid . yang menyatakan bahwa Sell mencangkup penggunaan internet untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan calon pelanggan. Kedua yaitu Serve. S-Grow memiliki tujuan untuk bersaing dengan pesaing lain dengan adanya layanan konsultasi gratis 100% Hal Ini sejalan dengan definisi serve pada pernyataan Maulid . yaitu pemanfaatan internet untuk menambah nilai ekstra produk perusahaan, yang menjadikannya berbeda dengan produk pemasok lain. Ketiga yaitu speak. S-Grow juga mengunakan internet untuk melayani customer dari berbagai pertanyaan yang diberikan pelanggan terkait produk. Hal ini sesuai pada definisi speak menurut Chaffey & Bosomworth . bertujuan untuk bisa lebih dekat dengan pelanggan melalui sarana komunikasi yang efektif antara penjual dengan pelanggan. Keempat yaitu Hal ini dipikiran oleh S-Grow yang menjadi kekuatannya dalam menjangkau target audience karena menggunakan komunikasi pemasarannya. Hal ini memiliki kesesuaian pada definisi save menurut Maulid . adalah penggunaan internet untuk menghemat atau mengurangi biaya layanan dan menghemat media tradisional seperti cetak dan pos. Terakhir yaitu, sizzle. S-Grow memiliki tujuan komunikasi pemasarannya yaitu untuk meningkatkan brand awareness dan Hal ini berkaitan dengan sizzle menurut Chaffey & Bosomworth . penggunaan internet untuk membangun identitas merek. Pada disimpulkan beberapa poin segmentasi, target market dan positioning. Pada Segmentasi S-Grow, mereka menerapkan perusahaan untuk secara efektif mencapai audiens yang relevan. Namun, terdapat kekurangan dalam segmentasi perilaku yang disarankan oleh Chaffey & Bosomworth . Peneliti menyarankan agar S-Grow mempertimbangkan untuk memasukkan segmentasi perilaku ke dalam Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 strategi mereka untuk mencapai kesesuaian penuh dengan konsep model SOSTAC. Pada target market. S-Grow telah pemasaran secara efektif kepada target market yang diinginkan. Hal ini mendukung pernyatan Gogali et al. bahwa target pasar ditentukan berdasarkan hasil dari segmentasi pasar serta variabel Selanjutnya positioning, penyampaian pesan disesuaikan dengan penggunaan saluran komunikasi. pernyataan Chaffey & Bosomworth . menekankan pentingnya memperkuat proposisi inti dan kredibilitas melalui definisi nilai online, yang sejalan dengan temuan penelitian ini. S-Grow juga membuat guideline untuk memastikan konsistensi pesan komunikasi pemasaran yang akan disampaikan. hal ini didukung pernyataan Chaffey & Bosomworth . memerlukan hierarki pesan yang jelas untuk mengkomunikasikan positioning secara efektif baik di media online maupun Secara keseluruhan, taktik yang diterapkan oleh S-Grow mencakup berbagai bentuk komunikasi pemasaran yang efektif, yang meliputi endorsement, personal selling, sales promotion, dan PR serta publicity. Penggunaan beragam taktik S-Grow meningkatkan brand awareness dan citra merek mereka melalui berbagai saluran Selanjutnya tahap action, terdapat kesamaan dalam cara kerja dengan model SOSTAC. S-Grow menjalankan tahap action ini sesuai dengan strategi dan taktik yang telah dibuat, yaitu kegiatan kerja sama dengan beberapa influencer, ahli profesi, dan juga live penjualan untuk aktif berinteraksi dengan pelanggan dan calon pelanggan. Yang terakhir adalah pemberian diskon pada platform media sosial S-Grow. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gogali et al. yang menyatakan bahwa action adalah langkah yang diperlukan dalam menempatkan sarana ke dalam pelaksanaan. Pada action S-Grow pemasaran dalam bentuk personal selling, sales promotion, dan PR and publicity yang dilakukan dari perencanaan taktik IV. SIMPULAN Berdasarkan dipaparkan pada bab 4 . untuk menjawab rumusan masalah, peneliti menyimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaran S-Grow mencakup beberapa tahapan kunci yang berkontribusi pada keberhasilan perusahaan. Hasil penelitian di analisis menggunakan pendekatan model SOSTAC yang meliput Situation Analysis. Objectives. Strategy. Tactics. Action, dan Controll. Pada Situation Analysis. S-Grow melakukan analisis SWOT . trengths, weekness, opportunities, treats. Kekuatan pada layanan konsumen, kelemahan pada penyampaian pesan komunikasi pada kerjasama ahli profesi. Peluang dari penggunaan media sosial, menjadi lebih efisien dalam komunikasi pemasarannya serta mampu mencakup target pasar bahkan diluar target pasar. Terancam dari banyak buzzer pesaing lain. Pada tahap objective, peneliti menemukan bahwa S-Grow menggunakan tools 5s yaitu, pertama Sell. S-Grow berinteraksi, dan Selanjutnya Serve, hal ini dilakukan S-Grow untuk bersaing dengan pesaing lain dengan adanya layanan pelanggan yaitu konsultasi gratis. Lalu Speak. S-Grow mengunakan internet untuk pertanyaan melalui live Shopee & Tiktok, bahkan pertanyaan di Instagram terkait Selanjutnya Save, lebih efisien dalam menjangkau target audiens karena menggunakan internet sebagai saluran Terakhir adalah Sizzle, tujuan paling utama S-Grow adalah untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan. Pada tahap Strategy, yang dilakukan melibatkan segmentasi pasar yang geografis, demografis, dan psikografis. Penggunaan endorsement influencer harus Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301 sesuai dengan profil target pasar mereka dan memastikan konsistensi pesan komunikasi melalui guideline yang jelas. Pemilihan influencer berdasarkan kinerja sebelumnya dan relevansi konten mereka dengan produk. Pada tahap Tactics dan Action, komunikasi pemasaran S-Grow adalah PR dan publicity melalui kerjasama dengan influencer, serta personal selling dan sales promotion. Tahap Controll, menunjukkan bahwa S-Grow menerapkan kontrol yang ketat untuk memantau dan mengevaluasi setiap tahap komunikasi Terkait dengan pendekatan model SOSTAC, peneliti menyimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan S-Grow berdasarkan pendekatan model SOSTAC tidak sepenuhnya dioptimalkan khususnya pada aspek strategi pada penetapan sequence, integration, tools. Pada pendekatan model SOSTAC, selain segment, target market, dan positioning strategi yang diperlukan dalam komunikasi pemasaran adalah penetapan sequence,integration, tools. Hal ini perlu di tetapkan secara jelas oleh SGrow agar dapat meningkatkan efektivitas strategi komunikasi pemasarannya di masa Gogali. Andriana. , & Tsabit. Penggunaan KOLs Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Kanzler Di TikTok. Jurnal Media Penyiaran, 02. , 110Ae120. Kriyanto. Teknik Praktik Riset Komunikasi Kuantitatif dan Kualitatif (Edisi Kedu. Prenadamedia Group. Maulid. September . Contoh Teknik Analisis Data SOSTAC dalam Digital Marketing. DQLab. https://dqlab. id/contohteknik-analisis-data-sostac-dalam-digitalmarketing Mediana. October . Warganet Putuskan Beli karena IkutiAy InfluencerAy. Kompas. Id. https://w. id/baca/ekonomi/2023/ 10/05/warganet-putuskan-beli-karena-ikutiinfluencer Samosir. Tupperware Gulung Tikar. Gagal Beradaptasi Hingga Gagal Branding. Ukmindonesia. Id. https://ukmindonesia. id/baca-deskripsiposts/tupperware-gulung-tikar-gagalberadaptasi-hingga-gagal-branding Simon. February . How to use the SOSTACA planning model and the RACE Framework? Smart Insights. https://w. com/digitalmarketing-strategy/sostac-plan-example/ Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D (Edisi kedu. Alfabeta. Werdiningsih. , & B. Lima Pendekatan dalam Penelitian Kualitatif. Likhitaprajna Jurnal Ilmiah, 24. , 39Ae50. DAFTAR RUJUKAN Anestia. February . Menyimak Data Tren Pemasaran AuInfluencerAy di Indonesia. Dailysocial. Id. https://dailysocial. id/post/menyimak-data-trenpemasaran-influencer-di-indonesia Cangara. Perencanaan & Strategi Komunikasi (Ed. Revis. Rajawali Pers. Chaffey. , & Bosomworth. Digital Marketing Strategy Guide. Fatimah. Teknik analisis SWOT. Anak Hebat Indonesia. Fitri. , & Delliana. The Influence of Brand Ambassador Yuki Kato on the Purchase Decision of Senka Perfect Whip. Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi, 14. , 93Ae103. https://doi. org/10. 31937/ultimacomm. Kalbisocio. Jurnal Bisnis & Komunikasi. Vol. No. September 2025. E-ISSN 2829-1301