e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 STRATEGI PEMIMPIN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI ORGANISASI Iga Septiani1. Tiwa Junio Indrawan2. Salfen Hasri3. Sohiron4 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Email: Igaseptiani1234@gmail. Tiwajunioindrawan99@gmail. hasri@uin-suska. id, sohiron@uin-suska. Submitted: 16 May 2025 Accepted: 20 June 2025 Published: 23 June 2025 ABSTRAK Pemimpin di lembaga pendidikan tidak terhindar dari pengambilan keputusan dan kebijakan. Kebijakan dan pengambilan keputusan ini sangatlah saling berkaitan satu sama lain. Namun, banyak pemimpin yang kurang memahami arti dari kebijakan dan pengambilan keputusan yang berdampak pada kualitas kebijakan dan keputusan yang diambil. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menyampaikan informasi tentang kebijakan dan pengambilan keputusan, berbagai jenis pengambilan keputusan, langkah-langkah dalam pengambilan keputusan, serta gaya dan model pengambilan keputusan. Penelitian artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menganalisis 21 artikel nasional yang berkaitan dengan kebijakan dan pengambilan keputusan yang ada di database Google Scholar. Temuan dari artikel ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kebijakan dan pengambilan keputusan. Kebijakan memiliki karakter teoritis, sementara pengambilan keputusan memiliki karakter praktis. Terdapat dua jenis pengambilan keputusan, yaitu keputusan individu dan keputusan kelompok. Proses pengambilan keputusan melalui beberapa tahap, yaitu penyelidikan, perancangan, dan pemilihan. Terdapat tiga tipe kepemimpinan, yakni tipe normatif, personal, dan transaksional. Kata Kunci: Strategi Pemimpin. Kebijakan. Pengambilan keputusan ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ABSTRACT This study aims to determine the effect of media use and teacher pedagogic competence on student learning outcomes in science subjects at MTs Muhammadiyah 2 and MTs Kebun Bunga Banjarmasin City. This study focuses on aspects, namely to determine the effect of pedagogic competence on learning outcomes, to determine the effect of media use on learning outcomes, and to determine the effect of pedagogic competence and media use on learning outcomes. This study uses a quantitative approach. The population used is from grades 7, 8, and 9 in two private madrasah with a total of 111 respondents. Given the small number, the researchers used a saturated sample. The results of the study show that: . The results illustrate that there is a relationship or influence of teacher competence on learning outcomes, . there is a significant influence and this indicates that there is a relationship or influence of media on learning outcomes, . The results of the calculation provide a large picture of R, which is 0. 880 whose magnitude ranges from between 0. 800-1,000. The condition provides an illustration that there is a relationship between competence and learning media on learning outcomes. Keywords: Influence, pedagogic competence, media and learning outcomes e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 PENDAHULUAN Latar Belakang Pemimpin adalah orang yang memegang tanggung jawab besar untuk kesuksesan suatu Keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi ditentukan oleh kinerja dan fungsi seorang pemimpin. Louis A. Allen dalam (Nayla, dkk, 2. menjelaskan bahwa organisasi adalah proses mengenali dan mengatur tugas yang harus mendelegasikan kekuatan dan tanggung jawab. Dengan demikian, organisasi dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang secara sadar terikat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Prof. Dr. Sondang P. Siagian menyatakan dalam (Wahyu Bhudianto, 2. bahwa seorang pemimpin yang efektif adalah individu yang membuat keputusan, menetapkan kebijakan, dan merekrut orang lain untuk melaksanakan keputusan yang telah dibuat sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan. 2 Seorang pemimpin tidak dapat beroperasi sendirian. mereka memerlukan sebuah kelompok atau tim yang dengan sukarela berkontribusi aktif, berkolaborasi, dan saling mendukung dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, diharapkan pemimpin dapat memotivasi, menggerakkan, dan memberikan pengaruh positif kepada timnya untuk bersamasama organisasi yang dipimpin. Seorang mempertimbangkan dampak dari suatu tindakan sebelum membuat keputusan (Harahap, 2. Bila sebuah kebijakan atau keputusan diambil dengan langkah awal yang baik, maka hasil dari kebijakan dan keputusan tersebut pun akan baik. Namun, banyak kesalahan yang dilakukan oleh pemimpin dalam penetapan kebijakan maupun pengambilan keputusan, baik yang mereka sadari maupun yang tidak. Kesalahan ini biasanya disebabkan oleh minimnya informasi dan strategi yang dimiliki pemimpin dalam proses mengambil Oleh karena itu, penting bagi pemimpin untuk memiliki pengetahuan yang luas dalam menetapkan kebijakan dan membuat keputusan Salah satu tanggung jawab utama seorang pemimpin adalah membuat keputusan. Pilihan yang diambil bisa membawa keberhasilan bagi organisasi jika itu adalah pilihan yang benar. Pemimpin yang bijaksana akan menentukan keputusan terbaik demi kepentingan umum. Proses pengambilan keputusan adalah elemen penting dalam administrasi, terutama dalam bidang administrasi pekerjaan sosial, di mana keputusan bisa mempengaruhi kehidupan individu, kelompok, dan komunitas. Keputusan yang diambil akan berpengaruh baik atau buruk untuk masa depan organisasi. Pengambilan keputusan adalah elemen penting dalam manajemen, terutama dalam pekerjaan sosial, di mana pilihan yang diambil kelompok, dan komunitas. Setiap pilihan memiliki dampak tersendiri karena faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan saat membuat keputusan akan berpengaruh pada cara pengambilan keputusan yang diterapkan (Kurniasari, 2. 4Sudirman . menjelaskan langkah-langkah pengambilan keputusan untuk seorang pemimpin. 5 Seseorang dapat menilai dan memilih berbagai opsi untuk mengatasi masalah dengan menerapkan metode pengambilan keputusan yang teliti, seperti menentukan faktor kritis, mengembangkan pilihan yang mungkin, menganalisis opsi, memilih yang terbaik, menetapkan keputusan, menciptakan sistem pengendalian, dan menilai hasil. Tidak dapat dipungkiri bahwasanya sejumlah manajer pernah membuat kesalahan saat membuat keputusan. Terkadang, akibat dari keputusan yang diambil belum tampak secara langsung karena tujuan jangka panjang yang Oleh karena itu, sangat penting bagi Nayla Adelina Istika. Peran Penting Seorang Pemimpin Organisasi Dalam Mengambil Keputusan (Jakarta: Fakultas Hukum. Universitas Pembangunan Nasional Veteran, 2. , h. Siagian Sondang. Filsafat Administrasi (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , h. Harahap. Implementasi Manajemen Syariah Dalam Fungsi-Fungsi Manajemen. ATTAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, 2. , 2017 Kurniasari. Pengambilan Gaya Keputusan Ditinjau Dari Tipe Kepribadian. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 1. Sudirman. Pengambilan Keputusan Sebagai Langkah Strategis Tugas Manager. EFISIENSI: Kajian Ilmu Administrasi, 3. e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 seorang pemimpin untuk memperhatikan cara dan prosedur yang tepat sebelum membuat keputusan. Jika kita hubungkan dengan landasan pengambilan keputusan, pada dasarnya berasal dari Allah SWT sebagai Entitas Yang Maha Menentukan. Allah SWT berfirman dalam Surah Ad ayat 26 yang artinya yaitu: (Allah berfirma. AuWahai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah . di muka bumi. Maka, berilah keputusan . di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. Ay (Q. Ad ayat . Informasi pengolahan atau penafsiran data agar bisa digunakan dalam proses membuat keputusan. Informasi mencakup data yang sudah diproses Ketersediaan informasi yang tepat sangat krusial dalam membuat keputusan, terutama dalam keadaan yang rumit. Oleh karena itu, sebelum mempertimbangkan informasi yang telah diperoleh, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam AlQurAoan surat AlujurAt ayat 6 yang artinya : AuHai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu ituAy. (Q. Al- ujurAt ayat . Oleh karena itu, pengambilan keputusan sangat terkait dengan kepemimpinan dan manajemen (Ajefri, 2. Keberadaan seorang pemimpin terlihat dari kemampuannya dalam 6Pemimpin yang baik adalah yang bisa mengambil keputusan dan merumuskan kebijakan yang sesuai (Syamsul, 2. 7Organisasi dapat berfungsi dengan baik jika pemimpin dapat mengatur anggota organisasi sesuai dengan tanggung jawab dan tugas mereka serta mampu membuat keputusan yang benar. Dari ayat di atas dijelaskan bahwa umat Islam harus waspada saat menerima berita atau Untuk menghindari penyesalan di masa depan, kita sebaiknya memeriksa dan berhati-hati ketika kita kurang memahami sesuatu. Umat Islam yang cermat dalam memilih sesuatu yang akan dionsumsi atau digunakan juga bisa merujuk pada ayat ini. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada tahap-tahap yang dilalui seseorang dalam memilih suatu produk. Dimulai dengan menentukan kebutuhan, mengumpulkan informasi, memilih alternatif, membuat keputusan, dan bertindak setelah pembelian. Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, penulis menekanan bahwasanya ada pentingnya pengambilan keputusan yang didasarkan pada ajaran Allah SWT (Al-Qur'a. Rasulullah juga memberikan contoh pengambilan keputusan yang bijaksana berdasarkan Al-Qur'an. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua umat Islam dan pengikut Nabi Muhammad SAW, terutama pemimpin dan calon pemimpin, untuk memahami hal ini. Hal ini bertujuan agar mereka dapat membuat keputusan yang tepat, yang akan berperan dalam pengembangan dan kemajuan lembaga pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, dengan cara yang efektif dan efisien. Ajefri. Efektifitas. Kepemimpinan Dalam Manajemen Berbasis Madrasah. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 2017 METODE PENELITIAN Dalam studi ini, penulis menerapkan metode kualitatif yang berfokus pada pengumpulan, pengelolaan, dan analisis data. Tujuan dari metode kualitatif adalah untuk memperoleh kebenaran yang termasuk dalam kategori penelitian ilmiah, yang berkembang dari riset berdasarkan pengamatan Metode kualitatif melibatkan latar belakang ilmiah untuk menginterpretasikan fenomena yang terjadi di masa lalu, dan dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatan yang tersedia. Pada metode penelitian kualitatif ini, penulis menggunakan wawancara, pengamatan lingkungan sekitar, serta interpretasi fenomena di objek yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena sosial secara komprehensif dan kemudian melakukan analisis. Jenis penelitian kualitatif ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif, yaitu pendekatan yang menggambarkan Syamsul. Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1. , 2017 e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 dan menjelaskan fenomena secara sistematik, aktual, dan akurat. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pemimpin Strategi pemimpin ini faktor krusial dalam mengatur sebuah perusahaan atau organisasi. Aspek ini berkaitan dengan sukses atau tidaknya sebuah Di mana rencana yang telah dibuat akan memengaruhi kinerja karyawan serta performa Dalam proses penyusunan strategi, peran kepemimpinan perusahaan atau organisasi tidak dapat diabaikan. Strategi pemimpin adalah cara atau rencana yang dimiliki pemimpin untuk membawa perubahan di dalam perusahaan atau organisasi, melaksanakan rencana dengan kepemimpinan yang efektif, serta membantu karyawan memahami tujuan perusahaan Strategi kepemimpinan adalah topik yang menarik, karena hal ini berkaitan dengan kemajuan atau kemunduran perusahaan. Jika seorang pemimpin tidak berhasil menjalankan strateginya, hal ini dapat berdampak negatif pada kinerja karyawan, yang juga akan memengaruhi kinerja perusahaan, menghasilkan citra yang buruk, dan menghalangi pencapaian tujuan perusahaan. Sachin dan Bansidhar berargumen bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memengaruhi karyawan agar dengan sukarela kelangsungan hidup jangka panjang organisasi sambil menjaga stabilitas keuangan dalam jangka Didalam strategi pemimpin terdapat 6 (Ena. komponen untuk meningkatkan kinerja didalam suatu organisasi yaitu sebagai berikut: Menentukan visi misi dan tujuan perusahaan Mengembangkan SDM Mempertahankan kekuatan atau keunggulan Menekankan praktik etis Membangun kontrol organisasi yang seimbang Mempertahankan budaya organisasi yang efektif Kepemimpinan atau pemimpin bisa diartikan sebagai posisi atau peran seseorang yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi orang lain. Kepemimpinan juga dikenal sebagai karakter, tindakan seseorang, dampak positif terhadap orang lain, komunikasi yang aktif, kerjasama, saling membantu, dan memberikan sumbangan signifikan bagi suatu organisasi. Seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan kepemimpinan, yang berarti bahwa kapasitas tersebut penting bagi setiap pemimpin agar sukses dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Menurut Muladi Adi Sujatmo . , pemimpin adalah topik yang tidak akan pernah habis untuk Untuk menghasilkan formulasi yang lebih tepat dan akurat yang bisa diterapkan kapan saja, tantangan kepemimpinan akan selalu ada dan akan diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Sekumpulan tindakan yang perlu dilakukan seseorang sesuai dengan posisinya sebagai pemimpin dikenal sebagai peran Dalam proses pengambilan keputusan dan menerima tanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan, pemimpin memiliki peran yang sangat penting. Keterampilan teknis, seperti kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman, keterampilan interpersonal, seperti kemampuan untuk bekerja sama, menginspirasi, dan memahami orang lain, serta keterampilan konseptual yang berhubungan dengan kemampuan dalam mengambil keputusan, semuanya diperlukan bagi seorang pemimpin. Keputusan diambil sebagai respon terhadap masalah yang muncul dalam organisasi (Muhammad RifaAoi, 2. Strategi pemimpin ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu Transaksional. Transformasional. Karismatik. Pemimpin jenis transaksional ini memberikan penghargaan kepada karyawan dalam bentuk insentif gaji atau kenaikan gaji, promosi, dan bonus untuk performa yang baik dengan mempertimbangkan hasil kerja karyawan. Namun, jika kinerja kurang baik, mereka bisa dikenakan sanksi berupa pemotongan gaji, penurunan posisi. Kepemimpinan pendekatan ini bisa menghasilkan hasil yang tidak selalu maksimal. Jenis strategi pemimpin transformasional ini bersifat adaptif dan mengatur perilaku. Pemimpin kepemimpinannya dengan menerapkan visi organisasi untuk mengarahkan tindakan dan perlakuan karyawan. Pendekatan pemimpin seperti ini memotivasi orang lain untuk bertransformasi dengan mengutamakan strategi demi kebaikan Kepemimpinan strategis ini mendorong karyawan untuk membangun kepercayaan diri, menerima tanggung jawab, dan mengenali tujuan Jenis strategi pemimpin yang memiliki daya tarik atau pesona untuk membujuk orang lain itu adalah e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 jenis strategi karismatik. Individu merasa terdorong untuk menyelesaikan pekerjaan secara tepat Fokus dari kepemimpinan karismatik ini adalah mengubah status quo dan melakukan perubahan dalam organisasi yang tidak pasti. Strategi pemimpin bukanlah satu-satunya penyebab kegagalan atau stagnasi yang dialami oleh sebuah organisasi, ada banyak faktor lain seperti dana atau keuangan, struktur organisasi, serta rendahnya sumber daya manusia. Walaupun faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi kesuksesan dan perkembangan sebuah organisasi, ada satu faktor yang sangat penting dan memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan, yaitu pemimpin. Jika seorang pemimpin tidak proaktif dalam menghadapi situasi dan kondisi tertentu, maka pemimpin tersebut memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam kelangsungan suatu organisasi. Kepemimpinan yang kurang efektif akan berdampak negatif pada organisasi dan kinerja anggotanya, serta kesuksesan organisasi atau perusahaan sangat bergantung pada peran pemimpin dan strategi kepemimpinannya. Fungsi pemimpin yaitu suatu fenomena sosial yang harus terwujud melalui hubungan antara staf dan manajer dalam suatu perusahaan atau organisasi. Ada tiga fungsi kepemimpinan yang terdiri dari: Fungsi Tugas (Task Function. Mencapai target pekerjaan dari karyawan Merencanakan aktivitas kerja Menentukan tugas-tugas karyawan Mengatur sumber daya Menyusun tugas dan tanggung jawab Mengawasi mutu Memeriksa kinerja dan menilai kemajuan Fungsi Tim (Team Function. Menjaga semangat dan meningkatkan moral Menyatukan individu sebagai satu kesatuan Menetapkan norma dan bersikap tegas Hubungan komunikasi yang efektif antar Melatih staf Fungsi Individual (Individual Function. Menghubungkan kebutuhan pribadi antar Mengatasi permasalahan pribadi dan konflik antara kebutuhan individu dan kebutuhan Pengambilan keputusan Keputusan adalah hasil dari proses berpikir tentang masalah yang dianggap sebagai penyimpangan dari rencana yang telah ada, dengan memilih salah satu Pengambilan keputusan adalah pendekatan sistematis untuk menangani masalah (Anwar. Masalah yang dibahas dianalisis berdasarkan fakta-fakta, kemudian dicari solusi alternatif yang rasional dan dilakukan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh (Lipursari, 2. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa pengambilan keputusan adalah proses untuk menetapkan solusi alternatif dari berbagai pilihan yang tersedia. Sebuah keputusan harus bersifat analitis, fleksibel, dan dapat dijalankan dengan dukungan fasilitas yang Menurut Suparno . berpendapat bahwa proses pengambilan keputusan adalah pemilihan dari beberapa pilihan. Ini berhubungan dengan fungsi Contohnya, keputusan saat mereka melakukan perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian. Namun, para teori tradisional tidak berhasil memberikan penjelasan yang mendalam mengenai pengambilan keputusan. Muhammad RifaAoi dalam bukunya tentang pengambilan keputusan . menyatakan bahwa pengambilan keputusan mencakup penggunaan logika, intuisi, serta pemrosesan data, fakta, dan informasi sebagai dasar untuk perencanaan. Karena tidak ada analisis kebijakan dalam konteks "keputusan" "perencanaan" saling berhubungan dan tidak bisa Agar perusahaan dapat memiliki masa depan yang lebih cerah, penting untuk mengambil keputusan yang tepat, yang menjadi alasan pembuatan rencana. Hal ini akan menjadi panduan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi ketika dikaitkan dengan kebijakan. Singkatnya, dapat disimpulkan bahwa kebijakan sangat dipengaruhi dan berdasarkan pilihan yang diambil oleh manajemen dan pimpinan untuk menghadapi tantangan dalam organisasi. Menurut Akhmad Sudrajat yang diacu dalam tulisan Rizki Amalia dan Citra, keputusan adalah solusi untuk masalah yang menjadi dasar tindakan dalam situasi tertentu, yang diwujudkan dengan memilih satu dari beberapa pilihan yang ada. Proses mengambil keputusan melibatkan pendekatan yang sistematis terhadap masalah dengan mengumpulkan data sebagai informasi, serta mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan sebelum menentukan Jadi, pengambilan keputusan adalah metode terencana yang berkaitan dengan inti suatu masalah, pengumpulan informasi dan data, pemilihan alternatif dengan matang yang dihadapi, serta e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 perhitungan yang tepat. Proses pengambilan keputusan fokus pada keakuratan dalam menilai isi masalah yang ada dalam organisasi, dengan melibatkan semua pihak yang berkontribusi. dalam setiap organisasi, hal ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab paling penting dan utama bagi seorang pemimpin yang efektif. Dengan begitu, proses pengambilan keputusan dapat dipahami sebagai metode yang teratur untuk mengevaluasi berbagai pilihan, dan mengambil langkah yang dianggap paling tepat berdasarkan Kinerja baik atau buruk seorang pemimpin dalam suatu organisasi, pada dasarnya diukur dari keberhasilan dalam pengambilan keputusan. Teori pengambilan keputusan adalah kajian mengenai cara memilih opsi yang tepat untuk diambil sebagai keputusan dan berkaitan dengan perilaku individu dalam proses tersebut. Penerapannya luas, tidak hanya dalam manajemen produksi dan operasional, seperti dalam analisis produk baru, tetapi juga dalam konteks analisis manajemen pengambilan keputusan secara Teori ini menekankan bahwa individu cenderung bertindak berdasarkan cara mereka melihat situasi saat ini dan memiliki pemahaman yang terbatas. Setiap orang memiliki struktur pengetahuan yang berbeda, yang mempengaruhi cara mereka membuat keputusan. Konteks sosial, yang meliputi kekuatan dan pengaruh politik, sosial, serta ekonomi yang ada saat ini, sangat terkait dengan proses pengambilan keputusan. Dalam membuat keputusan, harus sesuai dengan masalah yang ada. Keputusan bisa didasarkan pada perasaan, tetapi juga bisa dilakukan dengan mempertimbangkan logika. Di samping itu, keputusan juga bisa dipengaruhi oleh karakter individu yang membuatnya. Oleh karena itu, terdapat beberapa jenis pengambilan keputusan yang bisa dilakukan, yaitu pengambilan keputusan berdasarkan . insting, . logika, . data, . pengalaman, dan . Tipe Pengambilan Keputusan Proses pengambilan keputusan bisa digolongkan sebagai serangkaian langkah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, cara pengambilan keputusan secara logis memiliki variasi yang berbeda berdasarkan tujuan dan sifat Secara umum. Herbert Simon telah mengelompokkan jenis-jenis keputusan ke dalam dua kategori, yaitu keputusan terprogram dan keputusan yang tidak terprogram. Berikut ini ada beberapa tipe pengambilan keputusan yaitu sebagai Keputusan terprogram . rogrammed Keputusan terprogram merupakan pilihan yang diambil berdasarkan kebiasaan, aturan, atau Keputusan ini bersifat rutin, terencana, dan cenderung terjadi berulang kali. Setiap organisasi memiliki kebijakan yang tertulis maupun tidak tertulis yang membantu para pengambil keputusan dalam situasi yang sama. Jika suatu situasi tertentu terjadi secara berulang, maka umumnya akan diterapkan aturan, kebijakan, dan prosedur standar untuk menyelesaikannya. Pada level tertentu, keputusan yang terprogram akan mengurangi otonomi seorang manajer. Namun, masalah-masalah rutin tidak selalu mudah, keputusan yang diprogram juga dapat diterapkan dalam menangani masalah yang lebih kompleks dan Keputusan tidak terprogram . on programmed decisions Keputusan dianggap tidak terprogram jika keputusan tersebut pertama kali dihadapi dan tidak terstruktur. Karena karakteristiknya seperti itu, tidak ada prosedur yang jelas untuk mengatasi permasalahan, karena masalah yang ada kompleks, sangat penting, atau tidak muncul dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Oleh karena itu, jika sebuah masalah yang muncul tidak cukup dijelaskan oleh kebijakan atau sangat penting sehingga memerlukan penanganan khusus, maka penanganannya harus Keputusan ini memerlukan penanganan khusus, dan pengalaman serta intuisi pemimpin sangat penting untuk menyelesaikan masalah ini karena belum ada pedoman spesifik dalam langkah Proses Pegambilan Keputusan Salah satu elemen yang paling penting yang harus dihadirkan untuk digunakan dalam rangkaian proses pengambilan keputusan adalah usaha mengumpulkan informasi, yang berfungsi sebagai data masukan dalam situasi pengambilan e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Apabila informasi yang cukup diperoleh untuk mendapatkan rincian alternatif, maka proses pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan lebih tepat. Berikut beberapa elemen terpenting dalam pengambilan keputusan yaitu sebagai Penyelidikan . Menjelaskan pandangan dan penentuan kondisi, dalam konteks sebagai langkah untuk mengenali situasi pengambilan keputusan serta penjelasan ciri-ciri Dalam penyelidikan, penyelidik akan: Melihat lokasi kejadian. Mengumpulkan informasi dari saksi. Mengumpulkan bukti yang berkaitan kemudian setelah penyelidikan, penyelidik akan menentukan apakah akan melanjutkan ke tahap penyidikan atau Penyelidikan Penyidikan merupakan rangkaian langkah penyidik untuk mengumpulkan bukti guna menemukan tersangka dan menjelaskan tindakan kriminal yang terjadi. Desain . Tahap ini adalah rincian dari beberapa opsi yang Ini adalah proses perencanaan langkah-langkah yang mungkin dapat dikenali dan disusun dengan Pilihan . Berhubungan dengan proses memilih tindakan, yang merupakan langkah selanjutnya dari evaluasi berbagai opsi yang tersedia. Tahap ini adalah penetapan langkah sesuai dengan sasaran yang telah Pengambilan keputusan perlu dilakukan setelah pemikiran yang mendalam, dengan merujuk pada data yang relevan. Selain itu, keputusan yang dibuat harus memperhitungkan dampak yang mungkin Seperti yang diungkapkan oleh Smedes . , jika kita ingin mengevaluasi apakah pilihan . mempertimbangkan apa yang terjadi setelahnya. Jika dianggap bahwa suatu hal akan memberikan hasil yang positif, maka pilihan . dapat Penutup Kesimpulan Peran pemimpin sangat penting dalam mengembangkan dan memajukan suatu organisasi. Di antaranya, mereka bertugas untuk mengatur, mengelola, mengawasi, memimpin, menjadi motivator dan penggerak, serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil dan pilihan yang dibuat akan mempengaruhi perkembangan organisasi di masa Pemimpin dianggap memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih dibandingkan anggota lainnya, sehingga mereka akan memilih keputusan dengan mempertimbangkan semua konsekuensi yang mungkin muncul. Pemimpin yang bijak akan membuat pilihan dengan risiko/akibat yang paling minim, keputusan yang paling sesuai, serta tidak merugikan pihak manapun. Dalam proses pengambilan keputusan, kita bisa menilai seberapa baik seorang pemimpin dalam menganalisis dan mengamati masalah, menyelidiki serta mengumpulkan informasi yang tepat dan relevan, yang berarti tidak hanya mementingkan kepentingan organisasi dibanding kepentingan pribadi, memiliki beberapa alternatif atau opsi cadangan yang terbaik, dan memikirkan dampak dari keputusan yang diambil. DAFTAR PUSTAKA