469 Jurnal Info Kesehatan Vol 15. No. Desember 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Basic Physical and Air Quality Study in Tenau Port and Bolok Port Waiting Room Studi Kualitas Fisik Udara Dan Sanitasi Dasar Di Ruang Tunggu Pelabuhan Tenau Dan Pelabuhan Bolok Olga Mariana Dukabain. Onesimus Numba Kesehatan Lingkungan. Poltekkes Kemenkes Kupang Email: olgadukabain@poltekkeskupang. ARTICLE INFO: Keywords: Temperature Humidity Ventilation Velocity of air flow Quantity of clean water Latrines Trash cans Sewerage Kata Kunci: Suhu Kelembaban Ventilasi Kecepatan aliran udara Kuantitas air bersih Jamban Tempat sampah Saluran pembuangan air limbah ABSTARCT/ABSTRAK The problem of air supply and the lack of sanitation facilities in the sea port waiting room is still a problem, including in the waiting room of Tenau Port and Bolok Port, this can be shown by many passengers who feel hot and hot, a lot of garbage is scattered, the number of latrines is lacking and there are puddles water in front of the toilet. This study aims to determine the temperature, humidity, ventilation, velocity of air flow, quantity of clean water, latrines, trash cans. This research is a descriptive study that describes the results of field observations and data that have been obtained during the study to obtain deeper facts about the physical quality of air and basic sanitation. The subject of this study is the waiting room of Tenau Port and Bolok Port. Permasalahan pasokan udara dan kurangnya sarana sanitasi di ruang tunggu pelabuhan laut masih menjadi masalah, termasuk di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok, hal ini bisa ditunjukkan oleh banyak calon penumpang yang merasa panas dan gerah, banyak sampah tercecer, jumlah jamban kurang dan terdapat genangan air di depan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu, kelembaban, ventilasi, kecepatan aliran udara, kuantitas air bersih, jamban, tempat sampah, saluran pembuangan air Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan hasil observasi lapangan dan data yang telah diperoleh selama penelitian untuk memperoleh fakta yang lebih dalam mengenai kualitas fisik udara dan sanitasi dasar. Subjek dari penelitian ini adalah ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok. CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Olga Mariana Dukabain Kesehatan Lingkungan-Poltekkes Kemenkes Kupang Ae 85111 Email: olgadukabain@poltekkeskupang. PENDAHULUAN ventilasi, ventilasi alami maupun ventilasi Pelabuhan merupakan titik simpul buatan sehingga kuantitas dan kualitas udara pertemuan atau aktifitas keluar masuk kapal, barang dan orang, sekaligus sebagai pintu memenuhi persyaratan kesehatan tempat- gerbang transformasi penyebaran penyakit tempat umum khususnya pelabuhan laut. dan merupakan ancaman global terhadap Tersedianyasarana sanitasi yang cukup harus disesuaikan dengan jumlah orang atau calon penyakit karantina, penyakit menular baru penumpang yang menempati ruang tunggu . ew emerging disease. , maupun penyakit serta memenuhi persyaratan baik jumlah menular lama yang timbul kembali . e- maupun kondisi dari sarana. emerging disease. Daya Salah satu sarana penting yang ada Pelabuhan Tenau mencapai 600 orang di pelabuhan adalah terminal/ruang tunggu. sedangkan Pelabuhan Bolok mencapai 250 Terminal/ruang tunggu merupakan tempat jumlah pengunjung yang datang ke berkumpulnya orang banyak yang hendak Pelabuhan Tenau rata-rata perbulannya bisa bepergian ke suatu tempat atau wilayah, 000 pengunjung sedangkan maupun yang datang dari suatu tempat atau Sehingga di lingkungan ruang pengunjung perbulannya1. tunggu terjadi berbagai aktifitas yang dapat Persyaratan kualitas udara dan sanitasi dasar di lingkungan ruang tunggu mutlak diperlukan, karena menurut Suyono Pasokan udara yang cukup dan Ketersediaan Bolok dan Budiman . jika udara dan sanitasi dasar yang tersedia di ruang tunggu memenuhi persyaratan kesehatan tempat- jumlahnya kurang maka dampak yang dapat tempat umum, yakni tersedianya sarana ditimbulkan yaitu mengganggu keamanan dan kenyamanan calon penumpang selama pembuangan air limbah . nspeksi sanitasi berada di ruang tunggu2 tempat-tempat umu. BAHAN DAN METODE HASIL Penelitian Lokasi penelitian adalah ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan ruang tunggu Pelabuhan Bolok Kota Kupang. Penelitian lapangan dan data yang telah diperoleh ini dilakukan dengan cara melakukan selama penelitian untuk memperoleh fakta pengukuran suhu, kelembaban, ventilasi, yang lebih dalam mengenai kualitas fisik kecepatan aliran udara dan kuantitas air udara dan sanitasi dasar di ruang tunggu Pelabuhan Pelabuhan menggunakan format inspeksi sanitasi yaitu Bolok. Subyek dalam penelitian ini adalah sarana jamban, tempat sampah dan saluran Ruang Tunggu Pelabuhan Tenau Dan pembuangan air limbah. Tenau Inspeksi Pelabuhan Bolok. Penelitian ini dilakukan Berdasarkan hasil pengukuran suhu kelembababn, ventilasi, kecepatan aliran dalam penelitian ini maka diperoleh data udara, kuantitas air, pemeriksaan kondisi sebagai berikut: jamban, tempat sampah, saluran Tabel 1. Rata-rata pengukuran suhu di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok sesudah ada penumpang Hasil Pengukuran (AC) Nama Pelabuhan Suhu Keterangan Pelabuhan TMS Tenau Pelabuhan TMS Bolok Tabel 1 menunjukan suhu di ruang tunggu Pelabuhan Tenau 32,2 AC dan tidak memenuhi syarat. Perlabuhan Bolok 29,6 AC dan tidak memenuhi syarat. Tabel 2. Rata-rata pengukuran kelembaban di ruang tunggu pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Hasil Pengukuran (%RH) Nama Pelabuhan Kelembaban Keterangan Pelabuhan TMS Tenau Pelabuhan TMS Bolok Tabel 2 menunjukan kelembaban di ruang tunggu Pelabuhan Tenau 64,7 % dan tidak memenuhi syarat. Perlabuhan Bolok 67. 8 % dan tidak memenuhi syarat. Tabel 3. Rata-rata pengukuran ventilasi . di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Hasil Pengukuran . A) Nama Pelabuhan Total Luas Ventilasi Lantai Keterangan Pelabu-han Tenau 18,84 248,31 TMS Pelabu-han Bolok 10,56 TMS Tabel 3 menunjukan apabila luas ventilasi 15 % dari luas lantai ruangan maka ventilasi di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Perlabuhan Bolok tidak memenuhi syarat Tabel 4. Rata-rata pengukuran kecepatan aliran udara di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Hasil Pengukuran . Nama Pelabuhan Kecepatan aliran Keterangan Pelabuhan Tenau 0,78 TMS Pelabuhan Bolok 1,42 TMS Tabel 4 menunjukan kecepatan aliran udara di ruang tunggu Pelabuhan Tenau 0,78 m/s dan tidak memenuhi syarat. Perlabuhan Bolok 1,42 m/s dan tidak memenuhi syarat Tabel 5. Rata-rata pengukuran kuantitas air bersih di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Hasil Pengukuran Nama Pelabuhan Pengunaan Air Keterangan (Liter/Oran. Pelabuhan Tenau 13,12 Pelabuhan Bolok 17,76 Tabel 5 menujukan penggunaan air di ruang tunggu Pelabuhan Tenau sebanyak 13,12 liter/orang dan memenuhi syarat, pelabuhan bolok 17,76 liter/orang dan memenuhi syarat. Tabel 6. Rata-rata ketersediaan jamban di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Hasil Pengukuran Jamban Penggunaan Nama Pelabuhan KeteJamban (Unit/Oran. Pelabuhan Tenau TMS Pelabuhan Bolok Tabel 6 menunjukan bahwa 1 unit jamban di Pelabuhan Tenau di peruntukkan kepada 400 orang calon penumpang sehingga tidak memenuhi syarat Tabel 7. Hasil pengamatan kondisi jamban di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Hasil Pengamatan Nama Pelabuhan jamban Ketera-ngan Pelabuhan Tenau Pelabuhan Bolok Tabel 7 menunjukan kondisi jamban di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok dengan persentase 92,8 % dan memenuhi syarat. Tabel 8. Rata-rata ketersediaan tempat sampah di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Hasil Pengukuran Pelab-uhan Tenau Penggunaan TPS (Unit/Oran. Pelab-uhan Bolok Nama Pelabuhan TPS (Un-i. Ketera-ngan TMS Tabel 8 menunjukan bahwa 1unit TPS di Pelabuhan Tenau di peruntukkan kepada 115 orang calon penumpang sehingga tidak memenuhi syarat Tabel 9. Hasil pengamatan kondisi tempat sampah di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Hasil Pengamatan Nama Pelabuhan Keterang-an TPS Pelabuhan Tenau Pelabuhan Bolok Tabel 9 menunjukan kondisi TPS di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok dengan persentase 71,4 % dan memenuhi syarat. Catatan: Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok tidak memiliki sarana pembuangan air limbah PEMBAHASAN penerangan, suhu dan kelembaban udara, dan Suhu Suhu merupakan salah satu kualitas Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan yang mempengaruhi aktifitas rata-rata suhu ruang tunggu Pelabuhan Tenau manusia sehingga menurut Cahyadi dan 32,2AC sedangkan Pelabuhan Bolok 29,6AC. Kurniawan . terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas lingkungan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2015 dalam beraktifitas, salah satunya adalah tentang Standar Angkutan Laut maka tidak memenuhi syarat Peraturan Menteri Pelayanan Perhubungan Penumpang karena suhu yang dipersyaratkan di dalam ruang tunggu adalah 18AC - 27AC. Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri Faktor Persyaratan Kesehatan tingginya suhu ruangan di ruang tunggu kelembaban yang dipersyaratkan adalah 40- Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok 60 %RH. adalah kurangnya ventilasi alami, ventilasi Penyebabkan tingginya kelembaban alami yang tersedia di ruang tunggu udara di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Tenau berjumlah 3 unit dan yang Pelabuhan Bolok yaitu kondisi ruang tunggu dijadikan sarana ventilasi adalah pintu masuk yang melebihi batas normal suhu ruangan dan pintu keluar dari ruang tunggu, tidak yaitu 30AC, jumlah ventilasi yang kurang, berfungsinya ventilasi mekanik yang tersedia baik itu ventilasi alami maupun ventilasi di ruang tunggu. Untuk itu kelembaban udara dijaga Untuk jangan terlalu tinggi maupun terlalu rendah. tingginya suhu ruangan tunggu tersebut Jika makaharus di pasang ventilasi mekanik . enyebabkan orang berkeringa. dan jika seperti: Air condisioner, exhaus fan dan home fan, menerapkan sistem ventilasi . enyebabkan kulit kering, bibir pecah- silang, atap dan dinding-dinding diberi pecah dan hidung sampai berdara. Suyono dan Budiman . Menurut Peraturan Republik Menteri ditanami pohon-pohon, agar menyejukan Kesehatan Indonesia No. udara panas, memberikan bayangan pada 1077/MENKES/2011TentangPedoman bangunan Gunawan . 1 Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah Bila kelembaban udara lebih dari 60%, maka Kelembaban dapat dilakukanupaya penyehatan antara Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata Pelabuhan Tenau 64,7 %RH sedangkan Pelabuhan Bolok67,8 %RH. Hasil pengukuran ini jika dibandingkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/20 . memasang genteng kaca . menggunakan alat untuk menurunkan kelembaban seperti humidifier . lat pengatur kelembaban udar. Ventilasi Hasil pengukuran ventilasi . Air condisioner, exhaus fan dan home fan. di ruang tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Kecepatan Aliran Udara Dikarenakan hanya terdapat 3 Kecepatan aliran udara di daerah ventilasi alami . dan jelusi di kedua iklim tropis panas lembab umumnya rendah. pelabuhan tersebut luas ventilasinya tidak Angin dibutuhkan untuk keperluan ventilasi mencapai 15 % dari luas lantai ruang tunggu. ntuk kesehatan dan kenyamanan penghuni Di ruang tunggu Pelabuhan Tenau memiliki ventilasi mekanik namun tidak berfungsi menunjukan bahwa aliran udara di ruang tunggu Pelabuhan Tenau 0,78 m/s. Pelabuhan Bolok 1,42 m/s. Pelabuhan Bolok memiliki jenis ventilasi mekanik. Hasil rata-rata Hasil pengukuranjika dibandingkan dengan Dampak dari kurangnya ventilasi Menteri Indonesia Nomor adalah sirkulasi udara menjadi terhambat. Kesehatan 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persya Republik Keputusan diakibatkan oleh calon penumpang yang merokok selama berada di ruang tunggu. Perkantoran calon penumpang akan semakin merasa memenuhi syarat karena kecepatan aliran kepanasan dan gerah apabila semakin banyak udara yang dipersyaratkan adalah 0,15 - 0,25 calon penumpang yang menghuni ruang m/s. Hembusan udara akan terasa sejuk jika tunggu, dan menyebabkan stres akibat suhu kecepatannya ideal, yakni 0,15 Ae 0,25 m/s. Kekurangan Jika kecepatannya lebih rendah maka oksigen juga dapat mengakibatkan darah ruangan akan terasa pengap, begitu juga sebaliknya hembusan akan sangat kencang telinga, dan kaki . Suyono dan jika kecepatan angin diatas 0,25 m/s , maka Budiman . 2, h. penghuni akan teracam masuk angin. kebiru-biruan Untuk mengatasi dampak diatas. Kesehatan Lingkungan Industri Kerja Penyebab tingginya aliran udara di pihak penanggung jawab ruang tunggu Pelabuhan Tenau pelabuhan mengupayakan mengatur tata Pelabuhan Bolok adalah angin laut yang letak ruangan dan dapat juga menggunakan lebih kencang dibandingkan angin darat . eadaan norma. dan pintu keluar ruang tunggu yang mengarah ke laut, akibat Jamban tingginya aliran udara yang masuk keruang Jumlah Ketersediaan Jamban tunggu cukup tinggi. Upaya yang dapat Dari hasil penelitian, jamban yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di dimiliki oleh Pelabuhan Tenau berjumlah 2 atas adalah membuat sekat yang bisa menghambat laju aliran udara dari arah laut penumpang yang rata-rata/harinya berjumlah menuju ruang tunggu, memperbaiki sistem 800 orang . hari penelitia. sehingga 1 unit ventilasi sehingga dapat mengatur laju aliran di pergunakan oleh 400 orang calon udara dalam ruang tunggu. penumpang sedangkan Pelabuhan Bolok memiliki sarana jamban berjumlah 4 unit Kuantitas Air Bersih yang diperuntukkan bagi calon penumpang Dari hasil penelitian yang telah yang rata-rata/harinya berjumlah 75 orang . dilakukan rata-rata kuantitas air bersih yang dapat dipergunakan oleh calon penumpang pergunakan oleh 19 orang calon penumpang. selama berada di ruang tunggu Pelabuhan Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok tidak Tenau memiliki pemisahan antara jamban pria dan 13,12 liter/orang Pelabuhan Bolok 17,76 liter/orang jika dibandingkan dengan standar menurut SNI Sesuai Peraturan Menteri 1-2002 Tentang Neraca Sumber Perhubungan Republik Indonesia Nomor 37 Daya Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan kuantitas air yang Penumpang Angkutan Laut maka tidak Air Spasial persyaratan karena dipersyaratkan adalah 10 liter/orang. Kuantitas air di ruang tunggu Jamban Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok diperuntukkan kepada 50 calon penumpang, memenuhi syarat dikerenakan tersedianya dan jumlah jamban wanita 2 kali jumlah bak penampungan air yang dikhususkan bagi kebutuhan calon penumpang selama berada Pelabuhan Bolok memenuhi syarat namun di ruang tunggu, bak air tersebut selalu di tidak ada pemisahan antara jamban pria dan jamban wanita. dilakukan secara teratur apabila volumenya Ketersediaan Akibatdari berkurang, pendistribusian airnya juga selalu jamban ialah calon penumpang harus di awasi oleh petugas. penggunaan sarana jamban sehingga dapat Tempat penampungan sampah Jumlah ketersdiaan tempat sampah penumpang, ditambah dengan tidak ada Dari hasil penelitian yang telah pemisahan antara toilet pria dan toilet wanita dilakukan, tempat sampah yang dimiliki oleh sehingga mengganggu privacy . ebebasan Pelabuhan Tenau berjumlah 7 unit yang pribad. dari para calon penumpang. diperuntukkan bagi calon penumpang yang Untuk rata-rata/harinya berjumlah 800 orang . hari serupa maka pihak pengelola pelabuhan penelitia. sehingga 1 unit di pergunakan perlu menambah jumlah toilet sehingga oleh 115 orang calon penumpang sedangkan dapat memenuhi persyaratan yaitu 50 orang Pelabuhan Bolok memiliki sarana tempat calon penumpang dapat menggunakan 1 unit sampah berjumlah 4 unit yang diperuntukkan toilet dan selanjutnya perlu dilakukan bagi calon penumpang yang rata-rata/harinya pemisahan antara toilet pria dan toilet wanita berjumlah 75 orang . hari penelitia. Kondisi jamban sehingga 1 unit di pergunakan oleh 19 orang Dari hasil penelitian yang diperoleh calon penumpang. kondisi jamban di Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan tenau dan pelabuhan Pelabuhan Bolok memenuhi persyaratan bolok tidak memiliki pemisahan antara dengan persentase 92,8 %, adapun kondisi tempat sampah organik dan anorganik. Dengan demikian dari hasil yang telah jamban tipe leher anggsa, lanatai bersih, diperoleh jika dibandingkan dengan standar Peraturan Menteri Perhubungan Republik dibersihkan, lantai tidak licin dan tidak Indonesia Nomor 37 Tahun 2015 tentang berbau, luas lantai jamban > 1 mA, diding Standar Pelayanan Penumpang Angkutan berwarna terang dan permukaan dinding rata. Laut maka tidak memenuhi persyaratan tempat sampah yang dipersyaratkan adalah mencukupi, tersedia tempat sampah dekat setiap 25 orang calon penumpangharus toilet dan lingkungan sekitar jamban bersih. memiliki 1 unit tempat sampah organik dan Sedangkan tidak memenuhi syarat 7,2 % Dari segi ketersediaan tempat dikarenakan ada item penilaian yang kurang, sampah. Pelabuhan Bolok memenuhi syarat ember/bak masih belum sabun/antiseptik, sehingga kedepannya perlu pemisah antara sampah organik dan sampah untuk di sediakannya sabun/antiseptik. Untuk Saluran Pembuangan Air Limbah permasalahan serupa maka pihak pengelola Dari hasil penelitian yang telah pelabuhan perlu menambah jumlah tempat dilakukan. Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok tidak memilki saluran pembuangan persyaratan yaitu setiap 25 orang calon khusus air limbah karena pihak penanggung penumpang dapat menggunakan 1 unit tempat sampah organik dan anorganik Kondisi tempat sampah benar-benar SPAL (Saluran Pembuangan Air Limba. tersebut Dari hasil penelitian yang diperoleh kondisi tempat sampah di Pelabuhan Tenau dan belum melihat secara langsung dampak yang ditimbulkan. dan Pelabuhan Bolok memenuhi persyaratan Tetapi air limbah lancar disebabkan dengan persentase 71,4 %, adapun kondisi karena air limbah yang dihasilkan langsung dilepas kelaut serta volumenya masih diantaranya: memiliki tempat penampungan kurang, namun hal ini dikhawatirkan dapat sampah sementara, tempat sampah kedap air, mencemari tanah, lingkungan pelabuhan dan memiliki penutup . etapi tidak semua tempat dapat menimbulkan bau yang tidak sedap sampa. , tidak berkarat, mudah dibersihkan, bagi pengunjung dan juga petugas di mudah dibuka dan ditutup. Sedangkan tidak memenuhi syarat Secara umum yang disebut limbah 28,6 % dikarenakan ada item penilaian yang adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kurang yaitu terdapat tempat sampah yang kegiatan dan proses produksi, baik pada tidak memiliki penutup, tempat sampah sulit skala rumah tangga, industri, pertambangan, dipindahkan . erbuat dari drum beka. , dan dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut sulit di jangkau . erada sekitar 10 meter dari dapat berupa gas dan debu, cair atau padat ruang tungg. , sehingga kedepannya yang (Ensiklopedia, perlu di sediakan oleh pengelola pelabuhan Pembuangan baik Pelabuhan Tenau maupun Pelabuhan Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok Bolok adalah: disediakannya tempat sampah belum memenuhi syarat kesehatan, hal ini tentunya dapat menimbulkan dampak yang dikhawatirkan menjadi tempat perindukan begitu besar terhadap manusia, hewan dan vektor penyebar penyakit. Air Sarana Limbah Saluran (SPAL) ekosistem di pelabuhan itu sendiri. Dampak yang ditimbulkan antara lain memenuhi syarat sedangkan kuantitas air pencemaran pada sumber air, pencemaran bersih, kondisi jamban dan kondisi tempat tanah permukaan dan menjadi tempat sampah masuk ketegori memenuhi syarat. Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok tidak Dampak air limbah di Pelabuhan Tenau Pelabuhan Bolok memiliki saluran pembuangan air limbah. Diharapkan PT. memberikan pengaruh yang besar pada PELINDO i (Pelabuhan Tena. dan PT. lingkungan karena volume aktivitas yang ada ASDP Ferry Indonesia (Pelabuhan Bolo. masih minim. Diharapkan kepada pihak kondisinya rusak, dan menambah sarana memperhatikan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limba. sehingga tidak mengganggu maupun air conditioner, memasang alat derajat kesehatan manusia khususnya calon penumpang yang menempati ruang tunggu humidifier, menambah sarana tempat sampah Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok. organik dan anorganikdan sarana jamban yang memmenuhi syarat kesehatanserta ada KESIMPULAN DAN SARAN pemisahan antara jamban pria dan jamban Berdasarkan hasil penelitian di ruang wanita, perawatan secara berkala terhadap tunggu Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan sarana yang ada di ruang tunggu Pelabuhan Bolok maka dapat disimpulkan beberapa hal Tenau seperti kipas angin. Air condisioner, tempat sampah dan sarana jamban dan perlu kecepatan aliran udara, jumlah jamban, untuk dibuatnya saluran pembuangan air jumlah tempat sampah masuk kategori tidak REFERENCES