E-ISSN : 2407-7712 e-Jurnal NARODROID. Vol. 1 No. 1 Januari 2015 SIMULASI PENJADWALAN KAPAL TAMBAT UNTUK PENCAPAIAN AoZERO WAITING TIMEAo DI DERMAGA JAMRUD UTARA DENGAN OPTIMASI ALGORITMA AoSEQUENTIAL SEARCHINGAo Natalia Damastuti. Aulia Siti Aisjah. Sistem Komputer Universitas Narotama, . Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Natalia. mdamastuti@narotama. ABSTRACT Sea transportation is one of the main transportation in Indonesia. The flow of the ships and goods is increasing from year to year. If those increase is not supported by proper infrastructure and facilities and also good services, those would cause traffic problems on the voyage that resulted in queue problems in the port. The uneffective and unefficient of arrival and service pattern for berthing vessels make the queue problems becomes more difficult to be solved. Ship berthing services system on North Jamrud is still done manually by helding meeting every day to determine the berthing position. Designing a scheduling management system of ship berthing by simulating the ship schedule will help the service process for port management and Sequential searching algorithm is used to search and collect the ship arrival data by minimizing the total service time of the ships. The simulation showed that the berthing process of ships can be done quickly by ensuring that the service time of the ships is in accordance with the standard operation procedure. The mean of waiting time for passanger ship is 41 hours, for cargo ship is 47 hours, and for the dry bulk type of ship is 70 hours with R A = 0. Key Word : Schedulling . Sequential Searching. Waiting time dermaga harus dapat memuat arus kapal yang masuk sehingga tidak ada antrian panjang bagi kapal dalam melakukan bongkar muat barang ataupun menaikturunkan penumpang. Antrian yang semakin panjang akan membawa dampak besar bagi perekonomian suatu wilayah karena tertahannya bahan Ae bahan pokok yang seharusnya di distribusikan di wilayah Permasalahan yang timbul dalam sebuah pelabuhan merupakan masalah yang Nishimura. Imae . memberikan suatu penelitian mengenai perencanaan lokasi dermaga dengan suatu algoritma genetika, dimana masalah kedatangan kapal peti kemas secara simultan. Didalam memasuki pelabuhan, ada beberapa aktivitas yang harus dilakukan oleh kapal yang datang. Kapal bergerak dari perairan menuju ke dermaga, dari dermaga ke dermaga yang lain, dari dermaga menuju perairan, dimana fasilitas yang digunakan akan diperlukan antara lain adalah gudang penyimpanan, alat angkut, dll. Pola PENDAHULUAN Transportasi laut menjadi transportasi utama dibidang perdagangan. Hampir 90 % dilakukan lewat laut. Angkutan barang yang dilakukan melalui laut menjadi sangat efisien karena daya angkut yang besar sehingga peran pelabuhan sebagai tempat dimana kapal dapat melakukan bongkar muat barang ataupun menaik-turunkan penumpang menjadi sangat penting dengan ditunjang sarana maupun prasarana yang Pelabuhan Tanjung Perak termasuk salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Menurut data yang didapat dari PT. Pelindo i, arus kunjungan kapal tahun 2011 412 unit, pada tahun 2012 727 unit . Dengan semakin meningkatnya kunjungan kapal tentunya harus ditunjang dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Salah satu fasilitas yang sangat menunjang dalam sebuah pelabuhan adalah penyediaan dermaga, dimana E-ISSN : 2407-7712 e-Jurnal NARODROID. Vol. 1 No. 1 Januari 2015 kedatangan kapal tersebut dapat dianggap sebagai sebuah antrian . sehingga perlu dibuat suatu pemodelan antrian yang ada secara matematis sehingga dapat diketahui tingkat / pola kedatangan kapal. Pola kedatangan kapal dapat diinterpretasikan dengan sifat diskret dan kontinyu. Bersifat diskrit jika kapal tersebut dilayani dalam 1 dermaga setiap saat, sedangkan kontinyu jika kapal dapat bertambat sepanjang dermaga. Proses penyandaran kapal biasanya mengikuti pola First In First Service, tetapi terkadang ada kapal-kapal jenis tertentu yang harus dilayani terlebih dahulu, semisal ukuran kapal yang tidak mencukupi jika dilakukan proses tambat dan ada kapal dengan ukuran yang lebih kecil sedang dalam antrian sehingga pelayanan akan didahulukan jika ukuran kapal mencukupi dan tidak harus menunggu dalam antrian. Berdasarkan prinsip Aoservice priorityAo ini . Imae melakukan optimalisasi pelabuhan dengan mengatur posisi tambat kapal sehingga produktivitas pelabuhan menjadi meningkat menggunakan metode heuristic. Dari penelitian beberapa yang telah disebutkan diatas, metode yang ditawarkan memerlukan waktu . yang sangat lama dalam proses pencarian data sehingga penulis mencoba menggunakan metode pencarian biasa atau yang disebut dengan Aosequential searchingAo. Tujuan dari paper ini adalah menyajikan suatu sistem manajemen dalam bentuk simulasi secara visual proses memakai obyek pada dermaga Jamrud Utara. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan memanfaatkan suatu algoritma pencarian berurut. Proses simulasi tersebut diharapkan dapat membantu pengelola pelabuhan dalam membantu jadwal kapal tambat secara komputerisasi dan tidak lagi dengan suatu Aomeeting harianAo. dipertimbangkan sesuai dengan sistem dan prosedur yang ada diantaranya adalah pola pelayanan yang mengikuti FIFS dengan skala prioritas dan mempertimbangkan jarak aman kapal dalam melakukan manuver . afety clearanc. Gambar 1. Flowchart penelitian Terdapat 5 kegiatan yang dilakukan sebuah kapal dalam aktivitasnya memasuki pelabuhan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pihak pengelola pelabuhan. Sebelum kapal datang, maka pihak angkutan laut harus memberitahukan kepada pengelola pelabuhan, setelah itu kapal akan memasuki alur pelayaran dengan menggunakan jasa pandu sampai ke dermaga atau ke tempat parkir . dan menunggu sampai ada tempat yang kosong pada dermaga yang dituju. Kemudian dengan bantuan kapal tunda, kapal di dorong atau ditarik sampai sandar di dermaga dan melakukan aktivitas bongkar muat atau menaikturunkan penumpang hingga meninggalkan dermaga atau keluar Sebelum dilakukan simulasi, terlebih dahulu dilakukan pemodelan . Langkah awal yang dilakukan adalah merancang basis data agar dapat diintegrasikan kedalam suatu simulasi. Data base yang digunakan disini terdiri dari beberapa field yaitu nama kapal, jenis kapal , berat kapal. Metode Penelitian Tahapan Penelitian Secara garis besar metodologi penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada gambar 1. Didalam kondisi real pelayanan kapal, ada beberapa hal yang E-ISSN : 2407-7712 e-Jurnal NARODROID. Vol. 1 No. 1 Januari 2015 lama waktu bongkar muat, panjang kapal dan jenis muatan. Pemodelan Simulasi Algoritma pencarian yang digunakan berdasarkan pada urutan jenis kapal dengan memperhatikan First In First Service dan skala prioritas. Pola kedatangan kapal yang dapat bersifat diskrit dapat direpresentasikan oleh sebuah node/titik atau obyek yang dapat direkam antara kejadian satu dengan yang lainnya . Simulasi dengan sequential searching sangat terikat pada jenis struktur data yang digunakan. Salah satu simulasi yang bersifat diskrit adalah sistem antrian. Kompleksitas sequential searching ini dapat dilakukan dalam sebuah aktivitas grup , dimana single obyek di hidden dalam salah satu kotak n dan probabilitas kotak AokAo berisi obyek yang dapat dirumuskan sebagai kotak k tersebut akan dicari satu persatu dengan suatu cost , jika ditemukan kotak yang sesuai, maka akan diketemukan hal yang dicari . Karakteristik dari sequential search atau linier search yaitu Pencarian dapat dilakukan di struktur data apapun yang dapat diakses secara sequential semisal array . atau bisa . erantai/terhubun. Data tidak harus terurut Jika pencarian data dari kiri dan ditemukan data yang dicari, maka waktu yang dibutuhkan akan lebih Gambar 2. Diagram Proses Input-Output Pembuatan Data Base Untuk pembuatan sistem simulasi pelayanan kapal, dibutuhkan beberapa tabel dari struktur basis data yang digunakan yaitu antara lain tabel jenis kapal, pelayaran kapal, tabel status kapal, tabel dermaga. Tabel-tabel inilah yang akan digunakan untuk proses simulasi pelayanan kapal tambat. Tabel 1. Nama Tabel AoLoginAo Dalam Sistem Basis Data Nama Field Kode User User Password Tipe Varchar Varchar Keterangan Field diatas berguna untuk login bagi user sebelum melakukan proses input data. Desain Database Tabel 2. Jenis kapal Nama Field Kode Jenis kapal Keterangan Diagram pengembangan model dan algoritma yang digunakan untuk perancangan database didalam penelitian ini dapat dilihat pada Tipe Int Tabel 3. Nama Tabel AoTransaksi KapalAo Nama Field Tipe Nama kapal Nchar Panjang kapal Berat Muatan E-ISSN : 2407-7712 e-Jurnal NARODROID. Vol. 1 No. 1 Januari 2015 Tabel Transaksi kapal merupakan tabel yang digunakan untuk simulasi penambatan Contoh tabel-tabel diatas digunakan untuk proses simulasi. Subject to : Jamrud Utara LoA O 1200 AA . = 10% LoA AA. Kapal penumpang O 3000 AA. Kapal Kargo O 40 A . Kapal Curah Kering O 100 A. Kapal Roro O 40 A. Kapal Tunda O 40 A. Variabel yang digunakan dalam perancangan sequential ini menggunakan variabel lama waktu perjalanan kapal ketika kapal sedang dipandu oleh sebuah kapal pandu, persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut : Algoritma Sequential Searching Prinsip kerja dari algoritma ini adalah pencarian lokasi kosong pada dermaga, yang kemudian dipisahkan antara lokasi kosong dengan yang sudah terisi. Kemudian di lakukan looping dari data awal hingga akhir yang diinginkan dan disimpan dalam suatu a. Keterangan : = waktu tempuh kapal dari rede ke tambatan . = bobot kapal (GRT) . = Jarak rede ke tambatan . = daya kuda kapal tunda yang menarik / mendorong/menempel (KWat. Implementasi dan Pembahasan Sistem manajemen ini dibuat dengan Visual Basic, pembuatan pemrograman ini adalah dengan menerjemahkan rancangan yang ada menjadi form, report serta visualisasi dari proses kapal tambat. adapun tahapan pembuatan program ini dimulai dari . rancang form sesuai desain, . pengaturan properties masing-masing komponen yang digunakan dalam form, . masukkan kode Setelah dilakukan pembuatan program, dihasilkan tampilan form sebagai Gambar 3. Flowchart pencarian lokasi kosong Model Simulasi Pada proses sequent ini tujuan utama adalah memastikan lama total pelayanan kapal sesuai dengan standar kinerja pelabuhan yang dituangkan pada SK Direktur Jenderal Perhubungan Laut bahwa standar kinerja untuk bongkar muat barang sebesar GC/UN/CC/CK = 40/50/125/100 (T/G/J). Berikut persamaan yang digunakan dalam pengoptimalan waktu pelayanan kapal : Dimana : Zmin = Waktu minimal pelayanan kapal = Waktu kedatangan kapal di rede = Waktu penetapan sandar = Waktu kapal bongkar muat = Waktu kapal keluar Gambar 4. Tampilan form untuk login E-ISSN : 2407-7712 e-Jurnal NARODROID. Vol. 1 No. 1 Januari 2015 kapal yang datang terlebih dahulu untuk dilayani dengan memperhatikan skala prioritas yang artinya apabila ada kapal yang datang secara bersamaan maka yang menjadi prioritas pertama untuk tambat adalah jenis kapal penumpang. Apabila lokasi penuh maka kapal akan ditempatkan dalam antrian dan menunggu sampai ada kapal yang keluar dari dermaga. Data kapal pada saat sistem belum dijalankan dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 3 merupakan data antrian kapal yang menunggu proses Selanjutnya dari data tabel 3 akan dilakukan proses simulasi yaitu dengan input data kapal antrian dan diproses dengan algoritma sequential untuk mendapatkan penetapan sandar. Proses algoritma yang mencari lokasi kosong akan dilanjutkan dengan dengan melakukan penetapan Selama masih ada lokasi kosong pada dermaga maka akan langsung dilakukan penetapan sandar dengan memperhatikan kedatangan pertama dan juga skala prioritas. Tabel 5 merupakan hasil scheduling setelah sistem dijalankan. Gambar 5. Tampilan form untuk input data kapal Gambar 6. Tampilan form sebelum sistem Pembahasan Dari hasil implementasi, kemudian dilakukan evaluasi bahwa pelayanan yang baik dan agar supaya mendapatkan hasil yang maksimal didalam aplikasi ini adalah mengurangi lama waktu tunggu dengan cara memastikan lama waktu tambat sesuai dengan standar yang berlaku sehingga Aodue dateAo dapat terpenuhi. Sesuai melakukan optimalisasi waktu pelayanan perbandingan waktu pelayanan kapal sebagai berikut : Gambar 7. Tampilan form ketika sistem sudah dijalankan. Hasil Implementasi Data yang digunakan adalah data kedatangan kapal pada tanggal 9 September 2013 sampai dengan 5 oktober 2013 sebanyak 51 kapal. Data tersebut diinputkan pada sistem dengan pengambilan skenario awal terdapat 2 kapal yang sudah sandar di dermaga Jamrud Utara yaitu Swarna Bahtera,KM yang merupakan kapal penumpang dan Hua Ming. MV yang merupakan jenis kapal cargo curah kering. Kapal tersebut datang pada tanggal yang sama yaitu 9/9/2013 tetapi memiliki jam kedatangan yang berbeda. Dengan menggunakan algoritma sequential maka akan dilakukan proses pencarian dermaga kosong yang dapat digunakan untuk tambat kapal yang datang pada tanggal berikutnya . dan HUA MING. MV , memiliki GRT 18. dengan menggunakan persamaan 13 didapat bahwa waktu perjalanan kapal dari rede menuju tambatan memerlukan waktu E-ISSN : 2407-7712 e-Jurnal NARODROID. Vol. 1 No. 1 Januari 2015 Tabel 8. Total waktu dalam pelayanan kapal Nama_Kapal SWARNA BAHTERA ,KM HUA MING ,MV KIRANA I KM QI YUAN ,MV LINDAWATI ,TK SYUKUR 24 ,TB MARISA NUSANTARA , ADRI XLV ,KM SAFIRA NUSANTARA , DIAMOND PRINCESS ,MV = 2497. 73 detik = 41. 6 menit Karena HUA MING. MV merupakan jenis kapal curah kering, maka untuk melakukan bongkar muat memerlukan waktu sebesar 100ton/jam, yang artinya bahwa muatan yang dapat dibongkar sesuai kapasitas peralatan bongkar muat adalah 827/100 ton/jam = 188,27 jam = 096 menit pada tabel 6 memperlihatkan bahwa rata-rata waktu tunggu kapal dalam 1 minggu adalah zero waiting time. Dan tabel 7 memperlihatkan lama bongkar muat kapal dan tabel 8 adalah hasil perhitungan total waktu dalam pelayanan kapal. Jenis_kapal GRT Total_Waktu_Kapal KPLPNMPANG KPLCURAHKR KPLRORO KPLCARGO KPLTONKANG KPLTUNDA 0 Hari 2 Jam 54 Menit 0 Detik 7 Hari 22 Jam 5 Menit 12 Detik 0 Hari 1 Jam 42 Menit 0 Detik 27 Hari 2 Jam 26 Menit 0 Detik 1 Hari 22 Jam 35 Menit 0 Detik 0 Hari 5 Jam 22 Menit 30 Detik KPLPNMPANG KPLCARGO 0 Hari 2 Jam 7 Menit 58 Detik 0 Hari 12 Jam 54 Menit 0 Detik KPLPNMPANG 0 Hari 3 Jam 4 Menit 54 Detik KPLCURAHKR 2 Hari 7 Jam 20 Menit 36 Detik Berdasarkan sistem didapatkan hubungan polynomial antara bobot kapal (GRT) dengan waktu tambat kapal dimana grafik tersebut mengikuti persamaan : Dengan R kuadrat sebesar 0. Waktu tambat kapal sangat dipengaruhi oleh bobot kapal dan juga variabel dari kapasitas bongkar muat. Tabel 6. Lama waktu tunggu kapal setelah sistem dijalankan Nama_Kapal SWARNA BAHTERA ,KM HUA MING ,MV KIRANA I KM QI YUAN ,MV LINDAWATI ,TK SYUKUR 24 ,TB MARISA NUSANTARA , ADRI XLV ,KM SAFIRA NUSANTARA , DIAMOND PRINCESS ,MV Jenis_kapal GRT Lama_Waktu_Tunggu KPLPNMPANG KPLCURAHKR KPLRORO KPLCARGO KPLTONKANG KPLTUNDA 0 Hari 0 Jam 45 Menit 0 Detik 0 Hari 0 Jam 25 Menit 0 Detik 0 Hari 0 Jam 0 Menit 0 Detik 0 Hari 0 Jam 0 Menit 0 Detik 0 Hari 0 Jam 0 Menit 0 Detik 0 Hari 0 Jam 0 Menit 0 Detik KPLPNMPANG KPLCARGO 0 Hari 0 Jam 0 Menit 0 Detik 0 Hari 0 Jam 0 Menit 0 Detik KPLPNMPANG 0 Hari 0 Jam 0 Menit 0 Detik KPLCURAHKR 0 Hari 0 Jam 0 Menit 0 Detik Gambar 7. hubungan Bobot kapal dengan Waktu Tambat Kapal Tabel 7. Lama waktu sandar kapal Nama_Kapal SWARNA BAHTERA ,KM HUA MING ,MV KIRANA I KM QI YUAN ,MV LINDAWATI ,TK SYUKUR 24 ,TB MARISA NUSANTARA , ADRI XLV ,KM SAFIRA NUSANTARA , DIAMOND PRINCESS ,MV Jenis_kapal GRT Lama_Waktu_Sandar KPLPNMPANG KPLCURAHKR KPLRORO KPLCARGO KPLTONKANG KPLTUNDA 0 Hari 2 Jam 9 Menit 0 Detik 7 Hari 21 Jam 40 Menit 12 Detik 0 Hari 1 Jam 42 Menit 0 Detik 27 Hari 2 Jam 26 Menit 0 Detik 1 Hari 22 Jam 35 Menit 0 Detik 0 Hari 5 Jam 22 Menit 30 Detik KPLPNMPANG KPLCARGO 0 Hari 2 Jam 7 Menit 58 Detik 0 Hari 12 Jam 54 Menit 0 Detik KPLPNMPANG 0 Hari 3 Jam 4 Menit 54 Detik KPLCURAHKR 2 Hari 7 Jam 20 Menit 36 Detik Gambar 8 menunjukkan hubungan antara jenis kapal dengan waktu tunggu kapal . aiting tim. E-ISSN : 2407-7712 e-Jurnal NARODROID. Vol. 1 No. 1 Januari 2015 Tabel 2. Data Dapat dilihat bahwa rata-rata waktu tunggu untuk kapal penumpang adalah sebesar 41. 17 jam artinya bahwa pada saat kondisi dermaga kosong maka kapal yang masuk dapat segera dilayani tetapi ketika masa peak time, dan lalu lintas dermaga ramai maka kapal tidak dapat segera dilayani sehingga harus menunggu di Begitu juga dengan kapal kargo yang mempunyai rata-rata waktu tunggu sebesar 49 jam dan untuk kapal curah kering adalah sebesar 70 jam KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dari analisa dan pembahasan yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya, diperoleh kesempilan sebagai berikut : - Telah dibuat suatu sistem informasi penjadwalan kapal tambat dengan berbasis sequential untuk mendukung zero waiting time di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya - Optimalisasi dermaga Jamrud Utara menghasilkan hubungan antara bobot kapal dengan pendekatan polynomial menghasilkan R2 sebesar 0. - Rata-rata waktu tambat untuk jenis kapal penumpang sebesar 41 jam pada periode waktu 1 bulan yaitu mulai tanggal 9 September 2013 sampai dengan 5 Oktober 2013, sedangkan untuk jenis kapal cargo adalah sebesar 47 jam dan untuk jenis kapal curah kering sebesar 70 jam. Tabel 3. Data antrian kapal menurut Tabel 4. Data penetapan sandar kapal setelah sistem dijalankan Dalam rangka untuk pengembangan penelitian, saran yang disampaikan adalah dikembangkan untuk penggunaan 6 dermaga yang ada di pelabuhan Tanjung Perak pengelompokkan jenis kapal yang lebih Tabel 5. Laporan penjadwalan kapal setelah sistem dijalankan E-ISSN : 2407-7712 e-Jurnal NARODROID. Vol. 1 No. 1 Januari 2015 Gizem. AoOptimal berth schedulingAo. International Conference. Tursel. DAFTAR PUSTAKA