Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Vol. No. February 2026 pp. E-ISSN: 2541-4224. P-ISSN: 2541-4216 DOI: http://dx. org/10. 28926/briliant. Curahan Waktu Kerja Wanita Tani Pada Usaha tani Padi di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Miftah Nur Erina. Sri Widayanti. , dan Nuriah Yuliati. Universitas Pembangunan Nasional Au VeteranAy Jawa Timura. Jl. Rungkut Madya. Gn. Anyar. Kec. Gn. Anyar. Suarabaya. Jawa Timur. Indonesia Email: 121024010030@student. id, 2Sriwidayanti@upnjatim. nuriah_y@upnjatim. Tersedia Online di http://w. php/briliant Sejarah Artikel Diterima 28 April 2025 Direvisi 10 Februari 2026 Disetujui 22 Februari 2026 Dipublikasikan 22 Februari 2026 Keywords: Working Time Allocation. Women Farmers. Rice Farming Abstract: The imbalance in workload highlights that women farmers bear dual responsibilities, which limits the time they can allocate to rice farming activities, thereby affecting farm productivity. This study aims to analyze and describe the allocation of working hours between female and male farmers, the contribution of female farmers to productive and domestic activities, and the factors influencing women's labor time allocation in rice farming. The data were analyzed using descriptive methods and multiple linear regression based on the Cobb-Douglas model. The results show that the labor time contribution of women in rice farming amounts to 14 person-days per season, which is lower than that of men, who contribute 17. 3 persondays per season. The proportion of women's labor time dedicated to productive activities is 16. 1%, while 83. 9% is allocated to domestic The variables that significantly and positively influence women's labor time in rice farming include household size, womenAos wage rates, and land area. Age also significantly affects labor time allocation but has a negative relationship, indicating that older women tend to contribute fewer working hours. Abstrak: Ketidakseimbangan beban kerja bahwa wanita tani memiliki tanggung jawab ganda yang menyebabkan keterbatasan waktu yang Curahan Waktu Kerja. Wanita dapat dialokasikan untuk usaha tani padi sehingga berpengaruh pada Tani. Usaha tani Padi produktivitas usaha tani padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendikripsikan alokasi jam kerja petani perempuan Corresponding Author: dan petani pria, kontribusi petani perempuan pada kegiatan produktif Name: dan kegiatan domestik dan faktor-faktor yang mempengaruhi curahan Sri Widayanti waktu wanita tani kerja pada usaha tani padi. Metode Penilitian yang Email: digunakan adalah secara deskriptif kuantitatif. Teknik pengampilan sriwidayanti@upnjatim. data meliputi observasi,wawancara, studi literatur dan analisis data regresi liner berganda Coubs Douglas dengan alat ukur SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa curahan waktu kerja wanita tani pada usaha tani padi sebesar 14 HOK/ Musim sedangkan curahan waktu kerja pria yang lebih tinggi sebesar 17. 3 HOK/Musim. Kontribusi cuarahan waktu kerja wanita tani pada kegiatan produktif sebesar 16,1 % dan kegiatan domestik sebesar 83,9%. Variabel Aevariabel yang mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani adalah jumlah tanggungan keluarga, upah wanita tani dan luas lahan secara postif dan signifikan mempengaruhi curahan waktu kerja wanita tani sedangkan umur wanita tani juga signifikan mempengaruhi namun memiliki hubungan yang Kata Kunci: 38 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 PENDAHULUAN Sektor pertanian menjadi peranan penting dalam perekonomian Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Sektor pertanian Indonesia memiliki potensi pembangunan signifikan sebagai sumber penghidupan dan pendapatan utama petani juga berkontribusi signifikan terhadap aspek sosial dan ketahanan pangan nasional (Putri et al. , 2. Komoditas utama dalam sektor pertanian tanaman pangan yang dibudidayakan oleh petani adalah padi, yang merupakan bahan makanan pokok bagi mayoritas masyarakat. Dalam proses produksi padi peran tenaga kerja, baik pria maupun wanita, sangat signifikan. Peran perempuan sangat penting dalam keberlanjutan sosial ekonomi serta budaya masyarakat pedesaan. Selain fungsi domestik, keterlibatan aktif wanita tani dalam kegiatan pertanian, baik sebagai pekerja maupun pengelola, signifikan dalam menopang ekonomi keluarga. (Lestari & Suhatmi, 2. Sektor pertanian menyumbang 47,57% dari penyerapan angkatan kerja perempuan di pedesaan (BPS Jawa Timur, 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa petani perempuan mampu membantu menjaga produktivitas lingkungan pedesaan dan mendukung pengembangan sumber daya manusia pertanian yang baik. Sangat penting untuk mengenali dan mengevaluasi peran perempuan dalam semua aspek kegiatan pertanian yang terlihat, tidak terlihat. Partisipasi perempuan dalam sektor pertanian merupakan strategi adaptasi ekonomi keluarga di pedesaan. Perkembangan peran gender mengakui perempuan sebagai mitra setara, dan keterlibatan mereka signifikan dalam menopang perekonomian masyarakat pertanian (M. Fauzan et al. , 2. Desa Purwokerto. Ngimbang. Lamongan, memiliki potensi padi yang memerlukan optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan. Sumber daya manusia merupakan kontributor penting dalam proses usaha tani untuk mencapai produktivitas tinggi. Dari data Badan Pusat Statistik Kecamatan Ngimbang Tahun 2023 bahwa Luas lahan sawah padi di kecamatan Ngimbang sebesar 8. 778 ha dengan produksi sebesar 66. 602,97 ton. Desa purwokerto memiliki luas lahan panen senilai 465 ha dengan jumlah produksi padi 3. 589 ton. Dalam kegiatan pertaniannya untuk meningkatkan hasil pertaniannya dan pengembangan usaha tani terdapat keterlibatan istri dari petani. Menurut salah satu perangkat desa dari data kantor Desa Purwokerto terdapat 89% istri petani yang ikut berkontribusi dalam usaha tani yang dijalaninya. Meningkatkan produksi pertanian di Desa Purwokerto terdapat dukungan dari keaktifan dan keterlibatan wanita tani atau istri petani dalam proses usaha tani. Tenaga kerja wanita memiliki keuletan, ketelitian dan kesabaran dalam melakukan pekerjaan sehingga dibutuhkan pada kegiatan usaha tani padi. Di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang tenaga kerja wanita mempunyai peran signifikan dalam pengembangan tanaman padi, seperti yang ditunjukkan oleh banyaknya tenaga kerja yang digunakan oleh wanita. Selain itu, usaha tani memerlukan tenaga kerja pria untuk perencanaan, persiapan lahan, dan panen, sehingga terdapat berbedaan waktu yang dialokasikan dari keduannya. Menurut Hardiana et al. , . Peran serta petani perempuan dalam aktivitas usaha tani padi sawah terbukti memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan keluarga petani. Keterlibatan ini mencerminkan peran ganda perempuan, yaitu menjalankan kewajiban rumah tangga sekaligus berperan aktif dalam aktivitas produktif guna membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga bersama pasangannya. Petani perempuan di Desa Purwokerto. Kecamatan Ngimbang. Kabupaten Lamongan umumnya diklasifikasikan hanya sebagai pengelola urusan rumah tangga. Namun, kenyataannya sebagian besar dari mereka menjalankan peran ganda. Selain mengemban tugas domestik, mereka juga menyisihkan waktu untuk terlibat dalam kegiatan usaha tani padi. Hal ini akan berdampak pada waktu yang dicurahkan pada usaha tani, dalam proses usaha tani yang dijalani. Ketidakseimbangan beban kerja bahwa wanita tani memiliki tanggung jawab ganda yaitu bekerja di sektor pertanian, tugas rumah tangga dan kegiatan domestik lainnya. Ketidak keseimbangan ini sering kali menyebabkan keterbatasan waktu yang dapat dialokasikan untuk usaha tani padi sehingga berpengaruh pada produktivitas usaha tani padi. Ketidakseimbangan tersebut akan berdapak pada curahan waktu kerja wanita pada kegiatan usaha tani padi. Waktu yang dibagikan pada saat kerja adalah waktu yang dibagi atau dialokasikan pada suatu pekerjaan. Menurut (Prawirasari & Ridho, 2. bahwa BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 lama waktu kerja merupakan total waktu yang diberikan untuk melakukan berbagai tugas di dalam maupun di sekitar rumah, dalam satuan jam atau waktu. Curahan jam kerja wanita mencakup total waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan di berbagai bidang, seperti pekerjaan di pabrik, di rumah, dan paruh waktu (Sumarsono, 2. Tingginya waktu yang dicurahkan wanita tani disebabkan berbagai faktor yang berkaitan dengan karateristik pekerjaan, kondisi sosial ekonomi dan sistem pertanian. Dimana dalam proses produksi membutuhkan tenga kerja yang tinggi sehingga wanita tani terlibat pekerjaan suami dalam usaha tani padi untuk meminimkan biaya tenga kerja serta di Desa purwokerto alat dan teknologi modern yang belum dipraktikan dalam usaha tani sehingga menggunakan tenaga secara Sumarsono, . Distribusi waktu jerja petani perempuan dalam usaha tani padi dapat dipengaruhi oleh pendidikan, umur, jumlah tanggungan keluarga, pendapatan suami dan upah wanita tani. Faktor Ae faktor seperti jumlah tanggungan keluarga, luas lahan dan pengalam berusaha tani mempengaruhi jumlah waktu tenaga kerja wanita yang bekerja di pertanian (Ulma et al. , 2024 ) . Berdasarkan penelitian terdahulu banyak mengkaji tentang curahan waktu kerja wanita tani pada usaha tani. Kegiatan wanita tani di Desa terkhususnya di Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan tidak hanya malakukan kegiatan usaha tani saja melainkan kegiatan domestiknya serta masih terbatasnya studi yang mengintegrasikan analisis alokasi waktu kegiatan produktif dan kegiatan domestik dengan model regresi Cobb Douglas skala desa di Kota Lamongan. Oleh karena itu berdasarkan tersebut penelitian ini difokuskan pada analisis alokasi waktu kerja wanita tani pada kegiatan Produktif dan kegiatan domestik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis alokasi jam kerja yang dilakukan oleh petani perempuan dan pria dalam usaha tani padi, kontribusi jam kerja petani perempuan terhadap aktivitas keluarga dan pekerjaan produktif, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi alokasi jam kerja petani perempuan pada usaha tani padi di Desa Purwokerto. Kecamatan Ngimbang. Kabupaten Lamongan. METODE Peneliti melakukan penelitian di Desa Purwokerto. Kecamatan Ngimbang. Kabupaten Lamongan, dari Februari hingga maret 2025 dengan metode penentuan lokasi menggunakan Populasi penelitian ini terdiri dari istri petani padi yang memiliki lahan garapan berjumlah 497 orang dihitung dengan menggunkan rumus slovin dengan menghasilkan sampel sebayak 41 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sampling acak sederhana, yaitu suatu cara pemilihan sampel tak beraturansino di mana setiap penduduk sampel memiliki peluang yang serupa untuk ditetapkan (Sugiyono, 2. Peneliti menggunakan data primer dan sekunder dalam penelitian ini untuk menganalisis alokasi jam kerja petani perempuan dan petani pria, kontribusi jam kerja terhadap aktiivitas ekonomi dan aktivitas keluarga, serta variabel-variabel yang memengaruhi jam kerja petani Data primer diperoleh melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi, sementara data sekunder dikumpulkan dari literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan sumber lainnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hubungan antara faktorfaktor yang memengaruhi alokasi jam kerjadievaluasi dengan metode regresi linier berganda menggunakan logaritma natural (Cobb-Dougla. Alokasi Jam Kerja Petani Perempuan dan Petani Pria Untuk menganalisis alokasi jam kerja petani perempuan dan petani pria, menggunakan kriteria satuan jam kerja tenaga kerja atau (HOK) dengan standar 7 jam per hari. Dengan menggunakan alat analisis ini, dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang alokasi waktu kerja dalam konteks Soekartawi . menjelaskan bahwa rumus untuk menghitung hari kerja orang per tahun dapat dijabarkan sebagai berikut : Eu(JK y TK y HK) yaycaycycn yayceycycyca ycCycycaycuyci . aycCya/ycoycycycnyc. = EuJKI 40 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 Keterangan : EuJK =Jumlah Jam Kerja (Ja. EuTK = Jumlah Tenaga Kerja (Oran. EuHK = Jumalah Hari Kerja (Hari kerj. EuJKI = Jumlah Jam Kerja yang Berlaku di Daerah (Ja. Kontribusi Alokasi Jam Kerja Petani Perempuan pada Kegiatan Produktif dan Domestik Formulasi berikut digunakan untuk menghitung total curahan waktu (Harahap dkk, 2. Ytot= Yi1 Yi2 Dimana: Ytot = Jumlah keseluruhan alokasi jam kerja (HOK/musi. Yi1 = Alokasi jam kerja aktivitas produktif (HOK/musi. Yi2 = Alokasi jam kerja aktivitas domestik (HOK/musi. Uji persentase digunakan untuk mengetahui tingkat keterlibatan wanita tani dalam proses usaha tani. Pengujian ini dilakukan dengan menilai perbedaan proporsi alokasi jam kerja petani perempuan terhadap jumlah keseluruhan alokasi jam kerja. Adapun rumus yang digunakan untuk perhitungan tersebut adalah sebagai berikut: yaycycycaEaycaycu yaycayco ycoyceycycyca ycycaycuycnycyca Curahan jam kerja = y 100% yaycycoycoycaEa ycoyceycyceycoycycycEaycaycu ycaycoycuycoycaycycn ycycayco ycoyceycycyca Variebel -Varaibel yang Mempengaruhi Alokasi jam Kerja Regresi linier berganda, menurut Sugiyono . , merupakan pendekatan analitis yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Dalam penelitian ini digunakan satu variabel terikat dan enam variabel bebas, dengan model regresi berbentuk logaritma natural (Cobb-Dougla. Proses analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 30. Sebelum dilakukan analisis regresi linier berganda, model ini telah diuji melalui uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas dan heteroskedastisitas. Berdasarkan hal tersebut, formulasi model regresi linier berganda dengan logaritma natural sebagaimana ditunjukkan dalam persamaan berikut: lnY=ln a b1 lnX1 b2lnX2 b3lnX3 b4lnX4 b5lnX5 b6lnX6 e Dimana: lnY = Curahan Waktu Kerja Wanita Tani(HOK/Musi. a = Konstanta lnX1 = Umur Wanita Tani (Tahu. lnX2 = Jumlah Tanggungan Keluarga (Oran. lnX3 = Pendidikan (Tahu. lnX4 = Jumlah Pendapatan Suami (Rp/Musi. lnX5 = Tingkat Upah (Rp/Musi. lnX6 = Luas Lahan (H. e = Eror atau Gangguan dalam Persamaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Berdasarkan data Desa Purwokerto tahun 2024 ada 497 anggota kelompok tani yang memiliki lahan penggarap. Dari jumlah tersebut penelitian ini mengambil 41 responden dari anggota kelompok usaha tani di Desa Purwokerto. Kecamatan Ngimbang. Kabupaten Lamongan. karakteristik responden dianalasisi dengan tujuan menggambarkan atribut penting dari subjek penelitian dimana yang dikelompokkan enam karateristik yaitu umur, luas lahan, pengalaman berusaha tani, pendapatan suami, jumlah anggota keluarga yang ditanggung serta tingkat Identitas responden disajikan pada Tabel 1. BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 Identitas Tabel 1. Identitas Responden Jumlah (Oran. Umur . Luas Lahan (H. Pengalaman Berusaha tani (Tahu. Ou 36 Pendapatan Suami (Rp/musi. < 21. > 40. Jumlah Tanggungan Keluarga (Oran. Pendidikan SMP SMA Sumber: Data Primer diolah 2025 Presentase (%) Tabel 1. Menunjukkan hasil bahwa tingkat umur responden terbanyak pada usia 41-50 sehingga responden penelitian dalam usia produktif yang secara umum memiliki energi dan kapasitas kerja yang optimal. Responden penelitian yang memiliki luas lahan 1-2 ha sebanyak 24 orang menunjukan mayoritas responden memiliki lahan yang cukup luas untuk kegiatan Hasil temuan Jannah et al. , . dalam aktivitas pertanian, luas lahan merupakan faktor penting yang memengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan. Dalam konteks ini, mayoritas responden memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan tanggungan keluarga terbanyak sebanyak empat orang. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki sumber daya lahan yang memadai namun juga menghadapi tuntutan ekonomi yang tinggi akibat besarnya jumlah tanggungan keluarga. Seperti hasil temuan Febriyani et al. menemukan bahwa peningkatan jumlah anggota dalam rumah tangga berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi yang harus dipenuhi. Juga sejalan dengan temuan Astutiningsih, . yang menyatakan mengenai jumlah tanggungan keluarga sangat penting, banyaknya anggota rumah tangga dapat memperbesar potensi tenaga kerja keluarga. Namun, di sisi lain, bertambahnya jumlah anggota keluarga juga berimplikasi pada peningkatan beban tanggungan yang harus ditanggung. Petani di Desa purwokerto telah berusaha tani padi antara selama 16-25 tahun sebanyak 22 orang. Pendapatan suami responden terbanyak yaitu