Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Corporate Governance. Financial Flexibility terhadap Earnings Quality Perusahaan Sektor Bank Indonesia Nurul Aisyah Rahmalita Putri. Saiful Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu nurulaisyahrp@gmail. com, saifulak@yahoo. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of three characteristics of the audit committee, which are audit committee independence, audit committee size, and number of audit committee meetings, which are the implementation of corporate governance and financial flexibility, as independent variables, on earnings quality as the dependent variable. The population in this study are financial companies in the banking sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2018Ae2022. This study uses a purposive sampling method, and the type of data collected in this study is a type of secondary data with the method of collecting documentation studies and literature studies. The data analysis method used in this study is multiple linear regression analysis, which has qualified classical assumption testing. The results of this study indicate that there is no significant impact of the variables of financial flexibility, audit committee independence, and size on earnings quality. Meanwhile, the variable number of audit committee meetings has a positive and significant impact on earnings quality, which, if implemented consistently, will increase earnings quality and reduce attempts to manipulate earnings by company management. Keywords: Earnings Quality. Financial Flexibility. Corporate Governance. Audit Committee ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari tiga karakteristik dari komite audit, yakni independensi komite audit, ukuran komite audit, dan jumlah rapat komite audit yang merupakan implementasi dari tata kelola perusahaan, dan fleksibilitas keuangan sebagai variabel independen terhadap kualitas laba sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan keuangan sektor bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder dengan metode pengumpulan studi dokumentasi dan studi pustaka. Dengan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang telah memenuhi syarat pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan dari variabel fleksibilitas keuangan, independensi komite audit dan ukuran terhadap kualitas laba. Sedangkan variabel jumlah rapat komite audit berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas laba yang mana bila diterapkan secara konsisten akan meningkatkan kualitas laba dan dapat mencegah upaya terjadinya manipulasi laba yang dilakukan oleh manajemen perusahaan. Kata kunci: Kualitas Laba. Fleksibilitas Keuangan. Tata Kelola Perusahaan. Komite Audit 1764 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Kualitas laba telah menjadi topik hangat setelah serangkaian kegagalan perusahaan akibat pengungkapan laba yang tidak autentik dan bersifat temporer/sementara (Hamdan, 2. Kualitas laba yang baik dikenal sebagai "kesesuaian laba" adalah informasi penting untuk membuat keputusan investasi yang menguntungkan, yang tidak dapat dihindari dalam pengambilan keputusan investasi (Du et al. , 2. (Istianingsih, 2. Kualitas laba adalah indikator signifikan dari asimetri informasi yang menunjukkan bahwa kualitas laba yang lebih tinggi mengurangi asimetri informasi dan menghilangkan masalah seperti bahaya moral dan seleksi yang merugikan (Shin et al. , 2. Menurut Islam et al. , . , perusahaan dengan kualitas laba yang lebih rendah akan menunjukkan fleksibilitas keuangan yang lebih rendah dengan memegang lebih sedikit likuiditas dikarenakan lemahnya pengawasan dari manajer yang memperburuk pengeluaran kas. Sebaliknya, perusahaan dengan kualitas laba yang lebih tinggi menunjukkan fleksibilitas keuangan yang lebih tinggi dengan memegang lebih banyak aset likuiditas dan menjadi fleksibel secara keuangan untuk menjalankan motif kehati-hatian, motif transaksi, motif keagenan, dan motif spekulatif dari teori preferensi likuiditas. Tingkat kemampuan perusahaan untuk mengerahkan sumber keuangannya dan memberikan perusahaan ketahanan dalam menghadapi keadaan tidak terduga yang akan datang dan membantu dalam memaksimalkan nilai perusahaan, disebut juga dengan fleksibilitas keuangan (Cherkasova & Kuzmin, 2018. Bolton et al. Sehingga, bila perusahaan mengalami suatu keadaan tidak terduga, baik yang menguntungkan atau yang merugikan keberlangsungan perusahaan, perusahaan tidak kesulitan dalam mencari tambahan pendanaan karena perusahaan tidak mengandalkan sumber pembiayaan eksternal. Karena pembiayaan eksternal menjadi semakin penting dalam keputusan struktur modal, fleksibilitas dan ketersediaan pendanaan sangat erat kaitannya. Pentingnya fleksibilitas keuangan bagi perusahaan adalah jika dalam lingkungan bisnis saat ini, mendapatkan pendanaan dari organisasi kredit pihak ketiga sangat penting bagi perusahaan yang ingin mencapai tingkat perkembangan yang berkelanjutan, mempertahankan tingkat perkembangan yang stabil, dan mengungguli saingan mereka secara finansial (Cherkasova & Kuzmin, 2. Peran pada komite audit telah meningkat, karena meningkatnya fokus pada tata kelola perusahaan. Hamdan, . mengatakan, komite audit sebagai komite khusus dewan direksi, memainkan fungsi penting dalam meningkatkan kualitas informasi akuntansi. Peran utama yang dimiliki komite audit yaitu pengawasan, pemantauan dan pemberian nasihat kepada manajemen dalam hal pengimplementasian sistem pengendalian akuntansi internal dan penyusunan laporan keuangan (Ammer. Nurwati, 2. Penulis merumuskan beberapa kajian permasalahan, berdasarkan latar belakang di atas: pertama, bagaimana pengaruh dari mekanisme dari tata kelola 1765 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. perusahaan terhadap kualitas laba pada perusahaan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022? Kedua, bagaimana pengaruh fleksibilitas keuangan terhadap kualitas laba pada perusahaan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022? Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini penulis mencoba meneliti mengenai pengaruh variabel fleksibilitas keuangan, independensi komite audit, ukuran, dan jumlah pertemuan komite audit terhadap variabel kualitas laba pada perusahaan sektor bank yang terdaftar di BEI pada periode tahun LITERATURE REVIEW DAN HIPOTESIS Liquidity Preference Theory (LPT) yang dikembangkan oleh Keynes & Moggridge . , menunjukkan bahwa investor dapat menuntut berbagai tingkat pengembalian untuk investasi mereka tergantung pada jatuh tempo investasi. Hal ini menunjukkan bahwa karena preferensi mereka untuk memegang likuiditas, investor menuntut tingkat pengembalian yang lebih tinggi untuk investasi jangka panjang dibandingkan dengan investasi jangka pendek. Secara umum. LPT mengindikasikan bahwa fleksibilitas keuangan likuiditas dapat menjadi sumber motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulatif yang terkait dengan likuiditas (Poty et al. , 2020. Huang-Meier et al. , 2. Agency Theory (Teori Agens. , yang dikembangkan oleh (Jensen & Meckling, 1. menjelaskan mengenai hubungan kerja di antara agent . dan principal . emegang saha. Sebagai agen, manajer bertanggung jawab dalam memaksimalkan keuntungan prinsipal, dan atas jasa yang diberikannya, agen akan menerima imbalan berupa biaya yang telah ditentukan dalam kontrak. Sebagai pemilik, pemegang saham diasumsikan hanya berkepentingan untuk meningkatkan kinerja keuangan atau investasi mereka di perusahaan (Gymez et al. , 2. Tidak selamanya manajemen dalam suatu perusahaan selalu memaksimalkan nilai Masalah keagenan pun muncul ketika asimetri informasi menimbulkan konflik antara kepentingan pribadi pemilik perusahaan dengan kepentingan pemilik Ketidakseimbangan yang terjadi dalam perolehan informasi antara prinsipal dan manajer inilah yang disebut asimetri informasi (Fitranita & Coryanata. Salah satu cara dalam mengatasi asimetri informasi yaitu melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan, diharapkan mampu meningkatkan kualitas laba yang menjadi acuan investasi (Istianingsih, 2. Kualitas laba yang lebih tinggi meminimalkan asimetri informasi dan menghilangkan masalah seperti bahaya moral dan seleksi yang merugikan. Karena kualitas laba merupakan indikator yang signifikan dari asimetri informasi. (Shin et , 2. Sebaliknya, kualitas laba yang rendah dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai kesehatan keuangan perusahaan dan memperburuk kecurigaan atas laba yang dilaporkan. Kualitas laba yang lebih tinggi mengurangi asimetri informasi antara investor dan perusahaan, yang menurunkan adverse selection dan biaya 1766 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pembiayaan eksternal (Mansali et al. , 2. Laba akuntansi tersusun atas komponen kas dan aktual. Namun, saat laba dihasilkan dengan aktual utama, laba tersebut tidak akan terlalu gigih, sehingga menghasilkan kualitas informasi yang buruk . ualitas yang lebih renda. dibandingkan ketika laba tersebut terutama didasarkan pada arus kas (Farinha et al. , 2. Literatur mengenai kualitas laba tidak terlalu luas dan hanya menyediakan sedikit bukti mengenai bagaimana fleksibilitas keuangan bila dikaitkan dengan kualitas laba. Penelitian sebelumnya (R. Islam et al. , 2022. Islam et al. , 2. menunjukkan, bahwa kualitas laba yang rendah berpengaruh negatif signifikan terhadap fleksibilitas keuangan. Penelitian (Farinha et al. , 2018. Garcya Lara et al. menunjukkan kualitas laba yang rendah dan fleksibilitas keuangan berhubungan positif, yang mana mengindikasikan bahwa kualitas laba yang rendah mendorong asimetri informasi dan perusahaan memegang lebih kas. Di samping iu. Xiong et al. , . membuktikan bahwa kualitas informasi internal perusahaan berhubungan negatif dengan cash holding mereka. Tetapi, hubungan yang berlawanan ini telah diamati di antara perusahaan-perusahaan yang kompleks . aitu, perusahaan dengan lebih banyak segmen bisni. , perusahaan-perusahaan yang bukan milik negara, dan perusahaan-perusahaan dengan tata kelola perusahaan yang buruk. Selain itu, kualitas laba dapat mendorong manajer untuk menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik dan nyaman. Hal ini juga memotivasi mereka untuk mempertahankan tingkat cadangan kas yang tinggi untuk menjaga kepercayaan investor agar terhindar dari pembiayaan eksternal yang mahal dan mengurangi biaya modal perusahaan. Fleksibilitas juga memberikan peluang bagi manajer perusahaan agar dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya pertumbuhan tertentu di masa yang akan datang dan menambah tingkat belanja modal Kerangka teori yang disajikan, memberikan gagasan bahwasanya periode fleksibilitas mencegah perusahaan dari pinjaman dan menghadirkan peluang pertumbuhan yang lebih baik di masa yang akan datang. Dengan demikian, penelitian ini mengembangkan hipotesis sebagai berikut: H1: Fleksibilitas keuangan perusahaan berpengaruh terhadap kualitas laba. Tata kelola perusahaan, khususnya faktor-faktor seperti ukuran dewan direksi dan komisaris independen, berfungsi sebagai pemantauan biaya yang dibebankan pemilik perusahaan dalam hal mengawasi manajemen serta meningkatkan kualitas informasi laba yang dilaporkan. Menurut (Latif et al. , 2. Bagi investor, analis, dan manajer, laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan merupakan sumber informasi utama. Yang penting, sudut pandang teoritis mendukung gagasan bahwa praktik tata kelola perusahaan yang standar dapat mengurangi risiko informasi dan asimetri. Menurut Dedes-Melas . , tata kelola perusahaan mengenai lingkungan pelaporan keuangan termasuk juga yang terkait dengan manajemen perusahaan yang berada dalam posisi yang menguntungkan dalam hal kemampuan mereka untuk mempengaruhi pelaporan keuangan. 1767 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Keberadaan dari komite audit merupakan implementasi dari good corporate governance dan salah satu bagian mekanisme tata kelola perusahaan yang memiliki fungsi dalam pengendalian internal. Independensi komite audit, ukuran komite audit, dan jumlah rapat komite juga termasuk dalam mekanisme perusahaan yang saling berkaitan. Dari beberapa penelitian (Garcya Lara et al. , 2009. Ahmed & Duellman, 2007. Zalata et al. , 2018. Du et al. , 2019. Zhang, 2. memperkuat pernyataan bahwa mekanisme dari tata kelola perusahaan yang utama dalam proses pelaporan keuangan memberikan lapisan pengawasan ekstra yang meningkatkan kualitas laba. Independensi komite audit berdampak pada efisiensi penyusunan dan pengawasan laporan keuangan. Independensi komite audit dianggap sebagai sarana untuk mengendalikan proses pelaporan keuangan. Karakteristik ini dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengukur kualitas laba (Hamdan, 2. Carcello & Neal . Hamdan . , menemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara independensi komite audit dan kualitas laba. Maka, penelitian ini mengembangkan hipotesis sebagai berikut: H2 : Independensi komite audit berpengaruh terhadap kualitas laba Peningkatan tingkat efektivitas dan ukuran komite audit telah dihubungkan dengan kualitas laba. Ukuran komite audit ditemukan bervariasi secara langsung dengan kualitas laba. Semakin tinggi ukuran komite audit, semakin tinggi juga kemungkinan anggota dengan pengalaman dan pengetahuan keuangan yang hadir dalam jumlah yang cukup untuk melakukan fungsi pengendalian dan pemantauan laporan keuangan serta praktik pelaporan secara efektif. Maka penelitian ini mengembangkan hipotesis sebagai berikut: H3 : Ukuran komite audit berpengaruh terhadap kualitas laba H4 : Jumlah rapat komite audit berpengaruh terhadap kualitas laba METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini, yaitu perusahaan bank yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang periode 2018-2022. Dengan data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dengan teknik pengambilan sampel, yaitu teknik pusrposive sampling. Metode Analisis Data Analisis Deskriptif Analisis deskriptif ini digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan data yang terkumpul sebagaimana adanya dan tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Statistik deskriptif ini 1768 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. memberikan deskripsi suatu data yang dilihat dari jumlah sampel (N), rata-rata . , standar deviasi, maksimum, dan minimum. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda ini digunakan untuk menganalisis mengenai ketergantungan variabel dependen dengan variabel independen dengan tujuan yaitu untuk memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang didapatkan. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik ini untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian ini sudah memenuhi ketentuan dalam model regresi. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini yaitu, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskesdasitas, dan uji autokorelasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Analisis Deskriptif Descriptive Statistics KUALITAS LABA FLEKSIBILITAS KEUANGAN Minimum 1580,064 ,010 Std. Maximum Mean Deviation 217936,63 1289,3351 16251,5558 ,428 ,13731 ,062685 INDEPENDENSI KOMITE AUDIT ,670 1,000 ,94400 ,097423 UKURAN KOMITE AUDIT JUMLAH RAPAT KOMITE AUDIT 3,000 8,000 3,98889 1,232651 3,000 41,000 11,88333 7,293737 Valid N . Sumber: Data sekunder yang diolah tahun 2023 Berdasarkan tabel deskriptif di atas dideskripsikan jumlah data yang diolah (N) adalah sebanyak 180. Juga menunjukkan rata-rata kualitas laba sebagai variabel dependen sebesar 1289,33517 dengan nilai maksimumnya 217936,633 dan nilai minimumnya -1580,064. Fleksibilitas keuangan sebagai variabel independen mempunyai nilai rata-rata sebesar 0,13 dengan nilai maksimumnya 0,42 dan nilai minimumnya 0,1. Variabel indenpensi komite audit mempunyai nilai rata-rata 94% dengan nilai maksimumnya 100% dan nilai minimumnya 67%. Variabel ukuran komite audit mempunyai nilai rata-rata 4 dengan nilai maksimumnya 8 dan nilai 1769 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Variabel jumlah komite audit mempunyai nilai rata-rata 12 dengan nilai maksimumnya 41 dan nilai minimumnya 3. Uji Asumsi Klasik Agar dapat menggunakan model regresi linear ganda harus mencukupi syarat pengujian dari uji asumsi klasik. Yang mana pengujian ini berguna untuk membuktikan keakurasian dari model regresi supaya hasil dari pengujian tidak bias. Tabel 2. Hasil Uji Asumsi Klasik Variabel Normalitas Multikolinearitas Heteroskesdasitas Hasil 0,086 Toleransi > 0,1 dan VIF < 10 0,173. 0,701. 0,424. 0,335 Persyaratan Sig > 0,05 Toleransi > 0,1 dan VIF < 10 Sig > 0,05 Keterangan Distribusi normal Bebas Bebas Koefisien Determinasi (R Squar. Koefisien Determinasi ini dilakukan pengujian untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 3. Hasil Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of DurbinModel R Square Square the Estimate Watson ,187 ,035 ,045 16288,04994 1,918 Predictors: (Constan. INDEPENDENSI KOMITE AUDIT. FLEKSIBILITAS KEUANGAN. JUMLAH RAPAT KOMITE AUDIT. UKURAN KOMITE AUDIT Dependent Variable: KUALITAS LABA Sumber: Data sekunder diolah tahun 2023 Tabel di atas memperlihatkan nilai dari Adjusted R square sebesar 0,045 atau 4,5%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dari variabel independen, yaitu fleksibilitas keuangan, independensi komite audit, ukuran, dan jumlah rapat komite audit terhadap variabel dependen, yaitu kualitas laba adalah sebesar 4,5% dan sisa 95,5% dipengaruhi oleh faktor atau variabel lainnya yang tidak masuk dalam penelitian ini. 1770 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengujian Hipotesis Uji Signifikan Simultan F (Uji F) Tabel 4. Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression 7 234934420,6 ,886 Residual 172 265300571,0 ,656 Total ,387 Dependent Variable: KUALITAS LABA Predictors: (Constan. INDEPENDENSI KOMITE AUDIT. FLEKSIBILITAS KEUANGAN. JUMLAH RAPAT KOMITE AUDIT. UKURAN KOMITE AUDIT Sumber: Data sekunder diolah tahun 2023 Sig. ,039b Uji F ini dilakukan agar mengetahui bagaimana pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan atau secara bersama-sama. Uji ini juga memperlihatkan apakah dari hipotesis ANOVA dapat diterima bahwa semua variabel independen pada penelitian layak untuk menjelaskan variabel yang Berdasarkan tabel di atas, dari hasil olah data diketahui angka F hitung sebesar 0,886 dan nilai signifikansi sebesar 0,039 lebih kecil dari taraf signifikansi 5% atau 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau secara bersama-sama ada pengaruh yang signifikan antara variabel fleksibilitas keuangan, independensi komite audit, ukuran, dan jumlah rapat komite audit terhadap kualitas 1771 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Signifikansi Parsial (Uji T) Tabel 5. Uji T Coefficientsa Model (Constan. FLEKSIBILITAS KEUANGAN INDEPENDENSI KOMITE AUDIT UKURAN KOMITE AUDIT JUMLAH RAPAT KOMITE AUDIT Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta - 31585,093 45316,107 - 20210,619 -,081 20895,786 4214,559 14353,809 ,025 -1,435 Sig. ,153 -1,034 ,303 ,294 ,769 -648,802 1254,963 -,049 -,517 ,606 354,405 213,413 ,159 1,661 ,048 Dependent Variable: KUALITAS LABA Sumber: Data sekunder diolah tahun 2023 Berdasarkan uji statistik t di atas dengan menggunakan program SPSS, diketahui bahwa perhitungan fleksibilitas keuangan secara parsial menunjukkan nilai t hitung sebesar -1,034 serta tingkat signifikansi sebesar 0,303. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari taraf signifikansi =5%=0,05, artinya dapat dikatakan bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan antara fleksibilitas keuangan dengan kualitas laba. Maka, hipotesis 1 ditolak. Nilai koefisien regresi pada variabel fleksibilitas keuangan sebesar -20895,786 menunjukkan pengaruh negatif atau berlawanan arah antara variabel fleksibilitas dan kualitas laba. Hal ini dapat diartikan bila variabel fleksibilitas keuangan mengalami kenaikan 1%, maka sebaliknya variabel kualitas laba akan mengalami penurunan sebesar 20895,786. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Farinha et al. , . dan Sun et al. Hasil dari analisis variabel independensi komite audit penelitian ini, dengan parsial menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,294 serta tingkat signifikansi sebesar 0,769. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dibandingkan nilai taraf signifikansi =5%=0,05. Hal ini dapat dikatakan bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan antara independensi komite audit dengan kualitas laba. Dengan demikian, hipotesis 2 ditolak. Di Indonesia. Independensi komite audit ini ditentukan oleh pihak BAPEPAM, misalnya berasal dari luar perusahaan serta tidak memiliki hubungan keluarga, atau tidak mempunyai saham di perusahaan anggota komite bekerja. Akan tetapi, tidak dapat menjamin komite audit akan bekerja dengan independen walaupun persyaratan tersebut terpenuhi. Juga belum tentu anggota yang tidak memenuhi syarat independen melakukan praktik manajemen laba yang dapat 1772 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menurunkan kualitas laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan Hamdan et al. , . dan Lin et al. , . yang juga tidak menemukan adanya pengaruh signifikan dari independesnsi komite audit terhadap kualitas laba. Hasil dari analisis variabel ukuran komite audit penelitian ini, dengan parsial menunjukkan nilai t hitung sebesar -0,517 serta tingkat signifikansi sebesar 0,606. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dibandingkan dengan nilai taraf signifikansi =5%=0,05. Hal ini dapat dikatakan bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan antara ukuran komite audit dengan kualitas laba. Maka, hipotesis 3 ditolak. Banyak ataupun dikitnya jumlah dari anggota komite audit, ditentukan sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan dan komite-komite audit dapat bekerja lebih efisien dan efektif dengan adanya kesesuaian dari jumlah anggota komite audit yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hasil penelitian ini pun didukung oleh Hamdan et , . Laksito . yang mengatakan tidak adanya pengaruh signifikan dari ukuran komite audit terhadap kualitas laba. Hasil dari analisis variabel jumlah rapat komite audit penelitian ini, dengan parsial menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,661 serta tingkat signifikansi sebesar 0,048. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dibandingkan dengan nilai taraf signifikansi =5%=0,05. Hal ini dapat dikatakan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara jumlah rapat komite audit dengan kualitas laba. Maka, hipotesis 3 Banyaknya jumlah rapat yang diadakan komite audit ini memperlihatkan bukti bahwa dari perusahaan untuk mengontrol serta mengawasi berjalannya perusahaan dan juga menanggulangi konflik-konflik yang ada di dalam perusahaan supaya manajemen perusahaan bekerja sepadan dengan tujuan prinsipal. Penelitian ini didukung oleh Xie et al. , . KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, didapat kesimpulan bahwa fleksibilitas keuangan, independensi komite audit, ukuran komite audit, dan jumlah rapat komite audit secara simultan atau bersama berpengaruh terhadap kualitas laba. Variabel independensi komite audit, ukuran komite auditv dan fleksibilitas keuangan secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas Sedangkan variabel jumlah rapat komite audit memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan bank yang terdaftar di BEI. Hasil penelitian berimplikasi bahwa penerapan dari komite audit yang sering atau konsisten melakukan rapat komite audit akan menyebabkan kualitas laba semakin baik, sebagaimana peraturan yang telah ditetapkan oleh BAPEPAM bahwasanya dalam pertemuan komite audit dilakukan satu kali dalam tiga bulan atau empat kali dalam satu tahun. Harapannya untuk ke depannya perusahaan secara rutin mengadakan rapat komite untuk meminimalisir terjadinya manipulasi laba yang dilakukan manajemen perusahaan. Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan dan sekaligus menjadi saran untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan lagi model 1773 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1764-1776 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. penelitian dengan menambah variabel penelitian, menambah objek penelitian dari jenis perusahaan lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) misalnya perusahaan asuransi, investasi, lembaga pembiayaan, dan lainnya. DAFTAR PUSTAKA