JURNAL JUMBIWIRA Vol 1 No. 3 (Desember 2. Ae E-ISSN : 2829-2502 P-ISSN : 2829-260X JURNAL MANAJEMEN BISNIS KEWIRAUSAHAAN Halaman Jurnal: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira Halaman UTAMA Jurnal : https://jurnal-stiepari. id/index. PENGARUH HUTANG. KEPEMILIKAN SAHAM. DEWAN KOMISARIS DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Rosdwiana Putri Dewi a. Dirvi Surya Abbas b. Imam Hidayat c. Dewi Rachmania d Universitas Muhammadiyah Tangerang Email : Rosdwiana23@gmail. ABSTRAK This study aims to obtain empirical evidence of the influence of debt, share ownership, board of commissioners and profitability on disclosure of food and beverage company social responsibility on the IDX in 2015-2021. This study uses financial report data from food and beverage companies during the 2015-2021 As well as obtaining answers to the gaps in several previous research results. The analytical tool used to test the effect between variables in this study is a simultaneous test . and partial test . regarding each variable X on variable Y with a confidence level of 95%. Then from the partial test results using the t test. t test is known that debt, foreign share ownership, the board of commissioners and profitability have a significant effect on social responsibility. The entire analysis uses the e-views program. The results of this study are expected to provide an overview and understanding of corporate social responsibility disclosure. Keywords: Debt. Share Ownership. Board of Commissioners. Profitability and Disclosure of Social Responsibility Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh hutang, kepemilikan saham, dewan komisaris dan profitabilitas terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan makanan dan minuman di BEI tahun 2015-2021. Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan dari perusahaan makanan dan minuman selama periode 2015-2021. Serta memperoleh jawaban atas kesenjangan beberapa hasil penelitian sebelumnya. Alat analisis yang digunakan yang digunakan untuk menguji pengaruh antar variabel dalam penelitian ini adalah uji simultan (Uji . den uji parsial (Uji . mengenai masing variabel X terhadap variabel Y dengan tingat keyakinan 95%. Kemudian dari hasil uji secara parsial dengan menggunakan menggunakan uji t. uji t diketahui bahwa hutang, kepemilikan saham asing, dewan komisaris dan profitabilitas mempuyai pengaruh signifikan terhadap tanggung jawab sosial. Keseluruhan analisis ini menggunakan program eviews. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman mengenai pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Kata Kunci: Hutang. Kepemilikan Saham. Dewan Komisaris. Profitabilitas dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Received September 30, 2022. Revised Oktober 2, 2022. Accepted November 17, 2022 PENDAHULUAN Keberadaan suatu perusahaan tidak bisa terlepas dengan lingkungan eksternal yaitu seperti lingkungan dan masyarakat sekitar. Semakin besar berkembangnya kegiatan yang dilakukan perusahaan, maka semakin besar juga tindakan eksploitasi terhadap sumber daya yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Tidak sedikit perusahaan yang mengabaikan dan kurang memperdulikan masalah tersebut hanya karena mencari keuntungan secara maksimal. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan tanggung jawab dari pelaku usaha untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dengan menjalankan kegiatan yang disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan dari adanya laporan pengungkapan sosial, lingkungan dan bidang ekonomi yang terdapat di laporan tahunan perusahaan adalah sebagai rasa tanggung jawab perusahan untuk investor atau stakeholders. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan agar perusahan tidak hanya bertanggung jawab kepada pemegang saham . semata, tapi juga bertanggung jawab terhadap karyawan, pekerja, masyarakat dan lingkungan di sekitar perusahaan itu berdiri. Ketentuan mengenai pelaksanaan CSR di Indonesia diatur dalam UU No, 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimana perusahaan harus mengungkapkan tanggung jawab sosialnya pada laporan Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan juga terdapat dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) . ebagai pengganti Bapepam LK) No. 6 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-431/BL/2012 tentang penyampaian Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Perusahaan makanan dan minuman merupakan salah satu sektor usaha yang terus mengalami Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, maka volume kebutuhan terhadap makanan dan minuman juga terus meningkat. Perusahaan makanan dan minuman merupakan salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi yang besar terhadap negara, baik dalam hal pendapatan pajak maupun penyerapan tenaga kerja. Namun keberadaan perusahaan juga dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat seperti, pencemaran udara dan kurangnya pengelolan limbah pabrik dengan baik. Berdasarkan penelitan yang telah dibuat, maka dapat disimpulkan bahwa di dalam melakukan suatu Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial harus didasari dengan beberapa faktor, antara lain hutang, kepemilikan saham, dewan komisaris dan profitabilitas pada perusahaan makanan dan minuman. Hutang adalah kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah uang/jasa/barang di masa mendatang kepada pihak lain, akibat transaksi yang dilakukan di masa lalu (Rudianto, 2008: . Hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian Nur dan Priantinah . , menemukan bahwa hutang berpengaruh signifikan pada pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Kepemilikan asing merupakan jumlah saham yang dimiliki oleh pihak asing atau luar negeri terhadap saham perusahaan di Indonesia. Perusahaan dengan kepemilikan asing cenderung lebih mengungkapkan CSR yang lebih besar karena kepedulian yang besar untuk mendanai kegiatan sosial dan lingkungan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian Politon dan Sri . , menemukan bahwa kepemilikan saham asing berpengaruh signifikan pada pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dewan komisaris independen merupakan komisaris yang tidak memiliki hubungan istimewa yang cenderung mendorong perusahaan mereka untuk mengungkapkan informasi yang lebih luas kepada para Hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian Badjuri . , menemukan bahwa komposisi dewan komisaris bahwa berpengaruh signifikan pada pengungkapan tanggung jawab sosial Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari aktivitas perusahaannya selama periode berjalan. Perusahaan yang memiliki laba tinggi sangat berpotensi besar untuk menerapkan sistem CSR karena beberapa persen dari keuntungan yang dihasilkan dapat digunakan untuk kegiatan CSR. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian Yasmira Sari. Leny Suzan dan Eddy Budiono . menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan pada pengungkapan corporate social responsibility. TINJAUAN PUSTAKA Teori Legitimasi (Legitimacy Theor. Teori legitimasi (Legitimacy theor. berfokus pada interaksi antara perusahaan dengan masyarakat. Legitimacy theory menyatakan bahwa organisasi terus menerus mencoba untuk memastikan bahwa mereka melakukan kegiatan sesuai dengan batasan dan norma-norma masyarakat (Deegan et al. , 2. Variabel Penelitian Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Y) Anggraini . mendefinisikan bahwa perusahaan melakukan pengungkapan informasi sosial perusahaan dengan berbagai tujuan yang berbeda, salah satunya adalah untuk membangun image perusahaan dan mendapatkan perhatian dari stakeholders. Hutang (Debt to Equity Rati. (X. Rasio hutang menunjukkan perbandingan antara utang dan ekuitas perusahaan. Menurut Husnan . Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang menunjukkan perbandngan antara utang dengan modal sendiri. Variabel ini dilambangkan dengan X1 dan diambil dari financial highlights dalam annual report atau menggunakan rumus menurut (Kasmir, 2014:. , yaitu: DER = Total Hutang Total Ekuitas Kepemilikan Asing (X. Hadiprajitno . , investasi asing diartikan sebagai penanaman modal yang berasal dari luar negeri . on domesti. baik perusahaan asing maupun institusi asing terhadap suatu perusahaan di dalan negeri . , baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. KSA = Jumlah Kepemilikan Saham x 100% Total Lembar Saham Dewan Komisaris (X. Dewan komisaris merupakan suatu mekanisme untuk mengawaasi dan untuk memberikan petunjuk dan arahan pada pengelola perusahaan atau pihak manajemen. Dalam hal ini, dewan komisaris memiliki kekuasaan terhadap manajemen untuk memberikan pengaruh agar manajemen mengungkapkan CSR (Fahrizqi, 2. Variabel ini dilambangkan dengan X3. DKI = Jumlah Anggota Komis Indep x 100% Jumlah Anggota Dewan Komisaris Profitabilitas (X. Tingkat profitabilitas perusahaan menunjukkan kemampuan perusahan dalam memperoleh keuntungan dari kegiatan operasional sehari-sehari (Caroline dan Agaton, 2. Variabel ini menunjukkan perbandingan antara laba neto dengan setiap penjualannya yang dilambangkan dengan X4. Variabel ini dapat diambil dari Financial highlights dalam annual report atau menggnunakan rumus menurut Brealey. Myres dan Marcus . Net Income = Net Profit Margin Sales Hipotesis Penelitian Pengaruh Hutang (Debt to Equity Rati. terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibilit. Debt Equity Ratio memberikan gambaran mengenai struktur modal yang dimiliki perusahaan, untuk bisa melihat tingkat resiko tidak tertagihnya suatu hutang. Perusahaan dengan rasio leverage yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan akan semakin bergantung dengan pihak luar dalam melakukan peminjaman Oleh karena itu, perusahaan dengan leverage yang tinggi memiliki kewajiban lebih untuk mengungkapkan tanggung jawab sosialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Purnasiwi . menemukan tingkat leverage perusahaan berpengaruh positif terhadap CSR, dimana perusahaan yang memiliki tingkat leverage yang tinggi akan menguungkapkan lebih banyak informasi kepada stakeholdernya. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis maka dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Hutang (Debt Equity Rati. berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibilit. Pengaruh Kepemilikan Saham Asing terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibilit. Kepemilikan saham asing . oreign shareholdin. merupakan proporsi kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak asing . uar neger. baik individu maupun lembaga terhadap saham entitas bisnis Indonesia (Daniri, 2. Perusahaan yang melaksanakan CSR dengan baik, akan lebih dilirik oleh pihak asing, karena mereka lebih tertarik dengan perusahaan yang memiliki reputasi baik dalam bidang sosial. Penelitian yang dilakukan oleh Rustiarini . , menemukan bahwa kepemilikan asing berpengaruh pada pengungkapan CSR. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis maka dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Kepemilikan Saham Asing berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibilit. Pengaruh Dewan Komisais terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibilit. Dewan komisaris merupakan pelaksana tertinggi dalam suatu entitas yang tugasnya adalah memonitor dan menekan aktivitas manajemen agar dapat mengungkapkan informasi Corporate Social Responsibility (CSR) lebih banyak. Keberadaan dewan komisaris independen tidak terpengaruh oleh manajemen, oleh karena itu mereka cenderung mendorong perusahaan untuk mengungkapkan informasi yang lebih luas kepada para stakeholder-nya. Dewan komisaris independen berkewajiban untuk memberikan nasihat dalam pengambilan keputusan, sehingga apabila jumlah anggota komisaris independen semakin besar, maka pengawasan terhadap keputusan CEO dalam pelaksanaan kegiatan seperti pengungkapan CSR akan semakin besar (Utama, 2. Hasil penelitian Ratnasari dan Prastiwi . menunjukkan proporsi dewan komisaris independen berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis maka dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3: Kepemilikan Saham Asing berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibilit. Pengaruh Profitabiilitas terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibilit. Profitabilitas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial karena laba yang diperoleh perusahaan dapat digunakan untuk mendanai kegiatan CSR. Semakin besar Net Profit Margin mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham, maka akan memberikan transparansi laporan yang semakin besar pula. Menurut Martono dan Harjito . , profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari modal yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Untari . menyatakan bahwa semakin besar profitabilitas suatu perusahaan akan mengungkapkan tanggung jawab sosial yang lebih besar karena sorotan yang besar dari masyarakat. Hasil penelitian Sha . mengungkapkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis maka dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H4: Profitabilitas berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibilit. METODOLOGI PENELITIAN Hasil Penelitian Deskriptif Statistik Tabel 1 Statistik Deskriptif Pada tabel di atas menunjukkan hasil dari uji deskriptif statistik sebagai berikut : Cost Social Responsibility (CSR) Nilai CSR tertinggi sebanyak 0,115 dan nilai terendah sebanyak 0. 071 dalam 2 tahun. Nilai rata-rata . CSR pada perusahaan makanan dan minuman yang terdapat di Bursa Efek Indonesia tahun 20152021 sebanyak 0. 096 dengan standar deviasinya sebesar 0. Debt Equity Ratio (DER) Nilai DER tertinggi sebanyak 1,480 dan nilai terendah sebanyak 0. 163 dalam 2 tahun. Nilai rata-rata . DER pada perusahaan makanan dan minuman yang terdapat di Bursa Efek Indonesia tahun 20152021 sebanyak 0. 699 dengan standar deviasinya sebesar 7. Kepemilikan Saham Asing (KSA) Nilai KSA tertinggi sebanyak 1,610 dan nilai terendah sebanyak 0. 071 dalam 2 tahun. Nilai rata-rata . KSA pada perusahaan makanan dan minuman yang terdapat di Bursa Efek Indonesia tahun 20152021 sebanyak 0. 082 dengan standar deviasinya sebesar 7. Profitabilitas (NPM) Nilai NPM tertinggi sebanyak 1,610 dan nilai terendah sebanyak 0. 071 dalam 2 tahun. Nilai rata-rata . NPM pada perusahaan makanan dan minuman yang terdapat di Bursa Efek Indonesia tahun 20152021 sebanyak 0. 082 dengan standar deviasinya sebesar 7. Analisis Regresi Data Panel Tabel 2 Uji Common Effect Model Berdasarkan hasil output estimasi model Common Effect Model (CEM) di atas, dapat diketahui jika hasil nilai F-statistic sebesar 3,726203, sementara F-tabel dengan tingkat =5% df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 didapat nilai F-tabel sebesar 2,55. Dengan demikian nilai F-statistic 3,72 > F-tabel 2,55 dan nilai Prob (F-statisti. 0,009796 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yang artinya variabel-variabel independen dalam penelitian ini yang terdiri dari hutang, kepemilikan saham, dewan komisaris dan profitabilitas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Berdasarkan nilai Prob. Masing-masing variabel menunjukkan bahwa variabel Hutang sebesar 0,0130, variabel kepemilikan saham asing sebesar 0,0665, variabel dewan komisaris sebesar 0,0203 dan profitabilitas sebesar 0,7975. Terdapat dua variabel yang memiliki pengaruh secara parsial terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial yaitu variabel kepemilikan saham dan profitabilitas. Sedangkan variabel lainnya yaitu Hutang dan Dewan Komisaris tidak memiliki pengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Tabel 3 Uji Fixed Effect Model Berdasarkan hasil output estimasi model Fixed Effect Model (FEM) di atas, dapat diketahui jika hasil nilai F-statistic sebesar 9,618547 sementara F-tabel dengan tingkat =5% df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 didapat nilai F-tabel sebesar 2,55. Dengan demikian nilai F-statistic 9,618547 > F-tabel 2,55 dan nilai Prob (F-statisti. 0,000000 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yang artinya variabel-variabel independen dalam penelitian ini yang terdiri dari hutang, kepemilikan saham, dewan komisaris dan profitabilitas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Berdasarkan nilai Prob. Masing-masing variabel menunjukkan bahwa variabel Hutang sebesar 0,0038, variabel kepemilikan saham asing sebesar 0,2301, variabel dewan komisaris sebesar 0,0437 dan profitabilitas sebesar 0,0063. Terdapat satu variabel yang memiliki pengaruh secara parsial terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial yaitu variabel kepemilikan saham. Sedangkan variabel lainnya yaitu Hutang. Dewan Komisaris dan Profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Tabel 4 Uji Random Effect Model Berdasarkan hasil output estimasi model Random Effect Model (REM) di atas, dapat diketahui jika hasil nilai F-statistic sebesar 5,662335 sementara F-tabel dengan tingkat =5% df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 didapat nilai F-tabel sebesar 2,55. Dengan demikian nilai F-statistic 5,662335 > F-tabel 2,55 dan nilai Prob (F-statisti. 0,000753 < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yang artinya variabel-variabel independen dalam penelitian ini yang terdiri dari hutang, kepemilikan saham, dewan komisaris dan profitabilitas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial. Berdasarkan nilai Prob. Masing-masing variabel menunjukkan bahwa variabel Hutang sebesar 0,0061, variabel kepemilikan saham asing sebesar 0,1640, variabel dewan komisaris sebesar 0,0388 dan profitabilitas sebesar 0,0228. Terdapat satu variabel yang memiliki pengaruh secara parsial terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial yaitu variabel kepemilikan saham. Sedangkan variabel lainnya yaitu Hutang. Dewan Komisaris dan Profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Pemilihan Model Regresi Data Panel Tabel 5 Uji Chow Berdasarkan ouput di atas, nilai Prob. Cross-section F dan Cross section Chi-Square menunjukkan nilai Prob. 0,0000 dan 0,0000 < . yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Fixed Effect Model (FEM) lebih layak digunakan disbanding Common Effect Model (CEM). Tabel 6 Uji Hausman Berdasarkan ouput di atas, nilai Prob. Cross-section Random sebesar 0,3762 > . yang berarti Ha ditolak dan H0 diterima. Random Effect Model (REM) lebih layak digunakan disbanding Fixed Effect Model (FEM). Tabel 7 Uji Lagrange Multiplier Berdasarkan ouput di atas, nilai Prob. Cross-section breush-Pagan sebesar 0,0000 < . yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Random Effect Model (REM) lebih layak digunakan disbanding Common Effect Model (CEM). Tabel 8 Kesimpulan Model Regresi Data Panel Uji Hipotesis Uji Kelayakan Model (Uji F) Tabel 9 Uji F Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa nilai F-Hitung sebesar 5,662335 nilai probabilitas . 0,000753. Sementara F Tabel dengan tingkat 5% dengan df1 . = 4 (Jumlah Variabel Independe. dan df2 . = 52, diperoleh nilai F Tabel yaitu 2,55. Dengan demikian, nilai F Hitung sebesar 5,662335 > F Tabel 2,55. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel dalam penelitian ini yang terdiri dari Hutang. Kepemilikan Saham. Dewan Komisaris dan Profitabilitas secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Uji t Tabel 10 Uji t Nilai t-statistic Hutang (DER) sebesar -2,860411 sementara t-tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 maka diperoleh nilai t tabel . Dengan demikian t-statistic Hutang sebesar (-2,860. < t-tabel . dan nilai prob. Sebesar 0,0061 > 0,005. Maka dapat disimpulkan hutang berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Nilai t-statistic Kepemilikan Saham (KSA) sebesar -1,412173 sementara t-tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 maka diperoleh nilai t tabel . Dengan demikian t-statistic Kepemilikan Saham sebesar (-1,412. < t-tabel . dan nilai prob. Sebesar 0,1640 > 0,005. Maka dapat disimpulkan Kepemilikan Saham berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Nilai t-statistic Dewan Komisaris (DKI) sebesar 2,121557 sementara t-tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 maka diperoleh nilai t tabel . Dengan demikian tstatistic Dewan Komisaris sebesar . ,121. > t-tabel . dan nilai prob. Sebesar 0,0388 > 0,005. Maka dapat disimpulkan Dewan Komisaris berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Nilai t-statistic Profitabilitas (NPM) sebesar 2,347446 sementara t-tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 maka diperoleh nilai t tabel . Dengan demikian t-statistic Profitabilitas sebesar . ,347. > t-tabel . dan nilai prob. Sebesar 0,0228 > 0,005. Maka dapat disimpulkan Profitabilitas berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data yang telah digunakan pada bab sebelumnya mengenai Pengaruh Hutang. Kepemilikan Saham. Dewan Komisaris, dan Profitabilitas terhadap Pengungkapan Tangung Jawab Sosial maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji secara simultan (Uji F) yang telah dilakukan, dinyatakan bahwa variabel Hutang. Kepemilikan Saham. Dewan Komisaris dan Profitabilitas secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Hal ini dibuktikan dengan Fstatistic sebesar 5,662335 nilai probabilitas . 0,000753. Nilai F Hitung sebesar 5,662335 > F Tabel 2,55 dan 0,000753 < 0,005 Variabel Hutang secara parsial tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Hal ini dibuktikan dari nilai t-statistic Hutang sebesar (-2,860. sementara t-tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 maka diperoleh nilai t tabel . Dengan demikian t-statistic Hutang sebesar (-2,860. < t-tabel . dan nilai prob. Sebesar 0,0061 > 0,005. Artinya, tingkat Hutang secara parsial tidak berpengaruh namun tingkat probabilitas yang tinggi mampu menarik investor untuk memberikan pinjaman dan membantu dalam kepentingan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Variabel Kepemilikan Saham secara parsial tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Hal ini dibuktikan dari nilai t-statistic Kepemilikan Saham sebesar (-1,412. sementara t-tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 maka diperoleh nilai t tabel . Dengan demikian t-statistic Kepemilikan Saham sebesar (-1,412. < t-tabel . dan nilai prob. Sebesar 0,1640 > 0,005. Artinya, tingkat Kepemilikan Saham secara parsial tidak berpengaruh namun tingkat probabilitas yang tinggi mampu meningkatkan kepentingan stakeholder dalam Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Variabel Dewan Komisaris secara parsial berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Hal ini dibuktikan dari nilai t-statistic Dewan Komisaris sebesar 2,121557 sementara t-tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 maka diperoleh nilai t tabel . Dengan demikian t-statistic Dewan Komisaris sebesar . ,121. > t-tabel . dan nilai Sebesar 0,0388 > 0,005. Artinya, tingkat Dewan Komisaris secara parsial berpengaruh namun tingkat probabilitas yang rendah mampu mendorong para anggota dewan komisaris untuk menekankan kepentingan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Variabel Profitabilitas secara parsial berpengaruh terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Hal ini dibuktikan dari nilai t-statistic Profitabilitas sebesar 2,347446 sementara t-tabel dengan tingkat = 5%, df1 . = . = 4 dan df2 . = . = 52 maka diperoleh nilai t tabel . Dengan demikian t-statistic Profitabilitas sebesar . ,347. > t-tabel . dan nilai prob. Sebesar 0,0228 > 0,005. Artinya, tingkat Profitabilitas secara parsial berpengaruh namun tingkat probabilitas yang rendah mampu mendorong para structural manajemen untuk menekankan nilai dari profit demi kepentingan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. DAFTAR PUSTAKA