JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 4. No 1. April 2021 STUDI KETINGGIAN KOLAM RETENSI SIMPANG POLDA PALEMBANG UNTUK LANGKAH PENENTUAN KEBIJAKAN Sukemi1. Marlina Sylvia2. Samsuryadi3. Hadipurnama Satria4. Apriansyah Putra5. Anggun Islami6 13456 Program Studi Magister Ilmu Komputer. Fasilkom Unsri, 4Program Studi Sistem Informasi. Fasilkom Unsri 2,Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang. Bidang PSDA. Pemerintah Kota Palembang Jln. Srijaya Negara Palembang Sumatera Selatan 30000 Jln. Slamet Ryadi No. 550 Kutobatu Kec. Ilir Timur 2 Palembang Sumatera Selatan 30114 1 sukemi@ilkom. id, 2 marlinasylvia@yahoo. id, 3 samsuryadi@ ilkom. 4hadi@ilkom. id, 5apriansyah@unsri. id, 6anggunislami2@gmail. Abstract Simpang Polda retention pond is an alternative flood control construction which is designed to temporarily hold exceeding water flow during rainfall in the vicinity of Simpang Polda, in order to avoid or reduce flood in the area. Retention ponds are prone to sedimentation due to garbage and other materials settling down in the bottom of the pond, which in turn causing reduction of total volume of water it can To ensure that the pond has enough volume, depth measurements were done so that the pond can function as intended. Boat robots from previous research in 2019 and 2020 were utilized as the method to measure the depth of the retention pond. The boat robots mapped the depth of the whole pond area with the help of remote control and single beam sensor. Measurement result shows that the Simpang Polda retention pond has an average depth of 2. 245 m. Based on this finding it is suggested that the local government water resource management agency (Dinas PUPR Dept. PSDA) to follow up with the appropriate sediment removal procedures to return the pondAos depth back to the original value when it was constructed. Keywords : boat/robot, sonar single beam, pool height Abstrak Kolam Retensi Simpang Polda merupakan alternatif salah satu bangunan pengendali banjir yang berfungsi untuk menampung sementara debit limpahan air disekitar cekungan di Kawasan Simpang Polda, sehingga dapat mengurangi atau mencegah genangan banjir didaerah tersebut. Agar kolam retensi ini berfungsi dengan baik, maka perlu dilakukan pengecekan ketinggian sehingga fungsi kolam sebagai penampung air dapat terlaksana dengan baik. Metode yang dipakai untuk mengukur ketinggian kolam retensi adalah dengan menggunakan boat/robot yang telah diteliti tahun 2019 dan tahun 2020 yang mengarsir seluruh permukaan air kolam dengan bantuan remote kendali dan sonar single beam. Hasil pengukuran ketinggian Kolam Retensi Simpang Polda didapat rata-rata setinggi 2,245 m yang menganjurkan Pihak Dinas PUPR Bidang PSDA untuk melakukan pengerukan atau penyedotan sidimen karena telah terjadi perbedaan ketinggian saat pembangunan awal. Kata kunci : boat/robot, sonar single beam, ketinggian kolam PENDAHULUAN Padat dan pesatnya aktivitas masyarakat perkotaan memberikan banyak dampak umum diantaranya adalah sosial, ekonomi dan Pembangunan adalah salah satu perkembangan ekonomi namun juga berdampak ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. negatif bagi permasalahan lingkungan jika tidak memperhatikan daya dukung lingkungan . Permasalahan lingkungan yang sering terjadi adalah banjir yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan dukungan drainase yang belum memadai. Olehkarena itu perencanaan drainase sangatlah penting bagi perencanaan tataruang kota. Di Kota Palembang, perencanaan JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire tataruang kota khususnya bidang drainase dan kolam retensi telah dilaksanakan dengan baik oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (PUPR) dibawah bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) . Saat ini, di Kota Palembang terdapat 26 Kolam Retensi . yang masing-masing kolam terhubung langsung dengan drainase sebagai penyalur air menuju ke sungai-sungai yang mengitari Kota Palembang. Dari ke-26 kolam retensi tersebut adalah Kolam Retensi Simpang Polda yang telah dibangun sejak 10 tahun yang Secara geografis kolam retensi ini dibangun tepat berada di cekungan Kota Palembang tepatnya berada di -2. 960621 Lintang, 737393 Bujur dengan ketingian 8 mdpl. Kolam Retensi Simpang Polda ini didukung oleh drainese yang terbentang sepanjang Jalan Basuki Rahmat menuju anak Sungai Musi sejauh A1,5 km dan membela Jalan Jendral Sudirman selebar A40 Pembelahan Jalan Jendral Sudirman inilah memaksa drainese yang dibangun tidak selebar yang terbentang di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Kondisi inilah yang merupakan salah satu penyebab sering terjadinya banjir di seputar Kolam Retensi Simpang Polda. Gambar 1. Letak Geografis Kolam Retensi Simpang Polda Kondisi lain yang perlu diperhatikan adalah kolam retensinya sendiri, yang saat ini perlu ketinggian kolam sehingga dapat menampung jumlah air sesuai dengan perencanaan awal saat didirikan beberapa puluh tahun yang lalu. Kedua kondisi diatas menjadi permasalahan yang menuntut Dinas PUPR bidang PSDA untuk mencarikan solusi permasalahan tersebut. Tahun 2020 ini, penulis melalui Program Pengabdian Masyarakat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Sriwijaya (Unsr. mengimplementasikan hasil penelitian penulis di Tahun 2019 dan Tahun 2020 untuk melakukan pengukuran ketinggian Kolam Retensi Simpang Polda ini. Hasil pengukuran ketinggian ini akan dijadikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Dinas PUPR bidang PSDA Kota Palembang atau dengan kata lain sebagai penentu kebijakan yang akan ditentukan dalam pengelolaan kolam retensi ini. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 4. No 1. April 2021 TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI Tinjauan Pustaka Ketinggian Kolam Retensi Simpang Polda Kota Palembang yang merujuk . dituliskan 8 hingga 1,5 m. Hasil penelitian . memberikan penilaian terhadap kondisi fisik Kolam Retensi Simpang Polda adalah cukup baik (CB) atau dengan skor responden 60,34%. Intensitas curah hujan 10 tahun terakhir . berada pada batas nilai ekstrem antara 2050 mm/hari . Gambar 2. Letak dan posisi Kolam Retensi Simpang Polda Palembang Dari data intensitas ini hujan di Kota Palembang tergolong ringan. Data teknis yang bersumber dari Dinas PUPR bidang PSDA menerangkan bahwa drainese yang dibangun sepanjang Jalan Basuki Rakhmat telah memenuhi kelayakan sebagai penyalur air yang berasal dari Kolam Retensi Simpang Polda dan lingkungan sekitar kolam serta beberapa drainese yang berasal dari Kawasan Sudirman dan Kawasan Demang Lebar Daun. Dari data teknis juga diterangkan bahwa luasan Kolam Retensi Simpang Polda sebesar 5. dan ketinggian awal saat dibangun sedalam 4m . Merujuk beberapa uraian pustaka diatas, penulis melalui Program Pengabdian Masyarakat LP2M Universitas Sriwijaya, pengukuran ulang ketinggian Kolam Retensi Simpang Polda dengan menggunakan boat/robot prototipe hasil penelitian yang telah dikembangkan di Tahun 2019 dan 2020 dan hasil pengukuran ini akan dijadikan alternatif pengambilan keputusan di dinas PUPR Kota Palembang. Penelitian terdahulu berupa studi kasus telah mengevaluasi kelayakan prasarana kolam retensi di Kota Palembang dengan metode wawancara dan penyebaran kuisioner terhadap penampang dan dimensi saluran kolam retensi, pintu inlet-outlet dan level muka air. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Melanjutkan penelitian . dilakukan pengukuran secara langsung dengan menggunakan peralatan yang juga telah diteliti kemampuan alat ukur ini . Kesiapan Perangkat Pengukur Boat/Robot prototife yang dibangun telah diujicobakan . di Danau Ogan Permata Indah (OPI) Jakabaring Palembang. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa . boat/robot mampu mengamati mayat/benda didalam air. Cara kerja boat/robot ini telah diupayakan sesederhana mungkin untuk memenuhi syarat user friendly. Komponen utama boat/robot ini terdiri dari sonar, motor pendorong . , telemetri, remote kendali, sumber daya, dan badan pelampung. Sedangkan komponen pendukung berupa laptop dan battery charger. Pengadaan Komponen Perangkat Perangkat Boat/Robot pengukur kedalaman ini memiliki komponen yang sama dengan komponen boat pencari korban mayat/benda berharga . yang memiliki beberapa komponen untuk dirangkai sehingga setiap komponen dapat melakukan komunikasi satu sama lain. Namun, hal yang diperhatikan sebelum instalasi adalah kepastian komponen tersebut aktif atau menyala saat dicoba bekerja secara mandiri. Komponen boat/robot pengukur kedalaman air kolam retensi seperti yang telah disebutkan diatas, memiliki kriteria sebagai berikut: Sensor sonar berkerja ketika berada diatas permukaan air. Pada hull atau board boat terdapat 5 perangkat yang berada didalam hull alat tersebut antara lain: 2 Buah motor brushless Flight Control (FC) sebagai Remote Tz (R. dari perangkat Remote Control (RC) sebagai Transmitter (TX) 1 buah STEPDOWN UBEC buah Aki 12 volt, 8 Ampere Volume 4. No 1. April 2021 Instalasi Perangkat Setiap komponen perlatan boat disambungkan ke perangkat RX protokol dengan dilengkapi komponen utama dan komponen pendukung untuk diintegrasikan agar dapat mengukur ketinggian kolam retensi. Rinci langkah instalasi perangkat adalah sebagai berikut: 1 buah Motor Brushless ke arduino pin 1, dan 1 Motor Brushless ke pin 2. Setiap Motor Bruhsless kabel power disambungkan ke Aki 12 volt dan kabel ground disambungkan dengan ground. Stepdown UBEC dihubungkan dengan pin 8, kabel power dihubungkan ke Aki 12 volt dan kabel ground disambungkan dengan ground Kemudian Sensor ultrasonic dipasangkan diluar hull sehingga dapat mengapung diatas permukaan air Pada Remote control Tx memerlukan konfigurasi sehingga dapat digunakan sebagai pengontrol dari pergerakan boat Keempat langkah ini diperjelas dengan bantuan gambar 4 dibawah ini dan berhasil Gambar 4. Hasil Instalasi Perangkat Elektronika Gambar 3. Perangkat Boat/Robot dalam Proses Instalasi Boat/robot merupakan media transfortasi dari alat sensor ultrasonic agar bisa bergerak maju dan bergerak mundur diatas air. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Proses Pengoperasian Perangkat Boat/Robot agar bekerja dengan alat pengendali pergerakan yang berasal dari remote dan akan memrintahkan sonar untuk merekam objek dibawah air dengan ketinggian yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang akan dipakai sebagai indikator ketinggian dari Kolam Retensi Simpang Polda Palembang. Rinci kerja sonar sebagai perekam ketinggian kolam retensi adalah sebagai berikut: Sonar memiliki GPS sebagai penanda dari lokasi yang dilewati dan dideteksi sonar Sonar akan melakukan scanning apabila alat tersebut bergerak JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 4. No 1. April 2021 Sonar memiliki batas maksimum untuk mendeteksi kedalaman air, mulai dari 1meter sampai 30 meter Boat memiliki keterbatasan jarak. Maximal jarak kendali yaitu sejauh 150 Meter Gambar 6. Aplikasi Deeper untuk Display dan Saving Data Gambar 6 berikut merupakan tampak belum merata data ketinggian yang diukur oleh boat/robot di Kolam Retensi Simpang Polda. Gambar 5. Pergerakan Boat/Robot Terkendali Remote Pergerakan dari boat dikendalikan secara manual oleh transifer (TX) remote yang dikirimkan menuju receiver (RX) Metode Pengambilan Data Data diambil secara langsung saat boat/robot beroperasi mengelilingi kolam retensi yang dikendalikan oleh remote. Hasil rekaman sonar akan disimpan pada perangkat handphone yang dititipkan diperangkat boat/robot yang bergerak mengitari kolam retensi pada gambar 5. Data yang telah diambil dapat dibuka melalui aplikasi deeper yang telah diinstalasi di dalam handphone tersebut. Aplikasi ini dapat di download disitus deeper sonar . , yang dedicated apabila kita melakukan pembelian sonar tersebut. Data ketinggian akan diperoleh sangat tergantung lintasan boat/robot tersebut di dalam kolam retensi, olehkarena itu wajib dipastikan bahwa boat/robot telah mengitari seluruh kolam retensi dan bilamana belum terkelilingi maka pengambilan data wajib diulangi kembali seperti pada contoh pengambilan data yang gagal pada Pengambilan data dapat dilakukan secara automatis dengan cara memplot pada action planner yang ada di aplikasi deeper atau dilakukan secara manual dengan bantuan remote yag dikendalikan oleh operator. Bilamana plot ditetapkan maka boat/robot akan bergerak secara automatis mengarsir rute plot tersebut dan kecepatan kipas propeller juga konmstan. Pada kesempatan ini, penulis mengambil data dengan cara manual dengan pertimbangan lokasi pengukuran banyak terdapat sampah permukaan air, seperti lumut, plastik dan ranting kayu, sehingga menyumbat kipas propeller yang menyebabkan boat/robot dapat kehabisan daya. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Gambar 7. Pengukuran Ketinggain Yang Belum Semua Terarsir Metode yang ditetapkan dalam program pengukuran ketinggian kolam retensi ini adalah metode observasi dengan pengambilan data secara langsung mode manual kendali boat/robot di lokasi Kolam Retensi Simpang Polda Kota Palembang Program Pengabdian Masyarakat LP2M Unsri yang penulis lakukan. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Studi kasus yang diangkat pada penelitian ini adalah mengukur kedalaman kolam retensi dan sedimen permukaan kolam retensi dengan menggunakan boat/robot yang direalisasikan melalui program pengabdian Skema Alur Penelitian Skema alur penelitian yang dikerjakan melalui program pengabdian masyarakat ini dimulai dari pengoperasian boat/robot untuk mengitari sekeliling kolam retensi beserta kelengkapannya, kemudian mengaktifkan handphone yang diletakkan di dalam boat/tobot untuk menyimpan data hasil perekaman sonar dan terakhir pemeriksaan diaplikasi mission planner JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire apakah semua misi pengarsiran kedalaman telah terlaksana, jika belum semua terlaksana maka pengarsiran diulang dengan mengambil rute perekaman yang belum terarsir. Pengawasan pengarsiran kolam retensi dimonitor melalui komputer yang berisi aplikasi action planner. Secara masyarakat ini diilustrasikan pada gambar 7 berikut ini. Volume 4. No 1. April 2021 Pengumpulan Data Kedalaman Pengarsiran data kedalaman kolam retensi dengan pemotongan lintasan secara horizontal dan vertikal dari titik nol pengukuran yang Titik merah dibibir trotoar pada gambar 9 merupakan titik nol meter . kedalaman pengukuran Kolam Retensi Simpang Polda Palembang. Mulai Pengoperasian Boat/Robot dan Pengaktifan Aplikasi Deeper Perekaman Kedalaman Arsiran Penuh? Gambar 9. Penentuan Titik Nol Meter Kedalaman Pengarsiran yang diplot di aplikasi mission planner direncanakan semua permukaan air dapat dilintasi oleh boat/robot sehingga pengukuran kedalaman dapat diperoleh secara Perencanaan plotting arsiran pergerakan boat/robot diperlihatkan pada gambar 10. Simpan Data Kedalaman Analisa Kedalaman dan Tentukan Rata-Rata Kedalaman Selesai Gambar 8. Diagram Alir Skema Pengabdian Masyarakat Pengumpulan Data Pengumpulan Data Posisi Sebelum pengumpulan data kedalaman pengumpulan data posisi dan penentuan posisi. Saat pengumpulan data posisi dilaksanakan maka penentuan posisi perlu ditetapkan terlebih Penentuan posisi yang dilakukan adalah menentukan posisi awal boat/robot pada saat melaksanakan pengukuran kedalaman kolam retensi agar boat/robot mampu mengarsir semua permukaan kolam retensi untuk mengukur Penentuan posisi ini menggunakan aplikasi mission planner yang diinstalasi di perangkat komputer dan diplotting dengan touch pen pada daerah kolam retensi yang akan diarsir. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Gambar 10. Kerangka Arsiran Boat/Robot Kearah Horizontal dan Vertikal Pada saat pengumpulan data kedalaman kolam retensi ini, perlu juga diperhatikan kemahiran operator remote yang mengendalikan secara manual pengarsiran kolam retensi serta ketersediaan sumberdaya bagi semua perangkat terutama boat/robot dan alat display dan komputasi . Analisa Data Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari perekaman sonar yang berasal dari boat/robot yang mengarsir seluruh permukaan kolam retensi dengan panduan hasil plotting mission planner. Data yang dianalisis hanya data kedalaman pada semua luasan kolam retensi yang telah direkam oleh boat/robot. Perekaman akan diulang dengan mengarsir kembali semua kolam retensi jika hasil plotting masih belum menyeluruh dilaksanakan. Analisis data: Ketinggian titik nol ke permukaan air kolam retensi sebesar 122 cm. JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Kedalaman boat/robot belum diakumulasi dengan tinggi titik nol ke permukaan air. Kedalaman yang terukur merupakan kedalaman yang tersebar ke seluruh kolam yang diarsir oleh boat/robot. Gambar 11 melukiskan contour dan kedalaman yang berhasil direkam oleh boat/robot dan akan olah menjadi satuan meter kedalaman . Volume 4. No 1. April 2021 format excell melalui format data import . CSV yang diperoleh. Data inilah yang akan diolah dan dinamakan dalam sub tabel excell khususnya subtabel kedalaman yang menjadi topik pengabdian masyarakat ini. Berikut diberikan cuplikan tabel data yang akan disertakan dalam tabel hasil pengukuran boat/robot di Kolam Retensi Simpang Polda Palembang. TABEL 1. CUPLIKAN DATA REKAMAN BOAT/RBT Data yang terekam oleh boat/robot sebanyak 3527 data kedalaman dengan jumlah posisi (_i. 3527 titik area yang berhasil terarsir di keseluruh permukaan kolam retensi. Gambar 11. Kedalaman yang Terukur di Semua Permukaan Kolam Retensi Simpang Polda Pengolahan Data Pengolahan data akan dilakukan dengan menggunakan persamaan matematika sederhana atas perhitungan kedalaman semua daerah arsiran Kolam Retensi Simpang Polda Palembang. Persamaan matematika tersebut terdiri dari persamaan penjumlahan dan persamaan ratarata. Kedua persamaan ini akan digunakan pada akhir pengolahan data . Ocycuycn=1 ycuycn = ycu1 ycu2 U ycuycu ycuI = ycu1 . cu1 ycu2 U ycuycu ) ycuI = ycu1 Ocycuycn=1 ycuycn ycuI = ycycaycyca Oe ycycaycyca Eaycnycycycuyci ycuycn = ycuycnycoycaycn ycycaycoycyyceyco yccycaycyca ycoyce Oe ycn ycu = ycycycoycoycaEa ycycaycoycyyceyco yccycaycyca Sebelum pengolahan data diatas dimulai, maka diperlukan pengolahan awal yakni pemindahan data dari aplikasi deeper sonar yang secara online dapat ditampilkan melalui alamat https://maps. com/en-ww. Data ini didapat setelah login berhasil masuk ke aplikasi Beberapa pilihan yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan data . ata impor. pada aplikasi tersebut, diantaranya _id, lintang, bujur, kedalaman . , dan frekuensi . Saat pengolahan data dilakukan, pastikan data yang akan diolah berasal dari rekaman aplikasi deeper sonar yang diinstal di handphone saat boat/robot merekam semua arsiran diatas kolam retensi. Data yang diperoleh berupa ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian hasil dan pembahasan merupakan bagian yang memuat semua temuan hasil perekaman kedalaman secara ilmiah yang diperoleh dari kendali boat/robot pada titik pengarsiran seluruh permukaan kolam retensi. Gambar 12 menampilkan semua perekaman boat/robot pada semua daerah arsiran kolam retensi Simpang Polda Palembang. Gambar 12. Rekaman Kedalaman Boat/Robot Hasil boat/robot mengarsir sejauh 3527 titik arsiran dengan merekam kedalaman sebanyak 3527 ragam kedalaman kolam retensi dengan telah menempuh waktu perjalanan selama 108 menit yang dimulai dari pukul 13:14:02 WIB hingga pukul 15:02:05 WIB dan menempuh jarak sejauh 899 m2 atau 86,63 % dari luasan keseluruhan kolam retensi . 655 m. Berikut Tabel 2 menuliskan 50 ragam kedalaman ke-1 dari 3. 527 ragam kedalaman. Pembagian 50 ragam ini bertujuan untuk memudahkan penulisan ke dalam tabel ragam kedalaman saja, sehingga akan terdapat 71 tabel yang berisi 50 kedalaman hasil perekaman JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire deeper sonar. Tabel terakhir akan diisi kumpulan 50 kedalaman yang terhitung rata-rata dari 71 tabel kedalaman. TABEL 2. 50 RAGAM KEDALAMAN PERTAMA Posisi Boat/Robot (_i. Lintang Bujur Kedalaman . 0,767 0,794 0,767 0,739 0,767 0,739 0,849 1,068 1,424 1,396 1,424 1,123 0,958 0,739 0,794 0,986 1,068 1,287 1,259 1,342 1,369 1,205 1,205 1,232 1,205 1,287 1,259 1,287 1,259 1,259 1,342 1,506 1,670 1,725 1,615 1,342 1,095 0,712 0,712 0,739 0,739 0,767 0,767 0,767 0,767 0,767 0,767 0,767 0,767 0,767 Frekuensi (GH. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. 1,605. Merujuk Tabel 2 diatas, pada 50 ragam kedalaman pada 50 titik area arsiran memiliki kedalaman rata-rata sebesar 1,069 meter. Tabel 3 berikut ini memberikan hasil keseluruhan dari 3. 527 arsiran di titik yang tersebar keseluruhan Kolam Retensi Simpang Polda. Selanjutnya akan diberikan ulasan perihal per-50 area arsiran pada 71 tabel yang dipecah dan masing-masing tabel memberikan rata-rata kedalaman yang berbeda-beda. Kedalaman ratarata yang diperoleh nanti akan ditambahkan dengan ketinggian titik nol ke permukaan air ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 4. No 1. April 2021 kolam retensi saat pengukuran sebesar 122 cm yang dilakukan saat mulai pengukuran. TABEL 3. 71 RAGAM KEDALAMAN TERUKUR Posisi Boat/Robot (_i. Rata-Rata Kedalaman . 50 Kedalaman ke-1 50 Kedalaman ke-2 50 Kedalaman ke-3 50 Kedalaman ke-4 50 Kedalaman ke-5 50 Kedalaman k- 6 50 Kedalaman ke-7 50 Kedalaman ke-8 50 Kedalaman ke-9 50 Kedalaman ke-10 50 Kedalaman ke-11 50 Kedalaman ke-12 50 Kedalaman ke-13 50 Kedalaman ke-14 50 Kedalaman ke-15 50 Kedalaman ke-16 50 Kedalaman ke-17 50 Kedalaman ke-18 50 Kedalaman ke-19 50 Kedalaman ke-20 50 Kedalaman ke-21 50 Kedalaman ke-22 50 Kedalaman ke-23 50 Kedalaman ke-24 50 Kedalaman ke-25 50 Kedalaman ke-26 50 Kedalaman ke-27 50 Kedalaman ke-28 50 Kedalaman ke-29 50 Kedalaman ke-30 50 Kedalaman ke-31 50 Kedalaman ke-32 50 Kedalaman ke-33 50 Kedalaman ke-34 50 Kedalaman ke-35 50 Kedalaman ke-36 50 Kedalaman ke-37 50 Kedalaman ke-38 50 Kedalaman ke-39 50 Kedalaman ke-40 50 Kedalaman ke-41 50 Kedalaman ke-42 50 Kedalaman ke-43 50 Kedalaman ke-44 50 Kedalaman ke-45 50 Kedalaman ke-46 50 Kedalaman ke-47 50 Kedalaman ke-48 50 Kedalaman ke-49 50 Kedalaman ke-50 50 Kedalaman ke-51 50 Kedalaman ke-52 50 Kedalaman ke-53 50 Kedalaman ke-54 50 Kedalaman ke-55 50 Kedalaman ke-56 50 Kedalaman ke-57 50 Kedalaman ke-58 50 Kedalaman ke-59 50 Kedalaman ke-60 50 Kedalaman ke-61 50 Kedalaman ke-62 50 Kedalaman ke-63 50 Kedalaman ke-64 50 Kedalaman ke-65 50 Kedalaman ke-66 50 Kedalaman ke-67 50 Kedalaman ke-68 50 Kedalaman ke-69 50 Kedalaman ke-70 50 Kedalaman ke-71 0,933 0,806 0,834 0,731 0,775 0,733 0,774 0,757 0,750 0,759 0,759 0,750 0,741 0,831 0,883 1,044 2,111 0,815 1,074 1,292 0,932 1,038 1,030 1,126 1,286 1,405 1,018 0,959 0,785 0,775 0,813 0,950 0,918 1,186 3,557 3,761 0,901 0,865 0,806 0,825 0,793 0,765 1,983 1,888 0,815 0,811 1,024 0,752 0,791 0,847 0,875 0,888 0,917 0,958 0,935 0,977 0,95 0,982 0,8745 0,951 0,965 0,957 0,959 0,945 0,957 0,883 0,882 0,837 0,785 0,901 0,83 Rata-Rata Kedalaman kolam 1,025 JIRE (Jurnal Informatika & Rekayasa Elektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Merujuk tabel 3, dari 50 data kedalaman rata-rata yang paling dangkal atau surut di ratarata 50 kedalaman ke-4, yakni 0,731 m dan yang paling dalam di rata-rata kedalaman ke-36, yakni 3,761 m. Sedangkan rata-rata kedalaman secara keseluruhan yang didapat dari 3. 527 data adalah 1,025 m dari permukaan air. Hasil rata-rata sebelumnya . Jika dianalisa dan dibahas antara kedalaman yang paling dalam dengan kedalaman yang paling dangkal maka terjadi selisih yang besar dengan selisih keduanya sebesar 3,030 m. Hal ini ditunjukkan dari letak lintang dan bujur untuk kedua perbedaan kedalaman tersebut, seperti yang ditunjukkan pada gambar 12 dibawah ini. Volume 4. No 1. April 2021 dilakukannya pengukuran pada hari Sabtu tanggal 21 November 2020 jam 10:00 Ae 14:30. Hasil kedalaman sesungguhnya diatas, sebagai rujukan bagi penentuan kebijakan Dinas PUPR Bidang PSDA untuk melakukan pengerukan atau penyedotan lumpur jika dianggap bahwa telah mengurangi volume air yang dapat ditampung saat terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi. Jika diasumsikan saat pembangunan awal Kolam Retensi Simpang Polda memiliki kedalaman 4 m, maka tebal sidimen atau lumpur setinggi 1,755 m atau hampir 44 % dari ketinggian kolam. Besarnya angka ini sangat menuntut tindakan dari Dinas PUPR untuk melakukan langkah selanjutnya agar tampungan air masih dapat terkendali saat terjadinya musim Kesimpulan dan Saran Kedalaman Kolam Retensi Simpang Polda Palembang didapat sebesar 2,245 m dari pinggir kolam hingga mencapai permukaan lumpur atau sidimen didalam kolam. Dari contour yang diperoleh memperlihatkan ragam kedalaman mulai dari yang dangkal dengan warna merah hingga terdalam dengan warna hijau. Saran untuk penelitian kedepan, data-data kedalaman yang berhasil diarsir hendaklah disertai dengan koordinat yang diperoleh dari GPS dengan akurasi tinggi agar pembuatan grafik ragam kedalaman lebih terlihat. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) Universitas Sriwijaya melalui Program Pengabdian Masyarakat tahun 2020 yang telah membiayai program ini. Ditambahkan juga dukungan perizinan lapangan yang diberikan oleh Bapak Ir. Akhmad Bastari. IPM selaku Kepala Dinas PUPR, kami ucapkan banyak terima kasih. Gambar 13. Kedalaman Terdangkal dan Terdalam Selisih kedalaman ini juga ditunjukkan oleh contour yang dihasilkan setelah dilakukan pengukuran kedalaman dengan mengarsir semua permukaan kolam retensi Simpang Polda yang ditunjukkan pada gambar 11 diatas. Selisih ini ditunjukkan dengan warna merah sebagai level kedangkalan dan warna biru muda sebagai level Koreksi penentuan kedalaman terakhir adalah dengan menambahkan ketinggian titik nol saat pengukuran dengan rata-rata kedalaman yang didapat dari 3527 data diatas permukaan sesungguhnya adalah 2,245 m untuk saat ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Daftar Pustaka: