Volume Vi. No. Juli 2018 ISSN: 1979-6943 Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan merupakan jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan yang berisi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) serta Kajian Pendidikan interdisipliner di Perguruan Tinggi yang diterbitkan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Artikel hasil PTK dan PTS serta kajian pemikiran pendidikan ditulis oleh para Guru dan Kepala Sekolah serta Dosen dalam mengujicobakan metode dan strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik SD/MI. SMP/MTs dan SMA/MA/SMK serta Perguruan Tinggi. Artikel PTK dan PTS fokus pada mata pelajaran di sekolah/madrasah, seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Imu Pengetahuan Sosial (IPS). Matematika. Fisika. Kimia, bahkan teknik, seperti Teknik Mesin. Elektro. Informatika dan lain sebagainya. Sementara itu, artikel Kajian Pendidikan merupakan penelitian interdisipliner dan multidisipliner yang dilakukan Dosen di Perguruan Tinggi terhadap khasanah keIslaman. Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan adalah jurnal terbuka yang versi softfile-nya bisa dibaca dan diakses secara gratis, sementara versi print out/ hardcopy dapat diperoleh dengan menghubungi distributor di alamat serial tajdidukasi. Sof-file keseluruhan artikel yang diterbitkan dapat diakses melalui Tajdidukasi Open Access Juornal di w. Pimpinan Editor Suyadi. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Indonesia Anggota Editor Arif Budi Raharjo. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Indonesia Achmad Muhammad. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Hendro Widodo. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Mundzirin Yusuf. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Sumedi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Sukamto. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Indonesia Sumarsono. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Indonesia Sarjilah (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidika. Yogyakarta Fathur Rahman. Si. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Indonesia Editor Pelaksana Suryanto. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Indonesia Suyatno. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Farid Setiawan. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Alamat Redaksi: Kantor Majelis Pendidikan Dasar dan MeneAngah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D. Yogyakarta Jl. Gedongkuning No. 130B Yogyakarta Kode Pos : 55171 Telephone : . 377078 Facsimile : . 371718 Website : w. E-Mail : tajdidukasi@dikdasmenpwmdiy. MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PASSING BAWAH BOLA VOLI MENGGUNAKAN MEDIA BALON Gatot Wisnu Wibowo SD Muhammadiyah Nitikan e-mail : gatoet. kita@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran passing bawah bola voli menggunakan media balon. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas . ction researc. yang menggambarkan bagaimana suatu metode dan media pembelajaran diterapkan dalam pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VC SD Muhammadiyah Nitikan yang berjumlah 24 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi siswa dan lembar observasi pengamatan aktivitas pembelajaran. Prosedur tindakan dilakukan dalam dua siklus, masig-masing siklus dilakukan dalam dua kali Langkah-langkah tindakan yang dilaksanakan dalah : Perencanaan. Tindakan. Observasi, dan Refleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil belajar passing bawah meningkat setelah dilakukan tindakan, peningkatan tersebut meliputi peningkatan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi pada siklus 1 aktivitas pembelajaran mencapai 73%, dan pada siklus 2 sudah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 90%. Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus 1 kemampuan passing bawah siswa rata-rata adalah 71,11%, dan yang mendapat nilai nilai 75,0 . erdasarkan KKM) sebanyak 5 siswa . ,83%), kemudian pada siklus 2 meningkat lagi dengan nilai rata-rata adalah 79,72, dan yang mendapat nilai mencapai KKM sebanyak 21 siswa . ,5%). Kata kunci: Pembelajaran. Passing bawah Bola voli. Media balon PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam membangun kecerdasan, keterampilan, dan akhlak mulia yang bermula pada kemajuan suatu bangsa, dengan demikian akan mengalami kemajuan terutama sumber daya ma- Sumber daya manusia (SDM) yang handal dan mampu bersaing hanya bisa diperoleh melalui pendidikan. Pendidikan di sekolah memiliki banyak Komponen yang terkandung di dalam pendidikan antara lain. siswa, kurikulum, sarana dan prasarana. T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 proses belajar mengajar dan lingkungan. Diantara komponen-komponen pendidikan yang paling utama salah satunya adalah komponen kurikulum. Kurikulum adalah pengalaman-pengalaman dan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah dengan tujuan untuk memperbaiki perilaku siswa menuju perilaku yang diharapkan. Kurikulum pendidikan jasmani merupakan bagian dari kurikulum sekolah secara keseluruhan yang memberikan sumbangan bagi filosofi, tujuan dan sejarah pendidikan. Permainan bola voli saat ini merupakan olahraga yang sangat memasyarakat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah pelaku olahraga atau orang yang bermain bola voli di Banyak sekali lapangan bola voli yang dibuat dan hampir setiap sore hari digunakan oleh masyarakat untuk bermain. Permainan bola voli dapat dimainkan oleh semua orang tua maupun muda baik laki-laki, perempuan, maupun juga anak-anak. Pemerintah juga sangat mendukung olahraga bola voli ini dengan terus mengadakan even kejuaraan baik tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, bahkan tingkat nasional. Teknik dasar dalam pemainan bola voli terdiri atas service, passing bawah, passing atas, block dan smash. Teknikteknik tersebut terbagi lagi menjadi tiga macam yaitu teknik dasar, teknik menengah dan teknik tinggi. Teknik passing merupakan teknik dasar yang paling dominan dan wajib dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bola Karena passing merupakan salah satu teknik dalam permainan bola voli yang berfungsi untuk mengoperkan bola yang dimainkannya kepada teman satu timnya untuk dimainkan sendiri yang biasanya diumpankan kepada smasher untuk melakukan serangan terhadap regu lawan. Suharno . 1: . , passing adalah usaha ataupun upaya seorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk menyajikan bola yang dimainkannya kepada teman seregunya yang selanjutnya agar dapat untuk melakukan serangan terhadap regu lawan ke lapangan lawan. Pengenalan permainan bola voli dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah dasar harus dilakukan secara tepat dan benar, sebab olahraga ini kurang digemari oleh siswa. Modifikasi sarana dan prasarana dalam pembelajaran bola voli harus dilakukan, agar peserta didik menyukai dan menggemari olahraga Salah satu modifikasi yang dapat dilakukan untuk mengenalkan olahraga bola voli dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan media balon. Keunggulan penggunaan media balon dalam pembelajaran adalah siswa sekolah dasar sangat menyukai balon. Diharapkan dengan penerapan media balon ini, peserta didik akan mulai menggemari olahraga ini dan tujuan pembelajaran bola voli dapat tercapai secara menyeluruh. Penguasaan teknik dasar passing bawah siswa SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta dapat dikatakan sangat Gatot Wisnu Wibowo - Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Menggunakan Media Balon Hal ini terbukti saat kegiatan belajar mengajar penjasorkes berlangsung, masih banyak dijumpai siswa belum menguasai teknik dasar passing bawah. Sebagian besar siswa untuk sikap permulaan sudah baik, hanya saja saat perkenaan bola dan sikap akhir masih banyak yang kurang tepat. Banyak sekali siswa dalam melakukan gerakan passing bawah asal memantul dan dengan sikap yang tidak benar. Sebagai contoh pada saat melakukan gerakan passing bawah masih banyak sikap siswa yang berdiri tegak. Kemudian banyak juga siswa yang melakukan gerakan passing bawah dengan sikap tangan ditekuk saat perkenaan bola. Apabila saat perkenaan bola tangan ditekuk akan menyebabkan arah bola akan sulit dikontrol. Sikap yang benar dalam dalam melakukan passing bawah adalah dengan sikap permulaan kaki ditekuk dan kedua tangan berada di depan lutut, kemudian saat perkenaan bola kedua tangan diayunkan ke depan dengan sikap tangan lurus dan tidak boleh ditekuk. Siswa SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta saat mengikuti materi pembelajaran bola voli motivasinya sangat Banyak siswa yang mengeluh, diantaranya mulai dari gerakannya sulit sampai dengan tangannya merasa sakit saat mengikuti pembelajaran bola voli. Setelah mengikuti pembelajaran bola voli siswa saling menunjukkan kepada teman lainnya kalau tangannya berwarna kemerah-merahan. Tentunya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap tujuan pembelajaran itu sendiri. Penguasaan teknik dasar khususnya teknik passing bawah juga masih sangat jauh dari apa yang diharapkan sesuai dengan tujuan dari pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran bola voli di SD harus menggunakan media pembelajaran yang tepat. Salah satu modifikasi pembelajaran yang dapat dilaksanakan adalah dengan cara menerapkan metode balon. Penggunaan media balon bertujuan agar minat siswa dalam mengikuti pembelajaran bola voli lebih antusias dan siswa tidak lagi merasa takut dalam melakukan passing Dengan meningkatnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran bola voli, pemahaman dan kemampuan siswa dalam melakukan gerakan passing bawah dalam permainan bola voli akan lebih baik lagi. Bola voli merupakan pemainan yang dimainkan dalam bentuk kerja sama tim dan dibatasi net. Setiap tim berusaha untuk melewatkan bola secepat mungkin ke daerah lawan dengan menggunakan teknik dan taktik yang sah, (Sri Mawarti, 2009: . Menurut Suhadi, . , permainan bola voli pada hakikatnya adalah memvoli dengan mengunakan seluruh anggota badan dan menyeberangkan melalui net ke lapangan lawan. Pemainan bola voli di mainkan dengan mengunakan bola besar oleh 2 regu. Tiap regu hanya boleh memvoli bola 3 kali dan tiap pemain tidak melakukan sentuhan 2 kali berturut-turut, kecuali ketika melakukan Teknik adalah cara melakukan atau T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam bola voli untuk mencapai hasil yang optimal, (M. Yunus, 1992:. Pendapat lain dari Depdiknas . , menyatakan bahwa teknik-teknik dasar bolavoli terdiri atas passing bawah . nder hand pas. , service/servis, spike . , dan block . Suharno . 1: . , menyatakan bahwa passing adalah usaha ataupun upaya seorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk menyajikan bola yang dimainkannya kepada teman seregunya yang selanjutnya agar dapat untuk melakukan serangan terhadap regu lawan ke lapangan lawan. Pendapat lain menyatakan bahwa, pass . bawah adalah mengambil bola yang berada dibawah badan atau bola dari bawah dan biasanya dilakukan dengan kedua lengan bagian bawah . ari siku sampai pergelangan tangan yang dirapatka. , baik untuk dioperasikan kepada kawan, maupun langsung ke lapangan lawan melalui diatas jaring (Aip Syarifuddin dan Muhadi, 1993: . Nuril Ahmadi . 7: . , menyatakan bahwa kegunaan passing bawah antara lain adalah: Untuk menerima bola servis Untuk penerimaan bola dari lawan yang berupa serangan atau smash Untuk pengembalian bola setelah terjadi block atau bola dari pantulan Untuk menyelamatkan bola yang kadang-kadang terpental jauh diluar Untuk pengambilan bola yang rendah dan mendadak datangnya. Berdasarkan batasan passing bawah di atas dapat dirumuskan bahwa passing bawah adalah teknik dasar memainkan bola dengan menggunakan kedua tangan, yaitu perkenaan bola pada kedua lengan yang bertujuan untuk mengoperkan bola kepada teman seregunya untuk dimainkan di lapangan sendiri atau sebagai awal untuk melakukan Gambar 1. Sikap melakukan passing Penelitian ini dilaksanakan di kelas VC SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Kreativitas guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sangat dibutuhkan demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Pada saat melakukan pengenalan permainan bola voli pada siswa sekolah dasar harus Gatot Wisnu Wibowo - Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Menggunakan Media Balon dilakukan secara tepat. Untuk menarik minat siswa agar fokus dan mempunyai motivasi yang lebih dalam mengikuti pembelajaran, maka kegiatan pembelajaran harus dimodifikasi. Salah satu modifikasi yang bisa diterapkan dalam melaksanakan pembelajaran permainan bola voli adalah dengan menggunakan media balon. Dengan menggunakan media balon diharapkan siswa akan lebih antusias lagi dalam mengikuti Sebagaimana telah dijelaskan di atas sebelumnya bahwa pembelajaran merupakan segala upaya yang dilakukan oleh guru . agar terjadi proses belajar pada diri peserta didik. Dalam pembelajaran passing bawah bola voli guru mengupayakan terjadinya proses belajar mengajar pada diri peserta didik dengan menggunakan media Digunakannya media balon ini dimaksudkan agar: Siswa menjadi tertarik untuk mencoba, karena balon sangat ringan dan berwarna-warni. Partisipasi siswa secara keseluruhan meningkat, karena jumlah bola bisa diperbanyak sesuai kebutuhan. Siswa dapat belajar passing bawah lebih lama. Siswa lebih berani dalam melakukan gerakan passing bawah. Pembelajaran passing bawah bola voli dapat dilakukan dalam bentuk kelompok, pasangan, dan perorangan, sebagai berikut: Latihan mengenakan bola dengan Anak berdiri kangkang dengan satu kaki di depan kaki yang lain bola dilambungkan kira-kira 30-40 cm di depan badan dengan dua tangan dijulurkan lurus ke depan. Bola dilambungkan di atas lengan bawah tanpa meluruskan atau gerakan lutut kaki, kemudian ditangkap dan diulangi kembali. Latihan seperti pada a, tetapi bola dipassing bawah beberapa kali sambil meluruskan lutut. Bola dipantulkan ke lantai, dipassing bawah dan ditangkap. Pada saat mempassing bawah kedua lengan lurus dimiringkan ke bawah pada saat kontak dengan bola. Latihan Passing Bawah Berpasangan Sistematikanya sebagai berikut: dua anak saling berhadapan dengan jarak 2 meter, seorang akan melemparkan bola kepada pasangannya, dan pasangannya tersebut melakukan passing bawah. Setelah gerakan dilakukan beberapa kali bergantian yaitu pelempar melakukan passing bawah dan yang semula melakukan passing bawah menjadi pelempar. Latihan seperti pada latihan d, tetapi arah bola dari pelempar bervariasi misalnya lurus ke depan, serong ke kanan atau ke kiri. Latihan passing bawah berkelompok, siswa membuat lingkaran dan melakukan passing bawah ditengah Desain dari penelitian adalah semua proses yang dperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Proses T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 pelaksanaan tindakan dilaksanakan secara bertahap sampai penelitian ini berhasil. Prosedur tindakan dimulai dari . perencanaan tindakan, . pelaksanaan tindakan, . pengamatan dan evaluasi serta . analisis dan refleksi, (Moh. Nazir, 2009: . Prosedur tindakan menurut Suharsimi Arikunto . , ada empat tahapan penting dalam penelitian tindakan, yaitu perencanaan, pelaksanaan . , pengamatan . , dan refleksi. Perencanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut: . mengevaluasi teknik pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran passing bawah sebelumnya, . mengidentifikasi faktor-faktor hambatan dan kemudahan dalam pembelajaran passing bawah sebelumnya, . merumuskan alternatif tindakan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran passing bawah sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran passing bawah, . menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran passing bawah dengan menggunakan media balon. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah sebagai . Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan berbagai pola latihan yang dijenjang dari yang paling mudah ke tingkat yang lebih . Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar dilakukan atau metode tersebut diaplikasikan. Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam melakukan passing bawah bola voli, serta untuk mengetahui media yang digunakan dalam proses pembelajaran apakah sudah dapat meningkatkan kemampuan siswa atau belum. Membuat alat bantu mengajar yang diperlukan dalam rangka optimalisasi kemampuan siswa dalam melakukan gerakan passing bawah. Mendesain alat evaluasi untuk mengetahui kemampuan passing bawah Alat evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Pelaksanaan Tindakan Dalam pelaksanaan tindakan peran peneliti adalah . Merancang pelaksanaan pembelajaran, . Bekerja dengan kolaborator dalam melaksanakan tindakan yang direncanakan . Peneliti berperan sebagai pelaksana tindakan. Pelaksanaan penelitian ini mengikuti tahap-tahap penelitian tindakan kelas yang terdiri atas pengamatan, pendahuluan atau perencanaan, dan pelaksanaan Pelaksanaan tindakan terdiri atas beberapa siklus, setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pemberian tindakan, observasi, dan Tahap-tahap penelitian dalam masing-masing tindakan terjadi secara berulang yang akhirnya menghasilkan beberapa tindakan dalam penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap tersebut Gatot Wisnu Wibowo - Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Menggunakan Media Balon membentuk spiral. Tindakan penelitian yang bersifat spiral itu dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 2. Desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Langkah awal sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan pratindakan. Kegiatan pratindakan tersebut dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum tindakan. Kegiatan dalam penelitian ini adalah melakukan observasi dari hasil pembelajaran yang telah Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung, observer melakukan pengamatan secara teliti dan seksama terhadap pembelajaran dengan menggunakan format observasi yang telah disiapkan. Refleksi Pada langkah ini, peneliti dan observer berdiskusi untuk menemukan kelemahan dan kelebihan yang terjadi pada siklus I pertemuan pertama. Juga menganalisis hasil evaluasi untuk mengetahui sejauh mana peningkatan yang dapat dicapai oleh siswa. Setelah kelemahan, kelebihan dan hasil teridentifikasi, kemudian mencari jalan keluar yang akan dilaksanakan di siklus I pertemuan kedua. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus yang terbagi dalam 4 kali pertemuan, dengan masing-masing siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin 15 Januari 2018. Siklus I pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin 22 Januari 2018. Pelaksanaan siklus II pertemuan pertama dan kedua direncanakan hari Senin 29 Januari 2018 dan hari Senin 5 Februari 2018 tertunda dikarenakan faktor cuaca yang hujan, sehingga kegiatan pembelajaran terpaksa dilaksanakan di dalam Siklus II pertemuan pertama baru bisa dilaksanakan pada hari Senin, 12 Februari 2018, dan siklus II pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin 19 Februari 2018. Deskripsi Kondisi Awal Penelitian tindakan kelas ini berawal dari permasalahan yang ada di kelas VC SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta tahun 2017-2018. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran bola voli dan kemampuan siswa dalam melakukan gerakan passing bawah masih sangat rendah, hal ini dibuktikan dengan nilai keterampilan passing bawah bola voli masih banyak yang dibawah KKM Banyak siswa sering mengeluh tangannya sakit karena bola voli yang digunakan terasa keras, akibatnya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran siswa T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 menjadi kurang antusias. Deskripsi Siklus 1 Tindakan siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Adapun tahaptahap yang dilakukan dalam tindakan siklus I adalah sebagai berikut. Perencanaan Tindakan Siklus I Langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut. Menentukan waktu pelaksanaan . Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menggunakan media balon, . Mempersiapkan media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran passing bawah bola . Mempersiapkan dan menyusun instrumen penilaian yang meliputi: lembar observasi pembelajaran passing bawah bola voli, dan . lembar observasi pengamatan aktivitas belajar. Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 Tahap pelaksanaan tindakan siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan 1 Proses pembelajaran pada siklus 1 pertemuan pertama adalah sebagai . Kegiatan awal Diawali dengan salam, berdoAoa, presensi kehadiran siswa, memberikan apersepsi, menjelaskan materi pembelajaran passing bawah dengan balon dan melakukan pemanasan. Kegiatan inti Siswa melakukan permainan passing bawah dengan menggunakan . Kegiatan akhir Selesai kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi kemudian pendinginan. Setelah melakukan pendinginan siswa dibariskan, berhitung, dipimpin berdoAoa dan dibubarkan. Pertemuan 2 Proses pembelajaran pada siklus 1 pertemuan kedua adalah sebagai . Kegiatan awal Diawali dengan salam, berdoAoa, presensi kehadiran siswa, memberikan apersepsi, menjelaskan materi pembelajaran passing bawah dengan balon dan melakukan pemanasan. Kegiatan inti Siswa melakukan permainan passing bawah dengan menggunakan . Kegiatan akhir Selesai kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi kemudian pendinginan. Setelah melakukan pendinginan siswa dibariskan, berhitung, dipimpin berdoAoa dan dibubarkan. Observasi Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, diadakan pengamatan dan tes terhadap peserta didik. Pengamatan dan tes terhadap aktivitas peserta didik dilakukan oleh observer yang sudah Observasi dilakukan selama Gatot Wisnu Wibowo - Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Menggunakan Media Balon proses pembelajaran berlangsung. Aktivitas guru selama kegiatan pembelajaran juga diamati oleh observer, namun tidak dinilai. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah guru melaksanakan aspek yang diamati pada lembar observasi aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran passing bawah bola voli menggunakan media balon. Tabel 1. Hasil Tindakan Siklus 1 No Kriteria Jumlah peserta didik Persentase (%) Ou 75 20,83 O 75 79,17 Jumlah Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kemampuan siswa dalam melakukan passing bawah hanya 5 siswa . ,83%) yang berhasil mencapai target 75,00 sedangkan sebanyak 19 siswa . ,17%) belum berhasil mencapai target 75,00. Tabel 2. Pengamatan Aktivitas Pembelajaran Siklus 1 Aktivitas Siswa Keterlibatan siswa dalam pembelajaran Siswa mau dan mampu belajar Kegiatan pembelajaran yang interaktif Senang dalam mengikuti proses pembelajaran Memperhatikan pada saat pembelajaran Mengajukan pertanyaan pada saat pembelajaran Siswa tidak cepat merasa lelah pada saat pembelajaran Siswa termotivasi pada saat pembelajaran Siswa nampak lincah dan bersemangat dalam belajar. Mandiri dalam belajar. Total Skor Pada akhir proses siklus 1, berdasarkan hasil observasi pada aktivitas pembelajaran yang ada pada tabel di atas mencapai skor 73% dan belum mencapai target yang ditetapkan. Dapat dilihat bahwa pembelajaran belum interaktif karena hanya mendapatkan Keterlibatan siswa dalam pem- Skor Harapan Skor Perolehan belajaran dirasa masih kurang. Refleksi Refleksi pada pertemuan 1 diperoleh hasil bahwa berdasarkan lembar observasi aktivitas siswa, guru berdiskusi dengan kolaborator mengenai hasil yang telah diperoleh. Hasil yang diperoleh yaitu interaksi belajar belum T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 maksimal dan kegiatan belajar kurang Tindakan yang dilakukan pada siklus 2 merupakan hasil refleksi pada Berdasarkan hasil tes dan lembar observasi aktivitas siswa, guru berdiskusi dengan kolaborator agar siswa yang belum tuntas belajar bisa mendapatkan nilai yang baik. Dari hasil diskusi tersebut, maka penelitian dilanjutkan ke siklus 2 dengan perencanaan yang menekankan pada. Memberi motivasi kepada siswa agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran dan ketika sedang melakukan . Menyampaikan materi pembelajaran sebelum melaksanakan praktikum. Memberikan contoh sikap atau gerakan dalam melakukan passing bawah secara lebih detail. Deskripsi Siklus 2 Tindakan siklus 2 dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Adapun tahaptahap yang dilakukan dalam tindakan siklus 2 adalah sebagai berikut. Perencanaan Tindakan Siklus 2 Langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam tahap perencanaan untuk mencapai target pembelajaran dalam siklus 2 ini adalah sebagai berikut. Menentukan waktu pelaksanaan . Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menggunakan media balon, . Mempersiapkan media pembelaja164 ran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran passing bawah bola . Mempersiapkan dan menyusun instrumen penilaian yang meliputi: lembar observasi pembelajaran passing bawah bola voli, dan . lembar observasi pengamatan aktivitas belajar. Pelaksanaan Tindakan Siklus 2 Tahap pelaksanaan tindakan siklus 2 dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan 1 Pertemuan pertama dilakukan pada hari Senin, 12 Februari 2018. Proses tindakan pada siklus 2 difokuskan pada pembelajaran passing bawah bola voli dengan balon. Proses pembelajaran pada siklus 2 pertemuan pertama adalah sebagai berikut. Kegiatan awal Diawali dengan salam, berdoAoa, presensi kehadiran, apersepsi, menjelaskan materi pembelajaran passing bawah dengan balon dan melakukan . Kegiatan inti Pertama : siswa mencermati contoh dari guru tentang cara melakukan passing bawah dengan menggunakan balon. Kedua siswa diberikan waktu untuk bertanya tentang contoh gerakan yang sudah dicontohkan. Proses pelaksanaannya adalah . latihan mengenakan balon pada lengan tanpa meluruskan lutut yang dilakukan secara berpasangan dan bergantian, . latihan mengenakan Gatot Wisnu Wibowo - Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Menggunakan Media Balon balon pada lengan dengan meluruskan lutut yang dilakukan secara berpasangan dan bergantian, . siswa melakukan latihan gerakan passing bawah dengan balon secara berkelompok, . siswa dibagi menjadi empat kelompok dan melakukan latihan secara berkelompok. Kegiatan akhir Selesai kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi dan pendinginan. Setelah melakukan pendinginan siswa dibariskan, berhitung, dipimpin berdoAoa dan dibubarkan. kali melakukan passing, . siswa melakukan latihan gerakan passing bawah dengan balon secara berkelompok . siswa dibagi menjadi empat kelompok dan melakukan latihan passing bawah sendiri-sendiri kemudian setelah selesai bergantian dengan teman satu kelompoknya. Kegiatan akhir Selesai kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi kemudian pendinginan. Setelah melakukan pendinginan siswa dibariskan, berhitung, dipimpin berdoAoa dan dibubarkan. Pertemuan 2 Pertemuan kedua dilakukan pada hari Senin, 19 Februari 2018. Proses tindakan pembelajaran pada siklus 2 pertemuan kedua adalah sebagai berikut. Kegiatan awal Diawali dengan salam, berdoAoa, presensi kehadiran siswa, memberikan apersepsi, menjelaskan materi pembelajaran passing bawah dengan balon dan melakukan pemanasan. Kegiatan inti Pertama, siswa mencermati contoh dari guru tentang cara melakukan passing bawah dengan menggunakan balon. Kedua, melaksanakan latihan gerakan passing bawah dengan menggunakan media balon. Proses pelaksanaannya adalah . latihan mengenakan balon pada lengan dalam posisi duduk dengan sekali passing ditangkap, . latihan mengenakan balon pada lengan dalam posisi duduk dengan berkali- Observasi Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, diadakan pengamatan dan tes terhadap peserta didik. Pengamatan dan tes terhadap aktivitas peserta didik dilakukan oleh observer yang sudah Observasi dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Aktivitas guru selama kegiatan pembelajaran juga diamati oleh observer, namun tidak dinilai. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah guru melaksanakan aspek yang diamati pada lembar observasi aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran passing bawah bola voli menggunakan media balon. Tabel 3. Hasil Tindakan Siklus 2 No Kriteria Jumlah peser- Persentase ta didik (%) Ou 75 83,33 O 75 16,67 Jumlah T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kemampuan siswa dalam melakukan passing bawah 20 siswa . ,33%) yang berhasil mencapai target 75,00 sedangkan sebanyak 4 siswa . ,67%) belum berhasil mencapai target 75,00. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lubis dan Agus . yang berjudul AuPeningkatan hasil belajar passing atas pada permainan bola voli melalui variasi pembelajaran siswa SMPAy. Tabel 4. Pengamatan Aktivitas Pembelajaran Siklus 2 Aktivitas Siswa Keterlibatan siswa dalam pembelajaran Siswa mau dan mampu belajar Kegiatan pembelajaran yang interaktif Senang dalam mengikuti proses pembelajaran Memperhatikan pada saat pembelajaran Mengajukan pertanyaan pada saat pembelajaran Siswa tidak cepat merasa lelah pada saat pembelajaran Siswa termotivasi pada saat pembelajaran Siswa nampak lincah dan bersemangat dalam belajar. Mandiri dalam belajar. Total Skor Pada akhir tindakan siklus 2, berdasarkan hasil observasi pada aktivitas pembelajaran yang ada pada tabel di atas mencapai skor 90%, sementara skor harapan adalah 90%. Hal ini berarti target aktivitas pembelajaran pada siklus 2 sudah tercapai sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Rithaudin dan Hartati . yang AuUpaya Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Permainan Bola Voli Dengan Permainan Bola Pantul Pada Siswa Kelas IV Sd Negeri Glagahombo I Tempel Sleman YogyakartaAy. Skor Harapan Skor Perolehan Refleksi Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus 2, kemampuan siswa dalam melakukan passing bawah menggunakan media balon mengalami dibandingkan pada pertemuan sebelumnya, hal ini ditunjukkan dengan hasil evaluasi siswa yang bisa mencapai rata-rata 79,72. Sedangkan aktivitas pembelajaran siswa sudah mencapai angka 90%. Pada kegiatan ini sudah menunjukkan kegiatan tujuan pembelajaran semua bisa tercapai. Peserta didik menjadi antusias dalam mengikuti pembelajaran passing bawah bola voli, dan tidak me- Gatot Wisnu Wibowo - Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Menggunakan Media Balon rasa takut lagi saat melakukan gerakan passing bawah. Media balon dapat meningkatkan pembelajaran passing bawah bola voli Penggunaan media balon dalam proses pembelajaran passing bawah bola voli di SD Muhammadiyah Nitikan sudah tepat. Kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran bola voli sangat rendah. Banyak peserta didik mengeluh pada saat guru memberikan materi pembelajaran bola voli. Setelah mengikuti pembelajaran, siswa merasakan tangannya sakit karena bola yang digunakan terlalu keras. Apabila hal seperti itu dibiarkan saja, maka kedepan Indonesia akan kehilangan atlet-atlet bola voli karena pengenalan bola voli sejak dini dilakukan kurang tepat. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini mampu memberikan inovasi yang baru dalam pembelajaran bola voli di sekolah. Dalam mengikuti pembelajaran bola voli, peserta didik menjadi sangat antusias dan sangat gembira. Hal ini dibuktikan dengan lembar observasi aktivitas pembelajaran. Pada poin empat menunjukkan bahwa nilai yang diraih Aumerasa senang dalam mengikuti proses pembelajaranAy mencapai angka 10. Angka tersebut berarti bahwa peserta didik sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran bola voli. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Aril Wijatmiko . , yang menunjukkan hasil belajar passing bawah meningkat setelah dilakukan tindakan yang berupa pembelajaran passing bawah dengan menggunakan bola dari siklus 1 sampai Peningkatan tersebut meliputi peningkatan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi pada siklus 1 aktivitas pembelajaran mencapai 72%, dan pada siklus 2 sudah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 90%. Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus 1 kemampuan passing bawah siswa rata-rata adalah 72,46, dan yang mendapat nilai nilai 75,0 . erdasarkan KKM) sebanyak 18 siswa . ,52%), kemudian pada siklus 2 meningkat lagi dengan nilai rata-rata adalah 78,55, dan yang mendapat nilai mencapai KKM sebanyak 2 siswa . %). Pada akhir siklus 2 hasil belajar siswa mencapai target yang diharapkan yaitu 90% siswa dapat mencapai KKM. PENUTUP Berdasarkan hasil pembahasan tindakan kelas yang sudah dilakukan pada kelas VC dengan materi AuPassing Bawah Bola VoliAy di SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta, dapat ditarik kesimpulan dari hasil analisis data selama dua siklus menunjukkan bahwa. Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas pembelajaran passing bawah dengan menggunakan media balon terlihat bahwa siswa menjadi aktif dan tidak cepat jenuh dalam pembelajaran. Persentase aktivitas pembelajaran pada siklus 1 mencapai 73%, sedangkan pada siklus 2 aktivitas pembelajaran T a j d i d u k a s i . Volume Vi. No. 2 Juli 2018 sudah mencapai 90%. Skor harapan adalah aktivitas pembelajaran adalah Ini berarti target aktivitas pembelajaran sudah tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus 1 kemampuan passing bawah siswa rata-rata nilai adalah 71,11 dengan 19 siswa . ,17%) siswa belum berhasil mencapai target dan 5 siswa . ,83%) sudah berhasil mencapai target. Evaluasi pada siklus 2 kemampuan melakukan gerakan passing meningkat rata-rata nilai menjadi 79,72 dengan 21 siswa . ,50%), berhasil mencapai target sedangkan 4 siswa . ,50%) belum berhasil mencapai target karena nilainya masih kurang dari 75. DAFTAR PUSTAKA