https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 38035/jim. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Enter 1 x Perhitungan Kelayakan Ekonomi-Teknik untuk Pemasangan PLTS Atap pada Pelanggan Tarif Rumah Tangga . 0, 3500, 7700 VA) Sebagai Upaya Kemandirian Energi Bersih enter 1 x enter 1 x Fajar Sidiq1. Lingga Aditya Prayuda2. Jerry Kurniawan3. Ahmad Caputra Wisesa4. Puput Tri Wijayanto5 . ull name, not abbreviated, without a title, size . Institut Teknologi PLN. Jakarta. Indonesia, fajar2310511@itpln. 2Institut Teknologi PLN. Jakarta. Indonesia, lingga2310514@itpln. 3Institut Teknologi PLN. Jakarta. Indonesia, jerry2310504@itpln. 4Institut Teknologi PLN. Jakarta. Indonesia, ahmad2310510@itpln. 5Institut Teknologi PLN. Jakarta. Indonesia, puput2310572@itpln. enter 1 x Corresponding Author: fajar2310511@itpln. enter 1 x Abstract: Electricity consumers must participate to reduce CO2 emissions and not only depend on power plants to meet their electrical energy needs. The use of off-grid PV rooftops can be a solution to fulfill electricity needs independently and contribute to reducing CO2 gas Off-grid PV rooftops are very likely to be applied in areas that have high solar energy potential, including Sidoarjo. This study was conducted to determine the economicengineering feasibility of using off-grid PV rooftops in Sidoarjo for R1-1300 VA. R2-3500 VA, and R3-7700 VA customers. The economic feasibility study was based on the calculation of NPV. IRR. BCR, and payback period, while the technical feasibility study was conducted by calculating the performance ratio. The results show that technically, off-grid PV rooftop is feasible to be applied to all types of customers, with a performance ratio above 70%. From an economic perspective, off-grid rooftop PV is feasible for all R2-3500 VA and R3-7700 VA customers, while for R1-1300 VA customers it is only feasible for customers with a minimum bill of Rp 5,613,080 per year. ime new roman, size 12, space . enter 1 x Keywords: Off-grid PV Rooftop. NZE, performa ratio. NPV. IRR enter 1 x Abstrak: Konsumen tenaga listrik harus turut serta dalam upaya pengurangan emisi CO2 dan tidak hanya bergantung pada pembangkit listrik dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik Penggunaan PLTS atap off-grid dapat menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan listrik secara mandiri dan tentunya turut andil dalam pengurangan emisi gas CO2. PLTS atap off-grid sangat mungkin diaplikasikan di daerah yang memiliki potensi energi surya yang tinggi, termasuk Sidoarjo. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kelayakan ekonomi-teknik penggunaan PLTS atap off-grid di Sidoarjo untuk pelanggan R1-1300 VA. R2-3500 VA dan R3-7700 VA. Studi kelayakan ekonomi didasarkan pada perhitungan nilai NPV. IRR. BCR dan payback period, sedangkan studi kelayakan teknis dilakukan dengan perhitungan performa ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teknis. PLTS atap off-grid layak 1168 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 diaplikasikan pada semua tipe pelanggan, dengan performa ratio di atas 70%. Dari sisi ekonomis. PLTS atap off-grid layak diaplikasikan pada semua pelanggan R2-3500 VA dan R3-7700 VA, sedangkan untuk pelanggan R1-1300 VA hanya layak diaplikasikan pada pelanggan dengan tagihan minimal Rp 5. 080,- per tahunnya. time new roman, size 12. Kata Kunci: PLTS atap off-grid. NZE, performa ratio. NPV. IRR enter 1 x enter 1 x PENDAHULUAN Saat ini semua negara berusaha mengurangi emisi gas CO2 sebagai upaya untuk menekan laju pemanasan global. Berbagai langkah dilakukan, antara lain dengan pembangunan pembangkit listrik dengan energi terbarukan seperti PLTB. PLTA dan PLTS. Namun, seyogyanya usaha yang dilakukan tidak hanya pada sisi pembangkitan energi listrik saja, konsumen energi listrik juga harus memiliki usaha untuk mengurangi emisi gas CO2 Penggunaan PLTS atap baik secara off-grid maupun on-grid merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan. Hal tersebut baik untuk diaplikasikan di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara tropis dengan durasi penyinaran matahari yang lama. Selain dapat mengurangi emisi gas CO2, penggunaan PLTS atap ini dapat menjadi alternatif bagi konsumen dalam hal pemenuhan kebutuhan energi listrik. Ketergantungan pada pembangkit listrik konvensional pun akan hilang sehingga konsumen dapat mendapatkan sumber energi yang mandiri dan tentunya lebih ramah lingkungan. Sidoarjo adalah kota yang menjadi penyokong kota besar Surabaya. Potensi energi surya yang dimiliki pada wilayah tersebut cukup tinggi. Perumahan di sana tergolong padat dan beban listriknya juga beragam dan relatif cukup besar. Maka dengan memasang PLTS pada atap rumah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik setiap rumah secara mandiri. Pemasangan PLTS atap akan disesuaikan dengan kebutuhan listrik dari rumah bersangkutan. Hal ini berdasarkan pemakaian listrik selama 24 jam. Kebutuhan listrik setiap rumah tangga berbeda dengan lainnya, sehingga daya yang terpasang pun berbeda. Penggunaan energi listrik pelanggan rumah tangga cenderung stabil dari tahun ke tahun, adapun jika ada kenaikan nilainya tidak signifikan. Hal tersebut dipengarungi oleh gaya hidup dari pemilik Kecenderungan ini memungkinkan pembangunan pembangkit listrik mandiri di Kebutuhan listrik cenderung stabil, namun harga listrik setiap tahunnya dapat berubah, sehingga pemasangan PLTS atap dapat menjadi sarana penghematan dari sisi keuangan. Pemasangan PLTS atap dapat dilakukan secara off-grid dengan memadukan PLTS atap dengan sistem penyimpanan baterai dan juga hybrid on-grid dengan suplai listrik dari PLN sebagai back-up dari penggunaan PLTS atap. Dalam penelian ini akan difokuskan terkait kajian ekonomi-teknis penggunaan PLTS atap off-grid pada pelanggan rumah tangga dengan daya terpasang 1300 VA untuk jenis rumah tangga kecil (R. , 3500 VA untuk jenis rumah tangga menengah (R. dan 7700 VA untuk jenis rumah tangga besar (R. di Sidoarjo. PLTS merupakan pembangkitan listrik yang memanfaatkan energi sinar matahari yang dikonversikan kedalam energi listrik. Penangkapan sinar matahari tersebut menggunakan sebuah panel surya (Goswami, 2. Daya yang dibangkitkan juga bervariasi tergantung penggunaan panel PV yang digunakan. Skema PLTS ada dua yakni off-grid dan on-grid. Sistem PLTS off-grid adalah sebuah sistem pembangkitan PLTS yang tidak terhubung sama sekali dengan grid (Rafli, 2. , sedangkan PLTS on-grid adalah sistem yang terhubung dengan grid (Rafli, 2. Skema ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kehandalan dari sistem tersebut. Kelemahan dari PLTS ini adalah sifatnya yang intermiten tergantung dari kapasitas sinar matahari yang ada. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah tersebut adalah penambahan sistem BESS (Baterry Energy System Storag. BESS dapat menunjang keberlanjutan suplai energi listrik walaupun dalam kondisi matahari tidak maksimal atau tidak ada (Kim, 2. 1169 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 Komponen PLTS terdiri dari Modul PV. Solar Control Charger. Inverter PV. Baterai. Modul PV Modul PV merupakan peralatan yang digunakan untuk menangkap cahaya matahari untuk dikonversikan ke energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan adalah listrik DC. Pada modul PV terdapat banyak susunan sel solar yang merupakan terbuat dari bahan Secara umum terdapat 3 jenis yakni polycrystalline, monocrystalline, dan thin film. Solar Control Charger Peralatan ini digunakan untuk memaksimalkan energi listrik yang dihasilkan oleh solar PV untuk menyuplai beban dan mengisi baterai. Sehingga sistem PLTS yang digunakan memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi. Inverter PV Inverter adalah peralatan yang mengubah listrik DC menjadi listrik AC. Hal ini diperlukan karena rata-rata beban listrik yang ada membutuhkan suplai listrik AC. Baterai Baterai adalah media penyimpanan listrik. Secara umum baterai merupakan proses kimia yang menghasilkan energi listrik di dalamnya. Baterai yang digunakan mestinya mempunyai siklus hidup yang lama dan dapat diisi ulang. Pemasangan PLTS diatas atap rumah harus tetap memiliki fleksibilitas dalam menangkap sinar matahari. Maka perlu dilakukan penyesuaian sudut kemiringan antara panel PV dengan kemiringan atap dari bangunan. Konstruksi ini juga harus memperhatikan keamanan dan ketahanan terhadap faktor-faktor lainnya termasuk angin (Sharma, 2. PLTS atap off grid adalah sistem yang mandiri, tidak terhubung ke jaringan listrik utama . Seperti yang ditunjukkan pada gambar 1, solar PV dapat digunakan untuk suplai peralatan dengan sumber DC langsung, atau jika untuk untuk menyuplai peralatan dengan sumber AC maka diperlukan inverter. PLTS off-grid juga dilengkapi dengan sistem baterai yang akan menyuplai energi listrik ketika solar PV tidak menghasilkan energi listrik. Gambar 1. Diagram Pemasangan PLTS Atap Off-grid Sumber : AuOptimasi kapasitas rooftop PV off grid energi surya berakselerasi di tengah pandemic covid-19 untuk diimplementasikan pada rumah tinggal. Ay. Partaonan Harahap dkk. Jurnal RESISTOR Untuk PLTS atap on-grid . , sistem terhubung juga dengan jaringan utama . , yang mana apabila sistem PLTS tidak dapat menghasilkan energi listrik maka suplai energi didapatkan dari jaringan utama. Sebaliknya jika PLTS menghasilkan energi listrik 1170 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 yang lebih dari yang dibutuhkan, maka kelebihan energi tersebut dialirkan ke sistem jaringan Gambar 2. Diagram Pemasangan PLTS Atap On-Grid Sumber : gppowerindo. enter 1 x METODE Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data-data terkait profil bedan dan besaran tagihan listrik bulanan dalam periode satu tahun untuk pelanggan rumah tangga di Sidoarjo. Jawa Timur. Tipe pelanggan yang diamati adalah tipe rumah tangga kecil (R. 1300 VA, rumah tangga sedang (R. 3500 VA dan rumah tangga besar (R. 7700 VA dengan masing-masing tipe sebanyak 10 pelanggan. Dari data tersebut dan juga data terkait potensi energi surya yang didapatkan dari Global Star Altas (GSA) akan dilakukan perhitungan terkait kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk membangun sistem PLTS atap off-grid untuk masing-masing pelanggan. Perhitungan dilakukan untuk menetukan jumlah solar PV, kapasitas inverter, kapasitas baterai, biaya instalasi, dan keperluan lain-lainnya, yang kemudian kesemuannya itu merupakan biaya investasi. Kemudian akan dikaji terkait kelayakan pembangunan PLTS atap tersebut dalam aspek teknis maupun aspek ekonomi. Dalam aspek teknis akan dilakukan perhitungan Performa Ratio PLTS (P. Sedangkan untuk aspek ekonomi dilakukan perhitungan NPV (Net Present Valu. , pay back periode. IRR (Internal Rate of Retur. , dan BCR (Benefit-Cost Rati. Analisis dilakukan pada semua pelanggan untuk mengetahui layak atau tidaknya dibangunnya PLTS atap off-grid pada pelanggan tersebut dalam aspek teknis maupun ekonomi. Kapasitas Inverter Kapasitas yang dibutuhkan untuk pemasangan inverter dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : Ket: DEC = konsumsi energi listrik harian. PSH = rata-rata penyinaran matahri. Pmax = daya maksimum inverter. Kapasitas Baterai Kapasitas baterai yang digunakan haruslah memenuhi kebutuhan dan kondisi terburuk dari sistem PLTS atap tersebut (Suandi, 2. Maka perlu diperhatikan yakni lamanya 1171 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 kemampuan baterai untuk memenuhi kebutuhan listrik saat kondisi tanpa adanya pengisian dari PLTS atap. Ket: ADL = rata-rata pembebanan. N = hari otonomi. DoD = depth of discharge. Vs = tegangan nominal baterai. Analisa Teknik Perhitungan kelayakan teknis meliputi perhitungan efektifitas listrik AC (ACEGE) dalam % . dan perhitungan Performa Ratio PLTS (P. dalam % . Adapun formula perhitungan teknis tersebut adalah sebagai berikut : Ket: GHI adalah Global Incident Total (GHI) kWh/tahun dan Es adalah energi listrik yang diproduksi PLTS . Wh/tahu. Secara teknis PLTS atap ini dikatakan layak jika nilai Performa Ratio-nya melebih 70%. NPV (Net Present Valu. NPV merupakan seluruh cash flow bersih yang dinilai pada saat sekarang berdasarkan discount rate (DF). Faktor discount rate ini dihitung tahun ke-n dengan persamaan sebagai Suatu investasi dikatakan baik apabila nilai NPV>0 atau NPV bernilai positif. Payback Period Payback periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan keuntungan berdasarkan nilai investasi yang dikeluarkan. Payback periode dapat dihitung dengan persamaan berikut : Ket: P = profit atau keuntungan. LCC = nilai investasi yang dikeluarkan. Internal Return Ratio (IRR) IRR merupakan persentasi laba ada keuntungan yang didapatkan setiap tahunnya yang dibandingkan dengan nilai investasi atau pengeluaran pada waktu tahun awal. Perhitungan nilai IRR ini dapat digunakan persamaan berikut : 1172 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 Nilai IRR dikatakan baik apabila bernilai melebihi dari discount rate setiap tahunnya atau mendekati 2 kali dari discount rate. Benefit Cost Ratio (BCR) Analisa Benefit Cost Ratio (BCR) merupakan perbandingan nilai sekarang arus kas masuk (PV cash inflo. dengan nilai sekaranag arus kas keluar (PV cash ouflo. (Asrori. Metode BCR memberikan penekanan terhadap nilai perbandingan antara aspek manfaat . yang akan diperoleh dengan aspek biaya dan kerugian yang akan ditanggung . dengan adanya investasi tersebut. Kriteria keputusan untuk mengetahui apakah suatu rencana investasi layak ekonomis atau tidak layak menggunakan metode ini adalah sebagai berikut : - B/C > 1, investasi layak . - B/C < 1, investasi tidak layak . enter 1 x HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum dilakukan perhitungan nilai investasi, maka perlu dilakukan perhitungan secara teknis terkait pemasangan PLTS atap off-grid terlebih dahulu. Dalam perhitungan teknis ini diperlukan beberapa parameter terkait potensi energi matahari yang dapat digunakan sebagai sumber energi PLTS pada wilayah Sidoarjo. Data tersebut didapatkan dari sumber Global Solar Atlas (GSA), seperti yang ditunjukkan pada tabel 1. Sidoarjo memiliki potensi energi matahari yang memadai, dimana potensi rata-rata di daerah Sidoarjo dapat menghasilkan energi listrik sebesar 1. 530,5 kWh/m2/tahun. Tabel 1. Data Potensi dan Tingkat Iradiasi Wilayah Sidoarjo Parameter Singkatan Nilai Satuan Direct normal irradiation DNI kWh/mA/year Global horizontal irradiation GHI kWh/mA/year DIF kWh/mA/year Global tilted irradiation at optimum angle GTI_opta kWh/mA/year Air temperature TEMP Optimum tilt of PV modules OPTA ELE Diffuse horizontal irradiation Terrain elevation Tilt of PV modules OPTA Sumber: Global Solar Atlas (GSA) Perhitungan teknis dilakukan untuk mengetahui jumlah panel PV, jumlah baterai, kapasitas inveter serta komponen teknis lainnya yang diperlukan untuk tiap tipe pelanggan dapat mengaplikasikan PLTS atap off-grid. Nilai kebutuhan dari tiap tipe pelanggan tentunya akan berbeda. Semakin tinggi daya aktif harian rata-rata yang diperlukan oleh pelanggan maka kebutuhan akan komponen teknis PLTS atap pun akan semakin banyak, seperti yang ditunjukkan pada tabel 2. Adapun data yang ditampilkan pada tabel adalah data dari salah satu pelanggan untuk masing-masing tipe daya. 1173 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 Tabel 2. Data dan Perhitungan Teknik Kebutuhan dalam Pemasangan PLTS Atap Off-grid R2-3500 R3-7700 Kapasitas PLN (VA) R1-1300 9,65 15,44 21,23 22,80 22,80 22,80 863,89 836,11 230,56 Daya Aktif Harian Rata-rata (Wat. Safety Factor,10% (Wat. Kapasitas Inverter, lebih 30% (Wat. Daya panel PV (W. Jumlah panel PV Daya total PV (W. Luas panel PV . ,95 mA)/mA Modul Effesiensi (%) Kapasitas MCB PLN (A) Penggunaan Baterai (Ja. Beban Harian Rata-rata (Wh/har. Days of autonomy . DOD battery (%) Effisiensi baterai (%) V baterai . Rate kapasitas baterai (A. Ah Battere Off-grid 849,94 1536,89 2087,88 Jumlah baterai Analisa kelayakan teknis pembangunan PLTS atap off-grid dilakukan dengan menghitung nilai perfoma ratio dari tiap PLTS yang terpasang pada masing-masing tipe daya Sebelum mendapatkan nilai performa ratio maka perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu terhadap nilai efektifiatas listrik AC (ACEGE). Performa ratio dari pemasangan PLTS atap untuk semua tipe pelanggan pada sampel nilainya 71,39 %, seperti yang ditunjukkan pada tabel 3. Nilai tersebut termasuk tinggi untuk sebuah pembangkit tenaga surya . iatas 70%), sekaligus menunjukkan bahwa pemasangan PLTS atap off-grid dengan komposisi yang disebutkan pada tabel 2 layak diaplikasikan secara teknis. Tabel 3. Perhitungan Efisiensi dan Performa Ratio dari PLTS Atap yang Terpasang R1-1300 R2-3500 R3-7700 Kapasitas PLN (VA) Daya terpasang gedung . Energi listrik diproduksi PLTS. Wh/tahu. * Global Incident Total. GHI . Wh/tahu. Efektifitas listrik AC. ACEGE (%) 2,200 3,520 4,840 128,97 006,36 883,74 756,48 290,16 16,28 16,28 16,28 71,39 71,39 71,39 Performa ratio PLTS atap (P. % *efisiensi keluaran dari PLTS diasumsikan 70% Untuk perhitungan kelayakan ekonomi penggunaan PLTS atap off-grid untuk tiap tipe pelanggan ditunjukkan pada tabel 4 hingga tabel 6. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan pada 10 pelanggan R1-1300 VA, 10 pelanggan R2-3500 VA dan 10 pelanggan R3-7700 VA dengan pemakaian setiap bulan dan langgam pemakaian yang berbeda-beda. Perhitungan kelayakan ekonomi dilakukan dengan menghitung nilai NPV. IRR, payback periode dan benefit cost ratio (B/C). Dengan perhitungan empat hal tersebut dapat diketahui secara ekonomi apakah pembangunan PLTS atap off-grid tersebut layak dilakukan atau tidak. Nilai lama pengembalian modal . ayback perio. ditentukan selama maksimal 25 tahun untuk dikatakan layak. Dari perhitungan yang dilakukan pembangunan PLTS atap off-grid tidak semuanya layak untuk semua tipe pelanggan. Pada pelanggan R1-1300 VA, dari 10 1174 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 pelanggan, yang layak menggunakan PLTS atap off-grid hanya 4 pelanggan, sedangkan 6 pelanggan lainnya tidak layak. Pelanggan yang layak menggunakan PLTS atap off-grid mempunyai tagihan listrik minimal Rp 5. 080,- per tahun. Pada pelanggan tersebut didapatkan nilai NPV positif yakni Rp 363. 728,- dan nilai IRR nya 6,10%, diatas 6% yang merupakan suku bunga awal, namun belum mencapai 2 kali discount rate. Nilai BCR nya 1,01 dengan lama pengembalian modal selama 24,52 tahun. Pada pelanggan dengan tagihan per tahunnya Rp 4. 164,- atau dibawahnya tidak layak menggunakan PLTS atap off-grid. Nilai NPV nya negatif. BCR nya dibawah 1 dan payback period-nya diatas 25 tahun. Tabel 4. Perhitungan Kelayakan Ekonomi PLTS Atap Off-grid Pelanggan R1-1300 VA Tagihan Payback Daya PV NPV Ae Rp LAIK/ Parameter per tahun IRR (%) B/C Periode (W. TIDAK . 8,36 1,14 17,49 LAIK Pelanggan 1 0,00 0,98 26,80 TIDAK Pelanggan 2 Pelanggan 3 Pelanggan 4 Pelanggan 5 Pelanggan 6 Pelanggan 7 Pelanggan 8 Pelanggan 9 Pelanggan 10 6,10 1,01 24,52 LAIK 0,00 0,86 41,68 TIDAK 7,18 1,07 20,31 LAIK 0,00 0,75 63,02 TIDAK 0,00 0,91 34,49 TIDAK 0,00 0,79 53,09 TIDAK 0,00 0,73 67,73 TIDAK 8,42 1,14 17,23 LAIK Pada tipe pelanggan 3500 VA dan 7700 VA dengan masing-masing 10 pelanggan, nilai kelayakan ekomonis untuk penggunaan PLTS atap off-grid baik, seperti yang ditunjukkan pada tabel 5 dan 6. Pada tipe pelanggan 3500 VA, pelanggan dengan tagihan listrik Rp 551,- per tahun mempunyai nilai NPV sebesar Rp 5. 024,- dan IRR 7,42% serta nilai BCR sebesar 1,08 dengan payback period dibawah 20 tahun yakni 19,55 tahun. Sedangkan pada tipe pelanggan 7700 VA, pelanggan dengan tagihan listrik Rp 7. 799,per tahun mempunyai nilai NPV sebesar Rp 2. 235,- dan IRR 6,43% serta nilai BCR 1,02 dengan payback period 23,12 tahun. Pelanggan yang mempunyai tagihan bulanannya lebih tinggi, baik itu tipe pelanggan 3500 VA ataupun 7700 VA, tentunya akan semakin layak secara ekonomi untuk menggunakan PLTS atap off-grid. Tabel 5. Perhitungan Kelayakan Ekonomi PLTS Atap Off-grid Pelanggan R2-3500 VA Tagihan Payback Daya PV NPV Ae Rp LAIK/ Parameter per tahun IRR (%) B/C Periode (W. TIDAK . 10,50 1,27 13,01 LAIK Pelanggan 1 11,72 1,36 11,81 LAIK Pelanggan 2 Pelanggan 3 Pelanggan 4 Pelanggan 5 Pelanggan 6 Pelanggan 7 Pelanggan 8 Pelanggan 9 Pelanggan 10 11,74 1,36 11,73 LAIK 11,92 1,38 11,09 LAIK 13,80 1,50 11,48 LAIK 11,81 1,37 11,48 LAIK 7,42 1,08 19,55 LAIK 8,24 1,13 17,40 LAIK 9,28 1,19 15,13 LAIK 12,43 1,39 11,78 LAIK 1175 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 Tabel 6. Perhitungan Kelayakan Ekonomi PLTS Atap Off-grid Pelanggan R3-7700 VA Tagihan Payback Daya PV NPV Ae Rp LAIK/ Parameter per tahun IRR (%) B/C Periode (W. TIDAK . 12,99 1,45 11,31 LAIK Pelanggan 1 7,13 1,06 20,51 LAIK Pelanggan 2 Pelanggan 3 Pelanggan 4 Pelanggan 5 Pelanggan 6 Pelanggan 7 Pelanggan 8 Pelanggan 9 Pelanggan 10 6,43 1,02 23,12 LAIK 10,71 1,43 10,46 LAIK 11,63 1,60 8,94 LAIK 10,55 1,41 11,20 LAIK 11,08 1,50 10,05 LAIK 7,12 1,07 20,19 LAIK 11,47 1,57 9,70 LAIK 10,25 1,37 11,39 LAIK enter 1 x KESIMPULAN Berdasarkan perhitungan performa ratio, penggunaan PLTS atap off-grid layak secara teknis untuk diaplikasi pada semua tipe pelanggan R1-1300 VA. R2-3500 VA dan R-37700 VA. Sedangkan secara ekonomi, berdasarkan perhitungan NPV. IRR. BCR dan payback period, tidak semua pelanggan layak menggunakan PLTS atap off-grid. Pada tipe pelanggan R1-1300 VA dikatakan layak jika biaya tagihan listriknya minimal Rp 5. 080,- per tahun. Pada tipe pelanggan R2-3500 VA dan R3-7700 VA yang notabene penggunaan energi listrik dan besaran tagihan per tahun-nya lebih besar, maka layak secara ekonomi untuk menggunakan PLTS atap off-grid. Biaya tagihan listrik ini nantinya akan menjadi saving money bagi pelanggan yang menggunakan PLTS atap off-grid. enter 1 x REFERENSI