LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova1 . Muhammad Iqbal Ansari2 . Anisa Wulandari3 . Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi5. Mohammad Sofyan Sauri6 Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin Email: mhendriyanova@uniska-bjm. id , muhammadiqbalansari13@gmail. anisawulandari111@gmail. com , ofalnr19@gmail. com , salmakd@gmail. mohammadsofyannsauri@gmail. ABSTRACT: Strengthening religious character in elementary school-aged children is a fundamental aspect in shaping their personality, morals, and social attitudes from an early age. This community service program aims to share knowledge and implement methods for strengthening religious character in students at the Raudatussalam Kindergarten (TPA) and identify supporting factors and obstacles encountered in its implementation. The results of the activity indicate that strengthening religious character in the Raudatussalam Kindergarten is implemented through the inculcation of religious values in daily school activities, teachers' exemplary religious behavior, and the integration of religious values into the learning process and non-academic activities. Key supporting factors include educator commitment, a conducive TPA environment, and parental involvement in student character development. Obstacles identiFied include limited learning time and differences in students' religious backgrounds. In this implementation process, strengthening religious character can be effective if it is carried out consistently and integrated between the school, family, and social environment. Keywords: Children. Character. Religious. Pendahuluan Pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional karena bertujuan membentuk satriwan dan santriwati yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian dan moral yang baik1. Salah satu nilai utama dalam pendidikan karakter adalah karakter religius, yang mencerminkan sikap beriman, bertakwa, serta berperilaku sesuai dengan ajaran 1 Ansori. Yoyo Zakaria. "Penguatan karakter religius siswa melalui pembelajaran sains bernuansa pendidikan nilai. " Bio Educatio 5. : 377357. Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 agama dalam kehidupan sehari-hari2. Penguatan karakter religius pada anak usia sekolah dasar dipandang sebagai fondasi awal dalam membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal nasional menunjukkan bahwa karakter religius anak dapat dikembangkan secara efektif melalui pembiasaan kegiatan keagamaan dan penciptaan budaya sekolah yang Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam proses tersebut karena peserta didik berada pada fase pembentukan kebiasaan dan internalisasi nilai. Oleh sebab itu, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai lingkungan pembinaan karakter melalui aktivitas terstruktur maupun non-terstruktur4. Penguatan karakter religius di sekolah tidak terbatas pada pembelajaran mata pelajaran pendidikan agama, tetapi juga diwujudkan melalui integrasi nilai religius dalam seluruh kegiatan sekolah, seperti doa bersama, pembiasaan ibadah, keteladanan guru, serta kegiatan ekstrakurikuler bernuansa keagamaan5. Guru memegang peranan penting sebagai Oigur teladan yang mampu memberikan contoh nyata bagi peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai religius secara konsisten6. Selain itu, keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar sekolah turut berkontribusi dalam keberhasilan pembinaan karakter religius anak. TPA Raudhatussalam menerapkan penguatan karakter religius melalui berbagai program pembiasaan dan kegiatan keagamaan. Namun, dalam pelaksanaannya masih dijumpai beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan latar belakang 2 Arti. Dwi. Rumadani Sagala, and Guntur Cahaya Kusuma. "Penguatan Nilai-Nilai Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam. " LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran 4. : 671-681. 3 Dewi. Endah Sucia, et al. "Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa (Sebuah Analisis Telaah Pustaka Ilmia. " Al Qodiri: Jurnal Pendidikan. Sosial dan Keagamaan 23. : 307-320. 4 Febriandari. i Ika. "Penerapan metode disiplin positif sebagai bentuk pembinaan pendidikan karakter disiplin anak. " Karya Ilmiah Dosen 1. 5 Kamila. Aiena. "Pentingnya pendidikan agama Islam dan pendidikan moral dalam membina karakter anak sekolah dasar. " Al-Furqan: Jurnal Agama. Sosial. Dan Budaya 2. : 321-338. 6 Kumala. Putri Intan, et al. "Penguatan Karakter Religius Guna Menghadapi Era Society 5. 0 di Sekolah Dasar. " Renjana Pendidikan Dasar 3. : 42-48. Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 peserta didik, serta tingkat pemahaman religius yang beragam7. Oleh karena itu, pelaksanaan ini penting dilakukan untuk mengkaji secara mendalam pelaksanaan penguatan karakter religius di TPA Raudhatussalam sebagai pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar. Adapun Masjid merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembinaan nilai-nilai religius, khususnya dalam membentuk sikap spiritual dan kepedulian sosial. Kebersihan masjid menjadi bagian dari implementasi ajaran agama yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman. Oleh karena itu, kegiatan pembersihan Masjid Noor Jihad di Desa Sungai Teras Dalam dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan ibadah sekaligus sebagai sarana menanamkan nilai religius, tanggung jawab, dan gotong royong kepada masyarakat dan peserta kegiatan. Metode Metode pelaksanaan penguatan karakter religius anak di TPA Raudhtussalam dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan tematik integratif. Pendekatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam tema-tema pembelajaran serta kegiatan pembiasaan di lingkungan TPA, sehingga proses Pelaksanaan penguatan karakter religius dilakukan melalui beberapa tahapan, sebagai berikut: Tahap persiapan untuk memastikan kegiatan pengabdian dapat berjalan secara sistematis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di tahap ini melakukan koordinasi dengan pihak pengelola TPA Raudhtussalam, menyiapkan materi, sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan. 7 Mustajib. Mustajib. Prim Masrokan Mutohar, and Imam Fuadi. "Manajemen Peserta Didik Dan Penguatan Karakter Religius Melalui Pembelajaran Kitab Kuning Studi MAN 3 Kandangan Kediri. Indonesia. " El-Idare: Journal of Islamic Education Management 8. : 77-84. Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Tahap Pelaksanaan Kegiatan, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Januari 2026 oleh tim pelaksana kegiatan bersama pengelola TPA Raudhtussalam dan anak didik dari TPA. Hasil Dan Pembahasan Pelaksanaan Penguatan Karakter Religius Anak melalui Pembelajaran Tematik Kegiatan penguatan karakter religius anak di TPA Raudhatussalam Sungai Teras Dalam dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Berdasarkan hasil Pelaksanaan kegiatan inti dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan melibatkan empat kelas utama serta beberapa kelas tambahan. Peserta didik diberikan tugas menulis Iqro jilid 1 dan menghafal ayat-ayat pendek serta doadoa harian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Setiap peserta didik menyetorkan hasil tulisan dan hafalan secara bertahap dengan pendampingan guru dan pendidik TPA. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan persuasif agar peserta didik merasa nyaman dan termotivasi dalam mengikuti Gambar 1. Foto Pembelajaran tentang pembelajaran pertama di TPA Raudhatussalam di Desa Sungai Teras Dalam Tabunganen Kabupaten Barito Kuala (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Pembiasaan Keagamaan sebagai Bentuk Penguatan Karakter Religius Selain melalui pembelajaran tematik, penguatan karakter religius di TPA Raudhatussalam Dalam juga dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik dibiasakan untuk berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, bersikap sopan kepada guru dan teman, serta menjaga perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan. Pembiasaan ini dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh santriwan dan santriwati. Guru berperan aktif dalam membimbing dan mengawasi pelaksanaan pembiasaan religius, sehingga peserta didik terbiasa menerapkan nilai tersebut tanpa paksaan. Kebiasaan yang dilakukan secara berulang terbukti mampu membentuk sikap religius anak secara perlahan namun berkelanjutan. Hasil ini memperkuat pandangan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan strategi efektif dalam pendidikan karakter religius di sekolah dasar. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk karakter religius anak sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari, bukan sekadar aktivitas seremonial. Keteladanan Guru dalam Penguatan Karakter Religius Anak Sosialisasi juga menunjukkan bahwa keteladanan guru memiliki peran penting dalam penguatan karakter religius anak. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai model perilaku religius bagi peserta didik. Sikap guru yang santun, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab menjadi contoh nyata yang ditiru oleh siswa. Dalam interaksi sehari-hari, guru menunjukkan perilaku religius melalui tutur kata yang baik, sikap saling menghormati, serta konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan. Peserta didik cenderung meniru perilaku tersebut, sehingga nilai religius lebih mudah terinternalisasi. Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Gambar 2. Foto Bersama Dikelas Al-QurAoan TPA Raudhatussalam Di Desa Sungai Teras Dalam. Tabunganen Kabupaten Barito Kuala (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Sosialisasi ini juga sejalan dengan berbagai penelitian yang menegaskan bahwa keteladanan pendidik merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan Anak usia sekolah dasar lebih mudah belajar melalui contoh konkret dibandingkan melalui nasihat verbal semata. Dukungan Lingkungan Sekolah terhadap Penguatan Karakter Religius Pelaksanaan kegiatan inti dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan melibatkan empat kelas utama serta beberapa kelas tambahan. Peserta didik diberikan tugas menulis Iqro jilid 1 dan menghafal ayat-ayat pendek serta doa-doa harian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Setiap peserta didik menyetorkan hasil tulisan dan hafalan secara bertahap dengan pendampingan guru dan pendidik TPA. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan persuasif agar peserta didik merasa nyaman dan termotivasi dalam mengikuti Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Gambar 3. Proses pembelajaran di TPA Raudatussalam oleh mahasiswa KKN UNISKA MAB (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Bahwa pendekatan tematik memberikan kontribusi positif dalam penguatan karakter religius anak di TPA Raudatussalam. Integrasi nilai religius dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah mampu membentuk sikap religius peserta didik secara holistik. Implikasi dari pelaksanaan ini adalah perlunya pengembangan pembelajaran tematik yang secara konsisten mengintegrasikan nilai religius sebagai bagian dari pendidikan karakter. Sekolah dasar diharapkan dapat menjadikan penguatan karakter religius sebagai bagian dari budaya sekolah yang berkelanjutan. Selain peningkatan kemampuan membaca dan menghafal, kegiatan ini juga berdampak pada pembentukan sikap religius santri, seperti kedisiplinan dalam hadir tepat waktu, sikap sopan terhadap pendidik, serta kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan belajar. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh pendidik TPA berperan penting dalam membangun rasa percaya diri santri dan menumbuhkan motivasi belajar agama secara berkelanjutan. Pemberian hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi turut memberikan penguatan positif dan meningkatkan semangat santri dalam mengikuti kegiatan keagamaan Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Kegiatan gotong royong pembersihan masjid di Desa Sungai Teras Dalam Hasil pelaksanaan kegiatan pembersihan Masjid Noor Jihad di Desa Sungai Teras Dalam menunjukkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Peserta kegiatan terlibat aktif dalam membersihkan area dalam masjid, halaman, tempat wudu, serta lingkungan sekitar masjid. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan Oisik masjid, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan rumah ibadah sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat suci Gambar 4. Membersihkan bagian dalam Masjid Noor Jihad Di Desa Sungai Teras Dalam. Tabunganen Kabupaten Barito Kuala (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Gambar 5. Membersihkan Area luar Sekitar Masjid Noor Jihad di Desa Sungai Teras Dalam Tabunganen Kabupaten Barito Kuala (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Dari sisi pembahasan, kegiatan pembersihan masjid memiliki nilai edukatif dan religius yang kuat. Melalui kegiatan ini, peserta secara langsung mengamalkan nilai-nilai religius seperti kepedulian, tanggung jawab, dan kebersamaan. Gambar 6. Foto bersama Setelah membersihkan Masjid Noor Jihad di Desa Sungai Teras Dalam. Tabunganen Kabupaten Barito Kuala (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap fasilitas umum Selain itu, kegiatan pembersihan masjid juga menjadi sarana pembiasaan perilaku positif yang diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjaga kebersihan lingkungan masjid maupun lingkungan tempat tinggal. Dari hasil kegiatan, terlihat adanya partisipasi aktif dan kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN dan masyarakat. Kegiatan pembersihan masjid tidak hanya berdampak pada kebersihan Oisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan rumah ibadah secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Sungai Teras Dalam. Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-QurAoan Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova . Muhammad Iqbal Ansari . Anisa Wulandari. Muhammad Naufal Ridha Ashso. Salma Kumala Dewi. Mohammad Sofyan Sauri LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Simpulan Penguatan karakter religius anak di TPA Raudhatussalam dilaksanakan secara terintegrasi melalui pendekatan pembelajaran tematik yang mengaitkan nilai-nilai religius dengan materi pembelajaran dan kegiatan pembiasaan di lingkungan Pelaksanaan penguatan karakter religius dilakukan melalui pembelajaran tematik di kelas, pembiasaan keagamaan, serta keteladanan guru yang berperan sebagai Oigur utama dalam internalisasi nilai religius peserta didik, sehingga nilainilai seperti iman dan takwa, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dapat terbentuk secar bertahap dan berkelanjutan. Lingkungan sekolah yang kondusif dan budaya sekolah yang mendukung turut memperkuat keberhasilan pelaksanaan penguatan karakter religius, meskipun masih ditemukan beberapa hambatan seperti perbedaan latar belakang keluarga peserta didik, tingkat pemahaman religius yang beragam, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui pendampingan berkelanjutan oleh guru serta kerja sama antara sekolah dan orang tua, sehingga pendekatan tematik dapat dinilai efektif sebagai strategi penguatan karakter religius anak di sekolah dasar dan berpotensi untuk dikembangkan secara lebih luas dalam upaya membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia. Referensi