Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 DISTRIBUSI BANGUNAN ARSITEKUR CINA DI KLASTER BALEKAMBANG KAMPUNG PECINAN KOTA SEMARANG Anindya Puspita Putri1 Henki Riko Pratama2 Deny Setya Afriyanto3 Tiyas Adi Putra3 Prodi Geografi. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Universitas Negeri Manado1 Pusat Riset Arkeometri. OR Arkeologi. Bahasa, dan Sastra. BRIN 2 CV. Padma. Yogyakarta3 e-mail: anindyaputri@unima. ABSTRACT Law No. 11 of 2010 concerning Cultural Heritage states that preservation is a dynamic effort to maintain the existence of Cultural Heritage and its value by protecting, developing, and utilizing it. Starting from this, in other words, preservation is an effort to ensure that a cultural work remains or returns to a living cultural context, through a process of reuse, recycling, and revitalization. One of the Cultural Heritage Areas in the City of Semarang which has important value and is urgently required to be given protection is the Semarang Chinatown Area. The next step is related to the process of preserving . the Chinatown area of Semarang City. It is necessary to carry out a study to inventory ancient buildings that have a uniform Chinese architectural style and have important value. It is hoped that this study can be used for recreational, educational, appreciative, and/or religious purposes. This is in accordance with what is mandated by Law 11 of 2010 concerning Cultural Heritage, which states that the determination of area and layout is determined based on the results of studies by prioritizing opportunities to improve people's welfare. Keywords:. Cultural Heritage Preservation. Urban Heritage. Mapping. Chinatown ABSTRAK Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menyatakan bahwa pelestarian adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Berawal dari hal tersebut, maka dengan kata lain pelestarian adalah upaya agar suatu karya budaya tetap ada atau kembali berada dalam suatu konteks budaya yang masih hidup, melalui proses pakai ulang, daur ulang, dan revitalisasi. Salah satu Kawasan Cagar Budaya di Kota Semarang yang memiliki nilai penting serta mendesak untuk diberikan suatu perlindungan adalah Kawasan Pecinan Semarang. Langkah selanjutnya terkait proses pelestarian . terhadap Kawasan Pecinan Kota Semarang maka perlu dilakukannya suatu kajian untuk menginventarisasi bangunan kuna yang memiliki keseragaman gaya arsitektur cina dan memiliki nilai penting. Kajian ini diharapkan dapat dipergunakan untuk tujuan rekreatif, edukatif, apresiatif, dan/atau religi. Hal ini sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang menyatakan bahwa penetapan luas dan tata letak ditentukan berdasarkan hasil kajian dengan mengutamakan peluang peningkatan kesejahteraan Kata Kunci: Pelestarian Cagar Budaya. Urban Heritage. Pemetaan . Pecinan Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 PENDAHULUAN Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menyatakan bahwa pelestarian adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Berawal dari hal tersebut, maka dengan kata lain pelestarian adalah upaya agar suatu karya budaya tetap ada atau kembali berada dalam suatu konteks budaya yang masih hidup, melalui proses pakai ulang, daur ulang, dan revitalisasi. Oleh karena itu, pelestarian bukan berarti tanpa perubahan dan menghambat kemajuan, melainkan pelestarian merupakan kegiatan perlindungan yang memberikan ruang akan adanya suatu perubahan atau adaptasi yang terkendali dan dapat dipertanggung jawabkan. Sejalan dengan pendapat tersebut maka sebagai langkah awal untuk mengembangkan suatu tinggalan budaya masa lampau, dalam hal ini suatu Kawasan Cagar Budaya, perlu dilakukan proses perlindungan terlebih dahulu. Salah Satu Kawasan Cagar Budaya Di Kota Semarang yang memiliki nilai penting serta mendesak untuk diberikan suatu perlindungan adalah Kampung Pecinan Semarang. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 682/P/2020 Tentang Kawasan Cagar Budaya Kota Semarang Lama Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, terdiri dari 4 . situs yang mewakili perjalanan sejarah Kota Semarang sejak abad ke-15 hingga awal abad ke-20. Keempat situs tersebut adalah Kampung Kauman. Kampung Melayu. Kampung Pecinan, dan Oudestad. Secara administrasi. Kampung Pecinan . ang selanjutnya disebut Kawasan Pecina. terdiri dari 4 kelurahan, yakni Kel. Kranggan. Kel. Kauman. Kel. Purwodinatan, dan Kel. Gabahan. Langkah awal terkait proses pelestarian . terhadap Kawasan Pecinan Kota Semarang perlu dilakukannya suatu kajian untuk menginventarisasi kemudian memetakan kawasan tersebut. Dalam hal ini inventarisasi yang dilakukan tidak menyeluruh di Kawasan Pecinan Semarang hanya di Kelurahan Kranggan dan sebagian Kelurahan Puwodinatan. Pada tahap selanjutnya penamaan klaster digunakan untuk membantu dalam proses pemetaan berdasarkan ikon tempat tertentu yang menonjol pada suatu wilayah. KAJIAN TEORI Teori Pelestarian Hakekat pelestarian adalah upaya mempertahankan agar suatu Sumberdaya Budaya/Arkeologi tetap berada pada konteks sistem agar dapat berfungsi aktif atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Perkembangan zaman secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh dengan kondisi sumberdaya arkeologi yang ada, pengaruh tersebut dapat menjadi ancaman yang mengakibatkan kerusakan atau musnahnya Sumberdaya arkeologi itu sendiri. Sumberdaya arkeologi sangat berkaitan erat dengan konteksnya, jika sumberdaya arkeologi kehilangan konteksnya maka hilang juga informasi yang Oleh karena itu pentingnya upaya pengelolaan guna mempertahankan keberadaannya . Hal ini sejalan dengan tujuan konservasi yang dilakukan pada sebuah kawasan . , antara lain : Konservasi kawasan akan dapat menjamin keselamatan ciri khas dari suatu kawasan,terlebih dimana perubahan terjadi begitu cepat seperti yang terjadi saat ini. Adalah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindungi dan mewariskan sesuatu Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 yang berharga kepada anak cucu, sebagaimana halnya yang dilakukan nenek moyang yang telah mewariskan kepada kita. Adanya kawasan AukunaAy akan memberikan keadaan kontras yang menarik dengan mertumbuhan bangunan-bangunan baru berskala raksasa. Hal itu menjadikan perbendaharaan wajah lingkungan menjadi lebih kaya. Manusia membutuhkan kenikmatan psikologis dengan melihat dan merasakan eksistensi suatu kawasan daam arus kesinambungan masa lampau, kini, dan masa yang akan datang. Kawasan yang memiliki identitas, unik, dan berkarakter merupakan salah satu daya tarik utama dalam pariwisata. Teori Nilai Penting Dalam pengelolaan sumberdaya budaya . umberdaya arkeolog. tahap penentuan nilai penting merupakan tahapan terpenting dikarenakan, hasil dari penentuan tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan, apakah suatu Sumberdaya Budaya dapat dikonservasi-preservasi ataukah dalam keadaan tertentu dapat dihancurkan. Dalam kasus ini penentuan nilai penting yang digunakan adalah ikhtisar nilai penting yang dikemukakan oleh Daud Aris Tanudirjo pada Rapat Penyusunan Standardisasi Kriteria (Pembobota. Bangunan Cagar Budaya . Adapun ikhtisar tersebut antara lain. Nilai penting Sejarah : apabila sumberdaya budaya tersebut dapat menjadi bukti yang berbobot dari peristiwa yang terjadi pada masa prasejarah dan sejarah, berkaitan erat dengan tokoh-tokoh sejarah, atau menjadi bukti perkembangan penting dalam bidang tertentu termasuk di dalamnya : . berkaitan erat dengan peristiwa . penting yang terjadi di masa prasejarah maupun sejarah. berkaitan erat dengan tokoh-tokoh sejarah atau merupakan tinggalan/karya tokoh terkemuka . dalam bidang tertentu. berkaitan erat dengan tahap perkembangan yang menentukan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, atau mewakili salah satu tahapan penting tersebut, antara lain penemuan baru, munculnya ragam . baru, penerapan teknologi baru. berkaitan erat dengan tahap perkembangan suatu kehidupan tertentu atau tinggalan yang mewakili salah satu tahapan tersebut . isalnya, pasang surut kehidupan ekonomi, sosial, politi. Nilai penting Ilmu Pengetahuan : apabila sumberdaya budaya itu mempunyai potensi untuk diteliti lebih lanjut dalam rangka menjawab masalah-masalah dalam bidang keilmuan tertentu, termasuk Arkeologi. Antropologi. Ilmu Sosial. Arsitektur dan Teknik Sipil. Ilmu Kebumian, dan Ilmu-ilmu lain. Nilai penting Kebudayaan : apabila sumberdaya budaya tersebut dapat mewakili hasil pencapaian budaya tertentu, mendorong proses penciptaan budaya, atau menjadi jatidiri . ulture identit. bangsa atau komunitas tertentu. Termasuk di dalamnya nilai penting . Etnik, dapat memberikan pemahaman latar belakang kehidupan sosial,sistem kepercayaan dan mitologi yang semuanya merupakan jati diri suatu bangsa atau komunitas tertentu, merupakan bagian dari jatidiri atau komunitas tertentu . Estetik, mempuyai kandungan unsur-unsur keindahan baik yang terkait dengan seni rupa, seni hias, seni bangunan, seni suara maupun bentuk kesenian yang lain, termasuk juga kesenian antara bentang alam dan karya budaya . aujana buday. menjadi sumber ilham yang penting untuk menghasilkan karya-karya budaya di masa kini dan mendatang. Publik, berpotensi untuk Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 dikembangkan sebagai sarana pendidikan masyarakat tentang masa lampau dan cara penelitiannya, menyadarkan tenatang kebenaran manusia sekarang. berpotensi atau telah menjadi fasilitas rekreasi. dan berpotensi atau telah menjadi sumberdaya yang dapat menambah penghasilan masyarakat, antara lain lewat kepariwisataan. Politis, ketika Warisan Budaya dipakai sebagai legitimasi politis kelompok atau negara tertentu. Teori Keruangan Pengertian kawasan secara umum adalah daerah tertentu yang mempunyai ciri tertentu. Berkaitan dengan arkeologis, kawasan menurut Yuwono . adalah unit keruangan dari distribusi data arkeologis yang paling luas dan paling fleksibel . Batasan ini memungkinkan arkeolog untuk melakukan observasi secara luas, melebihi batas-batas situs Ruang . merupakan salah satu kajian dalam arkeologi selain bentuk . dan waktu . Ruang merupakan tempat manusia melakukan aktivitas guna memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Selain ruang, dalam melakukan aktivitas manusia juga membutuhkan peralatan, oleh karena itu dalam ruang terdapat pula peralatan. Ruang dan peralatan tersebut merupakan tanda-tanda spasial dan fisik . patial and physical trace. yang ada dalam sebuah kawasan. Ruang dibagi menjadi tiga skala yaitu mikro, meso, dan Ruang dalam skala mikro adalah ruang-ruang dalam rumah tinggal seperti kamar tidur, ruang tamu, gudang, dan dapur. Pada skala meso ruang dapat dicontohkan berupa daerah pemukiman seperti desa dan kampung. Sedangkan contoh ruang dalam skala makro adalah bagian dari sebuah kota yaitu kawasan kota lama, kawasan perdagangan, kawasan budaya, dan kawasan pariwisata. Skala ruang makro bisa terdiri dari beberapa ruang berskala meso . Melihat pengertian ruang di atas, ruang menjadi salah satu kajian penting selain bentuk dan waktu. Bidang kajian arkeologi yang memusatkan perhatian pada aspek ruang dikenal sebagai arkeologi ruang . patial archaeolog. Arkeologi ruang merupakan salah satu kajian dalam arkeologi yang memiliki perhatian lebih dalam aspek ruang dibandingkan dengan aspek bentuk, dan waktu . Arkeologi ruang lebih banyak menitikberatkan perhatian pada benda-benda arkeologi sebagai kumpulan atau himpunan dalam satu ruang daripada sebagai satuan-satuan benda tunggal yang berdiri Arkeologi ruang memandang sebuah benda arkeologi tidak sebagai satu entitas . , melainkan sebagai sebaran . benda-benda dan situs-situs arkeologi, hubungan . antara benda dengan benda dan situs dengan situs,serta hubungan antara benda atau situs dengan lingkungan fisiknya sebagai sumberdaya . Setidaknya terdapat empat manfaat dalam suatu kajian arkeologi ruang, yaitu. Mengkaji aspek informasi keruangan dari situs-situs arkeologi. Mengkaji sebaran dari sejumlah besar benda dan situs arkeologi. Mengkaji hubungan situs-situs arkeologi, dan hubungan situs-situs arkeologi dengan sumberdaya alam yang ada di sekitarnya. Mengkaji semuanya dalam lingkup daerah yang lebih luas . METODE Dalam kajian ini menggunakan metode survei dan pemetaan. Adapun tahapan analisis data Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 antara lain : Mengidentifikasi nilai penting sejarah, nilai penting ilmu pengetahuan dan nilai penting Mengolah basis data sesuai kelengkapan checklist survei. Mengklasifikasikan data titik sesuai klaster wilayah dan sejarah kawasan Pecinan Kota Semarang. Mengidentifikasi latar belakang sejarah dari karakter klaster wilayah. Membuat peta sebaran bangunan bergaya arsitektur kuna di Kawasan Pecinan Semarang. HASIL DAN PEMBAHASAN Bangunan di Kawasan Pecinan Semarang Bangunan Kawasan Pecinan Semarang terdiri dari kelenteng, ruko dan tempat tinggal. Sebagian besar bentuk bangunan merupakan ruko, sisanya berupa kelenteng dan beberapa rumah tinggal saja. Ruko merupakan bangunan khas di wilayah Pecinan Kota Semarang. Pembangunan ruko diduga merupakan gagasan untuk menanggulangi kepadatan penduduk sehingga bangunan rumah dan bangunan bisnis dijadikan dalam satu bangunan. Bentuk bangunan ruko banyak dijumpai di wilayah Asia Tenggara dan Tiongkok Selatan. Hal ini merupakan dugaan bahwa arsitektur ruko merupakan perpaduan dari akibat adanya perdagangan di sepanjang kota-kota pantai antara Tiongkok dan Asia Tenggara . , . Bentuk ruko di Kawasan Pecinan Semarang pun juga beragam, mulai dari bangunan satu lantai hingga bangunan dua lantai dengan beberapa variasi yang berbeda. Bangunan berlanggam Cina pada umumnya memiliki atap berbentuk pelana . gang sha. dengan bagian tengahnya berupa sumur langit atau courtyard . Courtyard merupakan salah satu kearifan yang dimiliki masyarakat Tionghoa karena dengan posisi rumah yang berhimpit mereka secara cerdik membuat ruangan terbuka ruang bagi cahaya agar bisa masuk ke dalam rumah sekaligus penghubung bagian rumah dengan langit. Seperti halnya bangunan pecinan di Asia Tenggara lainnya, bangunan di Pecinan Semarang juga memiliki atap gabel berjenjang seperti yang terlihat pada . ihat gambar . Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Gambar. Gabel Berjenjang. Sumber: Dokumentasi Penulis. Bangunan-bangunan di Kawasan Pecinan Semarang memiliki keragaman bentuk fasad, baik bangunan dengan satu lantai maupun bangunan dua lantai. Hal tersebut ditunjukkan pada bangunan Rumah Tinggal Keluarga Ibu Yuliani yang berada di Gang Beteng dan Rumah Tinggal Keluarga Lim Hok Soan yang berada di Gang Baru. Kedua bangunan tersebut merupakan contoh bangunan berlantai satu dengan atap pelana. Ciri fasad bangunan ini adalah bentuk kusen pintu dan jendela yang menyatu, tanpa ada ornamen. Perbedaan kedua rumah tersebut terdapat pada jenis bukaan jendelanya. Pada bangunan Rumah Tinggal Keluarga Ibu Yuliani memiliki bukaan jendela ke atas . ihat gambar . dan bawah sedangkan pada Rumah Tinggal Keluarga Lim Hok Soan merupakan jenis daun jendela bukaan . e ara. ihat gambar . Kedua bentuk tersebut juga dijumpai di ruko-ruko yang berada di Gang Pasar Baru dan sekitaran Gang Cilik. Pada bangunan bertipe ini, dengan kusen pintu dan jendela menyatu, juga dijumpai bangunan bertingkat. Pada bangunan yang bertingkat ini bagian tengah lantai atasnya terdapat sebuah jendela seperti pada bangunan di Gang Besen No. 33 (Lihat gambar 2. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Gambar 2. Rumah Tinggal Keluarga Ibu Yuliani (Kir. Rumah Keluarga Lim Hok Soan . , dan Rumah Jl. Gang Basen No. 33 (Kana. Sumber: Dokumentasi CV. Padma, 2018. Pada perkembangan selanjutnya, bangunan-bangunan di pecinan juga mendapatkan pengaruh Eropa. Hal ini seperti dijelaskan Handinoto . bahwa pada awal perkembangannya detail-detail konstruksi dan ragam hiasnya sarat dengan gaya arsitektur Tionghoa. Tapi setelah akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 sudah terjadi percampuran dengan sistem konstruksi . ulai memakai kuda-kuda pada konstruksi atapny. dan ragam hias campuran dengan arsitektur Eropa. Langgam Eropa pada bangunan rumah di Pecinan Semarang ditunjukkan pada beberapa bangunan yang beralamat di Jl. Gang Tengah No. 1 dan 3 . atu Bangunan-bangunan tersebut sudah memiliki ciri Eropa dilihat dari kusen kayu dan jendela yang memiliki bouven serta pintu rangkap. Biasanya bangunan-bangunan yang sudah memiliki pengaruh langgam Eropa memiliki ukuran lebih lebar dengan penambahan ornamen-ornamen. Hal ini juga ditunjukkan pada bangunan eks sekolah THHK dan rumah pemilik pabrik kecap Mirama yang bagian depannya memiliki ornamen gabel bergaya Indis . ihat gambar . Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Gambar 3. Bangunan di Gang Tengah No. 1&3, dan Gedung eks Sekolah THHK. Sumber: Dokumentasi CV. Padma, 2018. Variasi bangunan yang dimiliki Kawasan Pecinan Semarang merupakan suatu potensi dalam ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan dan diteliti lebih lanjut. Beberapa tipe bangunan dapat dikaji dari aspek teknis, sosial, maupun pelestarian secara terpisah dan mendetail. Aspek teknis dapat dilihat dari tipologi bangunan, struktur, teknik pengerjaan bangunan, dan komponen-komponen bangunannya. Untuk aspek sosial/humaniora bisa dikaji pada fungsi masing-masing bangunan, hubungan hunian dengan status sosial, sistem sosial, kepercayaan. Sedangkan aspek pelestarian dapat dilakukan kajian mengenai bagaimana cara menjaganya agar bertahan hingga generasi mendatang, maupun pengembangannya seperti sebagai objek daya tarik wisata bagi masyarakat luas. Distribusi Bangunan Kuna di Klaster Balekambang Klaster Balekambang merupakan penamaan/ penyebutan suatu klaster bagian dari Kawasan Pecinan Semarang yang diperoleh melalui sejarah terbentuknya suatu wilayah. Secara adminitrasi bagian klaster Balekambang terletak di Kelurahan Kranggan dan sebagian Kelurahan Purwodinatan. Berdasarkan data sejarah Etnis Tionghoa menganut konsep kosmologi yang diterapkan dalam permukiman yang ideal disebut dengan Hongsui. Konsep tersebut menganut unsur pegunungan atau perbukitan, sungai atau laut. Pegunungan dan perbukitan merupakan unsur pertahanan dan sungai atau laut merupakan unsur Oleh karena itu Etnis Tionghoa kebanyakan menjadikan sungai sebagai orientasi permukiman. Pada saat penduduk etnis Tionghoa ini tinggal di Simongan mereka berorientasi pada Sungai Garang, namun setelah kepindahan mereka ke tepi timur Sungai Semarang, mereka berorientasi ke balekambang yang dipercayai sebagai pusat dari Semarang . Balekambang yang berbentuk kolam air atau blumbang dianggap mewakili Hongshui yang diasosiasikan sebagai naga untuk kesinambungan hidup, sehingga bisa memberikan kemakmuran bagi Pecinan . Berdasarkan hasil survei dan kajian kawasan tersebut maka diperoleh klasifikasi Klaster Balekambang. Klaster Balekambang didominasi oleh keletakan bangunan kelenteng. Selain itu terdapat pula beberapa sebaran rumah dengan karakter arsitektur Tionghoa baik yang telah ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya maupun bangunan yang berpotensi sebagai Cagar Budaya. Lokasi kelenteng sebagian besar terletak pada posisi persimpangan gang. Bangunan kelenteng di Klaster Balekambang berjumlah 6 yang tersebar di Kelurahan Kranggan dan Kelurahan Purwodinatan. Secara keseluruhan bangunan dan struktur yang terkumpul dari hasil survei lapangan berjumlah 27 objek seperti yang terlihat pada . Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Gambar 4. Peta Distribusi bangunan berasitektur Cina di Klaster Balekambang Sumber: CV. Padma, 2018. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Tabel 1. Daftar Bangunan dan Struktur di Klaster Balekambang NAMA Toko Pia Bulan Cap Bayi Rumah Tinggal Keluarga Ibu Yuliani Rumah Tinggal Keluarga Lestari Setyawati Rumah Tinggal Keluarga Tjan Hon Hwee Rumah Tinggal Keluarga Tan Yoen Dan Rumah Tinggal Keluarga Susiani Sulistiyono Bekas Kantor Gang Lombok No. Toko Rukun Rumah Keluarga Lim Hok Soan Toko Tepung Beras Iwan Bubur Ayam Jamur Hioko Rumah Gang Gambiran 32 Tugu Reklame Bekas Rumah Bee Ing Tjoe Yayasan Tunas Harum Harapan Kita RM Tio Ciu Rumah Widayat Basuki Gedung Rasa Dharma Rumah Kertas Bekas Balekambang Rumah Abu Kong Tik Soe Hoo Hok Bio Sioe Hok Bio Tek Hay Bio Ling Hok Bio Tong Pek Bio Tay Kak Sie ALAMAT Jl. Gang Besen No. Jl. Beteng No. Jl. Gang Baru No. Jl. Gang Baru No. Jl. Gang Gambiran No. Jl. Gang Gambiran No. Jl. Gang Lombok No. Jl. Pedamaran No. Jl. Gang Baru No. Jl. Gang Gambiran No. Jl. Gang Besen No. Jl. Gang Gambiran No. Jl. Wotgandul timur Jl. Gang Pinggir Jl. Gang Tengah No. Jl. Gang Gambiran No. Jl. Wotgandul Barat No. Jl. Gg. Pinggir Jl. Gang Cilik No. JL KH Wahid Hasyim Jl. Gang Lombok No. Jl. Gang Cilik No. Jl. Wotgandul Timur No. Jl. Gang Pinggir No. Jl. Gang Pinggir No. Jl. Gang Pinggir No. Jl. Gang Lombok No. KELURAHAN Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Purwodinatan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Kranggan Purwodinatan KECAMATAN Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Semarang Tengah Tahun Kategori Toko Rumah Tinggal Rumah Tinggal Rumah Tinggal Rumah Tinggal Rumah Tinggal Rumah Tinggal Toko Rumah Tinggal Toko Toko Rumah Tinggal Tugu Bekas Rumah Bekas Sekolah Toko Rumah Tinggal Perkumpulan Toko Bekas Kolam Tempat Ibadah Tempat Ibadah Tempat Ibadah Tempat Ibadah Tempat Ibadah Tempat Ibadah Tempat Ibadah Lintang 6A 58' 38. 2"LS 6A 58' 40. 1"LS 6A 58' 32. 2"LS 6A 58' 32. 5"LS 6A 58' 34. 1"LS 6A 58' 39. 8"LS 6A 58' 24. 8"LS 6A 58' 25. 9"LS 6A 58' 36. 3"LS 6A 58' 39. 6"LS 6A 58' 30. 7"LS 6A 58' 33. 3"LS 6A 58' 41. 1"LS 6A 58' 34. 1"LS 6A 58' 37. 7"LS 6A 58' 40. 3"LS 6A 58' 44. 4"LS 6A 58' 33. 1"LS 6A 58' 30. 8"LS 6A 58' 35. 7"LS 6A 58' 25. 9"LS 6A 58' 31. 7"LS 6A 58' 42. 9"LS 6A 58' 40. 5"LS 6A 58' 39. 9"LS 6A 58' 37. 2"LS 6A 58' 26. 7"LS Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Bujur 110A 25' 38. 0"BT 110A 25' 30. 5"BT 110A 25' 32. 4"BT 110A 25' 32. 2"BT 110A 25' 34. 8"BT 110A 25' 34. 6"BT 110A 25' 36. 5"BT 110A 25' 30. 7"BT 110A 25' 31. 8"BT 110A 25' 34. 9"BT 110A 25' 39. 9"BT 110A 25' 35. 5"BT 110A 25' 34. 5"BT 110A 25' 42. 8"BT 110A 25' 36. 4"BT 110A 25' 34. 1"BT 110A 25' 29. 4"BT 110A 25' 41. 0"BT 110A 25' 33. 9"BT 110A 25' 33. 3"BT 110A 25' 39. 5"BT 110A 25' 33. 2"BT 110A 25' 31. 9"BT 110A 25' 35. 2"BT 110A 25' 38. 7"BT 110A 25' 41. 2"BT 110A 25' 40. 6"BT Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Deskripsi Bangunan Arsitekur Cina di Klaster Balekambang Toko Pia Bulan Cap Bayi Bangunan Toko Pia dan Kue Bulan Cap Bayi (Tjiang Goa. berada di ujung selatan Gang Besen No. Kelurahan Kranggan. Toko ini dikelola oleh Yenny Sujana yang merupakan keturunan ketiga dari pendiri usaha produksi kue Bangunan ini sekarang digunakan sebagai toko di bagian depan . enghadap Gang Pinggi. dan ruang produksi di bagian belakang . enghadap Gang Bese. Rumah Tinggal Keluarga Ibu Yuliani Rumah tinggal Keluarga Ibu Yuliani terletak di Gang Beteng No. 136 Kelurahan Kranggan. Secara umum, kondisi bangunan masih memperlihatkan bentuk keasliaannya dengan gaya arsitektur Cina. Bangunan ini memiliki atap berbentuk pelana dengan bubungan motif polos dan terdapat satu gunung-gunung . di sisi Rumah Tinggal Keluarga Lestari Setyawati Rumah Tinggal Jalan Gang Baru No. 39 terdiri dari dua lantai dan menghadap ke arah timur. Dahulu lantai pertama digunakan untuk tempat usaha, sedangkan lantai kedua digunakan sebagai tempat tinggal. Namun kini, lantai pertama dan kedua digunakan untuk tempat tinggal dan dihuni oleh Keluarga Ibu Lestari Setyawati sejak tahun Rumah Tinggal ini dengan bangunan di sebelah baratnya yakni ruko Jalan Gang Baru No. 37 memiliki satu atap yang sama. Dengan kata lain, satu atap bangunan terdiri dari dua persil bangunan dengan status kepemilikan dan fungsi bangunan yang berbeda pula. Rumah Tinggal Keluarga Tjan Hon Hwee Rumah Tinggal ini terletak di Jl. Gang Baru No. Kelurahan Kranggan. Bangunan masih memperlihatkan bentuk keasliannya dengan gaya arsitektur Cina. Lantai keramiknya pun masih asli dan belum pernah diganti. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Rumah Tinggal Keluarga Tan Yoen Dan Rumah Tinggal Keluarga Tan Yoen Dan terletak di Jalan Gang Gambiran No. Kelurahan Kranggan. Kondisi memperlihatkan bentuk keasliannya yang berlanggam Cina. Bangunan ini memiliki atap berbentuk pelana dengan bubungan motif polos dan terdapat satu gunung-gunung . di sisi Rumah Tinggal Keluarga Susiani Sulistiyono Rumah ini berada di Jl. Gambiran No. Kelurahan Kranggan. Bangunan seluas 160 m2 ini dimiliki oleh Susiani Sulistiyono selaku pewaris bangunan tempat tinggal ini. Sebelumnya bangunan ini dimiliki oleh Tae Yang Lio, ayah dari Susiani. Bangunan ini bergaya Indis dengan ciri-ciri gevel di bagian fasad depan serta letak kolom simetris berjumlah empat. Pada bagian pintu dan jendela juga terletak simetris baik yang di lantai satu maupun lantai dua. Pintu bangunan ini masih asli beserta bouvenlicht berbahan logam. Bekas Kantor Gang Lombok No. Bangunan ini berada di tepi Kali Semarang, dengan kondisi yang memprihatinkan karena tidak terawat. Saat ini digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi para pedagang pasar di Jalan Pedamaran. Dari arsitekturnya bangunan ini berlanggam campuran pecinan-inggris, dengan atap bangunan model pelana atau Ngang shan. Selain itu, bagian jendela di lantai satu, serta hiasan pada pagar lantai dua memperlihatkan bentuk-bentuk simestris yang umum ditemui pada bangunan bergaya arsitektur cina. Sedangkan pada bagian pilar di lantai dua terlihat berbentuk silinder yang merupakan salah satu ciri bergaya indis Toko Rukun Bangunan yang digunakan sebagai toko kurma dan bawang bombay ini berada di Jl. Pedamaran Ruko ini termasuk dalam tipe NgangShan dengan bentuk atap pelana kuda. Lantai kedua bangunan ini merupakan tempat penyimpanan dengan satu pintu dan tiga buah jendela di balkon depan. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Rumah Keluarga Lim Hok Soan Rumah milik keluarga Lim Hok Soan berada di Jalan Gang Baru Nomor 115. Kelurahan Kranggan. Bangunan rumah menunjukkan tipe atap ngang shan atau tipe pelana dengan tembok. Gunungan atap yang menjadi ciri khas tipe ini tidak lagi terlihat jelas, karena bangunan sekitarnya telah mengalami perubahan total. Fasad depan bangunan rumah ini belum mengalami perubahan kecuali pada penambahan seng di bagian atap. Toko Tepung Beras Iwan Bangunan toko tepung beras milik Bp. Iwan berada di Gang Gambiran no. Kelurahan Kranggan. Bangunan ini terdiri dari dua lantai dengan atap pelana kuda. Dengan ciri ini, bangunan ruko milik Bp. Iwan dikategorikan dalam tipe Ngang-shan. Lantai atas digunakan untuk ruang tinggal dan penyimpanan, sedangkan lantai bawah untuk rung usaha. Pada lantai atas terdapat balkon dengan dua buah jendela vertikal dan satu pintu. Pada lantai 1, juga terdapat dua jendela vertikal dan satu pintu sebagai akses keluar-masuk bangunan. Bubur Ayam Jamur Hioko Rumah Makan Bubur Ayam Jamur Hioko ini berada di Jalan Gang Besen No. Kelurahan Kranggan. Bangunan ini merupakan bangunan berlantai dua, ruangan bagian depan di lantai pertama bangunan difungsikan sebagai rumah makan dengan nama Bubur Ayam Jamur Hioko. Rumah toko Bubur Ayam Jamur Hioko menunjukkan langgam bangunan cina lokal, yang dapat dilihat dari bagian bukaan yang berpanil. Selain itu unsur cina pada bangunan ini juga dapat dilihat bagian atap berupa atap ngang shan, yaitu bentuk atap dengan gunungan. Rumah Gang Gambiran 32 Bangunan rumah di Jl. Gang Gambiran 32 ini bergaya arsitektur Cina jika dilihat dari fasad depan dan bagian atap dengan model ngang shan. Untuk informasi mengenai pemilik dan lainnya tidak dapat diketahui karena ketika dilakukan survei lapangan dalam kondisi tertutup. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Tugu Reklame Tugu Reklame berada di ujung selatan Jalan Gambiran yang berbatasan dengan Jalan Wotgandul Timur. Pembangunan tugu reklame ini dibangun pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Keberadaan struktur cagar budaya ini ialah sebagai sarana komunikasi masyarakat di Kawasan Pecinan Semarang karena biasanya digunakan untuk menempel iklan pada jaman dulu. Bekas Rumah Bee Ing Tjoe Lokasi ini diduga sebagai bekas rumah dari seorang Kapten Cina bernama Bee Ing Tjoe . 7 Ae 1. yang sekaligus salah satu konglomerat kaya pada masanya. Rumah ini ada sejak tahun 1840an dan terkenal dengan sebutan Kebon Dalem. Secara turun temurun rumah ini diwariskan kepada anak sulungnya yang bernama Bhe Biaw Tjoan . 6 Ae 1. Saat ini bangunan rumah telah hilang, dan tidak diketahui sejak Bekas lokasi tersebut digunakan untuk bangunan Yayasan Penyelenggaraan Ilahi Yayasan Tunas Harum Harapan Kita (THHK) Bangunan Poliklinik THHK berada di Gang Tengah No. Kelurahan Kranggan. Bangunan ini pada awalnya digunakan untuk sekolah dengan nama Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) didirikan pada tahun 1904. Latar belakang pendirian sekolah ini dikarenakan anak-anak etnis Tionghoa tidak diperbolehkan untuk bersekolah di sekolah belanda dan pribumi. Poliklinik THHK merupakan bangunan dua lantai dengan atap tipe Ngang-Shan. Fasad bangunan ini mendapat pengaruh gaya Indis dengan bentuk hiasan bercorak segitiga dan wajik. Pada lantai dua terdapat 3 buah jendela vertikal, sedangkan pada lantai dasar terdapat dua buah jendela horizontal dan sebuah pintu utama sebagai akses masuk ke dalam bangunan. Bagian tengah bangunan terdapat sumur langit sebagai sarana sirkulasi udara di dalam bangunan. Perubahan dalam bangunan ini meliputi pemasangan keramik, pemasangan atap plastic untuk menutup atrium dan penggantian tiang tengah yang terbuat dari besi dengan tiang beton dikarenakan tiang besi tersebut roboh termakan usia. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 RM Tio Ciu Rumah Makan Tio Ciu AoSun FoodAy berada di Jalan Gang Gambiran No. Kelurahan Kranggan. Bangunan ini merupakan bangunan berlantai dua. Lantai satu dimanfaatkan sebagai rumah makan serta kantor PT. Setiawan Jaya, sedangkan lantai dua menurut informasi dari pegawai rumah makan tersebut digunakan sebagai gudang. Secara umum, bangunan ini telah mengalami cukup banyak perubahan. Tidak diketahui kapan tepatnya bangunan ini dibangun maupun direnovasi. Bangunan ini menunjukkan langgam cina lokal, yang ditunjukkan oleh bagian bukaan yang berpanil. Unsur cina pada bangunan ini tampak dari bagian atap berupa atap ngang shan, berupa atap dengan gunungan. Perubahan pada bangunan ini terlihat jelas pada muka bangunan lantai satu. Kebutuhan ruang akibat pemanfaatannya bisa jadi menjadi salah satu alasan perubahan ini. terutama pada bagian pintu dan jendela sisi selatan yang kini digunakan sebagai tempat pengolahan makanan. Bagian dalam bangunan di lantai satu pun telah penyekatan ruangan secara permanen dengan dinding dan kaca. Rumah Widayat Basuki Beralamat di Jalan Wotgandul Barat No. Kelurahan Kranggan. Saat ini bangunan sudah ditetapkan oleh Walikota Semarang sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan Surat Keputusan Walikota Semarang Nomor 640/108 Tahun 2018. Rumah ini dibangun pada abad ke 19 oleh leluhur bapak Basuki di atas sebuah taman yang dikenal sebagai Kebonkarang. Kemudian rumah ini direnovasi pada 1926 oleh kakek bapak Basuki. Tan Tiong Ie. Bagian belakang rumah ini terdapat pabrik pengolahan kopi AuMargorejoAy yang dirintis oleh Tan Tiong Ie setelah pindah dari Cimahi. Sampai sekarang usaha pengolahan biji kopi masih dijalankan oleh bapak Basuki. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Gedung Rasa Dharma Dalam bahasa cina disebut juga sebagai Boen Hian Tong yang berarti ruang untuk menyimpan bahan pustaka bersejarah, saat ini dikenal dengan nama Rasa Dharma. Terletak di Jl. Gang Pinggir No. 31-31A. Kelurahan Kranggan. Merupakan perkumpulan Tionghoa tertua di Semarang, yang berdiri sejak tahun 1876. Bangunan yang digunakan perkumpulan saat ini merupakan bangunan baru, namun di lokasi tersebut tersimpan sejarah mengenai perkumpulan sosial Tionghoa yang tertua dan masih terus berkegiatan hingga kini. Pada bagian atap dari bangunan terlihat bentuk Ngang-shan yang menjadi ciri khas sebuah bangunan pecinan. Rumah Kertas Rumah Kertas merupakan rumah tinggal dari Ong Bing Hok. Bangunan tersebut berada di Jl. Gang Cilik No. Kelurahan Kranggan. Disebut sebagai rumah kertas karena pemanfaatan bangunan selain sebagai tempat tinggal juga sembahyang dari kertas. Bangunan ini secara turun temurun digunakan sebagai workshop . pembuatan rumah kertas, bahkan sebelum masa kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak diketahui waktu pendirian bangunan secara Selain menjadi bengkel, rumah kertas juga sering kali dimanfaatkan masyarkat sebagai sarana belajar terutama terakit dengan pembuatan rumah kertas dan upacara-upacara keagamaan yang menyangkut pembakaran kertas. Bentuk atap bangunan rumah Ong Bing Hok bertipe Ngang shan atau tipe atap pelana dengan tembok. Ciri tipe ini adalah bagian gunungan atap dibuat lebih tinggi dari pada lengkungan atap. Bagian gunungan atap bangunan ini, tidak memiliki pola. Jika dilihat dari bentuknya, bangunan ini merupakan bagian dari rumah di sebelah Rumah kertas milik Ong Bing Hok termasuk jenis arsitektur cina- lokal yang ditunjukkan oleh bukaan-bukaan berupa panil, diantaranya pada pintu dan jendela yang berpanil . erlihat dari rumah ditimur rumah kertas, dimana masih satu ata. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Bekas Balekambang Balekambang yang berbentuk kolam air atau blumbang merupakan elemen alam dari hongshui yang diasosiasikan sebagai naga untuk memberikan kemakmuran bagi Pecinan . Tanah-tanah kosong yang berada di tengah kawasan Balekambang menjadi perkampungan baru, karena semakin banyaknya orang Tionghoa perantauan yang menetap di Pecinan Semarang. Pada tahun 1916, pemerintah gemeente Semarang mendapat permintaan dari Kwa Wan Hong yang akan membangun pabrik es Ik Hoo Hien dengan menimbun blumbang Balekambang di Gang Belakang. Namun, permintaan ini ditolak oleh penduduk Tionghoa di Pecinan Semarang. Kepercayaan penduduk Tionghoa di Pecinan Semarang pada waktu itu rupanya masih kuat terhadap keberadaan blumbang Balekambang sebagai puser . kota Semarang, karena bila ditutup akan membuat susah sengsara penduduk Namun, pada tahun 1960, pemerintah Kota Semarang Balekambang yang berada di Gang Belakang karena saluran airnya rusak. Akan tetapi tidak terjadi protes diantara kalangan Tionghoa di Pecinan Semarang. Hal ini disebabkan, kepercayaan masyarakat Tionghoa terhadap blumbang Balekambang mulai luntur . Balekambang dapat dilacak dari gambar 5. 1 peta tahun 1892 yang menunjukkan keberadaannya dengan bentuk persegi berwarna biru muda. Untuk saat ini bekas balekambang digunakan sebagai pabrik dengan kondisi yang tertutup sehingga tidak dapat dilakukan pelacakan di bagian dalam pagar tersebut. Rumah Abu Kong Tik Soe Rumah Abu Kong Tik Soe yang merupakan bukti sejarah pembentukan kongkoan pada 1835. Kongkoan adalah semacam perkumpulan yang mengatur kehidupan masyarakat Tionghoa di Pecinan seperti kelahiran, perkawinan, kematian, dan urusan sosial lain. Bangunan ini juga menjadi cikal bakal tiga perkumpulan Tionghoa di Semarang yakni Kong Tik Soe. Tjie Lam Tjay, dan Khong Kau Hwee. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Kelenteng Hoo Hok Bio Kelenteng Hoo Hok Bio beralamat di Jalan Gang Cilik No. Kelurahan Kranggan. Kecamatan Semarang Tengah. Kota Semarang. Kelenteng Hoo Hok Bio dibangun oleh penduduk Pecinan Lor pada 1792. Secara arsitektur. Kelenteng Hoo Hok Bio termasuk jenis kelenteng satu sel atau Jian adalah ruang persegi empat yang diberi dinding atau hanya dibatasi kolom. Kelenteng ini tediri dari dua jian, yakni serambi depan dan bangunan utama yang keduanya dicat warna Kelenteng Sioe Hok Bio Kelenteng Sioe Hok Bio berada di Jalan Wotgandul Timur No. Kelurahan Kranggan. Kecamatan Semarang Tengah. Kota Semarang. Selain untuk tempat ibadah, kelenteng ini juga digunakan sebagai tempat pertemuan oleh masyarakat Tionghoa. Kelenteng sekarang dimiliki dan dikelola oleh yayasan Sioe Hok Bio. Kelenteng Sioe Hok Bio adalah kelenteng pertama yang dibangun di Pecinan Semarang setelah masyarakat Tionghoa yang semula tinggal di Simongan digeser ke kawasan pecinan yang Kelenteng ini dibangun pada 1753 sebagai bentuk syukur kepada Thouw Tee Kong atau Dewa Bumi atas dilimpahkannya kemakmuran dan keselamatan orang Tionghoa yang tinggal di Pecinan Semarang. Kelenteng Tek Hay Bio Kelenteng Tek Hay Bio beralamat di Jalan Gang Pinggir No. Kelurahan Kranggan. Kecamatan Semarang Tengah. Kota Semarang. Bangunan ini berada di pinggir jalan utama, dimana sebelah utara dan sebelah barat merupakan permukiman di Jalan Gambiran, sebelah selatan dengan Jalan Gang Pinggir, dan pertokoan di sebelah timur. Kelenteng Tek Hay Bio didirikan pada tahun 1756 dan merupakan kelenteng tertua kedua di Semarang setelah Kelenteng Siu Hok Bio. Kelenteng Tek Hay Bio ini dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Kelenteng Sinar Samudra, dan merupakan salah satu Kelenteng Tri Dharma di Semarang. Kelenteng ini merupakan satu-satunya kelenteng di Semarang yang memuja dewa setempat yaitu Kwee Lak Kwa yang dianugerahi gelar Tek Hay Tjin Djien. Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Kelenteng Ling Hok Bio Kelenteng Ling Hok Bio terletak di Jalan Gang Pinggir No. Kelurahan Kranggan. Kecamatan Semarang Tengah. Kota Semarang. Kelenteng sekarang dimiliki dan dikelola oleh yayasan Budi Sejahtera. Kelenteng Ling Hok Bio dibangun oleh penduduk Gang Pinggir pada 1866 atas prakarsa Liem Giok Sing dan dahulu sering dipakai untuk upacara dan perayaan besar. Kelenteng Tong Pek Bio Kelenteng Tong Pek Bio terletak di Jalan Gang Pinggir No. Kelurahan Kranggan. Kecamatan Semarang Tengah. Kota Semarang. Situasi bangunan ini berada di tengah permukiman, dimana sebelah utara berbatasan dengan jalan Gang Pinggir. Sebelah timur dan selatan dengan Kali Semarang. Kelenteng Tong Pek Bio dibangun atas prakarsa Khouw Ping seorang saudagar barang-barang dari Cina yang bertempat tinggal di Kali Kuping. Saat beliau menjabat sebagai luitenant maka kelenteng ini didirikan pada posisi di ujung Gang Pinggir sebelah Kelenteng Tay Kak Sie Kelenteng yang terletak di Kelurahan Purwodinatan yaitu Kelenteng Tay Kak Sie di Jl. Gang Lombok No. Kelenteng ini dibangun pada tahun 1771 oleh orang-orang terpandang Tionghoa di Semarang sebagai rumah baru patung Dewi Kwan Im. Sebelumnya patung Dewi Kwan Im berada di dekat Balekambang namun karena dirasa tidak sesuai, maka dipilihlah lahan di daerah Kang-Kie atau pinggir kali yang sekarang dikenal sebagai Gang Lombok PENUTUP Artikel ini membahas mengenai wajah arsitektur kawasan pecinan di Kota Semarang yang terpusat pada klaster toponimi Balekambang. Bangunan yang didata terdiri dari 27 bangunan kategori Warisan Budaya maupun Cagar Budaya. Di kawasan ini terdiri dari dua jenis tipe yakni bangunan profan dan sakral. Bangunan profan ini berjumlah 21 yang terdiri dari hunian berupa rumah tinggal dan rumah toko . , fitur bekas kolam, bekas rumah, bekas sekolah, perkumpulan, tugu penanda, sedangkan bangunan sakral terdiri dari Klenteng yang berjumlah 6. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan maka terdapat bebebrapa hal yang direkomendasikan terkait pelestarian kawasan pecinan yaitu perlu dilakukan pendaftaran hingga Penetapan Benda. Bangunan, maupun Struktur Cagar Budaya yang ada di dalam satuan ruang geografis Kawasan Pecinan. Selain itu perlu dilakukan sosialisasi terhadap stakeholder terkait dan masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut mengenai pentingnya pelestarian WBCB Distribusi Bangunan Arsitekur Cina Di Klaster Balekambang Kampung Pecinan Kota Semarang Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 yang akan berdampak pada tetap terjaga bangunan berarsitektur cina di wilayah tersebut mengingat telah banyak bangunanan yang telah roboh maupun diganti dengan bangunan DAFTAR PUSTAKA