Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal Volume 6. , 2024, 98-107 ________________________________________________________________ Studi In Silico Senyawa Kimia Bangle (Zingiber Montanum J. Kyni. sebagai Antidiabetes terhadap Mekanisme Kerja Penghambat -Glukosidase Ninu Eltriya. Rosa Adelina*. Ismiarni Komala Program Studi Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jl. Kertamukti. Cireundeu. Kec. Ciputat Tim. Kota Tangerang Selatan. Banten 15412 *Corresponding author: rosa. adelina@uinjkt. Received: 31 May 2024. Accepted: 29 October 2024 Abstract: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disorder caused by impaired secretion of insulin, glucagon, and other hormones, leading to increased blood sugar levels. Bangle (Zingiber montanu. contains compounds that are effective as This study uses molecular docking studies to determine the potential and interaction of chemical compounds from bangle (Zingiber montanu. against -glucosidase inhibitors as antidiabetics. Determining the Root Mean Square Deviation (RMSD) value for -glucosidase inhibitors resulted in a value of 0. 438 yI. Molecular docking studies were conducted using Autodock Vina and Biovia Discovery Studio Visualizer software for 2D and 3D visualization. Molecular docking studies were performed on 15 chemical compounds from bangle (Zingiber montanu. against -glucosidase inhibitors with acarbose as a comparison ligand. The results showed that the comparison ligand acarbose had a binding energy . Gbin. kcal/mol. In contrast, six test ligands, namely cassumunarin A (-7. 7 kcal/mo. , cassumunarin B (-7. 5 kcal/mo. , cassumunarin C (-8. 0 kcal/mo. , cassumunin A (-7. 0 kcal/mo. , cassumunin C (-7. 0 kcal/mo. , and banglenol A (-6. 9 kcal/mo. , exhibited lower binding energies than acarbose, indicating more stable binding conformations. The interactions of these compounds included hydrogen bonds formed with amino acids Asp327. Asp203. Arg526, and Asp542. Hydrophobic interactions involved amino acids Tyr299. Thr406, and Phe575. Electrostatic interactions involved amino acids Asp327. Asp203. Met444, and Asp542. In conclusion, several chemical compounds from the rhizome of bangle (Zingiber montanu. have potential and interactions with -glucosidase inhibitors as antidiabetics. Keywords: -glucosidase, diabetes, molecular docking, bangle. Zingiber montanum J. Kynig Abstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang diakibatkan oleh gangguan sekresi insulin, glukagon, dan hormon lainnya sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Bangle (Zingiber montanu. diketahui memiliki senyawa efektif sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi dan interaksi senyawa kimia dari bangle (Zingiber montanu. terhadap penghambat -glukosidase sebagai antidiabetes dengan studi docking molekuler. Penentuan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) pada penghambat -glukosidase menghasilkan nilai 0,438 yI. Studi docking molekuler dilakukan menggunakan software Autodock Vina dan Biovia Discovery Studio Visualizer untuk dilakukan visualisasi dalam bentuk 2D dan 3D. Studi docking molekuler dilakukan pada 15 senyawa kimia dari tanaman bangle (Zingiber montanu. terhadap penghambat -glukosidase dengan ligan pembanding akarbosa. Hasil penelitian menunjukan ligan pembanding akarbosa dihasilkan dengan energi ikatan . Gbin. -6,9 kkal/mol. Sebaliknya, terdapat enam senyawa ligan uji cassumunarin A (-7,7 kkal/mo. , cassumunarin B (-7,5 kkal/mo. , cassumunarin C (-8,0 kkal/mo. , cassumunin A (-7,0 kkal/mo. , cassumunin C (-7,0 kkal/mo. dan banglenol A (-6,9 kkal/mo. yang menunjukan energi pengikatan lebih rendah daripada akarbosa sehingga menunjukan konformasi ikatan yang lebih stabil. Interaksi yang dihasilkan pada senyawa tersebut berupa ikatan hidrogen yang terbentuk dengan asam amino Asp327. Asp203. Arg526, dan Asp542. Pada ikatan hidrofobik terbentuk asam amino Tyr299. Thr406, dan Phe575. Asam amino yang terbentuk pada ikatan elektrostatik yaitu Asp327. Asp203. Met444, dan Asp542. Sebagai kesimpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat beberapa senyawa kimia dari rimpang bangle (Zingiber montanu. yang memiliki potensi dan interaksi terhadap penghambat glukosidase sebagai antidiabetes. Kata kunci: -glukosidase, diabetes, docking molekuler, bangle. Zingiber montanum J. Kynig DOI: 10. 15408/pbsj. PENDAHULUAN Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang diakibatkan oleh gangguan sekresi insulin, glukagon, dan hormon lainnya sehingga (Hiperglikemi. (Josepth T Dipiro et al. , 2. Hiperglikemia merupakan suatu kondisi di mana gula darah tinggi, terjadi ketika terlalu sedikit insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan 99 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Eltriya et al. baik (American Diabetes Association, 2. Saat ini, terkandung dalam Zingiber montanum tergantung studi epidemiologi menunjukkan bahwa kejadian dan pada jenis pelarut ekstraksi yang digunakan. Senyawa pravelensi diabetes melitus semakin meningkat di yang terdapat dari Zingiber montanum adalah seluruh dunia. Berdasarkan data International Diabetes cassumunarin A. C, cassumunin A. C, banglenol Federation tahun 2021, diperkirakan 537 juta A, kaempferol 3-O--rhamnopyranoside, kaempferol penduduk yang berusia 20-79 tahun saat ini menderita 3-O-methylether, (E)-4-. Ao,4Ao- dimethoxypheny. but- diabetes secara global dan Indonesia menempati 3-enyl acetate, (E)-4-. Ao,4Ao-dimethoxypheny. but-1,3- urutan ke-5 dari 10 negara dengan total 19,5 juta dan diene, veratraldehyde, 2,4,5-trimethoxybenzaldehyde, diperkirakan akan meningkat pada tahun 2030-2045 (E)-4-. ,4- dimethoxypheny. but-3-en-1-ol, dan 4- (International Diabates Federation, 2. ,4,5-trimethoxypheny. -but-1,3- diene (Devkota et , 2. Diabetes melitus dikategorikan menjadi 4 jenis yaitu diabetes melitus tipe 1 (T1DM), diabetes melitus tipe Sebuah studi sebelumnya diketahui bahwa kandungan 2 (T2DM), diabetes melitus gestasional (GDM), dan dari rimpang bangle (Zingiber montanu. memiliki diabetes melitus jenis lainnya (Banday. Sameer and aktivitas terhadap -glukosidase secara in-vitro Nissar, 2. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh dengan nilai IC50 sebesar 98,31 AAg/ml dan pembanding kurangnya sekresi insulin akibat rusaknya sel akarbosa dengan nilai IC50 sebesar 36,17 AAg/ml pankreas, sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan oleh (Yuniarto and Selifiana, 2. Evaluasi in vitro dari resistensi insulin sehingga hormon insulin tidak dapat aktivitas inhibisi enzim -glukosidase dari rimpang berfungsi dengan baik. Menurut Federasi Diabetes bangle menyatakan bahwa ekstrak heksana rimpang Internasional (IDF), diabetes tipe 2 memiliki insiden bangle memiliki potensi yang sangat baik terhadap tertinggi, yaitu lebih dari 90% secara global. antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 61,02 AAg/ml dan Berdasarkan cara kerjanya, obat antidiabetes oral pembanding quercetin dengan nilai IC50 sebesar 4,02 dibagi menjadi 5 golongan yaitu pemacu sekresi AAg/ml (Indrianingsih and Prihantini, 2. Peroxisome Proliferator Receptor Penelitian lainnya menyatakan bahwa senyawa kaempferol 3-O-methylether memiliki aktivitas kuat disaluran percernaan . enghambat alpha glucosidas. , terhadap penghambat -glukosidase dengan nilai IC50 penghambat Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP-. dan 7,88 m (Ajish et al. , 2. Bangle telah banyak diteliti sebagai antidiabetes secara in vitro, tetapi Gamma/PPRAG). Activated . gonis Sodium Glucose Co-Transporter2 (Prasetiyo et al. , 2. belum banyak dilakukan penelitian secara in silico terhadap senyawa kimia dari bangle (Zingiber Pendekatan dengan herbal juga telah digunakan dalam Oleh karena itu, dalam penelitian ini kami pengobatan antidiabetes. Salah satu tanaman yang melakukan analisis in silico menggunakan docking dapat berfungsi sebagai herbal dalam pengobatan molekuler untuk memprediksi senyawa apa saja dari diabetes adalah rimpang bangle (Zingiber Montanu. rimpang bangle (Zingiber Montanu. yang berpotensi Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan banyak memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. dibudidayakan di Thailand. Malaysia, dan Indonesia, tradisional (Silalahi, 2. Berbagai senyawa yang 100 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. METODE Eltriya et al. 5 Simulasi Docking Molekuler 1 Persiapan -Glukosidase Dalam simulasi docking molekuler, penghambat dan Struktur Kristal 3D -glukosidase (PDB: 2QMJ) di unduh dari Protein Data Bank pada situs web . ttps://w. Angstrom dan organisme homo sapiens. Struktur Kristal kompleks 2QMJ dipisahkan dari pelarut (H2O), ligan dan residu. Optimasi dilakukan menggunakan software Autodock Tools dengan menambahkan hidrogen dan charges yang disimpan dalam format PDBQT. menggunakan Autodock Vina melalui commond prompt (CMD) dan akan dihasilkan data berupa file dengan format . 6 Analisis dan Visualisasi Hasil Docking Analisis dilakukan dengan energi ikatan . Gbin. dan nilai RMSD (Root Mean Square Deviatio. yang dijalankan menggunakan perangkat lunak PyMOL. Hasil analisis digunakan untuk proses visualisasi 2 Persiapan Ligan Natif dan Ligan Uji menggunakan perangkat lunak Biovia Discovery Ligan natif diperoleh dari pemisahan struktur kristal Studio Visualizer 2021. 2QMJ dan ligan uji rimpang bangle diperoleh dari situs Docking molekuler memiliki tujuan untuk mengetahui format SDF. Perangkat lunak MarvinSketch 22. ligan dari senyawa kimia rimpang bangle yang dapat digunakan untuk menggambar beberapa senyawa yang tidak tersedia di Pubchem dan mengkonversi format glukosidase, namun tidak semua senyawa dapat efektif menjadi PDB. Optimasi ligan dilakukan menggunakan jika diberikan secara oral. Selama perjalanan ke Autodock Tools dengan menambahkan charges dan reseptor obat akan mengalami farmakokinetik yaitu menyesuaikan torsion tree yang disimpan dalam proses absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi format (*. (ADME) (Fadillah. Kurniawan and Rohmayanti, 3 Analisis Lipinski ketika merancang obat yang aktif secara oral . ttps://pubchem. HASIL DAN PEMBAHASAN harus memenuhi kriteria AuLipinskiAos Rule of FiveAo Pedoman Lipinski digunakan untuk memastikan bahwa ligan memiliki karakteristik yang baik dalam pemberian oral. Analisis dilakukan di situs web SwissADME . ttp://w. menganalisis Rule of Five Lipinski. yaitu dengan berat molekul kurang dari 500, jumlah hidrogen donor kurang dari 5 gugus, jumlah hidrogen akseptor kurang dari 10 gugus, dan memiliki nilai Log P kurang dari 5 (Khatami, 2. Hasil analisia Lipinski mengungkapkan bahwa 8 dari 15 senyawa kimia dari rimpang bangle memenuhi kriteria 4 Penentuan Binding Site dan Gridbox LipinskiAos Rule of Five, seperti yang ditunjukkan pada Penghambat -glukosidase dan ligan yang telah menggunakan Autodock Tools. Pengaturan gridbox dengan menentukan ukuran . ize x, y, . , koordinat . enter x, y, z ) dan besarnya ukuran (Angstro. yang disimpan dalam format TXT. Tabel 1. Penentuan binding site atau daerah pengikatan Pengaturan gridbox dilakukan untuk menentukan koordinat grid center, grid size dan spacing. Pengaturan gridbox diperoleh pada penelitian ini 101 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Eltriya et al. Tabel 1. Analisis Lipinski No. Ligan Log P < 500 < 10 Akarbosa Veratraldehyde (E)-4-. Ao,4Ao- dimethoxypheny. bu 2,4,5- Trimethoxybenzalde hyde (E)-4-. ,4- dimethoxypheny. bu t-3-en-1-ol 4-. ,4,5- trimethoxypheny. - but-1,3-diene (E)-4-. Ao,4Ao- dimethoxypheny. bu t-3-enyl Kaempferol 3-O-Methyl Ether Banglenol A Kaempferol 3-O--rhamnopyranoside Cassumunarin A Cassumunarin B Cassumunin A Cassumunin C Cassumunarin C Cassumunin B t-1,3- sebagai berikut : center_x = -20,209, center_y = - dapat dikatakan valid untuk dilakukan docking pada 6,763, center_z = -9,383, size_x = 16, size_y = 16, ligan uji. size_z = 16, dan spacing . = 1. RMSD merupakan nilai untuk menunjukkan seberapa besar interaksi antara protein dan ligan dalam struktur kristal sebelum dan sesudah docking. Hasil nilai Gambar 1. Gambaran Hasil RMSD RMSD yang diperoleh dari simulasi docking pada penelitian ini adalah 0,438 yI yang ditunjukkan pada Analisis hasil docking berupa nilai energi ikatan Gambar 1. Kriteria hasil validasi RMSD harus . Gbin. RMSD, dan interaksi residu asam amino. menunjukkan nilai O 2 yI agar parameter docking yang Hasil nilai energi ikatan . Gbin. pada proses docking diujikan pada senyawa uji dapat digunakan (Shofa et akan menghasilkan 10 konformasi dengan peringkat , 2. Nilai RMSD yang semakin kecil maka nilai energi terendah hingga tertinggi yang terlampir semakin kecil penyimpangan kesalahan saat docking pada Tabel 2. Data nilai iGbind menunjukkan nilai (Frimayanti. Lukman and Nathania, 2. Pada hasil dengan kisaran -8,0 kkal/mol hingga -4,5 kkal/mol. penelitian ini menunjukkan bahwa metode docking Nilai iGbind pada ligan asli . menunjukkan yang digunakan memenuhi kriteria parameter RMSD nilai -6,9 kkal/mol dan diantara ligan uji terdapat 6 yang baik karena memiliki nilai RMSD O 2 yI dan senyawa yang memiliki energi ikatan . Gbin. yang lebih rendah dibandingkan dengan akarbosa. Senyawa tersebut meliputi: Cassumunarin A (-7,7 kkal/mo. , 102 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Eltriya et al. Cassumunarin B (-7,5 kkal/mo. Cassumunarin C (- glukosidase meliputi Arg202. Glu404. Val405, dan 8,0 kkal/mo. Cassumunin A (-7,0 kkal/mo. Trp406 (Rachmania. Supandi and Larasati, 2. Cassumunin C (-7,0 kkal/mo. , dan Banglenol A (-6,9 Hasil penelitian ini dengan penelitian sebelumnya kkal/mo. Nilai energi ikatan . Gbin. yang lebih menunjukkan terjadinya kesamaan residu asam amino rendah menunjukkan kekuatan interaksi reseptor pada residu Asp203. Asp327. Asp542. Arg526, dengan ligan sehingga memiliki kompleks molekul His600. Tyr299. Phe575. Met444, dan Thr406. yang lebih stabil (Adelina, 2. Dan sebaliknya, nilai energi ikatan . Gbin. yang lebih tinggi Hasil visualisasi pada ligan uji menunjukkan bahwa menunjukkan kompleks molekul yang kurang stabil. cassumunarin C, cassumunin C, banglenol A. Pada Ajish veratraldehyde, 2,4,5- Trimethoxybenzaldehyde, (E)- kaempferol-3-O-methyl ether yang diuji secara in vitro 4-. ,4- dimethoxypheny. but-3- en-1-ol, dan 4-. ,4,5- alfa-glukosidase. -but-1,3-diene berinteraksi dengan Berdasarkan nilai iGbind pada Tabel 2, kaempferol- ikatan hidrogen pada residu asam amino Asp542. 3-O-methyl Ligan uji seperti cassumunarin A, banglenol A, dibandingkan akarbosa dengan nilai -6,3 kkal/mol. Kaempferol-3-O--rhamnopyranoside, veratraldehy- sehingga kaempferol-3-O-methyl ether yang diuji secara in silico tidak berpotensi terhadap alfa- dimethoxypheny. but-3- Hal tersebut terjadi karena adanya trimethoxypheny. -but-1,3-diene menunjukkan residu perbedaan antara metode in silico dengan metode in asam amino dengan Asp203. Dalam ligan uji seperti cassumunarin A, cassumunarin B, cassumunin B, 2,4,5- Trimethoxybenzaldehyde, (E)-4-. ,4- en-1-ol, 4-. ,4,5- 2,4,5- Visualisasi setelah simulasi docking dilakukan dengan Trimethoxybenzaldehyde terjadi ikatan hidrogen Biovia Discovery Studio 2021 untuk melihat interaksi dengan residu Asp327. Pada ligan uji cassumunin C, yang terjadi antara ligan uji dan ligan natif terhadap Kaempferol-3-O-Methyl Ether. Kaempferol-3-O-- penghambat Aeglukosidase. Interaksi yang dihasilkan rhamnopyranoside, 2,4,5- Trimethoxybenzaldehyde, pada senyawa uji berupa ikatan hidrogen, hidrofobik, dan elektrostatik yang ditunjukkan pada Tabel 2. Hasil berikatan dengan ikatan hidrogen residu asam amino docking pada penelitian ini menunjukkan interaksi Arg526. Dalam cassumunin A, cassumunin B, dan antara ligan asli . dan Aeglukosidase veratraldehyde menunjukan ikatan hidrogen dengan berikatan dengan residu asam amino Asp203. Asp542, residu His600. Dan visualisasi interaksi antara Arg526. His600. Asp327. Trp406. Phe575. Tyr299. Cassumunarin A. Cassumunarin B. Cassumunarin C, dan Met444. Cassumunin A. Cassumunin C, dan Banglenol A pada 4-. ,4,5- trimethoxypheny. -but-1,3-diene Aeglukosidase ditunjukkan pada Gambar 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ligan asli yang terikat pada Aeglukosidase membentuk residu Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terikat secara asam amino Asp203. Asp542. Asp327. Asp526, kovalen melibatkan atom hidrogen dengan atom His600. Asn207. Tyr299. Ile328. Asp443. Phe575, elektonegatif seperti flour (F), nitrogen (N), dan Met444 (Siregar et al. , 2. Pada penelitian lainnya oksigen (O) (Arwansyah and Hasrianti, 2. Ikatan menunjukkan residu asam amino yang terikat pada Ae ikatan utama 103 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Eltriya et al. Tabel 2. Hasil iGbind dan interaksi -glukosidase dengan ligan iGbind (Kkal/mo. Ligan Kategori Residu Asam Amino Ikatan Hidrogen . I) Ikatan Hidrofobik Ikatan Elektrostatik Met444 Akarbosa -6,9 Asp203 . Asp542 . Arg526 . His600 . Asp327 . Trp406 . Phe575. Tyr299. Trp406 Cassumunarin C -8,0 Asp542 . Thr205 . Cassumunarin A -7,7 Cassumunarin B -7,5 Cassumunin A -7,0 Asp443. Asp203 Asp443. Asp203 Asp542 Cassumunin C -7,0 Banglenol A -6,9 Tyr299. Trp406. Ala576 Asp542 Kaempferol 3-O-rhamnopyranoside -6,8 Trp406 Asp542 Cassumunin B -6,6 Asp203 . Thr205. Asp327 . Asp542 . Asp327 . Thr205 . Asp542 . Asp571 . Tyr605 . Thr205 . Gln603 . Try299 . His600 . Arg526 . Asp542 . Thr205 . Gln603 . Asp327 . Asp203 . Thr205 . Asp542 . Asp327 . Asp203 . Thr205 . Met444 . Asp443 . Arg526 . Thr205 . Asp327. His600 . Phe450. Tyr299. Trp406. Phe575. Trp539. His600. Lys480 Phe450. Tyr299. Trp406. Trp539. Phe575. His600 Phe450. Tyr299. Trp406. Trp575. His600 Phe450. Trp406. Met444. Trp441. Trp539. Phe575. His600 Tyr299. Trp406. Phe575 Kaempferol Methyl Ether 3-O- -6,3 Arg526 . Phe450 . (E)-4-. Ao,4Aodimethoxypheny. bu t3-enyl acetate -6,0 Tyr605 . Phe575. Ala576. Tyr299. Trp406. Tyr605 ,4,5trimethoxypheny. but-1,3-diene -5,8 Arg426 . Asp542 . Asp203 . Ile328. Tyr299. Trp406. Trp539 Asp542 (E)-4-. ,4dimethoxypheny. bu t3-en-1-ol -5,7 Asp542 . Asp203 . Tyr299. Trp406. Phe575 Asp542. Met444 (E)-4-. Ao,4Aodimethoxypheny. bu t1,3-diene -5,6 Tyr605 . Phe575. Ala576. Ile328. Tyr299. Trp406. Tyr605 Veratraldehyde -4,6 Phe575. Tyr299 Asp542 2,4,5Trimethoxybenzalde -4,5 Asp542 . Asp203 . His600 . Arg526 . Asp327 . Asp542 . Asp203 . Tyr299. Trp406. Phe450 Asp327 Ala576. Lys480. Trp406. Trp441. Trp539. Phe575. His600 Phe450. Trp406 Asp443 Asp203. Asp542 Asp542. Met444 kestabilan protein pada docking molekuler. Kemiripan yang lebih dari satu dengan kemiripan beberapa residu residu asam amino menunjukkan bahwa ligan mampu asam amino pada ikatan hidrogen. menghambat aktivitas protein target dan berpotensi memiliki aktivitas yang sama dengan ligan natif (Naufa et al. , 2. Interaksi ligan-reseptor pada senyawa yang memiliki iGbind lebih rendah dari akarbosa seperti cassumunarin A, cassumunarin B, cassumunarin C, cassumunin A, cassumunin C, dan banglenol A membentuk interaksi ikatan hidrogen Jarak ikatan hidrogen pada setiap interaksi ligan dengan reseptor pada penelitian ini berkisar 1,61-3,93 . Nilai jarak ikatan yang semakin besar akan mudah untuk memutuskan ikatannya. Sebaliknya, semakin kecil jarak ikatan akan semakin kuat ikatannya (Rachmania. Supandi and Larasati, 2. Kategori 104 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. jarak ikatan hidrogen terbagi dengan rentang 2,2 -2,5 Akarbosa Cassumunarin A Cassumunarin B Cassumunarin C Eltriya et al. 105 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Eltriya et al. Cassumunin A Cassuminin C Banglenol A Gambar 2 . Docking molekul protein (PDB ID: 2QMJ) - ligan. Residu asam amino menunjukkan interaksi spesifik terhadap sebagai interaksi kuat, 2,5-3,2 sebagai interaksi moderat, dan 3,2-4,0 sebagai interaksi lemah (Hanif. Cassumunarin B memiliki jarak ikatan terkecil yaitu Lukis and Fadlna, 2. Setiap senyawa memiliki 1,61 dengan asam amino Asp327. Hal ini berbeda-beda, 106 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. memiliki ikatan yang kuat pada penghambat glukosidase. KESIMPULAN Berdasarkan nilai energi ikatan . Gbin. didapatkan enam senyawa yaitu Cassumunarin A (-7,7 kkal/mo. Cassumunarin B (-7,5 kkal/mo. Cassumunarin C . ,0 kkal/mo. Cassumunin A (-7,0 kkal/mo. Cassumunin C (-7,0 kkal/mo. , dan Banglenol A (-6,9 kkal/mo. antidiabetes pada penghambat Aeglukosidase dengan nilai iGbind yang lebih rendah dibandingkan akarbosa. Interaksi antara ligan uji dengan penghambat Ae glukosidase melibatkan ikatan hidrogen, hidrofobik, dan elektrostatik. SARAN Perlu dilakukan simulasi dinamika molekuler pada senyawa Bangle (Zingiber montanu. untuk melihat kestabilan ligan terhadap reseptor. REFERENSI