Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Meningkatkan Keputusan Pembelian Melalui Inovasi Produk. Kualitas Produk dan Citra Merek di Mixue Yogyakarta Arif Wahyu Setiawan1. Muinah Fadhilah2. Lusia Tria Hatmanti Hutami3 Fakultas Ekonomi. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa arifjogya347@gmail. com1 , muinahfadhilah17@gmail. com2 , trialusia@ustjogja. ABSTRACT The purpose of this study is to determine the influence of product innovation, product quality, and brand image on purchasing decisions. This research is quantitative by taking 108 samples on Mixue consumers in Yogyakarta City. Sampling is carried out by non-probability methods and sampling techniques, namely purposive sampling. Data collection is carried out through sending questionnaire links sent online to respondents. Data analysis by using IBM SPSS applications. The results of this study showed that the product innovation variable (X. did not have a significant positive effect on purchasing decisions (Y) with a value of 0. Then the product quality variable (X. has a significant positive effect on purchasing decisions (Y) with a value of 0. The product innovation variable (X. has a significant positive effect on brand image (Z) with a value of 0. Furthermore, the product quality variable (X. has a significant positive effect on brand image (Z) with a value of 0. And the brand image variable (Z) has a significant positive effect on purchasing decisions (Y) with a value of 0. addition, the results of the study also show that brand image can act as an intervening variable of the influence of product innovation and product quality on the purchasing decisions of Mixue consumers in Yogyakarta City. Keywords: Product Innovation. Product Quality. Brand Image. Purchasing Decision ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui adanya pengaruh inovasi produk, kualitas produk, dan citra merek terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan mengambil 108 sampel pada konsumen Mixue di Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probabilitas dan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengiriman link kuesioner yang dikirimkan secara online kepada responden. Data analisis dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel inovasi produk (X. tidak berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) dengan nilai 0,105. Kemudian variabel kualitas produk (X. berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) dengan nilai 0,000. Variabel inovasi produk (X. berpengaruh positif signifikan terhadap citra merek (Z) dengan nilai 0,001. Selanjutnya variabel kualitas produk (X. berpengaruh positif signifikan terhadap citra merek (Z) dengan nilai 0,000. Serta variabel citra merek (Z) berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) dengan nilai 0,002. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa citra merek mampu berperan sebagai variabel intervening pengaruh inovasi produk dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen Mixue di Kota Yogyakarta. Kata kunci: Inovasi Produk. Kualitas Produk. Citra Merek. Keputusan Pembelian 1157 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Kemajuan di bidang ekonomi telah menyebabkan pertumbuhan dan kemajuan yang pesat dalam perkembangan dunia usaha. Hal ini memungkinkan produsen untuk berpikir lebih kritis, kreatif dan inovatif tentang perubahan yang terjadi di bidang sosial, budaya, politik dan ekonomi, yang dibuktikan dengan munculnya perusahaan baru. Begitu juga dengan pelaku usaha, pengusaha yang bergerak di bidang minuman teh boba & es krim berusaha menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang terus berkembang. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk setiap tahun, maka kebutuhan masyarakat terhadap salah satu kebutuhan pokok yaitu minuman juga semakin meningkat. Hal ini sangat memberikan kesempatan bagi pengusaha maupun investor dalam penanaman modal membuka usaha minuman segar. Saat sekarang ini telah banyak minuman yang dapat secara langsung ditawarkan kepada Keputusan pembelian merupakan tahap dalam proses pengambilan keputusan dimana konsumen benar-benar membeli. Sebelum benar-benar membeli konsumen akan melewati beberapa tahap proses pembelian. Pengambilan keputusan merupakan kegiatan individu yang terlibat langsung dalam proses pembelian barang yang ditawarkan oleh perusahaan (Kotler, 2. Sekarang ini sering di temukan produk atau jasa yang beredar di pasaran tidak memiliki kualitas produk dan citra merek yang baik. Keputusan pembelian adalah semua pilihan yang mungkin untuk memecahkan persoalan itu dan menilai pilihan secara sistematis dan obyektif serta sasaran-sasarannya yang menentukan keuntungan serta kerugiannya (Fadhilah et al. , 2. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian antara lain inovasi produk (Fadhilah et al. , 2. kualitas produk (Guterres Riu et al. , 2. citra merek (Wadi et al. , 2. Terdapat juga Inovasi produk yang dapat ditemukan ada pada Mixue di Yogyakarta dimana faktor tersebut juga berperan penting pada konsumen dalam menentukan keputusan pembelian. Inovasi produk tentunya akan menciptakan alternatif pilihan serta meningkatkan manfaat atau nilai yang diterima oleh konsumen yang terdapat pada desain produk yang pada akhirnya akan meningkatkan suatu kualitas produk yang sesuai atau tepat seperti apa yang diharapkan oleh konsumen (Fadhilah et al. , 2. Selanjutnya Kualitas produk adalah totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang terdapat pada kemampuan guna untuk memuaskan kebutuhan yang ditanyakan atau tersirat (Fadhilah et al. , 2. Kualitas produk merupakan hal penting yang harus diusahakan oleh Mixue di Yogyakarta, dalam konteks ini maka Mixue memberikan perhatian lebihnya terhadap kualitas hidangan es krim dan boba yang diberikan kepada konsumen. Adanya hubungan timbal balik antara usaha tersebut dengan konsumen akan memberikan peluang untuk mengetahui dan memahami apa yang menjadi kebutuhan dan harapan yang ada pada persepsi 1158 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Citra merek adalah apa yang konsumen pikirkan dan rasakan ketika mendengar atau melihat nama suatu merek (Machfiroh, 2. Image konsumen yang positif terhadap suatu brand lebih memungkinkan konsumen untuk melakukan Brand yang lebih baik juga menjadi dasar untuk membangun citra perusahaan yang positif. Citra merek adalah penilaian konsumen terhadap merek tersebut dalam sebuah pasar. Penciptaan tersebut dapat tercipta berdasarkan pengalaman pribadi maupun mendengar reputasinya dari orang lain atau media (Fadhilah et al. , 2. Dari penelitian terdahulu masih adanya kesenjangan pengaruh inovasi produk terhadap keputusan pembelian (Moputi et al. , 2018. Fadhilah et al. , 2. menyatakan bahwa inovasi produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan Namun demikian penelitian yang lain (Rachman, 2021. Ernawati, 2019. Abdjul et al. , 2. menjelaskan bahwa inovasi produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Tujuan penelitian ini: Untuk mengetahui apakah inovasi produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Untuk mengetahui apakah kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian, untuk mengetahui apakah inovasi produk berpengaruh terhadap citra merek, untuk mengetahui apakah kualitas produk berpengaruh terhadap citra merek, untuk mengetahui apakah citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian, untuk mengetahui apakah inovasi produk, citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Untuk mengetahui apakah kualitas produk, citra merek, berpengaruh terhadap keputusan pembelian, untuk mengatasi kesenjangan penelitian terdahulu. METODE PENELITIAN Metode untuk studi ialah memakai metode kuantitatif. Dalam penelitian ini, untuk skala dari pengukuran akan variabel ialah memakai skala likert. Sampel untuk studi ini yaitu pelanggan Mixue di Yogyakarta. Untuk metode dari pengambilan sampel pada studi ini memakai metode non probability sampling. Serta untuk teknik dalam pengambilan sampel studi memakai Teknik purposive sampling. Dengan perolehan untuk total sampel sejumlah 108 sampel. Kemudian waktu pengambilan sampel pada bulan Mei 2023 di Mixue Yogyakarta. Metode untuk pengumpulan data dengan melakukan pemberian kuesioner yaitu dengan memberikan beberapa pertanyaan berbentuk google form kepada pelanggan Mixue di Yogyakarta. Teknik analisis data pada penelitian memakai Regresi linier berganda. Definisi Variabel dan Hipotesis Inovasi produk adalah salah satu faktor yang paling diandalkan oleh seorang pemasar dalam memasarkan suatu produk. Inovasi akan meningkatkan nilai tambah suatu produk dan menciptakan suatu produk baru yang dapat memberikan solusi yang lebih baik untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi konsumen (Arrias et al. , 2. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Fadhilah et al. , . Inovasi produk merupakan ide pada suatu produk yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai suatu produk baru. Lebih sederhananya inovasi produk dapat diartikan juga 1159 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. sebagai suatu terobosan yang berkesinambungan dengan suatu produk-produk Mengamati konsumen dengan memuaskan konsumennya dengan memberikan produk yang baru adalah salah satu faktor yang terdapat pada inovasi produk. Inovasi produk merupakan kemampuan menerapkan ide-ide baru . de kreati. terhadap peluang yang ada untuk memberikan nilai tambah atas sumber daya yang dimiliki (Bimrew Sendekie Belay, 2. Indikator inovasi produk: Kualitas produk, varian produk, gaya dan desain produk (Bimrew Sendekie Belay, 2. Hasil penelitian terdahulu bahwa inovasi produk terhadap keputusan pembelian berpengaruh yang signifikan (Fadhilah et al. , 2022. Agus et al. , 2021. Naksir et al. Namun pada penelitian lain mengatakan inovasi produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Widyantini & Soekanda, 2020. Rachman, 2. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu maka hipotesis penelitian ini H1: Inovasi produk tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Kemudian dari hasil penelitian terdahulu inovasi produk terhadap citra merek yang signifikan (Trimaryani et al. , 2019. Putra, 2. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu maka hipotesis penelitian ini H3 : Inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek. Kualitas adalah totalitas fitur dan karakteristik dari produk atau jasa yang berkemampuan untuk memuaskan kebutuhan konsumen (Kotler & Keller, 2. Semakin tinggi tingkat kualitas dari suatu produk, maka akan mengakibatkan tingginya tingkat kepuasan yang akan dirasakan oleh konsumen, dengan tingginya kepuasan yang dirasakan oleh konsumen maka konsumen akan merekomendasikan produk terhadap orang lain (Arifin & Rahman, 2. Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan fungsi-fungsinya yang meliputi daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan, operasi dan perbaikan serta atribut lainnya (Danilo Gomes de Arruda, 2. Indikator kualitas produk: Bentuk (For. Ciri-ciri produk (Feature. Kinerja (Performanc. Kesesuaian (Conformanc. Daya tahan (Durabilit. Keandalan (Reliabilit. Kemudahan perawatan (Repairbillit. Desain (Desig. (Jesslyn, 2. Hasil penelitian terdahulu bahwa kualitas produk terhadap keputusan pembelian berpengaruh yang signifikan (Fadhilah et al. , 2022, Lusia Tria Hatmanti Hutami, 2023. Elsa et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu maka hipotesis penelitian ini H2 : Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Kemudian dari hasil penelitian terdahulu kualitas produk terhadap citra merek yang signifikan (Gircela & Wati, 2020. Niluh Kurnia Dewi Pratami et al. , 2020,Mukhlish, 2. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu maka hipotesis penelitian ini H4 : Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek. Citra Merek adalah deskripsi asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu (Tjiptono. Fandy, 2. AuBrand image adalah seperangkat asosiasi unik yang ingin diciptakan atau dipelihara oleh pemasarAy(Setyawati, 2. AuBrand image atau citra merek merupakan serangkaian sifat tangible dan intangible seperti ide, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan dan fitur yang membuatnya menjadi unikAy (Ali Hasan, 2. Citra merek adalah penafsiran serta keyakinan yang dilakukan 1160 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. oleh konsumen kepada suatu produk tertentu, seperti ingatan yang ada dalam benak konsumen mengenai suatu produk. Namun, jika konsumen sebelumnya telah memiliki kepercayaan terhadap sebuah merek tertentu, maka akan memudahkannya pada saat akan melakukan pembelian (Andrian et al. , 2. Brand image atau citra merek menggambarkan sifat ekstrinsik produk atau jasa termasuk cara di mana merek memenuhi kebutuhan psikologis atau kebutuhan pelanggan (Kotler & Keller, 2. Indikator citra merek: Corporate Image . itra pembua. User Image . itra pemaka. Product Image . itra produ. (Setyawati, 2. Hasil penelitian terdahulu bahwa citra merek terhadap keputusan pembelian berpengaruh yang signifikan (Anam et al. , 2020. Fadhilah et al. , 2022. Wadi et al. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu maka hipotesis penelitian ini H5 : Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Keputusan pembelian adalah sebuah proses yang membuat konsumen untuk mengombinasikan pengetahuan guna memberikan perbandingan dua atau lebih produk untuk memilih satu di antaranya, penjelasan tersebut mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Setyawati, 2. Proses keputusan pembelian terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian (Wulandari. Keputusan pembelian merupakan serangkaian proses yang berawal dari konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi tentang produk atau merek tertentu dan mengevaluasi produk atau merek tersebut seberapa baik masingmasing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian serangkaian proses tersebut mengarah kepada keputusan pembelian (Danilo Gomes de Arruda, 2. Indikator keputusan pembelian: Kemantapan produk, kebiasaan membeli, rekomendasi dari orang lain, pembelian ulang (Kotler Phillp. , 2. Gambar 1. Kerangka pikir penelitian 1161 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Berdasarkan data yang diolah inovasi produk mempunyai mean nilai ratarata tertinggi 4. 30 dan mean terendah mempunyai nilai 4,12 sehingga dapat di simpulkan bahwa menurut pelanggan inovasi produk yang diberikan oleh Mixue sangat memuaskan. Sedangkan kualitas produk mempunyai mean nilai rata-rata 34 dan mean terendah mempunyai nilai 3,48. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelanggan puas dengan kualitas produk yang diberikan oleh Mixue. Citra merek mempunyai mean nilai rata-rata tertinggi 4. 45 dan mean terendah mempunyai nilai 3,08. Sehingga dapat disimpulkan bahwa menurut pelanggan Citra merek pada Mixue menarik. Keputusan pembelian mempunyai mean nilai rata-rata tertinggi 4. 28 dan mean terendah mempunyai nilai 3,80. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelanggan puas dan setuju untuk membeli kembali produk Mixue. Di bawah ini tabel karakteristik responden pada penelitian Mixue. Tabel 1. Karakteristik Responden Keterangan Frequency Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 13-17 tahun 18-35 tahun >35 tahun Pekerjaan Karyawan swasta Pegawai negri Pelajar/mahasiswa Wiraswasta Ibu rumah tangga Lainnya Pendidikan Smp Smk/sma Pendapatan Rp3. 000,00 Total Sumber: Data Primer, diolah 2023 Berdasarkan karakteristik responden jenis kelamin terlihat bahwa responden dengan jenis kelamin perempuan dominan dengan frekuensi sebanyak 70 responden . ,8%), kemudian berdasarkan usia yang paling dominan 18-35 tahun dengan frekuensi sebanyak 91 . ,3%), berdasarkan pekerjaan yang paling dominan adalah pelajar/mahasiswa dengan frekuensi sebanyak 56 . ,9%), berdasarkan pendidikan terlihat bahwa responden yang paling dominan adalah S1 dengan frekuensi sebanyak 63 . ,3%), berdasarkan pendapatan terlihat bahwa responden yang paling dominan adalah dengan pendapatan Rp. 000,00Rp. 500,000,00 dengan frekuensi sebanyak 27 . ,0%). Uji Validitas dan Reabilitas Tabel 2. Uji Validitas dan Reabilitas Variabel Inovasi Produk Kualitas Produk Keputusan Pembelian Pertanyaan 0,487 0,484 0,477 0,602 0,372 0,607 0,611 0,588 0,673 0,662 0,722 0,594 0,640 0,704 0,540 0,566 0,681 0,736 0,563 0,566 0,697 0,674 0,793 0,674 1163 | Volume 6 Nomor 3 2024 Koefisien r-tabel Keterangan CronbachAos Keterangan Alpha 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,780 Reliable 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,913 Reliable 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid 0,189 Valid Reliable 0,189 Valid Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Citra Merek 0,739 0,189 Valid 0,527 0,189 Valid 0,627 0,189 Valid 0,663 0,189 Valid 0,612 0,189 Valid 0,615 0,189 Valid 0,591 0,189 Valid 0,409 0,189 Valid 0,577 0,189 Valid 0,774 0,576 0,189 Valid 0,626 0,189 Valid 0,437 0,189 Valid Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 Reliable Hasil uji validitas yang telah dilakukan seperti tabel di atas diketahui semua butir pertanyaan memiliki r-hitung > r-tabel, maka semua butir pertanyaan pada penelitian ini dinyatakan valid. Tahap selanjutnya adalah uji reliabilitas. Hasil uji reliabilitas menunjukkan semua variabel dalam penelitian memiliki nilai koefisien CronbachAos Alpha > 0. 60, maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinieritas Tabel 3. Uji Multikolinieritas 1 Model Unstandardized Coefficients Std. Error 8,758 1,781 0,273 0,083 Coefficientsa Standardized Coefficients Beta Sig (Constan. 4,918 0,000 Inovasi 0,291 3,299 0,001 Produk Kualitas 0,146 0,027 0,479 5,327 0,000 Produk Dependent Variabel: Citra Merek Sumber : Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,650 1,539 0,650 1,539 Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai VIF inovasi produk (X. dan kualitas produk (X. terhadap citra merek (Z) sebesar 1,539 dan nilai toleransinya sebesar 0,650. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai tolerance > 0,10 serta VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas pada pengujian persamaan 1. 1164 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 4. Uji Multikolinieritas 2 Model Coefficientsa Standardized Coefficients Beta Unstandardized Coefficients Std. Error -5,559 2,629 0,189 0,116 0,109 Sig Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constan. -2,114 0,037 Inovasi 1,633 0,105 0,589 Produk Kualitas 0,354 0,041 0,616 8,612 0,000 0,511 Produk Citra Merek 0,415 0,130 0,224 3,197 0,002 0,532 Dependent Variabel: Keputusan Pembelian Sumber : Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 1,699 1,955 1,881 Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai VIF inovasi produk (X. terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,589 dan nilai toleransinya sebesar 1,699. Nilai VIF kualitas produk (X. terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,511 dan nilai toleransinya sebesar 1,955. Nilai VIF citra merek (Z) terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,532 dan nilai toleransinya sebesar 1,881. Hasil tersebut menunjukkan nilai tolerance > 0,10 serta VIF < 10 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas pada pengujian persamaan 2. Uji Normalitas Tabel 5. Hasil Uji Normalitas persamaan 1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parameters Most Extreme Differences Unstandardized Residual 0,0000000 1,89634462 0,097 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. 0,083 -0,097 0,097 0,014c 0,245d Sig 99% Confidence Interval Test Distribution is Normal. Calculated From Data 1165 | Volume 6 Nomor 3 2024 Lower Bound Upper Bound 0,234 0,256 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Sumber : Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 Tabel 6. Hasil Uji Normalitas persamaan 2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parameters Most Extreme Differences Unstandardized Residual 0,0000000 2,51194829 0,111 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. 0,101 -0,111 0,111 0,002c 0,128d Sig 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound 0,119 0,136 Test Distribution is Normal. Calculated From Data Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 Berdasarkan tabel 5 dan 6 dapat diketahui bahwa nilai Monte Carlo menunjukkan nilai sebesar 0,245 dan 0,128. Hasil tersebut menunjukkan jika nilai Monte Carlo > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua residual variabel yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal dan layak untuk dijadikan objek pengujian. Uji Heterokedastisitas Tabel 7 Hasil Uji Heterokedastisitas 1 Model 1 (Constan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std Eror Beta 2,045 1,195 Inovasi 0,030 0,056 0,065 Produk Kualitas -0,022 0,018 -0,142 Produk DependentVariable:Abs_Res1 Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 1166 | Volume 6 Nomor 3 2024 1,712 0,540 -1,181 Sig 0,09 0,59 0,24 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 8 Hasil Uji Heterokedastisitas 2 Model 1 (Constan. Inovasi Produk Kualitas Produk Citra Merek Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std Eror Beta 5,426 1,801 -0,083 0,079 -0,131 0,003 0,028 0,014 -0,069 0,089 -0,102 3,012 1,042 0,101 0,776 Sig 0,003 0,300 0,919 0,440 DependentVariable:Abs_Res2 Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 Berdasarkan tabel 7 dan 8 dapat diketahui bahwa seluruh variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak mengandung adanya heterokedastisitas. Analisa ada atau tidaknya masalah heteroskedastisitas juga dapat dilakukan dengan menggunakan scatterplot dimana jika titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y tanpa membentuk pola tertentu maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Regresi Linier Gambar 2. Uji Model Penelitian Sumber: Data primer diolah tahun 2023 1167 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 9. Hasil Uji Regresi Linear 1 Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std Beta Eror (Constan. 8,758 1,781 Inovasi Produk 0,189 0,083 0,291 Kualitas Produk 0,146 0,027 0,470 Dependent Variable: Citra Merek Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 Sig 4,918 3,299 5,327 0,000 0,001 0,000 Berdasarkan tabel 9 Nilai signifikan dari kedua variabel independen inovasi produk (X. adalah 0,001 dan kualitas produk (X. adalah 0,000 memiliki nilai signifikansi < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa regresi model 1 adalah variabel inovasi produk dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap citra Hasil persamaan Z =0,291X1 0,470X2 e. Variabel inovasi produk memiliki nilai sebesar 0,291 yang berarti bernilai positif terhadap citra merek, kemudian kualitas produk memiliki nilai sebesar 0,470 yang berarti bernilai positif terhadap citra merek. Dari hasil uji regresi bahwa kualitas produk paling dominan dalam mempengaruhi citra merek. Tabel 10. Hasil Uji Regresi Linear 2 Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std Beta Eror 1 (Constan. 2,629 -2,114 5,559 Inovasi Produk 0,189 0,116 0,109 1,633 Kualitas Produk 0,354 0,041 0,616 8,612 Citra Merek 0,415 0,130 0,224 3,197 Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 2023 Sig 0,037 0,105 0,000 0,002 Berdasarkan tabel 10 Nilai signifikan dari variabel independen kualitas produk (X. adalah 0,105, kualitas produk (X. adalah 0,000, dan citra merek (Z) adalah 0,002 memiliki nilai signifikansi < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa regresi model 2 adalah variabel, kualitas produk, dan citra merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun variabel inovasi produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil persamaan Y = 0,109X1 0,616X2 0,224Z e. Dari hasil uji regresi bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian yaitu kualitas produk. 1168 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Hipotesis Uji t Berdasarkan dari hasil uji hipotesis dapat diketahui bahwa inovasi produk dan kualitas produk secara parsial memiliki pengaruh terhadap citra merek pada Mixue di Yogyakarta. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis dapat diketahui bahwa variabel kualitas produk dan citra merek secara parsial memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian pada Mixue di Yogyakarta. Sedangkan variabel inovasi produk secara langsung tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian pada Mixue di Yogyakarta. Uji F Tabel 11. Hasil Uji F Persamaan 1 Anovaa Mean Square Model Sum Of Squares Regression 338,844 169,422 Residual 384,785 3,665 Total 723,630 Dependent Variabel: Citra Merek Predictors (Constan. Kualitas Produk. Inovasi Produk Sumber: Data primer diolah tahun 2023 Sig. 46,232 ,000b Tabel 12. Hasil Uji F Persamaan 2 Model Anovaa Mean Square Sum Of Sig. Squares Regression 1802,500 600,833 92,551 ,000b Residual 675,158 6,492 Total 2477,657 Dependent Variabel: Keputusan Pembelian Predictors (Constan. Citra Merek. Inovasi Produk. Kualitas Produk Sumber: Data primer diolah tahun 2023 Dari hasil uji F persamaan 1 pada tabel 11 diperoleh F-hitung sebesar 46,232 dan probabilitas sebesar 0,000. Karena sig Fhitung < 5% . ,000 < 0,. , dapat disimpulkan bahwa inovasi produk dan kualitas produk secara simultan berpengaruh terhadap citra merek. Dari hasil uji F persamaan 2 pada tabel 12 diperoleh F-hitung sebesar 92,551 dan probabilitas sebesar 0,000. Karena sig Fhitung < 5% . ,000 < 0,. , dapat disimpulkan bahwa inovasi produk, kualitas produk dan citra merek secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. 1169 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Determinasi (R. Tabel 13 Koefisien Determinasi Jalur 1 Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,684 ,468 ,458 1,914 Predictors : (Constan. Kualitas Produk. Inovasi Produk Dependent Variabel : Citra Merek Sumber : Data primer diolah tahun 2023 Berdasarkan tabel 13 dapat dilihat bahwa nilai R square sebesar 0,468 hal ini berarti 46,8% variabel citra merek dipengaruhi oleh variabel inovasi produk dan kualitas produk, sedangkan sisanya 53,2% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Tabel 14 Koefisien Determinasi Jalur 1 Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate 0,853 0,728 0,720 2,548 Predictors : (Constan. Citra Merek. Inovasi Produk. Kualitas Produk Dependent Variabel : Keputusan Pembelian Sumber : Data primer diolah tahun 2023 Berdasarkan tabel 14 dapat dilihat bahwa nilai R square sebesar 0,728 hal ini berarti 72,8% variabel keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel inovasi produk, kualitas produk, dan citra merek Sedangkan sisanya 27,2% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Uji Sobel Hasil uji sobel inovasi produk terhadap keputusan pembelian melalui citra merek sebagai variabel intervening, hasil uji sobel kualitas produk terhadap keputusan pembelian melalui citra merek sebagai variabel intervening. 1170 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Gambar 3 Uji Sobel 1 dan 2 Berdasarkan hasil uji sobel test menunjukkan bahwa citra merek mampu memediasi hubungan antara variabel inovasi produk dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Pengaruh Inovasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian Hasil analisis uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS menunjukkan bahwa variabel inovasi produk tidak berpengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian dibuktikan dari hasil regresi dengan nilai sig 0,105 > 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hipotesis H1 ditolak. Dari hasil uji deskriptif desain produk Mixue inovatif mempunyai nilai terendah 4,12 yang berarti masih ada sebagian responden tidak setuju kalau desain produk Mixue inovatif. Kemudian dari hasil uji deskriptif penyajian produk Mixue mempunyai nilai tertinggi 4,30 yang berarti sebagian besar responden setuju kalau penyajian tiap produk Mixue berbeda-beda. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu (Fadhilah et al. , 2022. Agus et al. , 2021,Naksir et al. , 2. yang menunjukkan bahwa variabel inovasi produk terhadap keputusan pembelian berpengaruh positif signifikan. Namun penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Widyantini & Soekanda, 2020,Rachman, 2. yang menunjukkan bahwa variabel inovasi produk terhadap keputusan pembelian tidak berpengaruh positif signifikan. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS menunjukkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Terbukti dari hasil regresi dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hipotesis H2 diterima. Dari hasil uji deskriptif produk Mixue tidak mudah cair mempunyai nilai terendah 3,48 yang berarti masih ada sebagian responden tidak setuju kalau produk es krim Mixue tidak mudah cair. Kemudian dari hasil uji deskriptif produk Mixue yang diterima konsumen sesuai pesanan mempunyai nilai tertinggi 4,34. Hal ini berarti dengan semakin meningkatnya kualitas produk sebagai strategi dalam memasarkan produk maka akan meningkatkan keputusan pembelian 1171 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. produk Mixue di Kota Yogyakarta. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Fadhilah et al. , 2022. Lusia Tria Hatmanti Hutami, 2023. Elsa et al. , 2. yang menunjukkan bahwa Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian produk minuman Fresh Tea. Pengaruh Inovasi Produk Terhadap Citra Merek Hasil analisis uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS menunjukkan bahwa variabel inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek Terbukti dari hasil regresi dengan nilai sig 0,001 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Dari hasil uji deskriptif desain produk Mixue inovatif mempunyai nilai terendah 4,12 yang berarti masih ada sebagian responden tidak setuju kalau desain produk Mixue inovatif. Kemudian dari hasil uji deskriptif penyajian produk Mixue mempunyai nilai tertinggi 4,30 yang berarti sebagian besar responden setuju kalau penyajian tiap produk Mixue berbeda-beda. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Trimaryani et al. , 2019, Putra, 2021. Enggar Bangkit Laksono, 2. yang menyatakan bahwa inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, hal ini di buktikan bahwa semakin baik inovasi produk, semakin tinggi citra merek yang diberikan. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Citra Merek Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS menunjukkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek Terbukti dari hasil regresi dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Dari hasil uji deskriptif produk Mixue tidak mudah cair mempunyai nilai terendah 3,48 yang berarti masih ada sebagian responden tidak setuju kalau produk es krim Mixue tidak mudah cair. Kemudian dari hasil uji deskriptif produk Mixue yang diterima konsumen sesuai pesanan mempunyai nilai tertinggi 4,34 yang berarti sebagian besar responden setuju kalau produk Mixue yang diterima konsumen sesuai pesanan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Gircela & Wati, 2020. Niluh Kurnia Dewi Pratami et al. , 2020. Mukhlish, 2. yang menujukan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek. Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Hasil analisis uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS menunjukkan bahwa variabel citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Terbukti dari hasil regresi dengan nilai sig 0,002 < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Dari hasil uji deskriptif mempertimbangkan pengalaman penggunaan produk Mixue mempunyai nilai terendah 4,08 yang berarti masih ada sebagian responden tidak setuju kalau mempertimbangkan pengalaman penggunaan produk Mixue. Kemudian dari hasil uji deskriptif jaringan distribusi produk Mixue mempunyai nilai tertinggi 4,45 yang berarti sebagian besar responden setuju kalau jaringan distribusi produk Mixue 1172 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. sangat luas. Berdasarkan hasil statistik deskriptif dari kuesioner bahwa skor terkecil menunjukkan nilai 4,08. Sehingga dengan demikian pengelola Mixue dapat memperkuat citra merek yang akan ditawarkan kepada konsumen. Dengan adanya citra merek dapat mempengaruhi sikap, perilaku, dan keyakinan konsumen, dimana mempertimbangkan sesuatu yang dianggap penting pada citra merek, citra merek baik di benak para konsumen, akan menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik keputusan pembelian (Oktavenia & Ardani, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Anam et al. , 2020. Fadhilah et al. , 2020, dan Wadi et al. , 2021. Nadiya & Wahyuningsih, 2. yang menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengaruh Inovasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian melalui Citra Merek sebagai Variabel Intervening Hasil yang diperoleh dalam uji intervening inovasi produk terhadap keputusan pembelian melalui citra merek sebagai variabel intervening. Dari hasil perhitungan test sobel di atas mendapatkan nilai one tailed probability 0,00000065 dengan tingkat signifikan 5% dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,00000065 < 0,5 jadi dapat dikatakan bahwa citra merek mampu memediasi inovasi produk terhadap keputusan pembelian secara full mediation effect. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi produk ketika diterapkan akan mempengaruhi keputusan pembelian dengan intervening citra merek. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian melalui Citra Merek sebagai Variabel Intervening Hasil yang diperoleh dalam uji intervening kualitas produk terhadap keputusan pembelian melalui citra merek sebagai variabel intervening. Dari hasil perhitungan test sobel di atas mendapatkan nilai one tailed probability 0,00010075 dengan tingkat signifikan 5% dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa 0,00010075 < 0,5 jadi dapat dikatakan bahwa citra merek mampu memediasi kualitas produk terhadap keputusan pembelian secara partial mediation effect. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk ketika diterapkan akan mempengaruhi keputusan pembelian dengan intervening citra merek. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Variabel inovasi produk memiliki nilai sig 0,001 artinya lebih kecil dari 0,05, sehingga variabel ini berpengaruh secara signifikan terhadap citra merek. Variabel kualitas produk memiliki nilai sig 0,000 artinya lebih kecil dari 0,05, sehingga variabel ini berpengaruh secara signifikan terhadap citra merek. Variabel inovasi produk memiliki nilai sig 0,105 artinya lebih besar dari 0,05, sehingga variabel ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel kualitas produk memiliki nilai sig 0,000 artinya lebih kecil dari 0,05, sehingga variabel ini berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel 1173 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1157-1177 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. citra merek memiliki nilai sig 0,002 artinya lebih kecil dari 0,05, sehingga variabel ini berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Dari uji sobel variabel inovasi produk mendapatkan nilai one tailed probability 0,00000065 artinya lebih kecil dari 0,05, sehingga variabel ini berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian melalui citra merek. Dari uji sobel variabel kualitas produk mendapatkan nilai one tailed probability 0,00010075 artinya lebih kecil dari 0,05, sehingga variabel ini berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian melalui citra merek. Variabel paling dominan terhadap keputusan pembelian adalah kualitas produk di buktikan dari nilai rata-rata 4,34. Saran Berkaitan dengan faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian adalah kualitas produk untuk itu perusahaan Mixue perlu mempertahankan kualitas produk. Pada variabel inovasi produk pada desain produk perlu di desain secara inovatif, untuk meningkatkan citra merek perlu dilakukan pemasaran digital. Untuk penelitian selanjutnya, hendaknya dapat memperluas sampel penelitian dan menambah indikator serta variabel independen baru untuk mengetahui secara luas apakah ada pengaruh dari variabel lain terhadap keputusan pembelian konsumen Mixue. Misalnya variabel independent green produk, gaya hidup, perilaku konsumen ramah lingkungan, dan word of mouth marketing dan lain sebagainya. DAFTAR PUSTAKA