VOLUME 26 NO 1 MEI 2025 ISSN CETAK 1412-6877 ISSN ONLINE 2528-0538 ANALISIS RASIO SOLVABILITAS PADA PT SMARTFREN TELECOM Tbk Oleh : Purwanti Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Email : Purwantismart2000@gmail. ============================================================== ABSTRACT The background of this study is to determine the level of solvency at the company PT Smartfren Telecome Tbk. That is by calculating the value of the Dept To Asset Ratio (DtAR) and the value of the Debt To Equity Ratio (DER) from 2018 to 2020. This study uses a descriptive quantitative research method. Descriptive quantitative research itself is research that aims to describe, analyze, and interpret the conditions that occur in order to see, express or describe precisely the things that are currently being faced by the company to assess the financial performance of the company. This research was carried out in stages starting with looking for financial report data at w. introduction, library collection, improvements and data management. Based on the results of the financial analysis of PT Smartfren Telecome Tbk, the following results were obtained: the 2018 DtAR value was 50. 63%, the 2019 DtAR value 94% and the 2020 DtAR value was 68. While the DER value in 2018 is 55%, the DER value in 2019 is 117. 11% and the DER value in 2020 is 212. From the results of financial analysis using DtAR and DER, it is found that this company is not good because the value of the two ratios is above the industry standard. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------Keyword : solvency. Debt to Asset Ratio and Debt to Equity Ratio ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat solvabilitas pada perusahaan PT Smartfren Telecome Tbk. Yaitu dengan menghitung nilai Dept To Asset Ratio (DtAR) dan nilai Debt To Equity Ratio (DER) tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif deskriptif sendiri merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, menganalisis, dan menginterpretasikan kondisi yang terjadi guna melihat, mengungkapkan atau menggambarkan secara tepat hal-hal yang sedang dihadapi oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini dilakukan secara bertahap dimulai dengan mencari data laporan keuangan di w. id, pendahuluan, pengumpulan pustaka, penyempurnaan dan pengelolaan data. Berdasarkan hasil analisis keuangan PT Smartfren Telecome Tbk diperoleh hasil sebagai berikut: nilai DtAR tahun 2018 sebesar 50,63%, nilai DtAR tahun 2019 sebesar 53,94% dan nilai DtAR tahun 2020 sebesar 68,03%. Sedangkan nilai DER tahun 2018 sebesar 102,55%, nilai DER tahun 2019 sebesar 117,11% dan nilai DER tahun 2020 sebesar 212,83%. Dari hasil analisis keuangan dengan VOLUME 26 NO 1 MEI 2025 ISSN CETAK 1412-6877 ISSN ONLINE 2528-0538 menggunakan DtAR dan DER diperoleh bahwa perusahaan ini kurang baik karena nilai kedua rasio tersebut berada di atas standar industri. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------Kata kunci : Solvabilitas. Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio PENDAHULUAN Perusahaan kondisi keuangannya sehat apa bila hasil analisis keuangannya sesuai dengan standar industri yang ada. Kondisi keuangan perusahaan yang baik akan menjadi kekuatan untuk bertahan dan Dengan keuangan perusahaan, maka akan dapat dilihat kondisi keuangan dari tahun sebelumnya dengan tahun sekarang apakah perusahaan tersebut meningkat mempertimbangkan keputusan yang akan diambil di tahun yang akan datang sesuai dengan kinerja perusahaannya. Dengan menggunakan metode rasio dapat perusahaan untuk saat ini atau untuk masa yang akan datang. Salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan adalah rasio solvabilitas. Rasio solvabilitas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuannya untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka panjang maupun jangka pendek jika perusahaan dibubarkan/ dilikuidasi. Solvabilitas perusahaan dapat diukur dengan cara membandingkan jumlah aktiva . otal asse. dengan jumlah hutang . angka pendek ataupun jangka panjan. solvabilitas yang tinggi memiliki resiko resiko kerugian yang lebih besar dibandngkan dengan perusahaan dengan memiliki rasio solvabilitas yang rendah. METODOLOGI PENELITIAN menganalisis, serta menginterprestasikan kondisi-kondisi yang terjadi untuk menggambarkan secara tepat hal-hal yang perusahaan untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap diawali dengan mencari data laporan keuangan di pengumpulan kepustakaan, perbaikanperbaikan dan pengelolaan data. Populasi obyek/subyek mempunyai kualitas dan karakterisitik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Smartfren Telecom Tbk. Data yang diambil oleh penulis adalah data sekunder, karena tidak secara langsung mengambil data ke lapangan. Data sekunder adalah data yang didapat dengan mengambil data dari pihak kedua, yaitu dengan membaca dan mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan penulisan ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik studi pustaka yaitu : metode pengumpulan data yang diambil dari literatur-literatur hasil penelitian, buku-buku serta laporanlaporan yang berhubungan dengan objek Serta studi lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) berupa laporan keuangan periode tahun 2018 sd 2020. Tehnik analisisnya menggunakan Rasio Solvabilitas dan membandingkan tahun dari tahun 2018 sampai tahun 2020. Penelitian ini tergolong kuantitatif Penelitian kuantitatif deskriptif sendiri merupakan penelitian yang VOLUME 26 NO 1 MEI 2025 ISSN CETAK 1412-6877 ISSN ONLINE 2528-0538 = 102,55 % HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil laporan keuangan di PT Smart Fren Telecome Tbk pada tahun 2018 Ae 2020 yang telah penulis dapatkan dari laporan keuangan dari Bursa Efek Indonesia, maka dapat dijadikan alat untuk menganalisis apakah tingkat solvabilitas perusahaan tersebut sudah baik atau belum. Berikut data keuangan PT. Smart Fren Telecome Tbk. Tabel 2. Data Keuangan PT. Smartfren Telecome Tbk. Tahun 20182020 ( Dalam Jutaan Rupia. Tahun Aktiva Hutang Modal Sumber : Laporan Keuangan Pt Smartfren Telecome Tbk. Analisis rasio solvabilitas tersebut adalah sebagai Tahun 2019 = 14. 975 x 100% = 1,1711351258 x 100% = 117,11 % Tahun 2020 = 26. 344 x 100% = 2,1282944140 x 100% = 212,83 % Tabel Hasil Analisis Tingkat Solvabilitas PT. Smartfren Telecome Tbk. Tahun 2018-2020 Ketera Rata -rata Stan Indu Debt to 50,6 53,9 68,0 57,5 Asset Ratio Debt to 102, 117, 212, 144, 95% Equity 55% 11% 83% 16% Ratio Sumber: Hasil Analisis Laporan Keuangan PT. Smartfren Telecome Tbk. Debt to Asset Ratio = ycNycuycycayco yaycycycaycuyciX 100% ycNycuycycayco yaycoycycnycyca Tahun 2018 = 12. 589 x 100% = 0,5062978524 x 100% = 50,63 % Tahun 2019 = 14. 975 x 100% = 0,5394114210 x 100% = 53,94 % Tahun 2020 = 26. 344 x 100% = 0,6803369927 x 100% = 68,03 % Debt to Equity Ratio = ycNycuycycayco yaycycycaycuyci x100% ycAycuyccycayco Tahun 2018 = 12. 589 x100% = 1,0255128432 x 100% Berdasarkan hasil perhitungan rasio keuangan di atas dapat disimpulkan Debt to Asset Rasio (DtAR) Berdasarkan perhitungan di atas pada tahun 2018 nilai DtAR PT. Smartfren Telecome Tbk 50,63%. Nilai ini artinya kurang baik/ tidak liquid karena perusahaan dibiayai dengan hutang yang melebihi standar industri. Hal ini 50,63% perusahaan ini dibiayai oleh hutang sedangkan didanai oleh aset sebesar 49,37%. Secara teoritis, perusahaan tidak mampu menutupi hutangnya dengan aktiva yang dimiliki jika perusahaan Jadi semakin tinggi nilai dari DtAR maka mengakibatkan perusahaan akan semakin sulit untuk memperoleh tambahan pinjaman karena perusahaan dikhawatirkan tidak mampu menutupi hutang dengan aset yang dimilikinya. VOLUME 26 NO 1 MEI 2025 Rasio ini menunjukan sejauh mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva. Semakin kecil rasionya semakin aman . Demikian juga nilai DtAR tahun 2019 sebesar 53,94%. Nilai ini artinya kurang baik/tidak lliquid, karena perusahaan dibiayai dengan hutang yang melebihi standar industri. Hal ini 53,94% perusahaan ini dibiayai oleh hutang sedangkan didanai oleh aset sebesar 46,06%. Nilai DtAR tahun 2020 adalah 68,03%. Nilai ini artinya kurang baik/ tidak liquid, karena perusahaan dibiayai dengan hutang yang melebihi dari nilai standar industri. Hal ini menunjukkan 68,03% pendanaan perusahaan ini dibiayai oleh hutang sedangkan didanai oleh aset sebesar 31,97%. Dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami kenaikan 3,31% pendanaan perusahaan dibiayai oleh hutang. Dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 14,09% pendanaan perusahaan dibiayai oleh hutang. Dengan demikian dapat dilihat solvabilitas perusahaan selama 3 tahun yang ditinjau dari DtAR dapat dinyatakan bahwa total aset yang dimiliki perusahaan belum solvable dalam memenuhi hutanghutangnya. Debt to Equity Ratio (DER) Berdasarkan perhitungan diatas nilai DER perusahaan PT Smartfren Telecome tahun 2018 adalah sebesar 102,55%. Nilai menunjukkan berada di atas nilai standar industri. Ini berarti bahwa perusahaan dibiayai oleh hutang 102,55%. Nilai DER perusahaan kurang baik/tidak liquid. Artinya perusahaan mempunyai hutang sebanyak 1,02 kali total modal . ,02:. Kondisi ini dilihat dari sisi kreditur kurang menguntungkan, karena semakin besar rasio ini akan semakin pula besar resiko ISSN CETAK 1412-6877 ISSN ONLINE 2528-0538 yang ditanggung jika terjadi kegagalan. Semakin kecil rasio, maka semakin besar tingkat pendanaan yang disediakan Nilai DER tahun 2019 adalah sebesar 117,11%. Nilai ini menunjukkan berada di atas nilai standar industri. Ini berarti bahwa perusahaan dibiayai oleh hutang sebanyak 117,11%. Artinya perusahaan mempunyai hutang sebanyak 1,17 kali total modal . ,17:. Nilai DER tahun 2020 adalah sebesar 212,83%. Nilai ini menunjukkan berada di atas nilai standar industry. Ini berarti bahwa perusahaan dibiayai oleh hutang sebanyak 212,83%. Artinya peusahaan mempunyai hutang sebanyak 2,12 kali total modal . ,12:. Nilai DER dari tahun 2018-2019 mengalami kenaikan sebesar 14,56%, sedangkan dari tahun 2019 -2020 mengalami kenaikan sebesar 95,72%. Dengan demikian dapat dilihat solvabilitas perusahaan tahun 2018-2020 ditinjau dari DER dapat dinyatakan bahwa modal sendiri yang dimiliki perusahaan belum solvable dalam memenuhi hutang jangka panjangnya. PENUTUP Kesimpulan Debt to Asset Rasio (DtAR) Nilai DtAR tahun 2018 sebesar 50,63 %, tahun 2019 sebesar 53,94% , tahun 2020 sebesar 68,03%. Nilai ini artinya kurang baik/ tidak liquid karena perusahaan dibiayai dengan hutang yang melebihi standar industri sebeasr Dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami kenaikan nilai DtAR 3,31% pendanaan perusahaan dibiayai oleh Dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 14,09% pendanaan perusahaan dibiayai oleh Jadi semakin tinggi nilai dari DtAR perusahaan akan semakin sulit untuk memperoleh tambahan pinjaman VOLUME 26 NO 1 MEI 2025 karena perusahaan dikhawatirkan tidak mampu menutupi hutang dengan aset yang dimilikinya. Dengan demikian dapat dilihat solvabilitas perusahaan selama 3 tahun yang ditinjau dari DtAR dapat dinyatakan bahwa total aset yang dimiliki perusahaan belum solvable dalam memenuhi hutang- hutangnya. Debt to Equity Ratio (DER) Nilai DER tahun 2018 adalah sebesar 102,55%. Nilai DER tahun 2019 adalah sebesar 117,11% dan nilai DER tahun 2020 adalah sebesar 212,83%. Nilai DER dari tahun 2018-2020 kurang baik/ tidak liquid. Nilai ini menunjukkan kondisi berada di atas nilai standar industri 90%. Nilai DER dari tahun 2018-2019 mengalami kenaikan sebesar 14,56%, sedangkan dari tahun 2019 -2020 mengalami kenaikan sebesar 95,72%. Dengan demikian dapat dilihat solvabilitas perusahaan tahun 2018-2020 ditinjau dari DER dapat dinyatakan bahwa perusahaan belum solvable dalam memenuhi hutang jangka panjangnya. Kondisi ini dilihat dari sisi kreditur semakin besar rasio ini akan semakin pula besar resiko yang ditanggung jika terjadi kegagalan. Semakin kecil rasio, maka semakin besar tingkat pendanaan yang disediakan pemilik. Saran Untuk meningkatkan rasio solvabilitas, perusahaan Perusahaan PT Smartfren Telecome Tbk sebaiknya mengurangi jumlah hutang jangka pendek maupun meningkatkan asset perusahaan agar perusahaan tidak akan mengalami kebangkrutan atau kesulitan dalam membayar hutang/liabilitasnya. Perusahaan PT Smartfren Telecome Tbk sebaiknya dapat mengurangi modal dari pinjaman dan lebih ISSN CETAK 1412-6877 ISSN ONLINE 2528-0538 meningkatkan dalam penambahan modal sendiri agar resiko yang dihadapi perusahaan tidak terlalu besar sehingga biaya bunga yang ditanggung perusahaan juga tidak terlalu besar. Selain kepercayaan dari investor untuk kembali menanamkan modalnya jika nilai kewajiban . perusahaan DAFTAR PUSTAKA