Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 64 - 71 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PROGRAM DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SISTEM MANAJEMEN BERBASIS ANDROID Kunto Andhito, Wahyu Lestari, Deni Setiawan Program Pascasarjana, Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Universitas Negeri Semarang andhitokunto@gmail.com INFO ARTIKEL Riwayat Artikel : Diterima : Disetujui : Kata Kunci : Pengembangan instrumen, instrumen evaluasi. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi, mendeskripsikan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Sistem Manajemen Keselamatan (DPMSMK), Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan cara mengumpulkan data dengan wawancara, kunjungsn lokasi, mempelajari dokument, dan mempelajari pustaka,(Yumaroh, Wahyu Lestari, 2014). Penelitian memperorleh data uji validitas item soal dan uji reliabilitas instrumen evaluasi pada prosedur pengujian instrumen evaluasi yang sudah memenuhi kriteria ciri tes yang baik. Program Diklat yang dinamis membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan evaluasi, namun dengan inovatif teknologi menggunakan pengembangan instrumen evaluasi program Diklat berbasis online seluruh pertanyaan yang sering muncul pada saat berakhirnya program Diklat dapat dijawab dan faktor penghambat berubah menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan evaluasi program Diklat. ARTICLE INFO ABSTRACT Article History : Received : date of received article Accepted : date of accepted article The research aims to obtain information, describe the Education and Training of Community Empowerment of Safety Management Systems (ETCESMS), Researchers use qualitative methods by collecting data by interviewing, site visits, studying documents, and studying literature, (Yumaroh, Wahyu Lestari, 2014). The study obtained data on the validity of the item test items and the reliability test of the evaluation instrument on the evaluation instrument testing procedure that already met the criteria for a good test characteristic. Dynamic education and training programs take a long time to evaluate, but with innovative technology using the development of online-based education and training program evaluation instruments all questions that often arise at the end of the education and training program can be answered and the inhibiting factors turn into supporting factors in the implementation of the education and training program evaluation. Keywords: Instrument development, evaluation instrument 64 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 112 - 119 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 1. PENDAHULUAN Program DPMSMK diselenggarakan berdasarkan “Instruksi Presiden No. 9 Th, 2016 Tentang untuk peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia khususnya pada sekolah menengah kejuruan, tujuan membentuk sumberdaya manusia yang kompeten dalam melaksanakan proses penyusunan dokumen Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan dan pemeriksaaan dokumen system manajemen keselamatan pada pelaksaan audit internal perusahaan. Pembelajaran menggunakan Metode teori dan simulasi di kelas serta praktek lapangan. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), dan secara sederhana Diklat dapat didefinisikan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan (Knowledge), ketrampilan (Skills) dan sikap (Attitude) atau disingkat dengan istilah KSA atau sering juga disebut kompetensi. Dari definisi tersebut maka tujuan dari diselenggarakannya program Diklat adalah untuk meningkatkan kompetensi/KSA dari peserta Diklat, yang pada akhirnya dapat dipergunakan oleh peserta pelatihan tersebut dalam pelaksanaan pekerjaannya sehari-hari, dengan harapan pelaksanaan tugas dari instansi tempat peserta Diklat tersebut dapat lebih meningkat dan optimal(Fadlin Amalia et al., 2017). Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa tujuan program Diklat untuk meningkatkan kompetensi, untuk mencapai tingkat kompetensi tertentu yang dipersyaratkan, atau untuk menutup kesenjangan kompetensi antara yang dimiliki saat ini dengan kompetensi yang dituntut untuk mampu melaksanakan tugas pekerjaan secara efektif. Dari pemahaman terhadap pendidikan dan pelatihan serta tujuan dari pendidikan dan pelatihan, maka menjadi penting untuk mengetahui apakah tujuan program pelatihan telah tercapai? Bagaimana dampak atau pengaruh pelatihan terhadap peningkatan kompetensi pegawai setelah mengikuti program diklat. Kegiatan untuk mengetahui apakah tujuan diklat telah tercapai atau bagaimana pengaruh program pelatihan terhadap perubahan KSA peserta diklat dikenal dengan istilah evaluasi diklat. Proses evaluasi diklat dapat dilakukan sejak awal perencanaan program diklat, pada saat pelaksanaan diklat berlangsung, setelah selesai seluruh program diklat, atau setelah jangka waktu tertentu sejak peserta kembali ketempat tugas masing- masing. Ruang lingkup Dalam konteks evaluasi di lingkungan diklat, terdapat tiga istilah yang memiliki arti berbeda karena tingkat penggunaan yang berbeda, yaitu istilah pengukuran (measurement), penilaian (evaluation) dan pengambilan keputusan (decision making). Ketiga istilah ini berkaitan erat dan merupakan suatu rangkaian aktivitas dalam evaluasi dalam dunia kediklatan. Pengukuran adalah suatu prosedur untuk mendapatkan informasi atau data secara kuantitatif, dengan pemberian angka kepada suatu sifat atau karakteristik tertentu kepada seseorang berdasarkan aturan tertentu. Hasil pengukuran berupa data kuantitatif dalam bentuk angka- angka (skor). Oleh karena itu, dalam pengukuran dibutuhkan adanya alat ukur (instrumen) yang digunakan untuk mengumpulkan data. Sifat dari pengukuran adalah obyektif. Pengukuran tidak membuahkan nilai atau baik buruknya sesuatu, tetapi hasil pengukuran dapat dipakai untuk penilaian atau evaluasi. Penilaian adalah kegiatan untuk mengetahui apakah suatu program telah berhasil dan efisien. Penilaian bersifat kualitatif untuk menentukan apakah sesuatu (seseorang) tergolong kategori baik atau kurang, tepat atau tidak tepat, dan kualitas lainnya. Penilaian pada dasarnya adalah pemberian pertimbangan (judgement) terhadap skor atau angka-angka yang diperoleh melalui pengukuran(Arikunto, Suharsimi, 2006). Dengan demikian dalam pertimbangan memuat faktor-faktor yang bersifat subyektif dalam kadar tertentu (relatif). Pengambilan keputusan (kebijakan) adalah tindakan yang diambil oleh seseorang atau lembaga berdasarkan data (informasi) yang telah diperoleh dengan memasukkan berbagai pertimbangan. Proses evaluasi program diklat tidak dapat berdiri sendiri sendiri, proses evaluasi diklat merupakan sebuah proses yang berkesinambungan mulai dari perencanaan diklat(penyusunan kurikulum), Persiapan diklat – menetapkan peserta, jadwal fasilitas, 65 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 64 - 71 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 widyaiswara serta alat bantu pembelajaran lainnya, pada saat pelaksanaan dan penyelenggaraan diklat, sampai kepada kegiatan evaluasi diklat itu sendiri (Sugiyono, 2013). Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa proses evaluasi diklat baru akan berhasil, jika proses diklat secara keseluruhan berjalan dengan baik, mulai dari tahap awal sampai dengan berakhirnya proses kegiatan belajar mengajar, dan terdapat lingkungan yang kondusif untuk mengimplementasikan hasil kegiatan diklat dalam pekerjaan sehari-hari Sasaran evaluasi program diklat yaitu mencakup peserta, program penggunaan personil, organisasi penyelenggara, sarana dan prasarana, biaya tamatan, partisipasi pelanggan dan masayarakat(Soebagio Atmodiwirio, 2005). Evaluasi terhadap peserta dilaksanakan selama mengikuti diklat dalam bidang akademiknya yang meliputi kegiatan-kegiatan selama dalam kelas ( proses belajar-mengajar di kelas), diskusi, seminar, praktek kerja lapangan, penulisan kertas kerja(Arikunto, Suharsimi, 2006). Di samping aspek akademik dievaluasi juga aspek sikap peserta. Aspek akademik (penguasaan materi) Menurut (Hasan Basri et al., 2015)aspek akademik (penguasaan materi) aspek yang dinilai meliputi: Pemahaman materi, Komunikasi lisan, Penganalisaan teoritis dan pemecahan masalah, Komunikasi tertulis. Praktek evaluasi dapat dikategorikan dalam: Ujian, terdiri dari ujiam kognitif dan ujian komprehensif, Penulisan kertas kerja, aspek yang dinilai adalah penguasaan materi, analisis, dan teknik penulisan. Aspek sikap dan perilaku Menurut Soebagio Atmodiwirio (2005) aspek sikap dan perilaku yang dinilai meliputi: Disiplin. Disiplin, adalah ketaatan dan kepatuhan peserta tehadap seluruh ketentuan yang ditetapkan. Indikatornya adalah: Kehadiran, Ketepatan hadir di kelas, Ketepatan penyelesaian tugas-tugas, Berpakaian rapi sesuai dengan ketentuan yang ditentukan. Kepemimpinan, kemampuan memotivasi dan menggerakan peserta lainnya meyakinkan orang lain, mempertahankan pendapat, dan mengatasi ketegangan yang mungkin ada indikatornya adalah: Obyektif dan tegas dalam mengambil keputusan, Membela kepentingan bersama sesuai dengan ketentuan dan berlaku, Bertanggung jawab, Memberi contoh yang dapat diteladani seperti sabar, komunikatif, ksatria, adil, jujur, tekun, tegas dan sosial. Kerjasama, adalah kemampuan untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama indikatornya adalah: Menyelesaikan tugas bersama dengan orang lain melalui musyawarah dan mufakat, Membinan keutuhan dan kelompok dan kekompakan kelompok, Tidak mendikte atau mendominasi kelompok, Mau menerima pendapat orang lain. Prakarsa, kemampuan untuk mengajukan gagasabn yang bermanfaat bagi kepentingan kelompok atau kepentingan yang lebih luas. Indikatornya adalah: Berperilaku positif untuk kelancaran diklat atau membuat situasi diklat lebih menggairahkan, Mampu mengajukan saran-saran yang nyata baik yang menyangkut materi diklat maupun yang menyangkut kelancaran pelaksanaan diklat, Dapat menyampaikan gagasan baru yang bermanfaat, Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dan tidak bersifat menguji atau memojokan orang lain, Dapat mengendalikan diri sesuai dengan waktu, situasi dan lingkungan. Dasar untuk penyusunan program tindak lanjut adalah evaluasi program yang sudah ada terlaksana, supaya terlihat kesesuaiannya baik terhadap pencapaian kompetensi siswa. Faktor siswa diklat harus diperhatikan dan faktor lainnya seperti efektivitas pelaksanaan program diantaranya adalah pemateri, kurikulum, sarana, prasarana, kegiatan pembelajaran dikelas, kegiatan praktik epiris, hubungan SDM auditor dari dinas pemerintah terkait dan perusahaan serta faktor lainnya(Pratama et al., 2020). Evaluasi programdi Diklat merupakan serangkaian kegiatan pengumpulan data untuk menentukan pencapaian proram dan bagaimana tujuan pendidikan telah dicapai(Rusydi Ananda Tien Rafida, 2017). Indikator pencapaian pendidikan salah satunya adalah hasil evaluasi. Oleh karena itu, untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, kegiatan evaluasi memerlukan mekanisme, proses, dan alat evaluasi yang bertanggung jawab. Kegiatan evaluasi program pendidikan memerlukan instrumen sebagai acuan dalam proses evaluasi. Alat evaluasi program yang baik mencakup pertanyaanpertanyaan yang secara cermat memeriksa apakah siswa memahami dan menerapkan 66 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 112 - 119 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 konsep-konsep pengajaran. Proses perancangan alat evaluasi program pendidikan dapat dimulai dengan pendefinisian spesifikasinya, yang meliputi tujuan pengukuran, kisi-kisi, bentuk dan format, yang kemudian disajikan sebagai alat evaluasi program dengan pernyataan tentang setiap indikator yang ditentukan(Komarudin, 2017). Instrumen evaluasi program DPMSMK adalah perangkat untuk mengukur keberhasilan, faktor yang dipercaya menjadi pengaruh hubungan atau pengaruh hasil, perkembangan hasil, keberhasilan proses pembelajaran dan keberhasilan tercapainya suatu program (Rusydi Ananda Tien Rafida, 2017). Untuk mendapatkan hasil penilaian yang baik, peserta didik memerlukan pemahaman yang baik tentang pembelajaran yang telah berlangsung. Agar para siswa dapat memahaminya dengan baik dan memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif dalam pembelajaran, pendidik yang kreatif dan inovatif juga dituntut untuk menarik, berkesan dan menjawab pertanyaan yang sering muncul pada saat pelaksanaan diklat atau pada saat setelah berakhirnya diklat. Bagaimana pengembangan instrumen evaluasi program DPMSMK menjawab pertanyaan permasalahan yang akan muncul pada saat selesai kegiatan dan apakah pengembangan media evaluasi menjadi faktor pendukung pengembangan instumen evaluasi porgam diklat. 2. METODE Peneliti menggunakan Metode Kualitatif karena peneliti akan mengembangkan instrumen evaluasi program DPMSMK. Subjek utama penelitian pada pelaksana program Diklat dengan cara mengumpulkan data dengan wawancara, kunjungsn lokasi, mempelajari dokumen, dan mempelajari pustaka. Teknik Analisa data menggunakan Trianggulasi. terutama dalam pembelajaran untuk memudahkan dalam melakukan evaluasi(Huda & Siddiq, 2020). Seiring dengan perkembangan teknologi dalam pendidikan menjadi solusi dalam pengembangan pendidikan. Dunia pendidikan sedang menghadapi era revolusi industri 4.0(Okai-Ugbaje et al., 2020), Peralatan dan teknologi yang menjadikan cara hidup seseoran berubah. Dampak buruk dari perkembangan teknologi dapat terjadi jika tidak bijak dalam menggunakannya(Huda & Siddiq, 2020). Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dalam kehidupan diperlunkan kebiasaan untuk mengembangkan, khususnya dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi berbasis komputer dan internet atau saat ini dikenal dengan istilah daring. Foto No.1 Tempat Pelaksanaan Kegiatan (Sumber: Pelaksana Program) Foto No.1 menunjukan Lokasi tempat pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Sistem Manajemen Keselamatan yaitu di Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada Jl. Kemuning M3, Sekip, Bulaksumur Yogyakarta 55281 diselenggarakan selama 5 (lima) hari kerja, dari tanggal 7 sampai tanggal 11 Oktober 2019. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Permasalahan Pelaksana terletak pada saat mengoreksi hasil peserta didik membutuhkan waktu yang lama. Hal ini dapat diartikan bahwa evaluasi peserta didik menggunakan metode yang sederhana dalam evaluasi pembelajaran dan belum adanya evaluasi yang praktis 67 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 64 - 71 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 Foto No.2 Foto Peserta Bersama Narasumber (Sumber: Pelaksana Program) Foto No.2 menunjukan Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, ST., MT., IPUL., ASEAN Eng. Tengah belakang berbaju batik putih hijau melambaikan tangan selaku Narasuber, Tengah depan baju batik kerudung warna ping Dr. Ir. Dewanti, M.S Bersama peserta berbaju putih dengan bawah hitam Hasil wawancara Pelaksana DPMSMK melakukan evaluasi seperti latihan soal, memberikan studi kasus, soal pilihan ganda dan uraian. Bukan hanya itu analisis kebutuhan peserta didik juga menunjukkan alat evaluasi(Komarudin, 2017) yang sering digunakan sebesar 90% dengan tes tertulis, dimana 60% pilihan ganda, 40% menggunakan uraian. Prosedur pengembangan instrumen evaluasi program Diklat yang baik dalam pengukuran kinerja siswa akan menjadi dasar bagi pelaksana untuk meningkatkan proses pembelajaran(Fulgence, 2020), berdasarkan study dokumentasi penelitian penyusunan instrumen evaluasi program serta pengembangan instrumen evaluasi program menggambarkan proses didukung Prosedur Penyusunan Instrumen Evaluasi Pelatihan yang baik karena pengajar selalu menyesuaikan dengan tujuan pelatihan. Pelaksana evaluasi program Diklat berasumsi bahwa tujuan pelatihan tercapai dan pembelajaran mencapai target program rang direncanakan (Morris, 2017). Prosedur pengujian perangkat evaluasi program Pelatihan yang dilakukan selalu memverifikasi validitas rasional(Morris, 2017) dengan memeriksa apakah perangkat dirancang dengan benar dan kesesuaian materi yang diangkut. Sedangkan mengenai isi tes, pelaksana evaluasi program Pelatihan melakukan tes dengan menelaah setiap unsur isi materi yang disampaikan kepada peserta. Pelaksana evaluasi program Pelatihan melakukan pengolahan data hasil penilaian pelatihan dengan memverifikasi jawaban dengan kunci jawaban dan memberikan distribusi frekuensi penilaian tes serta respon kuesioner, yang menunjukan data nominal serta memeriksa tabel distribusi menunjukan persyaratan evaluasi program Pelatihan dan jenis data yang diterima telah sesuai (Morris, 2017). Sejalan dengan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan pada DPMSMK bahwa sebanyak 80% peserta didik menganggap bahwa teknologi sangat penting dan 20% peserta didik menganggap teknologi penting untuk menunjang proses dan evaluasi pembelajaran. Faktor pendukung yang sangat pentin salah satunya adalah Teknologi maka menjadi faktor dalam proses dan evaluasi pembelajaran peserta didik(Gaspard-Richards, 2020). Alat-alat elektronik pun sudah tidak asing lagi bagi mereka sebanyak 100 % peserta didik memiliki smartphone. menunjukan bahwa peserta didik secara keseluruhan memiliki fasilitas pendukung untuk melakukan evaluasi pembelajaran secara online. Kemajuan teknologi merupakan suatu keharusan di berbagai bidang saat ini, termasuk dunia Pendidikan. Persoalan bisa saja baru teridentifikasi, ada banyak pertanyaan yang sering muncul pada saat berakhirnya diklat. Misalnya bagaimana kualitas program pelatihan, apakah peserta diklat telah berhasil dalam kegiatan diklat, apakah peserta merasa puas dengan program diklat yang baru saja selesai, apakah peserta diklat mau mengikuti diklat lain yang diselenggarakan, atau apakah peserta dikalt mau merekomendasikan diklat yang baru diikutinya kepada orang lain, apakah program diklat telah sesui dengan kebutuhan peserta diklat, atau apakah dikalt telah sesuai dengan kebutuhan dari instansi yang mengirimkan peserta diklat, atau apakah ada halhal yang masih perlu atau harus ditingkatkan berkaitan dengan kualitas pelaksanaan program diklat. 68 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 112 - 119 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 Sistem online diperlukan karena memudahkan untuk bekerja di mana saja, kapan saja, terutama dengan informasi. Alat online menghemat waktu dan ruang, membuatnya lebih mudah dan lebih fleksibel(Olowo et al., 2020). Alat yang dikembangkan dengan mengutamakan teknologi adalah solusi yang baik karena memberikan nilai lebih objektif kepada peserta didik dan menjadi sarana praktis untuk mengevaluasi program Pendidikan(Doran, 2004). Instrumen Penilaian berbasis online menggantikan penilaian lama yang biasa dilakukan oleh pengelola program. Penelitian yang dilakukan menggunakan aplikasi online, karena semua peserta didik memiliki smartphone yang lebih mudah dan cepat digunakan, sehingga memudahkan pengelola program dalam menggunakan aplikasi yang telah dibuat oleh peneliti. Media Online juga merupakan inovasi baru dalam evaluasi, karena meskipun pengguna smartphone sudah banyak, masih belum ada aplikasi berupa alat evaluasi program pendidikan(Fernando et al., 2020). Aplikasi online dibutuhkan karena mempermudah pekerjaan pengelola proram Pendidikan dimanapun dan kapanpun terutama dalam hal informasi(Innocent & Masue, 2020). Perangkat Smartphone menghemat waktu dan tempat, sehingga memudahkan dan menjadi lebih fleksibel Instrumen yang dikembangkan dengan mengedepankan teknologi menjadi solusi yang baik karena lebih objektif dalam mengevaluasi program pendidikan dan menjadi media komunikasi dengan peserta didik program Pendidikan 4. PENUTUP 4.1. Kesimpulan Kebutuhan analisis pengembangan instrument evaluasi diklat pemberdayaan masyarakat sistem manajemen keselamatan adalah memperorleh data uji validitas item soal dan uji reliabilitas instrumen evaluasi pada prosedur pengujian instrumen evaluasi maka kriteria ciri tes yang baik terpenuhi (Pratama et al., 2019), ditemukan waktu yang lama untuk melakukan pengujian dari sifat pelatihan yang dinamis. Dengan inovatif teknologi menggunakan pengembangan instrumen evaluasi program Diklat berbasis online seluruh pertanyaan yang sering muncul pada saat berakhirnya program Diklat dapat dijawab dan faktor penghambat berubah menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan evaluasi program Diklat. 4.2. Saran Saran disusun berdasarkan temuan penelitian yang telah dibahas. Saran dapat mengacu pada tindakan praktis, pengembangan teori baru, dan/atau penelitian lanjutan. 5. DAFTAR PUSTAKA Yumaroh, Wahyu Lestari, M. (2014) ‘— Seminar Nasional Evaluasi Pendidikan Tahun 2014 —’, Jurnal Indonesia, (2004), Arikunto, S. 2006. (n.d.). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi.2006. Jakarta: Rineka Cipta. Doran, J. (2004). Effective School Characteristics And Student Achievement Correlates As. 2004, 2004–2019. Fadlin Amalia, N., Dayati, U., & Nasution, Z. (2017). Peran Agen Perubahan Dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Pantai Bajulmati Kabupaten Malang. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2(11), 1572–1576. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ Fernando, D., Ovigli, B., Donizete, P., & Junior, C. (2020). Information and Communication Technologies (ICT) in educational research in science museums in Brazil. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology (IJEDICT), 16(2), 272–286. Fulgence, K. (2020). Developing Digital Fluency among Teacher Educators: Evidence from Tanzanian Schools of Education. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 158. Gaspard-Richards, D. (2020). Editorial: Using Technology Tools, Perceptions and Motivations to Use, and Institutional Limitations in the Adoption of E-Learning. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 2. Hasan Basri, 1965-, Rusdiana, A., & Saebani, B. A. (2015). Manajemen Pendidikan & 69 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 64 - 71 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 Pelatihan (Beni Ahmad Saebani (ed.); cet 1). Bandung: Pustaka Setia, 2015. Huda, S. S. M., & Siddiq, T. (2020). EAssessment in Higher Education : Students ’ Perspective. 16(2), 250–258. Innocent, W. A., & Masue, O. S. (2020). Applicability of E-Learning in Higher Learning Institutions in Tanzania. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 242– 249. Komarudin, S. (2017). Evaluasi Pembelajaran. In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents. Morris, C. E. E. (2017). Toward Assessment Leadership: Study of Assessment Practices among School and Classroom Leaders. ProQuest LLC, 1–201. https://www.proquest.com/dissertationstheses/toward-assessment-leadershipstudy-practices/docview/2101365587/se2?accountid=10901%0Ahttps://resolver.eb scohost.com/openurl?ctx_ver=Z39.882004&ctx_enc=info:ofi/enc:UTF8&rfr_id=info:sid/ERIC&rft_val_fmt=inf Okai-Ugbaje, S., Ardzejewska, K., Imran, A., Yakubu, A., & Yakubu, M. (2020). CloudBased M-Learning: A Pedagogical Tool to Manage Infrastructural Limitations and Enhance Learning. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 48. Olowo, B. F., Fashiku, C. O., Adebakin, A. B., & Ajadi, O. T. (2020). Social Media: A Modern Tool to Enhance Communication Skills of the Secondary School Principals in Ekiti State. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 97. Pratama, L. D., Lestari, W., & Astutik, I. (2020). Efektifitas Penggunaan Media Edutainment Di Tengah Pandemi Covid-19. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 9(2), 413–423. https://doi.org/10.24127/ajpm.v9i2.2783 Rusydi Ananda Tien Rafida. (2017). Pengantar Evalusi Program Pendidian. Soebagio Atmodiwirio, 2005. (n.d.). Manajemen Pelatihan. 2005: Ardadizya Jaya: Jakarta. Sugiyono, P. D. (2013). Metode penelitian manajemen. Bandung: Alfabeta, CV. Yumaroh, Wahyu Lestari, M. (2014). — Seminar Nasional Evaluasi Pendidikan Tahun 2014 —. Jurnal Indonesia, 2004, 121–128.S. 2006. (n.d.). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi.2006. Jakarta: Rineka Cipta. Doran, J. (2004). Effective School Characteristics And Student Achievement Correlates As. 2004, 2004–2019. Fadlin Amalia, N., Dayati, U., & Nasution, Z. (2017). Peran Agen Perubahan Dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Pantai Bajulmati Kabupaten Malang. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2(11), 1572–1576. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ Fernando, D., Ovigli, B., Donizete, P., & Junior, C. (2020). Information and Communication Technologies (ICT) in educational research in science museums in Brazil. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology (IJEDICT), 16(2), 272–286. Fulgence, K. (2020). Developing Digital Fluency among Teacher Educators: Evidence from Tanzanian Schools of Education. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 158. Gaspard-Richards, D. (2020). Editorial: Using Technology Tools, Perceptions and Motivations to Use, and Institutional Limitations in the Adoption of E-Learning. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 2. Hasan Basri, 1965-, Rusdiana, A., & Saebani, B. A. (2015). Manajemen Pendidikan & Pelatihan (Beni Ahmad Saebani (ed.); cet 1). Bandung: Pustaka Setia, 2015. Huda, S. S. M., & Siddiq, T. (2020). EAssessment in Higher Education : Students ’ Perspective. 16(2), 250–258. Innocent, W. A., & Masue, O. S. (2020). Applicability of E-Learning in Higher Learning Institutions in Tanzania. 70 Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, Vol. 9 No. 1, 112 - 119 ISSN(print): 2354-869X | ISSN(online): 2614-3763 International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 242– 249. Komarudin, S. (2017). Evaluasi Pembelajaran. In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents. Morris, C. E. E. (2017). Toward Assessment Leadership: Study of Assessment Practices among School and Classroom Leaders. ProQuest LLC, 1–201. https://www.proquest.com/dissertationstheses/toward-assessment-leadershipstudy-practices/docview/2101365587/se2?accountid=10901%0Ahttps://resolver.eb scohost.com/openurl?ctx_ver=Z39.882004&ctx_enc=info:ofi/enc:UTF8&rfr_id=info:sid/ERIC&rft_val_fmt=inf Okai-Ugbaje, S., Ardzejewska, K., Imran, A., Yakubu, A., & Yakubu, M. (2020). CloudBased M-Learning: A Pedagogical Tool to Manage Infrastructural Limitations and Enhance Learning. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 48. Olowo, B. F., Fashiku, C. O., Adebakin, A. B., & Ajadi, O. T. (2020). Social Media: A Modern Tool to Enhance Communication Skills of the Secondary School Principals in Ekiti State. International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology, 16(2), 97. Pratama, L. D., Lestari, W., & Astutik, I. (2020). Efektifitas Penggunaan Media Edutainment Di Tengah Pandemi Covid-19. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 9(2), 413–423. https://doi.org/10.24127/ajpm.v9i2.2783 Rusydi Ananda Tien Rafida. (2017). Pengantar Evalusi Program Pendidian. Soebagio Atmodiwirio, 2005. (n.d.). Manajemen Pelatihan. 2005: Ardadizya Jaya: Jakarta. Sugiyono, P. D. (2013). Metode penelitian manajemen. Bandung: Alfabeta, CV. Sujimat, D. Agus. 2000. Penulisan karya ilmiah. Makalah disampaikan pada pelatihan penelitian bagi guru SLTP Negeri di Kabupaten Sidoarjo tanggal 19 Oktober 2000 (Tidak diterbitkan). MKKS SLTP Negeri Kabupaten Sidoarjo Suparno. 2000. Langkah-langkah Penulisan Artikel Ilmiah dalam Saukah, Ali dan Waseso, M.G. 2000. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah. Malang: UM Press. Wahab, Abdul dan Lestari, Lies Amin. 1999. Menulis Karya Ilmiah. Surabaya: Airlangga University Press. Winardi, Gunawan. 2002. Panduan Mempersiapkan Tulisan Ilmiah. Bandung: Akatiga. 71