Proper:Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 1 . - Juni 2023 eISSN x x pISSN x x Pengaruh Dosis Pupuk Urea dan Perompesan Daun di Bawah Tongkol Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Jagung Effect of Urea Fertilizer Dosage and Under-Cob Leaf Removal on Growth and Production of Three Maize Varieties Kaimuddin1*. Askari Kuruseng2. Ambo Ala2, 1 Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sulawesi Barat. Majene 2 Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Makassar 90221 *Corresponden Author Email: kaimuddinmole@gmail. ABSTRAK Hasil asimilasi yang diproduksi oleh daun akan didistribusikan ke seluruh bagian tanaman yang Keberadaan daun dapat membantu kelancaran asimilat, namun dapat pula menjadi pengguna hasil asimilat. Perompesan daun di bawah tongkol dilakukan untuk mengefisienkan proses fotosintesis yang terjadi pada daun tua yang menyebabkan terjadinya kelembaban, juga dimaksudkan untuk menekan terjadinya persaingan internal dalam asimilasi, sambil perlunya diberikan pupuk atau nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan dan Produksi jagung yang sangat dibutuhkan yaitu Nitrogen pada Pupuk Urea. Penelitian ini bertujuan menganalissi pertumbuhan dan produksi tiga varietas jagung dengan aplikasi dosis pupuk urea berbeda dan perompesan daun di bawah tongkol. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan multifaktor yang disusun berdasarkan Rancangan Petak-petak Terpisah (RPPT) dalam pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas Faktor Petak Utama (PU) yaitu Jenis Varietas Jagung terdiri dari Varietas Agricorn. BISI-10, dan C7. Anak Petak (AP) adalah dosis pupuk urea masing-masing 250 kg ha-1 dan350 kg ha-1, dan Anak-anak petak (AAP) adalah cara perompesan daun di bawah tongkol terdiri dari Tanpa perompesan. Perompesan saat persarian, dan Perompesan 1 minggu setelah persarian. Hasil analisis menunjukkanVarietas Bisi-10 memberikan respon yang lebih baik pada dosis pemupukan urea pada tahap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung dan varietas Agricon memberikan respon yang lebih baik pada pemupukan urea dan waktu perompesan pada tahap pertumbuhan generative. Dosis pupuk urea 350 kg ha-1 memberikan respon pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung serta produksi tanaman jagung yang lebih baik dan waktu perompesan daundaun di bawah tongkol pada saat persarian lebih efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman jagung. Keyword : Perompesan. Urea. Jagung. Varietas ABSTRACT The assimilation products produced by the leaves will be distributed to all parts of the plant that need it. The presence of leaves can help smooth assimilation, but can also be a user of assimilate products. The removal of leaves under the cob is done to streamline the process of photosynthesis that occurs in old leaves that cause moisture, it is also intended to suppress the occurrence of internal competition in assimilation, while the need to be given the right fertilizer or nutrition for the growth and production of corn which is needed, namely Nitrogen in Urea Fertilizer. This study aims to analyze the growth and production of three varieties of corn with the application of different doses of urea fertilizer and leaf shredding under the cob. The research was conducted in the form of a multifactor experiment arranged based on a Split Split Plots Design (SSP) in a Randomized Group Design (RAK) pattern consisting of the Main Plots Factor (MP), namely Maize Variety Type consisting of Agricon. BISI-10, and C7 Varieties. Sub Plots (SP) are doses of urea fertilizer of 250 kg. ha-1 and 350 kg. respectively, and Sub Sub Plots (SSP) are the method of leaf trimming under the cob consisting of No Composting at anthesis, and Composting 1 week after anthesis. The results of the analysis showed that the Bisi-10 variety gave a better response to the dose of urea fertilization at the vegetative growth stage of corn plants and the Agricon variety gave a better response to urea fertilization and pumping time at the generative growth stage, the dose of urea fertilizer 350 kg ha-1 gave a better response to the growth and development of corn plants and corn plant production and the time of pumping the leaves under the cob at the time of pollination was more effective in increasing the quality and quantity of corn plant production. Keywords: leaf-removal. Urea. Maize. Variety Pupuk Urea dan Perompesan daun pada Jagung. Hal 1-7 PENDAHULUAN Peningkatan kebutuhan jagung dalam beberapa tahun terakhir ini tidak sejalan dengan peningkatan produksi dalam negeri. Keragaan laju peningkatan produksi jagung menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi jagung nasional rata-rata negatif dan cenderung menurun, sedangkan laju pertumbuhan penduduk selalu positif yang berarti kebutuhan terus meningkat. Keragaan total produksi dan kebutuhan nasional dari tahun ke tahun menunjukkan kesenjangan yang terus melebar. Kesenjangan yang terus meningkat ini jika terus di biarkan, konsekwensinya adalah peningkatan jumlah impor bahan pangan yang semakin besar, dan kita semakin tergantung pada negara asing. Sulawesi Selatan selama ini dikenal sebagai salah sentra produksi jagung nasional, yang memiliki luas panen 377,7 ribu hektar dan bisa menghasilkan 1,82 juta ton jagung per tahun. Panen jagung Sulawesi Selatan pada November-Desember 2021 seluas 26. 023 hektar (BPS, 2. , namun Menurut data sebelumnya (BPS, 2. , produksi jagung Sulawesi Selatan pada tahun 2003 sebesar 591. 208 ton dengan luas panen 207. 048 ha atau setara dengan produktivitas 2,86 ton ha-1, sedangkan pada tahun 2002, produksi sebesar 650. 832 ton dengan luas panen 213. 818 ha atau setara dengan produktivitas 3,0 ton ha-1. Pada tahun 2003 impor jagung mencapai 2,2 juta ton dan sejak tahun 2001 pertumbuhan produksinya menunjukkan trend yang cenderung negatif. Oleh karena itu upaya peningkatan produksi jagung masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hafsah . , menyatakan bahwa strategi peningkatan produksi melalui penggunaan varietas unggul jagung hibrida dapat meningkatkan produksi sekitar 5 Ae 8 ton ha-1. Penggunaan varietas unggul jagung hibrida dengan produktivitas rata-rata 5. 0 ton ha-1 dan varietas komposit atau bersari bebas dengan potensi produktivitas 3,0 ton ha-1. Pada program Pengembangan Mutu Intensifikasi (PMI) jagung seluas 1. 000 ha, dapat memberikan produksi sebesar 46 % dari target produksi tahun 2003 sebesar 12 juta ton (Hafsah, 2. Potensi peningkatan produktivitas jagung masih berpeluang besar bila menanam jagung varitas unggul dan jagung hibrida. Tanaman jagung juga dipengaruhi oleh faktor internal seperti daun, yang mempunyai peranan penting dalam. penyerapan cahaya matahari sebagai sumber utama energi dalam proses fotosintesis. Tanaman jagung merupakan tanaman yang mempunyai laju fotosintesis yang tinggi, tidak jenuh cahaya untuk fotosintesis sekalipun dengan cahaya matahari penuh, tidak terjadi fotorespirasi dan memiliki enzim (PEP karboksilas. yang mempunyai daya afinitas terhadap CO2 yang tinggi (Gardner et al, 1. Rata-rata kebutuhan intensitas radiasi surya tanaman jagung pada ketinggian 60 m dari permukaan laut mulai fase vegetatif sampai pengisian biji sekitar 440 Ae 448 kal. cm-2 hari-1 (Goldsworthy dan Fisher, 1. , besarnya intensisitas radiasi surya ini tergantung faktor musim dan kondisi Dwidjoseputra . menyatakan bahwa asimilasi yang diproduksi oleh daun akan didistribusikan ke seluruh bagian tanaman yang membutuhkannya. Keberadaan daun dapat membantu kelancaran asimilat, namun dapat pula menjadi pengguna hasil asimilat. Perompesan daun di bawah tongkol dilakukan untuk mengefisienkan proses fotosintesis yang terjadi pada daun tua yang menyebabkan terjadinya kelembaban, juga dimaksudkan untuk menekan terjadinya persaingan internal dalam asimilasi, sambil tetap perlunya diberikan pupuk atau nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan dan Produksi jagung utamanya Nitrogen. Atas dasar tersebut, maka dilakukan kajian mengenai pertumbuhan dan produksi tiga varietas tanaman jagung pada aplikasi dosis pupuk urea berbeda dan perompesan daun di bawah tongkol. METODE Penelitian dilaksanakan di desa Borongloe Kecamatan Bontomarannu. Kabupaten Gowa selama 4 bulan. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan multifaktor yang disusun berdasarkan Rancangan Petak-petak Terpisah (RPPT) dalam pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas Faktor Petak Utama (PU) yaitu Jenis Varietas Jagung terdiri dari Varietas Agricon. BISI-10, dan C7. Anak Petak (AP) adalah dosis pupuk urea masing-masing 250 kg ha-1 dan350 kg ha-1, dan Anak2 Kaimuddin et. anak petak (AAP) adalah cara perompesan daun di bawah tongkol terdiri dari Tanpa perompesan. Perompesan saat persarian, dan Perompesan 1 minggu setelah persarian. Terdapat 18 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Jagung ditanam dalam petak yang berukuran 3 m x 4 m = 12 m2 = 000 cm2, dengan Jarak Tanam 75 cm x 25 cm, atau Jumlah Populasi 64 tanaman / petak. Jumlah Sampel diamati per petak adalah 64 x 10% = 6 - 7 tanaman sampel / petak. Pengamatan dilakukan terhadap Jumlah Daun . Umur tanaman pada saat terbentuknya bunga jantan dan bunga betina 50% . Produksi jagung setelah panen yaitu Jumlah tongkol per tanaman . Diameter tongkol . Panjang tongkol . Produksi jagung per hektar . Keseluruhan data ditabulasi lalu dianalisis dengan Sidik ragam yang menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) jika terdapat signifikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perbedaan varietas, dosis pupuk urea berpengaruh sementara perompesan tidak berpengaruh nyata, sedangkan interaksi antara varietas dan dosis pupuk urea berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Tabel 1 menunjukkan bahwa tanaman jagung dari varietas C7 menghasilkan rata-rata jumlah daun terbanyak . ,33 hela. pada umur 6 MST dan berbeda nyata dengan varietas Agricon dan BISI-10. Sedangkan interaksi varietas BISI-10 dengan pemberian dosis pupuk urea 350 kg ha-1 menghasilkan rata-rata jumlah daun terbanyak pada umur 8 dan 12 MST dan berbeda nyata dengan interaksi perlakuan varietas dan dosis urea lainnya. Tabel 1. Rata-rata jumlah daun . tanaman jagung pada Umur 2 Ae 12 MST Dosis Urea . g ha-. Rata-rata NP BNT0,05 250 . 2 MST Agricon 4,05 4,10 Bisi-10 3,77 4,38 C-7 4,49 4,39 Keterangan Tidak Nyata 4 MST Agricon 7,02 7,79 Bisi-10 7,46 7,72 C-7 6,89 7,33 Keterangan Tidak nyata 6 MST Agricon 11,63 13,39 12,51b 0,508 Bisi-10 11,47 13,53 12,50b C-7 12,41 14,26 13,33s Rata-rata 11,84b 13,73a NP BNT0,05 0,446 8 MST Agricon 14,30d 16,59b 0,224 Bisi-10 15,22c 17,64a C-7 15,05c 16,43b NP BNT0,04 0,349 10 MST Agricon 14,47 16,69 15,58b 0,635 Bisi-10 15,81 17,90 16,86a C-7 15,25 16,81 16,03b Rata-rata 15,18b 17,14a NP BNT0,05 0,202 12 MST Agricon 14,47d 16,69b 0,676 Bisi-10 15,81c 17,98a C-7 15,32c 16,87b NP BNT0,04 0,346 Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama . ,b,c,. berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Umur Varietas Pupuk Urea dan Perompesan daun pada Jagung. Hal 1-7 Umur berbunga 50% menunjukkan bahwa penggunaan berbagai varietas dan dua dosis urea sangat berpengaruh nyata, waktu perompesan dan berbagai interaksi dari ketiga faktor tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga 50% tanaman jagung. Tabel 2. Rata-rata umur tanaman jagung saat berbunga 50% . Varietas Agricon . Bisi-10 . C-7 . Rata-rata NP BNT0,05 Keterangan Dosis Urea . g ha-. 46,44 50,33 55,78 61,11 49,89 53,56 50,70b 55,00a 1,0333 Rata-rata NP BNT0,05 48,39c 58,44a 51,72b 2,8171 : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Tabel 2 menunjukkan bahwa varietas Agricon menghasilkan rata-rata umur tanaman jagung saat berbunga 50% tercepat . ,39 har. dan berbeda nyata dengan varietas Bisi-10 dan C7. Penggunaan dosis pupuk urea 250 kg ha-1 menghasilkan rata-rata umur tanaman jagung saat berbunga 50% tercepat . ,70 har. dan berbeda nyata dengan dosis pupuk urea 350 kg ha-1. Diameter tongkol tanaman jagung menunjukkan bahwa penggunaan berbagai varietas dan waktu perompesan berpengaruh nyata, dua dosis urea sangat berpengaruh nyata, sedangkan interaksi antara varietas dan waktu perompesan berpengaruh nyata terhadap diameter tongkol tanaman jagung. Tabel 3. Rata-rata diameter tongkol . tanaman jagung Varietas Agricon . Bisi-10 . C-7 . NP BNT0,05 Tanpa . 6,11ab 4,44f 4,55ef 0,4902 Waktu Perompesan Saat Persarian . 6,58a 4,86def 5,86bcd 2 MSP . 5,86bc 4,99cde 5,11cd NP BNT0,05 1,007 Dosis Urea . g ha-. Varietas 250 . Agricon . 5,35 7,01 Bisi-10 . 4,13 5,40 C-7 . 4,61 5,74 Rata-rata (N) 4,70 6,05a NP BNT0,05 0,1555 Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Tabel 3 menunjukkan bahwa varietas Agricon yang daun di bawah tongkolnya dirompes pada saat menghasilkan rata-rata diameter tongkol tanaman jagung terbesar . ,58 c. dan berbeda nyata dengan interaksi perlakuan varietas dan waktu perompesan lainnya kecuali varietas Agricon tanpa perompesan daun di bawah tongkol. Penggunaan dosis pupuk urea 350 kg ha-1 menghasilkan rata-rata diameter tongkol tanaman jagung terbesar . ,05 c. dan berbeda nyata dengan dosis pupuk urea 250 kg Panjang tongkol menunjukkan bahwa penggunaan berbagai varietas dan waktu perompesan berpengaruh nyata, dua dosis urea sangat berpengaruh nyata, sedangkan interaksi antara varietas dan dosis pupuk urea berpengaruh nyata terhadap panjang tongkol tanaman jagung. Tabel 4 menunjukkan Kaimuddin et. bahwa varietas Agricon dengan pupuk urea dosis 350 kg ha-1 menghasilkan rata-rata tongkol tanaman jagung terpanjang . ,88 c. dan berbeda nyata dengan interaksi perlakuan antara varietas dengan dosis pupuk urea lainnya kecuali varietas C7 yang dipupuk dengan dosis urea 350 kg ha -1. Tabel 4. Rata-rata panjang tongkol . tanaman Jagung Varietas Agricon . Bisi-10 C-7 NP BNT0,05 Varietas Dosis Urea . g ha-. 16,77c 21,88a 15,17 17,74bc 15,22d 19,68ab 1,0925 Waktu Perompesan Tanpa . Saat Persarian . NPBNT0,05 2,906 2 MSP . Agricon . 18,06 20,35 19,57 Bisi-10 15,58 16,75 17,03 C-7 16,35 18,28 17,72 Rata-rata (P) 16,66 18,46 18,11a NP BNT0,05 0,8563 Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Perompesan daun-daun tanaman jagung di bawah tongkol pada saat persarian menghasilkan ratarata tongkol tanaman jagung terpanjang . ,46 c. dan tanpa perompesan tetapi tidak berbeda nyata dengan perompesan 2 minggu setelah persarian. Perbedaan varietas dan dua dosis urea sangat berpengaruh nyata, waktu perompesan berpengaruh nyata, sedangkan berbagai interaksi antara ketiga faktor tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman jagung per hektar. Tabel 5. Rata-Rata produksi tanaman jagung per hektar . Dosis Urea . g ha-. Varietas 250 . 7,25 8,91 Agricon . 5,67 7,76 Bisi-10 . C-7 . 6,57 8,18 Rata-rata 6,50 8,29b NP BNT0,05 0,4137 Waktu Perompesan Varietas Tanpa . Saat Persarian . 7,62 8,48 Agricon . 6,22 7,12 Bisi-10 . 7,00 7,76 C-7 . Rata-rata (P) 6,95c 7,78a NP BNT0,05 0,3310 Keterangan Rata-rata 8,08a 6,72c 7,37b 0,4452 2 MSP . 8,15 6,82 7,37 7,44b : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Tabel 5 menunjukkan bahwa varietas Agricon menghasilkan rata-rata produksi tanaman jagung per hektar tertinggi . ,08 to. dan berbeda nyata dengan varietas Bisi-10 dan C7. Dosis Urea 350 kg ha-1 menghasilkan rata-rata produksi tanaman jagung per hektar tertinggi . ,29 to. dan berbeda nyata Pupuk Urea dan Perompesan daun pada Jagung. Hal 1-7 dengan dosis Urea 250 kg ha-1. Perompesan daun di bawah tongkol saat persarian menghasilkan ratarata produksi tanaman jagung per hektar tertinggi . ,78 to. dan berbeda nyata dengan tanpa perompesan dan waktu perompesan 2 minggu Perbedaan penampilan tanaman jagung . dari berbagai varietas hibrida . erbedaan pada beberapa komponen pengamata. merupakan akibat dari pengaruh genetik dan lingkungan. Gen-gen yang beragam dari masing-masing varietas tervisualisasikan dalam karakter-karakter yang beragam Lingkungan memberikan peranan dalam rangka penampakan karakter yang sebenarnya terkandung dalam gen tersebut. Penampilan suatu gen masih labil, karena masih dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga sering didapatkan tanaman sejenis tapi dengan karakter yang berbeda. Menurut Riani et. al, . , bahwa setiap hibrida menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang beragam sebagai akibat dari pengaruh genetik dan lingkungan, di mana pengaruh genetik merupakan pengaruh keturunan yang dimiliki oleh setiap galur sedangkan pengaruh lingkungan adalah pengaruh yang ditimbulkan oleh habitat dan kondisi lingkungan. Faktor genetis varietas tanaman merupakan salah satu penyebab perbedaan antara tanaman satu dengan lainnya (Pingli, 2. Varietas Bisi-2 menunjukkan rata-rata pertumbuhan vegetatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya. Hal ini dapat pada tinggi tanaman umur 12 MST, jumlah daun pada umur 10 MST, laju tumbuh relatif pada umur 6 Ae 8 dan 8 Ae 10. Namun demikian, pada beberapa komponen pengamatan nilai rata-rata yang dihasilkan tidak berbeda nyata dengan salah satu varietas yang dicobakan yang berarti hasil yang diperoleh pada komponen pengamatan yang tidak berbeda nyata tersebut dikatakan sama. Sedangkan pada saat memasuki fase generatif tanaman, varietas Agricon memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat pada umur tanaman jagung saat berbunga 50%, diameter tongkol, panjang tongkol, dan produksi per ha tanaman jagung. Hasil uji lanjutan . ji beda rata-rat. menempatkan dosis 350 kg ha-1 merupakan dosis yang memberikan rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman umur 4 sampai 12 MST, jumlah daun umur 6 sampai 12 MST serta indeks luas daun 4 sampai 12 MST. Hal ini disebabkan karena unsur N yang berasal dari pupuk urea berguna dalam pembelahan dan pembesaran sel-sel yang terjadi pada meristem apikal sehingga memungkinkan terjadinya pertambahan tinggi tanaman pada jagung yang kemudian disusul dengan pertumbuhan daun yang berlangsung dengan pesat. Setyamidjaja . , menyatakan bahwa unsur nitrogen berperan penting dalam merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman yaitu menambah tinggi tanaman serta jumlah daun. Hara nitrogen merupakan unsur makro yang sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, akan tetapi ketersediaannya di dalam tanah selalu rendah sehingga perlu upaya untuk menambah agar tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan secara memuaskan. Pemupukan N merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil jagung (Daigger and Fox, 1. Kemampuan tanaman jagung menyerap nitrogen untuk menghasilkan biji dan batang bervariasi sesuai stadia pada saat N diserap (Barley, 1. , sehingga dosis akan sangat menentukan optimalnya suplay hara ke dalam jaringan tanaman. Dosis 350 kg ha-1 diduga merupakan dosis optimal yang mampu menyediakan lebih banyak hara nitrogen yang sesuai dengan kebutuhan bagi pertumbuhan tanaman terutama bagian-bagian vegetatif seperti pemanjangan batang . inggi tanama. dan jumlah daun. Purwowidodo . , menyatakan bahwa tanaman secara umum membutuhkan hara dalam jumlah yang cukup dan seimbang untuk tumbuh normal. KESIMPULAN Varietas Bisi-10 memberikan respon yang lebih baik pada dosis pemupukan urea pada tahap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung dan varietas Agricon memberikan respon yang lebih baik pada pemupukan urea dan waktu perompesan pada tahap pertumbuhan generative. Dosis pupuk urea 350 kg ha-1 memberikan respon pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung serta produksi tanaman Kaimuddin et. jagung yang lebih baik dan waktu perompesan daun-daun di bawah tongkol pada saat persarian lebih efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman jagung. DAFTAR PUSTAKA