ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan http://jurnal. id/index. php/elastisitas PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MEA (MEANS-ENDS ANALYSIS) TERHADAP HASIL EKONOMI SISWA Vetri Yanti Zainal, 2Kharisma Idola Arga STKIP PGRI Bandar Lampung zainalzainalvetrivetri@gmail. com, 2Idolarga@gmail. ABSTRAK Masalah pada pelajaran Ekonomi yang penulis temui di SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung yaitu masih banyak siswa yang hasil belajarnya pada pelajaran Ekonomi belum maksimal dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM . Salah satu faktor penyebab kurang berhasilnya pembelajaran Ekonomi di SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung dikarenakan keaktifan siswa dalam menerima materi pelajaran kurang baik karena siswa hanya duduk diam, mencatat dan hanya sebagian besar siswa yang memperhatikan guru menerangkan. Faktor utama masalah tersebut saat masih belum diketahui secara pasti, namun dari asumsi sementara metode pembelajaran yang digunakan guru diketahui kurang meningkatkan minat siswa dalam belajar dan cenderung kurang efektif. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. terhadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas X semester ganjil SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini penulis menggunakan metode Eksperiman untuk meningkatkan hasil belajar Ekonomi siswa. Populasi berjumlah 120 siswa yang terdiri dari 3 kelas. Sampel kelas X Akuntansi sebagai kelas eksperimen dan kelas X Perbankan sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 40 siswa. Sampel pada kelas eksperimen diambil menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Untuk menguji hipotesis di atas penulis akan menggunakan rumus ttest. Hasil perhitungan hasil thit 7,46 > tdaf 2,00 dengan taraf signifikan 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pengujian cukup berarti dan dapat menerima dugaan sementara bahwa dengan menggunakan model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018, rata-rata hasil belajar Ekonomi siswa dengan menggunakan model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. lebih tinggi 73,4 dari rata-rata hasil belajar Ekonomi siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional yaitu 55,7, yang berarti hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Model Pembelajaran MEA. Hasil belajar Ekonomi Pengaruh Model Pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. Terhadap Hasil Ekonomi Siswa PENDAHULUAN Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak, yaitu antara peserta didik . arga belaja. dan pendidik . umber belaja. yang melakukan kegiatan membelajarkan. Kegiatan pembelajaran, anak adalah sebagai subyek dan obyek di kegiatan pengajaran, karena itu inti dari proses pembelajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran tentu saja akan tercapai jika siswa berusaha secara aktif untuk mencapainya. Keaktifan siswa dalam proses interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, dimana masing - masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas yang timbul dari siswa akan pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi. Keaktifan anak didik disini tidak hanya dituntut dari segi fisik, tapi juga dari segi kejiwaan ,jika hanya fisik anak yang aktif,tetapi pikiran dan mentalnya kurang aktuf, maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Pada hakikatnya belajar adalah AuperubahanAy yang terjadi didalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar walupun pada kenyataan tidak semua perubahan termasuk kategori Kegiatan mengajar bagi seorang guru menghendaki hadirnya sejumlah anak didik menjadi lebih aktif. Berbeda dengan belajar, belajar tidak selamanya memerlukan kehadiran seorang guru. Cukup kegiatan yang dilakukan oleh seseorang diluar dari keterlibatan guru. Kegiatan pembelajaran adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran akan melibatkan semua komponen pengajaran, kegiatan pembelajaran akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan Dalam pembelajaran guru dan anak didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Dalam interaksi itu anak didik yang lebih aktif, bukan guru. Guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator. Pada prinsipnya pemilihan metode mengajar tergantung pada tujuan yang hendak dicapai, materi yang akan disajikan sama dengan siswa yang akan belajar. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dalam mengajar akan dapat memperbesar minat belajar siswa, sehingga diharapkan dapat pula Penggunaan Model Pembelajaran yang baik tidak hanya menuntut keaktifan siswa dalam belajar namun harus di dukung dengan kualitas guru pendidik yang kreatif. Banyak siswa yang hasil belajar Ekonomi belum maksimal dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM . Salah satu faktor penyebab Ekonomi di SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung dikarenakan keaktifan siswa dalam menerima materi pelajaran kurang baik karena siswa hanya duduk diam, mencatat dan hanya sebagian besar Faktor utama masalah tersebut saat masih belum diketahui secara pasti, namun dari asumsi sementara metode pembelajaran yang digunakan guru diketahui kurang meningkatkan minat siswa dalam belajar dan cenderung kurang efektif. Metode seperti ini selalu dilakukan secara terus-menerus dan sudah berlangsung lama pada setiap pelajaran Ekonomi dan akhirnya menimbulkan pelajaran menjadi menjenuhkan. Vetri Yanti Zainal. Kharisma Idola Arga ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Volume 1 Nomor 1 Jumlah siswa keseluruhan kelas X SMK Muhamamdiyah Bandar Lampung, yaitu 120 siswa dan yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran ekonomi yaitu sebanyak 72 siswa dengan persentase 60% sedangkan untuk siswa mendapatkan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 48 siswa dengan persentase 40%. Untuk itu masih perlu adanya peningkatan hasil belajar Ekonomi. Berdasarkan masalah itulah penulis hendak mengadakan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar Ekonomi siswa melalui model MEA (Means Ends Analisy. MEA (Means Ends Analisy. merupakan pengembangan suatu jenis pemecahan masalah dengan berdasarkan suatu strategi yang membantu siswa dalam menemukan cara penyelesaian masalah dengan melalui penyederhanaan masalah yang berfungsi sebagai petunjuk dalam menetapkan cara yang paling efektif dan efisien untuk memecahkan masalah yang dihadapi. MEA salah satu pembelajaran yang kegiatan pemecahan masalah, dengan melalui pendekatan heuristik yaitu berupa rangkaian pertanyaan yang merupakan petunjuk untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Guru hanya berperan sebagai fasilitator yang memberi kemudahan bagi siswa. Proses model MEA memotivasi siswa untuk aktif dalam kegiatan pemecahan masalah. Siswa mengelaborasi masalah menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. Tentunya dalam tahap ini siswa dituntut untuk memahami soal atau masalah yang Kemudian mengidentifikasi perbedaan antara kenyataan yang dihadapi dengan tujuan yang ingin dicapai, setelah itu siswa menyusun sub-sub masalah tadi agar terjadi konektivitas atau hubungan antara sub masalah yang satu dengan sub masalah yang lain dan menjadikan sub masalah tersebut menjadi kesatuan, siswa mengajarkan berturut-turut pada masingmasing sub masalah tersebut. Pada tahap ini siswa memikirkan solusi . yang paling tepat, efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Setelah itu dilakukan pengecekan kembali untuk melihat hasil pengerjaan dan mengoreksi jika terdapat kesalahan perhitungan atau kesalahan dalam pemilihan strategi solusi. KAJIAN TEORI Model Pembelajaran Proses pembelajaran dapat menuntut siswa untuk belajar lebih aktif dan kreatif di dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan harus dapat mengurangi dominasi guru, untuk itu hendaknya seorang guru harus mampu menjalankan tugasnya dengan baik Kelangsungan proses pembelajaran di sekolah ditentukan oleh banyaknya faktor yang mendukung dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu faktor yang menentukan mengadakan interaksi dalam proses belajar mengajar di kelas, dengan menggunakan metode yang tepat akan membuat pemahaman siswa, terhadap materi pengajaran secara baik dan optimal oleh karena itu seorang guru harus dapat memiliki dan melaksanakan metode yang tepat dalam menyampaikan materi pengajaran sehingga suasana kelas akan lebih hidup dan menimbulkan motivasi belajar pada siswa. Model pembelajaran merupakan suatu rancangan yang dibuat khusus dengan menggunakan langkah-langkah yang sistematis untuk diterapkan dalam suatu (Syah,M. Menurut Komaruddin (Sagala. Syaiful, 2006: . model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan Model dapat dipahami sebagai: Suatu tipe atau desain. Suatu deskripsi atau analogi yang Pengaruh Model Pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. Terhadap Hasil Ekonomi Siswa proses visualisasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati. Suatu sistem asumsi-asumsi, datadata dan interferensi-interferensi yang dipakai untuk menggambarkan secara matematis suatu obyek atau . Suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja, suatu . Suatu deskripsi dari suatu sistem yang mungkin atau imajiner. Penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya. Model mengajar menurut Joyce dan Weil (Sagala. Syaiful 2006: . adalah Ausuatu deskripsi dari lingkungan belajar kurikulum, kursus-kursus, desain unit-unit buku-buku pelajaran, buku-buku kerja, program multimedia dan bantuan belajar melalui program komputerAy. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas penulis menyimpulkan bahwa Model pembelajaran merupakan suatu rancangan yang dibuat khusus dengan menggunakan langkah-langkah yang sistematis untuk diterapkan dalam suatu kegiatan. Proses pembelajaran dapat menuntut siswa untuk belajar lebih aktif dan kreatif di dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan harus dapat mengurangi dominasi guru, untuk itu hendaknya seorang guru harus mampu menjalankan tugasnya dengan baik Kelangsungan proses pembelajaran di sekolah ditentukan oleh banyaknya faktor yang mendukung dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Model Pembelajaran MEA (MeansEnds-Analysi. Means-Ends Analysis terdiri dari tiga unsur kata yakni. Mean. End dan Analysis. Mean menurut bahasa yakni berarti, banyaknya cara. Sedangkan End adalah akhir atau tujuan, dan Analysis berarti analisa atau penyelidikan secara Means-Ends Analysis (MEA) merupakan metode pemikiran sistem tujuan keseluruhan, dimana tujuan tersebut dijadikan kedalam beberapa tujuan yang pada akhirnya menjadi berdasarkan konsep yang berlaku. Dan pada setiap akhir tujuan akan berakhir pada tujuan yang lebih umum. Sedangkan menurut Kamran . : MeansEnds Analysis merupakan salah satu yang penting dalam mencari pemikiran dan digunakan pada semua aplikasi yang dibutuhkan seluruh pencarian untuk mendapatkan hasil san digunakan untuk keefektifan dalam pencarian distribusi dari sebuah pemikiran. Selanjutnya Suherman . Means-Ends-Analysis merupakan model pembelajaran variasi antara metode pemecahan masalah materinya pada pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristik, mengelaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana, mengidentifikasi perbedaan, sub-sub sehingga terjadi koneksivitas. Kemudian Jacob (Suherman 2007:. menyatakan bahwa Means-Ends Analysis merupakan suatu proses untuk memecahkan suatu masalah ke dalam dua atau lebih Dari uraian di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa metode Means-Ends Analysis merupakan suatu model pembelajaran bervariasi antara metode pemecahan masalah dengan sintaks dalam penyajian materinya menggunakan pendekatan pemecahan memecahkan suatu masalah ke dalam dua atau lebih subtujuan. Vetri Yanti Zainal. Kharisma Idola Arga ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Volume 1 Nomor 1 Langkah Ae Langkah Penerapan Model Pembelajaran MEA Pembelajaran dengan model MEA menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar Sehingga siswa yang dominan berperan dalam proses pembelajaran, sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator. Langkah-langkah proses pembelajaran dengan model MEA menurut Erman Suherman . Siswa dijelaskan tujuan pembelajaran. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang Siswa dibantu mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut . enetapkan topik, tugas, dl. Siswa dikelompokan siswa menjadi 5 atau 6 kelompok . elompok yang dibentuk harus heteroge. , dan tugas/soal masalah kepada setiap kelompok. Siswa menyederhanakan masalah, hipotesis, mengumpulkan data, membuktikan hipotesis, menarik kesimpulan. Siswa dibantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan prosesproses yang mereka gunakan. Siswa menyimpulkan materi yang telah Sedangkan Kamran menyatakan bahwa langkah-langkah dalam mempergunakan metode MeansEnds Analysis adalah sebagai berikut: Mentransfer inti masalah ke dalam beberapa bagian dari masalah Bagian tersebut diolah Bagian masalah tersebut dikirimkan untuk mencari kesamaan dari beberapa perbedaan. Jacob (Suherman, 2007:. mempergunakan metode Means-Ends Analysis agar dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan mudah, kita dapat memulainya dengan cara: Mendahulukan petunjuk/arahan, dari pernyataan awal sampai pernyataan Terbalik mulai dari pernyataan tujuan sampai kepada pernyataan awal. Metode Means-Ends Analysis berdasarkan konsep di atas jelas bahwa setiap tujuan yang dicapai ada dalam cara/langkah mendapatkan tujuan yang lebih umum dan rinci. Metode Means-Ends Analysis juga dapat mengembangkan berpikir reflektif, kritis, logis, sistematis dan Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran MEA Model MEA (Means Ends Analisy. adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic, elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana, identifikasi perbedaan, susun sub-sub masalah sehingga terjadi koneksivitas, pilih strategi solusi. Kamran . Kelebihan model MEA (Means Ends Analisy. Melatih siswa untuk mengelaborasi setiap kejadian Berpikir dan bertindak kreatif. Memecahkan masalah yang dihadapi dengan sikap kritis Mengidentifikasi dan melakukan Menafsirkan dan mengevaluasi hasil Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja. Pengaruh Model Pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. Terhadap Hasil Ekonomi Siswa Kelemahan pembelajaran MEA (Means Ends Analisy. sebagai berikut: Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan model MEA Perlu penguasaan materi oleh guru yang menerapkan model pembelajaran Pengertian Hasil Belajar Ekonomi Hasil belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi memengaruhi baik dari dalam diri . actor interna. maupun dari luar diri . actor eksterna. Menurut Sukmadinata . , prestasi atau hasil belajar . merupakan realisasi dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil belajar dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik. Di sekolah, hasil belajar atau hasil belajar ini dapat dilihat dari penguasaan siswa akan mata pelajaran yang telah Selanjutnya Nasution . mendefinisikan hasil belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Hasil belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif . , afektif . dan psikomotor . , sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut. Sedangkan Sudjana . 5 :. mengatakan hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajaranya pada mata pelajaran tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar . merupakan realisasi dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Faktor-faktor Hasil Belajar Mempengaruhi Agar siswa dapat memperoleh hasil belajar yang diharapkan, perlu factor-faktor Menurut Slameto . factor-faktor digolongkan menjadi dua, yaitu factor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari tiga factor yaitu: . factor internal terdiri dari tiga factor, yaitu: . factor jasmaniah melipitu factor kesehatan dan cacat tubuh. factor psikologi, meliuti : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan, kesiapan, dan . factor kelelahan. Sedangkan factor eksternal terdiri dari tiga factor, yaitu: . factor keluarga, meliputi: cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. factor sekolah, kurikulum,relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, pelajaran, keadaan gedung, dan tugas . factor masyarakat, meliputi: kegiatan siswa dalam masyarakat,mass media, tempat bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. Menurut Syam. Nina . 2 : . menyatakan AuEkonomi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang tergolong ilmu jenjangpendidikan dasar menengah yang menekankan pada penataan nalar dan pembentukan kepribadian siswa agar dapat menggunakan ekonomi dalam Sementara menurut Masyuri . 7 : . AuIlmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang prinsip-prinsip di dalam menggunakan pendapatan rumah tangga yang diharapkan . Vetri Yanti Zainal. Kharisma Idola Arga ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Volume 1 Nomor 1 . pada rumah tanggaAy. Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa ekonomi adalah ilmu penetahuan yang mempelajari prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Hasil belajar ekonomi adalah hasil kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang dalam mempelajari ekonomi. Metode Dalam penelitian ini metode merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan suatu penelitian, karena metode menyangkut cara kerja yang akan dilakukan dalam suatu penelitian yang menyangkut proses pengumpulan data sampai penulisan Untuk itu penulis menggunakan metode Eksperiman untuk meningkatkan hasil belajar Ekonomi siswa. Pada penelitian ini, populasi ada 120 siswa yang terdiri dari kelas X Ak, kelas X Perbankan, dan kelas X TKJ. Cara penentuan sampel pada kelas eksperimen diambil menggunakan teknik Cluster Random Sampling dengan melakukan pengundian. Variabel yang diteliti terdiri dari variabel dependen yaitu hasil belajar siswa (Y), variabel independen yaitu model pembelajaran MEA (MEANS-ENDS ANALYSIS) (X). Uji instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Uji Normalitas Karena NA hit 5,42 < NAtab 7,81 maka data tersebut diterima, hal ini berarti uji normalitas pada kelas eksperimen berdistribusi normal. Karena NA hit 5,82 < NAtab 7,81 maka data tersebut diterima, hal ini berarti uji berdistribusi normal. Uji Homogenitas Dari perhitungan diatas didapat Fhit Fdar . ,09 berarti kedua data mempunyai varians yang homogen. Pengujian Hipotesis Uji Kesamaan Dua Rata-rata Untuk menguji hipotesis yang diajukan menggunakan uji kesamaan rata-rata yang pasangan hipotesisnya sebagai berikut: idak MEA berpengaruh terhadap hasil belajar Ekonomi siswa SMK Muhammadiyah Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2. da pengaruh penerapan model pembelajaran MEA berpengaruh terhadap hasil belajar Ekonomi siswa SMK Muhammadiyah Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2. Keriteria Uji: Terima selain itu di tolak Uji Perbedaan Dua Rata-rata Hipotesis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata yang pasangan Hipotesisnya sebagai Rata-rata hasil belajar Pengaruh Model Pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. Terhadap Hasil Ekonomi Siswa Ekonomi antara siswa yang diajar menggunakan model MEA (Means-Ends Analysi. lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak diajar menggunakan model MEA (Means-Ends Analysi. Rata-rata hasil belajar Ekonomi antara siswa yang diajar menggunakan model MEA (Means-Ends Analysi. lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak diajar menggunakan model MEA (Means-Ends Analysi. Kriteria Uji : Uji yang dilakukan adalah uji t satu pihak . ihak kana. Terima Ho jika , selain itu Ho Pembahasan dan Hasil Berdasarkan penelitian yang telah penerapan model pembelajaran MEA berpengaruh terhadap hasil belajar Ekonomi SMK Muhamamdiyah 2 Bandar Lampung, dengan adanya model pembelajaran MEA siswa lebih menerima materi karena metode ini merupakan penggabungan metode yang terdapat dalam pembelajaran yang ada. Uji homogenitas varians didapat harga F hit < F daf yang cukup berarti dan yakin 95% dapat menerima anggapan dasar bahwa seluruh siswa kelas X yang menjadi sampel penelitian mempunyai kemampuan yang sama dalam menyelesaikan masalah Ekonomi. Uji Kesamaan Dua Rata-rata Untuk menguji hipotesis yang pertama : Penulis menggunakan uji kesamaan dua rata-rata yang pasangan hipotesisnya sebagai berikut: Ha1 : 1 = 2 (Ada pengaruh pemberian model pembelajaran MEA terhadap hasil belajar Ekonomi kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2. Ho1 :1 O 2 (Tidak MEA terhadap hasil belajar Ekonomi kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2. Kriteria uji : Terima Ha. 1 jika T hitung > T tabel dan Ditolak Ho. 1 jika T hitung < T tabel dengan taraf signifikan 5%. Rumus statistik yang digunakan adalah sebagai berikut : Dimana : Dari perhitungan sebelumnya didapat : n1 = 40 n2 = 40 S1 = 117,32 S2 = 107,04 N1 = 73,4 NCC = 55,7 Vetri Yanti Zainal. Kharisma Idola Arga ELASTISITAS: Jurnal Pendidikan Ekonomi. Ilmu Ekonomi, dan Kewirausahaan. Volume 1 Nomor 1 = 112,18 = 10,59 Maka : = 7,46 Berdasarkan hasil yang didapat t hit = 7,46 dengan melihat kriteria uji dengan taraf Signifikan 5% = Kriteria uji terima Ha jika . hit > tta. selain itu ditolak. Dimana : ttabel = t . - A ) n1 n2 Ae ) dengan dk : n1 n2 Ae 2 Untuk taraf signifikan 5% ( = 0,. = t . - A . 40 Ae . = t . Ae 0,025 ) . = t . = 2,00 Dari perhitungan diatas didapat t hit ,46 sehingga Ha diterima yaitu Ada pengaruh pengaruh penerapan model pembelajaran MEA berpengaruh terhadap hasil belajar Ekonomi kelas X SMK Muhamamdiyah 2 Bandar Lampung. Uji Perbedaan Dua Rata-rata Untuk menguji hipotesis yang kedua, penulis menggunakan uji kesamaan dua rata-rata yang pasangan hipotesisnya sebagai berikut: Ha1 : 1 > 2 (Rata-rata hasil belajar Ekonomi antara siswa menggunakan model MEA (Means-Ends Analysi. dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak diajar menggunakan model MEA (Means-Ends Analysi. Ho2 : 1 > 2 (Rata-rata hasil belajar Ekonomi antara siswa menggunakan model MEA (Means-Ends Analysi. dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak diajar menggunakan model MEA (Means-Ends Analysi. Dengan dk = n1 n2 Ae 2 = 40 40 Ae 2 = 78 Untuk taraf signifikan = 0,05 tdaf = t . Ae 0,. = t . = t 1,67 Terlihat bahwa thit daf . ,46 > 1,67 ) maka Ho ditolak. Hal ini berarti Ha diterima ternyata baik pada taraf nyata 0,05 harga thit lebih besar, dengan demikian secara statistik dapat dikatakan bahwa : AyRata-rata hasil belajar Ekonomi antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang MEA (Means-Ends Analysi. Ay. Pengaruh Model Pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. Terhadap Hasil Ekonomi Siswa Berdasarkan penelitian yang telah penerapan model pembelajaran MEA berpengaruh terhadap hasil belajar Ekonomi kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, dengan adanya model pembelajaran MEA siswa lebih menerima materi karena metode ini merupakan penggabungan metode yang terdapat dalam pembelajaran yang ada. Uji homogenitas varians didapat harga F hit < F daf yang cukup berarti dan yakin 95% dapat menerima anggapan dasar bahwa seluruh siswa kelas X yang menjadi sampel penelitian mempunyai menyelesaikan masalah Ekonomi. Dari pengujian kesamaan rata-rata dan perbedaan dua rata-rata didapat hasil thit 7,46 > tdaf 1,67 dengan taraf signifikan 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pengujian cukup berarti dan dapat menerima dugaan sementara bahwa MEA (Means-Ends Analysi. akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar Ekonomi. Maka dari hasil pembelajaran yang telah dilaksankan, ternyata rata-rata hasil belajar Ekonomi siswa dengan menggunakan model pembelajaran MEA (Means-Ends Analysis )lebih tinggi 73,4 dari rata-rata hasil belajar Ekonomi siswa konvensional yaitu 55,7 yang berarti hal MEA (Means-Ends Analysi. sangat berpengaruh terhadap hasil belajar Ekonomi. Hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai . Dengan pembelajaran MEA (Means-Ends Analysi. akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018. Model pembelajaran MEA (MeansEnds Analysi. sangat berpengaruh terhadap hasil belajar Ekonomi . DAFTAR PUSTAKA