Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 KUALITAS SIMULASI INTERIOR LIGHTING BERBASIS PERSEPSI MENGGUNAKAN ONEWAY ANOVA Tri Susetyo Andadari1. LMF Purwanto2. A Rudyanto Soesilo3. Antonius Ardyanto4 Program Studi Doktor Arsitektur Konsentrasi Arsitektur Digital Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, email: andadaritri@gmail. 2,3,4 Program Studi Doktor Arsitektur Konsentrasi Arsitektur Digital Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Abstract In today's digital era, many software can be used to simulate artificial lighting from various software Each software works with different operational methods, tools and different quality results. The general purpose of this software is the same to bring the lighting visualization as close as possible to the lighting reality of the room. This condition results in users getting difficult choices. Therefore it is necessary to test the quality of lighting software, both the quality of the software output and the quality of the lighting software work, that most commonly used in the world of work (Sketchup Pro 2017 version 2555 64 bit. namely Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64 bit. DIALux evo version 5. and Relux Desktop version 2020. , so it can be a reference for users and audienceAos of lighting This study uses quantitative methods with comparative analysis using oneway ANOVA . nalysis of The aim is to determine the difference in the quality of the lighting simulation software based on the software userAos perception . and the audience's perception . nterior designe. The final results show a significant difference of quality between software Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64 bit. DIALux evo version 5. 36886 and Relux Desktop version 2020. 0 based on the software userAos perception . and the audience's perception . nterior designe. Keywords: lighting simulation, ligting system, interior lighting Abstrak Pada era digital ini, terdapat banyak software yang bisa digunakan untuk mensimulasikan pencahayaan buatan dari pabrikan software yang berbeda. Masing-masing software bekerja dengan cara pengoperasionalan dan tools yang berbeda serta menghasilkan kualitas hasil yang berbeda pula, meskipun secara umum, tujuan penggunaan software tersebut adalah sama yaitu menyajikan visualisasi pencahayaan yang semirip mungkin dengan realitas pencahayaan ruangan. Kondisi ini mengakibatkan pengguna dihadapkan pada satu pilihan yang sulit. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan satu uji terhadap kualitas software pencahayaan, baik terhadap kualitas hasil output software maupun kualitas mekanisme kerja software pencahayaan yang paling umum digunakan di dunia kerja yaitu Sketchup Pro 2017 version 2555 64 bit. DIALux evo version 5. 36886 dan Relux Desktop version 2020. 0, agar bisa menjadi referensi bagi pengguna dan penikmat software pencahayaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis komparatif menggunakan oneway ANOVA . nalysis of varian. Tujuannya adalah berusaha mengetahui perbedaan kualitas software simulasi pencahayaan berdasarkan persepsi pengguna software, yang dalam hal ini adalah ahli gambar . dan persepsi penikmat hasil simulasi software pencahayaan, yang dalam hal ini adalah desainer interior dan mengetahui rerata tertinggi pada variable yang diuji. Hasil akhir menunjukkan adanya perbedaan kualitas yang signifikan pada software pencahayaan Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64 bit. DIALux evo version 5. 36886 dan Relux Desktop version 0 berdasarkan persepsi pengguna dan penikmat hasil software. Kata-kunci : simulasi pencahayaan, system pencahayaan, pencahayaan interior Pendahuluan Faktor yang mempengaruhi kenyamanan visual pengguna dalam melakukan aktivitas menurut lechner adalah kegiatan, kondisi pencahayaan, dan pengamat (Lechner, 2. Pada interior selain berfungsi sebagai penerangan, pencahayaan mampu membentuk ambience pada ruang dalam, serta sebagai elemen estetika pada produk interior. Selain pada ceiling dan dinding, penggunaan pencahayaan pada interior bisa Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 diterapkan pada furnishing yang bersifat loose furnishing, seperti pada nightstand, credenza, console dan dresser, dan juga pada built in furnishing seperti pada wardrobe, cabinet, headboard dan wall paneling. Jenis lampu dan fittingnyapun bermacam-macam, bisa berupa downlight, uplight, strip light dan lain sebagainya tergantung dari tujuan masing-masing penggunaan lampu. Menurut Kralikova bahwa Aupada kondisi tertentu, diperlukan desain pencahayaan umum yang sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kondisi visual untuk semua aktivitas kerjaAy (Kralikova et al. , 2. Menurut Habel. Auteknologi pencahayaan selain sebagai industri ekonomi yang berkembang pesat, juga merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi yang paling progresif, yang mampu mempengaruhi isu utama dunia terkait dengan . Electricity saving in all spheres of the illuminating devices application, . Lighting parameters quality improvement, . Material savings dan . Living environment protectionAy (Habel & yk, 2. Faktanya, pada era digital ini, terdapat banyak software yang bisa digunakan untuk mensimulasikan pencahayaan buatan, baik software yang sifatnya komersial atau berbayar, maupun software yang sifatnya non komersial atau bisa kita dapatkan secara free . Masing-masing software mempunyai mekanisme kerja yang berbeda dalam pengoperasionalan software maupun kualitas output yang dihasilkan, meskipun tujuan akhirnya adalah sama, yaitu membantu memberikan tampilan akhir pada system pencahayaan yang semirip mungkin dengan realitas visualnya. Kondisi ini menyebabkan pengguna software dihadapkan pada satu pilihan yang sulit untuk memilih jenis software pencahayaan yang sesuai. Berdasarkan latar belakang itulah maka perlu adanya satu penelitian tentang komparansi terhadap software-software pencahayaan yang umum digunakan pada masyarakat, baik pada pengoperasionalan software maupun kualitas output yang dihasilkan, agar bisa dijadikan rujukan bagi pengguna software pencahayaan nantinya. Pada penelitian ini, simulasi pencahayaan dikhususkan pada penggunaan software Sketchup Pro 2017 2555 64 bit. DIALux evo version 5. 36886 dan Relux Desktop version 2020. 0 yang digunakan oleh beberapa ahli gambar . pada sebuah perusahaan interior, dengan hasil visual rendering yang akan diujikan kualitasnya. Secara umum. Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64 bit, memberikan fiture artificial lighting sederhana, seperti pembentukan spotlight, rendering artificial light, pengaturan light effect dan interactive visualization berupa lighting animation (Bleicher & De Jongh, 2. Software ini lebih mengutamakan hasil rendering pencahayaan tanpa memberikan perhitungan besarnya luminansi dan tingkat pencahayaan sesuai produk lighting yang ada di pasaran. Sedangkan DIALux evo version 5. 36886, selain mampu melakukan perhitungan system pencahayaan yang lengkap, juga mampu melakukan optimasi rendering lighting berdasarkan ketinggian pusat cahaya, sudut boom, overhang cahaya dan konsumsi energi yang minimal (Dialux, 2. Begitu juga dengan Relux Desktop version 2020. 0, selain mampu melakukan kalkulasi pencahayaan untuk instalasi di dalam dan luar ruangan termasuk jalan dan terowongan, dengan metode radiositas dan raytracing, software ini juga mampu melakukan berbagai skenario simulasi dan uji analiticalnya (Nikolaou & Topalis, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan terhadap kualitas ketiga software yang diuji berdasarkan persepsi penikmat hasil simulasi software pencahayaan dan berdasarkan persepsi pengguna software pencahayaan tersebut serta variable apa yang paling berpengaruh pada proforma software yang diuji. Tinjauan Pustaka Menurut Savitri. Auaspek penting dalam pengukuran kualitas pencahayaan dalam suatu ruang yaitu aspek fungsional yang sangat erat hubungannya dengan visual comfort, dimana hal ini berkaitan dengan fungsi pencahayaan sebagai pemberi terang pada sebuah ruangan dan aspek estetika untuk melihat sejauh mana pencahayaan buatan memiliki peran sebagai pembangun suasana . s image builde. , persepsi visual . isual perceptio. , dan menyampaikan citra . suatu hasil karyaAy (Savitri, 2. Kualitas pencahayaan yang baik antara lain merupakan hasil proses desain holistik berdasarkan pola pencahayaan (Loe. Rowlands, 1. , kondisi pencahayaan yang memiliki dampak yang diinginkan pada kinerja tugas, kesehatan dan perilaku (Veitch & Newsham, 1. dan pencahayaan yang meningkatkan kemampuan untuk membedakan detail, warna, bentuk , tekstur dan permukaan bidang kerja tanpa ketidaknyamanan (Cuttle, 2. Sedangkan Kralikova menyebutkan AuLighting quality means achieving an optimal balance among human needs, architectural considerations, and energy efficiencyAy (Kralikova et al. Simulasi menurut Chen dijelaskan sebagai berikut Ausimulation are software systems we construct, execute, and experiment with to understand the behavior of systems. This often includes a process of Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 generating certain natural phenomena through computationAy ( Chen dalam Davoodi, 2. Sedangkan keuntungan dari penggunaan system simulasi menurut Bossel adalah Au. merupakan metodologi umum yang digunakan dalam suatu system, . pembiayaan yang lebih rendah dibandingkan dengan konstruksi sesungguhnya dan simulasi model, . Fleksibilitas dalam kemampuan mempersingkat atau memperpanjang waktu, dan . dinamika yang tidak diinginkan dalam sistem nyata tidak memengaruhi model computerAy (Bossel, 2. Menurut Manurung. Ausecara kualitatif interior ligthing pencahayaan dapat berhasil apabila mampu memberikan respons yang positif dan memenuhi kebutuhan psikologis orang yang mengamatinya karena kualitas pencahayaan memang sangat bersifat subjektif sesuai dengan perasaan masing-masing individu. Untuk itu dalam mengukur kualitas pencahayaan dari sebuah karya arsitektur, seorang perancang dapat melakukan suatu pendekatan pada respons visual melalui suatu pengamatan maupun penelitianAy (Manurung, 2. Menurut McDonald. Aupersepsi adalah pandangan individu sehingga menjadi kekuatan pendorong yang kuat untuk bertindakAy (McDonald, 2. Menurut Ghozali, analysis of variance atau ANOVA merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya, dimana analisi ini masuk dalam kategori statistik parametrik. Penggunaan ANOVA sebagai alat statistika parametrik, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi yang meliputi normalitas, heterokedastisitas dan random sampling (Ghozali, 2. Analysis of variance (ANOVA) adalah prosedur statistik yang berkaitan dengan cara membandingkan beberapa sampel, yang dianggap sebagai perpanjangan dari uji-t untuk dua sampel independen dari dua kelompok, dimana tujuannya adalah untuk menguji perbedaan yang signifikan antara mean kelas, dan ini dilakukan dengan menganalisis varians (Ostertagovy & Ostertag, 2. ANOVA satu arah . ne way ANOVA) digunakan apabila yang akan dianalisis terdiri dari satu variabel terikat dan satu variabel bebas (Basuki A T, 2. Interaksi suatu kebersamaan antar faktor dalam mempengaruhi variabel bebas, dengan sendirinya pengaruh factor-faktor secara mandiri telah dihilangkan. Jika terdapat interaksi berarti efek faktor satu terhadap variabel terikat akan mempunyai garis yang tidak sejajar dengan efek faktor lain terhadap variabel terikat sejajar . aling berpotonga. , maka antara faktor tidak mempunyai interaksi (Basuki A T, 2. Menurut Setyowati. Auone way ANOVA digunakan untuk menguji apakah rata-rata dari beberapa sample sama atau berbeda signifikan, serta untuk mencari rangking dari beberapa grouping variableAy (Setyowati & Setioko, 2. One way ANOVA merupakan teknik statistika parametrik yang digunakan untuk pengujian perbedaan beberapa kelompok rata-rata, di mana hanya terdapat satu variabel bebas atau independen yang dibagi dalam beberapa kelompok dan satu variabel terikat atau dependen, yang biasanya digunakan dalam penelitian eksperimen atau pun Ex-Post-Facto (Widiyanto, 2. Metode Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis menggunakan one way ANOVA (Analysis of varianc. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas pencahayaan hasil simulasi ini adalah persepsi pengguna. Dimana dalam hal ini, peneliti membagi dalam dua kategori pengguna yang berbeda. Pengguna pertama adalah pengguna software Sketchup Pro 2017 2555 64 bit. DIALux evo version 5. 36886 dan Relux Desktop version 2020. 0, yang dalam penelitian ini adalah ahli gambar pada sebuah perusahaan interior. Pengguna yang kedua adalah penikmat hasil simulasi software Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64 bit. DIALux evo version 36886 dan Relux Desktop version 2020. 0, yang dalam penelitian ini adalah desainer interior sebagai representasi dari buyer. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup dengan terlebih dahulu menentukan variable penelitian. Sample dipilih berdasarkan random sampling dengan dua populasi yang berbeda, yaitu 10 orang ahli gambar pada sebuah perusahaan interior yang sudah lebih dari 1 tahun menggunakan ketiga software yang diuji yaitu Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64 bit. DIALux evo 36886 dan Relux Desktop version 2020. 0, dan 10 orang desainer interior sebagai penikmat hasil software Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64 bit. DIALux evo version 5. 36886 dan Relux Desktop version 2020. 0, yang mewakili buyer. Pada kuesioner terhadap pengguna software simulasi pencahayaan pertanyaan pada kuesioner dibagi menjadi dua kelompok, yaitu data diri responden dan deskripsi kualitas software simulasi pencahayaan. Pada pertanyaan terhadap penikmat hasil simulasi software pencahayaan pertanyaan pada kuesioner dibagi Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 menjadi dua kelompok, yaitu data diri responden dan deskripsi kualitas visual hasil simulasi pencahayaan. Dibawah ini adalah data diri responden penelitian, dimana untuk jenis kelamin responden pengguna software secara keseluruhan adalah laki-laki, dengan 70 % berusia diatas 30 tahun, dengan jenjang Pendidikan adalah SMA/D3 dan Strata 1 sebanyak masing-masing 50 % dan lama penggunaan software lebih dari 3 tahun sebesar 60 %. Sedangkan jenis kelamin responden penikmat software didominasi oleh wanita sebesar 70 %, dengan 60 % berusia kurang dari 30 tahun, dengan jenjang Pendidikan didominasi oleh Strata 1 sebanyak masing-masing 90 % dan lama penggunaan software, baik yang lebih dari 1 tahun maupun lebih dari 3 tahun sebesar 50 %. Tabel 1. Data Diri Responden Menurut Sommerville, terdapat 4 atribut penting dari perangkat lunak yang baik yaitu maintainability, dependability, efficiency dan usability (Sommerville, 2. Maintainability yang dimaksud adalah bahwa sebuah software harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berkembang memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah, dependability yang dimaksud adalah bahwa software harus dapat diandalkan tidak boleh menyebabkan kerusakan fisik atau ekonomi jika terjadi kegagalan system, efficiency yang dimaksud adalah bahwa sotware harus dibuat dengan efisien mencakup daya tanggap, waktu pemrosesan, penggunaan memori, dll dan usability yang dimaksud adalah sotware harus dapat digunakan, tanpa upaya yang tidak semestinya, menurut jenis pengguna yang dirancang (Sommerville, 2. Berdasarkan teori tersebut, maka untuk pengguna software pencahayaan, variable bebas dan variable terikat yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan seperti pada table 2 dibawah ini. Kesimpulan dan Rekomendasi Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa : Bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap software pencahayaan Sketchup Pro 2017 2555 64 bit. DIALux evo version 5. 36886 dan Relux Desktop version 2020. baik berdasarkan persepsi penikmat hasil kualitas simulasi pencahayaan maupun berdasarkan persepsi pengguna software simulasi pencahayaan tersebut. Bahwa Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64 bit, mempunyai tingkat kualitas software pencahayaan yang paling tinggi, berdasarkan persepsi penikmat hasil kualitas simulasi pencahayaan dan DIALux evo version 5. 36886, mempunyai tingkat kualitas software pencahayaan yang paling tinggi berdasarkan persepsi pengguna software simulasi pencahayaan. Variable persepsi penikmat hasil simulasi software Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64bit yang paling tinggi tingkat pengaruhnya adalah tingkat luminansi . idak sila. dan kualitas pencahayaan . Variable persepsi penikmat hasil simulasi software DIALux evo version 5. 36886, yang paling tinggi tingkat pengaruhnya adalah tingkat tekstur pencahayaan . Variable persepsi penikmat hasil simulasi software Relux Desktop version 2020. 0, yang paling tinggi tingkat pengaruhnya adalah aksen warna . , kualitas pencahayaan . dan psiko fisik . Variable persepsi pengguna software Sketchup Pro 2017 version 17. 2555 64bit yang paling tinggi tingkat pengaruhnya adalah maintainability . inimnya kerusakan, dokumentasi yang baik dan design proformanya bagu. , dependability . ingkat melakukan proses dengan benar dan tingkat keamanan terkait interaksi dengan software lainny. dan efficiency . emori yang efekti. Variable persepsi pengguna software DIALux evo version 5. 36886, yang paling tinggi tingkat pengaruhnya adalah maintainability . inimnya kerusakan, dokumentasi yang baik dan sistem Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 perbaikan berkal. dan dependability . ingkat melakukan proses dengan benar dan tingkat keamanan terkait interaksi dengan software lainny. Variable persepsi pengguna software Relux Desktop version 2020. 0, yang paling tinggi tingkat pengaruhnya adalah maintainability . okumentasi yang baik dan sistem perbaikan berkal. Rekomendasi atas hasil penelitian diatas adalah : Bahwa kualitas hasil software pencahayaan secara umum masih perlu ditingkatkan lagi terkait dengan variable tingkat pencahayaan . eliputi kesesuaian warna dan material pada rendering pencahayaa. , refleksi . eliputi tingkat pembayangan pada hasil rendering pencahayaa. dan temperatur cahaya . eliputi kesan panas dan dinginnya hasil rendering pencahayaa. Bahwa proforma software pencahayaan secara umum perlu ditingkatkan lagi terkait dengan variable usability yang meliputi user interface yang familiar, penggunaan user guide yang maximal, tingkat compatibility dengan program lain yang tinggi dan sistem pengoperasionalan yang simple. Perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait variable system simulasi pencahayaan dengan metode penelitian yang lain sebagai bahan perbandingan atas hasil penelitian ini. Daftar Pustaka