Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR KITAB KUNING PADA REMAJA DI TPQ AL-IKHLAS Nur Ahsaniyah. Muzayyin Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail : nursaniyah02@gmail. Abstract This study aims to determine the factors that influence adolescent learning interest and how to find solutions to increase adolescent interest in learning the yellow book at TPQ Al-Ikhlas Kuwayuhan Village. This study uses a qualitative research type with a case study approach. The data needed in this study were collected through observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model data analysis technique, namely data condensation, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the study, it can be concluded that . adolescent interest in learning the yellow book at TPQ Al-Ikhlas is influenced by internal factors such as understanding the importance of religious knowledge, learning motivation, the ability to read pegon letters, as well as physical condition and fatigue after school activities, and external factors such as parental support, peer influence, the role of ustadz, and the learning methods used. Solutions that can be done to maintain and increase adolescent interest in learning the yellow book are to foster internal motivation through advice and inspirational stories, provide special training in reading pegon writing with drill and habituation methods, vary learning methods to be more interactive and fun, and link the yellow book material to the context of modern life. Keywords: Interest. Yellow Book Learning. Teenagers Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar remaja dan bagaimana solusi untuk meningkatkan minat remaja dalam pembelajaran kitab kuning di TPQ Al-Ikhlas Desa Kuwayuhan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model Miles dan Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa . minat remaja terhadap pembelajaran kitab kuning di TPQ Al-Ikhlas dipengaruhi oleh faktor internal seperti pemahaman terhadap pentingnya ilmu agama, motivasi belajar, kemampuan membaca huruf pegon, serta kondisi fisik dan kelelahan setelah aktivitas sekolah, dan faktor eksternal seperti dukungan orang tua, pengaruh teman sebaya, peran ustadz, dan metode pembelajaran yang digunakan. Solusi Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. yang dapat dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan minat remaja dalam mempelajari kitab kuning yaitu menumbuhkan motivasi internal melalui nasihat dan kisah inspiratif, memberikan pelatihan khusus membaca tulisan pegon dengan metode drill dan pembiasaan, memvariasikan metode pembelajaran agar lebih interaktif dan menyenangkan, serta mengaitkan materi kitab kuning dengan konteks kehidupan modern. Kata Kunci : Minat. Pembelajaran Kitab Kuning. Remaja PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan pemahaman keagamaan individu sejak usia dini hingga remaja. Salah satu bentuk pendidikan yang menjadi dasar bagi pengembangan ilmu agama adalah pembelajaran kitab kuning, yaitu kitab-kitab klasik berbahasa Arab yang memuat pengetahuan fiqih, tafsir, hadis, dan ilmu dasar Islam lainnya. Kitab ini juga berperan dalam membentuk kecerdasan intelektual dan moral anak, sehingga sangat penting untuk dipelajari oleh generasi muda demi mencetak pribadi yang cerdas, taat beragama, dan berakhlak mulia. Minat berpengaruh terhadap aktivitas belajar. Santri dengan minat belajar yang tinggi cenderung lebih aktif, terlibat, dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebaliknya, minat belajar yang rendah dapat mengakibatkan santri kurang fokus, pasif, dan bahkan cenderung tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Di kalangan santri, minat belajar terhadap kitab kuning menjadi indikator penting keberhasilan proses pembelajaran di pesantren maupun Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ). Namun, dalam praktiknya, tingkat minat belajar santri terhadap kitab kuning seringkali Beberapa santri menunjukkan antusiasme yang tinggi, sementara sebagian lainnya mengalami kesulitan dalam memahami materi, sehingga minat belajarnya menurun. Fenomena ini memperlihatkan bahwa terdapat berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi motivasi dan ketertarikan santri dalam mengikuti pembelajaran kitab kuning. Faktor internal meliputi motivasi pribadi, pemahaman terhadap pentingnya ilmu agama, dan 1 Nurul Hanani. AuManajemen Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning,Ay Realita : Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam 15, no. , 5. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. kemampuan kognitif, sedangkan faktor eksternal dapat berupa metode pengajaran, interaksi dengan guru, fasilitas pembelajaran, serta dukungan lingkungan keluarga dan pertemanan. Berdasarkan observasi awal yang telah peneliti lakukan, pelaksanaan pembelajaran kitab kuning pada remaja yang dilaksanakan di TPQ Al-Ikhlas, tingkat partisipasi remaja rendah dalam mengikuti pembelajaran. Beberapa indikator yang muncul dari observasi sedikit remaja yang berangkat, sebagian dari mereka terlihat tidak tampak antusias, dan ekspresi wajah ketidaknyamanan saat pembelajaran. 2 Keadaan ini secara signifikasi dapat mempengaruhi minat belajar terhadap kitab kuning. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar santri menjadi sangat penting bagi pengelola pendidikan, guru, maupun orang tua, agar dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan meningkatkan keterlibatan santri dalam proses belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang muncul dapat dirumuskan dalam beberapa pertanyaan penelitian, yakni: faktor apa saja yang memengaruhi minat belajar santri terhadap pembelajaran kitab kuning dan bagaimana solusi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan minat belajar santri terhadap kitab kuning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor tersebut secara mendalam, dan memberikan solusi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan minat belajar santri terhadap kitab kuning. yang lebih optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme dan dilaksanakan pada kondisi alamiah dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Data dikumpulkan melalui triangulasi, kemudian dianalisis secara induktif. Penelitian ini lebih menekankan pada makna yang terkandung dalam temuan daripada pada upaya 3 Penelitian ini dilakukan di Taman Pendidikan Al QurAoan (TPQ) Al-Ikhlas yang beralamat di Desa Kuwayuhan RT 03 RW 01. Kecamatan Pejagoan. Kabupaten Kebumen. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian atau sumber informasi adalah santri kitab dengan rentang usia 12-18 tahun dan pengajar kitab kuning. 2 Observasi pra penelitian di TPQ Al-Ikhlas, 7 Mei 2025 3 Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2. , 9Ae10. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Teknik pengumpulan data merupakan tahapan sistematis yang dilaksanakan guna memperoleh data yang diperlukan. Untuk memperoleh data atau informasi yang valid dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi. Observasi digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data tentang pembelajaran kitab kuning dengan cara mengamati proses pembelajarannya. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis wawancara semiterstruktur untuk menggali pandangan, pengalaman, dan motivasi remaja dalam mempelajari kitab kuning. Dan dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data tentang kondisi santri di TPQ Al-Ikhlas. Setelah data dilapangan didapatkan maka tahap berikutnya yaitu analisis data. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yaitu . kondensasi data . ata condensatio. penyajian data . ata displa. penarikan dan verifikasi kesimpulan . rawing and verifying conclusion. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pembelajaran kitab kuning di TPQ Al-Ikhlas diikuti oleh santri yang telah mengkhataman Al-QurAoan. Pembelajaran kitab kuning di kelas C dilaksanakan pada hari senin-sabtu pukul 16. 30 WIB yang diampu oleh ustadz Saeri dengan jumlah santri sebanyak 13 orang. Adapun pembelajaran kitab kuning di kelas B dilaksanakan pada malam hari dari Sabtu-Kamis pukul 00 WIB yang diajar oleh Ustadz Aliman dengan jumlah santri sebanyak 10 orang. Temuan yang peneliti peroleh pada saat observasi, tingkat partisipasi remaja dalam mengikuti pembelajaran tergolong rendah. Terlihat sebagian dari mereka tidak tampak antusias dalam mengikuti pembelajaran, dan ekspresi wajah ketidaknyamanan saat pembelajaran. 4 Seperti yang disampaikan oleh salah satu pengajar kitab kuning yang menyatakan bahwa tingkat kehadiran santri termasuk jarang, hanya beberapa santri saja yang konsisten mengikuti pembelajaran kitab kuning. Berdasarkan observasi dan wawancara menunjukan bahwa minat remaja terhadap pembelajaran kitab kuning mengalami penurunan. Minat remaja dalam mengikuti pembelajaran 4 Observasi pembelajaran kitab kuning di kelas B, 5 Juli 2025 5 Aliman . AuMinat Remaja Terhadap Pembelajaran Kitab KuningAy. Wawancara, 9 Juli 2025. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. kitab kuning di TPQ dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri remaja . maupun dari luar . Peneliti menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi minat remaja terhadap pembelajaran kitab kuning. Faktor Internal Remaja Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri remaja, seperti pemahaman terhadap pentingnya ilmu agama, motivasi, dan faktor kelelahan yang dialami. Remaja mempunyai pemahaman yang baik tentang pentingnya pembelajaran kitab kuning. Selain pemahaman yang baik, motivasi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat remaja. Keinginan dari diri sendiri untuk belajar akan membuat remaja berusaha untuk terus hadir dan mengikuti pelajaran secara konsisten. Pemahaman yang baik dan disertai motivasi yang kuat membuat remaja berusaha hadir dan mengikuti pembelajaran secara konsisten. Sebaliknya, jika motivasi yang dimiliki lemah berdampak pada minat remaja terlebih lagi jika mereka menghadapi kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara dan observasi peneliti menemukan bahwa beberapa remaja mengalami penurunan minat akibat kesulitan dalam membaca tulisan kitab, terutama karena menggunakan tulisan Arab dengan bahasa Jawa . , yang memerlukan keterampilan Kemampuan membaca kitab ini dibutuhkan untuk mengetahui isi kandungan ajaran agama di dalamnya. Hasil ini memperkuat temuan Irawan et al. yang menyoroti bahwa kesulitan bahasa menjadi salah satu faktor penurunan minat belajar kitab kuning di kalangan remaja. Oleh karena itu, motivasi menjadi salah satu faktor internal yang signifikan dalam minat remaja terhadap pembelajaran kitab kuning. Rasa lelah yang dialami remaja juga menjadi salah satu penyebab menurunnya minat untuk mengaji. Sepulang sekolah pada sore hari, mereka kerap merasa kurang bersemangat sehingga enggan mengikuti aktivitas tambahan, termasuk mengaji. Dalam kondisi tersebut, beristirahat sering kali lebih dipilih daripada melakukan kegiatan yang menuntut fokus dan 6 Ari Irawan. Zainal Asril, and Hidayati. AuPengaruh Motivasi Belajar Dan Minat Belajar Terhadap Kemampuan Membaca Kitab Kuning Di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Nurul Huda Bangai Kabupaten Labuhanbatu Selatan,Ay Jurnal Edu Research 5, no. : 797Ae804. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Hal ini kemudian berdampak pada banyaknya remaja yang tidak hadir dalam kegiatan Berdasarkan hasil wawancara dengan remaja, peneliti menemukan bahwa faktor kelelahan juga berpengaruh terhadap minat belajar, terutama bagi santri yang pulang sekolah sore hari sehingga kondisi fisik kurang mendukung. Temuan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Slameto bahwa kesehatan dan faktor kelelahan yang dialami dapat menjadi faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa yang berasal dari diri seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan motivasi perlu diimbangi dengan kesiapan kognitif, fisik, dan mental agar minat belajar remaja dapat bertahan. Faktor Eksternal Faktor eksternal mencakup pengaruh dari lingkungan sekitar remaja, seperti dukungan orang tua, teman sebaya, pengajar . , serta metode pembeljaran. Pertama, dukungan orang tua memiliki peranan besar dalam menumbuhkan minat mengaji. Beberapa remaja mengaku mengikuti ngaji kitab kuning karena adanya dorongan dari orang tua. Hal ini menunjukan bahwa orang tua berpengaruh terhadap minat remaja dalam mengikuti pembelajaran kitab kuning. Dukungan orang tua terbukti menjadi pendorong yang Meskipun dorongan atau permintaan orang tua termasuk motivasi eksternal, hal seperti ini cenderung tidak bertahan lama jika tidak diiringi motivasi dari dalam diri. Kedua, pengaruh teman sebaya. Teman yang ikut serta dalam kegiatan mengaji kitab kuning memberikan semangat dan rasa kebersamaan. Lingkungan teman yang bersemangat memperkuat komitmen remaja untuk tetap aktif mengikuti pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pengaruh teman sebaya berpengaruh terhadap minat remaja dalam mengikuti pembelajaran kitab kuning. Ketidakhadiran teman sebaya juga dapat berpengaruh terhadap menurunnya semangat belajar remaja. Kehadiran teman sering kali menjadi faktor pendorong sekaligus motivasi dalam mengikuti suatu Tanpa adanya teman yang biasanya memberikan dukungan serta menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, remaja cenderung kehilangan antusiasme bahkan merasa kurang nyaman dalam proses belajar. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan sosial antar santri memiliki dampak langsung terhadap konsistensi kehadiran mereka dalam pembelajaran kitab kuning. Menurut Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, menekankan bahwa kelelahan setelah aktivitas sekolah serta minimnya kehadiran teman sebaya dapat menjadi faktor penting yang membuat remaja enggan berpartisipasi dalam kegiatan. Ketiga, peran ustadz dan metode mengajar yang digunakan. Cara penyampaian materi oleh ustadz sangat menentukan ketertarikan remaja. Peran ustadz dalam menyampaikan materi menentukan ketertarikan remaja. Ustadz yang komunikatif, dan menyenangkan mampu membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan menarik. Begitupun sebaliknya, remaja merasa malas berangkat karena penyampaian guru yang monoton dan tidak bisa membuat suasana pembelajaran menyenangkan. Selain itu, metode pembelajaran juga menentukan ketertarikan remaja. Cara yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar. Metode yang diterapkan adalah cara yang biasanya digunakan di lingkungan pesantren, yaitu ustadz membacakan teks, kemudian menerjemahkan serta memberikan penjelasan isi kitab, sementara para santri memperhatikan dan menyimak penjelasan yang disampaikan. Sebagian remaja mengaku nyaman dengan metode tersebut, karena sudah terbiasa. Namun ada juga yang merasa bahwa metode yang digunakan terkadang membosankan, terutama jika hanya mendengarkan tanpa keterlibatan aktif. Hal ini menunjukan bahwa metode pembelajaran yang digunakan oleh pengajar cukup efektif dalam menjaga otentisitas Namun sebagian santri merasa kurang tertantang karena minimnya interaksi dua arah dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, minat remaja dalam mempelajari kitab kuning di TPQ Al-Ikhlas terbentuk dari sinergi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi minat remaja yaitu pemahaman, motivasi dan keadaan fisik remaja. Sedangkan faktor internal meliputi dukung orang tua, pengaruh teman sebaya, peran ustadz dan metode pembelajaran yang digunakan. 7 Sarlito Wirawan Sarwono. Psikologi Remaja (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dapat diketahui bahwa remaja mengahadapi kendala yang berdampak terhadap keberlangsungan minat belajar mereka. Kendala-kendala tersebut yaitu rendahnya motivasi, kesulitan memahami teks pegon, serta metode pembelajaran yang Jika kendala yang remaja hadapi tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan penurunan partisipasi remaja dalam kegiatan mengaji kitab kuning. Oleh karena itu, peneliti menawarkan sejumlah solusi sebagai langkah strategis untuk menjaga sekaligus meningkatkan minat remaja dalam mempelajari kitab kuning secara berkelanjutan Pertama, motivasi adalah salah satu faktor yang membuat remaja mau untuk mempelajari kitab kuning, maka diperlukan upaya untuk menumbuhkan motivasi internal remaja. Ustadz dapat memberikan dorongan berupa nasihat rutin, kisah inspiratif para ulama serta pemahaman tentang pentingnya belajar ilmu agama islam secara menyeluruh, khususnya kitab kuning. Solusi ini sejalan dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Anam . , yang menunjukkan bahwa memberikan motivasi santri menjadi salah satu upaya untuk menguatkan minat peserta didik . dalam mempelajari kitab kuning. Kedua, untuk mengatasi kendala bahasa dan tulisan kitab kuning yang menggunakan tulisan pegon, pihak TPQ dapat menyelenggarakan pelatihan membaca kitab secara bertahap melalui metode latihan khusus . dan pembiasaan kelompok kecil. Hal ini penting karena sebagian santri mengalami kesulitan dalam memahami teks, sehingga minat belajar Upaya ini juga ditemukan dalam penelitian Ainia . Dimana guru melakukan treatment dalam bentuk drill agar siswa terbiasa menulis dan membaca pegon sehingga mampu mengatasi kesulitan dalam membaca kitab kuning. Ketiga, peran ustadz dan metode mengajar juga harus diperhatikan. Guru yang komunikatif dan menyenangkan akan lebih mampu menarik perhatian santri dibandingkan penyampaian yang monoton. Oleh karena itu, variasi metode pembelajaran perlu dikembangkan, misalnya dengan mengombinasikan metode tradisional . andongan dan soroga. dengan pendekatan diskusi, atau tanya jawab yang dapat meningkatkan keterlibatan 8 Anam. Khoirul and Imam Fauji. AuProblematika Pembelajaran Kitab Kuning Di MA Islam Terpadu Darul Fikri. Sidoarjo,Ay Pendas:Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10 . : 345. 9 Ainia. Problematika Pembelajaran Kitab Kuning Pada Siswa Kelas 1A Madrasah MuAoallimin MuAoallimat 6 Tahun Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (Doctoral dissertation. IAIN Kedir. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Solusi ini dilakukan juga dalam penelitian Al Qowi . , memvariasikan metode pembelajaran dengan diskusi kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar santri terhadap kitab kuning. Keempat, pendekatan kontekstual materi kitab kuning. Selain memvariasikan metode pembelajaran, menghubungkan pembelajaran kitab kuning dengan persoalan aktual serta realitas kehidupan modern dapat menumbuhkan rasa relevansi bagi santri terhadap materi yang dipelajari. Contohnya, menjelaskan penerapan prinsip-prinsip fiqih dalam kitab kuning pada bidang ekonomi digital maupun berbagai isu yang sedang terjadi di masa sekarang. Selain itu, penggunaan bahasa yang lebih sederhana atau penjelasan dengan istilah yang mudah dipahami sangat membantu santri pemula dalam memahami isi kitab kuning. Kesamaan antara solusi yang diberikan dengan penelitian Zulfikar . memperlihatkan konsistensi dalam upaya meningkatkan motivasi belajar santri melalui pendekatan kontekstual materi dari kitab kuning. Dengan demikian, solusi yang ditawarkan menekankan pentingnya sinergi antara faktor internal dan eksternal, mulai dari peningkatan motivasi pribadi, variasi metode pembelajaran, diadakan latihan khusus membaca pegon dan pembiasaan kelompok kecil, serta pendekatan kontekstual materi dari kitab kuning. Apabila semua faktor ini diperhatikan secara bersamasama, maka minat remaja terhadap pembelajaran kitab kuning di TPQ Al-Ikhlas akan semakin meningkat. Solusi-solusi tersebut didukung oleh penelitian terdahulu, yang menunjukkan bahwa motivasi, pelatihan, variasi metode, dan pendekatan kontekstual merupakan faktor penting dalam menjaga sekaligus meningkatkan minat remaja dalam pembelajaran kitab kuning secara berkelanjutan. KESIMPULAN Minat remaja terhadap pembelajaran kitab kuning di TPQ Al-Ikhlas dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi, pemahaman, dan kondisi fisik. Faktor eksternal berupa dukungan 10 Muhamad Syahid Al Qowi. Wawan, and Syarief Hasani. AuUpaya Meningkatkan Motivasi Belajar Santri Dalam Pembelajaran Kitab Kuning Di Madrasah,Ay Thoriqotuna : Jurnal Pendidikan Islam 7, no. : 19Ae38. 11 Azmi Yudha Zulfikar. AuInovasi Metode Pembelajaran Kitab Kuning Di Dayah Fathul Ainiyah Kabupaten Pidie Jaya,Ay Jurnal At-Tarbiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 10 . : 179Ae94. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. orang tua, pengaruh teman sebaya, peran ustadz, dan metode pembelajaran. Dari faktor-faktor tersebut dapat diketahui bahwa remaja mengahadapi kendala yang berdampak terhadap keberlangsungan minat belajar mereka. Kendala tersebut yaitu rendahnya motivasi, kesulitan memahami teks pegon, serta metode pembelajaran yang monoton. Apabila kendala yang dialami tidak diatasi akan berpotensi menurunkan partisipasi santri dalam mempelajari kitab kuning. Beberapa solusi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan minat yaitu menumbuhkan motivasi internal melalui nasihat dan kisah inspiratif, memberikan pelatihan khusus membaca tulisan pegon dengan metode drill dan pembiasaan, memvariasikan metode pembelajaran agar lebih interaktif dan menyenangkan, serta mengaitkan materi kitab kuning dengan konteks kehidupan modern agar lebih relevan bagi remaja. DAFTAR PUSTAKA