Vol. 3, 4 (November, 2. , pp. EISSN: 3031-0881 DOI: 10. 62083/masterpiece. Dakwah Muhammadiyah Melalui Pendidikan Fikri Aziz1. Wahid Abdus Salam2. Pelangi Laras Cantika3. Zahratul Uyun 1Universitas Muhammdaiyah Tangerang. azizf434@gmail. 2Universitas Muhammdaiyah Tangerang. wahidsalam79@gmail. 3Universitas Muhammdaiyah Tangerang. pelangicantika88@gmail. 4Universitas Muhammdaiyah Tangerang. uynzahra@gmail. ARTICLE INFO Keywords: Dakwah. Pendidikan. Muhammadiyah. Article history: Received 2025-06-23 Revised 2025-11-20 Accepted 2025-11-20 Corresponding Author: Fikri Aziz. Universitas Muhammadiyah Tangerang. azizf434@gmail. CopyRight: This is an open access article under the CC BY-NC-SA license. ABSTRACT This paper discusses how Muhammadiyah carries out its Islamic mission through education. Since its inception. Muhammadiyah has viewed education as an important means to spread enlightening Islamic teachings and answer the challenges of the times. Through the da'wah bil hal approach. Muhammadiyah not only conveys Islamic values verbally or in writing, but also through real actions such as establishing schools, hospitals, and other social institutions. The education developed by Muhammadiyah combines religious knowledge and general knowledge, with the aim of producing a generation that is faithful, moral, and intellectually capable. This study uses a literature study method to examine Muhammadiyah's contribution in the field of education and its impact on society. The results of the study show that Muhammadiyah's educational approach has succeeded in creating an effective, progressive, and relevant da'wah model to date. ABSTRAK Tulisan ini membahas bagaimana Muhammadiyah menjalankan misi dakwah Islam melalui jalur pendidikan. Sejak awal berdirinya. Muhammadiyah telah memandang pendidikan sebagai sarana penting untuk menyebarkan ajaran Islam yang mencerahkan dan menjawab tantangan Melalui pendekatan dakwah bil hal. Muhammadiyah tidak hanya menyampaikan nilai-nilai Islam secara lisan atau tulisan, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti pendirian sekolah, rumah sakit, dan lembaga sosial lainnya. Pendidikan Muhammadiyah memadukan ilmu agama dan ilmu umum, dengan tujuan mencetak generasi yang beriman, berakhlak, dan cakap secara intelektual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menelaah kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan dampaknya terhadap masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan Muhammadiyah telah berhasil menciptakan model dakwah yang efektif, progresif, dan relevan hingga saat ini. PENDAHULUAN Pembentukan organisasi Muhammadiyah pada 18 November 1912 didasarkan oleh ide pemikiran KH. Ahmad Dahlan tentang perlunya penerapan kehidupan Islam pada https://journal. id/index. php/masterpiece Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 370 of 379 beberapa bidang karena dinilai sudah mulai hilang, seperti bidang politik, ekonomi, perdagangan, dan pendidikan. Selain itu. KH. Ahmad Dahlan ingin kembali memurnikan ajaran Islam di kalangan masyarakat muslim yang mulai terkontaminasi dengan berbagai pemahaman sehingga muncul takhayul, khurafat, bidah, dan syirik. KH. Ahmad Dahlan juga bertekad untuk menjaga regenerasi Islam untuk masa yang akan datang karena kencangnya arus kristenisasi pada masa itu dan mengembalikan marwah Islam kepada pemuda-pemuda khususnya pelajar di era masuknya kebudayaan dan informasi ke Indonesia yang memengaruhi kepribadian masyarakat muslim. Ahmad Dahlan memiliki pandangan tentang Islam di Indonesia yang berperan sebagai agama maupun tradisi tidak ada perkembangan dan tidak dapat membawa umat Islam di Indonesia menjadi masyarakat yang modern dan dinamis. Apabila ditarik garis sejarahnya menuju zaman Rasulullah dan para pendahulu setelahnya. Islam berhasil menjadikan umatnya sebagai masyarakat dengan peradaban level tinggi. Ajaran Islam sebagai agama di Indonesia sudah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan lokal yang sudah berkembang sebelumnya. Banyak praktik keagamaan yang tidak lagi didasarkan oleh AlQurAan dan Sunnah Ahmad Dahlam melihat adanya problematika yang terjadi di kalangan pribumi, yaitu ketertinggalan pendidikan yang cukup mengkhawatirkan karena adanya tabrakan antar dua pendidikan yang saling bertolak belakang, yaitu ilmu umum yang menjadikan para pemuda jauh dari agama serta budaya lokal dan ilmu agama Islam yang berpusat di pesantren. Maka dengan adanya gagasan pembaruan di bidang pendidikan sebagai terobosan besar yang akan menghilangkan dikotomi pendidikan agama dan pendidikan umum. Muhammadiyah ingin menciptakan pendidikan yang seimbang dan menghasilkan manusia yang berilmu umum dan berilmu agama. Pendidikan Muhammadiyah bertujuan mengedepankan akhlak mulia, pengetahuan yang komprehensif, dan memiliki kepedulian dalam membangun masyarakat. KH. Ahmad Dahlan membuat gagasan tentang cita-cita pendidikan Muhammadiyah yang mampu melahirkan ulama-intelek, yaitu seorang muslim yang memiliki iman yang teguh dan ilmu pengetahuan yang luas, tidak hanya ilmu umum saja atau tidak hanya ilmu agama saja. Dalam aplikasinya. KH. Ahmad Dahlan melakukan dua tindakan sekaligus, memberikan pelajaran agama pada sekolah-sekolah Belanda yang sekuler, dan mendirikan sekolah sendiri yang di mana ilmu agama dan ilmu umum disatukan di dalamnya, dan ide KH. Ahmad Dahlan tersebut kini sudah menjadi fenomena umum di lembaga-lembaga dan Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 371 of 379 yayasan Islam di Indonesia dan menjadi warisan yang harus dijaga dan dan diteruskan dengan menyesuaikan konteks ruang dan waktu. Pendidikan Muhammadiyah berkembang secara progresif, biasanya dimulai dari pendidikan di areal masjid, kemudian dilengkapi oleh lembaga TK. SD, hingga perguruan Amal usaha Muhammadiyah, khususnya pendidikan tinggi mengalami perubahan dari tahun ke tahun, baik itu peningkatan, kemajuan, atau perkembangan. Banyak peerguruan tinggi Muhammadiyah yang telah mengalami peningkatan kualitas yang sebelumnya mendapatkan minat yang sedikit dari para calon mahasiswa disebabkan kualitas yang di bawah rata-rata dari perguruan tinggi lainnya, seperti program-program studi yang sebelumnya tidak akreditasi sedikit demi sedikit mulai diikutkan akreditasi. Selain peningkatan kualitas, perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah juga mengalami kemajuan dari segi fisik bangunan, jumlah mahasiswa, dan tenaga pengajar. Mengingat pentingnya peran pendidikan sebagai sarana dakwah, penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana Muhammadiyah mengembangkan aktivitas dakwah melalui bidang pendidikan, termasuk bentuk-bentuk dakwah yang diterapkan serta pengaruhnya terhadap peserta didik maupun masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, diharapkan tulisan ini dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk memperkuat peran pendidikan dalam upaya dakwah Islam di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang berupa studi kepustakaan . ibrary Menurut Sugiyono yang dikutip oleh Arum, studi pustaka berkaitan dengan kajian teoritis dan beberapa referensi yang tidak akan lepas dari literatur-literatur. 1 Pendekatan studi pustaka merupakan suatu pendekatan dimana data analisis dikumpulkan dengan dibantu berbagai material yang terdapat dalam perpustakaan seperti dokumen, buku, jurnal-jurnal dan sebagainya. Studi pustaka . tau sering disebut juga studi literatur-literatur review, atau kajian pustak. merupakan sebuah proses mencari, membaca, memahami, dan menganalisis berbagai literatur, hasil kajian . asil penelitia. atau studi yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Studi pustaka dapat diibaratkan sebuah kunci yan akan membuka semua hal yang dapat membantu memecahkan masala penelitian. Artinya. Arum Ekasari Putri. AuEvaluasi Program Bimbingan Dan Konseling: Sebuah Studi Pustaka,Ay JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesi. 4, no. : 39. Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 372 of 379 studi pustaka juga dapat dimanfaatkan sebagai jalan untuk memberikan argumentasi, dugaan sementara atau prediksi mengenai hasil penelitian yang dilakukan. Ada berbagai jenis sumber pustaka . yang dapat dimanfaatkan. TEMUAN DAN DISKUSI Pengertian Dakwah Dakwah secara bahasa merupakan sebuah kata dari bahasa Arab dalam bentuk Kata dakwah berasal dari kata daAoa-yadAou-daAowatan yang memiliki arti seruan, panggilan, undangan, atau doAa. 3 Sedangkan secara istilah atau terminologi, dakwah adalah setiap usaha yang mengarah pada perbaikan kehidupan yang lebih baik dan layak, sesuai dengan kehendak dan tuntutan kebenaran. Definisi Ilmu dakwah secara umum ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan manusia untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu ideologi, pendapat, pekerjaan yang tertentu. Adapum definisi dakwah menurut islam ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagian mereka di dunia akhirat. Setiap muslim wajib untuk melakukan kegiatan dakwah karena kegiatan dakwah merupakan bagian yang sangat penting dalam ajaran Islam. Pelaksanaan dakwah ini adalah penuangan dari konsep amar maAoruf nahi mungkar, yaitu sebuah perintah untuk melaksanakan kebaikan dalam bentuk perilaku yang positif, bahkan hal ini berupa suatu upaya untuk mengajak seseorang agar meninggalkan dan menjauhkan diri dari perilaku yang tidak baik yang dapat merusak. Muhammadiyah mengartikan dakwah sebagai proses islamisasi dalam berbagai aspek kehidupan yang dilakukan melalui kegiatan mengajak umat Islam menuju jalan Allah swt atau jalan menuju Islam. Dakwah menurut K. Ahmad Dahlan adalah kewajiban setiap individu, karena dakwah merupakan tuntutan ajaran Islam. Dalam pengertian rekonstruksi sosial meliputi Amruddin et al. AuMetodologi Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif,Ay ed. Arif Munandar, n. Vania Siska Damayanti. AuDakwah Muhammadiyah Melalui Media Sosial,Ay Tamaddun: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran 25 . Damayanti. AuDakwah Muhammadiyah Melalui Media Sosial. Ay Alinda Syarofah et al. AuDakwah Muhammadiyah Di-Era Digital Bagi Kalangan Milenial,Ay Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan 25, no. : 48Ae64. Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 373 of 379 seluruh aspek kehidupan, ekonomi, politik, sosial dan budaya. Di samping itu dakwah juga dalam pengertian pembebasan, yaitu membebaskan umat manusia dari berbagai belenggu penjajahan, penjajahan dari kekafiran, syirik, kebodohan dan kejumudan. Dakwah dalam pengertian ini juga merupakan hasil dari telaah dan pendalaman KH. Ahmad Dahlan terhadap firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 104. Bahkan ayat ini merupakan khittah dan langkah strategis dasar perjuangannya, yaitu mengajak, menyeru kepada Islam dan mengajak kepada yang makruf dan mencegah perbuatan yang mungkar. Oleh karena dakwah Muhammadiyah tidak saja dalam bentuk lisan, tulisan tetapi juga dalam bentuk dakwah bil hal . , maka Muhammadiyah mendirikan sekolah-sekolah, mulai dari taman-kanak sampai ke perguruan tinggi, mulai dari klinik dan rumah bersalin sampai mendirikan rumah sakit, mulai dari santunan fakir miskin dan anak yatim sampai mendirikan panti panti asuhan. Semuanya itu adalah wujud dan manifestasi dari dakwah Islam dan juga berfungsi sebagai dakwah. Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki pendekatan dakwah yang khas, salah satunya melalui jalur pendidikan. Sejak didirikan oleh Ahmad Dahlan pada tahun 1912. Muhammadiyah telah menempatkan pendidikan sebagai sarana strategis untuk menyebarkan ajaran Islam yang mencerahkan dan membebaskan umat dari kebodohan dan keterbelakangan. Dakwah Bil Hal Dakwah bil hal secara bahasa merupakan penyatuan dari dua suku kata yang berasal dari Bahasa Arab. yaitu dakwah dan al-hal. KataAdakwahA memiliki makna menyeru, memanggil, mengarahkan. Sedangkan secara istilah, arti kata dakwah mengandung pengertian:menyeru manusia kepada perilaku kebajikan serta melarang atau menghindar kan mereka dari perbuatan mungkar. Kata hal memiliki arti kenyataan, keadaan, bukti Penyatuan dari dua kata di atas,dapat diertikan dengan menyeru atau mengajak dengan menggunakan AbahasaAperbuatan atau keadaan yang nyata . Dakwah dengan cara ini dianggap lebih efektif di bandingkan dakwah dengan perkataan . akwah bil Nurlaila Al Aydrus. Nirmala, and Adhriansyah A. Lasawali. AuPeran Muhammdiyah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Islam Di Indonesia,Ay IQRA: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman 17 . Alfian. Muhammadiyah: The Political Behavior of a Muslim Modernist Organization under Dutch Colonialism, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1. , hlm. Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 374 of 379 kala. , sebagaimana pepatah Arab menyatakan. Aulisanal-hal afsahu Min lisan al-maqalAy . ahasa lebih efektif dari pada bahasa perkataa. Dakwah bil-hal dapat dimaknai sebagai upaya dakwah yang diwujudkan melalui tindakan nyata berupa keteladanan. Praktik ini telah dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah Saw, salah satunya ketika beliau berhijrah ke Madinah bersama kaum Muhajirin. Saat itu. Rasulullah berupaya mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshar untuk membangun peradaban Islam di Madinah, yang diawali dengan mendirikan masjid. Dalam pembangunan masjid tersebut. Rasulullah Saw turun tangan langsung mengumpulkan material dan memulai pekerjaan sehingga para sahabat pun terdorong untuk ikut serta. Keteladanan Rasulullah ini tidak hanya tampak dalam penyatuan kedua kelompok itu, tetapi juga tercermin dalam aktivitas beliau sehari-hari. Menurut Siti Undriyati yang dikutip oleh Abdul Razak pada artikelnya. Dakwah bilhal berasal dari kata Arab hal yang berarti tindakan atau perbuatan. Dakwah bil-hal dapat dipahami sebagai proses dakwah melalui keteladanan, yaitu menyampaikan pesan dakwah dengan tindakan nyata di berbagai aspek kehidupan untuk meningkatkan kualitas hidup. Metode ini dilakukan dengan menunjukkan sikap, perilaku, gerak-gerik, serta akhlak yang baik, dengan harapan pihak yang didakwahi . adAo. dapat melihat, merasakan, dan akhirnya meneladani. Selain itu, dakwah bil-hal juga sering disebut sebagai dakwah pelayanan pembangunan diri, yaitu aktivitas dakwah yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan umat, baik secara jasmani maupun rohani. Dakwah bil hal sebenarnya bukanlah merupakan istilah baru dalam dunia dakwah, karena sumber peristilahan tersebut bermula dari Al-QurAan mapun Hadis dan juga sirah Nabi. Kegiatandakwah dengan perbuatan nyata . il ha. dapat dipergunakan baik Euis Evi Puspitasari and Utan Sahiro Ritonga. AuPola Komunikasi Dakwah Bil Hal Muhammadiyah Pada Masyarakat Agraris,Ay CHANNEL: Jurnal Komunikasi 8, no. : 135. Suci Ramadhani. AuEfektivitas Dakwah Bil-Hal Sebagai Solusi Penyampaian Pesan Dakwah Kepada Mitra Dakwah,Ay Ilmu Komunikasi dan Kajian Islam 10 . : 23Ae30. Azizul Azra Abdul Razak and Mohd. Hisyam Abdul Rahim. AuFalsafah Dakwah Bil Hal: Menurut Perspektif Al-Quran,Ay Jurnal Sultan Alauddin Sulaiman Shah, no. Special Issue . : 1Ae17. Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 375 of 379 mengenai akhlak, cara bergaul, cara beribadat, berumah tangga dan segala aspek kehidupan manusia. Keterkaitan Muhammadiyah dan Pendidikan Keterkaitan Muhammadiyah dengan dunia pendidikan terasa begitu spesial dan Di satu sisi Muhammadiyah bukanlah gerakan pendidikan, akan tetapi manifestasi gerakannya yang paling menonjol dan mengakar justru bidang pendidikan. Pendidikan bagi Muhammadiyah bukan hanya sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga sebagai alat pembentukan karakter dan media dakwah. Hal ini tercermin dari pendirian berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Lembaga-lembaga ini tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga nilainilai Islam yang rahmatan lil 'alamin. Muhammadiyah berperan dalam mengembangkan pendidikan agama Islam di Indonesiap, peran tersebut dapat dilihat dari tujuan utama didirikannya perserikatan Muhammadiyah yaitu berusaha untuk menyebarkan ajaran agama islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, bukan Auagama islamAy yang telah bercampur dengan animisme, dinamisme dan unsur-unsur sejenis lainnya. Muhammadiyah menyebarkan pengajaraan agama islam yang murni yang bersumber pada Al-Quran dan Sunnah sahihah. Peran intelektual dan kepemimpinan Muhammadiyah telah memainkan peran yang sangat penting dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang inovatif. Salah satu contoh konsep inovatif yang dilakukan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan adalah peran yang dimainkan oleh K. Ahmad Dahlan dalam mendirikan sekolah yang diberi nama Taman Pendidikan Islam, yang bertujuan untuk mengajarkan pendidikan dasar, sekaligus mendidik akhlak dan karakter siswa. Muhammadiyah memahami pentingnya pendidikan dalam mengembangkan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup umat Islam. Oleh karena itu, gerakan ini telah mendirikan berbagai tingkat pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sistem Rika Widianita. AuAktivitas Dakwah Bil Hal Pengurus Masjid Nurul Haq Di Jorong Ptomuan Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat K,Ay AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam Vi, no. I . Haedar Nashir. Gerakan Muhammadiyah: Ideologi dan Langkah Dakwah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2. , hlm. Henny Yusnita. AuSejarah Dakwah Muhammadiyah: Menelusuri Pendidikan Pembaharuan Islam Di Kabupaten Sambas,Ay Jurnal SAMBAS (Studi Agama. Masyarakat. Budaya. Adat. Sejara. : Journal of Religious. Community. Culture. Costume. History Studie. 6, no. : 46Ae56. Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 376 of 379 pendidikan yang dibuat oleh Muhammadiyah adalah dengan cara menggabungkan nilainilai Islam dengan ilmu pengetahuan umum. Melalui pendidikan Muhammadiyah berupaya membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional. Salah satu bentuk konkret dakwah Muhammadiyah melalui pendidikan adalah pendirian Sekolah Muhammadiyah yang pertama di Kauman. Yogyakarta. Sekolah ini menggunakan metode pengajaran modern yang menggabungkan ilmu agama dan pengetahuan umum, berbeda dari metode tradisional pesantren saat itu. 14 Pendekatan ini berhasil menarik minat masyarakat luas dan menjadi model pendidikan Islam yang Hingga kini. Muhammadiyah telah mendirikan ribuan sekolah dan lebih dari 170 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Malang. Lembaga-lembaga ini memainkan peran penting dalam mencetak kader-kader dakwah intelektual yang berkontribusi di berbagai bidang Lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dimiliki Muhammadiyah, termasuk taman kanak-kanak Aisyiyah Busthanul Athfal yang terbesar di seluruh tanah air. Lembaga pendidikan Islam moderen yang dipelopori Muhammadiyah sejak kelahirannya merupakan alternatif dari sistem pendidikan Islam tradisional yang waktu itu hanya memperkenalkan pendidikan agama secara khusus, yang tidak responsif terhadap tantangan dan perkembangan zaman. Apa yang dirintis Muhammadiyah tersebut pada awalnya ditanggapi negatif oleh kalangan Islam tradisional karena telah memakai sistem sekolah model barat, tetapi lama-kelamaan diterima secara luas bahkan dibelakang hari ditiru dan menjadi sistem pendidikan yang berlaku umum di lingkungan umat Islam dengan sistem pendidikan Islam moderen tersebut. Muhammadiyah menghadirkan generasi muslim terpelajar yang kuat iman dan kepribadian selaku muslim sekaligus memiliki kualitas intelektual dan kemampuan menghadapi kemajuan zaman. Pendidikan modern yang didirikan dan diselenggarakan oleh Muhammadiyah memungkinkan anak-anak muslim pribumi mengambil peran penting di masyarakat. Ada Abdullah. Amin. AuIslam dan Pendidikan Modern, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1. , hlm. Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Laporan Muhammadiyah dalam Angka 2022, (Yogyakarta: PP Muhammadiyah, 2. Amirah Mawardi. AuStudi Pemikiran Pendidikan Kh. Ahmad Dahlan,Ay TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. : 98. Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 377 of 379 yang bekerja sebagai guru, dokter, dan pamong praja. Karena fakta ini. Muhammadiyah telah membuka ruang untuk cahaya pencerahan yang dapat membantu umat Islam keluar dari masalah kemiskinan dan kebodohan. Selain itu, tujuan dari pendidikan Muhammadiyah adalah untuk menghasilkan generasi muda yang mampu memimpin, melanjutkan, dan menyempurnakan upaya Tujuan itu dapat dilihat dari pesan yang diberikan oleh KH Ahmad Dahlan kepada murid muridnya, yang mengatakan, "Muhammadiyah sekarang berbeda dengan yang akan datang. " Jadi, teruslah belajar. "Jadilah ulama berkemajuan, dan jangan kenal lelah bekerja untuk persyarikatan Muhammadiyah", adalah pesan lain yang disampaikan Ahmad Dahlan kepada siswanya. Proses dakwah juga sangat efektif untuk dilakukan melalui jalur pendidikan. Dunia pendidikan yang ada sekarang juga tidak hanya terfokus kepada pendidikan yang formal saja, karena pendidikan yang non-formal juga memiliki kontribusi besar dalam proses kegiatan dakwah. Banyak pendidikan Islam yang tersebar di negara Indonesia ini seperti Sekolah Islam Terpadu. Madrasah, serta Pondok Pesantren. Pendidikan Islam yang hampir ada di seluruh pelosok negeri adalah pendidikan Muhammadiyah. Hal ini dikarenakan organisasi Muhammadiyah arah pergerakannya memang banyak dalam konsep dunia Hal ini sudah terbukti dengan banyaknya lulusan yang telah dihasilkan oleh sekolah Muhammadiyah ini. Lulusannya terbukti tidak saja memiliki kemampuan ilmu agama tetapi juga memiliki keahlian dalam bidang intelektual. Sejak awal berdirinya organisasi ini. Muhammadiyah telah menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap pembaharuan dalam dunia pendidikan. Muhammadiyah telah berperan dalam mendirikan sekolah-sekolah modern yang ada di seluruh Indonesia. Di sekolah-sekolah modern tersebut tidak hanya mengajarkan mata pelajaran umum, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulumnya. Dalam upaya menjembatani antara tradisi dan modernitas. Muhammadiyah terus meningkatkan metode dan pendekatan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, dengan cara dalam dunia pendidikan digunakannya teknologi informasi dan media modern dalam proses Ajaran Muhammadiyah selalu berpegang teguh pada Al-QurAan dan sunnah sehingga dalam masyarakat tidak menyimpang dan sesat. Para pemimpin gerakan ini harus berpandangan Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 378 of 379 bahwa keyakinan dan kewajiban agama harus berdasar kepada kedua sumber pokok Muhammadiyah memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia. Melalui pendirian sekolah-sekolah Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah, organisasi ini berhasil menyediakan akses pendidikan Islam bagi masyarakat luas. Di sekolah-sekolah tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang agama, tetapi juga mendapatkan pelajaran umum, sehingga terbentuk generasi yang memiliki wawasan Lebih dari itu. Muhammadiyah juga aktif mengembangkan program pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman. Nilai-nilai seperti keadilan sosial, penghormatan terhadap perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif menjadi bagian penting dari pendidikan yang mereka jalankan. KESIMPULAN Jurnal ini menyoroti bagaimana Muhammadiyah memanfaatkan pendidikan sebagai sarana utama untuk menyebarkan dakwah Islam. Sejak awal didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah sudah memiliki pandangan bahwa pendidikan tidak cukup hanya fokus pada ilmu agama atau ilmu umum saja, tapi harus memadukan keduanya. Muhammadiyah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan umum dalam sistem pendidikannya, menciptakan generasi muslim yang berakhlak, intelek, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui pendekatan dakwah bil hal. Muhammadiyah tidak hanya menyampaikan ajaran secara verbal, tetapi juga melalui tindakan nyata dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial. Pendidikan bagi Muhammadiyah bukan hanya proses belajar-mengajar, tapi juga media untuk membentuk karakter, menyebarkan nilai-nilai Islam, dan membangun masyarakat. Kontribusi ini memperlihatkan bahwa pendidikan merupakan alat dakwah yang efektif dalam menjawab tantangan kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan umat, serta menjadi bukti keberhasilan Muhammadiyah dalam memadukan dakwah dengan pembangunan bangsa secara berkelanjutan. Sugiharto et al. AuPeran Muhammadiyah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Dan Ekonomi Islam Di Indonesia,Ay Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 2, no. : 23Ae28, https://core. uk/download/pdf/233601774. Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences 379 of 379 DAFTAR PUSTAKA