Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. PENGARUH METODE SIMULASI DAN DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI PADA SISWA SDN GUE GAJAH ACEH BESAR Sisca Mardelita1. Cut Ratna Keumala2. Ayu Aprillia3 Prodi Kesehatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Aceh. Email: Sisca. mardelita@poltekkesaceh. Prodi Terapi Gigi. Poltekkes Kemenkes Aceh email:cutratnakeumala@gmail. ABSTRACT The proportion of Acehnese who experience dental and oral health problems is 56%, and correct brushing behavior is only 2. Aceh Besar shows the prevalence of people experiencing caries which reaches 23% and Darul Imarah Aceh Besar Health Center based on data on visits of children 6-14 years old who came to the dental poly in 2019 with caries cases of 0. The purpose of the study was to determine the effect of dental and oral health counseling with simulation and demonstration methods on the ability to brush children's teeth at SD Negeri Gue Gajah Aceh Besar Regency in 2021. This research is a quasiexperimental research design one group pretest-posttest design. The population of all grade V students of SD Negeri Gue Gajah Aceh Besar Regency is 30 students. The study was conducted on the 29th MarchApril 10, 2021. The instrument used is a pretest-posttest observation sheet. Results based on paired t-tests produce a p value = 0. <0. which means less than 0. Based on the research findings, it can be concluded that the use of simulation and demonstration methods in dental and oral health education has an impact on students' brushing ability Keywords: Dental and Oral Health Education. Simulation Method. Demonstration Method. Brushing Ability PENDAHULUAN Penyuluhan kesehatan merupakan upaya penting untuk mendukung kesehatan, terutama bagi anak-anak dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut yang rendah dan kurangnya keterampilan menyikat gigi, dengan harapan dapat menimbulkan perubahan perilaku yang tidak sehat dan perilaku yang sesuai dengan norma dan (Dewi, 2. Pemilihan tehnik yang tepat untuk penyampaian materi penyuluhan atau pendidikan kesehatan gigi itu sangat mempengaruhi dalam Pencapaian bisnis mengubah perilaku target. Secara garis besar hanya ada dua metode pendidikan kesehatan gigi dan mulut, satu metode satu arah yang menekankan inisiatif pendidik, tetapi target audiens tidak memiliki kesempatan untuk mengambil inisiatif, dan yang lainnya adalah metode dua arah yang menjamin komunikasi dua arah. Arah antara pendidik dan tujuan. Dalam pendidikan kesehatan gigi dan mulut, alat peraga sangat dibutuhkan terutama untuk anak-anak, dan penggunaan alat bantu sangat penting untuk mengubah perilaku (Herijulianti, 2. Siswa sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut yang memerlukan perhatian Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. dan pencegahan yang tepat. Di Indonesia, siswa dapat mencoba apa yang telah mereka hingga 25,2% anak usia 10-14 tahun (Riyanti & Saptarini, 2. menderita masalah gigi dan mulut. Kondisi Menggunakan alat untuk mengubah ini dapat mempengaruhi kesehatan mereka perilaku anak Anda sangatlah penting. Alat peraga pendidikan adalah alat yang perkembangan, bahkan masa depan (Depkes RI, 2. Tujuan dari mengkomunikasikan materi pendidikan. penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Alat ini sering disebut alat peraga karena membantu menunjukkan sesuatu selama pendidikan kesehatan gigi dan mulut, proses penelitian. Alat peraga dibangun dengan prinsip bahwa pengetahuan setiap meningkatkan kemampuan menyikat gigi orang dapat diterima atau ditangkap melalui panca Indera. (Riyanti, 2. Kebersihan kesehatan gigi dan mulut serta menurunkan gigi dan mulut mengacu pada kebersihan angka karies gigi. gigi di dalam rongga mulut, permukaan gigi Pendidikan kesehatan pada dasarnya bebas dari plak dan kotoran lain seperti adalah kegiatan atau usaha dimana debris, karang gigi dan sisa makanan, serta seseorang mengkomunikasikan informasi rongga mulut bebas dari bau yang tidak kesehatan kepada individu dan kelompok (Dewi, 2. untuk memperoleh pengetahuan kesehatan yang lebih baik dan mengubah sikap METODE PENELITIAN menuju tujuan (Windi, 2. Penelitian bersifat eksperimen semu Metode simulasi adalah metode dan peneliti berhak memberikan perlakuan pembelajaran yang mengajarkan dengan . kepada subjek penelitian. cara menirukan tingkah laku. Proses Tujuan penelitian ini adalah untuk pembelajaran lebih menarik, memberikan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan siswa peran yang lebih aktif dan membantu gigi terhadap keterampilan menggosok gigi siswa belajar memecahkan masalah. siswa SDN Gue Gajah melalui metode (Kusnianingsih, 2. simulasi dan demonstrasi. Rancangan Demonstrasi adalah cara penyajian penelitian ini adalah single-group pretest pelajaran dengan memperagakan atau Dari memperlihatkan kepada siswa, dalam menggunakan control group hanya bentuk nyata maupun buatan, suatu proses, digunakan observasi pertama . keadaan, atau objek tertentu yang sedang untuk menguji perubahan setelah treatment dipelajari, oleh guru atau sumber belajar lain dengan membandingkan hasil observasi yang khusus untuk topik tersebut. Diskusi sebelum treatment. re-tes. dan sesudah ahli melakukan presentasi. (Rina et al. ost-tes. Subyek penelitian ini adalah seluruh Tujuan dari metode demonstrasi siswa kelas 5 SD Negeri Gue Gajah yang adalah untuk mengajarkan seseorang atau berjumlah 30 siswa. Kecamatan Darul siswa bagaimana melakukan suatu tindakan Imara. Kabupaten Aceh Besar. Penentuan atau menggunakan suatu produk baru. sampel dalam penelitian mengadopsi Keuntungannya adalah penjelasan program sampel jenuh yaitu 30 siswa yang diambil bersifat intuitif dan mudah dipahami, dan seluruh populasi sebagai penelitian. Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. HASIL PENELITIAN intervensi metode simulasi dan demonstrasi tentang menyikat gigi dapat dilihat pada tabel Kemampuan Murid Sebelum Pendidikan distribusi frekuensi berikut ini : Kesehatan Gigi dengan Metode Simulasi dan demonstrasi (Pretes. Adapun tingkat Kemampuan murid kelas V SD Negeri Gue Gajah sebelum diberikan Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kemampuan Menyikat Gigi Murid Sebelum Pendidikan Kesehatan Gigi (Pretes. metode simulasi dan demonstrasi Murid Kelas V SD Negeri Gue Gajah Aceh Besar Observasi Kemampuan Frekuensi Persentase (%) (Pretes. Pretest Sesuai Tidak sesuai Jumlah Berdasarkan Tabel 1 diatas diperoleh kemampuan murid kelas V SD negeri Gue Gajah sebelum diberikan intervensi metode simulasi dan demonstrasi tentang menyikat gigi mayoritas kemampuan responden dalam kategori tidak sesuai sebanyak 23 reponden . ,7%) dan sesuai sebanyak 7 responden . ,3%). Kemampuan Murid Sesudah Pendidikan Kesehatan Gigi dengan Metode demonstrasi (Posttes. Adapun tingkat Kemampuan murid kelas V SD Negeri Gue Gajah sesudah diberikan intervensi metode Gajah sesudah diberikan intervensi metode simulasi tentang menyikat gigi dapat dilihat tabel distribusi frekuensi dibawah Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kemampuan Menyikat Gigi Murid Sesudah Pendidikan Kesehatan Gigi (Posttes. Metode Simulasi Murid Kelas V SD Negeri Gue Gajah Aceh Besar Observasi Kemampuan Frekuensi Persentase (%) (Posttes. Pretest Jumlah Sesuai Tidak sesuai Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. Berdasarkan Tabel 2 diatas terlihat bahwa murid kelas V SD negeri Gue Gajah sesudah diberikan intervensi metode demonstrasi tentang menyikat gigi mayoritas memiliki kemampuan yang sesuai dalam menyikat gigi, yaitu sebanyak 18 reponden . %). Kemampuan Murid Sesudah Pendidikan Kesehatan Gigi dengan Metode demonstrasi (Posttes. Adapun tingkat Kemampuan murid kelas V SD Negeri Gue Gajah sesudah diberikan intervensi metode simulasi tentang menyikat gigi dapat dilihat tabel distribusi frekuensi dibawah Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kemampuan Menyikat Gigi Murid Sesudah Pendidikan Kesehatan Gigi (Posttes. metode demonstrasi Murid Kelas V SD Negeri Gue Gajah Aceh Besar Observasi Kemampuan Frekuensi Persentase (%) (Posttes. Posttest Sesuai Tidak sesuai Jumlah Berdasarkan Tabel 3 diatas diperoleh kemampuan murid kelas V SD negeri Gue Gajah sesudah diberikan intervensi metode demonstrasi tentang menyikat gigi mayoritas sesuai sebanyak 18 reponden . %). Kemampuan Murid Sesudah Pendidikan Kesehatan Gigi dengan Metode simulasi (Posttes. Adapun tingkat Kemampuan murid kelas V SD Negeri Gue Gajah sesudah diberikan intervensi metode demonstrasi tentang menyikat gigi dapat dilihat pada table distribusi frekuensi berikut ini : Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kemampuan Menyikat Gigi Murid Sesudah Pendidikan Kesehatan Gigi (Posttes. metode Demonstrasi Murid Kelas V SD Negeri Gue Gajah Aceh Besar Observasi Kemampuan Frekuensi Persentase (%) (Posttest Posttest Sesuai Tidak sesuai Jumlah Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. Berdasarkan Tabel 2 diatas diperoleh kemampuan murid kelas V SD negeri Gue Gajah sesudah diberikan intervensi metode simulasi tentang menyikat gigi mayoritas sesuai sebanyak 21 reponden . %). Berdasarkan hasil analisis bivariat, menggosok gigi siswa sebelum dan sesudah bimbingan simulasi, untuk melihat apakah pendidikan kesehatan gigi dan mulut metode demonstrasi simulasi berdampak pada kemampuan menggosok gigi siswa. Setelah semua hasil dikumpulkan dari responden, mereka akan dianalisis menggunakan alat program statistik Oleh karena itu, peneliti menggunakan uji-t sampel berpasangan. Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah Tabel 5 :Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Metode Simulasi dan Demonstrasi Terhadap Kemampuan Menyikat Gigi Murid SD Negeri Gue Gajah Kabupaten Aceh Besar Kemampuan Menyikat Gigi Metode Mean Std Deviation P value Pretest Demonstrasi 7,77 2,648 0,000 11,37 2,918 7,77 2,648 12,17 3,030 Posttest Pretest Simulasi Posttest 0,000 Sumber: Uji paired sample t-test Dapat dilihat dari Tabel 5 bahwa nilai rata-rata yang diperoleh dengan menggunakan metode simulasi dan demonstrasi untuk menganalisis nilai rata-rata sebelum penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah 7,77, dan standar deviasinya adalah 2,648. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut melalui simulasi, nilai rata-rata meningkat dari 7,77 menjadi 12,17 dengan standar deviasi 3,030 dan nilai rata-rata yang diperoleh melalui demonstrasi meningkat dari 7,77 menjadi 11,37 dengan standar deviasi 2,918. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji statistik yaitu uji t sampel berpasangan diperoleh nilai p = 0,000 ( < 0,. artinya ada pengaruh yang signifikan keterampilan menggosok gigi siswa sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan gigi dan mulut di metode simulasi dan demonstrasi. Artinya pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan simulasi dan demonstrasi menunjukkan bahwa pemilihan simulasi dan demonstrasi meningkatkan keterampilan siswa dan memudahkan siswa mengingat untuk menyikat gigi dengan benar. Perbedaan tersebut terlihat pada kemampuan responden Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. menggosok gigi sebelum dibimbing dengan adalah pendidikan kesehatan dengan cara metode simulasi sehingga meningkatkan menyebarluaskan informasi dan menanamkan keterampilan siswa dan memudahkan siswa rasa percaya diri, sehingga masyarakat tidak mengingat cara menggosok gigi yang benar. Perbedaan ini terlihat pada kemampuan memahami, tetapi juga dapat memberikan menyikat gigi sebelum mendapat penyuluhan. saran-saran yang berhubungan dengan dengan metode simulasi memiliki kemampuan Penyuluhan kesehatan gigi dapat menyikat gigi sesuai sebanyak 23,3% dan disampaikan melalui berbagai metode, antara kemampuan menyikat gigi tidak sesuai lain simulasi dan demonstrasi. Menjadikan sebanyak 76,7%, setelah diberikan penyuluhan proses pembelajaran lebih menarik dan kemampuan menyikat gigi anak meningkat memungkinkan siswa berperan lebih aktif, yang sesuai sebanyak 70% dan tidak sesuai menerima informasi melalui simulasi, sebanyak 30%, begitu juga terlihat perbedaan dari kemampuan menyikat gigi responden mempraktekkan kembali dalam kegiatan sebelum diberikan penyuluhan dengan metode sehari-hari di rumah, karena tidak semua demonstrasi yang memiliki kemampuan siswa hanya lewat Melihat dan mendengar menyikat gigi yang sesuai sebanyak 23,3% menerima informasi dan membantu siswa dan kemampuan menyikat gigi yang tidak belajar memecahkan masalah (Kusnianingsih, sesuai sebanyak 76,7%. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan kemampuan Menurut Herjulianti . , selain menyikat gigi yaitu sesuai sebanyak 60%, metode yang digunakan, penyampaian kemampuan menyikat gigi yang tidak sesuai sebanyak 40%. Penulis berpendapat bahwa dipengaruhi oleh ada atau tidaknya objek pemanfaatan metode simulasi dan demonstrasi media sekunder atau media penyampai berhasil dalam penyampaian materi tentang Presentasi adalah cara penyajian menyikat gigi, penggunaan metode simulasi informasi dengan mendemonstrasikan secara sangat disenangi murid yang dimana murid mengikut serta secara aktif dengan meniru mendemonstrasikan suatu proses atau secara nyata yaitu langsung menyikat gigi Penyajiannya disertai dengan begitu juga dengan metode demonstrasi yaitu penggunaan alat peraga dan media sebagai dengan menggunakan alat peraga phantom gigi sarana penyampaian materi. yang merupakan benda yang bentuknya nyata Menurut pandangan yang diungkapkan dan menyerupai anatomi gigi sehingga mereka oleh Femala et al . , keuntungan lebih menyerap informasi yang diberikan Hasil demonstrasi untuk konseling adalah untuk mengalami peningkatan kemampuan menyikat mengesankan tujuan materi pembinaan, gigi murid yang dimiliki murid setelah menghasilkan pemahaman yang baik dan diberikan penyuluhan menyikat gigi namun pengembangan yang baik, terutama jika diantaranya masih ada beberapa belum tepat peserta terlibat aktif. Orang cenderung lebih dalam menyikat gigi yang baik dan benar, bila percaya pada apa yang mereka lihat atau dilihat dari persentase secara keseluruhan dari lakukan daripada apa yang mereka dengar kemampuan murid mengalami peningkatan atau baca, dan lebih percaya bila secara drastis. Penelitian Hastuti & Andriyani . Hasil Kajian Pasaribu AuPengaruh menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol. 8 No. 1,2023 ISSN: 2528-4002 (Media Onlin. ISSN: 2355-892x (Prin. Online: http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/KesehatanMasyarakat DOI: https://doi. org/10. 51544/jkmlh. Menggunakan Metode Simulasi dan Media meningkatkan penyuluhan kesehatan gigi Video Animasi Terhadap Kemampuan Anak dan mulut cara menyikat gigi dengan Prasekolah Menggosok GigiAy . , yaitu menggunakan metode simulasi yang Menggunakan Metode Simulasi Menggosok disempurnakan, dimana metode menyikat Gigi Sebelum dan Sesudah Pendidikan gigi disajikan dalam bentuk video animasi Kesehatan oleh 48 Narasumber Statistik uji yang dilakukan dengan p-value = 0,000 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan kekuatan kelompok intervensi sebelum dan sesudah konsultasi kesehatan gigi dan mulut. Sutomo et al. , . SIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan gigi dengan metode simulasi dan keterampilan menyikat gigi siswa SD Gue Gajah, hasil uji t sampel berpasangan memberikan p = 0,000, p = <0,05. Sebelum dilakukan intervensi metode simulasi yang tidak tepat, tingkat kemampuan menyikat gigi anak sebesar 76,7%, namun setelah dilakukan intervensi metode simulasi, tingkat kemampuan menyikat gigi anak meningkat menjadi 70%. Walaupun sebelum dilakukan intervensi metode demonstrasi tingkat kemampuan menggosok gigi anak belum sesuai yaitu sebesar 76,7, namun setelah dilakukan intervensi metode demonstrasi kemampuan menggosok gigi anak meningkat sebanyak 60%. REFERENSI