TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Investasi Daerah Kota Palu Ismail Saleh1. Burhanuddin2. Nursiah3. Henni Mande4 1,2,3,4 Universitas Muhammadiyah Palu. Sulawesi Tengah. Indonesia mjalislam23@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui investasi daerah di Kota Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara mendalam dengan key informants dari BPKAD. DPMPTSP. Bappeda Kota Palu, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD Kota Palu mengalami fluktuasi dalam 10 tahun terakhir dengan kontribusi terbesar dari pajak daerah dan retribusi. Investasi daerah melalui BUMD masih belum optimal dalam memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD. Strategi peningkatan PAD yang dapat dilakukan meliputi: . optimalisasi pengelolaan aset daerah, . pengembangan BUMD yang profitable, . peningkatan investasi di sektor potensial, dan . perbaikan tata kelola investasi daerah. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas investasi daerah sebagai sumber PAD yang berkelanjutan. ABSTRACT This study aims to analyze strategies for increasing Local Own Revenue (PAD) through regional investment in Palu City. The research method used is descriptive qualitative with a case study Data were collected through documentation studies, in-depth interviews with key informants from BPKAD. DPMPTSP. Bappeda Palu City, and field observations. The results showed that Palu City's PAD has fluctuated over the past 10 years with the largest contribution from local taxes and levies. Regional investment through regional-owned enterprises (BUMD) has not been optimal in providing significant contribution to PAD. PAD enhancement strategies include: . optimizing regional asset management, . developing profitable BUMDs, . increasing investment in potential sectors, and . improving regional investment governance. This research provides policy recommendations to increase the effectiveness of regional investment as a sustainable source of PAD. Volume 10 Nomor 2 Halaman 434-443 Makassar. Desember 2025 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 19 November 2025 Tanggal diterima 2 Desember 2025 Tanggal dipublikasi 4 Desember 2025 Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah. Investasi Daerah. BUMD. Strategi Fiskal Daerah Keywords : Local Own Revenue. Regional Investment. Regional-Owned Enterprises. Regional Fiscal Strategy Mengutip artikel ini sebagai : Saleh. Burhanuddin. Nursiah. Mande. Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Investasi Daerah Kota Palu. Tangible Jurnal, 10. No. Desember 2025. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator penting dalam menilai kemandirian fiskal daerah. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. PAD adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang- undangan. PAD bertujuan memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah (Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, 2. Era membiayaipenyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dari sumber pendapatan sendiri. Hal ini sejalan dengan prinsip desentralisasi fiskal yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola keuangannya secara TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Namun, realitas menunjukkan bahwa sebagian besar daerah di Indonesia masih memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap dana perimbangan dari pemerintah pusat. Kota Palu sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah menghadapi tantangan dalam meningkatkan PAD. Pasca bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi pada September 2018. Kota Palu mengalami kerusakan infrastruktur yang signifikan dan berdampak pada perekonomian daerah. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber PAD, termasuk dari sektor investasi (Nisa & Bahari, 2. Investasi daerah menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan PAD. Melalui investasi yang tepat, daerah dapat mengembangkan aset-aset produktif yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Investasi daerah dapat dilakukan melalui berbagai skema, seperti pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kerjasama dengan pihak swasta, atau pengembangan sektor-sektor ekonomi potensial. Siregar . Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan PAD adalah dengan optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) (Timelines. id, 2. BUMD memiliki peran strategis sebagai instrumen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan aset daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap PAD (Sutrasna & Duha, 2. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kontribusi investasi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Indonesia masih relatif rendah dan belum optimal. Siregar . menyatakan bahwa PAD di sebagian besar daerah masih didominasi oleh pajak dan retribusi, sementara hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, khususnya melalui BUMD, masih memberikan kontribusi yang kecil (Jalil & Majid, 2. Fenomena ini diperkuat oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa banyak BUMD belum dikelola secara profesional dan belum mampu menjadi sumber PAD yang signifikan. Selain itu, wilayah pasca bencana seperti Kota Palu menghadapi tantangan tambahan dalam mengoptimalkan investasi daerah. Laporan World Bank . menyebutkan bahwa bencana alam menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan melemahnya iklim investasi dalam jangka menengah. Kondisi ini semakin memperlebar kesenjangan antara potensi dan realisasi investasi daerah. Penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan mengingat perlunya strategi yang komprehensif dalam meningkatkan PAD Kota Palu melalui investasi daerah. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan kebijakan bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan investasi sebagai sumber PAD yang berkelanjutan. Konsep Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurut Halim . adalah pendapatan yang diperoleh dari sumber- sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PAD merupakan salah satu parameter penting untuk mengukur tingkat kemampuan daerah dalam melaksanakan otonomi daerah secara nyata dan bertanggung jawab. Berdasarkan Pasal 285 ayat . Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, struktur PAD terdiri dari: Pajak daerah Retribusi daerah Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Lain-lain PAD yang sah Mardiasmo . , menjelaskan bahwa PAD memiliki fungsi sebagai: . sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, . parameter untuk mengukur kemampuan daerah dalam menggali potensi keuangan, dan . indikator tingkat kemandirian keuangan daerah. Teori Investasi Daerah Investasi daerah menurut Kuncoro . adalah penanaman modal yang dilakukan oleh pemerintah daerah pada berbagai sektor ekonomi dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Investasi daerah dapat dilakukan melalui berbagai instrumen seperti BUMD, joint venture dengan pihak swasta, atau pengembangan infrastruktur ekonomi. Todaro dan Smith . menyatakan bahwa investasi memiliki multiplier effect terhadap perekonomian daerah. Investasi yang produktif akan menciptakan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan PAD melalui pajak dan retribusi yang dihasilkan dari aktivitas ekonomi tersebut. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) BUMD menurut Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh daerah melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan. BUMD memiliki peran strategis dalam peningkatan perekonomian daerah dan dapat menjadi sumber PAD melalui dividen yang dibagikan. Penelitian Amaliah et al. menunjukkan bahwa PDRB has a significant impact on local revenue, whereas investment and population size do not influence local Temuan ini mengindikasikan pentingnya menganalisis lebih mendalam hubungan antara investasi daerah dan PAD METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Teknik asosiatif terhadap penelitian diterapkan dalam penelitian ini. Sugiyono . mendefinisikan pendekatan asosiatif sebagai strategi kuantitatif yang memanfaatkan dua variabel atau lebih untuk mengetahui hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian deskriptif kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan akurat mengenai kondisi PAD dan strategi investasi daerah di Kota Palu. Penelitian dilakukan di Kota Palu. Provinsi Sulawesi Tengah. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Kota Palu merupakan ibu kota provinsi yang menghadapi tantangan khusus pasca bencana 2018 dan memerlukan strategi inovatif dalam meningkatkan PAD. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari unsur BPKAD. DPMPTSP. Bappeda Kota Palu, pengelola BUMD, serta akademisi dan praktisi ekonomi daerah. Data primer juga diperkuat melalui Focus Group TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Discussion (FGD) dan observasi lapangan terhadap aset serta aktivitas investasi Data sekunder bersumber dari laporan keuangan dan APBD Kota Palu tahun 2014Ae2024, data realisasi PAD, laporan kinerja BUMD, data investasi daerah, dokumen kebijakan dan peraturan daerah, publikasi BPS Kota Palu, serta laporan audit BPK RI. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, wawancara terstruktur, dan observasi lapangan. Teknik Analisis Data Analisis data menggunakan model Miles and Huberman . yang terdiri dari: Reduksi Data: Merangkum dan memilih hal-hal pokok dari data yang terkumpul Penyajian Data: Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi deskriptif Penarikan Kesimpulan: Menginterpretasi data dan merumuskan kesimpulan serta Validitas dan Reliabilitas Untuk memastikan validitas dan reliabilitas penelitian, dilakukan: Triangulasi sumber: Menggunakan berbagai sumber data Triangulasi metode: menggabungkan wawancara, observasi, dan studi Member checking: Memverifikasi hasil analisis dengan informan Peer debriefing: Mendiskusikan hasil dengan ahli di bidang keuangan daerah. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kondisi PAD Kota Palu 2014-2024 dan Perkembangannya Berdasarkan hasil analisis data sekunder dari BPKAD Kota Palu, perkembangan PAD dalam 10 tahun terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada periode 2014-2017. PAD mengalami pertumbuhan rata- rata 8,5% per tahun. Namun, terjadi penurunan signifikan pada tahun 2018-2019 akibat dampak bencana gempa bumi dan tsunami. Tabel 1. Perkembangan PAD Kota Palu 2014-2024 . alam juta rupia. Realisasi Persentase Pertumbuhan Tahun Target PAD (%) PAD Capaian 94,1% 93,6% 94,8% 98,2% 70,3% 97,8% 95,9% 97,1% 10,5% 11,5% 13,0% -22,5% 7,1% 1,9% 7,2% *Data hingga September 2024 97,9% 97,2% 75,6% 10,0% 7,5% -16,3% TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Dari tabel di atas, terlihat bahwa dampak bencana 2018 sangat signifikan terhadap penurunan PAD. Meskipun telah menunjukkan pemulihan pada tahun-tahun berikutnya, capaian PAD 2024 masih di bawah target akibat berbagai faktor termasuk belum optimalnya strategi investasi daerah Komposisi PAD Berdasarkan Jenis Hasil wawancara dengan Kepala BPKAD Kota Palu mengungkapkan bahwa komposisi PAD didominasi oleh pajak daerah . -65%) dan retribusi daerah . -30%), sementara kontribusi dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan masih relatif kecil . - 8%). Terlihat dari gambar hasil uji normalitas terlampir bahwa nilai probabilitas yang dicapai adalah sebesar 0. 88561>0. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terdapat distribusi nilai residu yang normal. Tabel 2. Komposisi PAD Kota Palu Tahun 2023 Jenis PAD Realisasi (Juta R. Persentase Pajak Daerah 63,7% Retribusi Daerah 27,8% Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 6,0% Lain-lain PAD Yang Sah 2,5% Total Kontribusi Investasi Daerah Terhadap PAD Profil BUMD Kota Palu Berdasarkan data dari Bagian Aset Daerah. Kota Palu memiliki 8 BUMD yang bergerak di berbagai sektor: PD Pasar Kota Palu - Pengelolaan pasar tradisional PD Air Minum Kota Palu - Penyediaan air bersih PD Bank Sulteng Cabang Palu - Perbankan daerah PT Palu Bersinar - Perdagangan dan jasa PT Tadulako Agro Ae Agribisnis PT Palu Tourism Development Ae Pariwisata PT Palu Smart City - Teknologi informasi PT Rekonstruksi Palu - Konstruksi dan infrastruktur Kinerja Keuangan BUMD Hasil analisis laporan keuangan BUMD menunjukkan kinerja yang beragam Tabel 3. Kinerja Keuangan BUMD Kota Palu Tahun 2023 Aset (Juta Pendapatan Laba Bersih Dividen ke BUMD R. (Juta R. (Juta R. PAD (Juta R. PD Pasar PD Air Minum PD Bank Sulteng PT Palu Bersinar TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. BUMD Aset (Juta R. Pendapatan (Juta R. Laba Bersih (Juta R. Dividen ke PAD (Juta R. PT Tadulako Agro PT Tourism Dev PT Smart City PT Rekonstruksi Total Dari data di atas, kontribusi dividen BUMD terhadap PAD tahun 2023 hanya sebesar Rp 1,275 miliar atau sekitar 2,0% dari total PAD. Angka ini masih jauh dari potensi yang seharusnya dapat dicapai mengingat besarnya aset yang dimiliki BUMD. Faktor-Faktor yang mempengaruhi kinerja BUMD Berdasarkan hasil FGD dengan direksi BUMD, beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya kontribusi BUMD terhadap PAD adalah: Tata Kelola yang Belum Optimal: Sistem governance yang masih lemah, termasuk dalam hal perencanaan strategis dan monitoring kinerja Keterbatasan SDM: Kekurangan tenaga ahli dalam bidang manajemen bisnis dan Akses Pembiayaan Terbatas: Kesulitan dalam memperoleh modal kerja dan Dampak Bencana: Kerusakan aset dan gangguan operasional akibat bencana 2018 Kompetisi Pasar: Persaingan dengan perusahaan swasta yang lebih efisien Potensi dan Peluang Investasi Daerah Pemetaan Potensi Ekonomi Kota Palu Analisis data PDRB dan observasi lapangan mengidentifikasi beberapa sektor potensial untuk investasi daerah: Sektor Pariwisata: Potensi alam: Teluk Palu. Pantai Talise. Lembah Bada Wisata budaya: Situs megalitikum, tradisi lokal Infrastruktur: Bandara, hotel, restoran Sektor Agribisnis: Komoditas unggulan: Kakao, kopi, kelapa Lahan pertanian: 15. 000ha lahan produktif Potensi pengolahan: Industri hilir produk pertanian Sektor Perdagangan dan Jasa: Pusat perdagangan regional Sektor logistik dan distribusi Jasa keuangan dan perbankan Sektor Infrastruktur: Pembangunan pasca bencana Infrastruktur digital Transportasi dan utilitas TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Analisis Kelayakan Investasi Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan Bappeda Kota Palu, beberapa proyek investasi prioritas adalah: Tabel 4. Proyek Investasi Prioritas Kota Palu Investasi Proyeksi Kontribusi Sektor Proyek Dibutuhkan ROI PAD (Miliar (Miliar R. (%) Rp/tahu. Pariwisata Pengembangan Kawasan Wisata Teluk Palu Agribisnis Pabrik Pengolahan Kakao Infrastruktur Smart City Platform Perdagangan Pasar Modern Terpadu Total Strategi Peningkatan PAD Melalui Investasi Daerah Strategi Jangka Pendek . -2 tahu. Revitalisasi BUMD Eksisting: Restrukturisasi organisasi dan manajemen Implementasi good corporate governance Peningkatan kapasitas SDM Target: Peningkatan kontribusi dividen 50% Optimalisasi Aset Daerah: Inventarisasi dan penilaian ulang aset daerah Pengembangan aset idle menjadi produktif Kerjasama pemanfaatan aset dengan pihak swasta Target: Peningkatan pendapatan dari aset 30% Strategi Jangka Menengah . -5 tahu. Pengembangan BUMD Baru: Pendirian BUMD di sektor prioritas Investasi dalam teknologi dan inovasi Ekspansi ke pasar regional Target: Kontribusi dividen Rp 5 miliar/tahun Public-Private Partnership . Kerjasama investasi dengan swasta Pengembangan infrastruktur ekonomi Bagi hasil sesuai kontrak kerjasama Target: Peningkatan PAD Rp 3 miliar/tahun Strategi Jangka Panjang . -10 tahu. Transformasi Digital BUMD: Implementasi teknologi digital dalam operasional Pengembangan platform e- commerce Integrasi sistem keuangan dan manajemen Target: Efisiensi operasional 25% Pengembangan Kluster Industri: Pembangunan kawasan industri terpadu TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Pengembangan rantai nilai produk lokal Inkubator bisnis dan startup Target: Kontribusi PAD Rp. 10 miliar/tahun Periode Tabel 5. Roadmap Implementasi Strategi Peningkatan PAD Fokus Strategi Target PAD Instrumen Utama Indikator Keberhasilan Revitalisasi Rp 75 miliar Restrukturisasi. GCG Kontribusi BUMD dividen 3% Ekspansi Rp 90 miliar p. BUMD baru Kontribusi Investasi investasi 8% Transformasi Rp 120 miliar Digitalisasi. Inovasi Rasio PAD/PDRB Digital Analisis SWOT Strategi Investasi Daerah: Kekuatan (Strength. : . Status sebagai ibu kota provinsi, . Potensi sumber daya alam dan pariwisata, . Lokasi strategis sebagai pusat perdagangan, . Komitmen pemerintah daerah untuk pemulihan pasca bencana. Kelemahan (Weaknesse. : . Tata kelola BUMD yang belum optimal, . Keterbatasan SDM dan kapasitas manajerial, . Infrastruktur yang masih dalam tahap pemulihan, . Akses pembiayaan yang terbatas. Peluang (Opportunitie. : . Program rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, . Dukungan pemerintah pusat dan internasional, . Pertumbuhan sektor digital dan . Pengembangan berkelanjutan, . Kerjasama regional dan internasional. Ancaman (Threat. : . Risiko bencana alam yang tinggi, . Persaingan dengandaerah lain dalam menarik investasi, . Ketidakpastian ekonomi global, . Perubahan kebijakan pemerintah pusat, . Fluktuasi harga komoditas SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Kondisi PAD Kota Palu dalam 10 tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif dengan dampak signifikan dari bencana 2018. PAD mengalami pertumbuhan positif pada periode 2014-2017 dengan rata-rata 8,5% per tahun, namun mengalami penurunan drastis pada 2018 (-22,5%) akibat bencana. Meskipun telah menunjukkan tren pemulihan, capaian PAD masih belum mencapai potensi optimal dengan kontribusi terhadap total pendapatan daerah yang masih rendah. Kontribusi investasi daerah melalui BUMD terhadap PAD masih sangat rendah, hanya sebesar 2,0% dari total PAD pada tahun 2023. Dari 8 BUMD yang dimiliki, hanya 5 yang mampu memberikan kontribusi dividen, sementara 3 BUMD lainnya mengalami kerugian. Total aset BUMD sebesar Rp 166 miliar belum dioptimalkan secar maksimal untuk menghasilkan return yang signifikan bagi PAD. Potensi investasi daerah di Kota Palu cukup besar dengan identifikasi 4 sektor prioritas: pariwisata, agribisnis, infrastruktur, dan perdagangan. Proyeksi investasi sebesar Rp 125 miliar pada sektor- sektor prioritas diperkirakan dapat memberikan kontribusi tambahan PAD sebesar Rp 7 miliar per tahun. Sektor pariwisata dan agribisnis menunjukkan ROI tertinggi dengan potensi pengembangan yang TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Implikasi dan Keterbatasan Hasil penelitian memberikan implikasi bagi Pemerintah Kota Palu dalam hal: Perlunya restrukturisasi tata kelola BUMD melalui implementasi good corporate governance, peningkatan kapasitas SDM, dan sistem monitoring kinerja yang lebih Pentingnya diversifikasi sumber PAD dengan tidak hanya mengandalkan pajak dan retribusi daerah, tetapi juga mengoptimalkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Strategi investasi harus disesuaikan dengan kondisi pasca bencana dengan mempertimbangkan aspek mitigasi risiko dan pembangunan berkelanjutan. Keterbatasan penelitian ini antara lain Periode analisis yang terbatas pada data historis 10 tahun terakhir sehingga proyeksi jangka panjang memerlukan validasi lebih lanjut. Cakupan sektor yang difokuskan pada sektor prioritas teridentifikasi, sehingga potensi sektor lain belum tereksplorasi secara mendalam. Metode penelitian deskriptif yang tidak memungkinkan analisis kausal yang mendalam antara variabel investasi dan PAD. DAFTAR PUSTAKA