KINERJA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENANGANAN KEBAKARAN DI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN 1 1,2 Wempi Feber*, 2M. Muchlis Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIPOL, Universitas Kaltara wempi.feber.unikaltar@gmail.com Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informen penelitian yaitu Kepala Satuan Pemadam Kebakaran, Sekretaris, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Kepala Subbagian Pemadam Kebakaran, Kepala UPT, dan Masyarakat di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Kinerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan ditinjau dari (1) kemampuan sudah terwujud karena ada bimbingan dan pelatihan serta pengembangan kemampuan dan keterampilan personil pemadam kebakaran. (2) Keterampilan personil dalam penggunaan peralatan kebakaran ataupun keterampilan membaca situasi atau keadaan kebakaran sudah baik. (3) Pengetahuan pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas sudah baik, mampu memanfaatkan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran. (4) Sikap pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan sudah terwujud dari sikap rama, sikap cepat tanggap dan respon. (5) Personil memiliki motivasi kerja karena dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan, serta pekerjaan yang mulia. Efektivitas Kinerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan disebabkan karena adanya (1) Melaksanakan pembinaan setiap personil pemadam dalam memanfaatkan peralatan dan perlengkapan. (2) Melakukan pamantauan baik dari pimpinan dinas pemadam kebakaran dan pemantauan dilakukan oleh personil pemadam kebakaran terhadap potensi api yang membahayakan. (3) Memfasilitasi personil dengan sarana dan prasarana. (4) Melakukan koordinasi dengan pimpinan ataupun dengan rekan lainnya. (5) Penanggulangan masalah kebakaran meliputi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis bidang penanggulangan masalah kebakaran, melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengendalian, fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan pelayanan. Kata Kunci: Kinerja, Petugas Pemadam Kebakaran, Penanggulangan Kebakaran PENDAHULUAN Penanggulangan bencana kebakaran merupakan salah satu wujud upaya melindungi masyarakat. Penanggulangan bencana kebakaran adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Persoalan tersebut menuntut satuan pemadam kebakaran sebagai (UPT untuk senantiasa harus selalu siap dan dapat memenuhi tuntutan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Tanjung Selor Kabupaten Bulungan sebagai salah satu penyedia jasa pelayanan pemadam kebakaran, tidak terlepas sebagaimana pemimpin dapat menggerakan dan mempengaruhi bawahannya, sehingga pegawai memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Untuk mewujudkan keefektifan dalam pekerjaan tentu sangat diharapkan semua sumber daya yang dibutukan mendukung, terutama terhadap sumber daya manusia dan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 1 KINERJA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENANGANAN KEBAKARAN DI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Wempi Feber*, M. Muchlis sumber daya teknologi yang digunakan. Kelengkapan sumber daya tersebut akan mendukung terwujudnya kenerja yang efektif. Mewujudkan keefektifan dalam pekerjaan akan sangat sulit jika tidak adanya kerja sama yang baik dan keterlibatan masyarakat. Masyarakat dalam hal ini sangat mendukung ketercapaian indikor efektif kerja pada Pemadam kebakaran Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Kondisi yang dirasakan oleh Pemadam kebakaran Tanjung Selor Kabupaten Bulungan terutama pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) yaitu kurangnya respon dari masyarakat untuk menghubungi pusat atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan masalah yang terjadi dalam dalam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Pemadam kebakaran Tanjung Selor sehingga api yang ditangani sempat besar. Dalam hal ini, masyarakat harus cepat menghubungi Pemadam kebakaran Tanjung Selor agar personil di bidang penanganan kebakaran langsung kelapangan karena kendaraan dan air sudah disiapkan. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam penangan kebakaran yaitu keterlambatan personil saat penangan masalah di lapangan. Keterlambatan tersebut disebabkan karena keterbatasan personil pemadam kebakaran di TKP. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian merupakan suatu permasalahan yang hendak dipecahkan. Oleh karena itu, yang menjadi tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui efektivitas kerja pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. LANDASAN TEORI Kinerja Peneliti mengunakan pendekatan teori kinerja yang disebutkan oleh Veithzal Rivai (2006: 309) yaitu: kinerja merupakan tingkat keberhasilan dalam pencapain tujuan terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kinerja diukur dengan menggunakan indikator yang terdiri dari : a) Produktifitas kerja yang memiliki ukuran pokok di antaranya : 1) Sikap aparat, dimana dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dapat dilihat melalui kesediaan para pegawai untuk bekerja secara efektif dan efisien. 2) Kemampuan aparat yang merupakan hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara. 3) Semangat kerja, yang dapat diartikan sebagai sikap mental para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dimana sikap mental ini di tunjukkan oleh adanya kegairahan dalam melaksanakan tugas. b) Ketaatan aparat secara garis besar terdapat beberapa ukuran pokok yaitu tariff pelayanan, ketepatan waktu, dan tata cara pelayanan. c) Kedisiplinan memiliki ukuran pokok yang harus ada yaitu kehadiran aparat, transparansi proses pelayanan, dan hasil pelayanan. d) Tanggung jawab, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran dan kewajibannya. 2 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK e) Kerjasama adalah kemampuan aparat pemerintah untuk bekerja bersamasama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan yang telah ditetapkan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesarbesarnya.. Kinerja Organisasi Publik Peneliti mengunakan pendekatan teori kinerja yang disebutkan oleh Veithzal Rivai (2006: 309) yaitu: kinerja merupakan tingkat keberhasilan dalam pencapain tujuan terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kinerja diukur dengan menggunakan indikator yang terdiri dari : a. Produktifitas kerja yang memiliki ukuran pokok di antaranya : 1) Sikap aparat, dimana dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dapat dilihat melalui kesediaan para pegawai untuk bekerja secara efektif dan efisien. 2) Kemampuan aparat yang merupakan hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara. 3) Semangat kerja, yang dapat diartikan sebagai sikap mental para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dimana sikap mental ini di tunjukkan oleh adanya kegairahan dalam melaksanakan tugas. Pemadam Kebakaran Pemadam kebakaran, Branwir (dari bahasa Belanda Brandweer), PMK (Barisan Pemadam Kebakaran) atau Damkar adalah petugas atau dinas yang dilatih dan bertugas untuk menanggulangi kebakaran. Dinas pemadam kebakaran dan/atau BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) adalah unsur pelaksana pemerintah yang diberi tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas penanganan masalah kebakaran dan bencana termasuk dalam dinas gawat darurat atau rescue(penyelamatan) seperti Badan SAR Nasional. Petugas atau dinas yang dilatih dan bertugas untuk menanggulangi kebakaran adalah petugas pemadam kebakaran. Petugas pemadam kebakaran selain terlatih untuk menyelamatkan korban dari kebakaran, mereka juga dilatih untuk menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas, gedung runtuh, dan lain-lain. Dinas pemadam kebakaran adalah unsur pelaksana yang dibentuk oleh pemerintah yang diberi tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas penanganan masalah kebakaran, yang termasuk dalam dinas gawat darurat. Para pemadam kebakaran dilengkapi dengan pakaian anti panas atau anti api dan juga helm serta boot/sepatu khusus untuk melaksanakan tugas. Pasukan pemadam kebakaran memiliki kepangkatan seperti dalam kesatuan militer dengan motto “Pantang Pulang Sebelum Padam”. Tugas pokok pemadam kebakaran adalah pencegahan kebakaran. Pemadaman kebakaran dan penyelamatan jiwa dan ancaman kebakaran dan bencana lain. Petugas pemadam kebakaran adalah pekerjaan dengan resiko tinggi berupa luka-luka dan penyakit akibat kerja yang dapat mengakibatkan cacat dan kematian. Fakta bahwa lingkungan kerja selama keadaan darurat dan tak terduga serta petugas pemadam kebakaran yang tidak siap untuk setiap kemungkinan, membutuhkan pengalaman pelatihan dan pendidikan serta pengembangan alat pelindung diri untuk melindungi petugas pemadam kebakaran dari bahaya dan resiko pekerjaannya. (ILO, 2000). Kewenangan umum dinas pemadam kebakaran dalam memadamkan kebakaran tercantum dalam The Fire Service Acts 1947yang mempersyaratkan petugas pemadam kebakaran bekerja dengan efisien dan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 3 KINERJA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENANGANAN KEBAKARAN DI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Wempi Feber*, M. Muchlis terorganisasi guna memastikan pasokan air yang mencukupi untuk memadamkan kebakaran dan memberikan hak kepada petugas pemadam kebakaran untuk memasuki gedung-gedung jika dicurigai sedang mengalami kebakaran (Ridley, 2008). Tugas Pokok Dan Fungsi Pemadam Kebakaran Dalam Peraturan Bupati Bulungan Nomor 40 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan Dijelaskan dalam Pasal 17 Bidang Penanggulangan Masalah Kebakaran Tugas Pokok Dan Fungsi Pemadam Kebakaran yaitu: 1) Bidang Penanggulangan Masalah Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf f, mempunyai tugas merumuskan kebijakan teknis, penyusunan pedoman dan petunjuk teknis bidang penanggulangan masalah kebakaran, melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengendalian, fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan pelayanan bidang penanggulangan masalah kebakaran meliputi peningkatan sumber daya manusia dan penyuluhan pemadam kebakaran serta operasional pemadam kebakaran. 2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Penanggulangan Masalah Kebakaran menyelenggarakan fungsi: a) perumusan dan penyusunan kebijakan teknis dibidang penanggulangan masalah kebakaran. b) penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan penanggulangan maslah kebakaran; c) pelaksanaan pencegahan, pengendalian, pemadaman, penyelamatan dan penanganan bahan berbahaya dan beracun kebakaran; d) Pelaksanaan inspeksi peralatan proteksi kebakaran; e) Pelaksanaan investigasi kejadian kebakaran; f) Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kebakaran; g) Pembinaan, pengawasan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi penyelenggaraan kegiatan peningkatan sumber daya manusia dan penyuluhan pemadam kebakaran serta operasional pemadam kebakaran; dan h) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Satuan sesuai dengan tugas dan fungsinya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, lokasi penelitian ini yaitu pada kantor Dinas Pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan, dengan informan sumber informasi yaitu pegawai pada dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dan masyarakat di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Menurut Sugiyono (2013: 62) “Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data”. Dalam penelitian ini, teknik untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan yaitu: (1) Observasi; (2) Wawancara; dan (3) Dokumentasi. Adapun penjelasan dari gambar model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2013: 91) adalah sebagai berikut: 1. Pengumpulan Data 2. Reduksi Data 3. Penyajian Data (Data Display) 4 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 4. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi HASIL PENELITIAN Hasil penelitian yang diperoleh tentang Kinerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, maka dapat dideskripsikan hasil sebagai berikut: 1. Kemampuan Efektivitas organisasi ini ditunjukan untuk mencapai sasaran organisasi dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Kemampuan pemadam dalam penanganan kebakaran melaksanakan tugas dan fungsi sudah baik karena ada bimbingan dan pelatihan serta pengembangan kemampuan dan keterampilan personil pemadam kebakaran. Pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan sudah baik karena ada pedoman dan petunjuk teknis kegiatan operasional, serta penyelenggaraan peningkatan sumber daya manusia dan penyuluhan pemadam kebakaran. Kinerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dapat dilihat dari kemampuan personil mampu menyelesaikan tugasnya walaupun terdapat bermacam-macam kendala yang dihadapi misalnya jalan lokasi kebakaran kecil dan kepadatan rumah, namun mereka sudah bekerja semaksimal mungkin. 2. Keterampilan Keterampilan personil dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan adalah salah satu indikator yang terpenting dimiliki personil pemadam kebakaran, baik dengan keterampilan penggunaan peralatan kebakaran ataupun keterampilan membaca situasi atau keadaan kebakaran. Personil pemadam kebakaran mendapatkan pelatihan, pembinaan, dan mampu koordinasi penanggulangan masalah kebakaran serta operasional pemadam kebakaran. Dengan keterampilan yang dimiliki, personil pemadam kebakaran dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan terwujud. Demikian pendapat Sumaryadi (2005:105) bahwa pada dasarnya efektivitas adalah tingkat pencapaian tujuan dan sasaran organisasi sesuai dengan yang ditetapkan. Selanjutnya diungkapkan pula efektivitas dalam kegiatan organisasi dapat dirumuskan sebagai tingkat perwujudan sasaran yang menunjukkan bagaimana sasaran telah dicapai. Saat memadamkan suatu bencana kebakaran, personil yang layak turun ke lokasi kebakaran idealnya berjumlah 6 orang dalam satu mobil Pemadam Kebakaran. Dimana personil tersebut ada operator (pengemudi mobil Damkar), dan selebihnya melakukan pemadam kebakaran. Operator bukan hanya berfungsi sebagai pengemudi mobil saja, akan tetapi fungsi operator disini mengoperasikan mesin air untuk memadamkan kebakaran. Oleh karena itu, personil pemadam kebakaran harus melalui pelatihan yang ketat supaya memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menjalankan tugas sebagai pemadam kebakaran. Keterampilan dimiliki Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan berdampak pada efetivitas kerja pemadalam kebakaran dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 5 KINERJA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENANGANAN KEBAKARAN DI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Wempi Feber*, M. Muchlis 3. Pengetahuan Pengetahuan yang dimiliki pemadam kabakaran dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan akan mendukung efektivitas kerja. Efektivitas kerja yang ditunjukan oleh personil dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan sudah baik karena mereka memiliki pemahaman dan pengetahuan dalam pemanfaatan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran. Personil pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan dibekali pengetahuan penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dengan mengikuti pelatihan dan pengalaman saat terjadinya kebakaran. Pengetahuan sangat penting dimiliki oleh personil pemadam kebakaran di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan terutama dalam penyelamatan diri. Misalnya pada saat memadam kebakaran, personil harus tahu bahwa sebenarnya asap yang membuat orang menjadi panik dan tidak dapat bernafas dengan leluasa. Merangkaklah atau menunduk di bawah, tutup mulut dan hidung dengan kain yang dibasahi. Keluarlah dari pintu atau jendela yang terdekat menuju ke tempat yang aman. Pastikan bahwa pintu dapat dengan cepat dibuka pada kondisi darurat, demikian pula jika harus melalui jendela. Apabila terjebak api, pastikan balut tubuh dengan selimut tebal yang dibasahi. Ini hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir apabila tidak ada jalan keluar menerobos kobaran api. 4. Sikap Sikap penanggulangan bencana kebakaran merupakan salah satu wujud upaya melindungi masyarakat. Penanggulangan bencana kebakaran adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Persoalan tersebut menuntut satuan pemadam kebakaran senantiasa harus selalu siap dan dapat memenuhi tuntutan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Efektivitas kerja pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dari sisi sikap, sudah baik, cuman terkadang terkendala karena informasi yang diperoleh dari masyarakat terkesan lambat sehigga sikap cepat tanggap dan respon tersebut dikelukan masyarakat. Dalam memberikan palayanan, pemadam kebakaran Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan menyediakan call center 113 atau 1131. Penyediaan nomor yang bisa dihubungi bertujuan untuk memberikan palayanan yang cepat tanggap. Melalui nomor tersebut, masyarakat bisa langsung menghubungi kantor pemadam kebakaran Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan tanpa datang ke kantor. 5. Motivasi Personil pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan sudah memiliki motivasi kerja yang baik hal itu ditunjukan dengan kegiatan pelatihan 2 kali dalam setahun, serta didukung dengan siap siaga 24 jam bertugas. Efektivitas kerja personil pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan terwujud karena adanya motivasi yang dimiliki oleh setiap personil dalam menjalankan tugas mereka. Motiviasi kerja personil terbentuk karena dipengaruhi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai sehingga pemadam kebakaran merasa semangat untuk menjalankan tugas mereka. Seperti yang disampaikan oleh Fitria Ulpah (2016) indikator efektivitas kerja salah satunya yaitu motivasi. Motivasi merupakan proses meyakinkan diri sendiri maupun orang lain bahwa kita bisa melakukannya atau semangat kerja dalam menyelesaikan pekerjaan 6 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK tugasnya. Dari pendapat tersebut di atas jelas bahwa efektivitas kerja personil pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan disebabkan karena pemadam kebakaran miliki motivasi yang tinggi dalam menjalankan tugas. Meningkatnya motivasi kerja petugas pemadam kebakaran karena dianggap merupakan tugas mulia, karena tidak hanya bertugas memadamkan api tapi juga dituntut untuk dapat melakukan upaya penyelamatan terhadap makhluk hidup dan benda, seperti mengevakuasi serta mampu memberikan pertolongan pertama terhadap korban, baik itu manusia ataupun hewan. Selain bertugas menanggulangi kebakaran, petugas pemadam kebakaran juga dituntut mampu melakukan upaya pencegahan dengan cara memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Meningkatkan efektifitas kerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan sebagai berikut: 1. Melaksanakan Pembinaan Upaya yang dilakukan oleh Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan efektivitas kerja yaitu adanya pembinaan setiap personil pemadam. Pembinaan bertujuan untuk membekali personil pemadam dalam melaksanakan penanggulangan usaha pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta perlindungan keselamatan jiwa dan benda, pembinaan menanggapi respon masyarakat dan pembinaan dalam memanfaatkan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran. Dalam Peraturan Bupati Bulungan Nomor 21 Tahun 2018 Tentang Sistem Informasi Pelaporan Data Pelanggaran Terhadap Produk Hukum Daerah Pada Satuan Polisi Pamong Praja Dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan Pembinaan Dan Pengawasan Pasal 5 menjelaskan bahwa Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran melakukan Pembinaan. Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Pemberian pedoman; b. Bimbingan; c. Supervisi; d. Evaluasi; e. Konsultasi; dan f. Pendidikan atau Pelatihan. Kegiatan pembinaan yang dilakukan agar personil handal dan terampil menghadapi situasi kebakaran, serta efektif dalam menjalankan tugas. Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud sudah diprogramkan pertahun, dan dilaksanakan paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun. 2. Pemantauan Dalam meningkatkan efektivitas kerja Pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan, dilakukan pemantauan. Pamantauan yang dilakukan baik dari pimpinan dinas pemadam kebakaran terhadap bahwahan ataupun personil pemadam kebakaran, dan pemantauan dilakukan oleh personil pemadam kebakaran terhadap potensi api yang membahayakan. Pemantauan terkait dengan kinerja personil Pemadam kebakaran Kabupaten, bagaimana kehadiran mereka di kantor saat piket. Selain itu kami juga menyarankan kepada SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 7 KINERJA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENANGANAN KEBAKARAN DI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Wempi Feber*, M. Muchlis personil pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan untuk memantau keadaan di masyarakat yang berpotensi penyebab kebakaran. Efektivitas kerja pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan selalu diadakan pemantauan dari atasan terkait dengan kehadiran di kantor dan saat menangani kebakaran. Pemantauan ini dilakukan agar personil pemadam kebakaran selalu siap siaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan juga diberikan pembinaan supaya peronil pemadam memantau situasi dan keadaan api yang berpotensi menyebabkan terjadi kebakaran. 3. Fasilitas Pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan harus didukung oleh sarana dan prasarana serta organisasi yang baik, sehingga mampu memberikan kualitas pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Dalam penanganan kebakaran sarana dan prasarana wajib ada dan lengkap, salah satunya mesin penghisap air dan alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh anggota/personil Pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan. Apabila alat penghisap air kurang beroperasi secara otomatis tangki air yang di mobil akan lama terisi, ini menjadi penghambat untuk memadamkan kebakaran yang ada dilokasi kejadian. Alat pelindung diri (APD) wajib digunakan dalam penanganan kebakaran, ini gunanya untuk meminimalisir terkena api saat pemadaman kebakaran. Purwanto (2007:31) mengatakan bahwa pada umumnya efektivitas organisasi diberikan pengertian sebagai kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan secara efisien dengan sumber daya yang tersedia. Dari pendapat di atas diterangkan bahwa jika suatu organisasi ingin berjalan secara efektif hendaknya mendayagunakan semua sumber-sumber daya yang telah ada, baik sumber daya manusia seperti pegawai maupun sumber-sumber lainnya seperti sarana prasarana yang ada di kantor tersebut. Kinerja pemadam kebakaran menunjukkan bahwa pencapaian kinerja pegawai sudah efektif dengan memelihara penggunaan waktu kerja dan pemanfaatan fasilitas kerja dalam melakukan pemadaman, penyelamatan dan pengamanan atas kejadian kebakaran/bencana. Efektivitas kerja pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dapat terwujud karena didukung dengan fasilitas yang ada, seperti mobil pemadam lengkap dengan mesin pompa dan selang semprot air, serta adanya perlengkapan APD untuk personil pemadam kebakaran. Tujuan penyediaan fasilitas pemadam kebakaran supaya personil mampu dan efektif dalam menangani bencana kebakaran. 4. Koordinasi Melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan bidang/unit kerja terkait sudah berjalan di Dinas Kebakaran Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dalam menangani kebakaran Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Koordinasi tersebut sangat penting supaya tugas yang diberikan dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Koordinasi tersebut menuntut satuan pemadam kebakaran untuk senantiasa harus selalu siap dan dapat memenuhi tuntutan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Untuk mewujudkan efektivitas kerja pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, personil pemadam kebakaran selalu berkoordinasi baik dengan pimpinan ataupun dengan rekan lainnya. Koordinasi tersbut 8 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK sekarang lebih efektif karena adanya grup WA, jadi melalui grup tersebut, personil pemadam kebakaran memberikan dan mendapatkan informasi terkait tugas kerja. Pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan sebagai salah satu penyedia jasa pelayanan pemadam kebakaran, tidak terlepas sebagaimana pemimpin dapat menggerakan dan mempengaruhi bawahannya, sehingga pegawai memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Pemimpin selalu berkoordinasi dengan bawahan terkait dengan tugas yang diberikan, baik terkait dengan penjadualan malam (tugas malam), baik berkaitan dengan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran, koordinasi terkait dengan kondisi aman masyarakat dari bencana kebakaran, serta koordinasi terkait dengan penanggulangan bencana kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. 5. Penanggulangan Masalah Kebakaran Penanggulangan masalah kebakaran yang dilakukan oleh Pemadam kebakaran Kabupaten Bulungan mempunyai tugas merumuskan kebijakan teknis, penyusunan pedoman dan petunjuk teknis bidang penanggulangan masalah kebakaran, melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengendalian, fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan pelayanan bidang penanggulangan masalah kebakaran meliputi peningkatan sumber daya manusia dan penyuluhan pemadam kebakaran serta operasional pemadam kebakaran. Dalam upaya menanggulangi kebakaran dan bencana di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dibentuk Layanan Informasi Kebakaran, dan dilengkapi dengan prasarana dan sarana penanggulangan kebakaran dan bencana lain. Saat di lapangan penanggulangan yang menjadi prioritas tindakan penyelamatan jiwa, harta benda, pemadaman kebakaran dan pengamanan lokasi. Penanggulangan bencana kebakaran yang dilakukan oleh pemadam untuk mewujudkan efektivitas kerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan sudah berjalan dengan baik, karena sudah dilatih sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP). Tujuan penanggulangan bencana kebakaran yang dilakukan oleh Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan mencakup: a. Memberikan perlindungan kepada pegawai dari ancaman bencana; b. Menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada; c. Menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh; d. Membangun partisipasi dan kemitraan publik serta swasta; e. Mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawaan; dan, f. Menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. PETUTUP Kinerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan ditinjau dari (1) kemampuan sudah terwujud karena ada bimbingan dan pelatihan serta pengembangan kemampuan dan keterampilan personil pemadam kebakaran. (2) Keterampilan personil dalam penggunaan peralatan kebakaran ataupun keterampilan membaca situasi atau keadaan kebakaran sudah baik. (3) Pengetahuan pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas sudah baik karena mampu memanfaatkan peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran. (4) Sikap pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK 9 KINERJA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BULUNGAN DALAM PENANGANAN KEBAKARAN DI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Wempi Feber*, M. Muchlis sudah terwujud dari sikap rama, sikap cepat tanggap dan respon. (5) Motiviasi kerja dimiliki personil karena dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan, serta pekerjaan yang mulia. Efektivitas kerja Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan disebabkan karena adanya (1) Melaksanakan pembinaan setiap personil pemadam dalam memanfaatkan peralatan dan perlengkapan. (2) Melakukan pamantauan baik dari pimpinan dinas pemadam kebakaran dan pemantauan dilakukan oleh personil pemadam kebakaran terhadap potensi api yang membahayakan. (3) Memfasilitasi personil dengan sarana dan prasarana. (4) Melakukan koordinasi dengan pimpinan ataupun dengan rekan lainnya. (5) Penanggulangan masalah kebakaran meliputi penyusunan pedoman dan petunjuk teknis bidang penanggulangan masalah kebakaran, melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengendalian, fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan pelayanan. DAFTAR PUSTAKA Fitria Ulpah, 2016. Pengawasan Terhadap Efektifitas Kerja Pegawai Pada Kantor Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda. eJournal Administrasi Publik. Volume 4, Nomor 3, 2016: 4357-4368. Purwanto. (2007). Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan Pengembangan dan Pemanfaatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ridley, John. 2008. Ikhtisar Kesehatan & Keselamatan Kerja Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga. Rivai, Veithzal, 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: dari Teori Ke Praktik, Edisi Pertama, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Sugiyono, 2013. Metode Penelitian kuantitatife, Kualitatife, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sumaryadi. 2005. Perencanaan Pembangunan Daerah Otonom dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: CV Citra Utama 10 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 1 ISSUE 1 (2021) https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK